Solihin GP Angkat Bicara Terkait Banjir Bandang Garut 2016 – Ingatkan, Revitalisasi Rakgantang !

EKA DAN MANG IHIN 2

DestinasiaNews – Entah kebetulan atau sudah kehendakNya, telah terjadi sebuah peringatan “maha dahsyat” kepada kita, terjadi bencana banjir bandang di Garut pada Selasa malam (20/9/2016). Lansiran pemberitaan hingga tiga atau empat hari kemudian, sedikitnya menelan korban 26 jiwa, 23 hilang, juga ratusan penduduk diungsikan. Kerugian materil sedikitnya 594 bangunan, terdiri atas sarana pribadi dan umum d kota Swiss van Java dalam sekejap hanyut atau hancur. “Masih tak percaya, hempasan airnya seperti tsunami Aceh. Masih trauma saya sekeluarga dan sekampung malah …”, kata Deden (47) warga Tarogong Kidul yang kini tinggal di salah satu posko pengungsian. “Hanya tinggal baju di badan, beruntung nyawa sekeluarga masih ada”.

Entah kebebetulan atau tidak, Ketua Umum Gerakan Hejo, Eka Santosa dan rombongan Penabulu Alliance dari Jakarta, tiga hari (17/9/2016) sebelum terjadi banjir bandang, bertatap muka dengan dua pejabat di lingkungan Kabupaten Garut yang mewakili bupatinya Rudy Gunawan. Dua pejabat itu, Aji Sekarmaji, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, dan Teddi Iskandar, Kepala BPMPD  (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa).

Helatannya, di Gedung BPMPD Jl. Otista No. 175 Tarogong Garut, menghadiran 30-an kepala desa di Kabupaten Garut tentang    aplikasi SIAP Desa, yakni pengelolaan dan penyusunan pelaporan Pendapatan Asli Desa (PAD), Dana Perimbangan, Alokasi Dana Desa (ADD), sumber penerimaan baru bagi desa, dan Dana Desa bersumber APBN sesuai UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Bagi Ratno Suratno, Ketua Gerakan Hejo Kabupaten Garut, kegiatan ini merupakan lanjutan dari beberapa aktivitas menghijauan Jabar .”Kehadiran Penabulu Alliance untuk pendampingan para kepala desa, sepintas tak berkaitan dengan penghijauan. Namun, melalui desa yang kuat dalam artian bagus tata kelola keuangannya, otomatis program penghijauan pun akan sinergi di dalamnya”.

Pembicaraan di “Belakang”

Menjelang kupasan pentingnya revitalisasi Rakgantang (Gerakan Gantung Tatangkalan) versi baru dari sesepuh Jabar Solihin GP (91) yang akrab disapa Mang Ihin, mantan Gubernur Jabar era 1970-1974 pada tulisan ini, ada baiknya dimaknai pembicaraan di “belakang” – antara Eka Santosa dengan Aji Sekarmaji dan Teddi Iskandar di belakang Gedung BPMPD Tarogong Garut (17/9/2016). Pembicaraan ini, berlangsung beberapa menit sebelum Penabulu Alliance dan Gerakan Hejo membahas tentang Aplikasi SIAP Desa dan masalah lingkungan dengan puluhan Kepala Desa se- Kabupaten Garut. Mau tahu apa isi pembicaraan kala itu? Ini dia di antaranya …

“Hanya titipan dari Mang Ihin, mohon segera benahi Kang itu hulu sungai Cimanuk. Kami sudah lama mengkritisi keberadaan di antaranya pembangunan Waduk Jatigede. Sumber airnya, kan dari Cimanuk. Hutankan lagi hulu Cimanuk, segera. Masa ada pabrik di gunung segala. Benahi lagi segera tata guna dan tata ruang lahan di hulu Cimanuk, takutlah kami kalau-kalau terjadi apa-apa”, ujar Eka Santosa kepada kedua pejabat di Kabupaten Garut yang menangani maslaha lingkungan dan pedesaan.

EKA DAN MANG IHIN 3

Merespon ujaran Eka Santosa kala itu, kedua pejabat di atas tampak mesem-mesem penuh makna. Lanjutnya, ada komentar Aji Sekarmaji, ini cuplikannya:”Kami sadari itu Kang semuanya. Terdekat, sedang digalakkan kegiatan bank sampah di beberapa kecamatan”. “Intinya, kami sangat berterima kasih atas kehadiran Akang dan pesan Mang Ihin yang oleh warga kami masih diingat. Perihal penghijauan dan pemberdayaan desa, sangat kami nantikan bimbingannya”, tambah Teddi Iskandar penuh harap.

