Lawatan Sejarah BPNB Jawa Barat Kehangatan di Tengah Sejuknya Perkebunan Teh Gunung Mas (Bagian 3-Habis)

DSC 0628

Destinasianews.com –Sejak Rabu (22/3/2017) malam, Kota Bogor diguyur hujan cukup lebat di saat para peserta Lawatan Sejarah BPNB Jawa Barat beristirahat melepas lelah di wisma PPPPTK Penjas dan BK Bogor Jawa Barat—tempat yang menjadi pusat kegiatan dalam ruangan selama acara berlangsung tiga hari. Pagi esoknya, perjalanan cukup melelahkan harus ditempuh, mengunjungi agro wisata Perkebunan Teh Gunung Mas di seputaran Puncak.

 

Hujan bahkan belum reda hingga pagi. Rintik air masih turun dari langit yang kelabu. Menjelang tengah hari rombongan peserta lawatan tiba di wilayah perkebunan yang didirikan pada masa Hindia Belanda tersebut. Disambut teh hangat, kehangatan suasana lawatan kian tercipta dan semangat tetap terjaga. Lawatan ke Perkebunan Gunung Mas ini merupakan agenda terakhir dan penutupan kegiatan dilangsungkan di sana.

 

Tentu saja, materi lawatan berkaitan dengan cerita, kisah dan sejarah yang melekat dengan perusahaan dan komoditas utama yang dihasilkan yaitu teh. Menurut paparan pihak Perkebunan Gunung Mas, perkebunan ini adalah hasil penggabungan dua perkebunan yaitu “Goenoeng Mas Prancoise Nederlandise de Culture etde Comerse” yang didirikan pada 1910 oleh sebuah Maskapai Perancis dan “NV Cultur My Tjikopo Zuid” yang didirikan pada 1912 oleh perusahaan asal Jerman. Sejak 14 Maret 1996, setelah beberapa kali berganti nama dan digabung, kedua perusahaan tersebut kini menjadi PT Perkebunan Nusantara VIII.

 

Kuliah singkat di aula Perkebunan Gunung Mas benar-benar terasa hangat. Terlebih udara kawasan perkebunan yang asri dan sejuk. Bukan hanya berasal dari sajian Teh Gunung Mas, tetapi juga materi yang disampaikan menarik untuk disimak sekaligus didiskusikan.

 

Dalam kuliah tersebut, dipaparkan hal ikhwal mengenai kiprah Perkebunan Teh Gunung Mas dari zaman Hindia Belanda hingga saat ini. Mulai dari area lahan perkebunan yang semakin berkurang, proses produksi atau pengolahan yang mencakup pemetikan, pelayuan, penggilingan, pengeringan, dan sortasi, kemudian pengemasan, penggunaan atau penerapan teknologi hingga pemasaran ke luar negeri.

 

Menyusuri Perkebunan

DSC 0606

Melengkapi  paparan di aula, seluruh peserta berkesempatan melakukan trekking sederhana atau menyusuri sebagian areal perkebunan. Meski sesekali turun rintik dari langit, tak menyurutkan semangat mereka berjalan kaki beriringan di jalan setapak di antara petak-petak kebun sembari menyerap ilmu dan pengetahuan. Terbagi dalam dua kelompok besar, perjalanan naik turun perkebunan didampingi pemandu sekaligus petugas Perkebunan Teh Gunung Mas.

 

Sekira 4 kilometer perjalanan ditempuh. Cukup melelahkan, memang. Akan tetapi, wawasan dan pengetahuan soal teh serta bagaimana proses pemetikan daun teh langsung di perkebunan adalah pengalaman yang jarang sekali didapat.

 

Para pemandu memaparkan sekaligus menunjukkan daun teh yang harus dipetik, yaitu daun muda atau pucuknya untuk menghasilkan teh yang baik. Dari hasil pengolahan, maka akan dihasilkan beragam teh yang sudah lazim dijumpai di pasaran. Sebut saja teh hitam atau merah, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

 

Menjelang sore, menyusuri perkebunan berakhir sudah. Saatnya bagi seluruh peserta untuk membuat laporan kegiatan dan dipresentasikan secara kelompok untuk kemudian didiskusikan dan mengambil simpulan.

 

Sebelum acara ditutup secara resmi oleh Kepala BPNB Jawa Barat Jumhari SS, salah seorang guru dari Kota Sukabumi, Dudung menyampaikan, kegiatan edukatif Lawatan Sejarah BPNB Jabar tersebut memberi segudang manfaat terutama bagi para siswa dan guru sejarah yang ikut serta.

 

“Wawasan sejarah yang kami dapatkan selama kegiatan berlangsung di lapangan sungguh banyak. Harapannya, lawatan sejarah mendatang ada inovasi lagi dan di luar itu mudah-mudahan ada kegiatan terkait kesejarahan yang diselenggarakan BPNB Jabar seperti olimpiade sejarah dan sebagainya,” kata Dudung, disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta. (IA/DTN)*


emgz2

Artikel lain...

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

Bersatu, Demi Sungai Citarum Jernih – Jurnalis Peduli Citarum Harum Merintis Berbadan Hukum

destinasiaNews –Bertempat di Sekertariat “lokasi nongkrong” Jl. Situ Cileunca No 17 Cijagra Kota Bandung, puluhan aktivis yang tergabung pada Jurnalis...

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

Fox Harris Hotels Rayakan Hari Kolase Dunia

destinasiaNews – Salah satu hotel besutan Tauziah Hotel management yaitu Fox Harris Hotels Bandung, dalam upaya mewujudkan pengenalan lebih mendalam...

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

Kasus Pembongkaran SPBU Kebon Kawung oleh PT KAI Daop 2 Bandung, Masuk ke Pengadilan & Ombudsman

destinasiaNews – Kasus “alot” pembongkaran SPBU No. 34 – 40109 (Kebon Kawung) di lahan “panas” PT KAI Daop 2 Bandung,...

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

Gebyar Hotel Lodaya Bandung, Menggelar Khitanan Masal Gratis

destinasiaNews  –  Pelataran Hotel Lodaya di Jl. Lodaya No 83 Lingkar Selatan Kota Bandung, pada Minggu pagi 13 Mei 2018, ada...

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

Rayakan 45 Tahun Bandung Independent School – Digelar Drama Musik Sangkuriang, Keren Abiz!  

DestinasiaNews – Perlu diksi yang pas benar, memposisikan kesuksesan pagelaran drama musik Sangkuriang di Bandung Independent School (BIS),  pada Sabtu...

Pengunjung

02082972
Hari ini
Kemarin
742
4893