Menari Di Atas Ombak Batu Karas

batukaras1Destinasianews - Merunut destinasi wisata bahari di Jawa Barat, ada satu tempat yang tak boleh dilewatkan. Destinasi ini pantai Batu Karas. Lokasi ini merupakan paduan antara Pantai Pangandaran dan Batu Hiu dengan suasana alam yang lebih tenang. Ia acap dikunjungi wisman dan wisnus untuk surfing dan berenang. Tepatnya di wilayah Desa Batu Karas, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Hanya 30 menit saja dari Pangandaran berkendaraan roda empat.

Bagi penggemar surfing di Pulau Jawa, lokasi ini tak asing lagi. Selain berpanorama indah, ia pun sohor dengan ombaknya yang diimpikan para surfer. ”Tak perlu ke Bali untuk menari diatas ombak. Di pantai ini, selain konturnya landai juga berteluk kecil. Tenaga kita jadi hemat saat melakukan paddling menuju titik awal datangnya ombak,”  ini tuturan Dodi (30) warga pantai Pangandaran yang ”membujuk” destinasianews berkunjung kesana.

batukaras3Bagi yang belum mahir menari diatas ombak alias surfing, tak usah cemas karena pemandu setempat siap menjadi instruktur, sekejap kita bisa menjadi surfer handal! Selain terampil, mereka pun sabar mengajari kita menari di atas ombak. ”Pigimana dengan sediaan papan surfingnya? Don’t be worry, Bro. Disepanjang pantai ini tersedia penyewaan aneka surfboard. Mau pilih papan surfing kelas profesional atau pemula sekelas buggy yang digunakan sambil tengkurap, semua ada. Cukup dengan biaya sekitar Rp 100.000 kita dapat menyewa surfboard profesional beserta instrukturnya.

Anggaplah ini padepokan tari di atas ombak. Kelas kantong “hemat”, keluarkanlah sekitar Rp 20.000, kita bisa bergaul abiz bermain ombak pake papan buggy sepuasnya. Rekomendasi destinasianews, bagi orang Bandung yang berstatus pelajar atau mahasiswa (orang gunung) yang baru kenal dengan laut, ambillah opsi terakhir ini.

 

PENGINAPAN

Di kawasan ini terdapat beragam tempat penginapan, harganya terjangkau. Hanya dengan anggaran berkisar Rp 250.000-an, kita sudah dapat menikmati langitbatukaras2 malam Batu Karas tanpa was-was. Suasana alam yang tenang dan alami, bolehlah dijadikan lokasi alternatif pasangan yang berbulan madu. Aneka sajian hidangan laut pun banyak kita temukan disini. Menu utama cumi cumi dan kepiting yang berbumbu segar, tinggal pilih saja. Soal harga, jauhlah bila dibandingkan dengan di Kota Bandung yang berkontur gunung. Ikan laut segar di Bandung, adalah barang langka!

Selain surfing, buggy, jetski, banana boat dan olahraga air lainnya, tempat ini pun cocok bagi mereka yang gemar bertualang. Batu Karas juga tersedia area untuk sekedar camping dan jelajah alam. Mereka yang bernyali, kerap bersama penduduk lokal ”menaklukkan” Karang Nunggal – pantai terpencil yang berbukit karang menjulang tinggi. Ayo, berani nggak?

So, bagi wisman pantai ini adalah destinasi favorit mereka bila ke Pangandaran. Bermain surfing adalah rata-rata tujuan utamanya. Sepinya suasana pantai ini, jadi daya tarik mereka. So kita yang termasuk ”wisnus”, sesekali bolehlah jadi ”kayak” bule bermain surfing disini dengan pengawasan khusus. Sekedar info, bila ke Pangandaran, habiskanlah paket lengkap lainnya setelah ke Batu Karas dan ke Batu Hiu, mampirlah di Green Canyon. Sumpah, sekali kita kesana, pasti mau kembali lagi! (HS/dtn)

