Takut Tower Indosat Runtuh, Warga Piket Hingga Dibongkar

DTN TOWER 1 CopyDestinasiaNews – Kembali, puluhan warga terutama pemuda dan pria paruh baya di pemukiman padat Sukaharja RW 03 Kelurahan Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung malam itu (28/10/2016), menggelar aksi duduk-duduk di bawah tower Indosat setinggi 52 meter. Menurut mereka, tower aktif yang dibangun sejak 2001 – tak pernah ada pemeliharaan secara berkala. “Kalau ada angin dan hujan besar, wuih menakutkan”, jelas Wandi (35) yang malam itu sedang  memasang poster di sekeliling tower yang punya lahan kosong seluas lapangan badminton.

Aksi ini menyusul kebuntuan dari perundingan warga setempat setelah berunding pada tanggal 17 Otober 2016 di kantor Kelurahan setempat. “Kemarin (27/10/2016 –red) sudah kami datangi dua instansi, BPPT (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu) dan Distarcip (Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya). Tak ada jawaban memuaskan soal Izin Menara (IM) dan Izin tetangga. Semua sarat rekayasa”, kata Koordinator Aksi, Dani Rusmantoro yang diamini puluhan rekannya. 

“Harapan hanya dari Pak Puja bagian Disbang. Itu kata Ibu Wiwi di Distarcip Kota Bandung. Sayang Pak Pujo, tak ada di tempat. Penasaran tuh sama Pak Puja? Perijinannya seperti apa?,” lanjut Dani yang malam itu ikut piket di bawah menara Indosat. “Besok pagi (29/10/2016), giliran ibu-ibu mau angkat bicara. Ada orasi-lah. Pemberitahuan ke pengaman Kapolsek, Danramil, dan lainnya sudah kami layangkan”.    

Kala ditanya, sampai kapan aksi ini akan berlangsung:”Sampai tower ini dibongkar!” seru beberapa pemuda ini sambil memperlihatkan sejumlah spanduk yang baru saja mereka buat secara spontan. 

DTN TOWER 2 CopyPenelusuran menyangkut tuntutan kali ini, seperti apa? Arif Hidayat, salah satu tokoh warga setempat berkisah secara singkat: Pembongaran tower dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya; Menutup segala bentuk negosiasi; Dasar pemikirannya sesuai a. Pasal 28 UUD 1945,  dan b. Peraturan bersama Mendagri, Men PU, Menkominfo serta Kepala Bidang Koordinasi Penanaman Modal Nomor 18 Tahun 2009, Nomor 07/PER/M.KOMINFO/03/2009, Nomor 3/P/2009, dan Perda Kota Bandung Nomor 15 Tahun 2012. 

“Herannya, Pak Yudi dari pihak Indosat yang biasanya reaktif, kala perundingan pada 17 Otober 2016 lalu, sekarang jadi sulit dihubungi”, tambah Arif.

Tower Bodong? 

DTN TOWER 3 CopyDisimak lebih jauh menurut puluhan warga Sukaharja, keberadaan tower ini selama 15 tahun terakhir telah meresahkan. “Saling curiga antar penduduk, katanya ada sejumlah dana mengalir ke tokoh tertentu. Nyatanya, tak ada malah…”, seru Sukendi yang sudah sejak awal mengamati tak pernah ada pemeliharaan tower ini. 

“Ini mah tower bodong”,  tutur Sandi sambil menerangkan di sekitar pemukiman padat ini ada tanda alamat dan pemilik tower, pelaksana atau kontraktor, juga no telepon bila ada hal yang bersifat darurat. 

Terpulang kepada pemilik tower, pemilik lahan yang katanya bukan penduduk setempat, serta pemberi izin dari dinas terkait:”Segera saja dirak-rak (bongkar) ini tower yang bikin kami takut”, pungkas Dadang yang tampak keukeuh sesuai kesepaatan warga Sukaharja. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Eka Santosa, Ultah Ke-4 Kabupaten Pangandaran: Catatan, Pembalakan Hutan …

PANGANDARAN DTN 1 Copy

DestinasiaNews– Alih-alih mendapat kabar gembira sehubungan penganugerahan dari Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata kepada 151 pejuang pemekaran yang diserahkan di Lapangan Parigi (23/10/2016). Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang bersama Solihin GP sejak November 2015 telah mendeklarasikan Jawa Barat Darurat Lingkungan, justru berbekal cacatan dari penganugreahan ini.

