Eka Santosa Gerakan Hejo,Terima Kujang Mas 2017 -  Dedikasi Buat Mang Ihin dan BOMA Jabar

IMG 20171029 015219
destinasiaNews  - Anugerah Kujang Mas 2017 yang diterima Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo di  Bidakara Grand Savoy Homan Bandung, Sabtu malam (28/10/20117), menurutnya luar biasa dan istimewa:”Namun, ada yang lebih pantas menerimanya, yakni sesepuh Jabar Bapak Solihin GP dan para Olot (Ketua Adat) di BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar. Merekalah yang selalu mengingatkan kita. Betapa penting, harus menjaga hutan ..,” kata Eka dalam pidatonya yang dihadiri duet Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Ahmmad Heryawan dan Deddy Mizwar; Walikota Bandung Ridwan Kamil; para bupati; serta puluhan tokoh Jawa Barat lainnya.  
 
“Ini saya dedikasikan untuk Mang Ihin (sapaan akrab Solihin GP). Beliau sejak 1970-an kala menjadi Gubernur Jabar sudah sohor dengan program Rakgantang (Gerakan Gandrung Tatangkalan). Itu yang kami teruskan …” jelas Eka sambil memegang erat Kujang Mas dan sertifikat yang diterimanya – Bangga sekaligus terharu, secepatnya mau melapor ke Mang Ihin di Cisitu. Sayang, beliau tak bisa hadir. Kan, kesehatannya sudah lanjut lebih dari 90 tahun. Beliaulah, panutan kami dibidang lingkungan bersama para Olot di BOMA Jabar.”
 
Sementara itu disela-sela penerimaan anugerah ini, yang dikerubungi para pengurus Gerakan Hejo seperti Agus Warsito, Shahadat Akbar, Ika, Riri Angelina, Chevy Sutisna, Isur Suryana, dan Nonoy, mereka merayakannya secara khas di salah satu pojok di Ball Room  Bidakara Grand Savoy Homan Bandung:”Anggaplah, ini peluru bagi kita untuk perang melawan perusak lingkungan yang baru saja kita canangkan.”
 
Kujang Mas 2017, Siapa Saja?
 
Menurut Didi R Ridjadi, Pemimpin Perusahaan RMOL (Rakyat Merdeka Online) Jabar, total ada 24 penghargaan. Semuanya dibagikan dengan penilaian secara cermat dan mendalam, mulai kalangan pemerintahan, politisi, pesantren, serta pegiat lingkungan:”Upaya mereka yang khas dan tak mengenal lelah, terus berinovasi . Saatnya,  kita harus hargai dengan layak. Ini, salah satu contoh apresiasi itu.”
 
Rinciannya, penghargaan Kujang Mas ini diberikan kepada Dirut Bank Jabar-Banten Ahmad Irfan, juga James Riady dari Lippo Group, untuk kategori Golden Company.
 
Kujang Mas Golden Personality diberikan kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sebagai tokoh lingkungan, Ketua P2TP2A Netty Heryawan, Tokoh Pemuda KNPI Kota Bandung Dedi Sopandi, Tokoh Muda Inspirasi Geofani Van Rega, Ketua Gerakan Hejo Eka Santosa, Tokoh Inspiratif Jabar Waras Wasisto, dan Aktivis sosial Yulian Isyafri.
 
Lainnya, Kujang Mas Golden Personality 2017 diberikan ke Tokoh Muda Olahraga Yosa Octora Santoso, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari, Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa, dan Ahmad Arif Imanulhaq. 
 
Khusus untuk kategori Demokrasi Award diberikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Rektor Unpad Tri Hanggono Ahmad, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Sektetaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana, Menteri PUPR Moch Basoeki Hadimuljono, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, Ketua PPP Jabar Ade Munawaroh, Pembina Partai Berkarya Hutomo Mandalanputra, Bupati Kuningan Acep Purnama, Menteri Kominfo Rudiantara, dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang.
 
