Kampung Wisata Burung Blekok – Muasal Burung dan Kandungan Magis (2)

Diam-diam Kota Bandung, ternyata punya secuil lahan yang sejak 1970-an dihinggapi ribuan burung kuntul sawah atau blekok dan kuntul kerbau. Lokasinya terpencil di bagian selatan kota, tepatnya dekat dengan Km 147 jalan tol Purbaleunyi, atau beberapa ratus meter dari Stadion Bandung Lautan Api yang megah itu. Anehnya, atraksi alami yang sangat menarik ini hingga kini nasibnya serba tak jelas …

Belekok edit 3 2 

Destinasianews - Merunut pada beberapa hasil kajian diantaranya dari Prof. Dr. Otto Sumarwoto, Pakar Lingkungan Hidup, keberadaan ribuan burung burung blekok (ardeola speciosa), dan kuntul kerbau (bubulkus ibis) yang kata Ayahanda Ujang Syafaat, dan Agus Budiman yang kerap disapa Agus Blekok, yakni alm. H Ahdan Suryana, mulai ramai sejak tahun 1970-an. “Waktu itu kami masih kecil, Ayah saya sering berucap burung-burung ini jangan dicedrai, harus kita sayangi. Buktinya, bila ada yang menangkap atau membunuhnya, orangnya jadi sakit”, tutur Ujang dengan mimik serius mengulang ucapannya tiga tahun lalu.

Belekok edit 3 Secara ilmiah ribuan burung yang bertengger disana sejak 1970-an, masuk diakal. Pasalnya, di daerah ini makanan di persawahan relatif melimpah. “Anehnya, walaupun persawahan mulai menyempit, mereka masih bertengger dan bertelur disini. Mungkin karena penduduk disini tak mengganggunya, lagi pula kan kami sejak dulu memberi makan melalui kolam yang ada”, papar Ujang Syafaat yang kini kebagian tugas mengurus keberadaan burung-burung ini.

Ujang Syafaat sendiri kini kebagian tugas ini bersama adiknya Imas Suryati, setelah ditinggal pergi oleh kakaknya Agus Budiman yang telah menikah dan tinggal di kelurahan lain.”Yang agak menggembirakan pada 2014 lalu kampung kami menjadi juara ke lll untuk Lomba Wisata Sehat di Kota Bandung. Sayangnya, Kang Ridwan Kamil (Walikota Bandung – red.) belum mengetahui keberadaan kampung ini”, jelas Ujang yang mengharapkan Ridwan Kamil sesekali meninjaunya.

Beberapa hal yang Ujang dan Imas lakukan untuk burung ini, selain merawat burung yang sakit, juga mengusir para pemburu liar. “Rutin kami sebisa mungkin selain menjelaskan unsur magis, juga memberi pengertian akan pentingnya burung ini sebagai mata rantai kelangsungan lingkungan hidup kita. Syukurnya, mereka mengerti”, urai Ujang yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SD.

Musuh dan Burung Tamu

Belekok edit 4Selain pemburu liar yang belum paham akan keberadaan burung ini, menurut Ujang ada yang mengkhawatirkan lainnya:”Duh, kalau sudah musim petasan ada ratusan telur burung yang jatuh dan pecah. Ini nih buktinya”, jelas Ujang dengan gesture sedih sambil memperlihatkan dokumentasi foto tumpukan telur burung yang ia kumpulkan.

Di luar yang menyedihkan tadi, ternyata ada yang menggembirakan pula.”Nih lihat, ada burung yang lehernya merah. Entah jenis burung apa pula ini”, tambah Ujang yang hapal betul akan jam kerja dan rumpun mana mereka bertengger.

Yang dimaksud jam kerja, dua jenis burung ini setiap pagi sebagian “mengisi bensin” di kolam yang tersedia pakan berupa bibit ikan. Setelahnya, mereka terbang jauh rata-rata ke daerah Majalaya dan sekitarnya (20 – 30 km). Sorenya, mulai pukul 17.00 mereka pulang secara berombongan ke tempat asal.

Atraksi Burung & Kuliner

Nah, bagi wisatawan jenis minat khusus, disini kita bisa melakukan bird watching ala ornithologist. Lebih menarik lagi Anda membawa teropong, Kamera DSLR, dan buku panduan tentang burung jenis wet land (daerah basah). “Tinggal pilih, mau datang pagi atau sore, silahkan saja. Yang suka datang, terutama mahasiswa yang suka jeprat-jepret bawa kamera canggih”, jelas Ujang yang diamini Imas adiknya. “Kalau mau pepes ikan kurusuk juga ada, nanti saya buatkan. Tapi harus pesan dulu, karena bikinnya agak susah”, tambah Imas yang sudah sohor kepiawaiannya memasak kuliner pepes ikan kurusuk. (HS/SA/dtn)

Kampung Wisata Burung Blekok – Perlu Kita Tengok ! (1)

Kampung Wisata Burung Blekok – Inspirasi Tari & Niat Pengembangan (3)

Kampung Wisata Burung Blekok – Yang Peduli dan yang ‘Rungkad’ (4)

Kampung Wisata Burung Blekok – Progres Pengembangannya, Mentok! (5 - Habis)

 


emgz2

Artikel lain...

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin & Eka Santosa, Kuda hitam Pilgub Jabar – Blusukan …

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin & Eka Santosa, Kuda hitam Pilgub Jabar – Blusukan …

destinasianews  - Jreng-jreng, mungkin demikian laporan ini dibuka. Pasalnya, tanpa ba bi bu, dua tokoh pasangan Pilgub Jabar 2018 yang...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Pengunjung

01698317
Hari ini
Kemarin
1106
1582