Capres yang Kembali ke UUD 1945 & Pesan Khusus ke Gubernur Jabar Terpilih - Terucap oleh Eka Santosa Saat Peringatan HUT RI ke-73

upacara1destinasiaNews  -  Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang juga Sekjen BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, dan Ketua Forum DAS Citarum, dalam peringatan HUT RI ke-73 yang dilakukan secara khas di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (17/8/2018), kembali menyuarakan statemen kental bernuansa kebangsaan.

 

Seusai upacara HUT RI ke-73, Eka kepada para awak media menyuarakan rekomendasi spesifik tentang penyelamatan lingkungan, khususnya di Jawa Barat. Namun sebelumnya ada rekomendasi khusus yang ia tujukan kepada calon presiden RI peserta kontestasi Pilpres 2019, termasuk untuk para bakal calon legislatif 2019. ”Hendaknya siapa pun itu, memiliki komitmen dan tekad kuat untuk kembali ke UUD 1945 yang murni dan konsekuen sesuai cita-cita proklamasi 1945," ujar Eka yang juga sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat.

 

Khusus dalam  konteks menjelang pelantikan 17 September 2018, pasangan Gubernur Jabar Terpilih Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum, Eka merekomendasikan berupa moratorium, antara lain: 1. Menjaga dan memelihara, serta mengembalikan fungsi hutan lindung yang saat ini, mayoritas telah mengalami kerusakan berat. 2. Tidak mengalih-fungsikan lahan subur dan produktif menjadi lahan industri dan perumahan, 3. Menjaga dan memelihara  sungai sebagai sumber kehidupan serta memfungsikan bantarannya, sebagai lahan konservasi demi mencegah erosi, sedimentasi, dan banjir, serta 4. Menjadikan kembali Jawa Barat sebagai lumbung pangan nasional.

 

“Ini perlu segera kita sampaikan ke para pihak terkait. Pada level inilah kebijakan penting ini, kiranya dapat mensejahterakan Indonesia dan Jawa Barat khususnya,” jelas Eka yang baru-baru ini masuk pada 14 anggota TOS (Tim Optimasi Sinkroninasi) Gubernur Jabar Terpilih bersama Erri Riyana Harjapamekas dan Chandra M Hamzah.

 

Urgensi Penyelamatan Lingkungan

upacara2Chandra Iskandar salah satu peserta upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Alam Santosa yang selama ini tergabung pada elemen Gerakan Hejo di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, mengapresiasi inti rekomendasi dari Eka, “Yang paling menyolok mata di daerah saya kali ini, kami prihatin dengan penggalian pasir yang semena-mena dalam 5 tahun terakhir ini. Bukan hanya kerusakan lingkungan, melainkan sudah merasuk ke rusaknya sendi kehidupan masyarakat di sana. Ini harus ada kekuatan tertentu untuk mengembalikan keseimbangan alam dan kehidupan manusia di sana.”

 

Ditelisik lebih jauh, keprihatinan Chandra di daerahnya di antaranya di area penggalian pasir Kampung Cipapanti Desa Karangdan Kecamatan Padakembang Kab. Tasikmalaya. “Ini hanya berjarak sekitar 1 Km dari lereng Gunung Galunggung. Rata-rata kedalamnnya 30 meter dari lahan sawah penduduk, luasnya sekitar 35 hektar dari 70-an hektar yang ada. Selama ini reklamasinya, tidak sesuai AMDAL. Harus ada perubahan kebijakan dari tingkat Gubernur dan pemkab setempat.”

 

Sementara bagi Agus Warsito, Sekjen DPP Gerakan Hejo yang hadir dalam kegiatan upacara ini, menyambut baik rekomendasi kali ini. “Harapannya, Presiden dan para anggota legislatif, termasuk Gubernur Jabar Terpilih, mempertimbangkan dengan serius rekomendasi ini di lapangan. Khusus Jabar, sudah 3 tahun terakhir kami canangkan sebagai darurat lingkungan,” ujarnya yang diamini Rudi Rahayu alias Rudi Rambo, aktivis Gerakan Hejo dari Kota Bandung.

