Sein Farm, Kembangkan Urban Farming Berkelanjutan di Kota Bandung

Seinfarm2

DestinasiaNews - Pemerintah Kota Bandung tengah menjalankan program Buruan Saé, sebuah program urban farming terintegrasi yang digalakkan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung. Program tersebut sebagai penyikapan terhadap ketimpangan permasalahan pangan di Kota Bandung melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan yang ada dengan berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sendiri.

Kesungguhan pelaksanaan program ini ditunjang oleh Sékémala Integrated Farming (Sein Farm) di Sékémala, Ujungberung, Kota Bandung. Di tempat yang juga lokasi UPT TPHP Dispangtan Kota Bandung itu sedang dikembangkan lahan sawah yang terintegrasi dengan perikanan, peternakan, pembibitan dan lain-lain. Kawasan ini juga akan menjadi tempat edukasi untuk masyarakat umum yang ingin belajar langsung tentang pertanian terkait urban farming selain sarana rekreatif kekinian dengan pesona panorama kaki Gunung Manglayang.

“Sein Farm diharapkan bisa dijadikan laboratorium besar bagi masyarakat untuk mengembangkan urban farming di tempatnya masing-masing,” kata Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar ketika dijumpai di Sein Farm beberapa waktu lalu.

 

Seinfarm1

Gin Gin mengatakan, kawasan ini menjadi tempat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk belajar bertani, urban farming, dan budidaya ikan. “Masyarakat yang berkunjung akan memperoleh penjelasan, pembelajaran dan bisa juga pendampingan terkait urban farming yang sedang kita galakkan melalui program Buruan Saé,” lanjutnya.

Sementara itu di tempat terpisah Lukman Maulana, salah seorang pegiat pangan, mengatakan, Kota Bandung memang merupakan salah satu kota metropolitan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di banding kota-kota lainnya di Indonesia. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk ini berkonsekuensi pada kebutuhan pangan yang semakin besar.

“Namun masih ada ketergantungan pangan dari luar Kota Bandung sebesar 96 persen yang perlu disikapi secara serius, salah satunya dengan mengembangkan urban farming itu,” kata Lukman. Dari sisi ketersediaan lahan pertanian, Kota Bandung memang tidak mempunyai kemewahan ketersediaan lahan untuk itu. “Dengan adanya penggalakkan urban farming di Kota Bandung kita bisa merekayasa luasan lahan dengan menggunakan cara vertical, rooftop, combine farming dan opsi lainnya untuk menyikapi faktor keterbatasan lahan,” sambungnya.

Keseriusan Urban Farming selain dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga bisa juga jadi sumber peningkatan ekonomi yang bekelanjutan. “Untuk kepentingan itu kita juga perlu memperhatikan juga ekosistem urban farming dan potensi integrasinya,” kata Lukman yang kesehariannya aktif di Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) ini. “Dengan begitu kita tidak hanya mengusung ketahanan pangan dalam program Buruan Saé, tapi juga bisa membangun Kedaulatan Pangan di masyarakat, urtamanya warga Kota Bandung,” pungkasnya. (dtn/ar.-)

Seinfarm5

otg

Seinfarm3

Bisa dibaca juga di Bandung Tiada Banding

Foto: Adi Raksanagra. - Humas Kota Bandung. 

Add a comment

PT Travelindo Indonesia Wisata Hadirkan Konsep Wisata Tak Biasa, Usai ‘Kukurusukan’ Peserta Disuguhi Gelaran Musik Tradisi & Modern

fgti1destinasiaNews  – “Mohon maklumlah ini semata demi menumbuhkan lagi gairah berwisata di masa AKB (Adaptasi Kegiatan Baru) era pandemi Covid-19. Kelebihannya,  kami usung kolaborasi musisi dan seniman tradisi maupun modern disatu-panggungkan menghibur peserta gathering, setelah mereka kukurusukan di alam bebas” demikian sepintas kata Direktur PT. Travelindo Wisata Indonesia, Rinjani Kusuma Kartadiatna yang kerap disapa Iie.  

