Kol. Inf. Yusep Sudrajat, DanSektor 21 di Ponpes Al Falah 2 Nagreg,  Luncurkan Operasional Mesin Pemusnah Sampah

IMG 20190414 214554
destinasiaNews – Penantian Asep (17) dan ratusan santri lainnya di Ponpes Al Qur’an Al Falah 2 Nagreg di Jl. Raya Nagreg No. 35 Pamucatan Nagreg Kendan Kabupaten Bandung, pada Minggu 14 April 2019 sepertinya terbayar. Pasalnya, ia dan ratusan santrinya hari itu melihat dengan kepala sendiri ! Puluhan drum sampah yang dihasilkan dari Ponpes ini, hanya dalam waktu sekejap, musnah terbakar !
 
Musababnya, inisiatif Kol, Inf. Yusep Sudrajat selaku DanSektor 21 dari Program Citarum Harum, bersama rekan-rekannya  Joko Purnomo dan Aep selaku tokoh masyarakat daerah Cicalengka & Jatinangor, plus H Ade dan H Ano dari Tel-U, pada hari Minggu itu meresmikan mesin pemusnah sampah atau incinerator.
 
“Nah, adik-adik hari ini kita sudah bisa memanfaatkan mesin pemusnah sampah, yang ramah lingkungan.  Silahkan, semua bergiliran memberdayakannya,” sambut Yusep dengan wajah berbinar-binar.
IMG 20190414 213605 
Sementara itu pimpinan Ponpes Al Qur’an Al Falah 2 Nagreg, KH. Cecep Abdullah tak kurang memencarkan rona bungah:
 
”Tim dari Pak Kolonel Yusep ini setelah berjuang keras, akhirnya bisa mewujudkan mesin ini. Nah, marilah kita sekarang lebih giat untuk memberdayakan sampah di Ponpes kita. Menjadi Ponpes yang bebas sampah, dan semakin sehat hidup kita pun.”
 
Secara terpisah, Yusep Sudrajat seusai memperkenalkan operasional incinerator ini cukup deti. Ia pun menyatakan secara bertahap akan menerapkannya di berbagai area di seputar sungai Citarum:
 
”Namun, perlu tahapan tertentu, karena pengadaannya memerlukan biaya tak sedikit,” paparnya sambil menanbahkan –“Terpenting, bagaimana menggugah kesadaran para tokoh di setiap lingkungan pemukiman. Contohnya, untuk mesin ini, berasal dari urunan para donator, lalu kita salurkan ke sini. Ini pun jadi percontohan bagi kita.”
 
Diperoleh info, kemampuan mesin yang dirintis oleh H. Ano dan tim selama bertahun-tahun, intinya berbahan bakar air dan solar satu berbanding tiga. Kemampuannya dalam hal memusnahkan aneka jenis sampah bisa sampai 1 ton (8 jam kerja) per hari.
 
“Terpenting, sekarang memusnahkan sampah dahulu. Dari abunya, nanti kita bisa manfaatkan sebagai sarana pembuatan pupuk tanaman, atau pakan ternak. Tentu, perlu treatment khusus. Makanya, di Ponpes ini kami damping para santri, hingga mereka terampil dan berdaya guna,” papar H. Ade salah satu dari tim akselerator incinerator di Ponpes ini.
 
Terakhir, usai penggunaan mesin ‘ajaib dan berdaya-guna’ ini, redaksi sempat bertanya kembali ke Asep dan rekan-rekannya – Bagaimana, sekarang sudah yakin akan kemampuan mesin ini?
 
“Kami gembira Pak, selama ini sampah selalu bertumpuk, dan bingung bagaimana mengupayakannya. Tadi Pak H. Ade dan Pak Kolonel Yusep telah menjelaskan bagaimana penggunaannya. Ternyata banyak hal yang bisa kita berdayakan, dan punya nilai ekonomi cukup tinggi,” tutup Eman (17) rekan Asep. (HS/SA)
Add a comment

Kol. Inf. Yusep Sudrajat, DanSektor 21 Citarum Harum, Pasang Incinerator Sampah di Al Falah, Nagreg

incenerator1destinasiaNews -  Kembali di Ponpes Al-Qur’an Al Falah 2 Nagreg di Jl. Raya Nagreg No. 35 Pamucatan Nagreg Kendan Kabupaten Bandung, ada hal yang tak biasa. Gerangannya, hari Rabu itu bertepatan perayaan Isra Miraj pada 3 April 2019,  Kol. Yusep Sudrajat selaku Dansektor 21 Program Citarum Harum, memenuhi janjinya.

