Maman Cawabup KBB no 1, Bersilaturahmi Dengan Para Ustadz

IMG 20180223 185116
destinasiaNews - Dalam mempererat silaturahmi dengan kalangan ustadz dan ulama, calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) nomor 1 yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman S Sunjaya terus melakukan safari keagamaan pada seluruh ulama, para ustadz dan pondok pesantren.
 
Kali ini, Maman mengunjungi kediaman ustadz Hilman  yang berada di  RW.01 Desa Sukamulya Kecamatan Parongpong Kedatangan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) KBB ini selain bersilaturahmi juga meminta doa restu dalam pencalonan wakil Bupati Bandung Barat  pada Pilkada  serentak Juni  2018 akan datang.
 
"Kunjungan ini merupakan silaturahmi biasa saja. Ini kunjungan yang kesekian kalinya kepada warga setelah berhenti menjadi Sekretaris Daerah," ucap Maman, Jumat (23/02/2018) pada awak media.
 
Maman menuturkan, banyak pembicaraan dalam pertemuan yang sangat singkat. Terutama terkait kemajuan KBB kedepan yang harus dibarengi dengan berbasis religi.
 
"Kabupaten Bandung Barat harus maju dengan dibarengi berbasis keagamaan dan ini harus di perkuat oleh kita semua," katanya.
 
Ustadz Hilman, mengatakan, calon pemimpin KBB kedepan, harus mampu bersinergi dengan berbagai kalangan termasuk dengan para ustadz dan ulama. Yang mana akan tercipta kesetabilan dan kerukunan antar umat beragama tetap harmonis terjalin dengan baik.
 
"Pemimpin KBB ke depan, harus menciptakan keharmonisan antar umat beragama dan bersinergi dengan berbagai kalangan," ujarnya.
 
Para ustadz pun, meminta semua calon yang maju dalam kontestasi Pilkada KBB, berada dalam lindungan Allah SWT. Yang mana dalam memenangkan pilkada harus bersaing secara sehat dan damai.(dtn)
 
Add a comment

Ihwal Blekok Bandung (2): Kang Emil Belum Menengok

de blekok 2DestinasiaNews - Nah, perkiraan pertanyaan “iseng” lainnya masih ala Diego ke Ujang Safaat, Ketua RW setempat Ujang Safaat yang sehari-hari mengurus sekitar 2.500-an burung blekok. Konon lagi, kata Ayahanda H Ahdan Suryana (74), blekok cs menetap di rumpun bambu di Rancabayawak lebih ramai sejak 1970-an.  

 

Belekok edit 5Inilah kira-kira pertanyaan susulan ala “Diego Bunuel”. Setidak-tidaknyah, pernahkan staf walikota misalnya, memberi bantuan ikan-ikan kecil kesukaan burung blekok yang disayangi warga di sini?

 

Apakah Kang Emil yang katanya sekarang mencalonkan diri sebagai gubernur Jawa Barat (2018 – 2023) bersama Bupati Tasikmalaya Uu Ruszhanul Ulum sebagai wakilnya, tahu nasib terkini perihal ribuan burung blekok, terjepit karena di sekelilingnya, dibangun rintisan CBD (Central Business District) yang mengarah ke kota super modern Bandung Technopolis oleh pengembang PT Summarecon Agung Tbk

 

Terus masih ada pertanyaan susulan semacam ini. Kang Ujang Safaat yang sangat bermanfaat di mata blekok, kira-kira bila Blekokpolis eh …Bandung Technopolis terwujud, keampuhan blekok yang dipercaya orang selama ini tak boleh dicederai, bakal tetap ada atau punah, malah? Artinya, blekok tak sakti lagi, malah jadi pada sakit?

 

Ini Kata Ujang Safaat

 

Faktanya selama redaksi bertemu Ujang Safaat (15/2/2018), menurutnya Kang Emil alias Ridwan Kamil selama menjabat Walikota Bandung 2013 – 2018:

 

”Belum sekali pun menengok blekok. Dengar-dengar, mau ke sini tetapi tak pernah terwujud. Yang lebih pedui justru mantan Wakil Walikota Bandung Pak Ayi Vivananda, ia cukup sering. Padahal, sudah tak menjabat lagi. Namun, masih ada bagusnya, wakil Kang Emil, yakni Mang Oded M Danial, sangat besar kepeduliannya .. .”

