IOM ITB Gelontorkan Bea Siswa Ratusan Juta Rupiah

Sil IOM ITB 15

Destinasianews – Ikatan Orang tua Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (IOM ITB) adakan silaturahmi dengan orang tua mahasiswa baru angkatan 2015, merupakan salah satu program IOM ITB yang digelar setiap awal tahun perkuliahan mahasiswa baru. Pada acara tersebut, selain jajaran pengurus IOM ITB dan orangtua mahasiswa baru angkatan 2015, turut hadir Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, Rektor ITB; Dr. Ir. Surono, Kepala badan Geologi, Kementrian ESDM RI; Prof. Ir. Bermawi Priayatna Iskandar, M.Sc., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB; Dr. Ir. Ahmad Nuruddin, M.Sc; Kepala Lembaga TPB-ITB, serta para undangan lainnya, berlangsung Minggu (9/8) pagi di Aula Timur ITB Jalan Ganesa Bandung.

Ketua Umum Pusat IOM ITB, Dr. Ade Bagdja dalam kata sambutannya memaparkan tentang apa dan siapa IOM ITB itu ? Menurutnya bahwa mahasiswa ITB merupakan tunas bangsa dan generasi penerus yang terpilih, karena keunggulan intelektual yang dimilikinya, tentu saja mereka yang akan berkiprah dalam pelaksanaan pembangunan di negeri ini selanjutnya. Para tunas bangsa ini datang dari seluruh pelosok wilayah Indonesia dan berasal dari berbagai lapisan masyarakat yang memiliki latar belakang serta kemampuan finansial yang berbeda-beda pula.

Menyadari kenyataan tersebut, atas prakarsa beberapa orangtua di lingkungan ITB saat itu dan didorong keinginan luhur, maka dirintislah suatu kegiatan bersama dalam bentuk organisasi sosial yang dinamakan Ikatan Orangtua Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (IOM ITB) pada 14 Juli 1968 lalu kemudian pada 16 Desember 1974 dikukuhkan menjadi badan hukum. Sesuai dengan latar belakang pendiriannya, tujuan IOM ITB adalah untuk membantu mahasiswa ITB mengatasi kendala, baik yang bersifat finansial maupun non finansial yang dihadapinya, ujar Ade.

IOM ITB secara rutin mengalokasikan sejumlah dana dan menyediakan waktu untuk berkonsultasi guna membantu kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang dilaksanakan oleh Keluarga Mahasiswa (KM), Himpunan Mahasiswa Program Studi di lingkungan ITB. Secara kuantitatif maupun kulitatif layanan IOM ITB kepada mahasiswa dan orangtua menunjukan perkembangan yang menggembirakan, dan diakuinya masih banyak yang harus diperjuangkan, kata Ade.

Dari data statistik yang ada, 20% mahasiswa ITB yang baru, berasal dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi. Hingga saat ini, dari seluruh populasi mahasiswa ITB tingkat sarjana,

IOM ITB hanya dapat memberikan bantuan finansial sebesar 8% dari yang membutuhkan. Dalam waktu dekat presentase itu bisa ditingkatkan menjadi 13% - 15%, dan target jangka menengah IOM ITB adalah Zero Drop Out untuk masalah Non Akademik, tegas Ade.

Di tahun 2014 IOM ITB telah memberikan bantuan finansial kepada 159 mahasiswa ITB, baik itu beasiswa pendidikan, kesehatan dan lainnya sebesar Rp. 866.935.000 dan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan finansial silakan datang ke sekretariat IOM ITB di Campus Center Barat untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, kata Rosaning bendahara IOM ITB.

Ditempat terpisah, Agus warga Buah Batu Bandung, salah satu orangtua mahasiswa yang hadir dalam acara silaturahmi ini, dirinya merasa bahagia karena putrinya bisa diterima di ITB melalui jalur SBMPTN. Acara yang digelar mulai pukul 08:00 – 17:00 wib, Agus tak beranjak dari ruangan Aula Timur ITB hingga acara selesai.

Menurutnya banyak informasi dari para nara sumber dengan berbagai pengalaman tentang kiat-kiat dan strategi bagaimana mengikuti proses perkuliahan di ITB seperti yang disampaikan Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, yang menyampaikan tentang bagaimana menghadapi persaingan global kelak, seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lalu Prof. Ir. Bermawi Priayatna Iskandar, M.Sc., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, mengupas tentang “Sistem Pendidikan di ITB”, kemudian Dr. Ir. Ahmad Nuruddin, M.Sc., Kepala Lembaga TPB-ITB, memberikan pandangan tentang “Kiat Sukses Menempuh Tahap Persiapan Bersama (TPB)”, kata Agus

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, yang konon katanya sedang bertugas ke luar negeri, namun diluar dugaan ternyata beliau baru saja tiba Bandung dan langsung menuju Aula Timur ITB menghadiri acara silaturahmi IOM ITB, kata Taufik salah satu panitia

Dalam kata sambutannya, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi mengatakan, bahwa kita hidup di era global, sebuah masa dimana “yang jauh menjadi dekat, yang dekat menjadi jauh”. Salah satu perwujudan globalisasi adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan secara penuh di akhir tahun ini.