 

Pada kunjungan pertama (28/3/2019) ia dan rombongan, berjanji akan memasang incinerator pemusnah sampah yang ramah lingkungan dan hemat enerji. Rupanya, hari itu, terbukti, “Satu atau dua minggu lagi alat pemusnah sampah yang kita idam-idamkan, semoga terwujud. Sekarang peletakan batu pertamanya,” sambut Yusep yang mengundang tepuk tangan antusias dari ratusan santri.

incenerator2Dalam sambutan lanjutannya Yusep mendedarkan spesifikasi alat pemusnah sampah ini. Daya kerjanya 1 ton (8 jam kerja) per hari melumat sampah organik dan non organik, katanya. Harapannya, secepatnya bisa menanggulangi bertumpuknya sampah di Ponpes ini. Apresiasi kepada perintis pencipta mesin ini pun, seperti Haji Ade dan rekan-rekannya yang hadir dalam acara ini, pun dikumandangkan. Termasuk apresiasi  kepada tokoh daerah setempat, Joko Purnomo dan Aep. Keduanya, sebagai pegiat lingkungan selain berprakarsa, juga terlibat dalam pengadaannya. “Mustahil tanpa keterlibatan para tokoh ini, peralatan yang kita idam-idamkan bisa terwujud”, sambutnya yang diamini adik kandung pimpinan Ponpes Al Falah KH Cecep Abdullah, yakni Ahmad Syukrillah Lc yang sehari-hari menangani bidang Sarana & Prasarana di Ponpes ini.

 

Selanjutnya Ahmad Syukrillah kepada destinasiaNews, mengungkapkan rasa lega dan terima kasih atas prakarsa pemasangan alat pemusnah sampah,  termasuk bantuan berupa material bahan bangunan paving blok untuk mempercantik sarana lapangan olahraga. “Paling akhir, di sini sudah hampir selama dua bulan sampah menumpuk. Besyukur kehadiran rombongan Pak Yusep, masalah ini bisa ditanggunglangi mulai beberapa minggu ke depan. Lainnya, para santri sekarang tak lagi becek-becekan, kalau berolahraga di lapangan, karena nanti dipaving.”

incenerator3

 

 

Cukup menarik pernyataan Ahmad Syukrillah, ini erat kaitannya dengan keberadaan TPPAS Legoknangka yang berlokasi di Blok Legoknangka, Desa Ciherang dan Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg di Kabupaten Bandung. Sarana ini hanya kurang dari 5 Km dari Ponpes ini, dan dibangun sejak 2017. Semula ini diproyeksikan sebagai tempat pengolahan sampah terpadu di Bandung Raya, “Hingga kini pengoperasiannya, belum ada kepastian. Makanya, lebih baik dengan alat dari Pak Yusep dan rekan-rekan, Ponpes bisa mandiri mengolah sampah. Ini jauh lebih baik, juga sebagai media pendidikan lingkungan hidup bagi para santri. Jangka panjang, Sungai Citarum pun bisa benar-benar harum lagi, bebas dari sampah” jelas Ahmad Syukrillah yang diamini Haji Ade.

 

“Terpenting, dengan alat ini santri dan penghuni lainnya justru diberdayakan dalam hal pengolahan sampah. Mau bukti? Nantilah, setelah alat ini beroperasi, kita buktikan. Sampah yang selama ini selalu menjadi biang masalah, bisa saja nanti menjadi berkah,” pungkas Haji Ade dengan nada optimis. (HS/SF/dtn)   

Add a comment

Wasiat Abah Landoeng: ‘Sabelon Mati, Moentjoelken Presiden Pitoein Tanah Soenda’

Bah LandoengdestinasiaNews – Saperti biasa prija perkasa Abah Landoeng jang di ini taoen 2019 soeda poenja oesia 93 (lahir, 3 Djoeli 1926 di Bandoeng), sekali tempo pada awal boelan Februari bertemoe-moeka di kantoor DPKLTS Jl. Martadinata No. 189 A Bandoeng. Lazimnja, penoelis bitjara sana-sini alias praat hier en daar dengen ini tokoh. Termasoek kala itoe, bitjaraken situatie ini negeri jang kata orang sedang rajaken partij van de domocratie (pemilu) menoedjoe 17 April 2019.  

