Eka Santosa, Tenangkan Kadernya Terkait Berita Partai Berkarya ‘Tak Lolos’ Verifikasi KPU: Ini, Miskomunikasi …

 IMG 20171215 WA0058
destinasiaNews– Terkait terbitnya pengumuman dari KPU RI nomor  :768/PL.01.1-PU/03/KPU/XII/2017 Tentang Hasil Penelitian Administrasi dan Keabsahan Dokumen Persyaratan Partai Politik Calon Peserta Pemilu Tahun 2019. Ini menempatkan Partai Berkarya dan Partai Garuda tertanggal 14 Desember 2017, dinyatakan tidak lolos ke tahap verifikasi  faktual dari 12 partai lainnya.
 
“Atas nama partai sesuai arahan DPP Partai yang terus terhubung sejak surat dari KPU terbit malam tadi (14/12/2017), berharap kader partai di Jawa Barat khususnya, menjaga kondusifitas. Bersikap tenanglah kita ,” ucap Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat di hadapan para kader partainya yang berkumpul di sekertariat partai Kompleks  Surapati Core Blok K 7 Jl. PHH Mustofa Bandung.
 
Terbitnya pengumuman KPU RI ini, menurut Eka bukanlah akhir dari eksistensi partai. Partai Berkarya besutan Hutomo Mandala Putra, yang dibentuk sejak 15 Juli 2016:”Sejak awal dilahirkan untuk menelurkan insan-insan tangguh untuk menyuburkan iklim bernegara dan berbangsa berlandaskan demokrasi Pancasila,” lanjutnya sambil menerima satu persatu rasa prihatin kadernya, yang datang berduyun-duyun dari berbagai daerah.
 
Masih Optimis
 
Eka kala ditanya perihal peluang partainya yang di tingkat Jawa Barat relatif telah memenuhi syarat KPU - bagaimana agar lolos secara nasional dari “tsunami partai” seperti yang ia sebut dalam paparannya?:”Pada menit-menit terakhir dari DPP Partai, sekarang sedang dalam upaya mengajukan keberatan ke Bawaslu. Ini mekanisme yang benar. Kami cermati betul langkah-langkah itu, kami dorong terus dengan doa dan langkah nyata.”
 
Pertimbangan lain Eka yang dikenal sebagai politisi senior,alasan KPU tidaklah terlalu prinsip dilihat dari syarat-syarat berdirinya sebuah partai. Dikatakannya, Infrastrukr partainya di 34 provinsi, sudah dipenuhi. Dugaan lainnya, lebih mengarah pada miskomunikasi. Khususnya, keanggotaan di Indoensia Timur.
 
“Ini erat kaitannya karena kendala jaringan IT di Indonesia Timur. Pun, soal sipol (sistem informasi partai politik) masih debatable. Padahal, selama ini di UU Pemilu disebut berkas. Dalam praktiknya mungkin mengalami keterlambatan. Jadi, sifatnya teknis belaka. Bolehlah, partai kami disebut korban teknis .”  
 
Dalam paparan akhir, Eka masih optimis partanya akan lolos mengikuti Pemilu 2019:”Tokh, pengumuman resmi lolos tidaknya pada Februari 2018. Mungkin, rentang waktu 15 Desember sampai 4 Januari 2018, tidak bisa mengikuti prosedur verifikasi KPU. Jadi, tunggulah hingga Februari 2018,” pungkasnya dengan rona menenangkan kadernya.(HS)
 
Add a comment

Gugatan Adi Mulyadi ke Partai Berkarya di PN Bandung: Mediasi Masih Terbuka …

IMG 20171214 214224
destinasiaNews - Nuansa optimisme di ruang sidang IV PN Bandung, rupanya masih bergema kala digelar gugatan Adi Mulyadi dengan nomor perkara 343/PDT.G/2017/PN.Bdg. Kamis, 14 Desember 2017. Ini sidang gugatan Adi ke DPP Partai berkarya untuk kesekian-kalinya. Diketahui Adi pernah berkiprah sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Jabar. Ia merasa dilengserkan setelah turunnya beberapa surat dari DPP Partai Berkarya.   
 
Deretan surat dari DPP Partai Berkarya yang melengserkan Adi, antara lain: Penarikan SK DPW Jawa Barat (12/5/2017, No. 096/B/DPP/BERKARYA/V/2017), ini membekukan pengurus DPW Jabar yang diangkat melalui SK No: SK62-DPW/DPP/BERKARYA/IV/2017 per 12 April 2017. Selanjutnya terbit surat per 5 Juli 2017, No:146/B/DPP/BERKARYA/VII/2017. Surat terakhir ini secara eksplisit, yang bersangkutan di antaranya tidak diperkenankan menggunakan nama Partai Berkarya, dalam konteks kegiatan keorganisasian.
 