 

Pada pihak lain Jajang 'Sanaga', Ketua Harian BOMA Jabar dalam kaitan Pilpres 20119 menyetujui rekomendasi yang dikemukakan Eka Santosa. "Gonjang-ganjing model pemerintahan yang disinyalir di lapangan sudah melenceng dari ruh UUD 1945, segeralah diakhiri. Caranya, kembalilah kita ke UUD 1945 sesuai amanah founding father kita. Itu saja keinginan kami." (HS/SF/dtn)       

Add a comment

Di Bandung, Ada Apa?

bdg1destinasiaNews – Nah Destiners, jikalau ke Bandung, mau apa sih? Ya, ini hanya sekelumit cerita dari para pelancong yang kebetulan sedang berada di Kota Ini.

 

“Memindahkan jam dan tempat tidur! Biasanya ketika long weekend, kami sering ke Bandung. Katakanlah itu seperti berwisata, dimana anak-anak dan istri berkeliaran untuk shopping, sementara saya lebih memilih tinggal di dalam kamar hotel sambil melihat acara tv kabel dan tidur seharian untuk balas dendam. Bisa kalian bayangkan rutinitas pekerjaan yang membosankan di setiap harinya? Jadi, saya datang dari Ibukota Negara ke Ibukota Provinsi, hanya untuk tidur.” – JM (39), Eksekutif di Perusahaan Multinasional, Jakarta.

 

“Dagang atuh, Kang.” – AD (45), Pelaku UMKM, “Prospektif sih, kalau kata saya mah, bukan berarti juga di tempat asal saya nggak laku (dagangannya, -red). Intinya, kalo dagang pas hari libur pasti laris. Siapa saja pasti beli, dengan harga yang pantas. Emang sih, suka ada yang ngeluh juga membandingkan jualan saya di tempat sini dan di tempat sana (tempat non wisata, -red), katanya lebih murah di tempat sana. Ya saya mesti gimana atuh? Banyak pajak (retribusi, -red) yang mesti saya tanggung. Mengertilah...”

 

“Kata orang, ada istilahnya bekerja sambil berlibur. Atau, berlibur sambil bekerja? Saran saya, yang pasti lupakan konsep itu. Ujung-ujungnya anda akan tetap bekerja. Disatu sisi anda dituntut untuk fokus mengurusi masalah pekerjaan di perusahaan anda bekerja, tapi di sisi lain anda senang dengan anugerah iming-iming uang perjalanan yang akan dipakai untuk membeli oleh-oleh disini. Iya nggak?” – DK (37), Middle Management Perusahaan Swasta, Cirebon.

 

“Saya ini ibu rumah tangga. Nggak boleh, sedikit bersenang-senang dengan anak-anak memakai kartu debit suami saya?” – AR (32), Sukabumi.

 

“Kenapa harus Bandung? Kami, pertama kali bertemu dan menikah disini, di Mesjid Tertua Kota Bandung. Setelah menikah dan menetap di Bandung, setiap Ashar kami selalu disini, entah apa itu yang sedang kami alami. Sekarang saya di Cimahi, memang masih Bandung Raya. Tapi karena kebiasaan dari dulu, juga permintaan dari almarhum suami 3 tahun yang lalu, Insya Allah dijalani.” – MK (27), Guru Honorer, Cimahi.

 

“Saya, food lovers. Salut deh, banyak kreasi makanan di Bandung. Membuat mata makin manja. But, are they love you? (food, -red)” – PT, (22), Mahasiswi PTS, Bandung.

(SF/dtn/foto google.co.id)

Add a comment

Satbrimob Polda Jabar, Ikuti Sosialisasi Program Sejuta Rumah Bersubsidi dari Perwiranusa

Brimob1

destinasiaNews – Para pengembang yang tergabung dalam Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara (Perwiranusa) DPW Jawa Barat, dalam upaya memenuhi kebutuhan hunian di Indonesia khususnya Jawa Barat, pihaknya menggelar sosialisasi kepemilikan rumah murah bersubsidi atau dikenal dengan “Program Sejuta Rumah” bagi anggota Polri dan PNS jajaran Satbrimob Polda Jabar, berlangsung di Aula Satbrimob Polda Jabar, Jalan Kol. Ahmad Syam, Cikeruh Jatinangor Kabupaten Sumedang,  Kamis, 16/8/2018.

