Tommy Soeharto Serap Aspirasi Warga, Santai Sambil Lesehan    

IMG 20170903 094352
destinasiaNews  – Ada peritiwa menarik di negeri ini, Sabtu malam (2/9/2017) publik se-Nusantara melalui media sosial dikejutkan kehadiran Hutomo Mandala Putra (HMP) alias Tommy Soeharto, mendadak muncul di kawasan Gajah Mada Jakarta Pusat. Apa gerangan ?  Diluar dugaan, mobilnya Toyota Vellfire mendadak mogok seusai pertemuan mendadak ini..Sontak peristiwa ini muncul di dunia maya.
 
“Tak mau hidup kala distarter lalu dijamper sama mobil temannya,” kata salah satu pejalan kaki yang melihat kejadian ini di kawasan Gajah Mada Jakpus – “Bung Tommy kan mantan pembalap, sigap dan tenang saja menghidupkan mobilnya. Banyak yang kaget tapi seneng lihat Bung Tommy di jalanan, macetlah sebentar sesudahnya lancar …”
 
Tommy yang kini sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, katanya menikmati lesehan Gudeg Jogja Mbah Mangun Sajasmo, lamanya sekitar pukul 19.00 – 21.00 WIB. Mau tahu hidangan yang disantapnya? Gudeg opor ayam Rp. 24 ribu, teh poci Rp. 7 ribu, dan kopi hitam Rp. 3 ribu. “Sederhana sekali, saya kaget makannya seperti kita-kita saja”, seru salah satu penyaji dari lesehan gudeg ini.
IMG 20170903 092754
Belakangan tokoh yang ditemuinya di lesehan itu atau yang menemaninya tak lain Lieus Sungkarisma. Menurut pemberitaan yang beredar kala itu sebelum mengalami mogok mobilnya, Tommy sempat berdialog dengan juru parkir, dan pengamen setempat. Terungkap, harapannya dengan gubernur baru kelak kawasan Gajah Mada direvitalisasi dengan tidak menggusur “wong cilik”.
 
Seperti biasa, para pewarta ada yang bertanya, mau nyapres Mas di 2019? Dijawab Tommy, kehadirannya ke kawasan Gajah Mada tak ada hubungannya dengan “capres-menyanpres”, menurutnya semata ingin berkenalan lebih jauh dengan warga. Menurut keterangannya, Tommy beserta jajarannya di Partai Berkarya kini, justru sedang fokus mempersiapkan verifikasi faktual KPU pada Oktober 2017.
 
Salah satu buntut dari beredarnya foto kunjungan Tommy sambil lesehan di kawasan Gajah Mada, tak urung menarik perhatian para PKL di kawasan Cicadas Kota Bandung. ”Kami juga mau dong dikunjungi HMP. Nasib PKL Cicadas nih belum ada solusi, gimana?” kata Engkos (34) salah satu pedagang buku bekas. Menimpal lontaran Engkos, maman (36): “Katanya HMP mau ke Bandung dan Jabar, kapan sih jadinya?”
IMG 20170903 092728
Sementara itu Riri Angelina, warga Bandung, rupanya ia mengamati cukup mendalam kiprah HMP akhir-akhir ini dalam kegiatan politik, dalam group WhatsApp, diintip redaksi tatkala melihat munculnya serangkaian foto Tommy di kawasan Gajah Mada, berkomentar –Yaa sudah seharusnya atuh turun ke lapangan mah, apalagi orang yang berkecimpung di partai dan dunia politik, harus memahami grass rootsecara langsung.  
 
Secara terpisah Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jabar tatkala dimintai komentarnya tentang kegiatan Tommy Soeharto yang menarik perhatian warga Indonesia:”HMP itu bergaul dengan masyarakat, tanpa sekat. Ada pun mobilnya mogok, lalu spontan turun tangan dan hidup lagi. Sebelumnya ia berdialog dengan juru parkir dan pengamen. Patutla ditiru, tidak protokoler yang kaku. Rakyat, butuh kebershajaan. HMP itu, apa adanya, waktu saya temui baru-baru ini”.(HS/SA/dtn)
 
Add a comment

Lebih Dalam dengan Eka Santosa - Tanggapan Gugatan “UUD” Adi Mulyadi

IMG 20170831 173450destinasiaNews – Bergulirnya pemberitaan perihal gugatan yang muncul di paruh Agustus 2017 dari Adi Mulyadi, mantan Ketua DPW Partai Berkarya Jabar. Gugatan ini salah satunya ditujukan kepada Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jabar. Eka sendiri telah memperoleh mandat untuk jabatan yang sama per 5 Juni (No:105-SM/DPP/BERKARYA/VI/2017), lalu dikuatkan SK Pengangkatannya per 8 Juni 2017 (No: SK 12-DPW/DPP/BERKARYA/VI/2017) untuk periode 2017 – 2022.