Yang digugat dalam perkara No “343” ini, Di luar Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya (tergugat III), dan Neneng A Tutty (tergugat I), Ketua Umum Partai Berkarya, lainnya Badaruddin Andi Picunang ,Sekjen Partai Berkarya (tergugat III), Hutomo Mandala Putra, Ketua Majelis Tinggi Partai Berkarya, Syamsul Zakaria Ketua Mahkamah Partai Berkarya, KPU Jabar, dan Kesbangpol Jabar.
 
Sidang pada hari ini, dengan Hakim Ketua Toga Napitupulu menghadirkan Kuasa Hukum Penggugat, Gama Alamsyah, S.H. Sedangkan Kuasa Hukum Tergugat III, Rizky Ramdhani atawa Astro, sedangkan Kuasa Hukum dari DPP Partai Berkarya diwakili Alfernando, SH dari Abdul Salam – Arnold V Purba Law Firm.
 
Mediasi Tidak ‘Gagal’?
 
Pembukaan dari Toga Napitupulu setelah mendengar sepintas untuk maju ke pokok perkara dari pihak Gama Alamsyah, dicermati ada wacana bahwa mediasi telah ‘gagal’? “ Coba mari ke depan semua para pihak,” ujar majelis hakim yang selanjutnya mendengarkan dengan seksama tafsiran ‘gagal tidaknya’ proses mediasi pada 25 November 2017.
 
Perdebatan beberapa menit di hadapan majelis hakim, akhirnya dinetralisir oleh salah satu anggota anggotanya dengan penjelasan cukup mendasar perihal peran mediasi di hukum perdata;”Intinya, yang namanya proses mediasi sampai dengan putaran terakhir pun, masih terbuka …”
 
Merunut pada proses persidangan hari ini yang berlangsung beberapa menit, Hakim Ketua memutuskan untuk melakukan sidang lanjutan perkara ini pada 10 Januari 2017. “Sepakat ya semua?” seru Toga Napitupulu sambil mengetuk palu.
 
Dikonfirmasi usai sidang kali ini Alfernando merasa optimis keberatannya yang menyatakan dari lawannya, bahwa mediasi ini telah dianggap gagal ?:”Tadi itu kan kita mendengar sendiri, majelis hakim menyatakan keberatan kita telah diterima dan dicatat untuk disampaikan dalam jawaban tergugat kelak.” 
 
Secara terpisah Eka Santosa kala dihubungi melalui telepon disela-sela kesibukannya menghadapi verifikasi faktual dari KPU Jabar, esok hari di DPW Partai Berkarya di Kompleks Ruko Surapati Core  K-7 Jl. PHH Mustofa Bandung, perihal hasil persidangan ini:”Gugatan ini kami hadapi dalam konteks menghormati hukum. Harapannya, perkara ini segeralah tuntas. Dalam arti, tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Keutuhan partai dan kadernya, itu prioritas saya.”  (HS/SA)
Add a comment

Prihatin, Lingkungan Rusak, Tokoh Kab.Tasikmalaya Wilayah Selatan Sambangi DPP Gerakan Hejo

IMG 20171212 082626
destinasiaNews -  Didorong oleh rasa kesal sekaligus prihatin atas sejumlah kerusakan lingkungan di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya dalam 10 tahun terakhir, sejumlah tokoh sambangi DPP Gerakan Hejo (GH) di Alam Santosa Kabupaten Bandung  (11/12/2017). “Ini  hari kedua kami membincangkan keprihatinan soal penurunan lingkungan hidup di wilayah selatan, ke Kang Eka Santosa,” papar Warso Dedi S.Sos yang tinggal di Kecamatan Karang Nunggal Kabupaten Tasikmalaya.
 
Menurut Warso yang di daerahnya berkiprah sebagai Ketua Pengawas Gapebta (Gabungan Pengusaha Bordel Tasilmalaya), aliih fungsi lahan produktif semakin meluas menjadi area industri:”Kerusakan alam itu tidak terjadi di perkotaan saja. Di pedesaan pun marak dewas ini. Makanya, kami mohon bantuan dan bimbingan dari Gerakan Hejo.”
 