Menurut pantauan destinasiaNesw.com, acara tersebut dihadiri jajaran Satbrimob Polda Jabar antara lain : Kombes Arif Budiman, S.I.K.,M.H., yang diwakili Wakasat AKBP Budi Satrijo, S.I.K, Mhum., Kasubag Renmin Kompol Wawan Gunawan, ratusan anggota dan PNS, jajaran Bank BRI serta para pengurus Perwiranusa DPW Jabar.

Ketua Umum Perwiranusa DPW Jabar, Ir. Yan Permana MM mengatakan, tujuan diadakannya sosialisasi ini, selain menjalankan program pemerintah yaitu “Program Se juta Rumah”, juga mengakomodir anggota Polri dan PNS jajaran Satbrimob Polda Jabar untuk memiliki rumah yang layak.

Brimob2

“Karena selama ini ada yang belum dapat perumahan, jadi dari asosiasi pengembang mendukung supaya mereka terakomodir dengan baik,” kata Yan sapaan akrab Yan Permana.

Perwiranusa DPW Jabar di tahun 2018, menargetkan pembangunan rumah sebanyak 50 ribu unit dan baru terbangun sekitar 10 ribu unit lebih, sehingga Yan pun mengharapkan target tersebut bisa tercapai. Pihaknya optimis bisa memenuhi target tersebut walaupun nilai dolar saat ini cukup tinggi dan berharap asosiasi, pengembangpun dapat terakomodir dengan baik.

Program sosialisasi kepemilikan rumah murah bersubsidi atau dikenal dengan “Program Sejuta Rumah” ini akan dilanjutkan ke kompi Satbrimob terdekat yang ada di Garut dan daerah lainnya.

“ Kami menyambut baik sosialisasi ini, dengan harapan para anggota Polri dan PNS di jajaran Satbrimob Polda Jabar, dapat segera memiliki rumah yang layak dan dapat membahagiakan keluarganya”, ujar Wakasat Brimob Polda Jabar AKBP Budi Satrijo, S.I.K. Mhum.

Brimob3

Seperti halnya dikatakan Kasubag Renmin Satbrimob Polda Jabar Kompol Wawan Gunawan, kerjasama antara Polri dan Perwiranusa DPW Jabar dan para pengembang, menggelar sosialisasi kepemilikan rumah murah bersubsidi, ternyata disambut antusias anggota Satbrimob maupun PNS.

Menurut Wawan, anggota Satbrimob dan PNS yang sudah daftar dan memenuhi persyaratan sebanyak 882 orang. “Sangat antusias, karena kami mengundang beberapa pengembang dan pihak pemberi fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank BRI Cabang Jatinangor Kabupaten Sumedang”, terangnya.

Lebih jauh Wawan mengatakan, dari 250 peserta yang hadir pada acara sosialisasi ini, 60 persen diantaranya mendaftarkan diri untuk bisa memiliki rumah murah bersubsidi dan tidak dipungut biaya apapun yang dibebankan, kecuali dalam bentuk cicilan. “Seluruhnya mulai dari akad kredit, tidak ada pemungutan biaya apapun”, tegasnya

Ditempat terpisah, masih disekitar Satbrimob, salah seorang pengembang yang juga pengurus Perwiranusa DPW Jabar asal Sumedang, Riki Fazri Sujana, SE, MM., memaparkan bahwa lokasi Sumedang menjadi titik lokasi pembangunan perumahan bagi anggota Satbrimob Polda Jabar.

Brimob5

Menurutnya, pembangunan perumahan ini telah sesuai dengan instruksi Kapolri, terkait dengan kesejahteraan anggota Satbrimob di seluruh Indonesia, khususnya Polri di wilayah Kabupaten Sumedang untuk memiliki rumah.

