Dede Akan Praperadilankan Polda Jabar

Mafia Tanah 1

Destinasianews – Sudah jatuh malah tertimpa tangga juga. Kira-kira demikian kondisi yang dialami Dede Rostandi. Maksud hati ingin meminta keadilan hukum dalam kasus penjualan tanah yang berujung pada pasal penggelapan dan penipuan uang hasil penjualan tanah tersebut, dengan tersangka Tjia Man Lien. Namun justru malah berbalik arah, Tjia Man Lien dan Cun Cun Widjaja melaporkan Dede Rostandi ke Mabes Polri. Merasa di dzalimi Dede Rostandi melalui kuasa hukumnya Pakpahan, SH, dirinya akan menempuh jalur mem-Praperadilankan Polda Jabar, kata Pakpahan, SH. saat gelar konferesi Pers Dede Rostandi vs Tjia Man Lien dan Cun Cun Widjaja, Kamis, (12/11/2015) siang di Café d’Palm Jalan Lombok Bandung. Dihadiri yang mewakili Dede Rostandi, Ketua Umum LSM PMPR Indonesia, Rohimat Joker; Sekjend. Ucok; Penasihat, Jodi dan lainnya.

Ketua Umum LSM PMPR Indonesia, Rohimat Joker alias Roker mengatakan bahwa kasus ini segera selesai dan jangan ada main-main. “Kita mendorong Poda Jabar dan Kejati Jabar menuntaskan masalah ini”, kata Roker.

Menurut Roker, kasus Dede Rostadi vs Tjia Man Lien dan Cun Cun Widjaja disinyalir akan diarahkan ke ranah perdata, “Kami sudah melaporkan perkembangan kasus ini ke Kejagung, Mabes Polri dan Kompolnas”, tegas Roker.

Roker, sang Aktivis LSM PMPR Indonesia ini mengatakan, bahwa Jelas tujuannya adalah hanya ingin proses hukum perkara Dede Rostandi vs Tjia Man Lien segera mendapatkan penjelasan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dimana sampai saat ini berkasnya bolak-balik (Polda-Kejaksaan) alias P19, bahkan sempat ada putusan dari pihak Polda Jabar bahwa hasil perkara tersebut sudah di SP3-kan,” terang Roker

"Hal inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi kita sebagai Lembaga Sosial Kontrol LSM PMPR Indonesia yang ingin mengetahui kejelasan terkait perkara tersebut”, ujar Roker

“Apalagi sekarang Polda Jabar sudah mempersiapkan untuk SP3 yang kedua. Apa alasan pihak Polda Jabar memberi putusan SP3 yang kedua dalam kasus ini, belum cukup bukti dari segi mana ? “Biar pihak pelapor mendapat kejelasan dalam pengumpulan bukti, mengingat hasil dari pra peradilan pertama setelah diterbitkan SP3 pertama, pihak Dede Rostandi menjadi pemenang”, papar Roker. Hingga dilanjutkan perkara tersebut, kok sekarang mau diterbitkan SP3 lagi. “Kan tidak relevan ? " katanya.

LSM PMPR Indonesia juga meminta jangan sampai dari proses tersebut, justru oknum penegak hukum menjadikan perkara ini sebagai celah untuk meraup keuntungan pribadi tanpa memikirkan rasa kemanusiaan dan rasa keadilan, tegasnya "Perkara tersebut sudah jelas memenuhi unsur pasal 372 dan hal tersebut diperkuat dengan hasil legal auditor yang dilakukan oleh Robintan Sulaeman dari Mabes PolrMabes Polri, apalagi Ia sebagai saksi ahli di Mabes Polri sudah tentu dalam melakukan suatu kajian selalu mengedapankan akuntabilitas. “Dengan kata lain hasil kajian atau auditor yang dilakukan tersebut bisa dipertanggungjawabkan,” kata Roker.

MaFia Tanah 2Menurut Sekjen LSM PMPR Indonesia, Ucok, babak baru penggelapan uang hasil penjualan tanah yang dilakukan Tjia Man Lien, bermula ketika Dede Rostandi menerima Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) di bulan November 2011, dalam kurun waktu 11 bulan, inilah kali kedua Polda Jabar menghentikan penyidikan atas kasus yang sama, paparnya

Sebelumnya awal 2015 Polda Jabar mengeluarkan SP3, namun dipatahkan oleh keputusan Pengadilan Negeri Bandung yang mengabulkan permohonan "Praperadilan" Dede Rostandi Cs. Atas keputusan Majelis Hakim, atas nama Keadilan, Polda Jabar harus kembali membuka kasus tersebut, ujar Ucok