Itulah pembicaraan tiga hari sebelum terjadi bencana banjir bandang Garut (20/9/2016) yang merenggut nyawa dan hancurnya infrastruktur di kota Garut yang berimbas pada puluhan ribu nasib warganya.

Uniknya, tudingan terjadinya bencana ini yang sudah menjadi “common sense” penyebabnya oleh para pemegang kekuasaan setempat, karena curah hujan yang tinggi! Barulah, beberapa hari kemudian dikuak oleh para pakar lingkungan – sedikitnya ada 4.000 ha lahan di hulu dan DAS Cimanuk yang berubah fungsi. “Hutan yang berfungsi sebagai penyimpan air, sudah habislah sejak tahun 2000-an”, ujar Supardiono Sobirin, Dewan Pakar DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda).

Galibnya Sobirin mengungkapan hal ini pada 25 September 2016 di kediaman Mang Ihin di Cisitu Indah, Bandung, sambil memperlihatkan dokumentasi film dan grafis  kerusakan lingkungan hidup di hulu sungai Cimanuk. “Berkali-kali sudah kami ingatan pemerintah dan warga setempat, hasilnya seperti inilah …”, seru Sobirin dengan nada penuh penyesalan. “Tidak ada jalan lain hulu Cimanuk harus dihijauan segera!”.

EKA DAN MANG IHIN 1

Penutupnya, Mang Ihin di kediamannya yang serba hijau, angkat bicara menyangkut ujaran Sobirin dan Eka Santosa dalam kaitan banjir bandang Garut:”Sejak DPKLTS berdiri 2001, Kabupaten Garut sudah menjadi perhatian. Di hulu Cimanuk ditanam akar wangi marak, akibatnya sekarang inilah. Perhutani dan BKSDA dan pemerintah setempat, juga petani dan rakyatnya seenaknya menghilangkan pohon-pohon keras di perbukitan dan gunung-gunung di Garut”.

Manakala ditanya, apa solusi jangka menengah bencana ini? Kembali Mang Ihin yang menyayangan atas kepemimpinan di Jabar dalam 5 hingga 10 tahun terakhir:”Makanya jadi pemimpin itu harus peduli sama rakyat, hutan, serta lingkungan. Terapakan Rakgantang jilid baru. Jangan utamakan kekayaan buat pribadi, apalagi korupsi. Saya paling sebel sama pemimpin seperti itu”, tutup Mang Ihin dengan geram.

Terpulang kepada kita – Pesan Mang Ihin tentang pentingnya pohon sebagai penyimpan air, sungguh sederhana bukan? Mangga atuh, kita memulai dengan lahan dan bibit pohon yang kita punyai, ditanam di mana pun. Apa pun adanya … itulah revitalisai Rakgantang ! (HS/SA/dtn).     

Add a comment

Niat UU Ruzhanul Ulum ke Pilgub Jabar 2018, Makin Tajam – Didukung Seniman Eks “Preman Pensiun”

DTN UU DI RENJANI 1

DestinasiaNews – Rupanya stamina Uu Ruzhanuul Ulum, Bupati Tasikmalaya yang punya niatan kuat menjadi “Jabar Satu” pada Pilgub Jabar 2018, tak pernah kendur. Hari itu minggu (25/9/2016) sore hari sepulang Ia dan rombongannya menyapa warga Kabupaten Karawang Jawa Barat, di Hotel Rinjani di kota Bandung Ia beroleh dukungan dari sejumlah seniman Bandung Raya (Kota & Kab. Bandung, serta Cimahi). “Kami dari manajemen eks ‘Preman Pensiun’ seperti Kang Cepi, Kang Pipit, Kang Unang, Kang Uu, Teh Resti, dan Kang Dodon Jambul. Itu salah satu lokomotifnya”, tutur salah satu koordinatornya yang biasa disapa Emak.

Sementara Dede Syarif dari Visi Sinema Pro, yang selama ini bergiat dalam seni teater dan longser di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Barat, dalam kesempatan ini memberikan apresiasi atas “saling –ajak” ini. “Saya sudah hapal siapa Kang Uu dalam hal gaya kepemimpinan dan kesehariannya yang bersahaja. Bila programnya Gerbang Desa, ingin disosialisasian ke level Jabar, insya Allah kami para seniman siap membantunya”.

