Ahli Waris Didampingi LIPAN Amankan Lahan 156 Hektar di Desa Jelekong KBB, Lurah, ‘Semoga Makin Jelas’

ds jelekong 2destinasiaNews – Edi Sanusi, salah satu ahli waris yang didampingi Lembaga Investigasi & Pengawasan Aset Negara (LIPAN), pada Jumat, (28/12/2018), mengamankan lahan miliknya serta ahli waris lain seluas 156 hektar. Lokasinya di Desa Jelekong Kabupaten Bandung. Tampak hadir pada kesempatan ini, Ketua Umum LIPAN, RI Harun S Prayitno, dan Ketua LIPAN Jawa Barat Toto Sunarto.

 

Harun S Prayitno kepada pegiat media mengatakan, kedatangannya ke Desa Jelekong, demi menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat. “Ada indikasi di Kelurahan Jelekong dan Mangahan ada sebagian lahan milik Edi Sanusi, dan para ahli waris, dimanfaatkan oleh pihak lain, dan sekiranya sudah ada indikasi menjadi sertifikat hak milik,” tegasnya.

 

Lebih jauh Harun mengatakan, saat ini LIPAN mengamankan lahan kosong terlebih dahulu, “Namun di lahan milik Edi Sanusi dan ahli waris ada sebagian yang menjadi hak milik atas nama orang lain. Maka, ke depannya kita akan coba usut atau dengan cara mediasi, atau juga melalui jalur hukum,” tegasnya sambil menambahkan - “Kita akan terus melakukan investigasi sampai ahli waris benar-benar menguasai fisik maupun yuridis secara formal”.

 

Tampak hari itu Harun melakukan pendampingan, di antaranya mematok sebagian lahan yang benar-benar kosong, memiliki data yuridis seperti tercantum di 55 dokumen. Dalam praktiknya, LIPPAN dalam perundingan ini memprioritaskan pendekatan diplomasi. “Kami hadir memang sebagai lembaga mediasi. Untuk itulah kita selalu mencari jalan tengah terbaik,” kata Harun.

 

Sementara itu Toto Sunarto mengatakan, dalam kasus ini pihaknya telah melaksanakan investigasi ke Desa Jelekong, dilanjut dengan pemasangan patok, “Kami mematok lahan tersebut karena semua berkas milik Edi Sanusi, dan para ahli waris lainnya, legal standingnya aman dan bersih,” ungkapnya sambil menyatakan - “Kami pun sudah cek dan berkoordinasi dengan Kepala Desa, juga sounding dengan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung”.

 

“Di kasus ini kami punya 75 Legal Standing dari para ahli waris. Dan ini sudah dikuasakan ke PT Sumber Bumi Pajajaran yang berkedudukan di kota Bandung,” ungkap Toto Sunarto.

 

Asal Mula Kasus

ds jelekong 1Adapun latar belakang kasus ini, menurut Toto Sunarto bermula dari adanya penyerobotan sebagian lahan milik Edi Sanusi dan para ahli waris sebesar 18 persen. Masih kata Toto Sunarto, setelah dilakukan investigasi, ternyata legal standing dari beberapa perumahan yang ada di daerah ini , tidak sesuai seperti ketentuan BPN.

 

“Warkah-warkah tersebut setelah kami cek ke lokasi,ternyata perumahan ini tidak meminta kepada desa, melainkan SPH atau hak pakai,” ungkap Toto Sunarto.

 

Pada akhir paparannya Toto Sunarto mengatakan, total lahan milik Edi Sanusi dan para ahli waris di Desa Jelekong dari semua AJB kurang lebih 156 hektar. Menurutnya, tindak lanjut investigasi ini sudah dilanjutkan ke Presiden RI, malah.

 

Harapan Edi Sanusi mewakili para ahli waris lainnya, kasus ini bisa selesai tuntas di tahun 2019. “Lima tahun saya telah melakukan semua langkah hokum, namun semuanya mandek. Ini mulai dari Polda, Kejati, semua tidak berjalan baik,” ungkapnya sambil menambahkan - “Para ahli waris bisa segera menikmati tanah di Desa Jelekong. Sekian lama kasus ini terbengkalai, itu karena tanah ini ada yang menduduki”.

 

Kata Lurah

ds jelekong 3Pada pihak lain Lurah Jelekong, Mujijat kepada para awak media mengatakan, kehadiran Edi Sanusi di Kelurahan Jelekong untuk melakukan konfirmasi, serta menginginkan kejelasan status tanah atas nama keluarganya.

 

“Jika memang lahan ini milik Edi Sanusi dan keluarganya, saya persilahkan melakukan pematokan lahan. Namun, bila ada pematokan, biasanya akan ada reaksi dari yang selama ini menguasainya ,” kata Mujijat sambil menjelaskan - “Berharap ada musyawarah lebih dahulu antara Edi Sanusi dan yang menguasai lahan tersebut. Setahu saya selama menjabat sebagai Lurah Jelekong, belum pernah ada musyawarah”.

 

Hasil pengamatan lapangan, Mujijat menyatakan hendaknya pihak pemerintah bersikap tegas dan adil – Siapa sebenarnya pemilik tahan ini? “Kami siap mendukung selama melalui proses hokum yang benar. Dari pihak Kelurahan akan selalu memantau kasus ini secara ketat baik adminisratif maupun kondisi lapangan,” ungkapnya. (HS/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

Mitra Kerja Hotel The Papandayan Ramaikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74

  destinasiaNews  -  The Papandayan Hotel melaksanakan rangkaian kegiatan di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Sabtu, 17 Agustus 2019.   Kegiatan...

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

Kirab Kejuangan 45 Meriahkan Hari Veteran Nasional 2019 di Bandung

DestinasiaNews - Dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional ( Harvetnas ) Tahun 2019 kembali DPC LVRI Kota Bandung bersama Komunitas...

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

Rijal Asyari, R M Ponyo Jelaskan Duduk Perkara Viral Struk Berbau SARA: Mohon Maaf Atas Kealpaan …

destinasiaNews -  “Entah angin apa yang menimpa kami. Tiba-tiba hadir viral ini. Namun berkat pengertian semua pihak, disadari ini karena...

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

Nuansa 17 Agustusan ke- 74 di Alam Santosa, Gerakan Hejo: Merdeka dari Sampah

destinasiaNews - Gerakan Hejo (GH) berkolaborasi dengan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, kembali menggelar upacara HUT Ke-74 Republik Indonesia...

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

Gerakan Hejo & BOMA Jabar Gelar Upacara 17-an : Ironi, 74 Tahun Belum Merdeka dari Sampah !

destinasiaNews – Kembali kawasan Eko Wisata & Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kecamatan Cimenyan Kabupten Bandung Jawa Barat, pada...

Pengunjung

03917618
Hari ini
Kemarin
145
8655