Aris, Kreator Miniatur & Odong-odong Bandros Butuh Perhatian: Pesanan Banyak, Akses Cekak

ARIS 1DestinasiaNews– Nama Aris Mujiyono (36) dalam kaitanmascot kepariwisataan bus Bandros (Bandung tour on the bus) di kota Kembang Bandung. Utamanya, sejak Walikota Ridwan Kamil manggung, sebentar pernah mencuat – lamanya, justru tenggelam! Ia yang hanya lulusan SMA, melanjut kuliah di Unikom hingga semester 3 tahun 2006 di prodi Desain Grafis, pada Desember 2016 – ditemukan sedang mendorong odong-odong miniatur Bandros berisikan para balita di kawasan pemukiman padat Cicadas Bandung.

  

Namanya pernah mencuat ke permukaan kala Ia memberanikan diri membuat miniatur imut-imut Bandros berdimensi  - panjang 18 cm, lebar 5 cm, tinggi 10 cm berbahan art paper 260 gram -  sekitar tahun 2014-an memberanikan mengontak pengelola bus Bandros.”Disodorkan miniaturnya mereka senang dan menjanjikan akan memfasilitasinya. Sayang hingga sekarang tak ada kabarnya?”, kata Aris kala ditemui sedang memberi oli ke ban odong-odong Bandros yang sedang di parkir di Cicadas. “Daripada menunggu tak ada juntrungannya, mending bikin odong-odong Bandros. Dorong saja kemana pun mau. Terkadang di Monju, atau keramaian lainnya”.

 

Berkisah, bila Aris memuat balita penumpangnya di sekitar Monju (Monumen Perjuangan - red), yang sibuk justru para orang tua – mereka mengabadikan anak-anaknya. Itu berlangsung di hari Minggu atau libur. “Kalau saya punya modal, bikin miniaturnya. Biar Bandros bisa dibawa pulang”, urainya yang sejak tak bisa meneruskan kuliahnya, lalu menikah dengan satu anak kini, tinggal bersama keluarga istri, membuka usaha desain sendiri, bekerja keluar- masuk di berbagai bidang, salah satunya interior:”Waktu bekerja menggarap interior bikin kitchen  set di sebuah apartment . Berharap untung, malah rugi alias jeblok dan kapok weh berpartner sama kawan …”.

 

Hilang Motor  

 

Perihal miniatur bus Bandros, pernah sekali tempo dipasarkan melalui situs perdagangan, alhasil karena tak ada dana cukup buat modal kerja plus penguasaan dagang melalui dunia internet tak sepenuhnya dikuasai, akhirnya putus di jalan . “Padahal yang memesan sudah banyak dari berbagai tempat di Indonesia. Tetapi, saya kan tak begitu paham soal cara dagang baru. Akses saya cekak”, begitu keluhnya.

 

Terpulang untuk penilaian sesaat, Aris ini punya potensi “rajin mengulik aneka miniatur”, namun kekurangannya akses permodalan, manajerial, dan kepercayaan diri masih harus dipompa.”Betul, seperti itu. Saya banyak yang meminta untuk mengembangkan miniatur dan odong-odong Bandros di beberapa mall, tetapi caranya, bagaimana? Takut, tertipu lagi”,  ujarnya lagi yang masih merasakan trauma –“ Waktu berpartner sama teman menggarap kitchen set, malah motor satu-satunya terjual, hilang …”.

 

Melalui media ini Aris berpesan dengan sedikit malu-malu – “Sok atuh bantu saya kembangkan miniatur untuk souvenir wisata di Bandung. Say amah siap bermitra sekarang, asal cincay …”, begitu pungkasnya. Ada hasrat? (HS/SA/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Peringatan Bandung Lautan Api Lebih Afdol di Stadion Siliwangi. Mengapa?

Peringatan Bandung Lautan Api Lebih Afdol di Stadion Siliwangi. Mengapa?

DestinasiaNews – Di setiap bulan Maret Kota Bandung memiliki tradisi memperingati peristiwa Bandung Lautan Api (BLA). Peristiwa BLA itu sendiri...

BPNB Jabar Selenggarakan Jetrada 2019 ke Cirebon dan Indramayu

BPNB Jabar Selenggarakan Jetrada 2019 ke Cirebon dan Indramayu

Destinasianews – Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jawa Barat kembali menggelar kegiatan rutin tahunan Jejak Tradisi Daerah (Jetrada) ke daerah...

Indonesia-Australia Gelar Dialog Lintas Agama di Bandung: “Memunculkan Kesepahaman”

Indonesia-Australia Gelar Dialog Lintas Agama di Bandung:  “Memunculkan Kesepahaman”

  destinasiaNews - Bertempat di De Paviljoen Hotel di Jalan RE Martadinata No. 68 Bandung, pada Rabu, 13 Maret 2019,...

Yello Hotel Paskal Hadirkan Amarga Exhibition, Peringati International Woman’s Day

Yello Hotel Paskal Hadirkan Amarga Exhibition, Peringati International Woman’s Day

  destinasiaNews - YELLO Hotel Paskal kembali menjadi wadah kegiatan kreatif anak muda di Bandung. Dalam rangka memperingati International Woman’s...

SIM Pelajar Temporer Diusulkan Diskusi Panel FPSH Jabar

SIM Pelajar Temporer Diusulkan Diskusi Panel FPSH Jabar

destinasiaNews - Bertempat di Aula Yudistira Pendopo Kabupaten Purwakarta, 500 Pelajar perwakilan SMA,SMK dan MA di Kabupaten Purwakarta mengikuti Pembekalan...

Pengunjung

03084962
Hari ini
Kemarin
3138
2920