Destinasi Wisata “Rabbit Town” Segera Menyapa Kota Bandung

RT1

destinasiNews Kota Bandung yang letak geografisnya di kelilingi pegunungan membuat pikiran lebih jernih, sehingga akan mudah untuk menciptakan sesuatu yang baru. Tak heran jika Kota Bandung masuk dalam jaringan kota kreatif dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bersama dengan 47 kota lainnya dari 33 negara, bahkan kota Bandung masuk dalam 5 besar kota kreatif se-Asia.

Salah satu pegiat bisnis sektor pariwisata asal Kota Bandung, Henry Husada yang tak lain adalah CEO Kagum Group, setelah sukses di bisnis factory outlet, perhotelan, kuliner, transportasi dan lainnya, kini ia melirik bisnis perpaduan antara wisata belanja, kuliner dan wahana mini zoo dalam satu kawasan menjadi destinasi wisata edukasi yang diberi nama “Rabbit Town”.

“Kenapa Rabbit Town bukan Tiger Town”, filosofi nama “Rabbit” diabadikan dari tahun kelahiran Henry Husada (1963) yang menurut zodiak Cina adalah zodiak kelinci”, ujar Henry Husada.

RT2

“Pembangunan Rabbit Town didukung oleh ke-empat anak saya (Rena, Resti, Relbi dan Renaldi), tadinya lokasi di Rancabentang Ciumbuleit ini akan saya bangun hotel yang diberi nama Henry Hotel”, kata Henry Husada menambahkan

Rabbit Town didirikan di atas lahan se-luas dua hektar, terletak di Jalan Rancabentang No. 30 Ciumbuleuit Kota Bandung, di dalamnya menyajikan beragam wahana destinasi wisata antara lain : wisata kuliner makanan dan minuman, wisata belanja (Fashion), wisata mini zoo seperti Kelinci dari 17 negara, Burung Merpati, Monyet, Rusa, 168 ekor Ikan Arwana (Dragon Fish).

Selain itu ada ribuan keramik kelinci dari berbagai negara yang di letakan di berbagai sudut ruang, lalu ada wisata pe-hobby Superman, kemudian ada 88 buah seni instalasi Pilar Raksasa (wisata selfi-Love Light) yaitu permainan cahaya lampu di malam hari serta ada ruang untuk ulang tahun dan lainnya.

RT3

Destinasi wisata Rabbit Town ini akan mulai di trial pada tanggal 11 hingga akhir Januari 2018, buka setiap hari, mulai pukul 10:00 sd. 22:00 WIB, papar Henry Husada kepada awak media saat akan me-launching Rabbit Town, Senin, 8/1/2018.

“Masyarakat yang datang cukup membeli tiket seharga Rp. 25 ribu, namun tiket tersebut berfungsi sebagai voucher yang dapat dibelanjakan kembali untuk membeli makanan atau minuman, akan tetapi jika ingin masuk ke berbagai wahana yang ada misalnya mau masuk ke Selfi- Love Light, bayar Rp. 10 ribu ” jelas Henry Husada.

Grand Opening Rabbit Town direncanakan akan digelar pada tanggal 22 April 2018 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Saya,” kata Henry Husada.

“Saya berharap setelah masyarakat datang ke Rabbit Town akan menjadi bahagia”, pungkas Henry Husada. (HRS/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

destinasiaNews – Ada kisah unik, dari kuliner legenda di Kota Bandung. Ini sudah ada lho, semenjak era Kemerdekaan RI pada tahun 1945...

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

destinasiaNews -Elemen warga yang tergabung pada “Musisi Bandung”, berencana membikin dompet khusus terkait bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada...

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung,...

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit  - Ini Pertimbangannya …

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen...

Pengunjung

02342369
Hari ini
Kemarin
133
3030