Sedangkan untuk kategori Lifetime Achievement diberikan kepada politisi senior yang kondang dengan sebutan khas di kalangan para politisi “pelari marathon yang belum jatuh” Tjetje Hidayat Padmadinata, serta terakhir kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
 
Terkait pemberian “award” ini bagi seseorang atau kelompok yang berprestasi menurut beberapa pengurus Gerakan Hejo: “Di Jabar khususnya, harus dperkerap dan ditingkatkan mutunya. Maksudnya, agar tercipta kompetisi sehat di antara warga Jabar,“ tutur Rudi Robin yang sehari-hari aktif di Gerakan Hejo selaku Koordinator di bidang Search & Rescue. [HS/SA].
 
Add a comment

Dongkrak Harga Singkong, APSSI Jabar & Gerakan Hejo, Sosialisasi Koperasi

IMG 20171027 WA0053
destinasiaNews  – Asosiasi Petani Singkong Seluruh Indonesia (APSSI) Wilayah Jawa Barat yang diwakili pengurusnya Baskoro, Ela Lindasari, Dedi Jamhur, Ade, Herdi, dan Agus Warsito, telah men-sosialisasikan tanaman pangan khususnya singkong di wilayah Kabupaten Sukabumi (26/10/2017).  
 
“Di lapangan  tak membahas singkong saja, juga kepedulian pada lingkungan. Implementasi Permen 39 KLH yang di daerah lain banyak memunculkan masalah, pun dibahas,” papar Agus yang ditemui sedang berada di Sekretariat Gerakan Hejo di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (27/10/2017).
 
Agus dalam hal sosialisasi ini yang bertujuan :”Sekalian saja membahas kemungkinan pemanfaatan lahan terlantar dan eks HGU yang banyak tedapat di daerah ini. Ini kan tercantum dalam Permen 39 KLH itu, agar tidak salah kaprah implementasinya di lapangan,” paparnya   yang juga bergiat di Gerakan Hejo selaku Sekjen.
 
Koperasi itu
 
Menurut Agus yang di APSSI organisasinya telah mengantongi SK Menkumham No AHU-10.AH 02.02 Tahun 2009 tanggal 24 April 2009, serta SK BPN RI No 104/KEP-17.3/III/2011, 21 Maret 2011, keberadaan ribuan petani singkong di Kabupaten Sukabumi di Waluran, Cimanggung, Bojong Jengkol, Karang Anyar, dan Lengkong, perlu diberdayakan dengan lebih intensif.
 
”Soal harga jual, mereka jangan diperdaya tengkulak atau pabrikan. Bila ini terjadi, yang rugi kita. Pembinaan dari pemerintah pun harus maksimal, jangan seadanya, seperti sekarang.”
 IMG 20171027 WA0055
Menurut Agus pula yang hadir (27/10/2017) menemui Ketua Gerakan Hejo, Eka Santosa, dalam kaitan evaluasi penyebaran bantuan bibit ikan air tawar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke pegiat budidaya ikan di Jabar, menyinggung solusi untuk fenomena harga singkong di daerah yang baru saja ditinjaunya, kerap tak menentu:
 
“Petani dan pengurus APSSI setempat sangat antusias kala ide mendirikan koperasi digulirkan.”
 
Menurutnya, keberadaan koperasi sangat mereka nantikan :”Saat ini over produksi, harga pun jatuh hingga Rp 500 per Kg di atas truk. Kalau ada koperasi, harga bisa didongkrak. Olahan singkong pun bisa variatif.
 
Rintisan koperasi ini menurut Agus sebenarnya sudah cukup matang sebelum meninjau ke Kabupaten Sukabumi. “Ini sudah kami godog sebelumnya dengan Ketua DPW APSSI Jabar (Isma Viyeri Anwar).”
 
Singkong  Sukabumi   
 
Lagi menurut Agus, potensi produk singkong di Kabupaten Sukabumi sangatlah berprospek, baik untuk kebutuhan di dalam negeri maupun ekspor. ”Terdata, sedikitnya 5.000 ha di wilayah itu. Bila pengelolaannya dilakukan dengan baik, niscaya hasilnya akan berlipat ganda. Kesejahteraan petani pun akan meningkat”.     
 