Eka dalam hal ini sebagai salah satu dari 151 penerima anugerah  Anubawa Dharma Ekapada, dengan predikat khusus Panglima Pemekaran, di samping Agun Gunanjar Sudarsa sebagai Bidan Pemekaran, dan Hj. Siti Sopiah sebagai Koordinator Presidium di Jakarta, merasakan ada yang mengganjal.

Ganjalan Eka ini dikemukaan secara terbuka pada Selasa malam (25/10/2016) di Pasir Impun Kabupaten Bandung. Gerangannya, sehari usai menerima penghargaan ini (24/10/2016) di salah satu penginapan di Parigi, Kabupaten, menerima keluhan dari warga kabupaten ini yang mengetahui persis proses perusakan hutan di perbatasan Kecamatan Langkaplancar dan Cigugur, sejak tiga atau empat tahun lalu.

PANGANDARAN DTN 2 Copy

Perihal fenomena perusakan hutan di Kabupaten Pangandaran, menurut Eka sempat Ia sitir kala berkesempatan berpidato di hadapan ribuan warga di Lapangan Parigi (23/10/2016) usai dianugrahi sebagai Panglima Pemekaran Kabupaten Pangandaran. Isi pidato itu menyitir – terjadinya kerusakan alam di Kabupaten Pangandaran, janganlah dengan semena-mena menyalahkan rakyat, yang salah itu tetaplah pemimpimnya.”Itu saya utarakan dengan tegas, disamping soal darurat lingkungan di Jawa Barat kini”. 

Perusakan Hutan itu

Jelasnya menurut Eka para aktivis lingkungan yang dimotori tokoh dari daerah Kecamatan Cigugur- Langkaplancar ada di antaranya Dase, Entis, dan Nasirin. “Yang mengejutkan pejabat setempat juga tahu tentang pembalakan liar di leuweung kolot  ini. Tak heran akhir-akhir ini di Kabupaten Pangandaran sering terjadi banjir besar. Paling nyata amblasnya jembatan Putrapinggan, itu bukti nyata!”.

PANGANDARAN DTN 3 Copy

Terkait hal ini, laporan dari media yang menyoroti fenomena pembalakan liar cukup kerap dimuat. “Tak ada efek nyata di lapangan, terutama ke penghentian apalagi ke penindakan hukum. Pelapor ke pejabat setempat menyebutnya sebagai weureu seubeuh – kena sumpal”, ujar Eka menirukan ucapaan para pelapornya.

Contoh nyata dari reportase Donny Iqbal dan Jay Fajar www.Mongabay.co.id(11/10/2016), ringkasannya – Mengacu ke RTRW Kabupaten Pangandaran dan Ciamis, seharusnya kecamatan Langkaplancar dan Cigugur ditetapkan sebagai wilayah resapan air dan konservasi. Kenyataan di lapangan malah terjadi anomali yang berujung ke alih fungsi  kawasan.  Di kawasan hulu yang notabene hutan konservasi, berubah menjadi hutan produksi yang dikelola Perhutani.

Menindaklanjuti fenomena ini yang menurut Eka sangat menyesakkan dada, saat itu juga (24/10/2016) telah melaporkan hal ini ke Solihin GP:”Segera laukan penindakan di lapangan, seret semua pelaku perusak hutan”, lagi Eka menirukan ucapan penasihat Gerakan Hejo yang juga sesepuh di DPKLTS  (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda).

Seiring keperihatinan mendalam atas rusaknya hutan di seputar Kecamatan Cigugur dan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, kini Eka sedang membentuk formatur pengurus Gerakan Hejo di daerah ini. “Jangan main tunda. Penduduk diberdayakan dengan perangkat organisasi dan landasan hukum memadai”.  

