Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Era Digital Datang, Surutlah Minat Baca ! (1)

destik3

destinasiaNews – Pertengahan September 2018 kala itu masih di musim kemarau. Kebetulan penulis sedang mengurus sebuah keperluan di pusat Kota Bandung. Sebelumnya, tak terbersit sedikit pun ingin mengupas nasib penjual buku bekas. Tepatnya, pelapak buku bekas di area ‘Destik’. Kala itu udara terasa panas, sejenak mampirlah menyiuh menghindar dari terpaan terik sinar matahari.

Apa, mengapa, dan dimana ‘Destik’ itu? Mahfumnya warga Bandung, sohor sangat suka menyingkat nama. Alhasil, ‘Destik’ itu singkatan dari nama Jalan Dewi Sartika! Letaknya, berada di antara terminal Kebon Kalapa dan Alun-alun Bandung. Ini termasuk area pusat kota atawa down town, yang sejak dulu mejadi pusat perbelanjaan dan hiburan bagi jutaan warga Bandung dan sekitarnya.

Iseng saja ini mah atau sedikit malaweung sebelum ke hal inti – membaca buku itu termasuk hiburan atau bukan ya ? Jangan-jangan di zaman now yang serba canggih dengan digitalisasi alias era 4.0 (four point O), termasuk siksaan ya ? Hiks hiks hiks …

Masih soal singkatan dalam konteks malaweung, ini mengingatkan pada kemiripan nama Jalan Otista. Tak lain, itu singkatan dari Oto Iskandardinata. Lainnya, masih di Kota Bandung ada SMPN 18 ‘Dallas’. Tak lain, ini singkatan dari SMPN 18 yang ‘diselengorkan’ dari nomor seri dalapan belas (delapan belas!). Jelas kan SMPN 18 ini, adanya di Jalan Terusan Kiaracondong, bukan di kota Dallas di negeri Paman Sam !

Eh, kembali atuh membahas ‘Destik’ sebagai kupasan utama?! Ya, nasib sekitar 30-an pelapak buku bekas yang rata-rata generasi ke-3 sejak era 1970-an, ternyata kini merana.

“Sejak 2015, duh minat baca drastis turun. Peran buku sekarang digusur zaman digital. Orang-orang pakai smartphone, katanya semua info ada di dalamnya. Buku kini jarang dilirik orang. Buku mah paling-paling hanya dilirik orang tua, sebagian pelajar dan mahasiswa. Yang terakhir ini juga seperti terpaksa,” papar Andri Safari (35) dengan wajah nelangsa sembari memperlihatkan jajaran buku dan majalah bekas jualannya yang jarang peminat.

destik2

“Anak-anak usia 19 sampai 21 tahun terkadang datang, hanya cari komik jepang. Lainnya, tak mereka lirik. Komik Indonesia, habis diserbu para kolektor,” lanjut Andri yang tinggal di sebuah gang di sekitar ‘Destik’.

Bantuan Pemerintah?

Biasa, ada lontaran pertanyaan iseng, ini ciri khas jurnalis malaweung, suka tanya ini dan itu. Pernahkan, ada bantuan untuk pelapak buku bekas ‘Destik’ dari pemerintah? Maksudnya, demi turut mendongkrak minat baca warga. Bukankah kata pertama dalam salah satu kitab suci agama termaktub kata iqra, yang artinya bacalah? Lagian, maju mundurnya peradaban sebuah bangsa, salah satu indikatornya sejauh mana warga tersebut mencintai buku – buku itu window of the world, geuningan?

“Waduh, seumur-umur jualan buku bekas, memang pernah mau ada bantuan dari pemerintah waktu jaman Pak Jokowi awal jadi presiden. Malah sampai disuruh ngumpulin KTP segala. Nyatanya nol hingga hari ini,” jelas Andri yang katanya meneruskan kios kakaknya 5 tahun lalu dari ayahnya bernama Zeni, dan ayahnya pun meneruskan dari kakeknya Pak Engkus – “Keluarga besar kami bisnisnya memang di buku bekas. Ceritanya, hampir sama dengan rekan lain di ‘Destik’. Ini mah bisnis turunan, tetapi bukan pula dosa turunan …?!”

Masih menurut Andri yang berikhwal, tempatnya sedari dulu lebih sohor disebut ‘Destik’. Padahal secara fisik lokasi penjualnya lebih banyak di area yang mengarah ke Jalan Kautamaan Istri. Eh, soal bantuan dana berupa kredit ringan dari pemerintah yang hanya jadi wacana, begini ujar Andri:

”Andai dulu ada, maua dipakai memperbanyak stok buku. Mempercantik kios, pastilah. Kami kan, cinta Kota Bandung. Biar warga senang lagi baca buku, pengetahuannya bertambah luas dan mendalam. Tidak seperti sekarang, sedikit-sedikit suka marah-marah, mungkin karena bacaannya minim …” (Harri Safiari/dtn Bersambung)


emgz2

Artikel lain...

Wow, Rektor Unpad & Produsen Aquatec Petik Hasil Maksimal Panen Budidaya Kerapu di Pangandaran

Wow,  Rektor Unpad & Produsen Aquatec Petik Hasil Maksimal Panen Budidaya Kerapu di Pangandaran

destinasiaNews - Boleh dibilang kegiatan produktif ini nyaris tak banyak orang tahu, padahal ini merupakan 'giant step for Indonesian's development'....

Jadi Juri Unjuk Kabisa Wanoja Jajaka Budaya Jabar, Eka Santosa - Kembangkan Budaya Kita

Jadi Juri Unjuk Kabisa Wanoja Jajaka Budaya Jabar, Eka Santosa - Kembangkan Budaya Kita

destinasiaNews - Boleh dikata ini penampilan tokoh Jabar Eka Santosa yang sedikit tak 'lazim' akhir-akhir ini? Gerangannya kali ini penuh dengan...

Gerai GORO DAYUNG di Bandung Munculkan Antusiasme Peserta Munas ISMI ke-2

Gerai GORO DAYUNG di Bandung Munculkan Antusiasme Peserta Munas ISMI ke-2

destinasiaNews - Sejumlah peserta Musyawarah Nasional (Munas), Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) ke-2 di Hotel Grand Asrilia Bandung, pada Sabtu,...

LAKSI Dukung Kapolri - Tegakkan Hukum Bagi Pelaku Hoax

LAKSI Dukung Kapolri - Tegakkan Hukum Bagi Pelaku  Hoax

destinasiaNews - Terkait pemeriksaan terhadap Ketua Dewan Kehormatan PAN, M Amien Rais. Dalam hal ini sebagai saksi, pada kasus dugaan...

Pengunjung

02654219
Hari ini
Kemarin
1307
4849