‘Biar Bersih Coy’– Kata Serma Ajang, Dansubsektor 18 – 21 Saat Menggarap Bantaran Cisangkuy Pangalengan

IMG 20190707 062716
destinasiaNews – Pendekatan yang lebih menekankan pada unsur kekinian, rupanya muncul juga dari pembawaan Serma Ajang selaku Dansubsektor 18 dari ‘satuan pembersih DAS Citarum’ Sektor 21. Ini terjadi tatkala digelar apel pagi memulai ‘menggasak’ bantaran sungai Cisangkuy di Pangalengan, Kabupaten Bandung pada, Sabtu, 6 Juni 2019.
 
Tepatnya, kegiatan aksi bersih-bersih bantaran sungai itu yang dilanjut dengan komunikasi sosial dengan arga masyaraka, yang tinggal di area anak  sungai Cisangkuy, Pangalengan, tepatnya di Kampung Dangdang RW 15, Desa Pulosari:
 
“Sekali lagi ini Coy, biar warga tidak kaget kenapa ada TNI sradak-sruduk bersih-bersih bantaran sungai, terus menjelaskan pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Lalu, bagaimana caranya mendaur-ulang sampah, dan bagaimana itu kotoran ternak sapi utamanya. Juga itu sisa dari kegiatan olah bertani, termasuk itu penanganan pupuk berbahan utama kimia, bagaimana sebaiknya agat tak mencemari lingkungan?” jelas  Serma Ajang yang dalam pelibatan warga setempat untuk aksi bersih-bersih ini, mayoritas datang dari kalangan berusia muda.
 
Alhasil kegaiatan sedari Sabtu pagi hingga siang dan sore itu, direspon baik oleh warga Desa Pulosari khususnya. Mereka merasa diingatkan kembali tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, yang selama ini terkadang sengaja dilupakan.
 
“Hatur nuhun ke bapak-bapak TNI yang mau membimbing kami. Persoalan keseimbangan lingkungan, bukan untuk saat ini melainkan akan berdampak panjang di masa depan. Karenanya, ini sangat penting, abagimana limbah dan sambah di sungai, harus dikendalikan. Bukan malah dibiarkan, seperti terjadi selama ini Coy,” kata  Asep, yang diamini Cucu, Suryana, dan Kokom, yang merupakan sebagian dari anggota Pelopor Kebersihan dari Desa Pulosari di Pangalengan, Kabupaten Bandung.(HS/dtn)
 
Add a comment

Sektor 21 – 06, Dayeuhkolot Kab. Bandung, Gunakan Alat Berat Keruk Sedimentasi Sungai Citepus

IMG 20190705 214300
destinasiaNews - Lapor, pada hari Jumat, 5 Juli 2019 Peltu Edy Purwanto selaku Dansubsektor 06 dari Sektor 21 Satgas Citarum Harum, kembali menjelaskan garapan untuk merevitalisasi sungai Citarum sesuai visi dan misi Perpres No. 15 Tahun 2018 tentang ‘Pengembalian Ekosistem DAS Citarum’.
 
“Cukup padat kegiatan hari Jumat itu, diantaranya normalisasi sungai Citepus.Ini  mengeruk sedimentasi tanah pasir, memakai alat berat Excavator PC 200 (2 Unit), dan Damtruck (4 Unit),” kata Edy Purwanto sambil menambahkan keterangan –“ Selanjutnya bersama anggota ‘Gober’ melakukan pembersihan sampah di bantaran sungai ini.”
 
Tiada lain, bantaran sungai Citepus yang digarap Sektor 21 – 06 adalah di bagian barat wilayah Kampung  Bojongseureuh RW 07, Desa Cangkuang Wetan Kecamata Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
 
“Sangat bersyukur warga di daeah ini, semua tampak kooperatif. Sehingga memudahkan bagi kami untuk melakukan kegiatan,” tambah Edy Purwanto dengan wajah sumringah yang berhasil membersihkan sungai lebih dari 300 meter.
 
Sementara itu pada siang harinya, di belahan Kampung Bojongsuren Kelurahan Pasawahan, dan Kampung  Sekeandur, Desa Cangkuang Wetan, masih di Kecamatan Dayeuhkolot , para peserta di kegiatan ini melaksanakan proses pembakaran sampah.
 