Iie ditemui disela-sela bersama tim-nya sedang menggelar musik tradisi dan modern di halaman utama Hotel Bumi Nusantara di Jl. Pantai Barat No. 43 Pangandaran pada Sabtu malam (15/8/2020). Gelaran ini dihadiri seratus lebih peserta ‘Family Gathering’ CV. Guna Jaya yang berkantor di Jl. Terusan Jakarta, para peserta pada malam itu seakan larut dengan sajian musik unik ini,

“Kolaborasi karinding, dan Band Metamorf dari Bandung, dengan menampilkan figur Mang Utis, Dodi Kiwari, serta Asep Santana, yang diramu oleh Katara Entertainment dari sub divisi PT. Travelindo Indonesia Wisata, harapannya bisa menghibur dan menginspirasi para peserta Family Gathering ini.”

fgti12fgti13Sementara itu menurut Siska dan Hana yang mewakili direksi CV. Guna Jaya yang malam itu membagikan puluhan door prize bagi keluarga besar di perusahaan yang bergelut dibidang kontruksi besi ini, mengapresiasi gelaran yang diusung oleh seniman tradisi dan modern ini:

“Terpenting, kami atau kita sangat terhibur, apalagi ditengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Salut, acaranya berlangsung sukses di tengah penerapan protokol kesehatan, yang dianjurkan dianjurkan pemerintah,” ujar Sisca yang siangnya bersama para rombongan berkesempatan menikmati trip menyenangkan ke beberapa obyek wisata seperti body rafting di Citumang, dilanjut sight seeing ke area obyek wisata pantai Batu Karas di Kecamatan Cijulang.

“Kami ucapkan terima kasih ke perusahaan tempat kami bekerja, juga penyelenggaran paket wisata ini, kami disuguhi aneka hiburan segar untuk obat rutinitas di perusahaan sehari-hari,” tutup salah satu karyawan CV Guna Jaya yang dipanggil Taufik oleh rekan-rekannya, yang pada Sabtu malam itu walaupun dirinya belum kebagian jatah door prize, ia menambahkan sambil dengan nada bungah, “Tahun depan, siapa tahu dapat door prize sepeda motor atau TV?!”

Secara terpisah redaksi mengontak Seretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Drs. Kusdiana MM sehubungan Rinjani Kusuma dan tim-nya membawa sesuatu yang special yakni, menyuguhi klien-nya dari CV Guna Jaya dengan sajian khusus musik tradisi dan modern dari beberapa seniman Bandung di salah satu hotel di Pangandaran,

“Selamat datang ke rombongan The Rinjani Kusuma selaku salah satu pegiat wisata di Jabar, silahkan bawa tamunya ke daerah kamimengunjungi beberapa obyek wisata yang sangat menarik. Sungguh hal yang baik pula, selama berkunjung itu sambil menerapkan protokol kesehatan sesuai prinsip AKB. Intinya, selamat datang di Pangandaran.” (HS/SF/dtn)

Add a comment

Meski PSBB Teras Cikapundung Tetap Melanjut Sosialisasi dan Edukasi Publik Sesuai Protokol Kesehatan

teci5

DestinasiaNews - Teras Cikapundung sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kota Bandung, tetap melaksanakan perannya untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi tentang pemeliharaan sungai, khususnya Cikapundung Bersih meskipun ada pemberlakukan protokol kesehatan berkenaan dengan penyebaran Covid 19. Seperti yang dituturkan Adi Raksanagara

Teras Cikapundung (Teci) di Jalan Siliwangi Kota Bandung memang pohara dalam fungsi perannya sebagai Ecotechno River Park di tengah kota. Teci merupaka salah satu mega proyek berskala internasional sebagai ruang publik yang bisa diakses oleh siapa saja, baik warga Kota Bandung atau warga dari mana pun.

