Disbudpar Kota Bandung Miliki Aplikasi Digital “Patrakomala” Bagi Pegiat Ekonomi Kreatif

Patra1

destinasiaNews - Merupakan inovasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung di era global, untuk mengembangkan pariwisata melalui aplikasi digital bagi pegiat ekonomi kreatif yaitu dengan mendirikan portal Patrakomala. Tujuannya menghimpun para pegiat usaha ekonomi kreatif sebagai data base dan mapping.

Hal tersebut terungkap saat Soft Launching Portal Ekonomi Kreatif Patrakomala, berlangsung di Auditorium Bandung Creative Hub (BCH) Jalan Laswi Nomor 7 Kota Bandung, Selasa, 3/7/2018.

Pada acara hari itu dihadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, S.Sos., MA., Kepala Seksi Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kasi Bid Ekraf Disbudpar) Kota Bandung, Sanny Megawati, S.Sos., dan para perwakilan pegiat ekonomi kreatif se- Bandung Raya.

Keberadaan portal Patrakomala ini adalah sesuai dengan visi pariwisata Kota Bandung serta penekanan terkait dengan wisata perkotaan kreatif, yang diamanatkan oleh Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Bandung Tahun 2012-2025. Untuk itu Pemerintah Kota Bandung perlu meningkatkan dan mengembangkan potensi maupun sumber daya yang dimiliki guna tercapaiannya pembangunan Kota Bandung sebagai Destinasi Wisata Perkotaan yang Kreatif, jelas Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari.

Menurut Kenny panggilan akrab Kenny Dewi Kaniasari, bahwa portal Ekonomi Kreatif Patrakomala ini merupakan market place bagi para pegiat industri ekonomi kreatif yang memiliki produk namun tidak memiliki fasilitas.   Hal ini merupakan jawaban keraguan bagi para pegiat ekonomi kreatif yang menganggap kurangnya perhatian pemerintah.

Disbudpar Kota Bandung akan fokus di 4 sub sektor, yaitu Fashion, Musik, Film, dan Kuliner, dari 16 sub sektor yang tersedia, “Namun tetap lokomotifnya adalah sub sektor Fashion, karena Fashion dapat menarik sub sektor lainnya,” jelas Kenny

Patra2

Selain itu Disbudpar Kota Bandung secara internal akan melakukan pembinaan bagi para pegiat ekonomi kreatif yang akan menjual barang dan jasa di Patrakomala tentu saja akan terkurasi dengan baik dan silakan, bisa datang langsung ke kantor Disbudpar Kota Bandung untuk membicarakan berbagai hal, karena kami hanya fasilitator karena yang memiliki idea atau lainnya adalah mereka,” papar Kenny

“Para pegiat ekonomi kreatif dapat masuk dan bergabung di Patrakomala secara gratis, namun akan kita kurasi terlebih dahulu, baru kita Publish,” kata Kenny

Grand Launching Patrakomala akan dilaksanakan 15 September 2018 pada saat acara Hackathon, “Semoga Patrakomala dapat bermanfaat bagi para pegiat ekonomi kreatif,” kata Kenny berharap..

Menurut Kenny, pembangunan ekonomi kreatif harus mampu memberikan dampak ekonomi yang luas sebagai upaya peningkatan lapangan pekerjaan, peningkatan penerimaan masyarakat hingga sebagai salah satu metode dalam pelestarian dan pengembangan budaya Kota Bandung secara kreatif.

Pada semester kedua tahun 2018, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencoba untuk membangun suatu portal digital yang telah dikaji mampu mengarahkan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif ke arah yang positif dengan dasar pengembangan pentahelix yang juga melihat kepada pilar-pilar pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan, beber Kenny

Hal senada disampaikan Kasi Bidang Ekraf Disbudpar Kota Bandung, Sanny Megawati, S.Sos., dengan berfokus kepada open A.P.I. (Application Program Interface) yang mengedepankan akses penuh dan informasi bagi publik, diharapkan tujuan pengembangan portal ini sungguh bemanfaat bagi masyarakat.

