Lawatan Sejarah BPNB Jawa Barat Menjelajah Kebun Raya Bogor yang Berusia 200 Tahun (Bagian 1)

DSC 0248

Destinasianews.com – Siang itu, Selasa (21/3/2017), puluhan siswa nampak bersemangat, serius tapi fun dan antusias menyimak cerita sekaligus sejarah di depan sebuah monumen di Kebun Raya Bogor. Berkumpul di bawah pepohonan rindang dengan berseragam sekolah, setiap siswa memegang alat tulis lengkap untuk mencatat informasi penting yang disampaikan pemandu.

 

Bangunan indah melingkar dengan delapan kolom itu memayungi tugu bernama Lady Raffles Monument atau Tugu Lady Raffles. Tugu didirikan Letnan Gubernur Inggris di Pulau Jawa Sir Thomas Stamford Raffles (1811-1816) untuk mengenang istrinya, Olivia Mariamne Raffles yang meninggal pada 1814 lantaran penyakit malaria.

 

Ya, itulah objek lawatan pertama para siswa dan guru dalam Lawatan Sejarah yang diselenggarakan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jawa Barat. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, Selasa-Kamis (21-23/3/2017) diikuti sebanyak 150 peserta perwakilan pelajar SMU/ SMK dan guru sejarah yang datang dari empat provinsi yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan Lampung. Secara keseluruhan para peserta siswa dibagi dalam 5 kelompok.

 

Kepala BPNB Jawa Barat Jumhari SS mengatakan, kegiatan Lawatan Sejarah tersebut bertujuan untuk mengenalkan informasi sejarah yang baru kepada para siswa di luar text book atau buku pelajaran di sekolah.

 

“Lawatan atau kunjungan lapangan ini agar siswa dapat mengapresiasi sejarah dengan lebih intensif. Maksudnya lebih mengetahui, mengerti dan memahami tentang objek sejarah yang sebelumnya dipelajari di sekolah, kini memahaminya dalam konteks kenyataan di lapangan. Belajar sejarah tak harus selalu di sekolah,” papar Jumhari, di sela kegiatan.

 

Menurut dia, Lawatan Sejarah Daerah BPNB Jawa Barat ini rutin diselenggarakan setiap tahun. Peserta terbaik dan terpilih nanti akan diikutsertakan dalam kegiatan lawatan sejarah di tingkat nasional.

 

Jumhari berharap, kegiatan edukatif yang digelar untuk siswa SMU dan sederajat ini mampu memotivasi dan membangun karakter pemuda dalam hal ini pelajar untuk mencintai sejarah daerah, bangsa dan negaranya. “Memang butuh waktu yang agak lama untuk membangun karakter tersebut. Tapi paling tidak, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi para siswa untuk mencintai dan tidak melupakan sejarah daerah, bangsa dan negara,” katanya.

 

Lawatan pada hari pertama yang berlangsung di Kebun Raya Bogor dibagi dalam dua kelompok besar, dan para peserta beroleh banyak informasi penting. Tak hanya mengenal kisah Tugu Lady Raffles, tetapi juga Makam Belanda dan hal ikhwal mengenai area kebun raya botani yang dulu bernama Samida. Area ini, atas izin gubernur jenderal saat itu yakni GAGP Baron van der Capellen, diubah menjadi Lands Plantentuin te Buitenzorg oleh ahli botani Jerman CGK Reinwardt pada 18 Mei 1817.

 

Kebun Raya Bogor yang memiliki sekira 15 ribu jenis koleksi ini kini berusia hampir dua abad. Jenis tanaman yang punya nilai sejarah di sana antara lain pohon kenari dan leci yang sudah berusia ratusan tahun. Tak heran, buah atau biji kenari banyak dibuat untuk cenderamata yang khas oleh masyarakat setempat.

 

Sepanjang lawatan di kebun kebun raya yang memiliki luas mencapai 87 hektar ini, seluruh peserta berjalan beriringan mengikuti langkah pemandu. Rasa ingin tahu, anstusias dan rasa senangnya mereka akan informasi sejarah direpresentasikan dalam bentuk tanya jawab di setiap titik lokasi yang disambangi. Mereka mencatat informasi-informasi penting untuk kemudian disimpulkan dalam laporan kegiatan kelompok.

 

“Senang sekali ikut lawatan sejarah ini. Banyak informasi sejarah yang saya dapatkan di luar buku pelajaran di sekolah. Tentu kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pelajar. Kami juga dapat bertemu dan berkenalan dengan teman-teman lain yang sama-sama suka sejarah,” kesan Naufal Rafa Sultan, Siswa Kelas XI SMAN 1 Kota Sukabumi.

DSC 0282

Dalam satu spot, di tepi kolam, para peserta mendapati sejarah agung tentang Istana Kepresidenan Bogor. Bukan hanya kisah yang mereka simak tetapi juga dapat langsung melihat Buitenzorg megah yang dibangun Gubernur Jenderal Gustaaf Baron van Imhoff pada 1745. Seluruh peserta menjelajah alam Kebun Raya Bogor hingga menjelang petang.

 

Mengenal Objek-objek Sejarah Kota Bogor

Semakin lengkap, seusai melawat Kebun Raya Bogor, para peserta juga beroleh informasi mengenai sejarah kota yang tengah mereka kunjungi. Selain sebagai destinasi pariwisata, Kota Bogor punya tinggalan budaya dan sejarah yang mengagumkan. Salah satunya Kebun Raya Bogor tadi.

 

Dalam sebuah pertemuan yang dimulai pukul 20.00 WIB, materi disampaikan langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor H Shahlan Rasyidi MM. Para peserta tetap antusias mengikuti pemaparan tentang objek-objek wisata andalan di kota hujan tersebut. Satu bahasan menarik yang menyeruak adalah soal Bogor sebagai Kota Pusaka dan situs cagar budaya yang berada di sana.

 

“Dari sekitar 1.500 bangunan cagar budaya di Kota Bogor, sekarang dari data ulang hanya 487 saja. Itu mencakup bangunan rumah, tempat ibadah hingga artefak. Banyak yang sudah beralih fungsi,” kata Shahlan.

 

Sikap kritis para peserta dari kalangan siswa pun tercermin dari banyaknya pertanyaan terhadap latar belakang berkurangnya situs heritage yang mencapai lebih dari 1.000 itu. Agenda pertemuan hari pertama diisi pula dengan materi tentang BPNB Jawa Barat yang dipaparkan langsung Jumhari SS. Rangkaian acara ditutup dengan penyuluhan tentang narkotika dan obat-obatan terlarang yang disampaikan Kasatserse Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam Wijaya. (IA/DTN)*


emgz2

Artikel lain...

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa  

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa   

destinasiaNews – Aktivis pergerakan masyarakat Tatang Suratis, Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Provinsi Jawa Barat, ditemui...

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta  

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta   

destinasiaNews – Tak biasanya Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo dan Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum kala...

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

destinasiaNews – “Lho koq tidak diundang Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Besok Kang Eka datang saja ikut rapat di...

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

destinasiaNews -- Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang juga Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, serta Sekjen...

SMKN 5 Bandung Gelar Pendidikan Inklusi – Education for All Setara  Bhineka Tunggal Ika  

SMKN 5 Bandung Gelar Pendidikan Inklusi – Education for All Setara  Bhineka Tunggal Ika   

destinasiaNews – Bertempat di Prime Park Hotel Jl. P.H.H Mustofa Kota Bandung, SMKN 5 Bandung menggelar workshop ‘Pendidikan Inklusi’ selama...

Pengunjung

01795373
Hari ini
Kemarin
1134
1546