Dalam kesempatan ini Eka dengan jernih menanggapi gugatan terhadapnya:”Silahkan dilayangkan, itu hak seseorang di negeri demokrasi ini. Namun, tak habis pikir, hal yang seharusnya bisa dimusyawarahkan internal, jadi berlarut. Bukankah, di antara kita, sebenarnya banyak hal yang bisa sinergikan. Utamanya, buat pengembangan masa depan partai, misalnya.”

Diketahui kesediaan Eka Santosa yang kondang dikenal sebagai politisi senior di Jabar, membiduki partai Berkarya besutan Tommy Soeharto, jauh-jauh hari, tidak ingin berurusan dengan hal-hal seperti ini:”Praktik berpolitik bagi saya semata berlandaskan pengabdian dan ketulusan. Katakanlah, ini dalam konteks pengembangan berdemokrasi di Indonesia. Tidak lain dari itu …peun”

Fakta lain, Adi Mulyadi yang menurut pengurus DPP Partai Berkarya ditandai dengan terbitnya Penarikan Surat Keputusan (SK) DPW Jawa Barat per 12 Mei (Jakarta – No. 096/B/DPP/BERKARYA/V/2017). Konsekuensinya, terjadi penarikan SK sekaligus pembekuan pengurus DPW Jabar melalui SK No: SK62-DPW/DPP/BERKARYA/IV/2017 per 12 April 2017, dibawah pimpinan Adi Mulyadi.

Rupanya, kiprah Adi Mulyadi di mata DPP Berkarya memunculkan persepsi ketidaklaziman, lalu muncul lagi surat senada per 5 Juli 2017 (No:146/B/DPP/BERKARYA/VII/2017) perihal pemberitahuan.

“Inti surat ini berisi hal pelanggaran berat yang bersifat pencemaran serta perusakan citra partai. Terhitung sejak itu Saudara Adi tidak diperkenankan membawa nama partai Berkarya. Andai pun ia memohon KTA, DPP menutupnya. Ini sesuai AD/ART kala itu,” jelas Eka dengan menambahkan –“Inilah salah satu pangkalnya. Sejujurnya, tidak tega membuka lembaran ini. Apa mau dikata? Terpaksa, sebagian kecil ini saya utarakan.”

Gugatan itu   

Sejatinya apa yang dimaksud Eka Santosa dengan gugatan “UUD” (ujung-ujungnya duit) versi Adi Mulyadi atas dirinya, bersama Neneng A Tutty (Ketum Partai Berkarya), Badaruddin Andi Picunang (Sekjen Partai Berkarya), H. Hutomo Mandala Putra (Ketua Majelis Tinggi Partai Berkarya), Syamsul Zakaria (Ketua Mahkamah Partai Berkarya), KPU, dan Kesbangpol Jabar?  

“Ada tuntutan moril serta materil berupa sejumlah nilai rupiah berbilang fantastis. Tak eloklah saya kemukakan detilnya di sini. Sesungguhnya, ini bertolak-belakang dengan fakta-fakta gugatan Saudara Adi. Tersendiri, soal ditangani Partai Berkarya,” terang Eka Santosa  sembari meperlihatkan surat panggilan sidang dari PN Bandung pada Selasa, 12 September 2017.

UUD?

Masih dalam kesempatan yang sama Eka Santosa kala ditemui di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung (31/8/2017), bersama jajarannya ia sedang bersiap-siap menghadapi verifikasi faktual dari KPU pada Oktober 2017. Alhasil, menyoal gugatan kepadanya yang disebutnya salah alamat:”Dugaan kental motivasi utamanya berunsur UUD? Nantilah, akan terungkap, siapa sebenarnya penggugat ini?!”

Masih mengupas gugatan ini, Eka Santosa kembali menunjukkan SK terakhir Menkumham RI No: M.HH – 12.AH.11.01 Tahun 2017 tentang Pengesahan Perubahan AD/ART Partai Berkarya, dan SK Menkumham RI No M.HH – 13 AH.11.01 Tahun 2017 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Pengurus DPP Partai Berkarya Periode 2017 – 2022. Esensi dari dua SK Kemenhumkam itu, bermakna adanya perubahan juridis menyangkut AD/ART, dan kepengurusan partai.