Teci adalah bagian dari progress Restorasi Sungai Cikapundung yang melakukan penataan sepanjang bantaran sungai tersebut. Proyek ini juga sebagai upaya mengakomodasi aktivitas masyarakat dalam menggali berbagai potensi dari keberadaan sungai. Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mudjiadi pada saat meresmikan Teci Januari 2016, Teras Cikapundung ini secara nasional dijadikan percontohan restorasi sungai di Indonesia.

teci6

Teci merupakan proyek yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung dan ITB.

Sejak diresmikannya Teci menjadi salah satu destinasi wisata Kota Bandung. Banyak pengunjung yang dengan sengaja untuk rekreasi. Dengan banyaknya pengunjung le lokasi itu juga bisa jadi sebagai potensi dalam sosialisasi dan edukasi yang berkenaan dengan pemeliharaan sungai serta lingkungan hidup pendukungnya.

Teras Cikapundung dipandang memiliki peran konservasi, edukasi dan juga pariwisata. Keberadaannya di Kota Bandung sebetulnya bisa melengkapi aset wisata alam, karena di kota ini lebih banyak destinasi wisata buatan.

Berkaitan dengan adanya pemberlakuan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid 19 sejak Maret lalu Teras Cikapundung pun nampak sepi pengunjung. Namun ada saja warga yang berkunjung ke tempat itu. “Kami memang memberlakukan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah seperti menyediakan alat pengukur suhu dan juga untuk mencuci tangan selain aturan untuk menggunakan masker,” tutur Apik Ari Fajar, representatif Teras Cikapundung BBWS.

Meskipun diberlakukannya PSBB, fungsi dan peran Teras Cikapundung memang harus tetap berlangsung, lanjut Apik. “Seperti beberapa waktu lalu secara spontan kami mengadakan sosialisasi yang kami sebut Ngariksa.” Ngariksa artinya Ngajarkeun générasi untuk sadar peduli air, sungai dan alamnya.

teci4

 

Sedikitnya ada perwakilan siswa dari 10 SD dan SMP yang ada pada saat itu. Mereka mengambil tempat yang teduh dan menyimak paparan tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) dari perwakilan BBWS Citarum, R.Yayat Yuliana, SE.MM dan juga paparan tentang Penghijaun berdasarkan kearifan lokal dari Rahmat Leuweung.

“Tentu saja kami menerapkan protokol kesehatan yang berlaku kepada mereka,” kata Apik. “Acara ini rupanya menarik perhatian para siswa itu. Mereka aktif berinteraksi saat mengikuti pemaparan itu,” lanjutnya.

 

Materi dari acara sederhana yang padat makna ini disebar-luaskan melalui media massa. “Kedepannya kami akan tetap melakukan sosialisasi sesuai fungsi Teras Cikapundung dengan cara serupa dan penyebarannya memanfaatkan fasilitas internet,” pungkas Apik. (DTN/ar).-

Add a comment

Kadaplak, Jadi Daya Pikat Wisata Adrenalin Murah Meriah di Batulocéng

kadaplak1 2

DestinasiaNews - Kondisi alam suatu daerah biasa memunculkan berbagai kreativitas, tradisi bahkan sampai dengan “cabang olahraga” yang unik bahkan eksklusif. Seperti apa yang bisa kita lihat dan juga bisa kita coba di satu sudut Kawasan Lembang, Bandung Barat.

Apabila kita berwisata ke daerah Maribaya, Lembang, bisa lanjut lurus perjalanan ke Kawasan Batulocéng. Di situlah kita bisa melihat apa itu Kadaplak dan merasakan sensasi mengendarainya.

kadaplak sasis

Iistilah Kadaplak dipilih karena bentuk “kendaraan” ini terinspirasi dari sejenis serangga yang biasa hidup mengambang di permukaan sir kolam atau parit. Sasisnya terbuat dari bambu, as rodanya dari batang pohon kopi yang sudah tua dan rodanya dibuat dari kayu kuray. “Kayu kuray itu liat tapi mudah dibentuk,” kata Gunawam Azhari. Yang dikenal sebagai salah seorang pionir kadaplak di Batuloceng.