Lantas bagaimana perihal penghargaan Anda sebagai Panglima Pemekaran di Kabupaten Pangandaran? “Hanya dalam batas tertentu saya apresiasi, namun dengan catatan tebal”, begitu ujar Eka yang  yakin melalui pembentukan Gerakan Hejo di sana – akan me-revitalisasi Rakgantang (Gerakan Gandrung Tatangkalan – red). “Perintah ini sesuai sesuai anjuran Mang Ihin (sapaan Solihin GP). Segera menyeret para perusak hutan di Jabar,” pungkasnya. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Sidak Ketum HNSI dan DPD HNSI Jabar – Antara Temuan & Bentrok antar Nelayan

DTN HNSI 1 CopyDestinasiaNews – H. Nandang A Permana, Ketua DPD HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Jawa Barat, ditemui di kantornya Jl. Dago Pakar Barat No 9B Bandung memaparkan kiprah terbarunya: “Baru saja (19/10/2016 – red) mendampingi Ketua DPP HNSI, Mayjen Laut Pur. Yusuf Solichien dalam kunjungan kerja ke Kota Cirebon. “Banyak hal kami temui di sana, fokusnya kenelayanan.Beberapa permasalahan ada yang dicari jalan keluarnya, langsung …”.

Nandang, yang sebelumnya menjabat Ketua DPC HNSI Garut, merasa yang paling menggembirakan dari kunjungan kerja ini:”Ketua Umum HNSI, bersedia turun ke lapangan. Ia tak sekedar menerima laporan dari daerah ”

Jadwal pertama di kota Cirebon, bertemu dengan kepala PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara) Kejawanan Kota Cirebon, Imas Masriah.Selanjutnya ke PPI (Pelabuhan Pendaratan Ikan) Gebang Kabupaten Cirebon. Terakhir ke kantor Dan Lanal Cirebon. Diketahui instansi ini daerah operasionalnya, meliputi wilayah pantai laut Subang, Indramayu, kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon.

Di PPN Kejawanan Kota Cirebon membahas secara teknis rencana perayaan hari nelayan pada Mei 2017. “Menteri KKP dan Presiden RI pun, direncanakan hadir di sini”, kata Nandang sambil menjelaskan hasil surveynya di PPI Gebang - ternyata, masih banyak nelayan yang belum lepas menggunakan alat tangkap yang dilarang. Dalam hal ini, HNSI tetap mensosialisasikan Permen 1 dan Permen 2 terkait alat tangkap yang dilarang, mengganti dengan alat tangkap yang ramah lingkungan. “Ihwal Inilah yang terus kami sosialisaikan pada setiap kunjungan di pantai Jabar”.

Mendamaikan Bentrokan

DTN HNSI 2 CopyMenurut Nandang selama di PPI Gebang, ditemukan sejumlah fasilitas dasar dan pendukung untuk nelayan, masih perlu dikembangkan. Contohnya, Ia jelaskan tidak adanya pemeliharaan infrastruktur pelabuhan nelayan di Gebang – terjadi penyempitan akses jalan karena ada bangunan di bahu jalan, juga pasar ikan yang tumpah ke luar dari area PPI. “Kita akan cari solusi secepatnya, ini akan dibahas di pusat”, katanya menirukan ucapan Ketua Umum DPP HNSI.

Menurutnya, komentar dan janji Ketum DPP HNSI ini cukup melegakannya.”Nelayan itu ibarat prajurit yang harus maju ke medan laga. Bila senjatanya, tak berkualitas. Bagaimana mungkin memenangkannya? Maksud saya, meningkatkan kesejahteraannya”.

Temuan lainnya selama di PPI Gebang, terpecahkan permasalahan krusial yang terjadi cukup lama - sering terjadi bentrokan antar nelayan. “Paling aktual, penagkapan nelayan oleh PSDKP. Karena surat penunjang saat melaut tak lengkap. Juga bentrok antar nelayan Brebes dengan nelayan Kabupaten Cirebon. Ini terjadi lima hari lalu.”

Hikmahnya, melalui kunjungan ini, bentrokan terakhir ini dapat diselesaikan dengan cara damai. “Kebetulan Ketua DPC Brebes hadir, tokoh masyarakat dan intansi terkait pun ada. Ending-nya, persoalan ini selesai dengan bijak.”

