KONI Jabar & BAORI Saling Klaim, Gubernur Jabar How Are You? Kata Eka Santosa

KONI BAORI 1Destinasianews - Buntut saling klaim soal putusan BAORI (Badan Arbitrase Olahraga Indonesia) melalui empat cabor dan satu badan fungsional olah raga Jabar yang tergabung dalam Forum Jabar Ngahiji (FJN) ke KONI Jabar (22/12/2018). Materi gugatan itu, di antaranya menyoal rangkap jabatan Ahmad Saefudin selaku Ketua KONI Jabar, juga sebagai TNI aktif, di Kementerian Pertahanan. Paparan ini diungkap oleh Perrwakilan (FJN) Forum Jabar Ngahiji, MQ Iswara.

 

"Kami memenangkan gugatan rangkap jabatan Ketua KONI Jabar yang juga sebagai TNI aktif, di kementerian Pertahanan . Ketua KONI Jabar 2018-2022, Ahmad Syaifudin cacat hukum. Dan , KONI Pusat harus mengganti Ketua KONI Jabar. ” papar Iswara di Hotel Bidakara Savoy Homan Bandung (23/11/ 2018).

 

Tak berselang lama pada 26 Desember 2018, Ketua Bidang Hukum KONI Jabar, Irwan Indrapraja di Gedung KONI Jabar Jl. Pajajaran Kota Bandung, mengumumkan isi surat KONI Pusat No. 2303A/UMM 2018 tanggal 12 Desember 2018 – KONI Pusat menyatakan keputusan BAORI dengan nomor perkara 15/P. BAORI /IX/2018 tanggal 22 November 2018 bisa dikesampingkan.

 

Kembali seperti kata Irwan yang didampingi Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Jabar, M Budiana, di dalam surat ini kepengurusan KONI Jabar di bawah kepemimpinan Brigjen TNI Ahmad Saefudin dinyatakan sah: “Ini sesuai dengan SK KONI Pusat No. 87 tahun 2018.”

KONI BAORI 2Lanjutannya, dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (purn)Tono Suratman, menyinggung ihwal status BAORI bentukannya. “KONI Pusat menyatakan kepengurusan BAORI di bawah kepemimpinan Sudirman, dinilai tidak sah karena menyimpang dari ketentuan AD/ART KONI tahun 2017. Salah satunya, jumlah anggota BAORI melenceng dari AD/ART, karena melebihi 7 orang”.

 

Runyamnya, saling klaim keabsahan kepemimpinan Ahmad Saefudin dalam dua periode (2014 – 2022) sebagai Ketua KONI Jabar, yang melibatkan KONI Pusat dan BAORI, terakhir (26/12/2018) menurut Hotma Agus Sihombing selaku Kuasa Hukum FJN yang dilansir media, menyatakan : “Secara etis organisasi isi surat KONI Pusat tidak layak untuk djadikan dasar pembenaran tentang keputusan BAORI”.

 

Secara terpisah sehari usai ‘klaim’ KONI Jabar per 26 Desmber 2018, Eka Santosa, Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olah Raga) Jabar, mengomentari hal ini: ”Saya tetap pada penantian Gubernur Jabar segeralah bersikap. Persoalan di tubuh KONI Jabar sudah sangat parah sejak ditinggalkan Alm H Azis Syarif (2014), lalu diteruskan Ahmad Saefudin dengan mengabaikan banyak ketentuan”.

 

Lebih lanjut menurut Eka: “Saya ingatkan lagi, ke Gubernur Jabar yang baru (Ridwan Kamil), how are you? Di luar pelanggaran peraturan dan undang-undang, ada pertanyaan mendasar pertanggung-jawaban keuangan sejak awal kepemimpinan (Ahmad Saefudin), juga transisi dari Ketua KONI Jabar yang meninggal (H Azis Syarif). Aneh, belum ada audit internal. Dugaan akumulasi hampir Rp. 1 Triliun. Tepatnya, sekitar Rp. 945 milyar. Bakal ada penjelasan khusus soal ini,” ujarnya.

 

Selanjutnya Eka memungkas: “Soal sah - tidaknya keputusan BAORI? Ini lucu, masyarakat bisa tertawa, sekaligus geram. Marwah olahraga, jatuh lho? Jadi ingat ke kasus OTT KPK atas oknum KONI Pusat dan pejabat Kemenpora (18/12/2018) di Jakarta. Modelnya, bisa-bisa mirip di Jabar. Sepertinya, kini sedang ditutup-tutupi berbagai manuver”. (HS/dtn)

Add a comment

OTT KPK KONI & Kemenpora, Kata Eka Santosa, FPOR Jabar: Tidak Kaget !

