Ketua Forkoma CSI – Jangan Percaya Pengurus !

forkoma datang lagi CopydestinasiaNews -  Kabar teranyar dari pegiat Forum Komunikasi Anggota (Forkoma) Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI), Senin malam (13/3/2017) hadir kembali dari Cirebon dan sekitarnya di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung. Ini kediaman Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang sejak November 2016 diminta bantuannya memperjuangkan – pengembalian investasi dari sekitar 16.000–an anggota Koperasi CSI dengan akumulasi dana kurang lebih Rp. 2,3 T, yang diduga diselewengkan oleh pengurus  maupun pucuk pimpinannya.  

Terbukti sejak pucuk pimpinan Koperasi CSI atau kerap mereka namakan KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera, Yahya dan Iman Santoso ditahan di Bareskrim Polri sejak 25 November 2016, apalagi setelah rekening mereka dibekukan Bareskrim Polri melalui OJK (29/11/2016), hingga saat ini pengembalian dana itu tak kunjung terwujud. “Datang lagi ke Kang Eka, selain bersilaturahmi tentu mendikusikan langkah-langkah terbaik bagi kepentingan anggota Koperasi CSI,”papar Hari  ditandatangani  Yahya dan Iman Santoso di atas meterai saat di Bareskrim Polri pada 9 Januari 2017.

Kala disinggung, perkembangan terakhir kasus yang menasional ini hingga pertengahan Maret 2017, utamanya di Cirebon sudah sejauh mana? Hari menjelaskan kini di kantor pusat Koperasi CSI, para pengurus dengan caranya tersendiri sedang mengupayakan dengan cara yang “aneh” - mengabaikan kepentingan anggota koperasi.“Langkah-langkah itu sangat menyakitkan para anggota. Para pengurus elit, kerap berkelit dan sukar ditemui. Yang keluar hanya isyu-isyu dan janji pengembalian, tanpa ada kepastian. Malah pengembaliannya dicicil. Ini makin tak jelas formatnya,” ujar Hari yang diiyakan oleh lebih dari 20 anggota Forkoma CSI yang menyertainya.

Menteri Koperasi Turun Tangan

Bagi Eka Santosa, guliran kasus ini kala dikonfirmasi:”Perlu segera selain Bareskrim Polri dan OJK, di luar penanganan hukum yang berjalan saat ini, Menteri Koperasi beserta jajarannya baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota Cirebon, segera turun tangan”, serunya –“Sampai sekarang kan diketahui umum ini koperasi legal, aneh Menkop tak bersuara sedikit pun, disinyalir pura-pura tak tahu..”, ujarnya sambil menunjukkan sejumput berkas berisikan legalisasi akta notarisn berdasarkan Keputusan Menkop dan UKM Nomor 1162/BH/M.KUKM.2/V/2014.

Sementara itu “Astro” Rizky Ramdani dari Gerakan Hejo yang selama ini bersama Riri Angelita menangani permasalahan ini dari segi hukum, kembali mengingatkan, para pengurus: “Sepertinya, tak punya niat baik. Mereka hanya mengeluarkan janji-janji manis belaka. Hak anggota, sama sekali mereka abaikan. Jangan percaya pengurus …”.

Alhasil pertemuan malam itu yang salah satunya dihadiri anggota yang baru terlibat di Forkoma CSI, yang mengaku bernama Andi dari Bekasi Jawa Barat dan pernah memasukkan dananya sekitar Rp. 500 juta rupiah sekitar 4 bulan sebelum rekening Koperasi CSI dibekukan OJK:”Saya apresiasi perjuangan Forkoma CSI hingga ke DPRD Jabar, DPD, Bareskrim Polri, maupun OJK, makanya saya gabung di sini karena jelas-jelas memperjuangkan anggota”, tutupnya yang selama ini secara sendirian ia pernah menemui para pengurus pusat di Cirebon yang ternyata – “Hanya didiamkan saja oleh mereka”. (HS/SA)