“Dari Perwiranusa DPW Jabar mengakomodir terkait instruksi tersebut karena memang rekapnya sudah keluar”, ungkapnya.

Dalam menentukan titik lokasi pembangunan perumahan, ada beberapa kriteria yang dijadikan pertimbangan pemilihan lokasi, salah satunya adalah “range” antaratempat kerjadengan lokasi rumah sekitar 10 kilo meter, kata Riki.  “Ya kebetulan dekat dengan Mako Satbrimob Mapolda Jabar”, ujar Riki menambahkan.

Ada tiga lokasi yang sudah ditentukan menjadi pilihan lokasi perumahan ini, antara lain Graha Mas Tanjungsari, Banyuresmi Leles Garut dan Cimanggung Sumedang, kata Riki

Sampai saat ini yang sudah mendaftar ada di tiga lokasi dan tergantung keperluan anggota seperti faktor kedekatan dengan keluarga, home base nya dan lain-lain, papar Riki

Brimob4

Menurut Riki, dari tiga lokasi yang dipilih terdapat 100 unit rumah di Banyuresmi Garut dengan tipe 36/60 (subsidi) dengan harga dipatok Rp. 130 juta dan tipe 42/66 (komersil) dengan harga Rp. 195Juta. Sedangkan di Tanjungsari dibangun sesuai permintaan yaitu 30 unit yang baru dibangun dengan tipe flet.

Dari tiga lokasi (Banyuresmi Garut, Tanjungsari dan Cimanggung Sumedang) untuk rencana pembangunan perumahan tersebut, luas tanah yang digunakan sebesar 40 hektar, pungkas Riki. (HRS/dtn).

Add a comment

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

FPOR 1Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung, Senin (06/08/2018). Konferensi pers dipimpin Eka Santosa dan dihadiri mantan para pengurus KONI Jabar dan para Ketua Cabor, di antaranya Achmad Riza Alhabsyi, Syarief Bastaman, Ali Racman, Nandang S, dan Deni (Wakil Sekum Silat).

 

 

Hal ini terkait dengan adanya ‘selentingan’ dan keresahan para pengurus cabang olahraga (cabor) atas wacana KONI Jabar berencana menyelenggarakan Musorprov sebelum pelantikan Gubernur Jabar terpilih pada 17 September 2018.

 

FPOR selama ini menilai kepengurusan KONI Jabar 2014-2018 cacat hukum, salah satunya status Ketua KONI Jabar yang berlatarbelakang militer aktif dengan pangkat Brigjen dan diduga akan menyalonkan kembali menjadi Ketua KONI Jabar.

 

“Dari informasi yang saya dapat, 12 September 2018 akan dilaksanakan Musorprov, ini dugaan rekayasa percepatan, resminya berakhir Oktober 2018. Lakukan saja sesudah Asian Games dan Porda Jabar XIII Bogor (Oktober 2018), atau di bawah kepengurusan transisi, atau diperpanjang sesuai ketentuan. Yang lebih esensial, sejak awal kepengurusan 2014 – 2018 cacat sejak lahir. Ketuanya kan TNI aktif, ini menyalahi undang-undang. Akan saya ingatkan ke Pj. Gubernur Jabar dan Gubernur Jabar Terpilih,” papar Eka Santosa selaku Koordinator FPOR.

 

Eka menambahkan, “KONI Jabar harusnya sadar bahwa apa yang selama ini dijalankan tidak sesuai undang-undang, jadi jangan memaksakan. Kembalikanlah KONI pada marwahnya sesuai undang-undang dan peraturan organisasi”.

 

FPOR 2Munculnya calon pengurus aktif berlatarbelakang militer menimbulkan berbagai macam spekulasi dan perdebatan. Eka menyebutkan hal tersebut bertentangan dengan UU RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, PP Nomor 16 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan keolahragaan, ST Panglima TNI No. ST/98/2013 tentang keterlibatan personel TNI dalam organisasi Keolahragaan Nasional dam Daerah, serta ST Kasad NO. ST/317/2013.