Diketahui, dalam program kerja APSSI Jabar tidak hanya memfasilitasi produk singkong dari petani laku terjual:”Yang spesifik, petani memperoleh perlindungan harga, pemilihan benih yang lebih produktif, juga perlindungan asuransi,” tambahnya sambil memungkas –“Selama ini mereka nyaris tanpa perlindungan, apalagi mengorganisasi diri. Makanya program ini diimplementasikan bersama Gerakan Hejo.” (HS/SA)   
 
Add a comment

FPKP2 Gelar Demo di PTUN Bandung – Pantai Karang Pamulang, Lestarikan Euy …

IMG 20171025 WA0030
destinasiaNews – Suasana pelataran luar Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung di Jl. Diponegoro No 34 pada Rabu (25/10/2014) sangatlah berbeda. Teriakan yang menyuarakan aspirasi warga Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi dan warga Jabar umumnya, terus bergema. Sejumlah plakat di antaranya bertuliskan – LAHAN PUBLIK DIRAMPAS, DIPERKOSA PENGUASA; KARANG PAMULANG MILIK PUBLIK; JANGAN AMBIL PANTAI KAMI; dan TRANSPARASI PROYEK PLPR, MANA?  
 
Puluhan aktivis yang menyuarakan aspirasi itu berasal dari FPKP2 (Forum Peduli Karang Pamulang Palabuhanratu).”Ini elemen masyarakat gabungan asal Palabuhanratu, Bandung, Sukabumi, Jakarta, utamanya dari Gerakan Hejo,” jelas Yan Rizal Usman yang akrab disapa Caca selaku korlap unjuk rasa ini.  
 
Tuntutan unjuk rasa ini memohon kepada hakim yang memimpin sidang dengan nomor perkara80/G/2017/PTUN.BDG antara Romel T.B (penggugat) melawan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi (tergugat), dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi (tergugat ll intervensi). “Hari ini putusan sidangnya. Katanya, dengar-dengar kalah pihak kami. Tak masalah, yang penting tolong itu pantai Karang Pamulang diselamatkan dari proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) yang serampangan. Intinya demo kami ini pro lingkungan, titik!,” seru Caca dengan nada cenderung meninggi karena khawatir akan nasib pantai Karang Pamulang selanjutnya – “Duh, jadi sedih nih nasib lingkungan di Palabuhanratu”.
 
Benar, Kata Hanson …
 
Dikonfirmasi disela unjuk rasa yang berlangsung cukup ketat di bawah pengawalan puluhan anggota polisi dari Polrestabes Bandung, Hanson R Sanger sebagai kuasa hukum Romel TB membenarkan putusan sidang ini:”Benar majelis hakim tadi menyatakan, intinya tak ada kerugian dalam perkara ini. Majelis memberi waktu 14 hari untuk pikir-pikir. Soal PLPR masih maju atau tidak, memang bukan kewenangannya. Kecuali kalau nanti di Pengadilan Negeri.”
 
Upaya apa yang akan dilakukan dalalam waktu dekat menghadapi keputusan ini? “Ya, masih pikir-pikir untuk hal ini. Salinannya pun belum saya peroleh,” papar Hanson.
 
Sementara terkait putusan ini konfirmasi ke pihak tergugat   Yayat Hidayat, Kasubsi Perkara BPN Kab. Sukabumi :”Duh saya ini jangan diminta pendapat. Pokonyano comment-lah soal ini. Salinan pun belum saya punya.”
 
Kata Gerakan Hejo
 
Ketua Umum Gerakan Hejo, Eka Santosa dikonfirmasi perihal putusan sidang hari ini:”Secara hukum, apa pun putusan sengketa lahan ini, kita hormati. Sejak awal bidikannya, tetap pada penyelamatan pantai Karang Pamulang sebagai area milik publik. Ini, yang  kami upayakan dengan serius.”
 
