Sensasi Wisata Selfie “Anyar” Rabbit Town di Kota Bandung

RT1

destinasiaNews Tak mengenal batas usia, semenjak keberadaan media sosial (medsos) seperti facebook, tweeter, WhatsApp, Instagram yang berbasis foto, gambar maupun video, trend berfoto selfie sangatlah diminati, di setiap momen apapun pemilik gadget android, selalu ingin ber-selfie ria atau ketika mereka sedang berwisata dan menemukan banyak spot menarik, pasti akan dijadikan latar untuk ber-selfie, lalu di upload ke medsos, ini yang menjadi trend di jaman “now”.

Rupanya trend berselfie ini menjadikan peluang bisnis baru bagi sang kreator King of Factory Outlet (FO), Henry Husada, CEO dan Chairman Kagum Group, yang telah menyulap Jalan Cihampelas teraman di dunia, karena belasan FO miliknya, yang terhampar di sepanjang Jalan Cihampelas dijaga super hero, seperti Rambo, Cat Women, Gundala, Batman, Superman dan lainnya ( Patung-patung Raksasa Super Hero, Red-intermezo ). Kini patung-patung raksasa super hero itu sudah tak nampak lagi karena adanya penataan Jalan Cihampelas (Teras Cihampelas).

Henry yang tak kenal lelah berinovasi itu, kini lahan seluas 2 hektar yang terletak di kawasan Bandung Utara tepatnya di Jalan Rancabentang 30 Ciumbeleuit Kota Bandung, ia sulap kembali menjadi destinasi wisata yang diberi nama “Rabbit Town”. Berbagai objek wisata dapat dengan mudah ditemui di tempat ini. Salah satunya wisata selfie. Dan pengunjung dapat melakukan selfie dengan spot-spot yang memberikan sensasi tersendiri.

RT2a

"Wisata ini juga memiliki konsep one stop shopping, selain berwisata juga bisa menikmati kuliner jajanan hasil dari sejumlah para pengusaha UKM, banyak dijual di sini, karena saya sebagai bapak asuh dari para pengusaha UKM. Sejumlah fashion baik terkait hobby seperti busana superman, spiderman, batman dan pahlawan yang heroik juga disediakan di tempat ini, " ungkap Henry

Lebih jauh Henry menjelaskan, setidaknya ada 16 wahana yang disuguhkan di Rabbit Town diantaranya, Love lock, LA store, Museum of ice cream, New York, dragonfish, love light, jungle arena, cookie monster, hollywoodland, arderich tree house, Bambi love, lala story, dove garden, koi garden, dan lala town playground.

"Bahkan kami siapkan sejumlah kelinci dari 11 negara untuk melengkapi wisata keluarga ini, sehingga sejak percobaan pembukaan pada bulan lalu, sedikitnya sudah belasan ribu orang mengunjungi Rabbit Town, " paparnya.

Di Rabbit Town ini terdapat 88 tiang beton raksasa yang diberi nama Selfie-Love Light, berisi 126 lampu yang memancarkan cahaya ribuan watt. Henry mengatakan, tiang-tiang tersebut memiliki makna cahaya yang bisa menerangi kebahagian, saat berada di lokasi maupun saat meninggalkan lokasi. Begitupun dengan jumlah 88 tiang ini merupakan angka yang istimewa, walaupun angkanya dibolak-balik akan memiliki bentuk dan nilai yang sama.

RT3a

Pada intinya, menurut Henri pihaknya menampilkan tempat wisata yang saling mengisi, kekurangan yang ada di Bandung utara, sehingga pihaknya menilai keberadaan sejumlah tempat wisata di Bandung utara saling melengkapi.

"Kami tidak memandang sejumlah tempat wisata di Bandung utara ini sebagai saingan, namun kita ingin saling mengisi, apa yang tidak ada di tempat lain, maka di Rabbit Town kami sediakan," ucap Henry.

