Progres Penertiban PKL Cicadas # 1 Suara-suara-dari-Trotoar

PKL Cadas1

Destinasianews - Salah satu surat menarik yang nyelonong ke meja redaksi destinasianews pada awal Juli 2015, datang dari lrwan. Ia adalah diaspora Indonesia yang tinggal di Eropa sejak 2002. Kebetulan pula Irwan berasal dari kota Peuyeum Bandung. Pertanyaan yang menyeruak darinya: Produk peuyeum Bandung, masihkah suka diburu para pelancong ke kota kita? Eh itu, bagaimana nasib jalan Cicadas (Jend. A. Yani), apakah PKL-nya masih meraja-lela? Bagaimana nasib pejalan kaki, apa sudah diperbolehkan berlenggang-kangkung di trotoar sana? Atau, sebaliknya pejalan kaki dilarang berjalan di trotoar itu? Hahaha…

Itu cuplikan email Irwan, yang suka ceplas-ceplos seperti dulu sebelum Ia bermukim di Scandinavia. Menurutnya, para pejalan kaki di negeri “beradab” sana, amatlah dihormati, dijamin kenyamanan dan keamanannya oleh negara! Tak seperti di negara kita, aneka macam peraturan dan undang-undang yang memuliakan pejalan kaki di trotoar, tak satu pun dipatuhi. “Perwal, Peraturan Tata Kota, dan semacamnya”, hanya jadi macan ompong. Penegakan hukum, hanya ada di negeri antah berantah. PKL Cicadas, memang absurd!”, serunya dalam dalam suatu kesempatan membincangan hal ini melalui skype.

Maaf kata, ucapan Irwan sepertinya telah melewati ambang batas alias sarkastis – Apa boleh buat ini sudah fakta, sejak era 1998 puncaknya, ratusan hingga mendekati angka seribu PKL di Cicadas “mondok moék” ,malah. Uniknya, batas kepatutan hidup “beradab” dalam satu kota bagi warga kota Bandung Timur, atau Cicadas khususnya - Sudah pada tahap sukar membedakan funggsi trotoar bagi sebuah perkotaan?!

Tersebab fakta di atas, destinasianews.com sekali tempo menyambangi Ujang Ompong (5/7/2015) selaku salah satu pimpinan PKL Cicadas. Dalam perbincangan singkat menyangkut nasib ratusan PKL rekannya:”Ya, memang sudah ada pendekatan dari Ridwan Kamil (Walikota Bandung – red.). Beberapa bulan lalu kami ditawari relokasi ke eks pertokoan Matahari di Jl. Kiaracondong. Masalahnya, belum ada titik temu soal ini. Ya, menyangkut siapa dan bagaimana aturan menempatinya. Sampai sekarang, masih buntu, tergantung bapak camat-lah …”.

Sementara itu, masih dihari yang sama Nanang, salah satu PKL di Cicadas yang berjualan makanan menyatakan kejengahannya berdesak-desakan di trotoar Cicadas: “Kami sadar sebagai pedagang disini sudah menyalahi hukum. Tinggal keseriusan dari semua pihak. Siap saja kami dipindahkan, asal ada solusi-lah”.

PKL Cadas2Manakala Nanang diminta menguraikan apa yang dimaksud dengan kata “solusi”, Ia tak serta merta mampu menguraikannya.”Kami sangat sadar, dimata hukum bagimanapun lemah. Hak orang berjalan kaki, kebersihan dan keindahan kota sudah kami halangi. Belum lagi, katanya Bandung Juara itu, dimana-mana kan banyak penertiban sekarang ini. Kami juga ingin hidup tertiblah”.

Merunut pada hasil pemberitaan media selama ini, ternyata pencanangan penertiban PKL Cicadas Bandung, sepertinya tak serius digarap. Sejumlah pimpinan kota yang sudah jelas-jelas memegang mandat dari sekitar 2,4 juta pendududuknya, masih sibuk menggulirkan sejumlah prioritas. “Tampaknya penertiban PKL Cicadas belum diprioritaskan. Yang didahulukan masih PKL di seputar Jl. Sudirman. Tapi tunggulah, sebentar lagi bakal datang kayaknya?!”, papar Efendi (49), warga Jl. Sukamulus, Cicadas, Cibeuying Kidul.

Menurut Efendi yang seumur hidup tinggal di Cicadas, masih terkenang keindahan Jalan Cicadas yang tanpa PKL. “Dulu waktu masih bersekolah di SD Santo Yusuf, pergi dan pulang ke sekolah dari rumah masih bisa menyusuri trotoar. Itu sebenarnya hak kami sebagai pejalan kaki. Sekarang, mana hak itu? Semua ditutup PKL. Bandung Juara, rasanya sukar diraih mau berjalan di toroar saja tidak bisa. Ini kan aneh. Juara tidak boleh berjalan di trotoar, bolehlah. Halo, apa kabar Bandung Juara?

Setali tiga uang, isi email Irwan dari Scandinavia, tak salah memang bila Ia centang-perenang mempertanyakan nasib trotoar Cicadas, kini bagaimana? Jawabnya, warga Bandung umumnya, masih tidak diperbolehkan leluasa berjalan kaki di trotoar. Apa boleh buntet, Cicadas masih juara untuk PKL-nyah! (HS/dtn). 


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01606056
Hari ini
Kemarin
2097
1289