Ini Dia, Duduk Perkara Kedai di Taman Hutan Raya Djuanda Kawasan Bandung Utara (Bag 1)

ARMOR 1DestinasiaNewsFenomena maraknya keberadaan empat kedai di lingkungan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda di Kawasan Bandung Utara (KBU),  arusnya makin membingungkan, terutama bagi para pegiat kepariwisataan. Bagi ratusan penduduk setempat yang menyambut kehadiran kedai ini sejak akhir 2015 – kerap mempertanyakannya: Apa salahnya? Setahu kami ini legal, perjanjian sewanya langsung dengan Kepala Balai, jaman Pak Imam Santoso. Dasar hukumnya kuat. Ratusan warga kami diuntungkan, juga kunjungan ke Tahura melonjak, malah”, ujar Ketua RW 07 dan 08 Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Asep Saepudin dan Adis Karmin.

ARMOR 2Kunjungan destinasiaNews ke Tahura (29/4/2016), semata untuk memahami duduk perkara - usai 4 kedai yang masing-masing luasnya 200 – 300 M2 (Warung Pinus, Armor Kopi, Balcony, dan Velaz), keberadaannya disoal setelah sidak Kepala Satpol PP Jabar, Udjwalaprana Sigit ke Tahura (20/4/2016). “Sangat keberatan oleh pemberitaan miring di mass media, setelahnya. Tak terbersit sedikit pun mengelolanya dengan melanggar perjanjian sewa-menyewa dengan Dishut Balai Pengelolaan Tahura (30/12/2015 – red). Aturannya, sangat ketat sejak awal. Pegangan lain, kami merunut ke Keputusan Gubernur Jabar Nomor: 522/Kep.696-Dishut/2010”, ujar Iswanto, salah satu pengelola kedai sambil menunjukkan surat-suratnya secara lengkap.

“Sayangnya, surat Keputusan Gubernur tentang Pendelegasian Wewenang Dalam Rangka Kerjasama Pengelolaan Tahura Ir, H, Djuanda, lembarannya baru kami temukan tiga hari lalu”, tambahnya dihadapan rekan-rekan pengelola kedai lainnya.

ARMOR 3Menurut Inge, pengelola kedai Armor Kopi yang menyajikan aneka kopi arabica secara khas: “Begini, bila menginduk ke ijin pendirian kedai kami yang seluruhnya ramah lingkungan. Bisa Anda buktikan, secara nyata. Pihak Tahura punya otoritas untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan masyarakat atau pihak lain.

Alhasil, kunjungan singkat destinasiaNews hari itu menghasilkan sisi lain dari maraknya keberadaan kedai ini di Tahura. “Karenanya, kami sebagai mitra Tahura, pada Senin (2/5/2016 – red) akan melakukan konperensi pers. Menjelaskan duduk masalahnya. Semoga miss komunikasi ini bisa terang berderang, nantinya. Tak ada maksud sedikit pun ingin melanggar aturan yang kami akui sangat ketat, disini”. (HS/SA/dtn).    

 

Baca Juga : Duduk Perkara Kedai Tahura Djuanda Bandung (Bag 2) – Pengelola Angkat Bicara  


emgz2

Artikel lain...

Ketum IPSI KBB Asep Hendra: Tingkatkan Prestasi Atlet Silat

Ketum IPSI KBB Asep Hendra: Tingkatkan Prestasi Atlet Silat

destinasiaNews - Pelantikan Pengurus dan rapat kerja pengcab IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kabupaten Bandung Barat periode 2020-2024 bertempat di...

Forum Zakat Salurkan Ratusan Miliar Dana Publik Masyarakat Selama COVID-19

Forum Zakat Salurkan Ratusan Miliar Dana Publik Masyarakat Selama COVID-19

destinasianews.com -- Forum Zakat (FOZ) selaku asosiasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang beranggotakan 154 lembaga berbasis pemerintah (BAZNAS) maupun masyarakat...

Aksi Damai Jurnalis Bela Negara di Kantor bank bjb, Mengundang Perhatian Pengguna Jalan

Aksi Damai Jurnalis Bela Negara di Kantor bank bjb, Mengundang Perhatian Pengguna Jalan

  destinasianews – Sejumlah awak media yang tergabung dalam wadah Jurnalis Bela Negara (JBN) menggelar Aksi Damai di pelataran bank...

Lebih Dekat dengan Microgreen

Lebih Dekat dengan Microgreen

DestinasiaNews - Dari istilahnya yang masih asing tapi akrab, kita dapat dengan mudah mengartikan microgreen adalah sesuatu yang mungil dan...

Battlefield Tour Menjoesoeri Djedjak Pertempoeran Waringin di Bandoeng

Battlefield Tour Menjoesoeri Djedjak Pertempoeran Waringin di Bandoeng

DestinasiaNews - Pariwisata belakangan ini semakin diminati dengan ragam segmen tur yang ditawarkan. Namun dalam pengembangan segmen pariwisata minat khusus...

Pengunjung

06067143
Hari ini
Kemarin
1180
2885