Dengan harga tiket masuk yang relatif murah, yaitu Rp 25 ribu per orang, pengunjung dapat menikmati berbagai wahana yang ada di Rabbit Town.

"Ya maksimal tiap hari sebanyak 3 ribu pengunjung bisa masuk ke tempat ini, kalau terlalu banyak, nantinya akan membuat pengunjung yang lain tidak nyaman," pungkas Henry.

Sementara itu persiapan untuk valentine day, pihaknya sudah menyiapkan berbagai hadiah terutama bagi pasangan, namun sebagai surprise, nantinya ada hal-hal yang mengejutkan dan belum bisa disebutkan. Begitupun untuk mengisi hari Raya Imlek, pihaknya sudah menyiapkan angpau untuk dibagikan ke pengunjung. (HRS/dtn)

Add a comment

KPU Kab. Tasikmalaya Tuntaskan “Panen MS” untuk Verfak Partai Berkarya -  Riang Gembira  Pemilu 2019

IMG 20180201 171256
destinasiaNews – Jalan panjang memetik panenan MS alias memenuhi syarat dari proses verifikasi faktual (verfak) untuk jajaran DPD Partai Berkarya Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya diperoleh dengan mulus. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 1 Februari 2018 di Sekertariat Partai Jl. Raya Pemda, Bojongkoneng Desa Singa Sari Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. “Besok berita acara kelolosan MS, kami serahkan di kantor,” papar Zamzam Jamaludin, SP, Anggota KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Kab. Tasikmalaya.
 
Pernyataan Zamzam yang kehadirannya hari itu didampingi Komisioner Panwaslu Bidang Hukum, Ahmad Aziz Firdaus,disambut tepuk tangan  dan rasa syukur segenap kader DPD Partai Berkarya Kabupaten Tasikmalaya.
 
Yang istimewa dalam proses verfak ini ini dihadiri Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, Eka Santosa. “Ini kebetulan berbarengan, panen raya padi di area sekertariat, dalam dua hari terakhir ini. Panen ini setelah tiga bulan sebelumnya, ditanam oleh Kang Eka dalam kapasitasnya selaku Ketua Umum DPP Gerakan Hejo,” jelas Deni “Ozenk” Tudirahayu, Ketua DPD Partair Berkarya Kabupaten Tasikmalaya.
 
Pendidikan Politik
Cukup menarik dalam proses verfak DPD Partai Berkarya Kabupaten Tasikmalaya yang menurut Zamzam, sudah dilakoni dalam tiga bulan terakhir, dalam kata sambutannya yang berlangsung secara lesehan di rumah adat Sunda:“Sambutlah semua proses ini dengan riang gembira. Tokh, tujuan kita ini untuk menegakkan demokrasi di negeri ini.”
 
Yang lebih istimewa lagi Eka yang memang hadir secara kebetulan itu, dalam kapasitasnya memonitor panenan padi yang bibitnya akan disebar ke pelosok Jabar, juga dalam konteks selaku aktivis lingkungan dan budaya di Gerakan Hejo, memberikan semacam pendidikan politik.
 
Materi pendidikan politik Eka kala itu, yang berkali-kali mendapat apresiasi khusus dari rombongan komisioner KPU dan Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya. Intinya, Eka yang di antaranya pernah duduk sebagai Ketua DPRD Jabar (1999 – 2004) dan DPR (2004 – 2009), sempat mengupas fungsi dan tujuan negara kita memilih cara berdemokrasi.  “Tujuan pilkada maupun pemilu di negara kita, demi membangun demokrasi Pancasila. Demokrasi ini dibangun dengan azas keadilan dengan tujuan mensejahterakan warga,” paparnya.
 