Menurut Eka Santosa pula, SK Kepengurusan sebelumnya di tingkat DPP, DPW, DPD, hingga DPC berubah dengan sendirinya. “Konsekuensi atas perubahan ini, kepengurusan saat ini yang legal dan eksis, tidak ada kaitan dengan materi gugatan Saudara Adi.”

“Sebenarnya, saya pun tidak perlu terpengaruh oleh gugatan ini. Apalagi menanggapi serius yang dipersioalkan Saudara Adi. Sebagai warga negara yang baik, serta demi menghormati hukum, bersedia menghormati surat dari pengadilan. Dengan catatan, gugatan ini salah alamat,” tutur Eka Santosa yang dalam kesehariannya di kediamannya di Pasir Impun kerap bersarung bersarung-ria – “Esensi gugatan kepada Ketua Umum, Sekjen, dan pejabat partai lainnya yang nota bene berdomisili dan beralamat di Jakarta. Sepatutnya, gugatan itu dilayangkan melalui Pengadilan Negeri Jakarta.”

Ujung reportase ini, Eka Santosa memaparkan dengan tegas:“Tidak menutup kemungkinan, akan dilayangkan gugatan balik terhadapnya, tersebab melakukan pencemaran nama baik, kebohongan, serta upaya perbuatan tidak menyenangkan.” (HS/SA)

Add a comment

Inilah Kata Ahli Arsitektur Bandung, Sosok Priana Bisa Mengatasi persoalan Masyarakat

IMG 20170829 WA0082
destinasiaNews - Kabar majunya kepala Dinas Koperasi Kota Bandung, Priana Wirasaputra telah menyebar ke masyarakat Bandung. Dukungan pun mengalir pada birokrat berpengalaman ini. Priana tercatat pernah menduduki berbagai jabatan strategis, dari mulai Camat hingga kepala dinas seperti sekarang ini.
 
Karena pengalamannya, Priana dianggap akan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang ada di Kota Bandung.
 
Arsitek ternama , Dr. Ir. Djefry Wahjudi Dana, MSA yang juga penulis  buku juga staf Ahli Arsitektur  Konsultan Teknik meyakini betul Kang Pri,  ( sapaan Priana ) adalah sosok pimpinan yang diharapkan masyarakat Bandung.
 
" Saya sebagai sahabat bangga kehadirannya itu Kota Bandung butuh pemimpin yang mampu mengatasi  permasalahan mulai dari sosial, ekonomi, kesehatan, macet dan lainnya masih belum pulih seakan-akan terus meningkat, " kata Djefry
 
Lanjutnya, Kang Pri sosok yang akan merubah kota menjadi sebuah kota yang aman, nyaman dan berkarakter menarik.
 
" Bandung ini sudah saatnya bebas banjir, sampah, tertib juga indah. Kang Pri ingin  Bandung  ini jadi kota pilihan untuk hidup sehat bagi anak-anak tenang belajar, kaum muda berprestasi, para pebisnis dan profesional giat bekerja, para lanjut usia tenang menikmati hidup,  para wanita mengabdi pada masing-masing keluarga. Untuk masyarakat dapat dengan tenang beribadah, manusia-manusianya berpandangan maju karena Kota Bandung di takdirkan sebagai Kota istimewa. Maka sudah sepantasnya Bandung dipimpin oleh manajer kota yang istimewa pula. Pilihan  hanya tertuju kepada sosok "Kang Pri" siap maju saya yakin gelombang deman sosok beliau akan meggelinding, bergerak berputar layaknya  bola salju yang terus membesar dan semakin membesar, " kata Djefry saat berbincang dengan media.
 
Dimata Djefry, Kang Pri ibarat berlian yang tak terlihat orang selama ini, buat masyarakat terbuka terhadap pentingnya memilih sosok pemimpin yang pantas dan mumpuni. Sosok pribadi Kang Pri, yang saya kenal  hormat kepada yg lebih tua, para sepuh senior, sayang kepada yang lebih muda,  melindungi dan mengayomi kepada yang lemah, mendamaikan kepada yang bersengketa, membina dan memberi contoh kepada bawahan, melawan kepada yang dzolim, memberi kepada yang kekurangan, menghibur kepada yang sedang bersedih, " ujar Djefry (SA)
Add a comment

Priana Wirasaputra, Kadis KUMKM Kota Bandung - Siapkan Satgas Basmi Rentenir !

