Eka Santosa di Perpisahan Yuddy Chrisnandi, Muncul Isu: Mau Balik Kandang?

YuddydestinasiaNews – Acara perpisahan Yuddy Chrisnandi mantan Menteri PAN RB yang ditugasi Presiden Jokowi sebagai sebagai Duta Besar RI Berkuasa Penuh di Ukraina, di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung (26/3/2017) memunculkan banyak isu tentang “tuan rumah” Eka Santosa.

Sebelumnya dalam acara ini tuan rumah secara resmi tercantum sesepuh Jabar Solihin GP (92) yang juga kakek dari Yuddy Chrisnandi. Hari itu Solihin GP tiba-tiba berhalangan hadir, tersebab saran dokter pribadinya ia disarankan beristirahat. “Bukan jatuh sakit, hanya perlu istirahat. Mohon maaf, hari ini tidak bisa bersama kita”, kata Satria Kamal “Mamay” mewakili ayahnya.

Acara perpisahan sendiri berlangsung mulus sejak pukul 10.00 pagi, berakhir siang harinya dengan buah, memunculkan isu. Salah satunya, dorongan deras dari banyak kalangan pada Eka Santosa yang sudah direstui Solihin GP, mendampingi Ridwan Kamil Walikota Bandung maju ke Pilgub Jabar 2018. “Tadinya, mau tanya dulu ke kakek saya Pak Solihin. Dikira bersaing dengan Ridwan Kamil. Ternyata Kang Eka mendampingi Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil). Menjadi Jabar 2. Oh, kalau itu baguslah, saya setuju” papar Yuddy yang dalam wawancara dengan sejumlah jurnalis ia sangat rinci memaparkan kondisi dan situasi negara yang akan ditujunya sebagai duta besar – “Budaya Sunda akan saya dikumandangkan lebih gencar di Eropa sana. Siapa pun yang datang ke sana akan dilayani. Saya kan pelayan …”.        

Isu itu …

Isu yang muncul selain dari Yuddy Chrisnandi sendiri yang merasa tak dibuang di penugasannya di Kiev, Ukraina:”Justru ini peluang baik, menerjuni praktik politik di dunia internasional. Sekarang kan sudah canggih, melalui alat komunikasi kita bisa berhubungan kapan saja,” katanya yang mengatakan pula –“Masa pilpres 2019 nanti sebelas bulan lagi, akan ikut meramaikannya. Berangkatnya dari nilai dan budaya Sunda yang saatnya harus kita angkat di level nasional.”

Hadir di acara ini para tokoh Sunda di bidang budaya, akademis dan sosial – kemasyarakatan, juga tokoh lingkungan, mereka itu di antaranya Memet Hamdan yang kebetulan menjadi pemandu acara ini. Lainnya ada Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si; Abah Landoeng (91), Sobirin Supardiono Dewan Pakar DPKLTS, Ari Mulia Subagdja, para Ketua Adat dari BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, para pegiat lingkungan dari Gerakan Hejo, Mugi Sujana dari Ormas BBC, Tjetjep Saefulloh dari FKP3NSI, dan banyak lainnya.

Sementara isu di seputar Eka Santosa yang menarik perhatian dari para jurnalis - benarkah ia akan balik kandang ke PDIP? “Perihal ini tentu  sedang saya pikirkan serius. Tunggulah ada masanya nanti. Anda ini pertanyaannya menohok sekaligus menjadi pertimbangan serius bagi saya”, jawabnya yang diketahui telah berkiprah di PDIP hingga menjadi Ketua DPRD Jabar (1999 -2004), DPR RI (2004 -2009).

Aktivitas politik Eka Santosa selanjutnya seusai “parkir” dari PDIP, pernah menjabat sebagai Ketua DPW NasDem Jabar (2013 -2015). Kini Ia bergiat di bidang lingkungan hidup dan budaya, sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo, dan Ketua Forum DAS Citarum, juga sebagai Sekjen BOMA Jabar.

Para ketua adat sendiri, usai Yuddy Chrisnandi meninggalkan Alam Santosa tampaknya merasa lega:”Bila Kang Eka akhirnya dijodohkan oleh Pak Solihin GP jatuh ke Ridwan Kamil, ya sudah itu kita ikhtiarkan. Ini gabungan yang pas menurut kami”, papar Abah Uluk Tetua Kampung Adat Dukuh dari Garut Selatan yang diamini oleh Wa Ugis Suganda dari Kampung Adat Ciptagelar Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya Yuddy Chrisnandi beberapa menit menjelang acara dimulai di Bale Gede Alam Santosa, menerima “curhat” dari para penyuluh pertanian yang tergabung pada forum komunikasi THL TBPP (Tenaga Harian Lepas Bantu Tenaga Penyuluh Pertanian) Nasional maupun Jawa Barat.”Saya sarankan bapak-bapak ini membuat surat lagi, nanti saya diskusikan dengan Pak JK. Aplagi kalau memang tadi katanya sudah menyurati Menpan RB saat ini dan Mentan”, paparnya.

Alhasil, acara perpisahan ini dimata para jurnalis kental dengan nuansa kebangkitan masyarakat Sunda dalam konteks buihan politik nasional. “Itu tadi Kang Yudi banyak mengupas pentingnya warga Sunda tetap bersatu dan berbicara di tingkat nasional:”Jabar ini selalu diperhitungkan di tingkat nasional, dari segi politik dan nilai strategis lain karena dekatnya dengan ibukota. Wajarlah, posisi Wapres ditempati warga Sunda, misalnya”, ujar Tjetjep Sefulloh yang mencermati acara ini sejak awal –“Banyak hal bisa dipetik dari acara ini. Buat Kang Yuddy selamat bekerja di Ukraina. Semoga tambah matang sekembalinya”, tandasnya. (HS/SA/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

  destinasiaNews  -  The Papandayan Hotel melaksanakan rangkaian kegiatan di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Sabtu, 17 Agustus 2019.   Kegiatan...

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

DestinasiaNews - Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ( Harvetnas ) Tahun 2019 kembali DPC LVRI Kota Bandung bersama Komunitas...

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

destinasiaNews -  “Entah angin apa yang menimpa kami. Tiba-tiba hadir viral ini. Namun berkat pengertian semua pihak, disadari ini karena...

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

destinasiaNews - Gerakan Hejo (GH) berkolaborasi dengan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, kembali menggelar upacara HUT Ke-74 Republik Indonesia...

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

destinasiaNews – Kembali kawasan Eko Wisata & Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kecamatan Cimenyan Kabupten Bandung Jawa Barat, pada...

Pengunjung

03917563
Hari ini
Kemarin
90
8655