Eka Santosa Gerakan Hejo Kaget Lihat Gunungan Sampah di Sarimukti

IMG 20191105 234951
destinasiaNews - "Saya kaget lihat ratusan pemulung malah mendekati sampah dari truk, padahal itu semua kotor dan sangat berbau. Saya muntah, malah," kata Eka Santosa Ketua Umum DPP Gerakan Hejo setiba di area kepungan tumpukan sampah di Kawasan Hutan Sarimukti Kab. Bandung Barat (5/11/2019). 
 
Kehadiran Eka Santosa yang disertai salah satu anggota rombongan Betha Kurniawan dari divisi Hejo Tekno. Ini erat kaitan dalam upaya memasyarakatkan pemusnahan sampah ala incinerator yang ramah
lingkungan oleh Gerakan Hejo. Selama di lokasi kepada Ikrar Rayadi, Koordinator TPA Sarimukti sempat ditanyakan banyak hal soal persampahan ini.
 
"Kami senang bila di hulu ada pemusnahan sampah. Biar kapasitas Sarimukti cepat berkurang. Saat ini sekitar 2.000 ton sampah tiap hari ditumpuk. Luasan hutan 20 Ha sudah tak muatlah, ujar Ikrar yang merasa kebingungan bila hutan di sekitarnya akan diperluas - " Wah, itu saya belum paham soal perluasan, yang penting mah kurangi sampah dari hulu."
 
Pada pihak lain Betha Kurniawan tampak seperti kebingungan: "Bayangkan, di antara 2.000 ton sampah kiriman tiap hari kesini
 dipastikan ada sampah  dari keluarga saya, ujarnya dengan tambahan keterangan - "Kalau sistem pemusnahan sampah di tingkat hulu berfungsi baik, tak perlu sampah dari kota Bandung sejauh 40 Km dibawa kesini, pastinya biaya bisa dihemat."
 
Pemandangan paradoks dengan nilai kemanusiaan yang selama ini dijunjung oleh Gerakan Hejo, rupanya berbanding terbalik dengan situasi di TPA yang menurut Eka Santosa lebih tepat disebut 'hutan yang dijadikan TPA secara darurat'. "Ada 500-an pemulung yang tidak manusiawi setiap hari, bekerja di antara gunungan sampah. Bingung jadinya, sebaiknya pekerjaan ini segera diakhiri, karena sangat tidak manusiawi."
 
Sementara menurut Syahadat Akbar, Ketua DPD Gerakan Hejo Kab. Bandung Barat yang menyertai kunjungan ini:"Entah bagaimana caranya,  pembuangan sampah di Sarimukti ini harus diakhiri. Hutan alami di sana, jangan dicemari oleh limbah berat dari warga Bandung Raya. Saatnya, kita harus berinovasi bukan berwacana seperti saat ini." (HS)
 


emgz2

Artikel lain...

Dansektor 22 Satgas Citarum Harum Terapkan Pola Penthaheix, Genjot Hijaukan Lahan Kritis Kawasan Bandung utara

Dansektor 22 Satgas Citarum Harum Terapkan Pola Penthaheix, Genjot Hijaukan Lahan Kritis Kawasan Bandung utara

destinasiaNews  – Kelompok Tani Hutan (KTH) Giri Senang selaku tuan rumah dalam konteks tindak lanjut Gerakan Nasional (GN) Pemulihan DAS (Daerah...

Upaya Cegah Pikun, Komunitas Handycrafts Bandung Gelar Workshop Kemikomi

Upaya Cegah Pikun, Komunitas Handycrafts Bandung Gelar Workshop Kemikomi

destinasiaNews - Kota Bandung tercatat sebagai salah satu dalam jaringan kota kreatif UNESCO Creative Cities Network. Dikukuhkan oleh Organisasi Pendidikan,...

UPI Akui Fasilitasnya Digunakan ‘Sunda Empire’, dan Membantah Ada Keterlibatan

UPI Akui Fasilitasnya Digunakan ‘Sunda Empire’, dan Membantah Ada Keterlibatan

destinasiaNews– Heboh pemberitaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo yang sempat memanggungkan pasangan ‘Raja’ Toto Santosa dan ‘Ratu’ Fanni Aminadia, yang...

‘Duet’ Dansektor 22 Citarum Harum & Kadishut Prov Jabar, Tanami Lahan Kritis di Cimenyan KBU

‘Duet’ Dansektor 22 Citarum Harum & Kadishut Prov Jabar, Tanami Lahan Kritis di Cimenyan KBU

destinasiaNews– Melanjut maraknya kegiatan reboisasi lahan kritis di KBU (Kawasan Bandung Utara), sedikitnya 2.900 bibit tanaman keras, pada hari Sabtu...

Oded M Danial Kunjungi Komunitas Bandung Hydromarket: Swasembada Sayur & Tekan Stunting

Oded M Danial Kunjungi Komunitas Bandung Hydromarket: Swasembada Sayur & Tekan Stunting

destinasiaNews – Walikota Bandung Oded M Danial dakam kunjungannya ke Komunitas Bandung Hydromarket (KBH) di Sekertariatnya Jl. Pirus Galuh 3,...

Pengunjung

04776721
Hari ini
Kemarin
3363
3794