UnRas Mahasiswa di DPRD Jabar Ricuh, Korban Berjatuhan : Semoga Pak Presiden, Tahu Ya?

unras1

OPINI

Oleh : Harri Safiari

 

destinasiaNews -  Ribuan massa yang semula terkonsentrasi di seputar halaman depan Gedung Sate dan sebagian di halaman DPRD Jabar di Jl. Diponegoro Kota Bandung, sejak Senin sore, 30 September 2019, akhirnya bersatu. Mereka ini mayoritas mahasiswa dari sedikitnya 43 perguruan tinggi di sekitar Bandung Raya. Tuntutannya, sama seperti unjuk rasa (unras) rekannya se Indonesia  yang digaungkan sejak seminggu lalu, yakni : Anulir RUU yang kontroversial serta adili aparat yang cenderung represif akhir-akhir ini.

 

Massa yang berunjuk rasa pada Senin itu bertindak atas nama Alarm (Aliansi Rakyat Menggugat). Secara harfiah tuntutannya: 1. Menolak RKUHP, RUU Minerba, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan dan RUU KKS. Batalkan UU KPK, UU SBPB dan UU SDA. Cabut UU PSDN dam segera sahkan RUU PKS dan RUU PRT. 2. Batalkan pimpinan KPK bermasalah pilihan DPR. 3. Tolak TNI-Polri menduduki jabatan sipil. 4. Stop militerisme di Papua dan daerah lain. Bebaskan tahanan politik Papua segera. 5. Hentikan kriminalisasi aktivis. 6. Hentikan pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera yang dilakukan oleh korporasi, dan pidanakan korporasi pembakar hutan, serta cabut izinnya. 7. Tuntaskan pelanggaran HAM dan adili penjahat HAM termasuk yang berada di lingkaran kekuasaan, pulihkan hak-hak korban segera. 8. Bentuk tim independen untuk menginvestigasi dan mengadili aparat pelaku kekerasan.

 

Kocar –kacir

unras2unras4Pantauan para pewarta di lokasi kejadian, walaupun massa aksi berkali-kali mencoba menjebol masuk ke area gedung DPRD Jawa Barat, mereka gagal. Malahan aparat keamanan berhasil menahannya. Padahal, lemparan batu, botol air mineral, petasan serta flare berungkali dilemparkan oleh massa aksi.


"Lumayan seru nih unjuk rasa sekarang ini. Ini kebanyakan mahasiswa loh? Biasa kan buruh sama petani yang suka banyakan turun demo disini,” jelas Pendi (38) pedagang asongan air minum botolan.


Menjelang magrib itu, aparat keamanan akhirnya bertindak memecah kerumunan melalui tembakan water canon dan gas air mata. Ini menjadikan massa kocar-kacir.

Pengunjuk rasa terpencar ke sebelah timur dari gedung DPRD Jabar hingga ke Taman Lansia, dan ke sebelah utara area hingga dekat restoran Sindang Reret di Jl. PHH. Mustofa. Lainnya, massa dihalau aparat keamanan ke bagian, tepatnya didesak ke Taman Flexy di Jl. Ir. H Juanda. Praktis, pelumpuhan aparat keamanan ini, baru dikatakan berhasil menghalau para pengunjuk rasa sekitar pukul 22.00 WIB.

 

“Sampai jam 9.30 malam ini masih ada tembakan gas air mata di sekitar Taman Flexy, nih perihnya mata sama sesak nafas kita rasakan juga, kan? Ngeri juga nih demo sampai malam hari baru selesai,” jelas Rudi (45) warga di Jl. Gempol yang ditemui sedang memantau unjuk rasa ini.

 
Pantauan lain atas unjuk rasa hari Senin ini, area di depan gedung DPRD Jabar hingga pukul 22.00 WIB, masih belum bisa dilalui kendaraan seperti biasa. Tampak sampah dan bebatuan berserakan di seluruh sudut jalan dan pedestrian. Bahkan sejak sore, daerah di sekitar Gedung Sate, kondisi lalu lintas sempat mengalami kemacetan parah.


Yang berbeda untuk efek demo mahasiswa kali ini, warga di seputar gedung DPRD Jabar dan Gedung Sate dalam radius dua hingga tiga kilometer,  justru mengeluh akibat begitu banyaknya gas air mata yang ditembakkan hingga malam hari. Diketahui di area ini, banyak berdiri cafe dan restoran, yang malam hari justru banyak didatangi warga Bandung dan luar kota Bandung.

 

“Eh, Kang sekedar mengingatkan ya? Pak Presiden tahu nggak ya, kalau hari ini di daerah Bandung banyak korban. Nih sesak nafas dan mata perih. Itu tuh penyebabnya obral gas air mata dari Pak Polisi. Musim kemarau yang kering, terbawa angin tuh gas-nya,” keluh Adni (22) yang diamini Rifna (21) rekannya sesama mahasiswa di kampus Jatinangor Kabupaten Sumedang.


Korban itu

unras5unras6Membuktikan adanya korban mahasiswa akibat semprotan water canon dan tembakan gas air mata, menurut Aldi (23) mahasiswa STPB (Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung), yang ditemui di kampus Unisba di Jl. Tamansari selaku anggota tim bantuan medis darurat, ”Ini cukup luar biasa, tadi pas lepas magrib rame-ramenya tembakan gas air mata, akhirnya ada 180-an korban yang dibawa ke sini. Lainnya 30-an mahasiswa dan pelajar dibawa ke rumah sakit seperti ke RS Borromeus dan lainnya,” pungkas Aldi sambil menambahkan – “Semoga Pak Presiden, Tahu Ya?” (SF/dtn)  


emgz2

Artikel lain...

Melongkok Serlok Bantaran di Cikapundung

Melongkok Serlok Bantaran di Cikapundung

DestinasiaNews – Di tengah hiruk-pikuk laju program Citarum Harum ada geliat di salah satu anak sungainya, yakni Sungai Cikapundung yang...

Gerakan Hejo & Dispora Jabar, Memotivasi Pemuda Lebih Peduli Terhadap Lingkungan Hidup

Gerakan Hejo & Dispora Jabar, Memotivasi Pemuda Lebih Peduli Terhadap Lingkungan Hidup

  destinasiaNews – Berlokasi di Hotel Sabda Alam Kabupaten Garut sejak 17 hingga 19 Februari 2020, Dinas Pemuda dan Olahraga...

RSKB Halmahera Siaga, Perkenakan Fasilitas DBC – Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

RSKB Halmahera Siaga, Perkenakan Fasilitas  DBC – Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

destinasiaNews  -  Warta paling anyar, Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Halmahera Siaga melalui Klinik Utama Halmahera Medika, pada Sabtu (15/2/2020)...

Muhammad Farhan Anggota DPR RI Lakukan ‘Kundapil’ di Cijawura kota Bandung, Singgung Peran Posyandu & Zero Stunting

Muhammad Farhan Anggota DPR RI Lakukan ‘Kundapil’ di Cijawura kota Bandung, Singgung Peran Posyandu & Zero Stunting

destinasiaNews – Suka cita warga menyambut kehadiran Anggota DPR RI dari Partai NasDem Dapil Jabar l (Bandung-Cimahi) pada hari Minggu...

BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

BLC Konsisten Berbagi Ilmu Dengan Menggelar Workshop Ecoprint

destinasiaNews – Komunitas penyuka seni kriya Bandung yang menamakan dirinya Business Ladies Club  ( BLC ), kembali menggelar Workshop Ecoprint...

Pengunjung

04899017
Hari ini
Kemarin
696
5371