 

“Masih banyak putra-putri terbaik warga Jabar yang bersih dan berintegritas. Ini harus dibenahi dulu. Bukan tidak ada perjuangan saya dan kawan-kawan. Berkali-kali, mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, namun tidak digubris. Tetapi sudahlah, bila sekarang ada niatan yang tidak prosedural, kita ingatkan Kang Iwan Bule dan Gubernur Jabar Terpilih. Jangan sampai warga Jabar dan insan olahraga terperosok untuk kedua kalinya,” sambung Eka yang saat ini tergabung dalam Tim Optimasi Sinkronisasi (TOS) Gubernur Jabar Terpilih.

 

Syarif Bastaman dari salah satu perwakilan pengurus cabor menambahkan, “Yang tidak kami setujui hampir seluruh pengurus cabor (cabang olah raga), dalam kaitan niatan Musorprov KONI Jabar (12 September 2018) digerilya untuk dimintai persetujuannya. Ini tidak benar”.

 

FPOR yang diwakili Eka berharap Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Barat turut mengawasi pemilihan Ketua KONI mendatang. Dan KONI Jabar diminta untuk menjalankan Musyawarah Besar KONI dan memilih pengurus sesuai ketentuan yang ada, yakni sesuai undang-undang olahraga dan AD/ART KONI.

 

Eka juga menegaskan, apabila masih tetap terjadi pelanggaran, maka pihaknya tidak segan akan menggugat KONI Jabar, apalagi 21 dari 27 KONI daerah pun sudah menyatakan hal senada dengan dirinya. Namun demikian, Eka mewakili FPOR mengimbau kepada para pengurus cabang olahraga agar tidak terbawa pusing dengan masalah ini dan tetap fokus untuk mengukir prestasi di ajang Asian Games pada Agustus dan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar pada Oktober mendatang.

 

“Cabor harus tetap fokus dulu untuk kesuksesan Asian Games dan Porda Jabar. Kita tidak ingin mengganggu dan sangat mendukung untuk para atlet mengukir prestasi di dua ajang tersebut. Kalaupun pengurus KONI yang sekarang akan diperpanjang silakan hingga Oktober nanti, tapi setelah itu kita akan kembalikan kepada konstitusi,” tegas Eka.

 

Menyangkut tentang peta dukungan demi mengakhiri polemik ini, Achmad Riza Alhabssyi dan Syarif Bastaman menjelaskan, apa yang dikemukakan Eka Santosa telah didukung dan memadai, sedikitnya ada 38 cabor dari 55, serta 21 dari 27 KONIDA, juga lima badan fungsional dari tujuh yang ada.*** (IG)

Add a comment

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

GAAR New1

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen (PK) GAAR (4/8/2018) di Cafe Dakken Jalan Martadinata (Riau) Kota Bandung, masih ‘keukeuh’ menolak putusan pailit.

 

“Pembacaan putusan yang akan  digelar Senin (6/8/2018), masih menimbulkan kekhawatiran kami. Padahal, kenyataannya sebagian besar kreditor (termasuk, Bank Bukopin) menyatakan dukungan untuk perdamaian. Namun, palu hakim tentu tak bisa ditebak?!”, ujar Yan Permana dihadapan awak media saat membuka acara pertemuan PK-GAAR.

 

Kekhawatiran Yan ini terjadi sekaitan gugatan pailit atas GAAR yang kini tengah bergulir di PN Niaga Jakarta Pusat. Hadir dalam pertemuan ini di antaranya Nugroho Tjondrojono, Dirut PTKagum Lokasi Emas (KLE) selaku Developer GAAR; Agung Subagiono, Pengacara PK-GAAR; dan anggota PK-GAAR seperti Susi K, Yanti, Herlina, Johana, dan Hadian GS.

 

Menurut Yan, yang juga sebagai Ketua Umum Perwiranusa DPW Jawa Barat, dirinya telah memohon kepada Presiden Joko Widodo, DPR RI, Gubernur Jabar, Walikota Bandung, serta pihak terkait lainnya.

