OTT KPK KONI & Kemenpora, Kata Eka Santosa, FPOR Jabar: Tidak Kaget !

Ekasantosa pangandaranDestinasiaNews – Eka Santosa, Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olah Raga) Jabar ditemui di kediamannya Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun, Cimenyan Kabupaten Bandung (21/12/2018), terkait OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh KPK atas oknum KONI dan Kemenpora di Jakarta (18/12/2018), menurutnya tidak kaget.

 

“Kita seakan dikejutkan oleh OTT KPK yang melibatkan 3 orang dari Kemenpora dan 2 dari KONI (Pusat). Saya sih tidak kaget. Dugaan, sejak awal pola ini bisa saja terjadi di Jabar, silahkan cek sendiri. Makanya, kondisi KONI Jabar seperti sekarang tak berketentuan”.

 

Ditelisik soal dugaan pola KONI (Pusat) dalam kaitan kasus suap oknum di Kemenpora, Eka yang juga mantan Ketua KONI Jabar (2002 – 2006) kembali menyinggung, materi yang telah dilaporkan ke Gubernur Jabar baru-baru ini. Menurutnya, sejak awal KONI Jabar di bawah kepemimpinan Ahmad Saefudin pada 2014 – 2018. Kemudian, dilanjutkan dengan sarat dugaan sejumlah rekayasa pemilihannya periode 2018 – 2022:

 

“Ini nyata-nyata sejak awal cacat hukum. Yang dilanggar itu UU SKN, UU TNI, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri. Coba saja cek dalam pemberitaan saya selaku Ketua FPOR”.

 

Selanjutnya Eka dalam konteks pemberitahuannya ke Gubernur Jabar Ridwan Kamil, berharap pembenahan di KONI Jabar bukan sekedar pelanggran peraturan atau undang-undang belaka, melainkan ada pertangungjawaban keuangan:

 

”Di luar pelanggran peraturan dan undang-undang itu ada sejumlah pertanggung-jawaban keuangan sejak awal kepemimpinan (Ahmad Saefudin) termasuk transisi dari Ketua KONI Jabar yang meninggal (H Azis Syarif). Sampai sekarang belum ada audit internal. Akumulasi diduga mendekati Rp. 1 Triliun. Ya, sekitar Rp. 945 milyar. Nanti, ada penjelasan khusus soal ini,” ujarnya.

 

Ketika dikonfirmasi bagaimana progress laporan sebagian dugaan itu telah dilaporkan ke pihak berwenang:”Memang aneh dugaan penyelewengan di KONI Jabar ini, faktanya bukan OTT KPK. Jadinya, baru sebatas pemanggilan dari yang diduga terlibat. Masa sih, seperti ini terus? Makanya, Pak Gubernur segeralah bersikap dan mengambil tindakan, demi kemajuan olah raga di Jabar.” (HS/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Subsektor 10-21 Pelihara Bantaran Sungai Dengan Membabat Tanaman Liar

Subsektor 10-21 Pelihara Bantaran Sungai Dengan Membabat Tanaman Liar

destinasiaNews - Para prajurit satgas Citarum Harum dalam mengemban tugasnya untuk mengembalikan ekosistem DAS Sungai Citarum, mereka juga melakukan beberapa...

Berani Beda? Rasakan Kejutan Bukber Ramadhan di THE 1O1 Bogor Suryakancana

Berani Beda? Rasakan Kejutan Bukber  Ramadhan di THE 1O1 Bogor Suryakancana

destinasiaNews - Tidak terasa bulan Ramadhan hanya tinggal beberapa minggu saja. Saat bulan Ramadhan, tentu saja momen yang paling dinantikan...

Rohim, Koeliling Bandoeng Pikoel Kerorpoek Djadoel – Ta’ Lengket di Lidah

Rohim, Koeliling Bandoeng Pikoel Kerorpoek Djadoel – Ta’ Lengket di Lidah

DestinasiaNews – Selakoe djournalist pinggiran jang ta’ mampoe hatsilkeun reportage ‘kekinian’ jang bernas, sekali tempo sewaktoe penoelis mengaso di seboewah...

Aksi Simpatik Pramuka Jabar Dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019

Aksi Simpatik Pramuka Jabar Dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019

DestinasiaNews – Di tengah pelaksanaan Pemilu 2019 di seluruh Indonesia, Pramuka Jabar diterjunkan sesuai fungsinya dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019....

Kelompok ‘Tujuh Ruang’ Aries Budi H - Wujudkan Wisata Kreatif, Komunitas Bandung, Bersatulah

Kelompok ‘Tujuh Ruang’ Aries Budi H - Wujudkan Wisata Kreatif, Komunitas Bandung, Bersatulah

destinasiaNews – Adalah Aries Budi Hartanto, Ketua Kelompok ‘Tujuh Ruang’, ditemani Donny Armando Rozalie, Penasihat Kelompok ‘Tujuh Ruang’, serta Indra...

Pengunjung

03197543
Hari ini
Kemarin
3239
4485