Bocoran itu
Di luar materi “pendidikan politik” yang Eka sampaikan pada hari itu, kepada redaksi ia telah melaporkan secara berjenjang kepada Ketua Umum Partai Berkarya Neneng A Tutty, juga kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Berkarya, Tedjo Edy Purdjianto:”Termasuk ke Sekertaris DPW Partai Berkarya Pak Robin Goeltom. Hari ini sudah 26 kota dan kabupaten  di Jabar minus Kota Cimahi, telah memperoleh MS dari verfak KPU.”
 
Lainnya, masih menurut Eka secara nasional merujuk pada hasil kontaknya dengan Ketua Umum dan Sekjen Partai Berkarya:”Per hari ini sudah mendekati angka 100 persen, menuju lolosnya partai ini dari verfak KPU untuk eksistensi 34 DPW di seluruh provinsi,” ujarnya sambil menjelaskan secara rinci, menjelang pengumuman KPU Pusat pada 17 Februari 2019 Partai Berkarya menyatakan siap sebagai peserta Pemilu 2019.  (HS)  
 
Add a comment

Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI Di Akhiri Dengan “Long March” ke Pantai Sayang Heulang Garut

Diklatsarmil Y XI 2018 a

DestinasiaNews - Pendidikan merupakan pilar utama dalam pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat suatu bangsa. Pendidikan diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan mandiri serta memberi dukungan dan perubahan untuk perkembangan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran (Diklatsarmil) Menwa ini merupakan suatu wadah untuk menanamkan rasa cinta tanah air, bela negara dan melatih dasar-dasar kemampuan olah keprajuritan.

Hal itu terungkap pada saat penutupan Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia (Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI) Angkatan XLVI Tahun Anggaran 2017/2018, yang berlangsung di Pantai Sayang Heulang Pameungpeuk Kabupaten Garut, Sabtu, 27 /1/2018.

.Semula Komandan Yonif 303 Raider Kostrad/SSM, Mayor Inf. Benny Wahyudi akan memimpin langsung upacara penutupan Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI Angkatan XLVI Tahun Anggaran 2017/2018 ini, namun dalam waktu yang bersamaan di Markas Komando Yonif 303 Raider Kostrad/SSM yang beralamat di Desa Cibuluh, Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, kedatangan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjend. Pol. Agung Budi Maryoto beserta rombongan untuk bersilaturahmi dengan jajarannya.

Permintaan maafpun disampaikan Benny, sapaan akrab Komandan Yonif 303 Raider Kostrad/SSM, Mayor. Inf. Benny Wahyudi, kepada Komandan Kompie A (Dankie A) Yonif 303 Raider Kostrad/SSM, Kapten M. Dzodiqul U. Ely untuk diteruskan kepada protokoler persiapan upacara penutupan Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI Angkatan XLVI Tahun Anggaran 2017/2018. Dankie Kapten M. Dzodiqul pada kegiatan Diklasarmil menwa ini didaulat sebagai Komandan Latihan (Danlat).

Lalu kemudian Komandan Koramil (Danramil) Pameungpeuk 1119-Kodim 0611 Garut, Kapten Arhanud, Darso mendapat mandat memimpin upacara serta menutup kegiatan Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI Angkatan XLVI Tahun Anggaran 2017/2018.

Diklatsarmil Y XI 2018b

Masa Depan Bangsa Milik Para Pemuda

Pada kata sambutannya, Danramil Kapten Arhanud, Darso mengatakan, kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan bersedia berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Ketika hambatan menghadang untuk mencapai tujuan, jangan pernah menyerah karena sekali menyerah, engkau kalah. Ubahlah alur perjalanannya, tapi jangan ubah keputusan anda untuk sampai disana, karena perjuangan belum selesai sampai anda tiba di tujuan itu. Perjuanganmu bukan sampai saat ini saja, lanjutkan perjuanganmu”, ujar Darso

“Karena masa depan bangsa kita adalah milik para pemuda yang penuh dengan persiapan dan perjuangan. Jika tak pernah ada perjuangan maka tak pernah ada kemajuan. Jika tak ada kemajuan maka jangan pernah berharap keberhasilan hadir menjemput bangsa kita”, kata Darso

