Wisata Sejarah Raja Thailand di Curug Dago – Riwayatmu Kini?

DTN PRASASTI 3 CopyDestinasianNews – Kebangetan rasanya orang Bandung bila belum berkunjung ke Curug Dago, jaraknya  hanya ratusan meter saja dari sebelah kiri Teminal  Dago bila kita datang dari selatan Bandung?! “Kami dari Rancaekek Kabupaten Bandung. Baru hari ini bisa ke sini. Tahunya dari internet. Lumayan indah…,”, kata Deden (23) yang ditemani Opan (24), dan Udi (21).  Ketiganya, tampak riang berswa foto – “Langsung di up load ah, biar tahu temen-temen”.

DTN PRASASTI 2 CopyTiga wisatawan lokal ini kami temui  (3/1/2017) di obyek utama Curug Dago . Obyek ini merupakan wisata sejarah, beupa prasasti batu Kerajaan Thailand yang berasal dari abad ke 18. Prasasti ini menukil nama Raja Chulalongkom II(Rama V) dari Thailand. Diketahui Raja Rama V inimengunjungi Curug Dago sekitar tahun 1896. Alkisah lanjutannya, kembali Ia berkunjung kedua  kalinta pada tahun 1901. Pada kunjungan kedua ini, Ia menulis lagi di batu prasasti – Sambil mencantumkan  paraf dan tahun Rattanakosin, Era 120 (Bangkok). “Prasasti ini kami pelihara, pun ada kuncennya segala. Sekarang sudah generasi ke dua. Ini simbol persahabatan antar dua negara,” kata Dwi Haryana, salah satu petugas di Curug Dago yang dipekejakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

 

Riwayatmu Kini?   

 

Sayang sejuta sayang, kebeadaan dua prasasti ini termasuk suasana sekitar yang luasnya sekitar 3 ha, juga sebagai bagian utuh dari Taman Hutan Raya Djuanda, dengan tiket masuk Rp. 12.000 per orang, butuh penyegaran. “Memang beginilah keadaannya, hari-hari biasa maksimal 10 orang datang. Paling hari libur, lebih dari 10 orang datang”, jelas Dwi dengan nada tiga per empat nelangsa.

DTN PRASASTI 1 CopyLain lagi menurut Cahyati, warga setempat yang menjaga warung satu-satunya di sekitar area permainan anak:”Sebelum tahun 2005, air curug (air terjun) di sini masih agak bersih. Setelah di Lembang dan Kampung Bengkok di atasnya ada peternakan sapi, pemotongan ayam, dan pabrik tahu, jadi ajah sungai Cikapundung ini kotor, dan banyak binatang lintah”.

 

Lebih jauh menurut Dwi sejak bebeapa tahun terakhir ini  nuansa mistis Curug Dago sudah jauh berkurang:”Dulu tahuan 2005-an, di sekitar Curug ini terasa sejuk. Percikan air seperti embun, ada di sekitarnya. Sekarang jatuhan air setinggi 12-an meter ini hanya jatuh begitu saja. Agak keruh lagi…”.  

 

Nah, pemirsa atawa pembaca reportase sekilas ini, apa pun adanya – Obyek wisata Curug Dago yang legendaris, sebaiknya ada pembenahan secara nyata. Di lokasi ini ada semacam prasasti persahababatn antar dua negara – Indonesia dan Thailand. “Peziarah asal Thailand suka datang ke sini. Mereka telpon dulu sama kuncen. Tadi itu kan ada ember di dalam bangunan prasasti, kalau mau ada tamu dari Thailand pasti dikeluarkan dulu”, pungkas Dwi yang menyayangkan pagar di tangga menuju bangunan prasasti yang beberapa waktu lalu terkena rebahan pohon, masih belum dibenahi – “Sudah usul untuk diperbaiki, tetapi maklumlah anggarannya masih belum turun, katanya”. (HS/SA/dtn)     


emgz2

Artikel lain...

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

destinasiaNews –Bertempat di Sekertariat “lokasi nongkrong” Jl. Situ Cileunca No 17 Cijagra Kota Bandung, puluhan aktivis yang tergabung pada Jurnalis...

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

destinasiaNews – Salah satu hotel besutan Tauziah Hotel management yaitu Fox Harris Hotels Bandung, dalam upaya mewujudkan pengenalan lebih mendalam...

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

destinasiaNews – Kasus “alot” pembongkaran SPBU No. 34 – 40109 (Kebon Kawung) di lahan “panas” PT KAI Daop 2 Bandung,...

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

destinasiaNews  –  Pelataran Hotel Lodaya di Jl. Lodaya No 83 Lingkar Selatan Kota Bandung, pada Minggu pagi 13 Mei 2018, ada...

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

DestinasiaNews – Perlu diksi yang pas benar, memposisikan kesuksesan pagelaran drama musik Sangkuriang di Bandung Independent School (BIS),  pada Sabtu...

Pengunjung

02076118
Hari ini
Kemarin
3649
5437