 

de blekok 4

Tuturan Ujang yang amat diingatnya, terkait kiprah Mang Oded untuk penyelamatan blekok. Pada bulan Desember 2018, PT Summarecon seenaknya, memakai alat-alat berat akan “memagar” Kampung Rancabayawak dengan tembok. “Kami kontak Mang Oded, hasilnya tembok itu tak jadi dibangun.”

 

Namun, masih harapan warga Kampung Rancabayawak kata Ujang, yang kini dihuni sekitar 40-an Kepala Keluarga dengan rata-rata profesi sebagai buruh tani dan pabrik di sekitar Gedebage kota Bandung:”Kapan program nyata pemkot Bandung menjadikan ini sebagai daerah tujuan wisata, sekalgus menyelamatkan koloni burung blekok. Yang terjadi, pembinaan itu hanya terbatas, pada tataran kata-kata saja?

 

Tukar Guling ?

 

de blekok 5Usulan nyata yang diinginkan warga Kampung Rancabayawak, bukankah di Gedebage Pemkot Bandung punya beberapa hektar tanah? Tanah ini bisa ditukar-guling dengan tanah milik swasta PT Summarecon?

 

“Nah, tanah pemkot ini bisa memperluas kolam macak-macak buat blekok bermain. Sekarang ini, area yang dibenahi PT Summarecon terlihat agak bagus, namun luasannya sangat kurang. Terlalu sempit blekok mencari mangsa di sana,” urai Ujang dengan wajah tampak nelangsa – “Apa salahnya, pemkot bergerak cepat terjun ke masyarakat. Lakukan proses tukar guling itu, sebelum terlambat. Inilah akibatnya, kampung blekok kalau tidak ditengok tulahnya tak mempan lagi?!”

 

Redaksi, masih dalam benak, mereaksi betapa lambat upaya penyelamatan koloni burung blekok dari para pemangku. mother), jewer tuh oknum yang selama ini mengaku paling peduli sama kepentingan lingkungan. Blekok, perlu kita lindungi. Setidaknya, tengoklah …blekok!

 

Kenyataannya, suara blekok di daerah ini beberapa kali dikumandangkan melalui berbagai media sejak era 2000-an, selalu mentok. Sabar, blekok – siapa tahu sebentar lagi bakal ada mukjizat, sang mesias datang menyelamatkan habitatmu. (HS/IS)

 

Baca juga:

Ihwal Blekok Bandung (1): Kang Emil Belum Menengok

Add a comment

Ihwal Blekok Bandung (1): Kang Emil Belum Menengok

de blekok 3destinasiaNews – Terinsipirasi serial film travelling yang mendunia bertajuk Don’t Tell My Mother (Ulah bebeja ka Indung kuring). Film ini besutan host ‘saayana’ Diego Bunuel asal negeri Perancis. Perhatikan, setiap kali tayang, kerap memunculkan secara tersamar - aspek diameteral dari sebuah negara atau obyek wisata. Ambil contoh, salah satu liputannya, mengungkap fenomena khas di negeri Pakistan. Sub tajuknya, Orang Pakistan Hasilkan Kerajinan Kulit Kelas Dunia. 

                                                                           

imageGalibnya Pakistan, adalah negara berkembang. Penduduknya, padat, plus dinamika kehidupanya ‘memikat’ di segala lini. Negeri ini punya senjata nuklir. Katanya, demi mengimbangi negara ‘besar’ tetangganya India. Lainnya, mayoritas penduduk muslim, namun berbaur-kultur dengan induknya dahulu terutama India, dan pengaruh negeri Timur Tengah’, unik kan? . 

Menohoknya, Dieogo kala tualang di negeri Pakistan kerap berperilaku ‘lugu’’ apa adanya (sayana tea). Ia berdialog akrab bersama para perajin produk kerajinan berbahan kulit hewan. Hasilnya, wow ternyata masuk kategori ‘world class’ .Ragam produknya ada sabuk, cemeti, topeng, celana dalam, busana, dan pernak-pernik lain.