Diklatsarmil Y XI 2018e

“Saya berharap kegiatan ini menjadi cikal bakal yang melahirkan calon pemimpin bangsa yang memiliki kepribadian yang baik, cakap dan terampil serta selamat kepada para siswa yang telah resmi menjadi anggota Menwa Batalyon XI UPI, ambilah ilmu sebanyak-banyaknya dan aplikasikan ilmu yang baik dilain kesempatan untuk kemajuan bangsa dan negara”, tegas Darso

“Teruskan belajar sepanjang hayat, karena belajar merupakan suatu amalan yang senantiasa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik”, ujar Darso di akhir kata sambutannya.

Hal senada disampaikan Direktur Kemahasiswaan UPI, Dr. H. Mupid, M.A, bagi mahasiswa yang mengikuti Diklatsarmil menwa ini tentu saja akan berbeda dengan mahasiswa lainnya baik dalam sikap maupun prilakunya, ketika bersosialisasi di lingkungan masyarakat kampus. Nilai-nilai plus keprajuritan yang tidak dimiliki mahasiswa lain itulah yang menjadi pembedanya dan pada Ijazah-pun tertulis sebagai anggota Resimen Mahasiswa Mahawarman Yon XI/ UPI, papar Mupid.

Diklatsarmil Y XI 2018c

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah mengikuti Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI Angkatan XLVI Tahun Anggaran 2017/2018, semoga menjadi keluarga besar Menwa Yon XI/UPI yang memiliki kekuatan tersendiri yang telah dimiliki dalam Diklatsarmil menwa ini dan menjadikan keluarga yang merukunkan kebersamaan terutama akan memberikan kekuatan yang kita sebut dengan ketahanan pribadi, ketahanan keluarga, ketahanan masyarakat, ketahanan bangsa dan ketahanan nasional”, kata Mupid.

Yonif 303 Raider Kostrad Tangani Penuh Diklatsarmil Menwa

Komandan Batalyon XI Menwa UPI, Aris Rismansah (PKN/Sem 8) mengatakan, Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI ini berlangsung selama 12 hari (16 - 27/1/2018), diikuti sebanyak 38 orang dari 40 orang yang ikut Pradiksarmil Menwa di Kampus Bumi Siliwangi, terdiri dari mahasiswa UPI yang berasal dari Kampus UPI Bumi Siliwangi dan Kampus UPI Daerah, yaitu dari Kampus UPI Cibiru, Kampus UPI Sumedang dan Kampus UPI Serang, papar Aries.

Lebih jauh Aries mengatakan, Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI tahun ini (2018) yang kedua kalinya kerjasama antara Yon XI/UPI dengan Yonif 303 Raider Kostrad/SSM, sejak 2017 lalu, namun dalam pembetukan Kolat pada Tahun ini (2018, siswa Diklatsarmil calon menwa Yon XI/UPI, sepenuhnya diserahkan ke Yonif 303 Raider Kostrad/SSM yang dipimpin langsung oleh Dankie A Kapten M. Dzodiqul U. Ely.   Sedangkan Tahun lalu (2017) Kolat di bagi dua yaitu Kolat dari Menwa Yon XI/UPI dan Yonif 303 Raider Kostrad/SSM, jelas Aries.

Selain itu Yon XI/UPI kerjasama juga dengan Korps Bela Negara (KBN) Patriot Tridarma Satya Garut, Komandan H. Sofyan Alamsyah, kata Wakil Komandan Batalyon XI Menwa UPI, Amalia Augustin (FPBS- Pend. Bh. Inggris/ Sem. 8), yang saat itu didampingi Koordlat. Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI, Reza Andriantika Suntara (PKN /Sem 6).