Add a comment

Centro Keramik Batu Alam Raih Top Brand Award 2017

Centrom 1

Centro2aDestinasiaNews - Survey Top Brand yang melibatkan lebih dari 12 ribu responden di 15 kota di Indonesia, menempatkan Centro Keramik Batu Alam sebagai merek keramik batu alam terbaik dalam ajang prestisius Top Brand Award 2017 yang digelar belum lama ini.  Top Brand Award diberikan kepada lebih dari 100 merek di Indonesia dari berbagai kategori industri yang telah berhasil meraih 3 parameter merek, yakni Top of Mind Share, Top of Market Share, dan Top of

Commitment Share. “Keberhasilan ini semakin mengukuhkan Centro sebagai merek keramik batu alam terdepan dan bukti produk andalan Centro menjadi pilihan pelanggan,” ungkap Presiden Direktur PT. Puri Kemenangan Jaya, Jusmery Chandra.

Centro adalah merek unggulan dari PT. Kemenangan Jaya Group. Dibesut pada 2008, sejumlah prestasi berhasil diraih Centro Keramik Batu Alam, antara lain Best Brand Gold 2015, Best Brand 2014, Top Brand 2015, dan Top Property Award 2016. Keunikan dan keindahan konsep batu alam yang ditampilkan Centro menjadikan merek ini juga berhasil menembus pasar internasional, antara lain Malaysia, Korea, China, Srilanka, Philipina, Mauritius, dan beberapa negara di Timur Tengah,(Rls/HRS/dtn).

Add a comment

Eka Santosa Ketua FPOR: Mantan Pengurus KONI Jabar Insyaf?

DTN KONI insyafdestinasiaNews – Mantan Ketua KONI Jabar 2002 – 2006 Eka Santosa yang sejak 2014 bergiat sebagai Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olahraga) Jawa Barat, tampaknya makin geram dengan manuver pengurus KONI Jabar di bawah kepemimpinan Ahmad Saefudin sejak 2014 lalu. “Tak habis pikir, kepengurusan ini sejak awal menutupi kesalahan dengan kekeliruan baru. Nasib keolahragaan di Jabar jadi tak menentu, terutama pembinaan atlit. Lihat saja halaman di sekertariat KONI Jabar, seperti show room mobil saja…”, katanya di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung (3/3/2017).

Paparan Eka di atas terkait pemberitaan di harian umum Pikiran Rakyat tertanggal 2 Maret 2017 berjudul Mantan Pengurus Akan Gugat KONI Jabar dan Pusat. Intinya 

mantan pengurus KONI Jabar yang tergabung dalam Forum Jabar Ngahiji (FJN), yang menemui jajaran pimpinan Komisi V DPRD Jabar (1/3/2017) - , akan menggugat KONI Jabar dan KONI Pusat. Ini terkait reshuffle (18/2/2017) yang sarat pelanggaran hukum. Dugaannya, melanggar Undang-undang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).

Sikap Gubernur Jabar? 

”Syukurlah di antara para pengurus ada yang sudah insyaf, ternyata?!”, begitu sindirnya setelah dirinya bersama Abubakar Supriyono Ketua  GPJK (Gerakan Peduli Jabar Kahiji) di kawasan Burangrang Bandung (26/2/2017), untuk kesekian kalinya mengkritisi kinerja KONI Jabar yang penuh dengan penyelewengan AD/ART KONI Jabar.

“Tinggal sikap Gubernur Jabar selaku kepala pemerintahan, menurut undang-undang Ia sebagai pembina olahraga. Berhak membekukan kepegurusan KONI Jabar. Sebagai penanggungjawab APBD harus hati-hati. Jangan sembarangan mengeluarkan APBD untuk dana hibah, misalnya. Ia punya kewenangan untuk menyetopnya, apalagi kalau institusi itu diduga banyak melakukan pelanggaran”, pungkas Eka sembari ikut membenahi bangunan serba bambu saung ranggon yang sedang digarapnya di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Duet Eka Santosa & Abubakar Supriyono, Tanyakan Keabsahan Pengurus KONI Jabar: Ada yang Sakit?