Bagi Kang Uu sapaan UU Ruzhanul Ulum, dukungan dari para seniman di Jawa Barat dalam hal niatannya ke Gedung Sate:”Mungkin inilah yang paling kongkrit. Dalam waktu dekat akan dibuat beberapa program. Bagi saya yang berbasis santri, seni itu indah dan membahagiakan. Mengapa tidak, kita berkolaborasi dengan para seniman sejauh untuk kemaslahatan bersama”, begitu ujarnya seusai Ia melakukan seremoni sederhana atas dukungan ini.

DTN UU DI RENJANI 2

Terungkap oleh komedian Dodon Jambul yang punya ciri khas berambut jambul warna pink dan kumis ala Hitler, dukungan bakat seni teater yang Ia miliki oleh warga Tasikmalaya, sudah lama dikenalnya. “Saya dari Bandung tiap minggu mengajar teater sebagai muatan lokal di salah satu pesantren di Kabupaten Tasikmalaya. Lucunya, kala ditanya ke santri di mana rumah Kang Uu? Ternyata ada di beberapa gang dari sekolah itu”.

Kala ditanya oleh beberapa awa media Kang Uu yang juga selaku Plt. Ketua DPW PPP Jabar – berkenaan dengan kontaknya dari para seniman teater dan film di Jabar, akankah suatu saat bermain film dan perannya sebagai apa? Dengan sigap dan tampak bersemangat, Kang Uu menjawab:”Tentu saja dengan senang hati siap bermain film atau teater. Soal perannya, tergantung sang sutradara saja..”, begitu ujarnya yang diasambut derai tawa para seniman dan awak media. “Terus terang saja saya ini, perlu dibantu oleh para seniman. Terbua bagi seniman lainnya. Melalui seni aneka program yang akan mensejahteraan rakyat Jabar, saya percaya akan lebih mudah disampaikan”, begitu tutu Kang Uu dengan ramah. (HS/SA/dtn)    

        

  

Add a comment

Redaksiana - Memohon Maaf

maaf1DestinasiaNewsSeperti peribahasa, “malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih”, menggambarkan kondisi kekinian laman situs destinasianews-dot-com. Malang, ujug-ujug saja pada tanggal 14 September 2016 kemarin, beberapa artikel di situs ini menghilang (lagi)!! Entah kemana..... duh, sedih banget deh.

 

Pasalnya, yang ada hanya judul. Ketika di-klik, yang muncul hanya judul saja tanpa artikel dan foto. Dan ujug-ujug lagi langsung me-direct ke situs lain. Beberapa artikel yang kasusnya seperti itu, menunjukkan last update pada kisaran waktu pukul 06.00 – 08.00 WIB. Padahal di jam itu, semua crew Destinasia belum ada yang online. Masih berjibaku dengan rutinitas perjalanan ke kantor. Galib benar bukan?!

 

Keadaan ini pertama kali disadari oleh Pak Harri, salah satu  Founder Destinasia magz - news.com, yang memang setiap hari rajin me-cek juga menjaga kualitas materi artikel. Disamping, beliau pulalah yang salah satunya rajin “makan” untuk mengisi kekosongan rubrikasi. “Tolong diurus web-nyah!.” kata beliau melalui pesan singkat yang ngena juga dalem ke salah satu Co-founder, Sendhi, “Sabaarr....” balasnya kemudian dengan santai. Di saat seperti ini masih santai?! Omg!

 

Dan, mujur pun tak dapat diraih, alias panik! Panik karena, ada beberapa Destiner (sebutan bagi pembaca destinasia, juga narasumber maupun kolega, -red) yang mengeluhkan materi-materinya tidak dapat diakses. “Berarti dibaca!” Seru Akbar, yang juga Co-founder, setelah menerima beberapa complain melalui telepon. Dan, “Mantaaapp....!!” Seru Iwan, juga Co-founder, sambil mengacungkan jempolnya yang mengamini kalimat Akbar, atau dilanda kepusingan pula karena artikel-artikel spesialis berpelesirannya ikut raib?