Patra3

Akhirnya, rumusan visi dan misi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Bandung, diaplikasikan dalam desain logo Patrakomala sebagai berikut: Visi dan Misi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif tersampaikan melalui logo portal Patrakomala yang sesuai dengan karakter bunga itu sendiri, kata Mega sapaan akrab Sanny Megawati.

Patrakomala adalah bunga khas Kota Bandung yang harus selalu dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Bunga Patrakomala memiliki ciri khas 4 (empat) kelopak yang menjadi simbol dari pembangunan kepariwisataan di Indonesia yang mencakup 4 pilar pembangunan kepariwisataan yakni : Destinasi, Pemasaran; Industri, dan Kelembagaan, ucap Mega

Keempat pilar tersebut merupakan upaya perwujudan azas pembangunan dengan memerhatikan keanekaragaman, keunikan dan kekhasan budaya dan alam, serta kebutuhan manusia untuk berwisata, paparnya

Selanjutnya, simbol 5 (lima) putik Patrakomala menggambarkan kolaborasi Penta-helix yang merupakan kegiatan kerjasama antar lini/bidang Academik, Business, Community, Government, dan Media (ABCGM).

Patrakomala akan bersinergi dengan sistem dan jaringan yang telah dimiliki oleh Pemerintah Kota Bandung, sehingga sinkronisasi data dapat selalu terhubung dengan baik secara digital dalam induk creativeconomy.bandung.go.id., jelas Mega.

“Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak sehingga Patrakomala dapat termanfaatkan dengan baik oleh seluruh pemangku kepentingan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bandung,” pungkanya (HRS/dtn).

Add a comment

Ombudsman Jabar Awasi Penyelenggaraan PPDB 2018

ppdb18 a

destinasiaNews – Ombudsman Perwakilan Jawa Barat turut mengawasi titik rawan pelanggaran penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2018, pada tingkat Sekolah Negeri tingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat di kabupaten/kota di Jawa Barat.

 

Melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain Yang Sederajat. Berdasarkan regulasi ini, maka Pemerintah bertujuan agar pelaksanaan PPDB 2018 ini berjalan secara obyektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

 

Namun demikian, dikhawatirkan masih ada jalur-jalur yang rawan terjadi penyalahgunaan mekanisme, seperti pada tahun 2016-2017, Ombudsman masih menemukan adanya praktek jual-beli kursi di sekolah-sekolah favorite. Selain itu juga masih adanya sponsorship dan daftar sekolah menggunakan calo, atau dengan cara lain seperti menggunakan legalitas warga sekitar sekolah, legalitas keluarga ekonomi tidak mampu, informasi yang tidak tersampaikan kepada masyarakat, kuota pendaftar, dan pelibatan pihak yang tidak berkepentingan dalam proses seleksi," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Haneda Sri Lastoto di kantornya, Jalan Kebonwaru Utara, Kota Bandung, Senin, 2/7/2018.

 

Lebih jauh Haneda mengungkapkan, bagi calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur warga sekitar sekolah, wajib menyerahkan copy kartu keluarga serta penentuan koordinat tempat tinggal agar terukur jarak riil menuju sekolah. Sedangkan untuk jalur keluarga ekonomi tidak mampu, calon peserta didik harus memiliki salah satu dari Kartu Indonesia Pintar antara lain Kartu Indonesia Sehat Kartu Keluarga Sejahtera atau Surat Keterangan Tidak Mampu.

 

“Informasi yang diterima oleh masyarakat harus merupakan informasi final dari sumber yang dapat dipercaya serta masyarakat harus teliti dan cermat, segala sesuatu harus dibuktikan dengan tanda bukti dan untuk PPDB 2018 kita akan fokus pada sistem zonasi dan pemerataan sekolah," jelas Haneda

Menurutnya, PPDB merupakan tanggung Jawab pemerintah dan sekolah sebagai penyelenggaranya, untuk itu sebaiknya pihak sekolah menyiapkan ruang khusus untuk menangani pengaduan masyarakat dalam hal ini orang tua calon peserta didik.