DTN FPOR 2017 CopydestinasiaNews – Kabar baru kembali menyeruak dari Little White Café di Jl. Burangrang kota Bandung. Hari Minggu sore 26 Februari 2017, duet Eka Santosa Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olahraga) dan Abubakar Supriyono Ketua  GPJK (Gerakan Peduli Jabar Kahiji) secara bergantian untuk kesekian kalinya angkat bicara soal dugaan penyelewengan di tubuh KONI Jabar. “Pegangan kami hanya ini”, tegas Abubakar yang kerap disapa Abu sambil menunjukkan buku Undang-Undang No 3 Tahun 2015 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), kepada para pewarta.

“Di Pasal 40 UU No 3/2015 tentang SKN, pengurus organisasi olahraga harus independen dan mandiri, bukan pejabat publik maupun struktural. Di kepengurusan sekarang terdapat 15 anggota TNI yang masih aktif, 2 orang kepala seksi di Dinas Olahraga dan Pemuda Jawa Barat, serta 3 orang anggota DPRD Jabar”, jelas Abu terkait “reshuffle” pengurus yang ketiga kalinya di Hotel Papandayan pada Sabtu, 18 Februari 2017 – “Kami bukan berhadapan dengan institusinya, melainkan dengan oknum yang melanggar hukum”.

Demi memperkuat perlawanan itu, Abu disaksikan Eka menunjukkan sejumlah berkas pelaporan ke instansi yang berwenang, diantaranya: Bareskrim Polri Direktorat Tindak pidana Korupsi (04/2/2016) yang diterima oleh IS INDARTO, SE., M.H, dan ke Pomdam lll Siliwangi dengan Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Nomor STTLP/01/ll/2017 tertanggal Bandung, 7 Februari 2017.   

“Kalaupun ada sprint (surat perintah), apakah lebih tinggi dari undang-undang? Saya melawan orang yang melanggar hukum, bukan institusi tertentu,” tukas Abubakar, saat ditemui di kawasan Burangrang, Minggu sore itu.

Menimpali ujaran Abubakar, Eka Santosa yang sejak awal telah mengkritisi kepengurusan KONI Jabar seakan kembali memutar rekaman yang sudah kerap dilansir mass media, di antaranya: 1. Adanya manipulasi, dan money politik secara sistematis dalam Agenda Rapat Anggota KONI Jawa Barat Tahun 2014 menjadi MUSORPROVLUB. Menurutnya, ini melanggar AD/ART KONI yang dilaksanakan pada 13 – 14 September 2014 sehingga hasil MUSORPROVLUB cacat hukum. 2. Ketua Umum KONI Jawa Barat terpilih (Kolonel TNI Aktif/pejabat struktural) hasil MUSORPROVLUB, diduga keras melanggar Undang-undang SKN No 3 tahun 2005 dan Undang-undang RI no 34 tentang Tentara Nasional Indonesia pasal 47. 3. Laporan Pertanggungjawaban kinerja dan khususnya keuangan KONI Provinsi Jawa Barat periode 2011 – 2014 sebesar Rp. 367 miliar yang tidak melalui proses audit internal dan diduga melanggar AD/ART KONI. 4. Perubahan RAPAT ANGGOTA KONI TAHUN 2014, menjadi MUSOPROVLUB diduga tidak adanya upaya untuk mempertanggungjawabkan keuangan sebesar Rp. 367 miliar, otomatis ini melanggar AD/ART KONI yang dapat berakibat terjadinya masalah pidana korupsi. 5. Penggunaan Dana Hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pengurus KONI Jawa Barat 2011 -2014, yang diduga bermasalah, ini tidak sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Lainnya, Eka mensitir kembali bukti tertulis laporan penerimaan dan pengeluaran keuangan, sesuai surat perjanjian kerja sama pengadaan jasa Gathering PON XIX pada 2014. Dugaan kuatnya, penyelenggaraan Gathering PON XIX di Hotel Trans Bandung 23 Agustus 2014 lalu. Dalam surat perjanjian itu, penyelenggara kegiatan adalah KONI Jabar. Penyelenggara seharusnya PB PON.

Faktanya, surat perjanjian bernomor 165 A Tahun 2014 itu ditandatangani oleh Yeyen Rusyana Diyan yang tertera sebagai Ketua III pada 12 Agustus 2014. Anehnya, KONI Jabar malah melakukan penunjukan langsung kepada PT Diplus Indonesia sebagai penyedia jasa. Padahal dengan nilai kontraknya Rp 4,07 miliar.