Diketahui, lahan pada perkara ini sedang digarap proyek PLPR sejak November 2015. Lahannya berupa sempadan pantai (6.600 M2), dengan pengakuan sertifikat hak milik (SHM) No 73 atas nama Soerono Haryanto. Yang diperkarakan Hanson  di antaranya terbit Keputusan TUN Berita Acara Pelepasan Hak No 01/BAPH – 32.02/IX/2015 tanggal 23 September 2015 dengan ganti rugi Rp. 7.722.000.000 (tujuh milyar tujuh ratus dua puluh juta rupiah) dari Pemkab Sukabumi ke Soerono Haryanto.
 
“itu uang siapa ? Transaksinya, selangit untuk lahan sepadan pantai yang kami cintai. Korbannya rakyat tak leluasa lagi rekreasi di sana. Pemkab Sukabumi, tak visioner banget pisan euy…”, seru beberapa pengunjuk rasa di pelataran PTUN Bandung.
 
Tersiar kabar masih di pelataran PTUN Bandung, dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan para pihak yang terkait proyek PLPR ini kekantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Alam. “Tunggu saja tanggal mainnya, soal PLPR ini yang terlibat akan dipanggil ke Jakarta. Dulu juga, harusnya proyek ini distop diduga banyak penyimpangan, dan tidak trasnparan”, tutup Caca. (HS/SA)
Add a comment

Raker Gerakan Hejo: Perusak Lingkungan, dan Pimpinan Daerah, Bersiaplah Dimejahijaukan

IMG 20171024 163630
destinasiaNews – Deru mesin usai mencanangkan perang ke segala arah bagi perusak lingkungan di Jawa Barat, Gerakan Hejo menjelang usia tahun ke-2 pada November 2017, kembali memanas. Selasa pagi (24/10/2017) di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung, berlangsung rapat kerja membahas sejumlah masalah lingkungan yang semakin memburuk dalam 10 tahun terakhir di Jabar.”Bukan saatnya lagi kompromi dengan para perusak lingkungan. Saatnya dimejahijaukan segera. Tak peduli siapa pun, termasuk pimpinan daerah di provinsi ini,” cetus Eka Santosa Ketua Umum Gera an Hejo – “Rakyat jabar itu sebenarnya penurut. Pangkal kerusakan lingkungan itu dari para pemimpin daerah yang tak mau sadar lingkungan. Rakyat dikorbankan, demi kepentingan sesaat.”
 
Disela-sela kupasan yang terbilang “hot topic”, dalam raker Gerakan Hejo ini dibagikan 400 ribu ekor lebih bibit ikan untuk diberikan ke 10 kota dan kabupaten yang memiliki potensi budi daya ikan air tawar. Bibit ikan ini diperoleh langsung dari Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan melalui Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto.
 
“Ibu Susi Pudjiastuti melalui Pak Dirjen membagikan bibit tawes, lalawak, nilem, dan sedikit nila. Tiga bulan ke depan sedikitnya bila 50% survive, akan menghasilkan setara 50 ton protein bagi warga. Gera an Hejo hanya berkiprah sebagai mediator dan pembinaan para pembudidaya,” jelas Ir. Moh Husein yang akrab disapa Husein Lauk selaku salah satu pengurus di Gerakan Hejo.
 
“Program ini akan berlanjut, bertahap nanti akan dilengkapi unsur permodalan bila memungkinkan. Sekarang, di sini sedang digodog pula manajerial koperasi, di antaranya,” papar Agus Warsito, Sekertaris Umum Gera an Hejo disela-sela membagikan bibit ikan ke berbagai daerah.
 
Sementara itu H Djumhur Gofur Ketua Gera an Hejo Kabupaten Karawang yang disertai sekertarisnya Teguh Adha P, ketika digelar sesi “curhat” dalam raker ini, mengapresiasi kegiatan pembagian bibit ikan air tawar. “Bedanya, kami di Karawang hari ini setelah mengetahui program pembagian ikan, Pak Sekda di daerah kami justru tergerak akan melakukan hal yang sama bagi pembudidaya ikan di daerah kami,” papar Djumhur yang disambut antusias oleh puluhan anggota Gerakan Hejo lainnya – “Jadinya kami tak harus ambil bibit ikan dari Bandung.”
 
