Di Balik Kisah Waduk Jatigedé Cerita Buhaya Putih dan Keuyeup Bodas Continued

waduk 2

Destinasianews - Jelang Jatigedé dibikin tenggelam, di kalangan masyarakat muncul juga berbagai tanggapan, utamanya yang berkenaan dengan akan lenyapnya puluhan situs budaya di kawasan penenggelaman di Kabupaten Sumedang. Cerita turun-temurun yang berkaitan dengan bendungan inipun kembali diperdengarkan, seperti cerita berikut ini dari Ki Wangsa (54), warga Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Kab. Sumedang, Jawa Barat. Cerita ini dipublikasi oleh Balai Pelestari Nilai Budaya Bandung dalam buku “Inventarisasi Sejarah Lokal, Mitos & Cerita Rakyat Jatigedé di Kanupaten Sumedang.” (Agus Heryana dkk.)

Buhaya Putih dan Keuyeup Bodas

Sejak jaman apa, Sungai Cimanuk dihuni oleh Buaya Putih dan Keuyeup Bodas, makhluk raksasa penjelmaan jin. Mungkin makhluk raksasa ini muncul pada jaman entah berantah. Kedua makhluk raksasa itu memiliki pengikutnya yang cukup banyak, hidup berada di sungai tetapi tidak pernah akur. Karena Buaya Putih tamak dan ingin menguasai sepanjang hulu sungai sampai Muara Sélong pantai utara Indramayu. Wadyabalad Keuyeup Bodas gerah setelah Buaya Putih memproklamirkan diri sebagai penguasa sungai, kemudian berseru kepada seluruh pengikutnya agar membuat danau raksasa dengan membendung Sungan Cimanuk.

Di danau ini, Buaya Putih akan menghabiskan hari-hari berbulan madu bersama putri dari Ratu Penguasa Pantai Utara. Seluruh pengikutnya, mulai dari kura-kura, biawak, komunitas ikan melaksanakan perintah Sang Penguasa sungai itu. Kecuali komunitas Keuyeup Bodas termasuk kepiting dan makhluk-makhluk kecil lainnya menentang rencana pembuatan bendungan raksasa tersebut. Sehingga menjadi sasaran kemarahan Raja Sungai yang sedang dimabuk asmara.

Buaya Putih berseru kepada seluruh panglimanya, agar membunuh Keuyeup Bodas dan seluruh pengikutnya, dengan mengerahkan ribuan pasukannya. Namun tak satupun wadyabalad Keuyeup Bodas dapat ditangkap, rupanya sebelum pasukan Buaya Putih menyerbu, mereka sudah lebih dulu bersembunyi di tempat yang aman. Sehingga menganggap pasukan Keuyeup Bodas mengungsi ke tempat lain. Maka dengan tenang wadyabalad Buaya Putih berbondong-bondong ke daerah Sanghyang Tikoro. Disanalah mereka menyatukan kekuatan, kemudian menghancurkan tebing-tebing sungai kiri dan kanan. Sanghyang Tikoro longsor. Bongkahan batu dan tanah menutup aliran sungai terjadilah banjir.

trukKeuyeup Bodas menyerukan kepada ribuan prajuritnya agar menjebolkan penyangga air, karena akan mengancam keselamatan manusia. Seketika airpun surut, membuat Buaya Putih marah. Ia tahu gelagat buruk itu tindakan Keuyeup Bodas, maka menyerukan kepada seluruh pengikutnya agar menyerbu pasukan Keuyeup Bodas. Seruan itu ditentang oleh panglima perangnya, karena membasmi Keuyeup Bodas bukan pekerjaan mudah. Menaklukan mereka harus dengan cara rékaperdaya (réka=akal, perdaya=sempurna). Dengan akal yang sempurna mereka akan bertekuk lutut. Akhirnya Buaya Putih menyerukan damai. Tetapi seruan itu tidak ditanggapi oleh Raja Keuyeup, membuat Buaya Putih marah besar. Akhirnya bertarung, Keuyeup Bodas berhasil dirobohkan. Buaya Putih bersumpah, Selama bernyawa tetap akan membendung walungan Cimanuk. “Seandainya aku mati, rohku akan masuk ke dalam haté pengangung negara dan suatu saat orang-orang bule berdatangan di Cinambo, mereka adalah wakil-wakilku yang akan membendung walungan.”

Keuyeup Bodas menimpalinya, “Silakan, asal bisa!” Jawabannya pendek, membuat Buaya Putih murka. Pada saat hendak membunuh tiba-tiba Keuyeup Bodas berganti wujud menjadi gumpalan bahaya putih melesat ke angkasa. Buaya Putih terkejut, kemudian menggerakkan badannya seketika berubah wujud menjadi gumpalan cahaya merah melesat ke angkasa mengejar cahaya putih…. Begitulah. (ar/dtn).- Foto:KK

Baca juga : #SaveJatigedé : Menggenang Danau di Tengah Kemarau


emgz2

Artikel lain...

50 Pasang Penyanyi Jalanan Nikah Masal di KODIKLAT TNI AD

50 Pasang Penyanyi Jalanan Nikah Masal di KODIKLAT TNI AD

destinasiaNews, Acara pernikahan  masal sebanyak 50 pasangan pengantin yang tergabung dalam Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bandung melakukan akad nikah...

M Ridwan & H Muhammad Harris,Pastikan Maju di Jalur Independen ke Pilbup Bogor 2018

M Ridwan & H Muhammad Harris,Pastikan Maju di Jalur Independen ke Pilbup Bogor 2018

  destinasiaNews - Tokoh Pemuda Bogor, M Ridwan kala diajukan pertanyaan mendasar -Sudah mantapkah Anda maju melalui jalur independen di...

Eka Santosa, Politisi Senior - Malu Kalau Pengurus Partai “Oon”

Eka Santosa, Politisi Senior - Malu Kalau Pengurus Partai “Oon”

    destinasiaNews- Senior Eka Santosa yang sejak Juni 2017 didaulat sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Jabar, saat Halal Bil Halal &...

Di Menit Terakhir Yossy Irianto Coba Kesempatan Perahu Demokrat Untuk Maju Pilwalkot Bandung

Di Menit Terakhir Yossy Irianto Coba Kesempatan Perahu Demokrat Untuk Maju Pilwalkot Bandung

Destinasianews – Yossy Irianto Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bandung datang di menit terakhir untuk menyerahkan berkas pendaftaran penjaringan bakal calon...

Ruli Hidayat Daftar Jadi Walikota Bandung

Ruli Hidayat Daftar Jadi Walikota Bandung

Destinasianews.com – Ruli Hidayat, Cicit dari pahlawan nasional, H.O.S Tjokroaminoto resmi mengembalikan berkas persyaratan sebagai kandidat bakal calon Walikota Bandung...

Pengunjung

01521469
Hari ini
Kemarin
985
1309