Duduk Perkara Kedai Tahura Djuanda Bandung (Bag 2) – Pengelola Angkat Bicara

Kedai Tahura 2 edit

DestinasiaNewsSesuai janji dari para pengola kedai di Tahura Juanda pada Jumat (29/4/2016) lalu, hari ini Senin, 2 Mei 2016 berlangsung konperensi pers (konpers) tentang duduk perkara keberadaan kedai ini. “Begitu marak pemberitaan miring tentang kami di media massa akhir-akhir ini. Hari ini semoga menjadi lebih jelas bagi kita semua”, itu pembuka kata dari Iswanto yang didaulat sebagai “juru bicara” dari 4 pengelola kedai. Hadir dalam konpers ini Imam Santoso, Mantan Kepala Balai Pengelolaan Tahura (2011-2016); Rosid, Ketua Kompepar Desa Ciburial; dan Adis Karman, Ketua RW 08 Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Dalam paparannya, Iswanto mengungkap rinci duduk perkara riwayat terjalin kerjasama dengan pihak Balai Pengelolaan Tahura Djuanda. Dasar hukum yang dikemukakan kala itu, di antaranya Surat Keputusan Gubernur No 522/Kep 696 Dishut/2010 tentang Pendelegasian Wewenang dalam Rangka Kerjasama Pengelolaan Tahura Ir. H Djuanda. “Keputusan Gubernur ini menyebutkan pihak pengelola Tahura memiliki otoritas untuk melakukan kerjasama dengan masyarakat atau pihak lain”.

IMB ?

Pengelola KedaiSelanjutnya Iswanto mendedarkan keberadaan kedainya, mengakui secara terbuka berada di kawasan konservasi – “Patut diingat salah satu fungsinya menyangkut kegiatan wisata alam. Merujuk pada PP No 36 Tahun 2010 tentang Pengusahaan Parawisata Alam di Suaka Alam, Taman Nasional, Tahura, dan Taman Wisata Alam serta Peraturan Menteri Kehutanan No 48 Tahun 2010 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Suaka Alam, Taman Nasional, Tahura, dan Taman Wisata Alam”.

Lebih jauh Iswanto menyoal peringatan rencana pembongkaran 4 kedai ini oleh Satpol PP Jawa Barat: ”Pembangunan sarana prasarana wisata alam tidak mensyaratkan IMB. Ini ditegaskan kembali oleh Menteri LHK dengan Surat Edaran No: SE.7/Menlhk-KSDA/2015 tentang Perijinan dan Pungutan Pajak/Retribusi dalam Pengusahaan Pariwisata Alam di Kawasan Konservasi. Kedai ini berada di blok pemanfatan yang luasnya sekitar 1.200 M2. Bangunannya terbuat dari kayu, knock down, tak ada tegakan pohon yang kami ganggu, malah. Pengunjung pun kami edukasi soal pro lingkungan yang kini trend. Kami sendiri pecinta lingkungan ...”.

Sementara itu Imam Santoso menyatakan upaya kerjasama ini dibina, setelah pada masa kepemimpinannya banyak pihak yang ingin melakukan sewa-menyewa dengan modal sangat besar, namun tak satu pun yang bisa terrealisasi. “Penyebabnya, karena model bangunannya rata-rata tidak ramah lingkungan. Tiba pada tahun 2015, datanglah mereka ini. Tak mudah bagi saya menyetujui proposal mereka. Setelah banyak hal dipertimbangankan, baru disetujui dengan prasyarat ketat. Tak benar jika ada tudingan melanggar peraturan, apalagi soal IMB segala”.

Perihal upaya Imam Santoso ini, usai konpers Ia menegaskan naiknya pendapatan Tahura pada 2015. Menurutnya, waktu itu ditarget Rp. 3.020.000.000, realisasinya Rp. 4.546.405.000. “Ada kenaikan 150,54%. Pada tahun 2014 realisasi pendapatan Rp. 2.592.752.500. Berkat adanya kedai, kini Bandung punya destinasi wisata baru. Ini dicontoh pengelola Tahura se Indonesia. Banyak yang datang untuk studi banding kesini”.

Ikon Baru & Centil

Pihak lain yang angkat bicara kala itu Rosid dan Adis Karman. Selaku “tuan rumah”, keduanya merasa heran dan mempertanyakan niat Satpol PP Jawa Barat yang ingin membongkarnya: ”Di Kabupaten Bandung ada 10 desa yang harus dikembangkan kepariwisataannya. Di sekitar Tahura ini kami berinovasi. Tiba-tiba begini nasibnya? Harus apa lagi yang kami kembangkan?”, papar Rosid penuh tanya dengan mimik sendu.