IMG 20170829 WA0053
destinasiaNews – Birokrat“bolongkotan” 32 tahun berkarir sebagai PNS di pemerintahan kota Bandung, jabatan kini sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro  Kecil dan Menengah (KUMKM)Kota Bandung, santer ia digadang-gadang meramaikan bursa Pilkada 2018 – merebut Walikota Bandung!
 
Ditemui di Trans Studio Mall Bandung (28/8/2017) Priana Wirasaputra, kala itu mendampingi isteri Walikota Bandung Ridwan Kamil, Atalia Praratya membuka ajang ekonomi kerakyatan B Craft 2017.
 
Kira-kira isu apa nih Kang Pri (sapaan akrab Priana Wirasaputra) dalam kinerja Anda kali ini yang akan diluncurkan? “Waduh, ditodong demikian harus serius nih menjawabnya. Saya hadir di sini, semata memberi dorongan untuk para pegiat koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di kota Bandung,” demikian ujarnya dengan ramah kepada para awak media yang tiba-tiba merubungnya.
 
Terbaru, menurut Pri yang menurutnya di kota Bandunga ada sekitar 300 ribuan KUMKM, namun yang terdaftar resmi hanya sekitar 6.000-an:”Satgas pembasmi rentenir, dalam waktu dekat akan diluncurkan.”
 
Menurut Pri pula, Satgas ini bukan semata datang atau ditanganani oleh kantor dinasnya:”Sebagai koordinator ya, namun dinas terkait lain pun ikut serta seperti dari unsur kepolisian, kejaksaan, TNI, dan dinas terkait lainnya,” demikian paparnya singkat – “Persoalan rentenir ini bukan semata secara fisik, melainkan dimulai dengan pembinaan, pelatihan, lalu penindakan. Tujuannya, para pengusaha kecil tak terjebak pada pusaran lintah darat. Makanya, pihak bank dan sumber finansial lain pun akan terlibat. Tunggu saja ya, kehadirannya.”
 
Lebih jauh menurut Pri, persoalan terjeratnya para pengusaha kecil ini karena soko guru ekonomi kita, yakni koperasi masih belum beranjak dari persoalan klasik – salah urus dan ketidakmampuan melawan geliat ekonomi yang tak pilih-pilih mana yang harus dilindungi dan semacamnya. “Inginnya koperasi jadi soko guru ekonomi kita…”
 
Menyoal koperasi yang idealnya sebagai wadah ekonomi kerakyatan menurut Pri di kota Bandung kini ada sekitar 2.665. Dari jumlah ini hanya, 1.500-an yang aktif. “Sementara koperasi yang melakukan RAT dan cukup sehat ada sekitar 500-an jumlahnya.”
 
Belum lagi ratio antara jumlah penduduk kota Bandung dari sekitar 2,7 juta jiwa, disinyalir menurut Pri baru terlibat sekitar 500 ribuan-an orang saja. “Tentu, ini masih kurang, untuk penduduk kota Bandung yang punya PKL sekitar 22 ribuaan.”
 
Berpacu dengan Waktu
 
Bagi Pri permaslahan ekonomi kerakyatan mulai dari koperasi, keberadaan PKL, keberadaan UMKM, dan jumlah donatur dari lembaga penyelenggara CSR (corporate social responsibility), haruslah disinergikan:”Ini tugas saya dan jajaran di lembaga yang saya pimpin. Memberdayakan ekonomi warga di level menengah ke bawah utamanya. Masalahnya, di lapangan begitu dinamisnya kegiatan ekonomi ini. Insya Alloh, setiap saat kami mencari solusi atas kemandekan ini.”
 
Nah, soal rentenir yang sudah menjadi rahasia umum, apa kiat membasminya? “Sinergi antar dinas terkait dan lembaga yang ada. Akar maraknya rentenir di kota Bandung, kita perangi melalui Satgas lebih komprehensif dan proporsional. Semua ini akan dilakukan, segera,” demikian pungkasnya kepada para pewarta sambil mewanti-wanti dengan gesture serius – “Hey, rentenir sudahilah praktik busuk Anda dalam tempo secepat-cepatnya, sebelum kami bertindak…” (HS/SA/dtn)
Add a comment

B Craft 2017 “Little Bandung Nusantara” Resmi Dibuka Atalia Praratya

IMG 20170829 WA0026
destinasiaNews– Ibaratnya, anggaplah ini sebuah perhelatan yang terbilang megah,  dalam skala cukup besar. Bayangkan, puluhan pengusaha kondang di bidang handycraft yang sudah malang-melntang di pelosok Nusantara, berkumpul di Trans Studio Mall (TSM) Bandung.
 