 

“Mohon ikutlah terlibat dalam upaya menghentikan proses pailt yang kini tengah dihadapi developer GAAR (KLE). Tolaklah pailit itu, berharap mata batin serta hati nurani Pak hakim atas tuntutan pembeli GAAR yang sudah mencapai 1756 unit dari 2.200 unit yang ditawarkan, dikabulkan.”

 

Akar Permasalahan …

 

GAAR Meeting Konsumen B

Agung Subagiono dalam kesempatan ini kembali mengurai duduk perkara ini. Semula, dua orang pemilik GAAR yaitu Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati, merasa kecewa. Keduanya, complain ke pihak developer KLE, karena unit milik mereka belum diserahterimakan sebagaimana yang yang dijanjikan.  “Nah itu sebenarnya akar permasalahannya”, kata Agung.

 

Seturut Agung, selanjutnya Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati dihubungi Zaenudin, SH (11/2017). “Nama yang terakhir ini mengaku sebagai pengacara bagi keduanya.  Katanya bersedia membantu Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati dapat segera menempati unit yang sudah dibelinya,” papar Agung sembari menambahkan - “Layaknya klien dan pengacara, merekapun sepakat membuat surat kuasa hukum”.

Hal seperti ini, menurut Agung tidak logis, “Biasanya yang mencari lawyer itu klien, tetapi ini sebaliknya, koq lawyer yang mencari klien.  Makanya, saya menduga sejak awal, ini ada unsur rekayasa hukum”, tegas Agung.

Lebih jauh Agung mengungkapkan, setelah Zaenudin, SH ditunjuk sebagai kuasa hukum, lalu melakukan serangkaian tindakan hukum berupa somasi ke KLE.

 

“Jawaban pihak KLE, menawarkan kepada Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati untuk pindah unit yang telah siap huni, namun surat jawaban atau tanggapan dari KLE tidak disampaikan ke kliennya,” terang Agung.

 

Masih seturut Agung, justru Zaenudin, SH, melayangkan kembali surat somasi ke dua ke KLE, kemudian dijawab KLE dengan nomor surat : 056/II/18/JCI-MMF/TS, tanggal 14 Februari 2018. Isinya antara lain, menawarkan kepada Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati untuk pindah unit yang telah siap huni, dan atau pembatalan unit disertai refund.


Babak berikutnya, kata Agung ada yang aneh - surat tanggapan kedua atau jawaban kedua KLE tersebut tidak pernah disampaikan kepada kliennya dan sejak ditandatanganinya surat kuasa hukum antara pengacara Zaenudin, SH dan kliennya. “Mereka tidak pernah berkomunikasi,” jelas Agung.

 

Perlu diketahui, para pemilik GAAR Bandung, baru mengetahui perkara ini setelah masuk di Pengadilan Niaga pada bulan Mei 2018.  Agung dan rekan sontak harus mencari tahu dan mengumpulkan para penghuni GAAR, termasuk para pihak yang terkait perkara ini. Ini dilakukan agar diperoleh informasi yang jelas.

 

“Kami juga mencoba menghubungi Zaenudin, SH, namun hingga saat ini nomor telepon yang bersangkutan tidak bisa dihubungi dan keberadaannnya tidak diketahui,” papar Agung


Nyatakan Damai

 

Masih di kesempatan ini, hal senada disampaikan, Nugroho Tjondrojono, selaku Developer GAAR:  “Sebetulnya Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati menyatakan telah berdamai dengan PT KLE yaitu pembatalan unit serta menerima haknya kembali (refund), juga telah membuat dan melayangkan surat ke Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Tanggal 11 Mei 2018, terkait pencabutan perkara nomor : 36/PDT.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga.Jkt.Jkt.Pst. yang disertai bukti-bukti pendukung.”