Harepan Abah Landoeng, terhoeboeng partij van de democtarie 2019 di ini negeri? Kala itu sempat tjoeri-tjoeri tanja, en ini djawabnya:

“Harepan itoe lantjar semoea. Atjap kali ini bangsa semendjak 1959 laksanaken pemilu, harepan montjoelken pemimpin baharoe. Semoga, ontoek ini kali poen begitoe. Penting. praktijk pemilu 2019 agar soepaja maslahat boewat kita semoea,” oedjarnja dengen penoeh rasa wibawa sambil tambahken kalimat – “Bila boleh Abah minta, sabelon tinggalken doenia ini, satelahnja moentjoelken presiden asal tanah Soenda. Pokoknja, kapan sadja presiden RI oerang Sunda itoe sewadjarnja ada. Abah tida’ menta matjem-matjemlah – presiden aseli oerang Soenda pitoein! .”

 Baca jugaAbah Landoeng, Tjatatan Sana-sini (1) HUT RI ke-71 Bersepeda dari Bandung ke Gunung Rinjani, NTB Lombok, Bersama Komunitas RAN

Tatkala didesak, siapa kira-kira orang Soenda jang potensieel djadi presiden RI? “Abah, belon bisa seboetken. Itoe banjak dari  de jongere generatie di Tanah Soenda. Apa soesah, pilih  dari 50 djoeta populatie djiwa en raga sakaligoes?!”

Selandjoetnja misih kata Abah Landoeng jang dalem riwajat idoepnja mengalami zaman Djepang atawa Dai Nippon, Belanda, perdjoangan kemerdekaan, hingga ini ari ikoet isi kemerdekaan moelai Ir. Soekarno presiden RI pertama sampaj presiden RI ke-7 Joko Widodo, setahoenja:

“Baroe Djenderal TNI (Purn) Umar Wirahadikusumah asal Sitoeradja Soemedang  (1924 – 2003) jang bisa dampingi Presiden Soeharto antara 1983 – 1988 selakoe Wakil Presiden. Laennya, mana?” katanja dengan roman moeka sedikit nelangsa.

Corroeptie & Tanem Pohon

Tatkala disinggoeng, apa hal laen jang bikin Abah Landoeng ketjewa sabelon helatan partij van democratie 2019 ini?

“Tiada lain tiada boekan, Abah soenggoe tidak pertjaja, sabelon pemilu ini misih ada corroeptie zaak atawa kasus corroeptie OTT KPK. Tabik Abah boewat KPK jang sanggoep bikin OTT menteri en pimpinan partai (partij leider) kena borgol. Semoga rakjat jang kini begitoe pragmatisch, bisa kombali sadar. Pada waktoenja kelak, tjoekoep tjoblos itoe barang, baik itoe mahoe tjoblos boewat presiden atawa wakil laennja,” kata Abah Landoeng sambil tambah oetjap –“Sememangnja, ada serangan fadjar, ambil itoe doewitnja laloe djangan tjoblos. Biar itoe tjaleg jang tida’ baleg mampoes semampoes-mampoesnja!”

Baca juga: Abah Landoeng, Percaya Gak Percaya– Hanya, Memindahkan Hujan!

Lagi, misih kata Abah Landoeng jang di kantoor DPKLTS ampir setijap ari lakoeken koempoelan bersama collega’s jang djadi petjinta lingkoengan idoep, atawa anti corroeptie, en soeka lakoeken actie tolong-menolong saperti bentjana alam (natuur ramp), dan actie spontaan loehoer boedi laennja, dirinja titip pesan penting oentoek sagenap warga Indonesia:

“Saoempama ada oemoer pandjang apalagi tahoe poenja oemoer pendek, tanemlah bibit pepohonan en aneka jenis tetaneman laennja di tanah-tanah kosong. Ini maksoed agar soepaja, kelak anak tjoetjoe kita bisa lepas dari akibat natuur ramp (bentjana alam) baek itoe longsor, atawa bandjir en kakoerangan air, kebakaran, gempa boemi, dan laen-laennya. Djangan biarken tanah soeboer djadi padang sahara di negeri tropisch land ini.”