Perlu diketahui pada Agustus 2013 Dede Rostandi melaporkan kasus ini ke Polda Jabar karena Ia dirugikan lantaran uang hasil penjualan tanah tak kunjung diserahkan, tegasnya

Proses penyidikan pemanggilan para saksi dan hasil gelar perkara penyidik Polda Jabar, pada tanggal 20 Agusutus 2013, menetapkan Tjia Man Lien sebagai Tersangka, kata Ucok menambahkan

Selanjutnya Polda menyatakan jika perkara tersebut sudah cukup bukti. Kemudian penyidik Polda melimpahkan perkara tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Namun hasil gelar perkara di Kejati Jabar kemudian mengembalikan berkas ke penyidik Polda Jabar dan harus dilengkapi, bahkan proses bolak -balik Polda - Kejati terus terjadi hingga 8 kali.

Sesuai permintaan Kejati Jabar untuk melengkapi, Polda kembali mengadakan gelar perkara, hasilnya tetap sama, status Tjia Man Lien tersangka tak berubah. Di sisi lain, Tjia Man Lien dan Cun Cun Widjaja melalui kuasa hukumnya kemudian melaporkan Dede Rostandi ke Mabes Polri. Namun hasil Gelar Perkara yang melibatkan saksi ahli dari Mabes Polri, Dr Robintan Sulaeman SH MHUM MM pada tanggal 17 September 2013, justru menguatkan langkah Polda Jabar, kata Ucok

“Saat ini Polda Jabar sudah mempersiapkan SP3 kasus Dede Rostandi vs Tjia Man Lien dan Cun Cun Widjaja, terang Ucok, “Padahal hasil praperadilan kita menang,” ujarnya.  “Kita akan terus berjuang, dan setelah empat belas hari dari gelar konferensi pers ini, kita akan melakukan unjuk rasa dan menabur bunga di Polda Jabar sebagai symbol atas matinya keadilan di negeri ini,” ungkapnya, “Yang pasti LSM PMPR Indonesia tidak pernah takut, “ tegasnya.

Menurut Jodi, Penasehat LSM PMPR Indonesia, dalam kasus Dede Rostandi vs Tjia Man Lien dan Cun Cun Widjaja, hokum seperti dibolak-balik oleh segelintir orang untuk kepentingan pribadi,” paparnya. “Sudah menang di praperadilan tapi tetap muncul SP3, tidak ada bahan aturannya, akan tetapi SP3 muncul, ini aneh, katanya, “Tolong angkat hal ini”, tegas Jodi

Hanya satu permintaan Dede Rostandi Cs, meminta aparat penegak hukum bisa bersikap objektif atas penggelapan uang hasil penjualan tanah yang dilakukan Tjia Man Lien, yang sudah jelas memenuhi unsur pasal 372 dan diperkuat dengan hasil legal auditor dari Mabes Polri, pungkas Jodi yang diamini Roker. (HRS/AR/SA/dtn).


emgz2

Artikel lain...

Aksi Damai Jurnalis Bela Negara di Kantor bank bjb, Mengundang Perhatian Pengguna Jalan

Aksi Damai Jurnalis Bela Negara di Kantor bank bjb, Mengundang Perhatian Pengguna Jalan

  destinasianews – Sejumlah awak media yang tergabung dalam wadah Jurnalis Bela Negara (JBN) menggelar Aksi Damai di pelataran bank...

Lebih Dekat dengan Microgreen

Lebih Dekat dengan Microgreen

DestinasiaNews - Dari istilahnya yang masih asing tapi akrab, kita dapat dengan mudah mengartikan microgreen adalah sesuatu yang mungil dan...

Battlefield Tour Menjoesoeri Djedjak Pertempoeran Waringin di Bandoeng

Battlefield Tour Menjoesoeri Djedjak Pertempoeran Waringin di Bandoeng

DestinasiaNews - Pariwisata belakangan ini semakin diminati dengan ragam segmen tur yang ditawarkan. Namun dalam pengembangan segmen pariwisata minat khusus...

Dadang - Sahrul Gunawan Sapa Warga di Solokanjeruk

Dadang - Sahrul Gunawan Sapa Warga di Solokanjeruk

  destinasianews – Antusiasnya sambutan warga masyarskat, Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung  Nomor urut 3 Dadang Supriatna dan...

Sein Farm, Kembangkan Urban Farming Berkelanjutan di Kota Bandung

Sein Farm, Kembangkan Urban Farming Berkelanjutan di Kota Bandung

DestinasiaNews - Pemerintah Kota Bandung tengah menjalankan program Buruan Saé, sebuah program urban farming terintegrasi yang digalakkan Dinas Pangan dan...

Pengunjung

06054315
Hari ini
Kemarin
1398
4073