"Keberadaan Ombudsman adalah bagian dari membatu pemerintah dan masyarakat, kalau masyarakat sudah sampaikan keluhan kepada internal sekolah namun tidak direspon dengan baik maka kami bisa menjadi alternatif untuk menerima pengaduan lanjutan selain tentunya ke DPRD," ucap Haneda.

ppdb18 b

"Terutama kepada orang tua, persyaratan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku baik Perwal maupun Pergub. Jangan sampai terjadi perilaku menyimpang baik oleh masyarakat sendiri maupun pihak sekolah," tutur Haneda

Harapannya, lembaga negara pengawas pelayanan publik tersebut ingin memastikan penyelenggaraan PPDB berlangsung lancar tanpa komplain atau zero complaint.

Asisten Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Noer Adhe P. mengatakan, pihaknya baru memantau secara acak di sejumlah sekolah karena keterbatasan sumber daya. Dalam pantauannya, tidak ada permasalahan pada PPDB di Kota Bandung.  "Di Kota Bandung sejauh ini belum ditemui masalah administrasi terkait PPDB," tegasnya

Dinas Pendidikan Kota Bandung sudah menempatkan sub Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu di sekolah-sekolah untuk menampung pengaduan dari masyarakat. Kalaupun ada masalah, masyarakat bisa memanfaatkan kanal tersebut untuk menyampaikan pengaduan, papar Adhe

Untuk menghindari masalah pada saat mengikuti PPDB, dirinya mengimbau agar para orang tua percaya terhadap kemampuan anaknya dan tidak memaksakan mendaftar di sekolah berlabel favorit karena pemerintah telah berusaha memeratakan pendidikan. 

"Harapan kami masyarakat menghilangkan gengsi dengan memaksa memasukkan anak ke sekolah berlabel favorit. Apalagi sekarang sudah ada regulasi tentang zonasi. Jangan juga memulai sesuatu yang menyimpang dari aturan, ikuti prosedur dan jadwal yang sudah ditentukan. Kalau ada temuan harus berani lapor ke desk pengaduan di sekolah ataupun ke Ombudsman melaluinomor (022) 7103733 atau WhatsApp 0877 1793 0058”, pungkasnya. (HRS/dtn)

Add a comment

Jurnalis ‘Mangprang JPC’ Disekutukan Persoalan Berat Citarum, Beginilah Jadinya

Tim JPC di lapanganDestinasianews– Ini sedikit ihwal sedikit bocoran bagaimana para jurnalis beda-beda mazhab bersatu, bersekutu di JPC – Jurnalis Peduli Citarum. Hingga 27 Juni 2018 terdaftar sekitar 45 jurnalis ‘mangprang’ JPC. Dikatakan mereka ‘mangprang’, karena urat takutnya sudah putus – mengungkap kebenaran tentang betapa buruknya penanganan DAS (Dae

rah Aliran Sungai) Citarum sebagai urat nadi kehidupan puluhan juta warga Jabar.

 

JPC lahir seiring terbitnya Perpres No 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum. Yang diperjuangkan itu, bagaimana merevitalisasi sungai sepanjang hampir 297 km dari Cisanti hingga ke Muara Gembong di utara Jabar, pulih seperti sungai yang seharusnya berperan layak minum, layak bagi ekosistem, bahkan layak untuk berenang.

 

Saat rapat JPC yang kesekian kali di Sekertariatnya di Jl. Situ Cileunca No. 17 Kota Bandung, hadir sekitar 25 anggotanya. Sang Ketua JPC, Setio SH, MH yang akrab disapa Bang Tio, buka suara. Menurutnya, rapat kali ini semoga fokus pada sejumlah program kerja, dan arah JPC.

 

“Tujuannya, profesionalitas dan kinerja kita meningkat. Otomatis implementasi Perpres No 15 Tahun 2018 yang dirancang 7 tahun ke depan demi revitalisasi DAS Citarum, bisa tercapai.”

