Tour de Cisanggarung Kabupaten Bandung # 3 Gerusan SDN Mekarjaya di Cimenyan Kab. Bandung

CISANGGARUNG 31Destinasianews – Penasaran dengan ujaran Ujang Sahla yang pada pertemuan pertama (17/1/2016) ke daerah Cisanggarung di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung:”Kalau mau lihat air jernih, datang saja ke sekitar SDN Mekarjaya. Disana sumber airnya masih jernih. Setelah itu di bawahnya, karena batunya ditambang seenaknya,jadi keruh airnya. Sampai jauh ke kota Bandung di Arcamanik dan Gedebage sana …”.  Dalam benak kala itu – “Waduh, suatu hari harus kesana lagi. Kapan ya”?

Rupanya, serial tulisan ini #1 dan #2, ada yang mengusik para pembacanya – Coba dong lihat juga, betulkah dimana itu sumber air yang masih jernih di Cisanggarung? Datangi dong? Mengapa bisa begitu? Itu sejumput tanya dari empat email yang hampir sama memprihatinkan kerusakan parah lingkungan di Cisanggarung. Mereka itu Ridwan (Kalimantan Timur), Wibowo (Klaten), Refiana (Surabaya), dan Deki (Sumbawa).  Melalui ruang ini pula kami ucapkan terima kasih atas sarannya selama ini.  Semuanya menjadikan kami harus menggeliat terus …

Persoalan sumber air jernih di Cisanggarung, pada hari Sabtu (6/2/2016), kami temukan tepat di belakang SDN Mekarjaya yang beralamat di Jl. Pasir Impun Atas, Kecamatan Cimenyan Kab. Bandung. Sayang saat itu hari libur sekolah, tak ada sesiapa pun yang bisa diajak bedialog soal ini. Yang kami temui, justru saluran air jernih dari kaki Gunung Manglayang di belakang SDN Mekarjaya ini sedang terancam. Sebrang tebingnya berupa sumber batu templek, sedang ditambang habis-habisan. “Ada kemungkinan SDN ini akan runtuh”, teringat kata Ujang Sahla pada pertemuan pertama di Cisanggarung. Dalam benak destinasianews.com – Ada benarnya, semua ini …

CISANGGARUNG 33Perda KBU

Merujuk kerusakan bentang alam di Cisanggarung dewasa ini, rasanya benar kata orang Perda No 1 Tahun 2008  Tentang Kawasan Bandung Utara (KBU) kenyataan di lapangan hanyalah  macan  ompong atawa macan kertas belaka. Ini mengingatkan pada diskusi Raperda Pansus DPRD Jabar (29/1/2016 dan 6/2/2016) di  Bandung yang bertujuan merevisi Perda No. l Tahun 2008 Tentang  KBU – Semua kalangan mulai dari legislatif, eksekutif, pemerhati lingkungan, dan warga umumnya, sudah bulat mempebaikinya. “Jangan seperti sekarang, pelanggar Perda KBU Tahun 2008, tak pernah ditindak. Kerusakan di Cisanggarung hanyalah bagian kecil saja. Lihat tuh Punclut, Lembang, Ciumbuleit, Dago, Parongpong, semua terang-terangan merusak bentang alam, pelanggarnya lenggang kangkung saja”, kata salah satu pegiat lingkungan yang tergabung pada AMBU (Aliansi Bandung Utara) ketika diskusi tentang KBU berlangsung.

Secara terpisah kepada Nurhadi, Ketua Harian LSM CADAS (Ciri Aspirasi Dari Abdi Sanagara) yang selama ini getol mencermati dan memperjuangkan hak sipil dan lingkungan:”Memang sejak otonomi daerah diberlakukan, pengawasan dari pemerintah sangat minim. Akibatnya, walaupun kami sudah berkoar-koar mencermati hal ini, nyatanya tak didengar. Permainan power di lapangan lebih dominan saat ini”.

CISANGGARUNG 32Pelancong Lokal

Terpulang kepada kita, marakanya “pelancong lokal” ke Cisanggarung akhir-akhir ini, mereka mengagumi pengelupasan bentang alam berupa batuan sebagai latar ber-swa foto,  yang sebenarnya adalah perusakan lingkungan, sebaiknya diapakan? Melalui diskusi “sejenak” bersama beberapa “pelancong lokal” ketika ditanyakan – Apakah Anda merasakan ada kerusakan alam di tempat ini? “Ah, soal kerusakan alam, tidak disni saja Kang?! Di tempat kami di Bojongsoang (Bandung Selatan – red), sama parahnya. Banjir setiap saat, kekeringan kalau kemarau. Bedanya, di Bojongsoang tidak ada batu sebesar rumah buat kami ber-selfie?!”, seru Darnata (27), pekerja pabrik tekstil di Dayeuh Kolot Bandung.

CISANGGARUNG 34Destiners, coba tebak kira-kira apa makna dari jawaban cerdas Darnata tadi? Menurut Syahadat Akbar, fotografer yang mengungkap gambar “ekstrim” kerusakan alam di Cisanggarung –“Nu penting mah eksis di dunia maya. Perkara latar belakang fotonya dari kerusakan alam, tak mereka perdulikan. Mungkin, sebatas itulah maknawi dari pelancong lokal ke Cisanggarung?!

Yang dikhawatirkan kita paling dekat atau paling sedikit, suatu saat bangunan SDN Mekarjaya bisa runtuh. Pasalnya, tebing di belakang SD ini setiap hari ditambang batu alamnya. Bila ini yang terjadi, apa jadinya? “Runtuhlah”, kata Syahadat sambil geleng-geleng kepala ...  (HS/SA/dtn) 

Baca juga : Tour de Cisanggarung Kabupaten Bandung #1 Pesona Curug Batu Templek 

                  Tour de Cisanggarung Kabupaten Bandung #2 Makam Abdul Teger Sentakdulang & Sawah Cilaja 

                  Tour de Cisanggarung Kabupaten Bandung # 4 Muasal Batu Templek


emgz2

Artikel lain...

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

destinasiaNews -Elemen warga yang tergabung pada “Musisi Bandung”, berencana membikin dompet khusus terkait bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada...

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung,...

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit  - Ini Pertimbangannya …

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen...

Semarak Clients Gathering Jakarta Bersama ibis Bandung Trans Studio

Semarak Clients Gathering Jakarta Bersama ibis Bandung Trans Studio

destinasiaNews– Dalam upaya memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para kliennya, ibis Bandung Trans Studio, menggelar acara Clients Gathering...

Pengunjung

02335731
Hari ini
Kemarin
236
3196