Raungan Korban Waduk Jatigede Sumedang (2)

raung 1

 Tak Sudi Jadi Wadal

Destinasianews – Minggu siang itu (31/8/2015) sebuah sepeda motor butut, biasalah yang suka dipakai ngojeg yang buatan Jepang itu, meraung-raung suaranya. Akibatnya, raungan ini menggasruk beberapa pelihat dan pendengar disekitarnya. Naluriah, seharusnya reaksi yang didatangi sepeda motor butut ini, geram kepada pengemudinya – ketenangannya terusik. Sebaliknya, kumpulan orang ini tak hirau, malah. 

raung 5Rupanya, ada permakluman. Puluhan orang yang berkumpul di seputar seputar SDN Cipaku Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang, juga sedang berperasaan sama, super galau. Apalagi beberapa menit lalu sekitar pukul 11.00 WIB (31/8/2015) tersiar kabar,  penggenangan Waduk Jatigede yang hanya beberapa kilometer dari Cipaku - sudah dimulai oleh Gubernur Aher, walaupun presiden tak datang, geningan?!     

Usai sepeda motor “pembuat onar” mereda rauangannya, dan diparkir sekenanya dekat pagar sekolah. Seseorang berbisik kepada penulis:”Itu Deden Obur, warga Desa Jemah tetangga kami. Dia tadi melihat peresmian waduk. Kemarahannya kambuh”. Menurut pembisik ini pula, Deden sudah kerap melenceng perilakunya dalam tiga bulan terakhir ini. “Tahu penyebabnya?! Yang seperti ini ada puluhan. Yang jatuh miskin dan sakit tiba-tiba juga banyak. Pemerintah, tak mau tahu soal ini”.

Hari itu, sekumpulan warga di sekitar SDN Cipaku yang 50 hari lagi akan tenggelam sejak 31 Agustus 2015, harus mahfum akan perilaku hariweusweus (risau dan gugup)  Deden. “Dua belas hari lagi Desa Jemah tempat tinggal Deden pasti tergenang. Kemarin, Dia seenaknya menebang pohon tetangga saya di Cipaku. Kandang kambing saudaranya desa lain, dibongkar pula. Lainnya, yang mau bunuh diri juga ada”, tambah pembisik. raung 2  

Tegasnya, warga yang didatangi Deden ini,sedang menanti detik-detik terakhir kabar penggenangan Waduk Jatigede (31/8/2015) yang diresmikan Menteri PU dan Pera, Mochamad Basoeki Hadimoeljono; Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan; juga disaksikan Wakil Bupati Sumedang, Eka Setiawan; dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sungai Cimanuk, Tri Sasongko. Praktis 52 tahun prosyek ini baru terwujud, sejak 1963 kala era Ir. Soekarno, Presiden RI pertama.

Tak urang, usai menit-menit peresmiannya, di Cipaku masih muncul hal-hal dramatis:“kalau bisa mah ditunda atau dibatalkan. Kan penggantiannya belum beres. Kami ini manusia, bukan hewan”,kata Nandang lirih dengan tatapan mata kosong. Yang mau mendengar keluhan ini hanya ada beberapa gelintir relawan yang tinggal bersama mereka. “Kami dengar dan catat, lalu kelak direkomendasikan bagi pihak terkait. Selalu kami cari solusinya”, kata Taufan Surat Suratno, salah satu representasi DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Hidup Tatar Sunda).    

Tak Mau Dibohongi

raung 4Rupanya siang itu mengapa berkerumun puluhan orang di seputar SDN CIpaku – korban penggenangan Waduk Jatigede, ada dialog khusus dengan para tokoh nasional atau Jabar, dan lokal. Mereka itu anggota DPD RI, Eni Sumantri; Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari; dan Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, Irwan Syahputra. Di luar kelaziman, ternyata ada mantan Ketua DPRD Jabar (1999 –  2004), Eka Santosa.

Hari itu Eka hadir dengan kapasitas, Pangaping BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, dan Ketua Forum DAS Citarum. “Lainnya saya diutus pula oleh Mang Ihin (Solihin GP – red.). Sementara Mang Ihin sendiri hari ini ke Jakarta, menemui para pembuat keputusan disana. Tahun 2007, kala di Komisi ll DPR RI, sudah saya paksa eksekutif, membereskan penggantian. Menyesalkan, sampai hari ini masih belum beres”.