 

Hasil lainnya, jurnalis senior Herry KS, Adi Raksanagara, Isur Suryana, serta lainnya angkat bicara. Muaranya, hendak dibawa kemana JPC?

 

Ternyata, satu pun tak ada yang membangkang, sepakat memotivasi semua kalangan yang terlibat di program revitalisasi DAS Citarum. “Programnya bisa macam-macam, mendukung Kodam III Siliwangi dengan ribuan pasukannya menggerakkan masyarakat di bantaran Citarum. Menyatukan lintas sektor dari dinas maupun instansi terkait. Kita mamprang saja, toh ini lillahi ta’ala,” seru Adi Raksanagara yang diamini Isur Suryana sambil membetulkan topi lapangan yang ke mana pun selalu dikenakan.

 

“Ungkap semua kebenaran tentang DAS Citarum, agar masyarakat tahu dan merasa memiliki. Jangan seperti dulu, setiap pembenahannya, tak menyentuh warga setempat,” papar Suryadi yang di JPC kebagian tugas di Kesekretariatan.

 

Lainnya, menurut Pakde Fajar dari Bandungside.com, ”Selama di JPC ini, kita nyaman karena siapa pun itu jurnalisnya, di sini tidak ada mazhab-mazhaban. Yang menyekutukan kita hanya nasib DAS Citarum”.

 

Rekomendasi Rapat

 

Dari hasil godokan dan rembung-pendapat antara jurnalis senior dan junior yang seakan tanpa sekat, sejumlah rekomendasi program kerja jangka pendek dan menengah. Antara lain yang dihasilkan itu, meliputi penjadwalan liputan, pemerataan peliputan di lapangan yang menyangkut area Bandung Raya dan beberapa kabupaten/kota lainnya di Jabar yang dilalui DAS Citarum, pewadahan dan penyaluran materi pemberitaan seperti E – Magazine dan semacamnya, perkuatan di bidang kesekretariatan dan rilis pemberitaan, dan lainnya.

 

“Ini yang saya mau, makanya bergabung ke JPC. Kita merasa diwadahi dan dibimbing dengan baik di sini,” kata Arbim yang dalam kesehariannya  di JPC bisa wara-wiri antar Kota Bandung ke daerah di sekitarnya.

 

“Sejumlah rekomendasi ini jangan lama-lama diendapkan, besok lusa kita implementasikan. Semua tahu, para jurnalis ini sudah bekerja maksimal, melalui fasilitas yang ada, mari kita tingkatkan lagi,” pungkas Bang Tio dengan nada optimis.*** (IG/HS) 

Add a comment

PT Kahatex Dicor Dua Kali Saluran Limbahnya – Upaya Satgas Citarum Harum Sektor 21 Berdampakkah?

KAHATEX 1Destinasianews – Kamis, 28 Juni 2018 di lokasi saluran buangan limbah PT Kahatex yang berlokasi di Jalan Raya Rancaekek Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dicor utuk yang kedua kalinya. Saluran buangan limbah yang berukuran jumbo hampir 2 meteran diameter-nya, pertama dicor pada 25 Juni 2018. Prakarsa pengecorannya Satgas Citarum Harum Sektor 21.

 

Komandannya, Kol. Inf. Yusep Sudrajat. Bedanya, hari itu sang komandan Yusep Sudrajat berhalangan hadir. ”Ya, saya harus menghadiri sebuah pertemuan dinas di SUAD Jakarta. Saya delegasikan komando ke Kait Ujang Mulyana (Danramil Rancaekek – Kab. Sumedang)," ujarnya saat dihubungi via telepon.

 

KAHATEX 4Ujang Mulyana dalam Program Citarum Harum berperan sebagai DanSubSektor 21 untuk wilayah Sungai Citarik di Kab. Sumedang, ”Hari ini tuntas penutupan di Kahatex setelah dua kali dilakukan, berkat bantuan dari pegiat lingkungan dan masyarakat,” begitu ujarnya setelah lebih dari 4 jam hari itu bahu-membahu mengecor saluran buangan limbah dengam mengerahkan pasangan beronjong bersama pasukannya yang punya daya juang tinggi.