 

Nugroho dalam penjelasan lanjutannya, menyatakan perkara gugatan pailit itu telah diputus dalam PKPUS dan pada tanggal 1 Agustus 2018. Pun telah dilakukan voting yang menghasilkan : a. Kreditur separatis Bank Bukopin menyetujui proposal perdamaian yang diajukan oleh debitur PT KLE; b. Kreditur separatis Bank ICBC menolak perdamaian yang diajukan oleh debitur PT KLE ; c. Kreditur konkuren sebanyak 99% menyetujui proposal perdamaian yang diajukan oleh debitur PT KLE.

 

Mohon Tegakkan Keadilan

 

Kembali ke Agung, atas dasar agenda voting tersebut, maka pada tanggal 6 Agustus 2018, akan diputuskan oleh majelis hakim bahwa PT KLE akan dilakukan Homologasi atau bahkan dinyatakan pailit. Ditengah kegalauan atas nasib 1756 konsumen termasuk dirinya:  “Jika putusan pailit yang dijatuhkan hakim. Otomatis tanah dan bangunan GAAR akan jatuh ke tangan curator yang kemudian akan masuk dalam proses lelang.”

 

Tersisa, sejumlah tanya dari pihak konsumen yang tergabung pada Paguyuban Konsumen GAAR: “Nasib hak kepemilikan 1.756 konsumen yang telah membeli unit di GAAR, bagaimana?

 

Rupanya, pertanyaan ini dijawab sendiri oleh Agung: “Entahlah ?!” sambil menambahkan – “Yang pasti bercermin pada berbagai kasus yang pernah muncul.  Jika putusan sampai pada kata ‘pailit’, yang paling banyak menelan pil pahit adalah para pembeli unit. Dan itu bukan lagi rahasia umum.”

 

Pada akhir penuturannya, para pemilik unit di GAAR masih ‘keukeuh’ memohon dukungan menolak pailit, ke para pihak terkait untuk turut memikirkan nasibnya - tidak menentu, tanpa kepastian hukum.

 

“Esensi hukum adalah keadilan. Tugas penegak hukum adalah menegakkan keadilan. Oleh karena itu, Berikanlah keadilan yang sesungguhnya,” harapnya mewakili rekan senasib di PK – GAAR. (HS/HRS/dtn)

 

Baca Juga : http://destinasianews.com/index.php/framing-destinasia/1660-para-pemilik-grand-asia-afrika-residence-tolak-pailit

 

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Wow, Rektor Unpad & Produsen Aquatec Petik Hasil Maksimal Panen Budidaya Kerapu di Pangandaran

Wow,  Rektor Unpad & Produsen Aquatec Petik Hasil Maksimal Panen Budidaya Kerapu di Pangandaran

destinasiaNews - Boleh dibilang kegiatan produktif ini nyaris tak banyak orang tahu, padahal ini merupakan 'giant step for Indonesian's development'....

Jadi Juri Unjuk Kabisa Wanoja Jajaka Budaya Jabar, Eka Santosa - Kembangkan Budaya Kita

Jadi Juri Unjuk Kabisa Wanoja Jajaka Budaya Jabar, Eka Santosa - Kembangkan Budaya Kita

destinasiaNews - Boleh dikata ini penampilan tokoh Jabar Eka Santosa yang sedikit tak 'lazim' akhir-akhir ini? Gerangannya kali ini penuh dengan...

Gerai GORO DAYUNG di Bandung Munculkan Antusiasme Peserta Munas ISMI ke-2

Gerai GORO DAYUNG di Bandung Munculkan Antusiasme Peserta Munas ISMI ke-2

destinasiaNews - Sejumlah peserta Musyawarah Nasional (Munas), Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) ke-2 di Hotel Grand Asrilia Bandung, pada Sabtu,...

LAKSI Dukung Kapolri - Tegakkan Hukum Bagi Pelaku Hoax

LAKSI Dukung Kapolri - Tegakkan Hukum Bagi Pelaku  Hoax

destinasiaNews - Terkait pemeriksaan terhadap Ketua Dewan Kehormatan PAN, M Amien Rais. Dalam hal ini sebagai saksi, pada kasus dugaan...

Pengunjung

02662645
Hari ini
Kemarin
4556
5177