Mahluk Gaib di Sastra Sunda alaMr.Guan Coffee and Books – Jurig Zaman Now, Nasibnya?

 IMG 20171125 230727
destinasiaNews-  Ihwal keberadaan kepercayaan orang Sunda akan mahluk gaib alias siluman, tak bisa dibantah dengan mudah. Ambil contoh, hikayat Sangkuriang yang ngotot ingin menikahi ibunya sendiri, Dayang Sumbi. Memenuhi permohonan Dayang Sumbi, Sangkuriang membendung sungai Citarum, lalu membuat perahu dan melayarinya. Hebatnya, Sangkuriang dipercaya upayanya ini, dibantu pasukan siluman taklukannya.    
 IMG 20171125 231448
Sejumput paparan di atas, di antaranya dikemukakan sastrawan Sunda Atep Kurnia pada Sabtu, 25 November 2017 di Mr. Guan Coffee and Books di Jl. Tampomas No. 22, Gatot Subroto, Bandung. Kenapa membahas siluman orang Sunda di sebuah café ? Bukankah, kini zaman now, sudah serba digital, apakah para siluman masih ada? Bukankah, paling juga hanya ada sisanya dalam game?
 
“Tujuannya, semata demi menaikkan lagi pamor siluman Sunda dalam konteks sastra sebagai kekayaan bangsa. Kami fasilitasi, para sastrawan Sunda membincangkannya. Syukur-syukur, bisa menumbuhkan ekonomi kreatif, dalam konteks kekinian,” paparRocky Martakusumah manager Mr.Guan Coffee and Books, yang juga cucu dari sastrawan Ki Umbara (1914 – 2004) yang banyak menulis tentang cerpen siluman yang eksis di tatar Sunda.
 IMG 20171125 230926
Hadir dalam gempungan sastra Sunda selain Atep Kurnia, juga satrawan Sunda jaman kiwari H. Usep Romli H.M, budayawan Aat Suratin, juga nara sumber Iyan, salah satu putra dari Ki Umbara. “Gempungan ini sangat bermakna, kehadiran siluman dalam satra Sunda betapa kita memiliki kekayaan intelektual. Sayang, kini tergerus dengan munculnya zaman now. Namun, ini pun tantangan bagi generasi muda untuk berkreativitas.”
 
Muncul dalam wacana satra Sunda di Mr Guan Coffee Books dibahas aneka siluman dari jaman ke kejaman mulai dari Haji Hasan Mustapa (1895 – 1916), Moh. Ambri (1892 – 1936), Ki Umbara (1914 – 2005), hingga roman pop Sunda era 1960 dan 1970-an. “Ini tugas generasi muda untuk meneruskan proses kreatif demi penguatan jati diri kita, Nasibnya pada jaman now, saya yakin beprospek, asal digarap dengan baik,” kata Aat Suratin yang tampak serius nimbrung membicarakan aneka siluman Sunda.
 
Alhasil,persoalan aneka siluman di kalangan waga Sunda yang dibahas secara satrawi kali ini, memunculkan gairah dari kawula muda yang hadir dalam gempungan ini. “Kami tergerak untuk membuat karya siluman Sunda dalam bentuk digital di jaman ini. Maksudnya, ternyata sarat dengan kearifan lokal juga, seperti pamali yang dulu ada di antara kita. Pamali, jaman now ya harus kita cari.Maksudnya, biar kita hidup lebih maslahat” tutp Ferdi (23) mahasiswa salah satu PTN di Bandung. (HS)    


emgz2

Artikel lain...

Masyarakat Akuakultur Indonesia Helat International Confrence Aquaculture Indonesia 2018 di Yogyakarta

Masyarakat Akuakultur Indonesia Helat International Confrence  Aquaculture Indonesia 2018 di Yogyakarta

destinasiaNews – Untuk kesekian kalinya Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), kembali menggelar Konferensi Internasional ‘ICAI 2018 - International Conference of Aquaculture...

Pemilih Pada Pilkada Jabar 2018 Cenderung Rasional

Pemilih Pada Pilkada Jabar 2018 Cenderung Rasional

destinasiaNews - Usai pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 27/6/2018 lalu, Tim Peneliti dari Pusat Studi Politik...

Crown Group Pasarkan Hunian Vertikal ke Indonesia

Crown Group Pasarkan Hunian Vertikal ke Indonesia

destinasiaNews – Sebuah perusahaan terkemuka dari Australia, yang memiliki se-gudang pengalaman dan penghargaan yaitu Crown Group Holdings (Crown Group), merupakan...

TUNA LOVERS at EMPAT DARA 2

TUNA LOVERS at EMPAT DARA 2

destinasiaNews – Destiners, khususnya bagi yang tinggal di daerah Sukabumi – Jawa Barat, apalagi yang mengaku Tuna Lovers, sudahkah mencoba...

Bacaleg DPRD Provinsi & DPR RI Partai Berkarya,, Bebenah Diri Jelang Pileg 2019 – ‘Kuantitas Bacaleg Berlebih’

Bacaleg DPRD Provinsi & DPR RI Partai Berkarya,, Bebenah Diri Jelang Pileg 2019 – ‘Kuantitas Bacaleg Berlebih’

destinasiaNews – Berlokasi di Kawasn Ekowisata dan Budaya Alam Santosa tepatnya di Pasir Impun, Cimenyan Kabupaten Bandung, ngaring (berkumpul) sejumlah...

Pengunjung

02260045
Hari ini
Kemarin
2876
3401