“Kami yakin program ini akan membantu warga Dayeuhkolot secara keseluruhan, yang ujung-ujungnya pula akan memperlancar saluran air hingga ke sungai Citarum. Terintegrasi pula, gerakan ini dengan unsur pemilik maupun pengelola pabrik yang ada di wilayah ini untuk tidak membuang limbah ke sungai langsung,” ungkap Ade Sapari, Ahmad, dan Adin selaku representasi anggota ‘Gober’ alias Gotong Royong Bersama, dengan menambahkan –“IPAL dari semua pabrik di wilayah Dayeuhkolot pun harus terus kita pantau bersama bapak-bapak TNI,biar tak mencemari DAS Citarum.” (HS/dtn)
 
Add a comment

Pangdan III Siliwangi, Tri Soewandono Terkait Citarum Harum: Mengapresiasi Pegiat Lingkungan, BBWS, & Pewarta

IMG 20190705 193202

destinasiaNews - Pangdam lll Siliwangi, Mayjen TNI, Tri Soewandono, hampir satu bulan usai Lebaran, serta beberapa hari usai perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres), kembali melakukan kegiatan bersilaturahi (4/7/2019) di Makodam III/Siliwangi,  dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), para penggiat lingkungan, serta para awak media yang kerap meliput kegiatan di Wilayah Kodam III/Siliwangi:

“Marilah kita fokus kembali mendiskusikan program lanjutan Citarum Harum, khususnya kita fokus lagi, mendiskusikan program lanjutan Citarum Harum.”  

Dalam paparan lanjutannya, Tri Soewandono mengungkap apa dan mengapa program Citarum Harum yang melahirkan Pepres No 15 Tahun 2018 tentang Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran  Sungai Citarum. Menurutnya, program ini harus ditingkatkan di segala segi dengan alasan sebagai bentuk misi membangun Jawa Barat. Diakui, program Citarum Harum yang kini bergaung di tingkat nasional maupun internasional,  muncul atas desakan dan keluhan dari para pegiat lingkungan yang kala itu,  merasakan beratnya ‘perasaan tertekan’ masuk sebagai sungai terkotor ‘ sedunia’.  

Dalam kesempatan paparan lainnya, Tri Soewandono sempat menyelipkan beberapa ‘kisah’ upaya menghindar dalam kegiatan berfoto bersama warga.”Ini terjadi waktu Pileg dan Pilpres 2019,” ujarnya. Hal ini pun, berdampak pada persoalan program Citarum Harum, yang dari segi publikasi ada sedikit pengendoran. “Namun, sekarang kita sudah usai dan sukses melakukan pesta demokrasi. Mari kita bersatu kembali, tanpa ada sekat di antara kita. Waktu itu khawatir, kan kalau difoto lalu masuk ke medsos. Nah, Pangdam ikut kita nih ?” paparnya sambil tersenyum.

Sejumlah kebanggaan gema dari program Citarum Harum, beberapa kali diungkap oleh berdasarkan kisah dari rekan Tri Soeandono yang berada atau pergi ke Amerika. Menurutnya, progress pemulihan sungai Citarum sempat menjadi buah bibir warga Amerika dan Eropa sana.

“Ini membanggakan, sekaligus menantang adrenalin kita. Diakui, di lapangan masih banyak hal yang harus kita kerjakan. Garapannya, mulai penaganan sampah, pembongkaran bangunan yang masih banyak membelakangi sungai, penanganan limbah pabrik, dan sebagainya. ”

Intinya, acara coffee morning bersama para pegiat lingkungan, BBWS, serta pewarta yang biasa ‘ngepos’ atau mengungkap progres Citarum Harum, Kamis pagi itu merasa punya adrenalin bersama – bagaimana, menuntaskan aneka masalah sungai Citarum yang panjangnya sekitar 300 Km dari Kabupaten Bandung ke Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, masih sanggupkah ?

Rupanya, pertanyaan ini dijawab oleh hampir semua hadirin:”Kami, pewarta khususnya, siap setip saat meliput progress sungai Citarum. Ini demi menggugah warga, agar lebih mencintai lingkungan di mana pun mereka berada, malah. Jadi bukan untuk menggugah warga di bantaran Citarum belaka, melainkan se Nusantara,” papar Cuya dan Bagoes selaku representasi pewarta yang hampir setiap hari bergelut dengan pemberitaan sungai Citarum. (HS/dtn).    