“Ini gelaran ke duanya, saya berikan apresiasi tinggi atas gelaran B Craft 2017 kali ini. Hari ini saya buka hingga 3 September 2017 …”, itu sepenggal paparan Atalia Praratya, Istri Walikota Bandung kala membuka secara resmi ajang temu karya dan eksebisi ekonomi kreatif dari pelosok Nusantara (28/8/2017).
 IMG 20170829 WA0024
Menurut Atalia dalam keterangan lanjutannya, B Craft 2017 ini yang bekerjasama dengan ASEPHI (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia), Pertamina, dan Tunas Toyota, ini kedua-kalinya terselengara di Bandung:”Ini seperti Little Bandung ala Nusantara. Semua produk berkelas dari para perajin kita se Nusantara ada di sini. Tentu harga dan kualitasnya, sangatlah terjamin, pasalnya semua berstandar ekspor …”
IMG 20170829 WA0027 
Sementara itu Priana Wirasaputra, Kadis Koperasi UKM Kota Bandung yang turut mendampingi Atalia, kepada redaksi menyatakan rasa gembira karena kotanya untuk kedua kali dipilih melaksanakan ajang “Ina Craft Mini” –“Ada beberapa peserta di ajang ini ada binaan atau yang sering berhubungan dengan kantor dinas kami. Kesempatan ini sangat menjanjikan bagi para pengusaha kecil dan menengah.”
 
Pantaun redaksi di ajang ini pengunjung seakan dimanjakan. Ada aneka pilihan  busana batik, aksesoris maupun suvenir hadir di Atrium hingga koridor Mall. Harga yang dipatok dan kualitas yang tersaji dari setiap item yang dijajakan, sungguh menggoda pengunjung. “Ragam batik ini saya pilih saja, karena ini langka”, kata Deviani (27) gadis semampai karyawan sebuah BUMN di kota Bandung sambil menunjukkan tas belanjaannya yang separuh penuh – “Maaf, ya aku mau ke booth batik satunya lagi …”
 
Beberapa nama yang muncul dari stand di ajang ini, ada diantaranya Antonio, Khayana, Desi Munaf, Nona Rara, Myn Limited, Polatiq, Herco Craft, Erfa Handmade, Little Rose, Batik Rona, Unique dan lainnya.
 
“Aku dapat dompet kulit buaya dari Papua,” papar Derwin (36) karyawan Bank Swasta yang sempat berkeliling di Atrium Trans Studio Mall Bandung yang luas –“Dompet ini khas, pasti dipesan juga sama rekan di kantor, ” tambahnya seakan bepromosi.
 
Lainnya, di luar pameran Handicraft dan fashion, diselenggarakan event seru setiap hari. Gelaran itu berupa fashion show, live music, ballet , paduan suara, dan lainnya. “Ini ajang yang cocok buat kita sekeluarga hadir di TSM Bandung, dalam suasana berbeda”, tutur Sendhi, selaku salah satu anggota Panitia B Craft 2017. (HS/SA)
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

destinasiaNews - Sudah dua pekan berlalu Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) paket Paslon EMAS (Elin - Maman) blusukan,...

Maman Cawabup KBB no 1 Tatap Muka Bersama Warga Desa Kertajaya

Maman Cawabup KBB no 1 Tatap Muka Bersama Warga Desa Kertajaya

destinasiaNews - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Maman S Sunjaya yang saat ini sebagai Bakal Calon Wakil...

The Boxes Tempat “Hang Out”di Bandung ala Agnez Mo...

The Boxes Tempat “Hang Out”di Bandung ala Agnez Mo...

  destinasiaNerws – Kota Bandung yang akrab dengan julukan Paris van Java atau kota Paris yang ada di Pulau Jawa...

Maman Cawabup nomor 1 Blusukan Sapa Warga Dan Pengurus PDIP

Maman Cawabup nomor 1  Blusukan Sapa Warga Dan Pengurus PDIP

destinasiaNews - Calon wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) nomor urut 1 Maman S Sunjaya  mengajak warga KBB khususnya Cimerang ...

Di Balik Nobar Undian Nomor Urut Partai Jelang Pemilu 2019 - Berkarya Beroleh Angka 7 James Bond !

Di Balik Nobar Undian Nomor Urut Partai Jelang Pemilu 2019 - Berkarya Beroleh Angka 7 James Bond !

destinasiaNews – Nonton bareng alias nobar yang berlangsung Minggu (18/2/2018) malam di  Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir...

Pengunjung

01842843
Hari ini
Kemarin
666
1317