 

Operasi pengecoran pabrik bandel pembuang limbah selama puluhan tahun, mereka membawa masuk truk molen melalui pabrik tetangganya PT. Five Star Industries. Kapasitas truk beton molen, 8 meter kubik!

 

KAHATEX 2Kejadian pengecoran kali ini, pihak PT Kahatex tidak menghampirinya secara fisik di lapangan. Berbeda, pengecoran pertama sempat terjadi adu mulut dengan Kuasa Hukum pabrk ini. Yang terlihat pada hari itu, hanya beberapa pemuda setempat berseragam komunitas tertentu, namun tidak melakukan perlawanan sama sekali.

 

“Semua kondusif kali ini,” kata Kapten Ruswendi, Danramil Cimanggung.  

 

“Disinyalir masih ada lubang-lubang (saluran) limbah lain. Waktu itu bersama DanSektor 21 pernah melihatnya tuh di pojok sana. Belum lagi katanya di bawah jalan. Nantilah, kita patroli dan dilaporkan ke komandan,” tambah Ujang ketika ditanya – masih adakah saluran buangan limbah lain di pabrik ini?

 

Tahunan Cemari Lingkungan

 

KAHATEX 3Yang spesial saat Satgas Citarum Harum bersama puluhan pegiat penyelamat lingkungan, ada LSM PMPR (Pemuda Mandiri Peduli Rakyat), dan Komunitas Gemah Gesit dari wilayah seputar Jl. Moh Toha Kota Bandung. Nah, perwakilan Komunitas Gemah Gesit ini, angkat bicara. Yang bicara itu Cecep Setiyadi dan Nanong. Mereka berteman sejak lama, masing-masing pria dan wanita setengah baya:

 

”Saya dulu disungai-sungai di kota Bandung dan Kabupaten, masih bisa berenang pada tahun 70 atau 80-an. Sekarang mana bisa dilakukan oleh anak dan cucu kita?” begitu ujarnya dengan wajah nelangsa.

 

“Kami beberapa kali ikut upaya penertiban ini. Tujuannya, mendorong tindakan ke pabrik bandel ini, harus dilanjutkan. Jangan menyerah, ribuan masyarakat menanti hasil gerakan ini,” kata Cecep penuh harap – “Baru kali ini ada aparat berani bertindak, mengecor saluran buangan limbah…”

 

KAHATEX 5Sementara itu menurut Arief, Direktur Investigasi LSM PMPRI, penuntasan pengecoran hari ini karena terpotong liburan Pilkada Serentak (27 Juni 2018). “Baru hari ini bisa dituntaskan. Itu pun dengan catatan akan diteruskan ke lubang lain bila ditemukan saluran yang tersembunyi.”

 

Yusep Sudrajat masih melalui kontak telepon menyatakan, ”Demi Perpres No 15 Tahun 2018 yang intinya merevitalisai Sungai Citarum, tindakan ini merupakan upaya setelah, berbulan-bulan memberikan peringatan ke pemilik atau pengelola pabrik agar mengolah limbah secara benar. Faktanya, tak pernah mereka indahkan. Ini upaya terpaksa…”

 

Ketika Yusep ditanya, akankah memberi apresiasi terhadap pabrik yang sudah memperbaiki IPAL-nya? “Otomatis, hal itu kami lakukan dan disinergikan dengan dinas dan pihak terkait lainnya. Pabrik yang sudah ramah lingkungan dalam hal IPAL-nya, pasti diapresiasi. Dan sudah ada beberapa yang mengarah ke sana. Termasuk pabrik ini, bila IPAL-nya sudah benar difungsikan dengan sejumlah pembuktian berjangka panjang, mengapa tidak dibuka lagi?”

 

Terkait dengan kilah, bahwa pengecoran ini akan berdampak akan merumahkan ribuan karyawan serta men-down grade produknya dimata buyer dari berbagai negara?