Menurut Eka Santosa, kepengurusan DPD GH untuk Kabupaten & Kota Tasikmalaya sebenarnya telah dilantik pada 27 Januari 2016. Ketua DPD GH Kab. Tasikmalaya (2016 -2021) dipegang oleh Drs. Wawan Heryawan. Dan Ketua DPD GH Kota Tasikmalaya dipegang oleh H. Maman Firmansyah. “Sayang, khusus GH di Kabupaten Tasikmalaya akhir-akhir ini kegiatannya perlu dipersegar. Kebetulan sejak malam kemarin, datang para tokoh di daerah selatan yang memprihatinkan kerusakan lingkungannya. Sekalian saja dibentuk surat tugasnya, membentuk kepengurusan GH di 18 kecamatan daerah setempat.”
 
Tercantum dalam Surat Tugas GH No. 16A/GH/XII/2017, di antaranya Ujang Suhendar (Bandar Kalong), dan 7 personal lainnya dari Karang Nunggal yaitu Sutaryo Sp.; Jajang  Sanjaya, AMd; Ade Ridwan; Agus Ridwan; Anton; Gesa Dega Pratama S.Tr Log; dan Kapten Purn. TNI Dodi.
 
“Melalui Surat Tugas ini kami seperti memiliki kepastian untuk beraktivitas dalam kegiatan lingkungan. Daerah kami sudah semakin rusak, ini kami jadikan modal berkiprah nyata,” papar Sutarjo yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua KTNA Kec, Karangnunggal Korlap Mapan.
 
Lainnya, menurut Jajang Sanjaya yang didaerahnya menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Al-Hidayah Rancabakung, adanya surat tugas dari GH merupakan suatu kemajuan bagi daerahnya:”Kami sudah kesal dengan kebijakan yang tumpang-tindih dari para pembuat kebijakan di daerah kami. Semoga kepengurusan GH di daerah kami segera terbentuk, dan langsung berkiprah.”
 
Secara terpisah Eka pada malam itu didampingi pengurus DPP GH Bidang Budaya, Deni “Ozenk” Tudirahayu, mengharapkan rombongan para tokoh ini segera berkoordinasi dengan pimpinan dan pengurus GH di Kabupaten Tasikmalaya yang telah dilantik pada Januari 2017 lalu. “Bersegeralah rombongan Kang Dedi Warso ini berkoordinasi dengan Kang Wawan,” pungkasnya. (HS/SA)    
Add a comment

Empati Bupati Garut  ke Kaum Disabilitas: Bangun Rumah Sakit & Rumah Seni

IMG 20171209 071003
destinasiaNews - Bupati Garut, Rudi Gunawan, ketika menerima kunjungan pengurus Lembaga Pencinta Lingkungan Hidup Indonesia Metamorphosis (LPLHI Metaz), Gerakan Hejo, dan  Relawan Pendampingan Disabilitas,   di Pendopo Kabupaten Garut (1/12/2017), menyataka keberadaan lembaga pendampingan bagi kaum disabilitas, merupakan suatu keniscayaan.  
 
“Mereka harus didampingi oleh kalangan non disabilitas, agar kehidupannya lebih maju. Hal ini telah diamanatkan Undang-undang  RI No. 8 tahun 2016,  tentang Hak-hak disabilitas.”
 
Dalam kesempatan ini, Rudi mengingatkan sekaligus merasa prihatin, betapa sulit penyandang disabilitas  hidup di era globalisasi. “Terutama bila tidak timbul empati mendalam dari kaum non disabilitas.”  
 
Solusi langsung untuk mengatasi permasalahan ini, Rudi Gunawan pada tahun anggaran 2018  berencana membangun rumah sakit, dan rumah seni bagi kaum disabilitas.
 
Sekjen LPLHI Metaz’ Agus Wahyudin, yang telah dua tahun melakukan pendampingan terhadap kaum disabilitas, menjelaskan:” Mereka telah dibina di sektor usaha, pendidikan, seni, kebudayaan, agama, juga berwiraswasta.”
 
Sementara Tubagus Santika aktivis dari Gerakan Hejo DPD Kab. Garut, walaupun organisasinya fokus di bidang lingkungan:”Dalam menjalankan visi dan misinya menggarap juga unsur ekologi, edukasi, dan ekonomi. Semua ini demi peningkatan kesejahteraan warga.”
 
Lebih jauh menurut Agus, guna penguatan lembaganya dalam menggerakan programnya,  telah menggandeng lembaga lain seperti:Karang Taruna, Yayasan Pinus, Yayasan CBB, Radio Komunitas RMC,  Koperasi Sauyunan, dan Gerakan Hejo.
 
