Curug Tenjong, Air Terjun Perawan yang Belum Terjamah

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

ciwidey3

DestinasiaNews – “Sorosooott…. Gurawil!” Seperti yang dikisahkan reporter Indriyo Morgen berikut ini.

Belum pernah sedeg-degan itu terperosok dari jalan setapak kecil dan menggurawil di pinggir jurang. Di bawah, sekira 30 meter Sungai Cileuleuy yang mengalir kearah Curug Tenjong siap ‘menangkap’ tubuh yang jatuh. Beruntung, teman-teman rengrengan Desa Ciharashas, Kec.Cipeundeuy, Kab.Bandung Barat, ketat mengawal, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Itulah secuplik kisah perjalanan pulang dari Curug Tenjong, yang jalan baik dari sisi utara maupun selatannya untuk menuju lokasi, sama-sama riweuh. Karena fokus pada pijakan, sampai khawatir fokus akan terbagi antara dokumentasi dan tisoledat ke jurang. Ya sudah, saya memilih mengamankan kamera dan HP dengan tidak membuat dokumentasi, saat perjalanan menuju lokasi curug. Kalaupun harus kamera yang jadi korban, tetep mahal juga kan?

Curug Tenjong adalah air terjun ‘perawan’ di Desa Ciharashas, Kecamatan Cipeundeuy, KBB. Sama sekali belum ada sarana dan prasarana wisata. Saat musim hujan seperti saat ini, jalan setapak menuju lokasi dipenuhi rumput liar, malah di beberapa tempat ditumbuhi eurih. Lokasinya diapit lereng tebing bukit. Dua lereng ini, memiliki jalan setapak menuju lokasi. Dari arah selatan, rute mengambil jalur jalan lama menuju Cirata. Jalannya sekarang sudah menjadi sawah dan kebun. 300 meter dari ujung jalan kampung, tekuk kanan menuju lembah, jalan setapaknya lumayan licin saat musim hujan. Jalur ini akan bertemu dengan setapak dari jalur utara, setelah menyeberang sungai.

ciwidey1

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

Untuk jalur ke dua, dari arah utara, kita bisa tempuh dari pesawahan Kampung Santri Ciharashas di Kampung Tugu. Setelah dua petak sawah belok kiri menyusur galengan. Diujung pesawahan kita turuni lembah. Jalurnya lebih rumit karena jalan setapak kecil, Sebagian berair imbas limpasan mata air yang mengalir dari bebatuan dinding lembah. Dengan curah hujan yang tinggi, rumput liar cepat tumbuh sehingga beberapa puluh meter jalan setapak sudah tertutupi rumput. Pada perjalanan Jumat (12/2) lalu, guide kami membawa parang untuk sekedar membersihkan rumput yang sudah menghalangi jalan setapak. Kebayang yah, sudah lut lét kesang, karena setapak yang naik turun, harus fokus pula pada pijakan dan jeli mengikuti melihat arah jalan setapak, meski sudah dipenuhi rumput. Kalau tidak sehat mental dan badan, yakin da, sudah balik kanan di setengah perjalanan.

Begitu sampai di lokasi, kita akan berdecak kagum, air mengalir di tebing batu kokoh, menjulang sekira 60 sampai 70 meter. Lebar sekira 15 meter. Dan ini sangat menantang para pelancong adventure. Untuk wall climbing danlLatihan rescue sangat mumpuni dan cukup berat medannya, sehingga dipastikan perlu alat-alat pendakian tebing yang standar untuk menaikinya. Cuma jangan dikira bisa duduk nyaman berada di lokasi. Kanan kiri, tanaman keras rimbun di kemiringan 70 derajat. Untuk turun ke landasan air terjun, belum ada tétécéan. Jadi lumayan sorodot gubrak mah wajar yah. Tetep asyik kok. Malah seru euy. Yang hebat, Kades Ciharashas, Japar Sidik. Dengan tangan kosong, ia menunjukan kepiawaianya merayap di tebing air terjun sampai ke puncak. Itu pula yang membuat semua orang tercengang dan deg-degan. Saat bertemu kembali di jalan setapak jalur pulang, komen saya cuma dua kata, “Edaaannn, Pak!” Beliau hanya tertawa saja melihat ekspresi wajah saya yang kagum, reuwas dan pasti khawatir.

“Kalau ada apa-apa abdi janten saksi utama kang. Pan yang ngajak ke sini he he,” kata saya berbisik pada Pimpinan Pontren Al Mutaqien, Iman Saepulloh, yang turut mendampingi rombongan ke lokasi.

Kades Ciharashas, Japar Sidik menuturkan, pihaknya tengah merancang Curug Tenjong menjadi salah satu destinasi wisata melengkapi status wisata relijius Kampung Santri. Di Kampung Santri sendiri, ada spot yang instagramable, yaitu pesawahan sekitar Kampung Tugu yang cukup luas bisa jadi tempat trekking dengan suasana desa yang bikin nyaman. Terlebih view di belakang pesawahan sangat indah dengan pegunungan dan lembah, serta hijaunya hutan serta pesawahan di bukit dan sawah bersengked di desa tetangga.

Rencana ini sudah dimusyawarahkan dengan pihak Pontren Al Mutaqien, warga dan Bumdes, serta stake holder lainnya, yang menyambut baik upaya membangun desa wisata di Ciharashas ini.dtn/indriyo.m.-

ciwidey4+ciwidey5

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.


emgz2

Artikel lain...

Kwarnas Gerakan Pramuka Bantu Korban Longsor Cimanggung

Kwarnas Gerakan Pramuka Bantu Korban Longsor Cimanggung

DestinasiaNews - SUMEDANG - Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyerahkan bantuan kepada korban bencana longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat....

From Scout to Society, Giat Pramuka di Masa Pandemi

From Scout to Society, Giat Pramuka di Masa Pandemi

DestinasiaNews - Pramuka yang kerap berkegiatan di luar ruang dewasa ini juga tak luput dari pengaruh situasi pandemi virus covid...

Arogan, Kepala Laboratorium Covid FK UGJ Dipolisikan

Arogan, Kepala Laboratorium Covid FK UGJ Dipolisikan

DestinasiaNews - Oknum dosen yang juga Kepala Laboratorium Covid-19 Fakultas Kedokteran (FK) UGJ Cirebon dilaporkan ke pihak kepolisian. Hal itu terjadi...

“Ténjo,” Urban Farming di Ponpes Al I'anah Rancaherang

“Ténjo,” Urban Farming di Ponpes Al I'anah Rancaherang

DestinasiaNews - Belakangan ini para pelaku tani di Indonesia seperti  kehilangan naluri bercocok tanam karena berbagai alas an, terutama  kurangnya...

Curug Tenjong, Air Terjun Perawan yang Belum Terjamah

Curug Tenjong, Air Terjun Perawan yang Belum Terjamah

DestinasiaNews – “Sorosooott…. Gurawil!” Seperti yang dikisahkan reporter Indriyo Morgen berikut ini. Belum pernah sedeg-degan itu terperosok dari jalan setapak kecil...

Pengunjung

06485961
Hari ini
Kemarin
272
4342