Forkoma CSI di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat - Ajukan Perdamaian Perkara

DTN FORKOMA DI PENGADILAN 1 CopydestinasiaNews – Fase baru perjuangan Forum Anggota KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera atawa lazim disebut Forkoma CSI (Forum Komunikasi Anggota – Cakrabuana Sukses Indonesia), paling akhir muncul di pengadilan niaga  Jakarta Pusat (20/3/2017). Forkoma CSI melalui Kantor Hukum Iqbal Nugraha, SH & Rekan di persidangan ini, atas nama klien anggota Forkoma CSI beridentitas Suhaelih dan Toyib B. Sumardi, mengajukan PKPU (Penundaan Kewajiban Permohonan Utang).

“Perkara yang didaftarkan sejak 16 Maret 2017 ditujukan agar menunda pemeriksaan perkara no 16/Pdt.Sus-PAILIT/2011/PN. Niaga. Jkt.Pst” papar Hari Suharso Ketua Forkoma CSI yang diamini beberapa rekannya – “Kami duga ada rekayasa dari jajaran direksi PT CSI. Seolah-olah mempailitkan dana perusahaan dan koperasi CSI sekitar Rp. 2,3 T. Bila goal, perjuangan pengembalian dana buat anggota bisa sirna dong? Ini bencana, makanya kami stop.”

Pada persidangan pertama ini  yang menghadirkan Bob Hasan & Partner di dalamnya ada jajaran Direksi PT CSI Uci Sanusi, dihadapan hakim ketua Jamaludin Samosir yang didampingi hakim anggota masing-masing Partahi  Tulus Hutapea dan Titik Tejaningsih. Sempat ada silang pendapat yang menarik hadirin yang memenuhi ruang sidang Bagir Manan. Kala itu hakim memulai persidangan, Iqbal Nugraha, SH & Rekan mengajukan permohonan PKPU yang sempat pula memunculkan silang pendapat “keabsahan”  - maju tidaknya persidangan ini.

“Adakah ada yang akan Anda kemukakan?”, tanya hakim Jamaludin. Sejurus kemudian Iqbal mengemukakan penundaan pemeriksaan perkara nomor 16/Pdt.Sus-PAILIT/2017/PN.Niaga. Jkt.Pst, di antaranya mengacu pada Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004: ”Berdasarkan aturan, Terhadap permohonan ini harus dan wajib diputuskan terlebih dahulu”, kata Iqbal.

Usai majelis hakim ketua mencecar ke penggugat yang pimpinannya masih dalam tahanan Bareskrim Polri , menyangkut  duduk perkara yang menarik perhatian puluhan hadirin dari para pihak, sempat terlontar  “Enak saja dipailitkan, Nanti majelis akan mempertimbangkan perkara ini pada sidang selanjutnya. Sidang akan dilanjutkan tanggal 29 Maret 2017”

Mereaksi lontaran hakim ketua ini, sempat ada hadirin nyeletuk:”Segera kembalikan uang kami. Tidak mau dicicil juga bunganya, kerugian kami, karena dibebukan sepihak harus disertakan”.

Sayangnya, beberapa saat usai persidangan yang hanya  berlangsung sekitar 10 menit pada siang hari itu, rombongan penggugat langsung meninggalkan gedung Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Akibatnya, redaksi tidak mengetahui pendpatnya tentang persidangan ini penggugat.

Empat Persidangan

Diketahui  koperasi yang punya akta notaries berdasarkan Keputusan Menkop dan UKM Nomor 1162/BH/M.KUKM.2/V/2014, dengan anggota sekitar 16 ribu dan dugaan akumulasi dana sekitar Rp. 2,3 T, kini mandek. Penyebabnya, rekening itu dibekukan Bareskrim Mabes Polri sejak 29 November 2016. Kasus ini di lansiran media massa, popular dikenal sebagai investasi bodong Koperasi CSI.

Dua pucuk pimpinan CSI, ditahan sejak 25 November 2017 atas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim, dugaannya tindak pidana penghimpunan dana berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Penyidikan Bareskrim pun mengarahkan atas sangkaan pelanggaran pasal 3 dan 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dalam perkembangannya kasus ini sedang berlangsung berbagai persidangan lainnya diantaranya menyangkut Kepailitan, PKPU, Wanprestasi, serta Perbankan Syariah dan TPPU, di Jakarta dan Cirebon. “Intinya, semua pihak menuntut pengembalian dana ke pengurus atau direksi PT CSI”, pungkas Hari Suharso yang selama ini diadvokasi oleh Gerakan Hejo dari segi hak-haknya sebagai anggota koperasi,  yang dipimpin oleh tokoh Jabar Eka Santosa.

“Semoga perjuangan Forkoma CSI yang sedari awal berazaskan hak anggota koperasi yang syah, kabarnya telah memakan korban  beberapa jiwa, termasuk jatuh sakit karena stroke  -  berhasil mengembalikan dana simpanannya berikut haknya secara utuh”, pungkas Eka yang dihubungi secara terpisah. (HS/SA/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Upaya Cegah Pikun, Komunitas Handycrafts Bandung Gelar Workshop Kemikomi

Upaya Cegah Pikun, Komunitas Handycrafts Bandung Gelar Workshop Kemikomi

destinasiaNews - Kota Bandung tercatat sebagai salah satu dalam jaringan kota kreatif UNESCO Creative Cities Network. Dikukuhkan oleh Organisasi Pendidikan,...

UPI Akui Fasilitasnya Digunakan ‘Sunda Empire’, dan Membantah Ada Keterlibatan

UPI Akui Fasilitasnya Digunakan ‘Sunda Empire’, dan Membantah Ada Keterlibatan

destinasiaNews– Heboh pemberitaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo yang sempat memanggungkan pasangan ‘Raja’ Toto Santosa dan ‘Ratu’ Fanni Aminadia, yang...

‘Duet’ Dansektor 22 Citarum Harum & Kadishut Prov Jabar, Tanami Lahan Kritis di Cimenyan KBU

‘Duet’ Dansektor 22 Citarum Harum & Kadishut Prov Jabar, Tanami Lahan Kritis di Cimenyan KBU

destinasiaNews– Melanjut maraknya kegiatan reboisasi lahan kritis di KBU (Kawasan Bandung Utara), sedikitnya 2.900 bibit tanaman keras, pada hari Sabtu...

Oded M Danial Kunjungi Komunitas Bandung Hydromarket: Swasembada Sayur & Tekan Stunting

Oded M Danial Kunjungi Komunitas Bandung Hydromarket: Swasembada Sayur & Tekan Stunting

destinasiaNews – Walikota Bandung Oded M Danial dakam kunjungannya ke Komunitas Bandung Hydromarket (KBH) di Sekertariatnya Jl. Pirus Galuh 3,...

Satgas Citarum Sektor 21-12 Giat Bebersih di Aliran Anak Sungai Ciwidey Kampung Patrol

Satgas Citarum Sektor 21-12 Giat  Bebersih di Aliran Anak Sungai Ciwidey Kampung Patrol

  destinasiaNews. – Kegiatan bebersih sungai dalam program Citarum harum maka aktifitas Satgas Citarum Harum Sektor 21 subsektor 12 Soreang...

Pengunjung

04760351
Hari ini
Kemarin
2635
4246