“Harusnya ini dilakukan melalui lelang”, ujarnya dengan gesture geram mendalam. “Sepertinya, ada yang sakit!”.Tatkala ditanyakakan kira-kira sakitnya, apa? “Saya tak tahu itu sakit apa. Yang jelas oang-orang yang mengurus olahraga tentunya orang yang sehat semuanya”.

Ingatkan Gubernur Jabar

Paling anyar Eka mengomentari terbitnya pemberitaan di harian Pikiran Rakyat, Selasa, 28 Februari 2017 yang mengakomodir kritiknya terhadap KONI Jabar seperti diungkapkan oleh Kadispora Jabar Yudha M Saputra, menyangkut rencana anggaran hibah 2017 untuk KONI Jabar:”Jangan lagi berargumen sana-sini. Sudah tahu ada pelanggaran, masih dipertimbangkan lagi?! Setop saja rencananya, jika tidak ingin memperoleh resiko hukum”.

Lebih jauh menurut Eka, permasalahan KONI Jabar yang sudah semakin menggunung:”Gubernur Jabar harus turun tangan dan bersikap tegas. Nasib masyarakat olahraga Jabar jangan dibiarkan, seperti sekarang ini”, tutupnya. (HS/SA/dtn).

Add a comment

Orasi Ilmiah Gubes ITB Irda Fidrianny & Mubiar Purwasasmita – Terobosan SDA Indonesia, Apa Kabar?

GURU BESAR 1 CopydestinasiaNews – Katakanlah ini “duo guru besar ITB”, sepertinya mereka ini kompak mengingatkan kita – betapa sumber daya alam (SDA) kita sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan kita. Tinggal sumber daya manusia (SDM) kita, berhasratkah mengolahnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih?

“Inilah ikhsitar pemaparan dari keduanya yang ilmunya memang mumpuni dan aplikatif”, seru Effendy (48) dosen Perguruan Tinggi Negeri. Effendy adalah salah satu dari ratusan akademisi, para tokoh, dan praktisi lingkungan yang menyimak cermat sejak awal hingga penutupan orasi ilmiah di Balai Pertemuan Ilmiah (BPI) ITB Jl. Surapati No. 1 Bandung (24/2/2017).

”Tanaman berinteraksi kuat dengan lingkungan hidup di sekitarnya, demi mendapatkan pasokan makanannya. Bagian lingkungan yang berinteraksi kuat itu secara sistemik diakuisisi menjadi bagian dirinya yang disebut bioreaktor tanaman. Tak lain sebagai bagian dari tanaman untuk menyiapkan pasokan nutrisi yang diperlukannya”, papar Prof. Mubiar Purwasasmita (66), asal Sumedang Jawa Barat yang menjadi staf pengajar Fak. Teknik Industri ITB sejak 1978.

Mubiar yang dikenal di antaranya sejak 2001 sebagai aktivis lingkungan serta Ketua DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) yang dibiduki bersama dengan sesepuh Jawa Barat Solihin GP (91) mantan Gubernur Jabar (1970 – 1974), dan Eka Santosa mantan Ketua DPRD Jabar (1999 – 2004), secara meyakinkan – Bertani berbasis konsepsi bioreaktor tanaman kembangkan dan terapkan sebagai bagian action research di Indonesia, awali-lah dengan program tani hemat air.

Tak tanggung-tanggung Mubiar menguji teorinya di lapangan selama bertahun-tahun. Ia wujudkan dalam program CSR-CD PT Medco Energy yang diketahui kental diawaki pebisnis nasional Arifin Panigoro (72).

Implementasinya, yang terungkap dari orasi ilmiah Mubiar berjudul Transport Phenomena: Dari Model Reaktor Gas Cair Hingga Bioreaktor Tanaman,  di seluruh Indonesia kini ada 16.440 hektar sawah dan 42.279 petani terlatih telah menerapkan teknologi ini yang diinisiasi sebagai SRI Organik Indonesia. “Metoda tani organik system of rice intensification (SRI), semula di Madagaskar lalu dikembangkan di dalam negeri dengan konsepsi bioreaktor tanaman”, papar peraih Diplome de Doctorate du Genie Chimique dari Institut Nationale Polytechnique de ENSIC/INPL Nancy, Prancis (21/01/1985).