Terakhir, kala bertemu dengan Dan Lanal Cirebon, Letkol Laut Tarus. Turut serta di antaranya Ketua DPC HNSI Kota Cirebon, Karsudin; Ketua DPC HNSI Kabupaten Cirebon, H. Suherman. Materi pembahasannya fokus pada pentingnya keamanan territorial laut di pantai utara Provinsi Jawa Barat.

Teknisnya, mengatasi problema perompakan dan bentrokan antar nelayan di area ini, pembinaan sadar hukum bagi nelayan, serta rencana pelibatan lembaga Lanal Cirebon sebagai pendidik dan pelatih Satgas Laut bentukan DPD HNSI Jawa Barat. “Ini terobosan baru dari DPD HNSI Jawa Barat. Prakarsa baik ini akan saya sebarkan untuk ditiru DPD HNSI seluruh Indonesia”, tutup Nandang, lagi menirukan ujaran Ketua DPP HNSI yang menyamakan kunjungan kerjanya sebagai Sidak (inspeksi mendadak) ke lapangan. (HS/SA/dtn)

DTN HNSI 23 Copy

Add a comment

Resolusi Cimanuk Bertabur Artis PAPPRI Jawa Barat, Pengungsi Terhibur

DTN resolusi cimanuk 1 Copy

DestinasiaNews – Tuti (37), Kartamin (57), dan tetangganya Ratna (13) korban banjir bandang Garut, penduduk Mekar Asi, Sindang Reret Tarogong Kidul, tampak sumringah. Gerangannya, hari itu(20/10/2016) bertiga bergabung dengan ratusan pengungsi lainnya terhibur. Penghiburnya, puluhan artis dan seniman yang tergabung dalam PAPPRI Jawa Barat asuhan Dose Hudaya. “Kami terpanggil untuk menghibur saudara kita di Garut”, papar Dose.

Artis kondang  itu di antaranya Bimbo, Doel Sumbang, Nining Meida, Ki Daus, Bungsu Bandung, dan Lia Aprilia.  Mengimbangi kehadiran Rudy Gunawan, Bupati Garut selaku “tuan rumah”, berkelindan di antara pengungsi ada Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo, dan Dindin S Maolani.

“Ini momen hiburan terbesar usai bencana. Tentu, tak sekedar hiburan biasa, ini bagian dari trauma healing. Juga sebagai ajang menyatukan 31 kelompok relawan bencana – Aliansi Cimanuk,” kata Rudy Gunawan seusai membagikan langsung paket konsumsi bagi pengungsi.

DTN resolusi cimanuk 3 Copy

Sementara itu  Eka Santosa yang turut membagikan nasi kotak ke para pengungsi, merasa senang dengan momen ini. Menurutnya, para pengungsi harus kita hibur. Jangka panjangnya harus terwujud tempat yang layak bagi mereka. “Lebih penting lagi, penyebab utama hulu sungai Cimanuk, hijaukan segera. Jangan seperti sekarang dialih-fungsikan ditanami sayuran. Benahi tata ruangnya, dan seret penjahat lingkungan ke ranah hukum .”  

Maknawi dari kegiatan ini menurut para penonton yang memadati panggung dari pagi hingga sorenya  di lapangan Kerkof Garut, menimbulkan penyadaran baru. Pasalnya, penyelenggara Aliansi Cimanuk dibawah koordinasi Wa Ratno dan rekannya Ceng Nasir, sempat melahiran Resolusi Cimanuk.  

Inti Resolusi Cimanuk meliputi: Pentingnya mengakomodir nilai kearifan lokal, etika keagamaan, dan tata kelola alam di Garut; Perkuatan political ecology secara nasional, provinsi maupun kabupaten; Penguatan ekonomi kerakyatan; Peningkatan edukasi lingkungan hidup; dan ketegasan serta kepastian penegakan hukum bagi pelanggar UU LH di Kabupaten Garut khususnya. “Pesan dari Resolusi Cimanuk inilah yang kami rasa penting. Hiburannya juga hebat-hebat, tapi itu tadi pesannya kami simak betul. Ini demi masa depan Garut. Salutlah buat penyelenggaraan ini yang sukses,” pungkas Dedi (37) warga Garut yang hadir bersama rombongannya sejak pagi hari. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Agung Suryamal Ketua Kadin Jabar, Maju ke Pilgub 2018 ?