Ekasantosa pangandaranDestinasiaNews – Eka Santosa, Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olah Raga) Jabar ditemui di kediamannya Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun, Cimenyan Kabupaten Bandung (21/12/2018), terkait OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh KPK atas oknum KONI dan Kemenpora di Jakarta (18/12/2018), menurutnya tidak kaget.

 

“Kita seakan dikejutkan oleh OTT KPK yang melibatkan 3 orang dari Kemenpora dan 2 dari KONI (Pusat). Saya sih tidak kaget. Dugaan, sejak awal pola ini bisa saja terjadi di Jabar, silahkan cek sendiri. Makanya, kondisi KONI Jabar seperti sekarang tak berketentuan”.

 

Ditelisik soal dugaan pola KONI (Pusat) dalam kaitan kasus suap oknum di Kemenpora, Eka yang juga mantan Ketua KONI Jabar (2002 – 2006) kembali menyinggung, materi yang telah dilaporkan ke Gubernur Jabar baru-baru ini. Menurutnya, sejak awal KONI Jabar di bawah kepemimpinan Ahmad Saefudin pada 2014 – 2018. Kemudian, dilanjutkan dengan sarat dugaan sejumlah rekayasa pemilihannya periode 2018 – 2022:

 

“Ini nyata-nyata sejak awal cacat hukum. Yang dilanggar itu UU SKN, UU TNI, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri. Coba saja cek dalam pemberitaan saya selaku Ketua FPOR”.

 

Selanjutnya Eka dalam konteks pemberitahuannya ke Gubernur Jabar Ridwan Kamil, berharap pembenahan di KONI Jabar bukan sekedar pelanggran peraturan atau undang-undang belaka, melainkan ada pertangungjawaban keuangan:

 

”Di luar pelanggran peraturan dan undang-undang itu ada sejumlah pertanggung-jawaban keuangan sejak awal kepemimpinan (Ahmad Saefudin) termasuk transisi dari Ketua KONI Jabar yang meninggal (H Azis Syarif). Sampai sekarang belum ada audit internal. Akumulasi diduga mendekati Rp. 1 Triliun. Ya, sekitar Rp. 945 milyar. Nanti, ada penjelasan khusus soal ini,” ujarnya.

 

Ketika dikonfirmasi bagaimana progress laporan sebagian dugaan itu telah dilaporkan ke pihak berwenang:”Memang aneh dugaan penyelewengan di KONI Jabar ini, faktanya bukan OTT KPK. Jadinya, baru sebatas pemanggilan dari yang diduga terlibat. Masa sih, seperti ini terus? Makanya, Pak Gubernur segeralah bersikap dan mengambil tindakan, demi kemajuan olah raga di Jabar.” (HS/dtn)

Add a comment

‘Duet’ Netty Prasetya & Keri Lestari Dandan, Rayakan Hari Ibu, Bahas Peran & Kasih Ibu

bu netty 1Destinasianews – Bertempat di masjid TSB (Trans Studio Bandung) di Jl. Gatot Subroto Kota Bandung pada Rabu, 19 Desember 2018 telah berlangsung tausyiah dan talk show bertajuk ‘Ibu Sepanjang Masa’. Menurut host (pemandu acara) Riva Rahayu, kegiatan ini merupakan salah satu mata rantai dari peringatan Hari Ibu yang biasa diperingati setiap tanggal 22 Desember oleh penyelenggara.

 

Hadir dalam kesempatan ini ratusan peserta peminat kajian Islam dalam perpektif masa kini dan masa depan. “Semoga uraian dari ‘duet’ srikandi mantan Ibu Gubernur Jabar, Hj. Netty Prasetya Ahmad Heryawan dan Ibu Wakil Rektor Bidang Riset dari Unpad, dapat memperkaya wawasan kita,” papar Riva Rahayu ketika membuka kegiatan ini.

 

Pahami Kodrat

bu netty 3Keri Lestari yang selama ini juga dikenal sebagai pemegang hak paten olahan ekstrak biji pala (Myristica fragrans Hout), sebagai obat anti diabetes, serta sediaan obat lainnya berbasis herbal dari alam Nusantara, melalui analisa yang tajam namun popular mengupas idealnya, membina hubungan keluarga harmonis:”Pemahaman akan fungsi ayah dan ibu dalam membina putra-putri kita di jaman milenial yang penuh tantangan, perlu strategi khusus.”