Diklatsarmil Y XI 20182d

Pada Diklatsarmil Menwa kali ini Menwa Yon XI/UPI bertugas sebagai pengawas latihan (Waslat) yang fokus mengawasi jalannya latihan tanpa adanya campur tangan para senior organik, namun untuk membuat rencana latihan (Renlat) disusun bersama antara Menwa Yon XI/UPI dan Yonif 303 Raider Kostrad, ujar Aries

Selain itu, kegiatan Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI, di awasi oleh pengawas dalam (Wasdal) dari Pusdikajen Kodiklat TNI AD yaitu Mayor (Caj) Moch. Arie Marjuki, S.H., yang bertugas mengawasi dan mengendalikan sepanjang kegiatan, agar berjalan lancar dan terkendali, kata Aries.

Menurut Aries, kegiatan Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI Angkatan XLVI T.A 2017/2018, selama 4 hari terhitung sejak 16 – 19/1/2018 di pusatkan di Mako Yonif 303 Raider Kostrad/SSM, lalu kemudian 19 - 26/1/2018, diakhiri dengan “Long March” se-jauh 100 kilometer mulai dari Mako Yonif 303 Raider Kostrad/SSM Cibuluh menuju Pantai Sayang Heulang Pameungpeuk Kabupaten Garut.

Diklatsarmil Y XI 20182f

“Alhamdulillah selama kegiatan dan perjalanan “Long March” Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI, para siswa calon menwa tidak ada yang sakit berat dan dapat melaksanakan kegiatan dengan lancar serta aman terkendali, saya ucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu pada kegiatan ini hingga akhir kegiatan”, pungkas Aries.

Materi yang diajarkan kepada siswa Diklatsarmil menwa Yon XI/UPI antara lain a). Materi Ceramah tentang : 1. Pengembangan Diri; 2. Pengenalan TNI; 3. Proxy Ware; 4. Empat Pilar Kebangsaan; 5.  Kepemimpinan Lapangan 6.  Pengetahuan Hukum Sipil dan HAM.  b). Giat Jasmil : Senam Pagi, Orientasi Medan/PMO, Renang Militer/TIS, Senam Tali, Long March 100 KM, Beladiri Diri Militer (BDM), c). Giat NIS/TIS : Patroli Intai, Patroli Penyergapan, Patroli Penghadangan, Pengetahuan Senjata, Navigasi Kompas Malam/Siang, PBB Senjata, Bongkar Pasang Senjata, Sanjak, Menembak 50 M dan Caraka Malam.

Menurut pantauan destinasiaNews pada penutupan Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI Angkatan XLVI T.A 2017/2018, turut hadir Bupati Kabupaten Garut yang diwakili Kesbangpol; Danramil Pameungpeuk Kabupaten Garut, Direktur Kemahasiswaan UPI, Dr. H. Mupid, M.A; Pembina Menwa Batalyon XI/UPI, Dr. H. Umarjani; Ketua Korps Menwa Batalyon XI/UPI, Dr. Enjang Mulayana, M.Si.; Kepala Desa Pameungpeuk Kabupaten Garut, para mantan Danyon, Danlat Yon XI/UPI; para alumni Yon XI/UPI; tokoh masyarakat; orang tua siswa serta para tamu undangan lainnya. (HRS/dtn)

Add a comment

Kembali, Menuju Swa Sembada Pangan – Kabar Gembira dari Kabupaten Priangan Timur

IMG 20180131 131222

destinasiaNews  – Nuansa pagi di hamparan sawah yang menguning di kawasan Jl. Raya Pemda, Bojongkoneng Desa Singa Sari Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, pagi itu (31/1/2018) tak seperti biasa. Puluhan petani berkelindan dengan kader Partai Berkarya besutan Hutomo Mandala Putra di daerah yang kini sudah dikepung menjadi area perkantoran dan perumahan, mereka memanen padi jenis Mekonga di lahan seluas 1 hektar.

 

“Ini ditanam sejak November 2017 lalu. Dalam waktu tiga bulan, dihasilkan untuk tahap ketiga ini sekitar 3 ton per hektar,” jelas Tatang Eka N. SP selaku kader Partai Berkarya di daerah ini yang hari itu menjamu tamunya Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat.