 

“Tahukah apa fungsi benda ini di Eropa dan Amerika?” tanya Bunuel dengan nada ringan.

 

“Tidaklah, buat apa ini? Kami bikin saja, sesuai pesanan,” jawab salah satu pengrajinnya dengan gesture polos.

 

Masih di film yang ber-temakan Don’t Tell My Mother Diego tidak sedikit pun menjelaskan fungsi dari hasil pengrajin di Pakistan itu. Rupanya, ia menganggap penonton sudah paham (tak menggurui euy – red).

 

Asal tahu saja. sejatinya produk ini di Eropa dan Amerika, kerap digunakan sebagai pelengkap perangkat sadomasochism. Jujur, kami pun di Indonesia, ‘tak tahu’ untuk apa benda kulit ini ?! (sumpah, keur naon eta? - red)

 

Kaitan dengan Blekok?

 

blekok1

Seketika ujug-ujug terbayang, kala sekian kali di pertengahan Januari 2018, penulis berkunjung ke Kampung Kreatif Rancabayawak di Kelurahan Cisaranten Kidul Kecamatan Gedebage Kota Bandung (15/1/2018).

 

Dalam benak kala di Rancabayawak, andai Diego secara ajaib tiba-tiba hadir di Rancabayawak - menyaksikan ribuan burung blekok hidup rukun dan damai bersama warga setempat sejak era 1970-an. Arkian dipercaya, sesiapa bikin cedera burung lucu ini akan beroleh tulah. Diego, dijamin olohok – dua bola matanya bakal buburelengan … alias terbuleng-terbuleng?!

 

”Speechless …I can’t believe it amazing aya manuk liar lalucu di kota Bandung, Walikota Bandung Kang Emil (Ridwan Kamil) yang katanya sangat giat menata taman, kenapa tak mempercantik taman buat blekok? Pernahkah ia menengok blekok di sini?” begitu pengandaian ujar Diego Bunuel sambil menambahkan – “Naha bet ngantep imah blekok sigana rek disered ku perumahan Bandung Blekokpolis eh Bandung Technopolis …”

 

de blekok 6Faktanya, burung blekok (ardeola speciosa), dan kuntul kerbau (bubulkus ibis) di lahan seluas 700 meter persegi ini dari 1 hektar yang dihini sekitar 40-an Kepala Keluarga, kini makin tergerus pembangunan perumahan Bandung Tchnopolis seluas 300 hektar, terutama sejak tahun 2015 ! Globalnya, nanti masuk ke 800 hektar dengan nama CDB (Central Business District). Katanya, semua kegiatannya akan berbasis berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

 

Faktanya, yang sekali gus bikin heran banyak orang, sang Walikota Bandung itu (2013 – 2018), kata Ujang Safaat belum pernah sekali pun hadir di Kampung Rancabayawk. “Duka ku naon tah?”

 

Konon (versi futuristic), semua burung blekok di Kampung Rancabayawak yang kelak sudah menjadi CBD, nanti akan terhubung dengan cell phone yang super canggih ! Tak heran kelak, para burung blekok untuk mencari makanan tak usah jauh-jauh ke Majalaya, pantai selatan Jawa barat Rancabayawak, Pangandaran, atau Bale Endah seperi sekarang ini, Biasa, blekok ini pagi hari sarapan dulu di sekitar Kampung Rancabayawak – memakan ikan-ikan kecil di sekitar kolam.

“Nanti mah para blekok, cukup pesan melalui semacam go food,” begitu kira-kira kata Diego dengan polos …- Bersambung. (HS).

 

Baca juga:

Ihwal Blekok Bandung (2): Kang Emil Belum Menengok

Add a comment

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

IMG 20180222 WA0199
destinasiaNews - Sudah dua pekan berlalu Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) paket Paslon EMAS (Elin - Maman) blusukan, Maman S Sunjaya melakukan kegiatan menyapa warga, kini menemui jamaah pengajian di Madrasah Asyaadah RW.03 Desa Padalarang Kecamatan Padalarang, Kamis (22/02/2018)
 
Ternyata Maman pun mendapatkan sejumlah aspirasi dan curhatan yang bermula dari sebuah dialog dengan ibu-ibu jamaah pengajian juga warga.
IMG 20180222 WA0193 
"Para jamaah pengajian curhat, ngobrol mengenai apa yang menjadi keluhan masyarakat diataranya masalah raskin dalam proses pendataannya belum merata, adanya dorongan untuk pembangunan masjid dan juga tentang kesejahteraan untuk para kader posyandu", kata Maman kepada media.
 