Add a comment

Panorama Alam Di Atas Awan Gunung Rakutak

rakutak3Destinasianews - Gunung Rakutak terletak di sebelah selatan Kota Bandung tepatnya di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, berjarak ± 45 km dari pusat Kota Bandung atau ± 20 km dari Majalaya. Gunung yang memiliki tinggi 1921 mdpl ini, mempunyai eksotisme tersendiri. “Engga lama kok naek Rakutak mah, paling 2 jam. Kalo nyantai yaa 3 sampai 4 jam sudah sampai puncak. Mending nanti liat aja sendiri gimana jalur menuju pendakiannya,” ujar Kang Rido salah satu anggota dari Himpala Rakutak ketika destinasianews menanyakan jalur pendakian. Untuk melakukan pendakian Gunung Rakutak ada 3 jalur. 2 diantaranya dari Desa Suka Rame, Kecamatan Pacet, dan jalur ketiga dari Majalaya. Sebelumnya setiap pendaki harus melakukan pendataan terlebih dahulu di sekretariat Himpala Rakutak.

Gunung ini memiliki 3 puncakan, yaitu Puncak 1, Puncak 2 dan Puncak 3 atau Puncak Utama. Untuk mendaki melalui Desa Suka Rame harus berjalan melewati perkebunan penduduk. Setelah melewati perkebunan pendaki harus melewati Eurih (rumput-rumput tinggi) yang berada di sisi jalur pendakian. Selanjutnya pendaki memasuki hutan yang cukup rimbun, namun jalur pendakian masih cukup jelas walaupun tanda-tanda jalur menuju puncak sangat minim. Pada jalur pendakian Gunung Rakutak sangat sulit ditemui tempat yang landai untuk beristirahat, hanya ada beberapa tempat landai di jalur pendakian karena jalur pendakian yang menanjak dimulai sejak pertama pendaki melakukan pendakian. Pendaki yg melewati jalur ini tidak akan melewati Puncak 1, karena setelah pos pertama pendaki langsung menuju Puncak 2. Untuk pendaki yang ingin mendirikan tenda bisa di Pos 1 yaitu Tegal Alun yang cukup menampung 4 sampai 5 tenda. Bisa juga mendirikan tenda di Puncak 2 atau Puncak 3, namun pendaki harus berhati-hati jika ingin mendirikan tenda di Puncak 2 atau 3 karena lokasinya yang lapang dan tidak ada pohon besar untuk menahan angin dan sisi kanan serta kirinya jurang.rakutak2

Dari Puncak Gunung Rakutak Anda akan dimanjakan oleh pemandangan indah yang diciptakan oleh Tuhan. Walaupun seringnya kabut turun di Puncak Gunung tidak menjadi penghalang untuk menikmati dan mensyukuri keindahan alam. Selain untuk menikmati alam setiap pendaki juga belajar untuk melestarikan alam, karena setiap pendaki yang ingin melakukan pendakian di sini diberi bibit pohon untuk ditanam di dalam hutan Gunung Rakutak.

“Ini, sekalian bawa bibit pohon ya, nanti tanam di dalam hutan. Ketika sudah melewati perkebunan dan setelah masuk hutan,” ujar kang Agus salah satu pengurus Himpala Rakutak kepada destinasianews sambil memberikan beberapa bibit pohon untuk ditanam. Kang Agus memang sengaja menanam bibit pohon di halaman rumahnya. Ia mengaku hal itu dilakukannya sebagai rasa syukur dan terimakasih kepada Tuhan, oleh karena itu ia ingin melestarikan alam dimana tempat ia tinggal. (Ley/kont-dtn)

 

Add a comment

Terpikat Pesona Pantai Pangandaran

Pangandaran1Destinasianews - Pangandaran adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak di bagian paling selatan Kabupaten Pangandaran dan merupakan daerah wisata utama di Kabupaten Pangandaran. Pantai Pangandaran merupakan salah satu Destinasi yang berada di Indonesia yang sering kali dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun internasional. Pangandaran memiliki beberapa objek wisata andalannya antara lain pasir putihnya, hanya dengan menyewa perahu untuk menyebrang laut yang jaraknya tidak terlalu jauh. Dengan mengeluarkan kocek 10.000,-/org wisatawan sudah bisa menikmati indahnya pasir putih dan ada beberapa monyet yang berkeliaran dipasir putih itu yang berasal dari kawasan cagar alam.