Roepanja wahai para pembaca boediman, sekilas pertemoean dengen Abah Landoeng tjoekoep sekian doeloe. Rentjana ke hadapan, bila ada tempo bertemoe lagi dengennja jang masjhoer diseboet legendarische idoep dari Kota Kembang Bandung, bisalah kita bintjang-bintjang dengan topik atawa onderwerpen jang serba baharoe laennja.  Achiroel kata tot ziens – sampaj djoempa (HS/DD/dtn)  

    

 Baca juga: Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

#tempodoeloe #abahlandoeng #legendbandung

Add a comment

Evaluasi Banjir Bandang Cijambe Kota Bandung, Gerakan Hejo: Tertibkan KBU !

BB Cjb

destinasiaNews  – Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo ditemui di kediamannya di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun, Cimenyan, Kabupaten Bandung (3/4/2019), angkat bicara terkait kejadian banjir bandang di Kelurahan Pasirendah, Kecamatan Ujungberung Kota Bandung pada Senin (1/4/2019). Intinya, ia sangat merasa prihatin.

 

“Ini kesekian kali terjadi di Kota Bandung.  Klasik, penyebabnya tanggul sungai Cijalopang yang menyempit jebol.  Tambahan, area di atasnya seharusnya jadi daerah resapan, malah dibeton?! Sudah lama saya katakan ini, itu terjadi saat terlibat revisi Perda KBU bersama unsur DPRD Jabar dan dinas terkait,” papar Eka yang hari itu didampingi Dr. Neneng Nenih selaku salah satu pakar geografi di kepengurusan DPP Gerakan Hejo.

 

“Saya makin terkejut, daerah di atas Cijambe di kaki Gunung Wayang kini gundul. Di bawahnya, tumbuh aneka perumahan. Saya kira tidak usah pakar lingkungan, orang awam secara kasat mata saja bisa mengevaluasi,” ujarnya sambil menambahkan –“Saat revisi Perda KBU (Kawasan Bandung Utara), perketat perijinan, lakukan tindakan hukum secara tegas di lapangan. Dan, jangan tebang pilih. Nyatanya, saran kami nyaris tak didengar oleh para pembuat kebijakan.”

 

Selepas memaparkan penyebab awal banjir bandang di Cijambe Kota Bandung yang mengakibatkan ratusan siswa SDN Aji Tunggal Bandung terjebak, dan katanya ini baru terjadi dalam 30 tahun terakhir, Eka menyatakan:

”Tak mustahil, kejadian serupa akan terjadi, selama resapan di atasnya tidak ditertibkan. Ini yang kita khawatirkan. Harapan ada tindakan berjangka panjang.”

 

Saling Menyalahkan

 

Secara terpisah pegiat lingkungan hidup Ahmad Suwardi dari Citarum Center ketika dihubungi perihal mengapa  terjadi banjir bandung Cijambe di Kota Bandung yang mengejutkan banyak kalangan?

BB Cjb2

”Tegas saja yang paling fatal, saat era Dada Rosada (Walikota Bandung, 2003 – 2013). Ijin beberapa perumahan di KBU diobral, pengawasan bangunan sangat lemah. Pimpinan yang selanjutnya, bisanya hanya mengatakan katempuhan buntut maung, sampai sekarang.  Disesalkan tak ada solusi mendasar.”