Agung Suryamal 1 Copy

DestinasiaNews – Ajang Pilgub Jabar 2018 pagi hari itu (18/10/2016) di Lantai 1 Pasar Ciroyom Bandung sudah bergaung. Gerangannya, seratus lebih simpatisannya yang tergabung sebagai “Sobat Agung” mendorong Agung Suryamal (51) terjun ke Pilgub Jabar 2018. “Kami sudah sepakat dengan koordinator pendukung lainnya di 27 kota dan kabupaten se-Jabar untuk mendukungnya,” ujar Andre Lukman di hadapan para awak media.

 

Pertimbangan para pendukungnya yang silih-berganti mengemukakan alasan utama mengapa Agung yang kini menjabat sebagai Ketua Kadin Jabar:”Kang Agung ini orangnya sama seperti kita-kita tak berjarak, dekat dengan masyarakat. Keberpihakkannya ke rakyat kecil di Jawa Barat, sudah sama-sama kita ketahui dan rasakan. Ekonomi kerakyatan yang oleh orang lain hanya teori, tanpa banyak bicara sudah membukti. Contohnya, di pasar ini. Betulkah, begitu …”,  ucap seniman “nyleneh” Asep Berlian yang dijawab langsung secara serentak para pendukungnya dengan gempita.

 

Namun, masih di hari yang sama, Agung Suryamal pada siang harinya ke group WA wartawan Bandung mengirim press release, menyanggah pemberitaan yang sudah “terlanjur” muncul di media massa nasional, seakan dirinya telah mendeklarasikan dirinya maju ke Pilgub Jabar 2018. Judul press release ini  – SAYA TIDAK PERNAH MENDEKLARASIKAN SEBAGAI GUBERNUR JAWA BARAT, NAMUN SAYA SIAP MAJU JIKA MENDAPAT DUKUNGAN DARI MASYARAKAT.

 

Diamati lebih dalam isi press release Agung ini berintikan: apresiasi atas dukungan yang terjadi secara spontan dari masyaraat, pelurusan atas simpang siur fenomena ini karena dirinya sedang (hari itu – red) dalam agenda Muskab Kadin Ciamis. “Apa pun yang terjadi, pemberitaan Agung Suryamal didorong atau ikut terjun di Pilgub Jabar 2018, sah-sah saja. Namanya juga alam demokrasi, silahkan saja, Tokh, tak ada yang dilanggar, mau maju atau mundur sekali pun”, tutur Entis Sumantri (34), pedagang pasar Ciroyom yang mengamati gejala politik di Jabar. “Sekarang mah makin hangat saja, Bung …”. (HS/SA/dtn). 

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Grand Opening Vesper Sky Bar & Lounge De Paviljoen

Grand Opening Vesper Sky Bar & Lounge De Paviljoen

destinasiaNews - De Paviljoen Bandung by HIM akhirya menambah satu lagi fasilitas baru yang akan menjadi salah satu fasilitas unggulan...

Cabut Permen 39 LHK Biar Hutan Jawa Barat Lestari, Kata Eka Santosa

Cabut Permen 39 LHK Biar Hutan Jawa Barat Lestari, Kata Eka Santosa

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo, Jumat sore (20/10/2017) di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa Pasir...

Matrix Indonesia menggelar Hairdresser Idol Bandung 2017

Matrix Indonesia menggelar Hairdresser Idol Bandung 2017

  destinasiaNews - Bandung, 19 Oktober 2017 Industri tata rambut di Indonesia menyimpan potensi besar yang terus berkembang pesat dan...

Toko Baru ACE Kembali Buka Di Kota Bandung

Toko Baru ACE Kembali Buka Di Kota Bandung

destinasiaNews.com - Perusahaan ritel yang bergerak dalam bidang perlengkapan rumah dan produk gaya hidup ACE secara resmi membuka toko terbarunya,...

Nonton Bareng Merah Putih Memanggil Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air

Nonton Bareng Merah Putih Memanggil  Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air

destinasiaNews.com - Agenda kegiatan nonton bareng (Nobar) film "Merah Putih Memanggil" kali ini adalah jajaran Kodim Cimahi, jajaran Koramil Wilayah...

Pengunjung

01648174
Hari ini
Kemarin
1224
1318