Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

imam1

 

OPINI

Oleh : Harri Safiari

 

destinasiaNews – Setoeroet artikelen jang dimoeat Kompas.com (22/4/2019) berdjoedoel: Imbauan Imam Prasodjo Terkait Tudingan Kecurangan dan Polemik “Quick Count”, penoelis rasah-rasah gatel tangan oentoek bikin versie bahasa djadoel. Paling oetama morele boodschap atawa pesan moral di ini artikelen, perloe diperkoewat agar soepaja meresap ke setijap warga di ini negeri.

 

Gerangannja, oesai ari-ari seloeroeh warga jang poenja hak pilih (17/4/2019),  rata-rata soeda tjoblos itoe barang: saperti pilihan de president en legislatif atawa wetgevend. Nahamoen, ada jang oenik oentoek Pemilu 2019, semoea disatoeken ! Feiten,  ini kali diboewat satoe ari kerdjahan. Kata banjak orang, bikin roewet en moemet toedjoeh koeliling.

 

“Ada lima lembar nama-nama poeloehan orang jang tida’ kita kenal. Siapa dia? Kena apa soeroeh-soeroeh tjoblos dia?”, itoe oedjar Mak Inah (72) jang njoblos di bilangan Antapani Kota Bandung sambil oering-oeringan –“Waktoe, abis nyoblos bikin soesah, pigimana lipet itoe kertas lebar dan besar. Kepaksa, Emak soeroeh petoegas KPPS lipet sendiri en maseopken ke kotak swara. Beres, tokh?”

 

Kombali ke Imam Prasojo  sang sosiolog Universitas Indonesia, setoeroet oesai pesta democratie di ini negeri, dirinja prihatin – oetamanya di media sosial kini penoeh oenggahan jang saling menafikan antar dua kandidaat president.

 

Doewa fihak masing-masing pengikoet koempoelan 02 kandidaat president en wakil president Prabowo – Sandiaga Uno, serta 01 kandidaat president en wakil president Jokowi – Ma’ruf Amin, lontarken opini atawa adviezen jang ada oensoer saling tjoeriga.   

 

"Ya kalau lihat kita ini menjadi perang wacana kan sebetulnya. Kalau saya lihat itu bagaimana perang opini itu muncul yang akhirnya menjadi keluar garis. Orang beropini menurut saya silakan saja," kata Imam jang penoelis oengkep sebagaimana adanja di artikelen Kompas.com.

 

Barang tentoe rasah-rasah prihatin Imam Prasojo jang sangat mendalem ini, moentjoel tersebab itoe fenomena boekan malah menoeroen, melainken sebaliknja. Boleh dikata amat djaoeh dari rasah-rasah bidjaksana, walapoen disana-sini ada oensoer kritische qeest atawa fikiran kritis – alih-alih malah saling bentji (tanpa rindoe?).

 

 

Redefinisi Tjoerang en Tledor

Makanja, tak sedikit orang-orang jang mahoe lihat situatie dengen ati dan kepala dingin, langsoeng boeroe-boeroe bikin oesoel – segra padamken api amarah, kombali bina rasa sodara antar kita-kita orang. Bentoeknja, saperti apa?

 

“Terserah, saperti osoel Toean Imam Prasojo, memboewat redefinisi antara tjoerang en tledor pada waktoe masoepken data moengkin sadja bisa terdjadi. Boekankah, rasa lelah di ini Pemilu soenggoe koewat? Laloe, perkoewat fihak pengadil jang steril dari bleid jang poenja koewasa. Bawaslu, tjoba berlakoe sigap djangan tjondong kiri atawa kanan,” oedjar Wawan Hendawran (57) selaku partikelir jang poenja pandangan objectief di bidang politiek.

 

Masih landjoet Imam Prasojo, dari iroek-pikoek ini ada banyak peladjaran penting di antaranja fikiran kritis atas doegaan katjorangan haroes disertai boekti njata. Poen satelahnja, apabila tiada berkasoedahan bisa landjoteken ke Mahkamah Konstitusi.  

 

“Kalau betul ada kecurangan, itu bagus sekali untuk pendidikan publik," ujar Imam Prasojo jang penoelis koetip apa adanja.

 

Toetoep kisah ini, apa morele boodschap dari paparan Imam Prasojo terkait doegaan katjoerangan en tledor dalam quick count ? Penoelis bersetoedjoe,  setoeroet ini negeri tambah dewasa ber -democratie, perloe antar kita saling mengahargai pendapat dan pandangan.

 

Kraan jang selama ini tertoetoep katoepnja, segra diboeka- oentoek maksoed nafsoe en amarah jang meradjalela poenja saloeran choesoes!

 

“Saling bertemoe, berkoendjoeng, menjamboeng tali persaoedaraan. Memang, kini semoewa itoe soeda djadi barang langka. Ada beda bahasa di internet (hape/TV), dengen bahasa di darat. Tjobalah, saling terboeka, en berkagiatan di darat lebih banjak,” seroe Abah Landoeng (93) sesepoeh Bandoeng pegiat anti corruptie en pedjoang lingkoengan idoep (het milieu).  (HS/SF/dtn)

 

#imamprasojo #quickcount2019  #bahasadjadoel 


emgz2

Artikel lain...

Mencari Pemimpin Berjiwa Entrepreneur, HIPMI Kabupaten Bandung Selenggarakan Sarasehan Kandidat Paslon

Mencari Pemimpin Berjiwa Entrepreneur, HIPMI Kabupaten Bandung Selenggarakan Sarasehan Kandidat Paslon

DestinasiaNews -Mendekati gelaran Pilkada serentak yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) BPC Kabupaten Bandung, turut berpartisipasi meramaikan...

JBN Jalin Silaturahmi Bersama Kepala Penerangan Kodiklatad

JBN Jalin Silaturahmi Bersama Kepala Penerangan Kodiklatad

destinasianews - Dalam rangka menjalin silaturahmi dan sinergitas, Jurnalis Bela Negara (JBN) yang diwakili Jurnalis seputarjabar dan arcom menyambangi Kepala...

The Papandayan Tanamkan JSN-45 di Kalangan Mitra Kerja

The Papandayan Tanamkan JSN-45 di Kalangan Mitra Kerja

DestinasiaNews - Jiwa Semangat Nasionalsime ’45 (JSN ) senantiasa harus terus-menerus dikobarkan /dilestarikan kpd pewaris nilai perjuangan para pejuang jemerdekaan...

LKPP Lambat Merespon, KPPU Dorong LKPP Libatkan UKM Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Melalui E-Katalog

LKPP Lambat  Merespon, KPPU Dorong LKPP Libatkan UKM Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Melalui E-Katalog

destinasianews - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong terciptanya efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, salah satunya dalam pengadaan...

The Papandayan Terima 2020 Trip Advisor Travelers Choice Awards

The Papandayan Terima 2020 Trip Advisor Travelers Choice Awards

destinasianews – The Papandayan terima penghargaan Travelers’ Choice Awards 2020 dari TripAdvisor yang diumumkan pada akhir Juli 2020. The Papandayan menempati...

Pengunjung

05824716
Hari ini
Kemarin
1519
3820