 

Sementara Pak Harisman salah satu Founder juga, meratapi dan tercengang melihat konten web di laptop sambil memijat-mijat keningnya. “Ya sudah, hadapi. Dan lakukan apa yang dapat dilakukan. Jalan terus, baik majalah maupun online.” Ujarnya sambil menenangkan hati. Hal senada, diungkapkan oleh Pak Adi, sebagai Founder, ketika diminta untuk me-reposting materi-materinya yang selalu menjadi hits trending viewers, “Hadeeuh, ieu mah euy...” ujarnya sambil sidakeup dan mondar-mandir.

 

 

Menghimbau

Nah, Destiners, sampai berita ini diposting, keadaan laman situs destinasianews-dot-com, sedang dicari penyakitnya dan sedang diupayakan berbagai cara agar dapat kembali ke sedia kala. Kami pun berharap agar artikel-artikel yang telah tayang dari dua tahun belakang ini di web kami, ujug-ujug datang deui.

 

Banyak pelajaran yang kami dapat dengan keadaan seperti ini, begitu juga hikmahnya. Biarlah ini menjadi bekal pengalaman kami dalam melanggengkan media kami yang kecil ini, dan kamipun ada karena anda... Destiners. Selalu banyak kekurangan dari kami, dan kami kembali memohon maaf sebesar-besarnya kepada para Destiners dimanapun juga siapapun atas ketidaknyamanan yang sedang terjadi.

maaf2

  

Bagi para Destiners, kami mohon kesediaannya untuk me-cek ulang artikel tentang anda yang telah kami posting sebelumnya. Jika ada lalu tidak dapat diakses seperti yang lainnya (terdapat contoh dalam gambar diatas, sebelumnya mohon ketik Artikel Tentang Anda di kolom search di kanan atas) silahkan dapat menghubungi redaksi@destinasianews.com atau marketing@destinasianews.com juga fast respons  WA/LINE/call di 08121860742 a/n sendhi. Alternatif reposting materi sedang kami upayakan. (all crew destinasia)

Add a comment

Rakor “Aliansi Masyarakat Perikanan Jabar”, Dukung Kebijakan Menteri KKP Terkait Permen No 1 dan 2 Tahun 2015 – Ada yang Menunggangi ?

HRSNI 1

DestinasiaNews – Riuh-rendah alias pro kontra implementasi Permen KP No 1 dan 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik, rupanya masih gaduh dalam implementasinya di lapangan. Menyikapi hal ini “Aliansi Masyarakat Perikanan Jawa Barat” yang terdiri atas para pegiat Puskoneli (Pusat Koperasi Nelayan Indonesia – DPD Jabar), HNSI DPD Jabar, Gerakan Hejo, dan Formikan (Forum Masyarakat Ikan) Jabar, hari Jumat, 23 September 2016 di Little White Restro Jl. Lodaya No 11 A Bandung, menyelenggaraan rapat koordinasi.

“Yang terjadi kini ada institusi baru nelayan yang diprakarsai oknum mantan pejabat KKP. Lucunya, mereka mengatasnamakan nelayan. Padahal mereka ini, justru pada saat menjabat gagal membina nelayan yang seharusnya mereka bina. Lainnya diduga kuat penolakan ini datang dari para pemodal, bukan nelayan sebenarnya”, kata Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang aktivitasnya diinisiasi sesepuh Jabar Solihin GP (91) mantan Gubernur Jabar era 1970 – 1974.

Sementara Nandang Permana, Ketua DPD HNSI Jabar dalam kesempatan ini usai rakor menyatakan:”Melalui Permen ini sejatinya, nelayan kita ditingkatkan kesejahteraannya. Kesinambungan sumber daya alam ini, justru dipikirkan oleh yang berwenang. Selama ini fenomena over fishing, tak ada yang mengawasinya. Permen ini diakui dunia malah. Justru aneh, kita ini malah menentang dengan membabi buta. Coba telaah, permen ini, malah banyak yang menguntungkan

Secara terpisah Dadan Syarifudin, Sekertaris Puskoneli DPD Jabar amat menyayangkan adanya penentangan yang tak masuk diakalnya:”Bertahun-tahun nasib nelayan, tak diperhatian, sekali diperhatikan sumber dayanya, malah disalah-tafsiran. Inilah banyak yang bermain di lingkungan nelayan adalah para pemodal, bukan nelayan sebenarnya. Pantauan saya ke lapangan, para nelayan justru banyak yang paham akan makna Permen ini”, ujarnya yang didampingi peserta rakor ini di antaranya Moh. Husen dari Formikan, yang popular disebut sebagai Husen Lauk.