Uniknya, menurut Agus dalam penutupan paparannya yang didampingi rekannya Tugabus Santika, LPLHI Metaz punya moto khas yang memotivasi kegiatannya, yaitu:“Kita Mengajak Bukan Mengejek, Kita Mencari Solusi Bukan Mencari Sensasi dan A2KA (aku ada, kamu ada), tandasnya. (Rls/HS)  
 
 
Add a comment

Eka Santosa & Tommy Soeharto di Cendana – Serius Bahas Ekonomi Kerakyatan pun Tatang Zaenudin …

IMG 20171207 203456
destinasiaNews - Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkaya Jawa Barat untuk kesekian kalinya, kali ini menindaklanjuti perbincangan sebelumnya, masih dengan Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Hutomo Manda Putra (HMP) di kediamannya Jl. Cendana, Menteng, Jakarta Pusat (7/12/2017).
 
“Hampir dua jam kami berbincang selepas pukul 12.30 WIB. Banyak hal kami bahas. Utamanya, sejumlah program kepartaian yang bertumpu pada pengembangan ekonomi kerakyatan.”
 
Maksud bahasan ekonomi kerakyatan, tak lain menurut Eka:“Upaya mengembalikan kejayaan ekonomi bangsa melalui target baru swa sembada pangan. Ini contoh kecilnya,” paparnya melalui sambungan telepon seusai pertemuan khusus atas sepengetahuan Ketum Partai Berkarya, Neneng A Tutty.  
IMG 20171207 203439
Agenda lainnya yang dibahas antara Eka dengan HMP yang juga dikenal sebagai Tommy Soeharto, membahas rencana kedatangannya ke Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun,   Cimenyan Kabupaten Bandung. Diketahui di Alam Santosa, Eka sejak tahun era 2000-an, berhasil menghutankan kembali dibantu masyarakat adat se Jawa Barat, dan penduduk di sekitar Pasir Impun.
 
Sebelum tahun 2000-an, Kawasan di sekitar Alam Santosa, dikenal sebagai daerah kritis, sumber banjir dan longsor di Bandung Timur. Yang terjadi sekarang lahan seluas 4,5 hektar setelah ditangani lebih dari satu setengah dekade, menjadi lahan konservasi. Ribuan tanaman langka termasuk anggrek tradisional, serta aneka ikan endemik (lokal) yang hampir punah di Jawa Barat di budi-dayakan. Lainnya di luar dugaan, di Alam Santosa, muncul kembali mata air baru. Mata air ini menjadi sumber air bersih bagi ratusan kepala keluarga di sekitar Alam Santosa.
 
“Mas Tommy sangat tertarik datang ke Alam Santosa, Pasir Impun. Apalagi akan bertemu para pelaku ekonomi kerakyatan,” tambah Eka.
 
Ekonomi Kerakyatan itu
 
“Penjadwalan Mas Tommy ke Pasir Impun, bila tidak akhir Desember, mungkin awal Januari 2018,” jelas Eka sambil menerangkan kemungkinan akan membuat helipad di Alam Santosa – “Tentu, harus pula mengatur undangan bagi perwakilan pelaku ekonomi kerakyatan se Jawa Barat.”    
 
Hal lain yang sempat disinggung dalam petemuan ini:“Mas Tommy ternyata sudah banyak tahu tentang kiprah Gerakan Hejo dan keberadaan Alam Santosa sebagai pusat latihan dan pendidikan lingkungan hidup. Beliau memantaunya melalui media informasi,” terang Eka yang “meracik” khusus program kerja Partai Berkarya di Jawa Barat.
 
Sekedar info “racikan Pasir Impun” itu berupa dialektika, inti sari konsep Tri Sakti dari Proklamator Kemerdekaan RI Soekarno, dengan Trilogi Pembangunan dari Presiden RI ke-2 Soeharto.
 
“Dalam Tri Sakti kerap dikemukakan pentingnya berdikari. Berdaulat di bidang politik, ekonomi, serta berkepribadian dalam bidang budaya. Begitu pun dalam konsep Trilogi Pembangunan. Ditekankan pentingnya stabilitas yang dinamis, pertumbuhan ekonomi, serta pemerataan pembangunan. Inti dua konsep ini, titik tumpunya pada pengembangan ekonomi kerakyatan yang nyata, itu saja dulu. Ekletis saja pendekatannya,” papar Eka yang untuk kesekian kalinya menjelaskan – “Itu tadi yang kami bahas serius dengan Mas Tommy. Beliau bersetuju, dan telah lama menindaklanjutinya. Nanti, di Alam Santosa, Pasir Impun pembuktiannya.”
 