 

“Nah, ini selalu kilah yang mereka sodorkan. Perusahaan yang sehat dan benar, sejak awal sudah memiliki perecanaan matang, termasuk yang ramah lingkungan. Ini sudah bertahun-tahun mereka lakukan. Ini saatnya kita harus bertanggung-jawab ke masyarakat dan lingkungan di masa depan. Bukan sebaliknya, demi keuntungan sesaat dengan mengorbankan ribuan bahkan jutaan orang dalam jangka panjang. Ini makna dari Perpres No 15 Tahun 2018, marilah kita sadari bersama.”

 

Terkait dampak dari pengecoran ini yang dilakukan terhadap puluhan pabrik bandel di seputar Bandung Raya dari ratusan pabrik lainnya? “Yakin dalam waktu dekat, mereka akan memperbaiki IPAL-nya. Beberapa sudah melakukannya, kita beri apresiasi. Dan yang belum, janganlah tenang-tenang saja, kami akan mendatanginya,” pungkas Yusep Sudrajat melalui ponselnya. (HS/IG)

Add a comment

Ribuan Masyarakat KBB Hadiri Kampanye Terbuka Paslon EMAS No 1

IMG 20180621 123727
destinasiaNews - Ribuan masa hadiri dalam Rangkain gerakan kegiatan dalam masa kampanye di hari terakhir sebagaimana yang telah ditetapkan KPU Kabupaten Bandung Barat PASLON EMAS No.1 menggelar acara Kampanye terbuka dengan acara Istigosah bersama yg melibatkan seluruh perwakilan para Relawan dan Simpatisan se-Kabupaten Bandung barat.
 
H.Uya selaku koordinator Relawan Pemenangan Mengungkapkan," Bahwasanya sebelum acara Istigosah yg bertempat di Lapangan Desa Sukatani Kecamatan Ngamprah para Relawan dan Simpatisan berkumpul di Posko Pemenangan EMAS No.1 dan alhamdulillah acara ini di hadiri kurang lebih dari ribuan masyarakat yang ingin mengikuti istigosah. Dan juga dilakukan Istigosah di beberapa titik daerah, untuk mendoakan agar Bandung Barat sejahtera, Paslon EMAS no 1 menang".
 
Dalam acara istigosah tersebut diisi oleh penceramah KH.MD Ubaidillah AB dan Kiyai Asep (Ustadz Cepot)
 
Di agenda Rapat Akbar tersebut PASLON EMAS No.1 Yang di wakili oleh CAWABUP Maman S Sunjaya menyampaikan orasi politiknya diantaranya, Menghimbau kepada seluruh para Relawan, Simpatisan, Ormas, OKP LSM, seluruh anggota dan kader dari partai PDIP, PPP, PKB, PERINDO dan Partai BERKARYA serta seluruh warga masyarakat se-Kabupaten Bandung Barat untuk merapatkan Barisan datang Ke TPS masing masing pada tanggal 27 juni 2018 untuk mencoblos PASLON EMAS No.1 dan kata Maman meyakini bahwa PILKADA KBB PASLON EMAS No.1 sebagai Pemenang, saatnya masyarakat memilih pemimpin untuk kepentingan kemaslahatan umat Bandung Barat.
 
Lanjut Maman dalam orasinya,"Kedepannya Bandung Barat dengan segala potensinya , Insya Allah kita akan menjadi kabupaten yang maju dan sejahtera , dan Bandung Barat di isi oleh manusia manusia yang berahklak, dan menjadi kabupaten yang asri, cur cor caina, hejo leweungna  tingsiriwik laukna, makmur jalmana", katanya.[BI]
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

destinasiaNews – Ada kisah unik, dari kuliner legenda di Kota Bandung. Ini sudah ada lho, semenjak era Kemerdekaan RI pada tahun 1945...

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

destinasiaNews -Elemen warga yang tergabung pada “Musisi Bandung”, berencana membikin dompet khusus terkait bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada...

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung,...

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit  - Ini Pertimbangannya …

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen...

Pengunjung

02340018
Hari ini
Kemarin
812
3711