Inilah- itulah …

Salah satu hasilnya, pada kurun waktu 2001 -2016 upaya swadaya masyarakat yang dikawal beberapa LSM dan para tokoh masyarakat, mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi di lapangan. Contohnya – produktivitas dari 2 – 4 ton/hektar menjadi 9 – 12 ton/hektar secara terus menerus selama 26 musim. Ini hanya memakai bahan setempat, tanpa pupuk dan bahan kimia apa pun!

“Harapannya, bisa berproduksi 15 ton/hektar”, terang Mubiar sambil menunjukkan pameran produknya yang diapresiasi para hadirin di salah satu satu sudut gedung  BPI ITB – “Metoda ini bisa diterapkan untuk tanaman selain padi seperti sayuran, singkong, tanaman keras buah-buahan, karet, dan kelapa awit. Nanti, bisa menaikkan produksi hingga 3 – 4 kali”. 

Menurut Arifin Panigoro yang hadir secara khusus bersama Solihin GP dan Eka Santosa, selaku Ketua Umum Gerakan Hejo:”Teori Pak Mubiar yang dilakukan secara tekun dan saintifik, benar adanya. Bisa diaplikasikan, sudah saya terapkan di Merauke Papua, dan Sumatera Selatan. Negara butuh terobosan agrikultur seperti ini”

GURU BESAR 2 Copy“Sayang, terkadang pemerintah dan pemerintah yang mana ya? Tak begitu serius menerapkan SRI!” jelas Arifin Panigoro kala ditanya, apakah temuan Mubiar ini telah diapresiasi pemerintah? “Wah, ada macam-macam kendala di pemerintahan, salah satunya soal pupuk buatan, ini kan menyangkut industri pupuk?! Di sini banyak yang bermain …”, ujarnya tanpa menjelaskan jawaban lebih rinci.

Lebih khusus ditanyakan, penerapan SRI di Jawa Barat, bagaimana? “Wah, ini apalagi, serba inilah… serba itulah… tuh Mang Ihin tahu persis kendalanya…”, papar Arifin Panigoro sambil menunjuk seniornya Solihin GP dan sesama rekannya Eka Santosa. Keduanya, hanya bisa mesem-mesem penuh arti, menanggapi dialog ini.

 Obat Bahan Alam

Sebelum Mubiar memaparkan orasi ilmiahnya, ada guru besar  ITB lainnya, Prof. Irda Fidrianny (54), dari Sekolah Farmasi ITB dari kelompok keilmuan Biologi Farmasi, dengan bidang keahlian Fitokimia atau Standarisasi Bahan Alam. Kebanggaannya, Ia merupakan anak pertama dari Wali Kota Pekanbaru (1981 – 1986), Ibrahim Arsyad. Pun, satu-satunya perempuan Riau bergelar professor di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. 

Irda yang bersuamikan Syamsul Bahri, SH dengan berputrakan Luthan Riandy/Nurani Fitri Kireina, dan Ivan Hadyan, hari itu memaparkan orasi ilmiahnya berjudul: Peran Standarisasi dalam Konsisitensi Mutu, Keamanan dan Efek Obat Bahan Alam. 

Rujukannya dalam bidang farmasi 90 – 96% bahan alam yang digunakan berasal dari tumbuhan. Obat bahan alam Indonesia adalah obat bahan alam yang diproduksi di Indonesia. Keputusan BPOM – Badan pengawas Obat dan Makanan, ada 3 kelompok: jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka.

“Diketahui khasiat jamu berdasarkan penggunaan empiris di masyarakat. Klaim OHT berdasarkan hasil pre uji klinis, sedangkan fitofarmaka berdasarkan hasil uji klinis.”Idealnya, baik OHT maupun fitofarmaka menggunakan bahan baku yang berstandar”, papar Irda yang menjelaskan secara rinci hasil kajiannya tentang sumber bahan baku obat bahan alam sejatinya terklasifikasi dua yakni tumbuhan liar dan tumbuhan budidaya.