Husen dalam kesempatan ini bersiap untuk mengimplementasikan budidaya ikan di Jawa Barat. “Bersama Gerakan Hejo kami siap menjadikan Jabar sebagai lumbung ikan. Potensi Jabar itu sangat besar, selama ini terbengkalai”.

Kelanjutannya hasil rakor ini sesegera mungkin butir-butirnya akan disampaikan ke Menteri KKP Susi Pudjiastuti di Jakarta katanya baru pulang dari kunjungannya ke Amerika Serikat setelah memperoleh penghargaan Leaders for a Living Planet Award dari WWF International di  Washington DC (16/9/2016 – red). “Besok setelah disusun butir-butirnya secara rinci (24/9/2016) secepatnya dikirim ke Ibu Susi”, tutup Nandang Permana yang didampingi Sekjennya Agus Warsito - Ia tak bersedia menjelasan siapa penentang Permen ini.”Soal ini Anda sendiri tahulah, jangan pura-puralah”, lanjutnya sambil tersenyum. (HS/SA/dtn)   

Add a comment

Partai Demokrat Masih Membuka Peluang Bagi Koalisi di Tiap Daerah Jelang Pemilukada 2017'

DestinasiaNews - Jadwal pendaftaran calon gubernur DKI Jakarta tinggal beberapa hari lagi, Aldi Politisi DemokratPrastianto Politisi muda partai Demokrat yang juga Pengusaha, serta Aktif di HIPMI Jaya, sekaligus Menjabat Wakil Ketua KNPI DKI Jakarta.  Selain menjadi Pengusaha, juga aktif di Koordinator Bidang Pekerjaan Umum DPP Partai Demokrat, mengatakan, partainya akan segera mengumumkan sikap dalam Pilkada DKI Jakarta, jelas Aldi di sela-sela menghadiri acara repsesi pernikahan Anak Dewi Arimbi Soeharto Gelar Pesta Pernikahan Putra Kedua Abi Alamsjah Di Anjungan TMII Jaktim, Sabtu (17/9/2016)


Selain itu, Aldi menjelaskan bahwa, partai Demokrat akan melakukan Rakernas menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pada 9 Oktober mendatang, di Sentul, Bogor.
Dalam Rakernas nanti, sejumlah isu akan dibahas di antaranya Pilkada 2017 dan evaluasi kinerja pemerintah. “Ada beberapa agenda yang akan dibahas dalam rakernas tersebut.Antara lain Biasanya membahas rencana strategis menghadapi pilkada serentak 2017, pemilu legislatif dan pilpres pada 2019,” jelas Aldi.


Mengenai Rakernas di Sentul, acaranya garis besarnya membahas sejumlah isu penting baik itu menyangkut Pilkada 2017 dan evaluasi kinerja pemerintah.


Pada Rakernas nanti, Demokrat juga akan memberi masukan konstruktif agar jalannya roda pemerintahan semakin baik Serta mengevaluasi kinerja pemerintah.
Sementara itu, Menyinggung masalah pilihan bagi warga DKI dalam Pilkada pada 15 Februari 2017. Calon yang akan dipilih berdasarkan suara rakyat. ”Kami memilih calon yang memiliki elektabilitas yang tinggi,” papar Aldi.


Partai Demokrat masih membuka peluang bagi koalisi dalam setiap pergelaran pilkada di tiap daerah.


Sementara itu di diKota Bekasi  Jawa Barat Partai Demokrat sudah mendeklarasikan dukungannnya ke pada pasangan balon Bupati Sa'duddin  dan  Wabup Ahmad  Dhani pada pemilukada Feb 2017 nanti bersama Parpol pengusung lainnya  Gerindra,PKS dan Hanura ,ujar Aldi.


Menjawab pertanyaan dari rekan media mengenai Saya terjun kedunia politik, sah-sah saja Pengusaha terjun ke Dunia Politik selama tidak terjerumus dalam Korupsi, Kolusi, Nepotisme dan KKN, karena Politik di era demokrasi sekarang tidak hanya Politik Etis, namun Politik Praktis dimana setiap WNI apapun latar belakang nya berhak menduduki atau berpolitik, tutup Aldi. (BS/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01607277
Hari ini
Kemarin
1148
2170