Dengan MEA kita akan berhadapan berbagai “arus bebas” : barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja terampil. Selain tantangan, MEA juga memberikan peluang dan kesempatan lebih besar bagi putra-putri kita untuk bekerja di negara tentangga. Arus investasi dan modal pun dapat mengalir ke dalam negeri.

Ada syarat-syarat tertentu agar peluang ini dapat termanfaatkan. Untuk dapat bekerja di luar negeri, kemampuan dan kapasitas lulusan kita harus dapat dipersaingkan dengan lulusan dari negara-negara lain.

Adanya tenaga terampil lokal masih tetap menjadi daya tarik masuknya investasi. MEA akan membuka sekat-sekat yang selama ini membatasi, sehingga negeri atau orang yang jaraknya jauh menjadi dekat.

Untuk membekali mahasiswa, setelah lulus sarjana (S1) nanti akan ada tambahan ilmu entrepreneurship selama satu semester dan sertifikasi profesi, ujar Kadarsah.

Tipologi mahasiswa ITB menunjukan tingkat kecerdasan yang rata-rata baik, bahkan cenderung sangat baik, tetapi dalam hal komunikasi social dan adaptasi rata-ratanya di bawah cukup. Keasyikan menggunakan gawai (gadget) dapat menyebabkan seseorang terasing dari lingkungannya, membuat “yang dekat menjadi jauh”, sehingga mempersulit adaptasi dan pada akhirnya dapat mengganggu studi mahasiswa, kata Kadarsah

Menyadari situasi di atas, pendidikan ITB harus mencakup pendidikan keilmuan dan pengembangan kepribadian (karakter) yang bermartabat, yang mencakup aspek- aspek soft skills.

Pendidikan seperti itu tidak hanya didapat melalui kegiatan akademik kurikuler, tetapi memerlukan interaksi sosial yang sehat.

Oleh karena itu, ITB mengharapkan setiap mahasiswannya terlibat secara proporsional dalam aktivitas kemahasiswaan (UKM) pungkas Kadarsah. (HRS)


emgz2

Artikel lain...

Susi Pudjiastuti - Gerakan Hejo, Setuju Perbaikan Lingkungan Kab. Pangandaran: Perusaknya, Tenggelamkan !

Susi Pudjiastuti - Gerakan Hejo, Setuju Perbaikan Lingkungan Kab. Pangandaran: Perusaknya, Tenggelamkan !

  destinasianews - Hari kedua pada  3 Juni 2020 rombongan DPP Gerakan Hejo dari Bandung yang melakukan kunjungan khusus ke Kabupaten...

Pembakar Aula Balegede Pasir ImpunTertangkap, BOMA Jabar Apresiasi Apresiasi Kinerja Polisi

Pembakar Aula Balegede Pasir ImpunTertangkap, BOMA Jabar Apresiasi Apresiasi Kinerja Polisi

destinasianews - Merebaknya informasi tentang tertangkapnya terduga pelaku pembakaran (9/6/2020) aula ikonik Jabar yang dikenal dengan nama (aula) Balegede yang...

Baliwood Land dan LIPI Jalin Kerjasama, Yuk Ikutan ‘Virtual’ Seminar Potensi Desa

Baliwood Land dan LIPI Jalin Kerjasama, Yuk Ikutan ‘Virtual’ Seminar Potensi Desa

destinasiaNews – Tatkala UU Desa disahkan pada tahun 2014, pemerintah secara konsisten memberikan perhatian besar atas pembangunan desa. Hal ini tampak...

Ganjar Pranowo Gubernur Jateng ‘Mendadak’ Diskusi dengan Eka Santosa BOMA Jabar di Bandung, Apa Agendanya ?

Ganjar Pranowo Gubernur Jateng ‘Mendadak’ Diskusi dengan Eka Santosa BOMA Jabar di Bandung, Apa Agendanya ?

destinasiaNews  – Entah apa dan siapa yang merancang, ternyata ada angin baik,Munculnya seakan tiba-tiba saja. Adalah, dua tokoh nasional Ganjar...

Trie Utami & Irianti Erningpraja Tak Hanyut oleh Pandemi Covid-19, Lahirkan Musik Anuhyang yang Sarat EEDM …

Trie Utami & Irianti Erningpraja Tak Hanyut oleh Pandemi Covid-19, Lahirkan Musik Anuhyang yang Sarat EEDM …

destinasiaNews- Apa itu Anuhyang? Dipastikan, itu pertanyaan yang terbersit di antara kita, apalagi bagi yang telah mengenal musisi Trie Utami...

Pengunjung

05505492
Hari ini
Kemarin
2680
3859