Ringkasnya, Irda yang bertahun-tahun menggeluti aneka bahan baku obat bahan alam, memandang perlu:”Standarisasi itu demi menjamin konsistensi mutu, keamanan dan efek obat bahan alam tersebut”.

Lebih jauh menurutnya, standarisasi ini tidak hanya terhadap bahan baku, melainkan terhadap proses. “Melalui bahan baku yang terstandar, proses yang terstandar, akan pula diperoleh produk yang terstandar”.

Secara gamblang, Irda paparkan bagaimana melakukan treatment standar untuk tumbuhan sumber bahan baku obat, mulai tumbuhan liar seperti tempuyung (Sonchus arvensis L) dan ki rinyuh (Eupatorium inulifolium Kunth). Dan untuk tumbuhan budidaya, Ia contohkan pada buah naga (Hylocereus sp) dan pisang (Musa sp).

Antioksidan & Radikal Bebas

Populernya, dewasa ini dalam khazanah dunia obat sering muncul istilah antioksidan dan radikal bebas. Antioksidan sederhananya suatu senyawa atau sekelompok senyawa sampel yang dapat mencegah terbentuknya radikal bebas (antioksidan primer).

Sebagian penutupnya oleh Irda dipaparkan bahwa bahan baku obat bahan alam akan berpengaruh terhadap mutu, efek dan keamanannya. Karenanya, sangat diperlukan proses standarisasi  demi menjamin konsistensi mutu, keamanan, dan efek obat bahan alam.

Tiga rencana ke depan yang dirasakan penting menurut Irda, di antaranya -Peningkatan kapasistas laboratorium standarisasi, demi pengkatan kerjasama dengan industry obat. Melakukan penelitian lanjutan tentang anti oksidan yang berkenaan perbedaan varietas, kultivar, marga, bagian tumbuhan, dan pebedaan tempat tumbuh. “Terakhir, lakukanlah penelitian tentang antioksidan yang berkaitan dengan perbedaan metode ekstrasi, perbedaan pelarut ekstrasi, dan perbedaan proses produksi produk”.

Paparan dari duo guru besar ITB, dimata Agus Warsito yang sehari-hari bergiat di Gerakan Hejo selaku Sekertaris Jenderal:”Ada korelasi nyata, kekayaan alam Indonesia makin disadari punya manfaat tak terkira. Dua guru besar ini, mengupas potensi SDA dan SDM, yang selama ini tidur. Maka, perlu kita bangunkan, biar meningkatkan nilai tambah”, paparnya sembari bertanya – “Trobosan lain dari para peneliti kita yang bisa diaplikasikan, demi ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan, hallo apa kabar?”.(HS/IS/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa  

Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar: Pemberdayaan itu Tiang Membangun Desa   

destinasiaNews – Aktivis pergerakan masyarakat Tatang Suratis, Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Provinsi Jawa Barat, ditemui...

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta  

F DAS Citarum & Gerakan Hejo ‘Dikucilkan’ Urus Citarum – “Tak Mengapa Kata Eka di Radio Elshinta   

destinasiaNews – Tak biasanya Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo dan Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum kala...

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

F DAS Citarum Tak Lagi Dilibatkan Urus Sungai Terkotor Sedunia, Eka Santosa:”Ada yang Aneh …”

destinasiaNews – “Lho koq tidak diundang Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Besok Kang Eka datang saja ikut rapat di...

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

Eka Santosa Terima Cawagub Jabar Anton Charliyan - Bahas Kedalaman Adat & Masa Depan Jabar

destinasiaNews -- Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang juga Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, serta Sekjen...

SMKN 5 Bandung Gelar Pendidikan Inklusi – Education for All Setara  Bhineka Tunggal Ika  

SMKN 5 Bandung Gelar Pendidikan Inklusi – Education for All Setara  Bhineka Tunggal Ika   

destinasiaNews – Bertempat di Prime Park Hotel Jl. P.H.H Mustofa Kota Bandung, SMKN 5 Bandung menggelar workshop ‘Pendidikan Inklusi’ selama...

Pengunjung

01796215
Hari ini
Kemarin
599
1377