Untuk melihat lebih banyak objek wisata yang dibentuk oleh alam, para wisatawan cukup menambah 25.000,-/org untuk menikmati enam tempat wisata lainnya yang berada di tengah dan bibir pasir putih Pangandaran diantaranya adalah Sumur Bandung, Gua Walet, Batu Duduk dan Gua Kelamin. “Gua kelamin ini unik, maaf – maaf ya, ini berbentuk seperti kelamin perempuan,” ujar pemilik perahu yang juga sebagai pemandu wisata. pangandaran3

Sedangkan batu duduk adalah batu yang terlihat seperti orang sedang duduk, dan konon batu itu jika didekati hanya terlihat datar dan tak ada batu yang berbentuk duduk. Ketika destinasianews membuktikannya, benar saja saat perahu menuju batu itu, tiba-tiba batu duduk itu menghilang dan hanya terlihat batu biasa yang datar. “Aneh, tapi saya penasaran kemana batu itu ilangnya,” ucap Reni salah satu wisatawan asal Bandung.

Selain enam objek wisata itu dan pasir putihnya, Pangandaran pun memiliki salah satu fenomena yang ditunggu-tunggu oleh para wisatawan, yaitu melihat matahari terbit yang hanya bisa dilihat dari pantai sebelah timur di Pangandaran. Banyak Wisatawan yang ingin mengabadikan moment tersebut, walaupun tempatnya sempit, namun para wisatawan tetap menunggu matahari itu terbit. Bagi anda yang menyukai keindahan Alam Indonesia, Pangandaran adalah salah satu tempat yang harus anda kunjungi karena eksotismenya yang sangat memanjakan mata. (Ley/kont-dtn)
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Susi Pudjiastuti - Gerakan Hejo, Setuju Perbaikan Lingkungan Kab. Pangandaran: Perusaknya, Tenggelamkan !

Susi Pudjiastuti - Gerakan Hejo, Setuju Perbaikan Lingkungan Kab. Pangandaran: Perusaknya, Tenggelamkan !

  destinasianews - Hari kedua pada  3 Juni 2020 rombongan DPP Gerakan Hejo dari Bandung yang melakukan kunjungan khusus ke Kabupaten...

Pembakar Aula Balegede Pasir ImpunTertangkap, BOMA Jabar Apresiasi Apresiasi Kinerja Polisi

Pembakar Aula Balegede Pasir ImpunTertangkap, BOMA Jabar Apresiasi Apresiasi Kinerja Polisi

destinasianews - Merebaknya informasi tentang tertangkapnya terduga pelaku pembakaran (9/6/2020) aula ikonik Jabar yang dikenal dengan nama (aula) Balegede yang...

Baliwood Land dan LIPI Jalin Kerjasama, Yuk Ikutan ‘Virtual’ Seminar Potensi Desa

Baliwood Land dan LIPI Jalin Kerjasama, Yuk Ikutan ‘Virtual’ Seminar Potensi Desa

destinasiaNews – Tatkala UU Desa disahkan pada tahun 2014, pemerintah secara konsisten memberikan perhatian besar atas pembangunan desa. Hal ini tampak...

Ganjar Pranowo Gubernur Jateng ‘Mendadak’ Diskusi dengan Eka Santosa BOMA Jabar di Bandung, Apa Agendanya ?

Ganjar Pranowo Gubernur Jateng ‘Mendadak’ Diskusi dengan Eka Santosa BOMA Jabar di Bandung, Apa Agendanya ?

destinasiaNews  – Entah apa dan siapa yang merancang, ternyata ada angin baik,Munculnya seakan tiba-tiba saja. Adalah, dua tokoh nasional Ganjar...

Trie Utami & Irianti Erningpraja Tak Hanyut oleh Pandemi Covid-19, Lahirkan Musik Anuhyang yang Sarat EEDM …

Trie Utami & Irianti Erningpraja Tak Hanyut oleh Pandemi Covid-19, Lahirkan Musik Anuhyang yang Sarat EEDM …

destinasiaNews- Apa itu Anuhyang? Dipastikan, itu pertanyaan yang terbersit di antara kita, apalagi bagi yang telah mengenal musisi Trie Utami...

Pengunjung

05505480
Hari ini
Kemarin
2668
3859