 

Ditanya solusi jitu atas kondisi ‘saling menyalahkan’,dan seakan lepas tanggung-jawab, pun tindakan penanggulangan bencana saat ini kerap berulang di Kota Bandung seperti di daerah Pagarsih, area Terminal Cicaheum, Jl. Dr. Setia Budhi, Terusan Pasteur, menurut Ahmad dewasa ini penanganan dewasa ini layaknya pencitraan.  Tegas menurutnya, beberapa hari setelah kejadian bencana, memang ada tanggap darurat. Dalam pengamatannya, semua pihak justru berlomba turun ke lapangan:

 

“Lihat saja di daerah bencana. Ada PMK, PMI, BPNB, dan Unit Rescue dari berbagai kalangan, semua seakan tampil prima di lapangan.  Sayang, ditengarai mereka ini turun hanya demi aksi sesaat. Yang lebih penting, justru tertibkan KBU, tanami pohon keras, tindak tegas penyalahgunaan ijin lingkungan,” tutupnya. (HS/HRS/dtn)

Add a comment

Satgas Citarum Sektor 21-13 Giat Komsos Ke Pabrik & Warga

IMG 20190402 071042
destinasiaNews – Giat komsos ke pabrik-pabrik dan warga serta membersihkan sampah telah dilaksanakan oleh satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 13 Cimahi selatan pada hari Senin (01/04/2019) dpimpin langsung oleh Dansubsektor 13 Serda Ahmad dan diikuti oleh prajurit satgas Citarum Harum dibantu oleh warga setempat.
 
“Selain komsos kepada warga di bantaran sungai, kami juga melakukan komsos kepada para pemilik dan pengelola pabrik. Sosialisasi kepada pabrik penting untuk menjaga komitmen,” kata Serda Ahmad saat memberikan keterangan kepada awak media.
 
Dalam keterangannya Dansubsektor 13 menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dari pukul 07.30 wib. dengan melaksanakan apel pagi pengecekan kesiapan personil.”Pada pukul 08.00 wib. melaksanakan monitoring atau patroli dan pengecekan kepada perusahaan serta home industri penghasil limbah Industri di wilayah kecamatan.Cimahi Selatan dan sosialisasi program Citarum Harum kepada masyarakat dan pemilik pabrik atau perusahaan di wilayah kelurahan Melong, kelurahan Ciberem, kelurahan Utama dan kelurahan Cigugur Tengah kota Cimahi, jelas Dansubsektor.
 
Sekitar pukul11.30 wib kegiatan berhenti sejenak untuk melaksanakan Ishoma.dan berlanjut pada pukul 13.00 wib dengan melakukan kembali pengecekan kepada perusahaan dan komsos kepada masyarakat di wilayah kelurahan Melong,
 
“Pukul 17.00 wib. kegiatan selesai dan satgas kembali ke posko untuk beristirahat,” pungkas Dansubsektor. [red]
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Subsektor 04-21 Lakukan Komsos Untuk Merubah Pola Hidup Warga

Subsektor 04-21 Lakukan Komsos Untuk Merubah Pola Hidup Warga

destinasiaNews - Untuk merubah pola hidup warga di sekitar bantaran sungai, prajurit satgas Citarum Harum selalu melakukan komsos kepada warga...

Satgas Citarum Subsektor 01-21 Selalu Himbau Warga Menjaga Kebersihan Lingkungan

Satgas Citarum Subsektor 01-21 Selalu Himbau Warga Menjaga Kebersihan Lingkungan

destinasiaNews - Satgas Citarum Harum Subsektor 01-21 Rancaekek dalam melaksanakan tugasnya, selain membersihkan aliran dan bantaran sungai dari sampah juga...

Kolonel Inf Yusef Sudrajat Bantu Tengahi Warga Dan Pabrik

Kolonel Inf Yusef Sudrajat Bantu Tengahi Warga Dan Pabrik

destinasiaNews - Permasalahan yang muncul dalam lingkungan masyarakat yang terdapat pabrik biasanya berupa limbah pabrik yang menimbulkan bau yang mengganggu...

Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

  OPINI Oleh : Harri Safiari   destinasiaNews – Setoeroet artikelen jang dimoeat Kompas.com (22/4/2019) berdjoedoel: Imbauan Imam Prasodjo Terkait Tudingan...

Degap-degoep Oesai Pemilu 2019 – Bereboet Siapa Mahoe Djadi ‘Presiden’ RI

Degap-degoep Oesai Pemilu 2019 – Bereboet Siapa Mahoe Djadi ‘Presiden’ RI

destinasiaNews – Seoesai pesta democratie paling roemit sedoenia (17/4/2019), kapoetosan formaal menoeroet KPU baroe pada tarich 22 Mei 2019. Ternjata satelahnja,...

Pengunjung

03213889
Hari ini
Kemarin
2276
3958