 

Eka sendiri yang sejak 2016 bersama sesepuh Jawa Barat Solihin GP (92) merintis Gerakan Hejo, di antaranya menggalakkan kembali penanaman padi organik:”Dari segi produktivitas, ini relatif masih rendah. Ini pun sebagai resiko dari tanah yang sudah jenuh terpapar pestisida bertahun-tahun. Bertahap, unsur hara sawah ini dipulihkan. Nanti, dengan jenis padi organik MSP, optimis bisa menghasilkan hingga 10 ton per hektar.”

 

Selama ini diketahui Eka bersama Solihin GP di Gerakan Hejo punya “dendam”, berhasrat kuat dapat meningkatkan ketahanan pangan di negara ini, ”Jangka menengah dan panjang, pola bertani yang ramah lingkungan melalui padi organik, insya Alloh akan kita raih lagi seperti dahulu. Kuncinya, ada sinergitas dari para pembuat kebijakan di negeri ini. Ini yang sekarang sedang kami garap, dengan contoh nyata. Bukan dengan teori belaka.”

 

Mengarah ke Padi Organik

Lain halnya menurut Deni “Ozenk’ Tudirahayu, Ketua DPD Partai Berkarya Kab. Tasikmalaya, panen kali ini merupakan contoh kecil, ”Berpartai kali ini, langsung berhubungan dengan para petani. Pun menjadikan area di sekitar sekertariat partai sebagai demplot bagi petani di Periangan Timur.”

 

Menurut Deni pula yang akrab disapa Ozenk, selama penanaman di bulan November 2017 lalu, hampir setiap hari datang para petani. Mereka tertarik akan pemulihan unsur hara tanah di sini. Rata-rata petani ini akan beralih menanam padi organik yang lebih sehat, dan punya harga di pasaran cukup tinggi.”

 

Sementara itu para petani yang ikut memanen pada hari itu ada di antaranya Eha (48), Lioh (46), dan Minoh (49), yang tinggal di sekitar persawahan ini merasa gembira dilibakan dalam panen raya kali ini. "Partai baru ini punya kegiatan nyata, bertani padi dan kami diikutsertakan bertani ubi di daerah lainnya. Ini yang kami butuhkan, kerja nyata, bukan janji. Ini mah ada hasilnya. Ya, ini kabar gembira buat siapa saja ,” papar Eha yang sejak pagi tampak bungah  memanen padi ini. [HS]

Add a comment

Solihin GP Kunjungi Mie & Nasi Goreng Ibu Sani - Pak Suyud: Nostaligia Kuliner, Katanya

Mang ihinbah landoeng 1destinasiaNews – Mengupas kembali, perihal salah satu legenda kuliner kota Bandung. Kali ini, jatuh pilihannya ke Mie & Nasi Goreng Ibu Sani – Pak Suyud di Jalan Mangga, kota Bandung. Tepatnya, warung legendaries ini berada di teras toko ‘zaman baheula’ Cairo: “Ini buktinya Mang Ihin (Solihin GP, Gubernur Jabar 1970 – 1974) kesini pada 22 dan 24 Januari ini,” kata Abah Landoeng (92), kala secara tidak sengaja, redaksi mampir ke warung ‘kuliner djadoel’ ini pada Senin, 29 Januari 2018.

 

Menurut Ibu Sani, generasi kedua dari Pak Suyud yang mangkat pada usia 90-an pada tahun 1992:“Ya, dua kali ke sini. Yang dipesan Bapak Sepuh (Solihin GP), hari pertama seperti dulu nasi goreng, mie goreng, cap cay. Hari kedua agak beda, ia sangat menikmati tutut, buntil, seupan taleus, dan kerupuk ragendar.”