Sejak dahulu kala, menurut Gunawan, kendaraan kadaplak ini memang sudah ada. Hanya bentuknya lebih Panjang dan masyarakat sekitar menggunanakannya untuk mengangkut rambang tembakau. “Sampai akhir tahun delapan puluhan Kawasan berbukit ini memang banyak pohon tembakau,” lanjut Gunawan. Warga sekitar memanfatkan kadaplak untuk megangkut keperluan untuk bercocok tanam melalui jalan setapak yang berbukit-bukit di sela pepohonan pinus.

Sejak 2014 kadaplak diramaikan lagi pemanfaatannya di kalangan warga Batuloceng. Biasanya mereka “bermain kadaplak di saat-saat tidak banyak curah hujan. Mereka memanggulkadaplak masing-masing ke bukit, lalu meluncur bebas di turunan melewati berbagai tikungan dan kendala ilalang, legokan serta debu. Setidaknya andrenalin terpicu dengan cara sederhana. Kadaplaktidak dipasangi remdan juga stir. Lajunya hanya oleh sedikit dorongan, lalu dikemudikan dengan kaki atau dipasangi semacam stang stir sekenanya. Mengasyikkan, memang. Kalaupun terjatuh, terlindungi oleh hamparan tanah berhumus pinus dan semak.

kadaplak mudun

“Kami ingin mengembangkan kadaplak ini di masa sekarang sebagai sarana olahraga tradisional dan juga pariwisata,” Gunawan, pegiat lingkungan hidup ini berharap. Para pemuda di situ pun sudah banyak yang menggemari dan terampil membuatnya.

kadaplak cw

Warga Batuloceng berkeinginan untuk menjadikan kadaplak ini sebagai daya pikat utama wisata di Batuloceng, selain atmosfir perkampungan tematik, organik yang sudah dikembangkan lebih dulu. Desa tematik organk ini pun berkali-kali dikunjungi pemuda-pemuda mancaegara untuk menggali pengalaman hidup di perdesaan resik. Tak sedikit juga berbagai produk kuliner lokal di situ seperti karamel susu sapi, keripik singkong hingga kopi khasnya. Mau coba? (ar/rezkha/dtn).-

kadaplak ngecot

Add a comment

Tata Kota Bogor : Pemkot Bogor Bekerja Sama dengan Panorama Group dan PNJ Kembangkan Pulo Geulis

Bgr 101

destinasiaNews - Bogor dikenal sebagai salah satu kota yang menarik dikunjungi dengan berbagai destinasi wisata yang unik dan tempat-tempat yang ikonik, seperti Istana Kepresidenan dan Kebun Raya Bogor. Bukan hanya itu, jika berkesempatan mengelilingi kota hujan ini, ternyata masih banyak lagi tempat-tempat unik yang belum banyak di ketahui publik, seperti destinasi desa wisata yang berlokasi tidak jauh dari bagian selatan Kebun Raya Bogor, bernama Pulo Geulis.

Membelah aliran sungai Ciliwung, Pulo Geulis menyimpan berbagai keindahan yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Bukan hanya dari pemandangan atau kesejukan udaranya, Pulo Geulis juga memperlihatkan bagaimana keberagaman budaya dan agama masyarakat, bisa tetap menyatukan mereka dalam kerukunan, rasa saling menghormati, serta semangat untuk bersama-sama membangun potensi desa yang dimiliki.

Seperti keberadaan kelenteng tertua di Bogor - Pan Kho Bio - yang terletak di Pulo Geulis. Pada kondisi umum, kelenteng memang merupakan rumah ibadah Umat Budha, namun menariknya, di Pulo Geulis ini, akibat dari minimnya tempat ibadah, Pan Kho Bio juga sering digunakan oleh Umat Muslim untuk menunaikan ibadah shalat di salah satu ruangan di dalamnya.