“Contoh untuk kasus Pak H Djumhur, patut ditiru ia mampu berakselerasi dengan baik bersama pimpinan daerah setempat. Ini kebalikannya, ada beberapa pimpinan daerah yang kurang respon, malah,” jelas Eka sambil memberi pernyataan lanjutan – “Urusan saya itu untuk nyintreuk bupati dan walikota yang bandel, teu nyaahka lingkungan.”
 
Apresiasi Pembudidaya
IMG 20171024 163612
Salah satu pembudidaya ikan asal Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya dari Desa Ciawang Kecamatan Leuwisari, Wahyu Setiawan merasa gembira dengan program pembagian benih ikan ini.”Program semacam ini yang ditunggu para pembudidaya di lapangan. Bibit yang bagus memang dari pemerintah, di antaranya. Ini karena bersertifikat dan lolos uji lainnya.”
 
Sementara itu aktivis lingkungan Pak Komar yang berusia cukup lanjut dari Buah Dua Kabupaten Sumedang, secara sukarela ia menyumbangkan bibit ikan gabus unggulan dari sungai di daerahnya:”Ini saya bagikan agar, ikan gabus yang asli dari daerah kita tetap lestari dan berkembang di pelosok Jabar. Sekarang kan ikan invasif justru banyak menggerus ikan lokal.”
 
Di luar apresiasi terhadap raker ini, muncul juga keprihatinan yang terbilang “hot topic”. Bahasannya menyangkut terbitnya Peraturan Menteri (Permen) 39 KLH yang dikenal di kalangan awam sebagai “bagi-bagi tanah di seputar hutan dengan bungkus hutan sosial”. Di luar dugaan, topik panas ini dibahas cukup mendalam dan meluas oleh puluhan peserta.
 
“Kami setuju dari paparan Kang Eka, Permen 39 KLH ini langsung saja diutarakan ke Presiden Jokowi. Implementasi di lapangan, sudah menimbulkan konflik sosial, walaupun tujuan awalnya baik, demi mensejahterakan kantong kesmiskinan di sekitar hutan,” papar Wa Ratno, Ketua Gerakan Hejo Kabupaten Garut.
 
Memungkas persoalan topik panas ini Eka menyatakan:”Kami mengkritisi Permen 39 KLH ini, dengan maksud tujuan awal mensejahterakan petani tidak putus di jalan. Solusinya, pakailah lahan terlantar atau lahan eks HGU, misalnya. Jangan hutan tutupan yang dibabat.” (HS/SA)  
 
Add a comment

Cabut Permen 39 LHK Biar Hutan Jawa Barat Lestari, Kata Eka Santosa

IMG 20170830 235019
destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo, Jumat sore (20/10/2017) di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung, menerima kedatangan tamu tamu aktivis lingkungan Thio Setiowekti, Ketua FPLH (Forum Penyelamat Lingkungan Hidup). Usai perbincangan yang tampak memanas, Eka mengungkapkan materi pertemuan ini.
 
“Tak jauh dari pengamatan, kerusakan hutan di Jabar yang sudah pada tahap ‘Jabar Darurat Lingkungan’ makin massif. Lalu ada Permen 39 LHK (Lingkungan Hidup & Kehutanan), Presiden Jokowi segera saja mencabutnya. Jangan ditinjau-tinjau lagi. Biar Hutan lestari dan berkembang …” jelas Eka sambil memotong rumput di kediamannya. Gestur yang muncul saat itu, ia memencarkan kecewa berat atas merebaknya fenomena legalisasi dan redistribusi tanah yang serampangan di Jawa Barat.
 
“Hutan Perhutani yang dibagikan bukan yang gundul atau terlantar, tetapi hutan rimbun. Ini lokasi kepedulian Gerakan Hejo untuk cadangan air warga Jabar, yang tinggal sedikit. Data lapangan kerusakan itu ada di saya,” tambahnya yang baru-baru ini menyatakan perang terhadap perusak lingkungan, sambil mempersilahkan redaksi mengkonfirmasi langsung kepada tamunya –“Kalau redistribusi tanah dari HGU (Hak Guna Usaha) yang habis masa lakunya habis, bagus untuk mensejahterakan rakyat.”     
 