 

Selanjutnya, masih kata Ibu Sani yang sepenuhnya kini meneruskan warisan mengolah mie & nasi goreng yang kata banyak pelanggan fanatiknya punya rasa “buhun alias kuliner klasik” karena salah satunya dipanaskan dengan tungku gowesnya yang unik sejak era 1960-an:“Katanya, Bapak Sepuh mau ke sini lagi. Nanti pesan nasi goreg pake udang. Saya, tentu harus mempersiapkan udangnya, secara khusus.”

 

Perihal kehadiran Mang Ihin sapaan akrab Solihin GP (92) melalui putrinya Yani SGP ke warung ini, ia membenarkannya. “Sudah sejak lama Ayah saya menyenangi kuliner yang punya rasa khas di kota Bandung. Salah satunya warung Pak Suyud ini. Mereka bernostalgia …”

 

Yani SGP sendiri, ketika tahu yang mengantar Ayahnya adalah Adalah Abah Landoeng (92).”Ya, Abah Landoeng sendiri adalah guru saya, saat di SMPN 5 Bandung dahulu. Pasti klop-lah. Mereka ini bersahabat dalam kegiatan lingkungan dan anti korupsi di Jawa Barat.”

 

Kisah Tungku Gowes

Perihal tungku gowes yang khas dan diawaki seseorang, tatkala Ibu Sani mengolah kulinernya, menurut Abah Landoeng:”Justru aroma bahan bakar arang, itulah yang jadi pembeda dengan kuliner masa kini yang serba gas bahan bakarnya.”

 

Tidak heran, warung yang dibuka setiap hari kecuali Minggu, sejak pukul 11 siang hingga petang, kerap didatangi pelanggan khusus. “Hampir semua pelanggan di sini sudah kenal siapa ibu bapaknya. Terkadang, sekarang pelanggan itu anak-anaknya ketika ibu bapaknya masih berkuliah di Bandung dulu,” jelas Abah Landoeng.

 

Kata Konsumen 

“Beda sekali rasanya dengan mie dan nasi goreng biasa. Ini ada aroma arang, jadinya nikmat,” kata Ny. Irwina (47) yang siang itu bersama putra-putrinya, menikmati hidangan Ibu Sani bersama kerabatnya yang tinggal di daerah Dago kota Bandung.

 

mang ihinbah landoeng 2Kesimpulannya, bagi para pemburu kuliner djadoel di kota Bandung, silahkan diicip-icip street food di jaman millennia yang kental bercita-rasa buhun atawa klasik.

 

Sekadar info, dahulu kawasan Jl. Mangga ini sohor dengan sebutan ‘Pasar Tjeplak’. Penasaran kan? Ternyata, kuliner ini masih diburu Mang Ihin Gubernur Jawa Barat yang sohor dengan Rakgantang (Gerakan Gandrung Tatangkalan). Nah, silahkan berburu kuliner legenda Bandung sejak era Konperensi Asia Afrika 1955 – “Dulu itu sama Pak Suyud seperangkat alat masaknya, masih dipikul secara berkeliling di wilayah Cicadas hingga mangkal seringnya di Jl, Mangga ini,” pungkas Abah Landoeng yang tampak fresh pada usianya yang lanjut.

 

Boleh curiga, Abah Landoeng tampak fresh di usianya, tersebab mie dan nasi goreng Bu Sani – Pak Suyud?  (HS)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

destinasiaNews -Elemen warga yang tergabung pada “Musisi Bandung”, berencana membikin dompet khusus terkait bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada...

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung,...

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit  - Ini Pertimbangannya …

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen...

Semarak Clients Gathering Jakarta Bersama ibis Bandung Trans Studio

Semarak Clients Gathering Jakarta Bersama ibis Bandung Trans Studio

destinasiaNews– Dalam upaya memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para kliennya, ibis Bandung Trans Studio, menggelar acara Clients Gathering...

Pengunjung

02335717
Hari ini
Kemarin
222
3196