Selain itu, di Pulo Geulis kita bisa dapati kreatifitas tergambar pada mural-mural yang bertebaran penuh warna di tembok-tembok pemukiman warga. Bukan tanpa makna, sebagian dari gambar-gambar ini menceritakan tentang sejarah awal terbentuknya Pulo Geulis.

Pemerintah Kota Bogor pun telah menetapkan Pulo Geulis sebagai Kampung Tematik Wisata karena keunikan-keunikan yang ada serta lokasinya yang berdekatan dengan kawasan Suryakancana yang tentunya sudah dikenal sebagai tempat kuliner kota Bogor.

Atas perkembangan Pulo Geulis ini, Budi Tirtawisata – CEO Group of Panorama Group yang ditemui saat penandatanganan Kerjasama antara Pemerintah kota (Pemkot) Bogor, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Panorama Group untuk Penataan Kampung Wisata Pulo Geulis pada 7 Mei 2019. Pemkot Bogor sendiri, kini tengah fokus pada penataan daerah aliran sungai di sekitar kota, termasuk daerah aliran sungai Ciliwung.

“Kami melihat Pulo Geulis memiliki potensi untuk tumbuh menjadi salah satu desa wisata unggulan di Bogor ke depannya. Dukungan dari Pemerintah, private sector dan masyarakat itu sendiri, merupakan kunci dari kesuksesan perkembangan wisata kampung tematik ini”, ujarnya.

Bima Arya selaku Walikota Bogor dan Abdillah selaku Direktur PNJ juga menyatakan dukungannya atas kerja sama ini, dengan tujuan agar sumber daya setempat dapat terbangun dengan baik. Optimisme mengeskalasi potensi wisata Pulo Geulis ditunjang oleh lokasinya yang strategis dan berada di pusat kota, sehingga Pulo Geulis diharap mampu untuk menjadi magnet wisata baru di daerah Bogor dan menjadi contoh bagi kawasan potensial lainnya untuk membantu pertumbuhan Pariwisata Indonesia. (HRS/Rls/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Ketum IPSI KBB Asep Hendra: Tingkatkan Prestasi Atlet Silat

Ketum IPSI KBB Asep Hendra: Tingkatkan Prestasi Atlet Silat

destinasiaNews - Pelantikan Pengurus dan rapat kerja pengcab IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kabupaten Bandung Barat periode 2020-2024 bertempat di...

Forum Zakat Salurkan Ratusan Miliar Dana Publik Masyarakat Selama COVID-19

Forum Zakat Salurkan Ratusan Miliar Dana Publik Masyarakat Selama COVID-19

destinasianews.com -- Forum Zakat (FOZ) selaku asosiasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang beranggotakan 154 lembaga berbasis pemerintah (BAZNAS) maupun masyarakat...

Aksi Damai Jurnalis Bela Negara di Kantor bank bjb, Mengundang Perhatian Pengguna Jalan

Aksi Damai Jurnalis Bela Negara di Kantor bank bjb, Mengundang Perhatian Pengguna Jalan

  destinasianews – Sejumlah awak media yang tergabung dalam wadah Jurnalis Bela Negara (JBN) menggelar Aksi Damai di pelataran bank...

Lebih Dekat dengan Microgreen

Lebih Dekat dengan Microgreen

DestinasiaNews - Dari istilahnya yang masih asing tapi akrab, kita dapat dengan mudah mengartikan microgreen adalah sesuatu yang mungil dan...

Battlefield Tour Menjoesoeri Djedjak Pertempoeran Waringin di Bandoeng

Battlefield Tour Menjoesoeri Djedjak Pertempoeran Waringin di Bandoeng

DestinasiaNews - Pariwisata belakangan ini semakin diminati dengan ragam segmen tur yang ditawarkan. Namun dalam pengembangan segmen pariwisata minat khusus...

Pengunjung

06067158
Hari ini
Kemarin
1195
2885