 

Masih menurut Keri Lestari yang fasih mengupas akan peta dari fungsi-fungsi faali otak manusia, kaum pria memang sudah ditakdirkan lebih mengarah untuk berfikir lebih fokus:”Berbeda dengan kaum perempuan cenderung multi tasking dalam kesehariannya. Disinilah, saling memahami antar fungsi kondrati perempuan dan laki-laki, perlu kita pami dengan benar.”

 

Lain halnya Keri Lestari, Netty Prasetya yang mendampingi dua periode (2010 – 2018) suaminya Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jawa Barat, sempat berbagi kisah di balik layar dari berbagai penanganan kasus kriminal kehidupan rumah tangga, khususnya proses tumbuh kembang anak-anak dan remaja:

bu netty 3

”Kuncinya dari semua kasus yang pernah muncul di tingkat nasional dari Jawa Barat, aneka penyimpangan fungsi kehidupan keluarga, kembalilah ke basis pendidikan agama dan kehidupan bermoral lainnya,” paparnya setelah mendedarkan dengan cukup gamblang dari kasus video porno keluarga yang melibatkan anak-anak, kehidupan kaum pengemis dan anak jalanan di berbagai kota di Jabar, serta persoalam buruh migram (TKI) asal tanah Pasundan di luar negeri.

 

Sementara itu salah satu jemaah yang mengaku bernama Suratmi (36), tinggal di daerah Dago Kota Bandung, dalam pengamatannya yang hadir bersama beberapa rekannya, materi yang dipaparkan oleh ‘duet’ nara sumber:

 

”Sangat berarti, peran dan fungsi berkeluarga utamanya dalam menumbuh-kembangkan anak yang selama ini dipahami dari permukaan saja, melalui talk show ini kami mendapat banyak pencerahan.” (HS/dtn)

Add a comment

GWJ Bandung Raya Masuk Pesantren Salafiyah Assidiqiyah Majalengka - Santri Antusias Cermati Soal Thalassemia

GWJ 1Destinasianews - Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) Bandung Raya, yang sejak triwulan 2018 bergiat di aneka kegiatan sosial-kemasyarakatan, kali ini selama dua hari (20-21/11/2018), menyambangi pesantren Salafiyah Assidiqiya. Tepatnya, pesantren kondang ini ada di Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

 

Khusus di pesantren ini, GWJ Bandung Raya bersama Tim Kesehatan di bawah koordinator dr Ganesha, melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Lingkupnya, melakukan cek medis hipertensi dan diabetes. Terdaftar yang mengikuti pemeriksaan kesehatan ini 174 orang. Rata-rata rentang usianya dari 50 hingga 70 tahun. Yang mengejutkan, hasilnya 98 persen menderita hipertensi, dan diabetes.

 

GWJ 2“Salah satu penyebabnya karena pengaruh pola makan yang kurang sehat. Penyebab lain karena rata-rata hanya memiliki sanitasi rumah minimal,” papar dr. Nadya Tridinanti salah satu anggota dari tim dokter yang didampingi dua paramedik.

 

Menindaklanjuti kondisi kesehatan dan lingkungan seperti ini, tim dokter memfasilitasi pengadaan obat-obatan mandiri. Pengadaan ini tentu berbasis pada potensi setempat, yakni sayuran dan buah-buahan di sekitar pesantren.

 

Penyuluhan Thalasemia

 

GWJ 4Hal esensial lainnya terjunnya GWJ Bandung Raya ke Majalengka, berkesempatan menyampaikan penyuluhan Thalasemia. Salah satu motornya, hadiir Prof Dr Ani Maskoen drg. Ia intensif melakukan penyuluhan tentang thalassemia. Penyuluhan ini disampaikan bagi 60 santri putra-putri usia pra nikah. Dari kegiatan ini, sempat diketahui bahwa penyuluhan tentang thalasemia, terbilang jarang dilakukan di lingkungan KUA (Kantor Urusan Agama) setempat.

 

Materi penyuluhan thalassemia ini dijelaskan secara runtun, utamanya tentang potensi gen pembawa thalassemia. Anjurannya kala itu, bagi santri yang berniat menikah, kedua pasangan ini harus diperiksa terlebih dahulu ke klinik atau rumah sakit.