Hadir dalam acara tersebut Tokoh agama ustadz mustofa yang berharap apa yang menjadi keluhan jamaah dan warga agar dapat menjadi perhatian Paslon EMAS di kemudian hari saat memimpin Bandung Barat.[dtn]
 
Add a comment

Maman Cawabup KBB no 1 Tatap Muka Bersama Warga Desa Kertajaya

IMG 20180221 163217
destinasiaNews - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Maman S Sunjaya yang saat ini sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat nomor 1, gencar melakukan tatap muka dan menyapa kepada warga kampung Kebonkalapa Desa Kertajaya RW.01 Kecamatan Padalarang pada Rabu (21/02/2018).
 
Sebagai bentuk kedekatan Maman dengan masyarakat kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk menampung aspirasi, kritik, keluhan, dan saran warga kepada pihak Cawabup KBB nomor 1 ini
 
Dalam kesempatan tatap muka tersebut Maman selain menyampaikan beberapa pesan tentang kesejahteraan dan pembangunan juga disampaikan pula beberapa hal mengenai bagaimana warga ikut serta dalam kontrol penggunaan dana desa agar mengutamakan skala prioritas.
 IMG 20180221 163336
Tak hanya itu, mengarahkan bagaimana warga dapat bersinergi  antara Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Aparat Desa serta pihak yang berkepentingan agar selalu ditingkatkan komunikasi dan silaturahmi demi membangun Desa yang maju dan sejahtera
 
Maman mengatakan” Kegiatan menyapa warga tersebut merupakan salah satu progam kami yang bertujuan untuk menyampaikan pesan – pesan dan menampung aspirasi warga ke desa desa melalui tatap muka seperti ini” ungkap Maman.
 
Warga berharap agar perbaikan jalan jalan gang desa dan juga mengenai kesehatan warga menjadi perhatian khusus contohnya tentang pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah di tingkatkan
 
Kegiatan yg dihadiri para tokoh warga setempat dan masyarakat desa kertajaya tersebut berakhir dengan sesi tanya jawab dan Apresiasi dari Warga  pada agenda tatap mukanya tersebut. [dtn]
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Maman Cawabup KBB no 1, Bersilaturahmi Dengan Para Ustadz

Maman Cawabup KBB no 1, Bersilaturahmi Dengan Para Ustadz

destinasiaNews - Dalam mempererat silaturahmi dengan kalangan ustadz dan ulama, calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) nomor 1 yang...

Ihwal Blekok Bandung (2): Kang Emil Belum Menengok

Ihwal Blekok Bandung (2): Kang Emil Belum Menengok

DestinasiaNews - Nah, perkiraan pertanyaan “iseng” lainnya masih ala Diego ke Ujang Safaat, Ketua RW setempat Ujang Safaat yang sehari-hari...

Ihwal Blekok Bandung (1): Kang Emil Belum Menengok

Ihwal Blekok Bandung (1): Kang Emil Belum Menengok

destinasiaNews – Terinsipirasi serial film travelling yang mendunia bertajuk Don’t Tell My Mother (Ulah bebeja ka Indung kuring). Film ini...

RTH Kota Bandung Intentensif Dibahas Eka Santosa & Oded di Pasir Impun - Benahi, Tata Ruang !

RTH Kota Bandung Intentensif Dibahas Eka Santosa & Oded di Pasir Impun - Benahi, Tata Ruang !

destinasiaNews -  Oded M Danial, Wakil Walikota Bandung disela-sela cuti sehubungan pencalonan Pilwalkot  pada Pilwalkot 2018 - 2023 yang berpasangan...

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

destinasiaNews - Sudah dua pekan berlalu Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) paket Paslon EMAS (Elin - Maman) blusukan,...

Pengunjung

01844917
Hari ini
Kemarin
185
1453