Indigo Suka Dengar "Takbir" di Jalan Lengkong

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

Cikawao3

DestinasiaNews Peristiwa ini teringat seketika, saat ada bincangan dengan seorang “indigo” beberapa waktu lalu. Dia bilang, setiap melewati Jalan Lengkong suka mendengar suara takbir bersahut-sahutan. “Seperti banyakan,” tegasnya. Ada apa gerangan? Ini bukan kisah klenik, tapi teringat juga apa yang terjadi di seputar jalan itu di masa-masa perjuangan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 1945. Adakah hubungannya?

Menurut beberapa artikel sejarah perjuangan di Bandung yang pernah saya baca, di seputar lokasi itu memang terdapat sebuah monumen perjuangan untuk mengenang pertempuran heroik yang sering disebut-sebut sebagai :Battle of Tjikawao.” Di bawah monument itu tertulis “Pengorbanan kami demi Nusa, Bangsa dan Agama.” Semakin jelas, di situ pernah terjadi pertempuran dahsyat yang mengakibatkan banyak korban baik dari para pemuda pejuang Bandung dan juga pihak lawan di awal Desember 1945.

Cikawao2

Kisah itu teringat kembali ketika ada juga ajakan sahabat saya Harris Fratello untuk mengheningkan cipta dengan mengirimkan foto kulunu ontelnya di sekitaran Monumen Cikawao, Bandung.

Awal pertempuran tersebut dipicu oleh banyaknya rakyat biasa yang diberondong senjata mesin di seputar Hotel Homann yang kala itu dijadikan “markas” serdadu sekutu. Peristiwa yang terjadi 25 November 1945 itu memang bukan suatu pertempuran. Rakyat ketikas itu tengah menyelamatkan diri dari serangan banjir bandang Sungai Cikapundung, namun tiba-tiba diberondong senjata mesin. Boleh jadi ini karena adanya provokasi NICA dan tidak bisa membedakan mana rakyat biasa dan pemuda pejuang kita kala itu.

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.

 Para pejuang pun mengatur rencana pembalasan. Mereka terdiri dari pasukan Hizbullah, TKR (Tentara Keamanan Rakyat), Laskar Pejuang Republik dan pasukan dari Bataloyon II Soemarsono. Kekesalan para pejuang Bandung kala itu ditambah lagi dengan keputusan penguasa sekutu yang membagi wilayah Bandung jadi dua bagian,sehingga pasukan kita harus “menyingkir” ke selatan.

Dalam suasana “kekesalan” seperti itu tentara Ingris menyerbu kawasan Lengkong. Tentara sekutu yang diboncengi NICA itu menyerang dengan dalih untuk membebaskan bangsa Eropa yang ditawan Jepang di kawasan tersebut. Saat itulah perlawanan dahsyat terjadi. Sekutu mengerahkan pasukan tank dan “Gurkha” dibantu rentetan senjata dan bombardir pesawat tempurnya. Pasukan pejuang Bandung pun tak juga urung melawan dalam peretempuran yang berlangsung hinggap belasan jam itu dengan persenjataan seadanya, golok pun jadi. Korban berjatuhan dari kedua belah pihak tidak bisa dihindarkan.

Itulah sebebanya untuk mengenang peristiwa tersebut digambarkan pada monumen yang pertama dibangun di Cikawao, sebilah golok tertancap pada senjata mesin. Dan tak heran juga ketika seorang indigo itu mengisahkan pendengaran “ghaibnya tentang suara takbir bersahutan di sekitaran itu beberapa waktu lalu. Tulisan ini setidaknya mengingatkan kepada siapa pun, terutama warga Bandung, bahwa di kawasan Lengkong, Cikawao hingga Ciateul itu terdapat “ruh” kejuangan para pahlawan Bandung yang selayaknya kita kenang sampai kapan pun. dtn/ar.-

 

Cikawao1

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.


emgz2

Artikel lain...

Yayasan HCI Fokus pada Lingkungan Hidup & Ketahanan Pangan, Bangun Kampung Cibarani

Yayasan HCI Fokus pada Lingkungan Hidup & Ketahanan Pangan, Bangun Kampung Cibarani

destinasiaNews - Musyawarah yang di laksanakan di kampung Cibarani, kelurahan Hegarmanah, kecamatan Cidadap, kota Bandung oleh pengurus yayasan Harapan Cipta...

Syaidina Arif – Susah merawat daripada mendapatkan !

Syaidina Arif – Susah merawat daripada mendapatkan !

  destinasianews – “Alhamdulillah, saya dikelilingi oleh orang-orang yang positif. Ada juga yang negatif, tapi saya yakin bisa merubahnya. Asal...

Asprumnas Teken MoU Dengan Kopkar Jamar Bhakti VI Dalam Pembangunan dan Pengembangan Perumahan

Asprumnas Teken MoU Dengan Kopkar Jamar Bhakti VI Dalam Pembangunan dan Pengembangan Perumahan

destinasiaNews – Asosiasi Pengembang dan Pemasar Perumahan Nasional (Asprumnas) jalin kerjasama dengan Koperasi Karyawan Jasa Marga (Kopkar Jamar) Bhakti VI...

Indigo Suka Dengar "Takbir" di Jalan Lengkong

Indigo Suka Dengar "Takbir" di Jalan Lengkong

DestinasiaNews Peristiwa ini teringat seketika, saat ada bincangan dengan seorang “indigo” beberapa waktu lalu. Dia bilang, setiap melewati Jalan Lengkong suka...

Kurangi Sampah Visual

Kurangi Sampah Visual

DestinasiaNews - Perangkat Smartphone, (telepon selular/ponsel) di Indonesia sudah bukan lagi piranti yang mahal atau mewah, tapi sudah menjadi kebutuhan...

Pengunjung

06304141
Hari ini
Kemarin
2004
2842