 

“Periksa dahulu, apakah di antara mereka punya potensi gen sebagai pembawa thalassemia atau tidak?” papar dr. Nadya sambil memungkas – “Para peserta pada sesi ini tampak sangat antusias . Harapannya, memiliki keturunan yang sehat.” (HS/dtn)

Add a comment

Prihatin, Marak OTT KPK di Tanah Pasundan

kpk

destinasiaNews - Hingga Desember 2018 ini sedikitnya sudah terpunlikasi 28 OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh Komisi Pemberantasa Kosupsi (KPK). Celakanya, 21 di antara nya adalah Kepala Daerah, Bupati/Walikota. Dan selama tida bulan terakhir ini OTT kepala daerah di Jawa Barat begitu gencar. Terakhir adalah Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar yang tercokok KPK 12 Desember lalu lantaran mengutip dana pendidikan dengan barang bukti berupa uang tunai sekitar 1,5 miliar rupiah. Prihatin?

“Ternyata di tanah Pasundan ini juga banyak maling ya? Saya sangat prihatin,” kata Abah Landoeng (94) menanggapi tercokoknya Bupati Cianjur oleh KPK baru-baru ini. “Dan saya sangat marah karena yang dikorupsi itu justru dana pendidikan,” geram Sang Abah yang memang sejak sebelum dibentuknya KPK dia sudah menjadi relawan pencegahan korupsi.

landoeng

Sebagai mantan guru yang juga masih sebagai aktivis lingkungan hidup ini Abah Landoeng mengimbau para pegiat pendidikan agar senantiasa memberikan pencerahan kepada murid-muridnya agar mereka memahami dan tertanam dalam jiwanya bahwa korupsi itu tindak kejahatan dan jujur itu hebat, tutur Abah Landoeng ketika dijumpai di kantor DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) di Jalan Martadinata Bandung.

Pencerahan tentang cegah korupsi itu justru harus dimulai di sekolah-sekolah. “Saya ikut menggagas dan mendukung program ini,” lanjut pria yang sering sowan ke kantor KPK ini. Sedikitnya ada 9 nilai dalam membangun jiwa keberanian anti korupsi yang bisa segera diterapkan pada diri anak didik. Kesembilan nilai itu adalah membangun jiwa keberanian untuk bertanggungjawab, berani disiplin, berani jujur, berani sederhana, berani kerja keras, berani mandiri, berani adil, berani untuk berani dan berani peduli.

Kalau penanaman nilai-nilai keberanian ini ditanamkan sejak SMP saja, akan sangat membantu memperbanyak bangsa kita yang menyatakan “Berani jujur itu hebar,” kata Abah. Menurut Abah Landoeng, buku pegangan 9 Nilai Anti Korupsi ini bisa diperoleh di KPK. “Yang berminat bisa saja menghubungi KPK baik langsung maupun melalui perantara surat atau email,” pungkas Abah Landoeng. (ar/dtn).

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

RUU Permusikan Batal Diolah DPR – Musisi Bandung, Suka Cita

RUU Permusikan Batal Diolah DPR – Musisi Bandung, Suka Cita

 Para musisi bertemu dengan para anggota DPRI Fraksi PDIP. destinasiaNews – Kamis siang (14/2/2019) di Rumah Makan ‘legendaris’ Bu Eha yang...

Gerakan Hejo Warnai Citarum Expo 2019 - Kenalkan Inovasi Perangi Sampah

Gerakan Hejo Warnai Citarum Expo 2019  - Kenalkan Inovasi Perangi Sampah

destinasiaNews – Bermula dari pertemuan antara Gerakan Hejo (GH), dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil selaku Komandan Satgas Citarum Harum pada...

Pengembang Memprediksi Masa Depan Yang Cerah Untuk Pasar Properti Australia

Pengembang Memprediksi Masa Depan Yang Cerah Untuk Pasar Properti Australia

"Tingkat Suku Bunga, Pertumbuhan Lapangan Pekerjaan, Kekuatan Ekonomi Dan Pasokan Hunian Baru Yang Terbatas Akan Memastikan Keyakinan Para Pembeli Di...

101 Lampion menghiasi IMLEK & Cap Go Meh THE 1O1 Bogor Suryakancana

101 Lampion menghiasi IMLEK & Cap Go Meh THE 1O1 Bogor Suryakancana

destinasiaNews - Tahun Baru Cina atau yang dikenal dengan imlek dan cap go meh selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk...

Kemeriahan Chinese New Year di Pago Restaurant

Kemeriahan Chinese New Year di Pago Restaurant

  destinasiaNews – Dalam menyambut Tahun Baru Imlek, The Papandayan kembali mengadakan Chinese New Year Dinner di Pago Restaurant yang dilangsungkan...

Pengunjung

02995863
Hari ini
Kemarin
853
3554