Kala disinggung bukankah Gerakan Hejo selama ini tidak berafiliasi dengan partai mana pun? “Benar, Gerakan Hejo (GH) itu non partisan. Semata untuk perjuangan lingkungan hidup. Salah satu pendirinya sesepuh Jabar Mang Ihin atau Solihin GP, malah,” jelas Eka sambil menerangkan lebih jauh – “Harus diingat, GH itu lahir (2015 – red)  sebelum Partai Berkarya. Malah, di kepengurusan GH, personalnya dari partai yang berbeda. Ini uniknya, independensi GH jadi anutan beraktivitas di bidang lingkungan tanpa sekat-sekat kepartaian.”
 
Kuda Hitam, Paket Tatang Zaenudin
 
Sedikit bocoran dari pertemuan Eka dengan HMP, menurut Eka:”Selepas pertemuan ini akan langsung menemui Kang Tatang Zaenudin di Cijantung. HMP tadi mengundang juga Kang Tatang ke Cendana”.
 IMG 20171207 203422
Sekedar informasi, yang dimaksud undangan HMP ke Kang Tatang itu tak lain Mayjen (purn) Tatang Zaenudin, terakhir ia menjabat sebagai Deputy Operasi Basarnas. Selama ini paket Tatang Zaenudin dan Eka Santosa kerap disebut kuda hitam di Pilgub Jabar 2018. Kang Tatang ini maju ke Jabar 1 dengan “restu” dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo.
 
“Selama 08 (sebutan khusus untuk Prabowo) belum mencabut dukungan saya ke Jabar Satu. Saya tidak akan menghentikan (sosialisasi – red) ini. Beliau belum memerintahkan saya, menyetopnya,” demikian pegangan Kang Tatang yang hingga awal Desember 2017 ini, Prabowo subianto masih belum mengumumkan siapa yang maju di Partai Gerindra untuk Jabar Satu.
 
Nah, demikianlah sekilas kiprah Eka Santosa hari ini (7/12/2017), ia berangkat ke Jakarta menemui HMP di Cendana, sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Jabar. Di luar itu ada agenda lain, ternyata?!
 
“Ini kan serba upaya, semata untuk rakyat Jabar. Dalam era demokrasi, sejauh dalam konteks normatif, mengapa tidak?” ujarnya yang sore itu ditemani rekannya Deni “Ozenk” Tudirahayu, dalam perjalanan menuju “sobatnya” Kang Tatang di bilangan daerah Cijantung, Jakarta Timur. (HS/SA)     
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mari Nikmati, Suara Lembut Afgan - Manjakan Afganisme di Trans Studio Bandung

Mari Nikmati, Suara Lembut Afgan -  Manjakan Afganisme di Trans Studio Bandung

destinasiaNews - Wow deh, pastinya telinga kita sudah sangat familiar kala mendengar penyanyi muda berbakat dari Indonesia. Siapa lagi, kalau...

SBMPTN 2018 Akan Segera Digelar, Panlok 34 Bandung Siapkan 46.935 Kursi Peserta

SBMPTN 2018 Akan Segera Digelar, Panlok 34 Bandung Siapkan 46.935 Kursi Peserta

  destinasiaNews - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 akan segera digelar, Panitia Lokal (Panlok) 34 Bandung menyediakan...

Kogartap II/Bandung & The Lodge Maribaya Resmikan “Longsoran” Blok Gunung Masigit Desa Cibodas - Pulihkan Jalur Vital Pariwisata

Kogartap II/Bandung & The Lodge Maribaya Resmikan “Longsoran” Blok Gunung Masigit Desa Cibodas - Pulihkan Jalur Vital Pariwisata

destinasiaNews – “Bersyukur pada Kamis ini (19/4/2018) longsoran, tepatnya di blok Gunung Masigit, setelah lima bulan lalu kita garap bersama...

Atlet Disabilitas Gugat NPC Indonesia ke PN Bandung – Tak Sudi Bonus Prestasi Dipotong 25%

Atlet Disabilitas Gugat NPC Indonesia ke PN Bandung – Tak Sudi Bonus Prestasi Dipotong 25%

destinasiaNews – Babak baru perjuangan para atlet disabilitas yang tergabung pada National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Jawa Barat. Kali ini,...

Sikapi Revolusi Industri 4.0, PMII Harus Cermat & Bijak Hadapi Era Digitalisasi, Kata Abdurahman Wahid

Sikapi Revolusi Industri 4.0, PMII Harus Cermat & Bijak Hadapi Era Digitalisasi, Kata Abdurahman Wahid

destinasiaNews - Sehubungan hari lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-58, yang perayaannya berlangsung di Gedung Sabuga Bandung, (17/4/2018) Abdurahman...

Pengunjung

01973741
Hari ini
Kemarin
1731
1997