Rekannya Adis Karman dari penduduk sekitar di Desa Ciburial, senada dengan Rosid:”Bayangkan, sudah banyak penduduk kami tersalurkan pekerjaannya. Sekonyong-konyong mau diputus, tambah tak jelas nih pemerintah soal pengangguran?!”.

Menurut Firman Arminda (34), pengunjung Tahura Djuanda asal Bekasi yang kebetulan berada di sekitar kedai ini usai konpers digelar, ketika ditanyakan tentang keberadaan kedai-kedai ini:”Bila penataan dan pembangunannya tak sesuai kaidah lingkungan, saya sangat setuju dibongkar. Saya perhatikan, justru kebalikannya, ramah lingkungan. Pertahankan saja, apalagi bila legalitasnya kuat. Saya juga bekerja di biro bangunan. Malah, banyak inspirasi dari kunjungan ini. Ini ikon baru wisata alam di Bandung. Memang pemerintah, suka centil, kayaknya banyak yang asal beropini tetapi tak tahu esensinya”.

Tahura 2 edit

Sayang, ketika destinasiaNews pada hari itu usai konpers digelar bersama awak media lainnya, berusaha menemui Kepala Balai Pengelolaan Tahura Djuanda, Lianda Lubis di kantornya, yang bersangkutan sore itu tidak sedang berada di tempat. Tatkala dihubungi melalui pesan singkat kepada Lianda Lubis, mempertanyakan pendapatnya tentang keberadaan kedai di lingkungannya, Ia menjawab – “ Silakan tanya ke Satpol PP saja Kang”.

Sayang pula, ketika akan mengkonfirmasi perihal “duduk perkara” ini, rapat redaksi destinasiaNews malam ini (2/5/2016) memutuskan akan menghubunginya keesokan hari – “Bilih wengi teuing, mendingan enjing we, nya?”, ujar Harisman salah satu staf redaksi itu. (Bersambung ...Bung). (HS/SA/dtn)

Baca Juga : Ini Dia, Duduk Perkara Kedai di Taman Hutan Raya Djuanda Kawasan Bandung Utara (Bag 1)


emgz2

Artikel lain...

Yana Mulyana Apresiasi Revitalisasi Gang Cikapundung RW 08 Kel. Braga Bandung sebagai DTW di Gelaran CSR WEGE

Yana Mulyana Apresiasi Revitalisasi Gang Cikapundung RW 08 Kel. Braga Bandung sebagai DTW di Gelaran CSR WEGE

  destinasiaNews  - Yana Mulyana Wakil Walikota Bandung mengapresiasi rintisan pembangunan atau revitalisasi Teras Braga di gelaran Corporate Social Responsibility...

Satgas Citarum Harum Sektor 21- 02 Giat Rutin di Sungai Citarik Dan Cikeruh

Satgas Citarum Harum Sektor 21- 02 Giat Rutin di Sungai Citarik Dan Cikeruh

destinasiaNews –Agenda kegiatan Anggota Satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 02 Cileunyi, Selasa (15/10/2019) tetap semangat bergiat melaksanakan tugas rutinnya...

Maliq & D'Essentials Tutup Rangkaian The Papandayan Jazz Fest 2019 dengan Sempurna

Maliq & D'Essentials Tutup Rangkaian The Papandayan Jazz Fest 2019 dengan Sempurna

destinasiaNews – Hari terakhir The Papandayan Jazz Fest 2019 memicu antusias para penikmat musik tanah air. Tidak hanya dari kota Bandung,...

Jurnalis Bela Negara Sambangi Pabrik Air Minum Viva Celebrity – Pelihara & Tingkatkan Kerjasama

Jurnalis Bela Negara Sambangi Pabrik Air Minum Viva Celebrity – Pelihara & Tingkatkan Kerjasama

destinasiaNews – Dise-sela jadwal harian yang cukup padat, rombongan yang tergabung dalam ‘perkumpulan’  Jurnalis Bela Negara (JBN), akhirnya  meluangkan waktu menyambangi...

MWA Unpad Lantik Rina Jadi Rektor, Atip Latipulhayat di PTUN Bandung - Tidak Sah, Batal Demi Hukum

MWA Unpad Lantik Rina Jadi Rektor, Atip Latipulhayat di PTUN Bandung - Tidak Sah, Batal Demi Hukum

destinasiaNews  – Suasana ruang sidang di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) di Jl. Diponegoro No. 34 Kota Bandung, pada Selasa,...

Pengunjung

04221339
Hari ini
Kemarin
2653
5351