Menurut Thio dalam kesempatan ini, ia menjelaskan sekilas latar belakang kiprahnya menentang penerapan Permen LHK P.39/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017 tentang  Perhutanan Sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani:”Pada 2003 melalui SK Gubernur Jabar Danny Setiawan No 522/binprod/2003, sebenarnya banyak pihak sudah kerja keras menurunkan perambah hutan. Aneh, sekarang malah seperti dilegalisasi.”
 
Perjuangan Thio yang menurutnya didukung oleh Anang Sudarna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, menilai kondisi di lapangan setelah munculnya Permen 39 LHK jauh panggang dari api:”Setuju bila Kang Eka Santosa meminta Presiden Jokowi mencabut Permen ini.”
 
Lebih lanjut Thio menunjukkan sejumlah data yang menyimpulakn adanya penyimpangan berat atas Permen 39 LHK di Jabar dan Indonesia.:”Sedikitnya 8 masalah menurut saya, ini daftarnya”, tuturnya sambil menyatakan –“Teori kebijakan itu bagus namun implementasinya banyak penyimpangan. Ini dapat merusak tujuan program Nawacita dan nama baik Pak Jokowi sendiri.”
 
Sementara itu jajaran pengurus dari Gerakan Hejo yang juga hadir di Alam Santosa, menyikapi implementasi Permen 39 LHK merasa khawatir dengan laju kerusakan hutan di Jawa Barat khususnya dan di provinsi lainnya:”Setuju 100% bila permen ini dicabut,” pungkas aktivis lingkungan di antaranya Husein Lauk, Agus Warsito, Yan Rizal Usman alias Kang Caca, dan Deni “Ozenk” Tudirahayu.  (HS/SA).
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mari Nikmati, Suara Lembut Afgan - Manjakan Afganisme di Trans Studio Bandung

Mari Nikmati, Suara Lembut Afgan -  Manjakan Afganisme di Trans Studio Bandung

destinasiaNews - Wow deh, pastinya telinga kita sudah sangat familiar kala mendengar penyanyi muda berbakat dari Indonesia. Siapa lagi, kalau...

SBMPTN 2018 Akan Segera Digelar, Panlok 34 Bandung Siapkan 46.935 Kursi Peserta

SBMPTN 2018 Akan Segera Digelar, Panlok 34 Bandung Siapkan 46.935 Kursi Peserta

  destinasiaNews - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 akan segera digelar, Panitia Lokal (Panlok) 34 Bandung menyediakan...

Kogartap II/Bandung & The Lodge Maribaya Resmikan “Longsoran” Blok Gunung Masigit Desa Cibodas - Pulihkan Jalur Vital Pariwisata

Kogartap II/Bandung & The Lodge Maribaya Resmikan “Longsoran” Blok Gunung Masigit Desa Cibodas - Pulihkan Jalur Vital Pariwisata

destinasiaNews – “Bersyukur pada Kamis ini (19/4/2018) longsoran, tepatnya di blok Gunung Masigit, setelah lima bulan lalu kita garap bersama...

Atlet Disabilitas Gugat NPC Indonesia ke PN Bandung – Tak Sudi Bonus Prestasi Dipotong 25%

Atlet Disabilitas Gugat NPC Indonesia ke PN Bandung – Tak Sudi Bonus Prestasi Dipotong 25%

destinasiaNews – Babak baru perjuangan para atlet disabilitas yang tergabung pada National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Jawa Barat. Kali ini,...

Sikapi Revolusi Industri 4.0, PMII Harus Cermat & Bijak Hadapi Era Digitalisasi, Kata Abdurahman Wahid

Sikapi Revolusi Industri 4.0, PMII Harus Cermat & Bijak Hadapi Era Digitalisasi, Kata Abdurahman Wahid

destinasiaNews - Sehubungan hari lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-58, yang perayaannya berlangsung di Gedung Sabuga Bandung, (17/4/2018) Abdurahman...

Pengunjung

01973763
Hari ini
Kemarin
1753
1997