Sementara itu menurut Ari Nulia Subagdja, pendamping OTD (Orang Terkena Dampak), tujuan pertemuan ini sebagai upaya menjembatani kebuntuan warga dengan pihak eksekutif. “Idealnya, para pejabat setelah peresmian, hadir disini. Mereka jangan tinggal enaknya saja, meresmikan lalu pulang”.  

 Telat ,Semua itu!

Singkat kisah, siang itu aula SDN Cipaku telah dipenuhi para korban yang memendam pokok perkara tuntutan penggantian per KK Rp. 29 juta, lainnya tuntutan per KK Rp. 122 juta. Sekitar 70 orang berada di aula SDN Cipaku yang sederhana. Frontal, dua pihak ini berhadapan dengan para legislatif sesuai tingkatannya.

Uniknya dimata OTD, masih samar pengertian fungsi legislatif dan eksekutif dalam sistem pemerintahan kita. Faktanya, kala Irwan Syahputra mengisi acara dialog yang dipandu Ari Nulia Subagdja, gesture apalagi “orasi”-nya dianggap kurang berkenan. Akibatnya, berkali-kali Irwan menjelaskan posisi dirinya setara dengan OTD:”Justru saya berada di pihak Bapak dan Ibu disini. Memperjuangkan hak-hak yang selama ini belum dipenuhi pemerintah”.

Kenyataannya, manakala Irwan berbicara, Ia seakan tak digubris. Celetukan dan cemooh, dari para OTD bersliweran, justru. Beruntung, Irwan tampaknya sadar diri, buru-buru orasi-nya diakhiri. “Kalau seperti ini, datang dengan sekedar pidato, pulang sajalah”, seru beberapa orang dengan suara cukup tinggi menanggapi orasi Irwan.

Alhasil, dialog pada sesi ini, nyaris buntu – mengecewakan OTD. “Pulanglah, segera. Kami ini korban, jangan malah makin dikorbankan”, tambah OTD lainnya. “Bunuh saja kami sekalian”, seru seorang pria setengah baya sambil langsung ngeloyor keluar ruangan. 

raung 3

Setali tiga uang, ujaran Ineu Perwadewi dan Eni Sumantri, juga tak menurunkan tensi dihadapan OTD Waduk Jatigede. Silih berganti, OTD mengeluarkan unek-unek yang mereka pendam selama bertahun-tahun. Niat baik tentara dan polisi untuk evakuasi menjelang penggenangan, mereka gugat dengan lantang. Lambannya keputusan Pengadilan Agama, dan penentuan hak waris sesuai dua kategori penggantian, dipertanyakan dengan tajam. Aneka keluhan mulai salah ukur, salah orang, dibahas dengan tensi tinggi. Kesimpulannya, terjadi semacam adu-debat yang sepertinya tak ada titik temu.

Sebuah surat yang pernah ditandatangi pejabat di tingkat Kabupaten Sumedang, menyangkut penundaan ayau pembatalan penggenangan Waduk Jatigede, pun sempat dibawa ke depan oleh OTD. Surat ini ditunjukkan ke Ineu, Eni, dan Irwan khususnya. “Ini apa artinya. Isi surat ini apa?”, seru sesorang sambil setengah dilempar surat itu ke ketiga wakil rakyat. 

Menjelang akhir dialog yang cenderung panas dan menegangkan, dua legislator Ineu Purwadewi dan Eni Sumantri, mengakhirinya dengan nuansa emosional – menangis dihadapan para OTD yang juga sama-sama bertensi tinggi. “Semua sudah telat!”, seru Chris Brummitt, Jurnalis Bloomberg News yang hadir diantara pewarta lainnya.

“Kalau ada Pak Presiden Jokowi saat itu, mungkin keputusan penggenangan hari ini bisa dibatalkan. Terungkap semua tadi semua kebohongan dari pemerintah”, seru Sahdi (46) dan Supendi (47), warga Cipaku menurutnya - detik-detik penggenangan waduk hari itu amat sangat menyakitinya.   

Dik Tanbih, aktivis dari LSM CADAS yang selama ini mendampingi OTD, diakhir pertemuan yang berlangsung panas dan menegangkan: ”Masih beruntung, warga tadi bisa mengontrol emosinya. Bayangkan, kalau ada provokator tak tahulah apa yang terjadi, Bisa-bisa kena timpuk?!”