Add a comment

DanSektor 21 Yusep Sudrajat, di Pembuangan Liar Limbah B3: Berpotensi Cemari DAS Citarum

IMG 20190705 073309
destinasiaNews – Kolonel Inf. Yusep Sudrajat, DanSektor 21 Satgas Citarum Harum usai mengikuti acara coffee morning bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soeandono di Makodam Jl. Aceh No. 69 Kota Bandung (4/7/2019), siang itu langsung menuju temuan lokasi pembuangan liar limbah B3 di Jembatan Derwati.
 
Berdasarkan informasi sebelumnya, dugaan temuan limbah B3 ini sempat beredar luas di media sosial, terutama di jejaring para pegiat revitalisasi DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum.
 
“Siang malam 24 jam kita jaga agar limbah B3 tidak dibuang ke Citarum, ini malah dibuang ke sembarang tempat. Sayangnya, masyarakat di sekitar sini tak mengetahui ini adalah limbah berbahaya, yang perlu penanganan khusus,” papar Yusep Sudrajat, beberapa saat setelah tiba di lokasi dekat jembatan Derwati ( di atas tol Purbaleunyi) Desa Tegalluar (RT 02/01) Kec. Bojongsoang Kab. Bandung.
 
Yusep Sudrajat selama di lokasi yang didampingi Dan Ramil 0908/Dayeuh Kolot dan Bojong Soang Kapten Inf. Yevi Yuhana, menambahkan limbah B3 ini selain dibuang sembarangan:”Ini dibuang di tanah milik Negara, dengan ancaman jelas pidana,” ujarnya sambil menunjuk plang papan nama status lahan yang dijadikan buangan liar ini.
 
Melengkapi kasus ini, Yusep Sudrajat selama di lokasi menghadirkan perwakilan dari terduga pelaku pembuang limbah B3. Adalah Joy, mengaku karyawan di CV Peka, perusahaan yang berurusan dengan usaha daur ulang plastik, beralamat operasi di sekitar Jl. Derwati, menyatakan:
 
“Saya tak tahu mengapa, hari ini mewakili boss Pak John Pieter yang tidak bisa hadir karena sedang main golf. Menurutnya, ini karung-karung bekas pembersihan pembersihan plastik selama bertahun-tahun, ini akan mengurug tanah Pak John Pieter tuh di sana,” ujar Joy sambil menunjuk beberapa puluh meter sebidang tanah yang diklaim milik perusahaan tempat ia bekerja.
 
Dikonfirmasi kepada Yusep Sudrajat saat itu juga, perihal pengakuan Joy yang menyatakan puluhan karung berisi pasir dan tanah berwarna hitam, disimpan ‘sementara’, sebagai bahan urugan tanah perusahaannya kelak:
 
“Tegasnya, kita temukan puluhan karung diduga keras berisi limbah B3 di tanah Negara. Justru itu kami pastikan temuan ini benar seperti yang kita ketahui informasinya sudah beredar luas. Tinggal kita koordinasikan saja dengan pihak berwenang, mulai dari DLH Kabupaten Bandung, dan pihak kepolisian setempat.”
 
Syarat Olah Limbah B3
 
Terkait dugaan pembuangan liar limbah B3 seperti di lakukan di dekat jembatan Derwati (perbatasan Kab. Bandung dan Kota Bandung), redaksi melihat sekilas referensi syarat-syarat dasar pengelolaan limbah. Tercantum, di antaranya untuk setiap kegiatan pengelolaan limbah B3, harus mendapatkan perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Begitu pun, setiap aktivitas tahapan pengelolaan limbah B3 harus dilaporkan ke KLH, juga ditembuskan ke Bapedalda setempat.
 
Lebih jelasnya, pengolahan limbah B3 minimal harus mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Nomor Kep-03/BAPEDAL/09/1995 tertanggal 5 September 1995 tentang Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
 
“Ini bisa kita lihat sendiri, dugaan kuat limbah B3 dibuang sembarangan.Seharusnya, material kurang lebih sebanyak 2 truk ini ditangani secara khusus sebagai limbah B3. Transportasinya pun khusus, kemudian apa dan bagaimana, serta tempat pengolahannya pun khusus. Biasanya ada di Bogor, Karawang, dan sekitarnya. Menyesalkan, mengapa ini dibuang sekenanya,” pungkas Yusep Sudrajat sambil menekankan –“Ini berpotensi mencemari DAS Citarum yang kita jaga siang malam bersama masyarakat yang cinta lingkungan.” (HS/dtn)
 
Add a comment

Lapor, Satgas Citarum Harum Subsektor 2 Cileunyi – Sektor 21:  Bantaran Sungai Cikeruh Terus Digarap!

