Belajar Kompak Dalam Permainan Tradisional Anak-anak

kaulinan barudak2Pérépét Jéngkol Jajahéan

Kacepét ...jéjérétéan...

 

Destinasianews - Penggalan ‘kawih’ (nyanyian) di atas mungkin akan membangkitkan kenangan masa kecil sebagian orang, terutama generasi masyarakat Sunda era 90-an ke belakang. Penggalan tersebut merupakan pengiring salah satu kaulinan barudak (permainan anak-anak) “Pérépét Jéngkol”.

 

Menurut Drs. Ano Karsana, salah satu tokoh akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, menyebutkan bahwa Kaulinan barudak di Tatar Pasundan merupakan warisan budaya dari leluhur yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan anak-anak pada zaman dahulu yang kebanyakan terilhami dan berbahan dari alam.

 

Pakar mainan tradisional yang juga seorang dosen arsitek perguruan tinggi swasta di Bandung, Zaini Alif, mengatakan, “Dahulu, permainan memang tak sekadar acara bermain. Permainan adalah hal yang dianggap serius sehingga ada ahlinya. Dalam naskah Amanat Galunggung Abad ke-15, dalam Bab Saweka Dharma Sanghyang Siksakandang Karesian, tersebut kata Hempul. Hempul adalah sebutan bagi orang yang ahli membuat mainan, cara bermain, sampai pada filosofi mainan dan permainan tradisional”.

 

Jika melihat ungkapan Zaini di atas, permainan memang bukan acara bermain saja, bahkan banyak manfaat lain yang bisa didapat, seperti belajar kekompakan, kerja sama, gotong royong, dan kreativitas.

 

“Permainan tradisional tak cuma melatih otak, tapi juga melatih rasa. Ini yang tidak ditemukan dalam permainan modern. Permainan modern lebih banyak diciptakan untuk melatih kreativitas. Selain itu, permainan modern semacam video games malah cenderung bersifat individualis dan memunculkan ego. Sementara permainan tradisional, banyak melatih psikomotorik, pedagogis, psikologis, dan banyak hal yang ada dalam diri manusia,” tambah Zaini yang juga pendiri Komunitas Permainan Anak Tradisional Hong saat ditemui di rumahnya di Kawasan Dago Pakar, Bandung.

 

Untuk ragam jenisnya macam-macam bentuk, cara permainan, ada yang diiringi nyanyian seperti pérépét jéngkol, oray-orayan, jungjaé, sasalimpetan, ada pula yang memakai alat seperti gatrik, peperangan, bebedilan, momobilan, kolecér, énggrang. Ada juga yang berkelompok yang seperti galah, sorodot gaplok, ucing-ucingan, dan bebentengan. Bahkan ada yang khusus untuk perempuan, seperti éncrak, simar, congklak, dan banyak lagi.

kaulinan Barudak

Menanggapi penyebab kelangkaan permainan anak-anak tradisional ini, Zaini berpendapat bahwa orang Indonesia itu mengambang. Kaluhur teu sirungan, kahandap teu akaran, yang artinya tidak bisa berakar pada budayanya dan tidak akan berkembang sedikitpun terhadap kemajuannya. Jadi budaya-budaya yang dari luar itu masuk dengan mudahnya karena tidak punya pegangan terhadap ilmu-ilmu tradisi sehingga tidak mencengkram alam ranah budayanya.

 

Hal senada juga diungkapkan Ano Karsana saat ditemui di kediamannya, daerah Kerkoff, Cimahi beberapa waktu lalu. “Kelangkaan kaulinan barudak ini, mungkin terjadi karena putusnya rundayan (tali komunikasi   -red) dari kaum tua kepada generasi penerusnya dan juga habis sumber lahan terbuka, serta derasnya budaya asing yang masuk,” tegasnya.(IG/dtn)


emgz2

Artikel lain...

The Papandayan Suki Delivery, Solusi Menikmati Santapan Lezat Tanpa Harus Keluar Rumah

The Papandayan Suki Delivery, Solusi Menikmati Santapan Lezat Tanpa Harus Keluar Rumah

destinasiaNews - Pandemik corona saat ini menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia, ruang gerak aktivitas pun menjadi terganggu. Melihat hal ini The...

The Papandayan Kembali Turut Serta Dalam Kampanye Earth Hour 2020

The Papandayan Kembali Turut Serta Dalam Kampanye Earth Hour 2020

destinasiaNews - Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada hari Sabtu, 28 Maret 2020 ini Hotel The Papandayan kembali berpartisipasi dalam kampanye global Earth...

Rivera Youth Expert, Perawatan Anti-Aging Berbahan Ekstrak Caviar

Rivera Youth Expert, Perawatan Anti-Aging Berbahan Ekstrak Caviar

destinasiaNews - Rivera Cosmetics, brand kosmetik berkualitas produksi PT. Fabindo Sejahtera menghadirkan rangkaian perawatan wajah Rivera Youth Expert, dengan mengusung tagline Caviar for...

Duo Srikandi KAGUM Group, Donasikan Grand Serela Setiabudi Jadi RS Rujukan Covid-19

Duo Srikandi KAGUM Group, Donasikan Grand Serela Setiabudi Jadi RS Rujukan Covid-19

  destinasiaNews - Duo Srikandi Kagum Group Rena Husada dan Resti Husada terpanggil untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat Jawa Barat...

Irawati Hermawan Bersama Masyarakat Cinta Bogor Meluncurkan Hand Sanitizer Harga Terjangkau Untuk Peduli Wabah Virus Corona

Irawati Hermawan Bersama Masyarakat Cinta Bogor  Meluncurkan Hand Sanitizer Harga Terjangkau Untuk Peduli Wabah Virus Corona

destinasiaNews – Satu lagi kiprah calon Ketua IKA Unpad 2020 - 2024, Irawati Hermawan mengungkapkan tim-nya saat ini tengah melakukan upaya...

Pengunjung

05058294
Hari ini
Kemarin
552
4656