Surti dan Apresiasi 

raung 6Seusai drama yang menegangkan, masih di kompleks SDN Cipaku, Chris Brummitt sempat menginterview cukup mendalam menyangkut konstalasi kasus ini kepada Eka Santosa. Esensi interview ini, diantaranya:“Pemerintah harus mengapresiasi para OTD. Harus pula direlokasi ke tempat yang layak. Di tempat baru, kehidupannya harus lebih baik.Nasib ribuan siswa SD dan SMP, dan seterusnya, harus diperhatikan serius. Antar sektor, jangan saling tuding. Keluhan warga tadi amat mengejutkan saya”. 

Menurut Eka Santosa pula, yang mengaku pendukung Jokowi:”Diduga ada rekayasa pejabat dibawahnya, ibaratnya menghidangan cucuk (duri) untuk Presiden. Kalau Presiden tahu yang sebenarnya, keputusan penggenangan sebelum masalah kemanusiaan tuntas – ini langkah keliru”. 

Kepada Chris  Brummitt, di akhir perbincangannya Eka Santosa, yang sempat menyaksikan dialog legislator - OTD di SDN Cipaku yang berlangsung panas, dirinya “keep silent” – tidak berbicara di tempat yang kurang cocok, kembali menekankan:”Ingat Bung Chris, tadi itu warga sangat surti, rela berkorban demi negara. Bersedia pindah ke tempat baru. Syaratnya, pemerintah harus mengapresiasi lebih tinggi dari yang mereka berikan. Itu baru pemerintahan yang benar”. 

Ternyata yang “meraung” soal Waduk Jatigede yang proyeknya mangkrak lebih dari setengah abad  itu,  bukan Deden saja. Ribuan lainnya masih meraung lebih keras, entah sampai kapan? Numpang tanya: Raungan ini apa sudah termasuk komplen yang 12.000 itu? Yang ditampung kantor Samsat di Jl. Braga Bandung? Katanya, berkas komplen ini tak pernah ditangani hingga kini? Koq bisa sih? Koq ya? (HS/AR/SA?dtn)   

Baca juga : Raungan Korban Waduk Jatigede Sumedang (1)


emgz2

Artikel lain...

Masyarakat Akuakultur Indonesia Helat International Confrence Aquaculture Indonesia 2018 di Yogyakarta

Masyarakat Akuakultur Indonesia Helat International Confrence  Aquaculture Indonesia 2018 di Yogyakarta

destinasiaNews – Untuk kesekian kalinya Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), kembali menggelar Konferensi Internasional ‘ICAI 2018 - International Conference of Aquaculture...

Pemilih Pada Pilkada Jabar 2018 Cenderung Rasional

Pemilih Pada Pilkada Jabar 2018 Cenderung Rasional

destinasiaNews - Usai pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 27/6/2018 lalu, Tim Peneliti dari Pusat Studi Politik...

Crown Group Pasarkan Hunian Vertikal ke Indonesia

Crown Group Pasarkan Hunian Vertikal ke Indonesia

destinasiaNews – Sebuah perusahaan terkemuka dari Australia, yang memiliki se-gudang pengalaman dan penghargaan yaitu Crown Group Holdings (Crown Group), merupakan...

TUNA LOVERS at EMPAT DARA 2

TUNA LOVERS at EMPAT DARA 2

destinasiaNews – Destiners, khususnya bagi yang tinggal di daerah Sukabumi – Jawa Barat, apalagi yang mengaku Tuna Lovers, sudahkah mencoba...

Bacaleg DPRD Provinsi & DPR RI Partai Berkarya,, Bebenah Diri Jelang Pileg 2019 – ‘Kuantitas Bacaleg Berlebih’

Bacaleg DPRD Provinsi & DPR RI Partai Berkarya,, Bebenah Diri Jelang Pileg 2019 – ‘Kuantitas Bacaleg Berlebih’

destinasiaNews – Berlokasi di Kawasn Ekowisata dan Budaya Alam Santosa tepatnya di Pasir Impun, Cimenyan Kabupaten Bandung, ngaring (berkumpul) sejumlah...

Pengunjung

02267899
Hari ini
Kemarin
3212
3544