Ateng Penjual Sapu Lidi, Banting Setir Dari Ngabeca : Siap Menyapu Koruptor !

ateng1Destinasianews - Sepertinya ada “dendam” dari pria kelahiran 1955 bernama Ateng yang pada pertengahan Desember 2014 sedang memanggul dagangan sapu lidi dan golok di seputar GOR Saparua Bandung. ”Dari 1972 saya ngabeca di daerah ini. Sejak satu setengah tahun lalu, jualan ini. Gara-garanya banyak motor sih. Beca saya kosong terus. Aneh atuda sekarang mah, angkot juga suka kosong melompong, apalagi beca”, ujarnya yang sedikit tertawa ketika disinggung apakah ada dendam sama pemotor?

Banting setir dari “ngabeca”  yang dijalani Ateng selama empat dekade di daerah seputar kantor KODAM  lll Siliwangi menjadi penjual sapu lidi dan golok, menurut Ateng disebutnya sebagai siasat hidup. “Akhirnya sadar  juga seiring tenaga makin kurang, mendingan jualan ini. Apalagi bahan bakunya banyak di daerah saya”, tambah Ateng yang kini tinggal bersama Een isterinya di Kampung Bunijaya Desa Girimukti Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut.

Ateng melalui sapu lidi buatannya sebulan bisa habis sekitar 100 buah dengan harga jual Rp. 15.000/buah. Ditambah golok model gaplok rata-rata dijual dengan harga Rp. 70.000/buah titipan rekan sekampung dari Garut, kini hidupnya lebih menjanjikan dibanding  ngabeca yang sudah ngos-ngosan nariknya. “Lumayan sekarang mah ada pelanggan dari banyak kantor di seputar GOR Saparua. Mereka tetap butuh alat pembersih seperti ini. Mangga secanggih apa pun bangsa kita mah da pasti butuhlah sapu lidi mah.....”.  ateng2

Kala ditanya apakah sapulidinya bisa membersihkan para koruptur yang masih meraja-lela di negeri kita, langsung saja ia menjawab, ”Tentu bisalah kalau diperlukan saya siap menyapu mereka dari kantor-kantor pemerintahan disini. Nih, no hape saya sok dicatet atuh, kapan pun saya siap nyapu mereka”, begitu ujarnya dengan wajah serius sambil memberikan no “hot line”-nya.

Sekedar kontemplasi dari pertemuan dengan Ateng yang sedikit punya “dendam” bagi pemotor hingga pengoperasian becanya terpaksa berhenti, kesimpulannya silahkan diambil sendiri saja. Sekedar clue pula diantaranya, sapu lidi hingga kini masih tetap dipakai sebagai kiasan alat pemersatu – sapu nyere pegat simpay. Misal, maraknya kasus korupsi di negeri kita, bagi para pemberantasnya – silahkan gunakan kesediaan Ateng dengan dengan “hot line”-nya. (HS/dtn)


emgz2

Artikel lain...

Asprumnas Transpormasi Menjadi Perwiranusa, Tetap Konsisten Dukung Sejuta Rumah Untuk Indonesia

Asprumnas Transpormasi Menjadi Perwiranusa, Tetap Konsisten Dukung Sejuta Rumah Untuk Indonesia

destinasiaNews - Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS) sebagai wadah profesi para pengembang Rumah Rakyat di Indonesia tetap konsisten...

Jurnalis Citarum Harum – Dorong Percepatan Sungai Citarum Bersih Abadi

Jurnalis Citarum Harum – Dorong Percepatan Sungai Citarum Bersih Abadi

destinasiaNews -  “Saya hanya mau sungai Citarum hari ini dan seterusnya bersih abadi. Tak sudi program Citarum Harum gagal seperti...

Maman Cawabup KBB nomor 1 Bersama Indonesia Timur Bersatu

Maman Cawabup KBB nomor 1 Bersama Indonesia Timur Bersatu

destinasiaNews - Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada 2018 ini, dihuni sekitar 1,6 juta jiwa. Faktanya, kini di KBB  dihuni oleh...

PJB & Gerakan Hejo – Sinergi, Tebar Cinta Lingkungan

PJB & Gerakan Hejo – Sinergi, Tebar Cinta Lingkungan

destinasiaNews – Sehari itu (16/2/2018) kegiatan Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo sejak pagi hingga malam seakan tiada jeda....

Maman Menjadi Bapak Asuh Penyanyi Jalanan

Maman Menjadi Bapak Asuh Penyanyi Jalanan

  destinasiaNews - Musisi dan penyanyi Jalanan yang tergabung dalam Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ), yang biasa mangkal di simpang atau...

Pengunjung

01839100
Hari ini
Kemarin
891
1361