IMG 20190704 231625
destinasiaNews -  Kembali, Dansub Sektor 2 Cileunyi – Sektor 21, Serka Ahmad Jamroni pada Kamis, 4 Juli 2019 bersama satuannya dan satuan khusus ‘Gober’ (Gotong Royong Bersama) melaksanakan kegiatan pembersihan sampah,  dan rumput liar di bantaran sungai Cikeruh Kampung Bojong Pulus RT 04 RW 07, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
 
“Selesai melakukan kegiatan di atas yangdilakukan dengan ringan gembira dan kental dengan  kesukarelaan demi peningkatan ekosisitem, kami melakukan patrol di sepanjang sungai Cikeruh. Ini pun kami lakukan dibarengi dengan kegiatan komunikasi sosial. Utamanya, penekanan ke warga di sepanjang bantaran untuk tidak membuang sampah,” papar Serka Ahmad Jamroni.
 
Pada pihak lain, beberapa warga setempat yang ikut dalam ‘satuan’ Gober’ seperti Yaya, Ceceng, Devi, Andi, dan Sukma merasa gembira, sebabnya selama iniyang namanya ‘komando’ atau keteladanan untuk turun ke lapangan secara langsung, amatlah jarang dilakukkan oleh warga setempat:
 
“Mungkin, rasa kepedulian untuk pentingnya menjaga lingkungan seperti jaman dahulu, sudah bekurang. Padahal kan, ajaran para leluhur kita harus sayang dan berdamai dengan lingkungan. Bersyukur setelahada Satgas Citarum Harum, kebiasaan bersih-bersih lingkungan ini, hidup kembali di Desa Bojongloa,” pungkas Ceceng dan Devi yang berjanji akan terus menggarap pemeliharaan bantaran sungai Cikeruh! (HS/dtn)
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

DanSubSektor 5 – 21 Cikapundung, Dayeuhkolot Garap IPAL & Bantaran Sungai: Citarum Harum, Go Go Go

DanSubSektor 5 – 21 Cikapundung, Dayeuhkolot Garap IPAL & Bantaran Sungai: Citarum Harum, Go Go Go

destinasiaNews – Awal musim kemarau pada kwartal pertama 2019 merupakan ‘masa kerja khusus’ bagi ‘satuan’ DanSubSektor 5 – 21 Satgas...

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 8 , Garap Bantaran Sungai Ciranjeng Kab. Bandung

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 8 , Garap Bantaran Sungai Ciranjeng Kab. Bandung

destinasiaNews – Again and again, Pada Senin, 15 Juli 2019, ‘pasukan khusus’ yang tergabung pada Satgas Citarum Harum Sektor 21...

DanSektor 21 & 5 Terima KKN Tematik Citarum Harum dari Mahasiswa UPI Kampus Cibiru: Fokus, Tingkatkan Ekosistem

DanSektor 21 & 5 Terima KKN Tematik Citarum Harum dari Mahasiswa UPI Kampus Cibiru: Fokus, Tingkatkan Ekosistem

destinasiaNews -  DanSektor 21 & 5 masing-masing Kol. Inf. Yusep Sudrajat dan rekan sejawatnya Kol. Inf. Sumarno secara resmi membuka...

Kinerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 - 10 Margaasih, Kab. Bandung: Tingkatkan Kualitas Ekosistem Warga

Kinerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 - 10 Margaasih, Kab. Bandung: Tingkatkan Kualitas Ekosistem Warga

destinasiaNews – Ini untuk kesekian kalinya ‘satuan khusus’ yang bernama Satgas Citarum Harum Sektor 21 -10 Margaasih Kabupaten Bandung, tepatnya...

Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

destinasiaNews – Rangkaian dari gabungan acara bernuansa halal bihalal & gathering bertajuk 11th Anniversary of ULD (Universal Line Dance – d’ULD), ini...

Pengunjung

03674795
Hari ini
Kemarin
1805
6213