Menwa YON XI /UPI, Gelar Susdansat Resimen Mahasiswa Se-Indonesia

Susdansat Menwa Yon XI b

DestinasiaNews - Untuk pertama kalinya, program unggulan Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia (Menwa YON XI / UPI) periode 2017-2018 mengadakan Kursus Komandan Satuan (SUSDANSAT) Resimen Mahasiswa Se-Indonesia di Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen), Lembang, Jawa Barat, berlangsung selama 3 hari, Senin – Rabu, 25 - 27/9/2017.

Susdansat ini sendiri bisa dikatakan sebagai pelatihan kepemimpinan, karena setiap manusia pada dasarnya dilahirkan sebagai seorang pemimpin di muka bumi, manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif kompleks, disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Kepemimpinan seseorang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinannya dan tipe-tipe pemimpin, dari berbagai kecerdasan emosi, intelektual dan kecakapan mengelola pribadi maupun kelompok.

Susdansat Menwa YON XI c

Tema yang diangkat adalah Menjadikan Kader Pemimpin Bangsa yang TANGGUH (Tanggung Jawab, Unggul, Dan Teguh) Serta Memiliki Karakter yang Dinamis dan Berintegritas Tinggi. Sementara itu, tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana menjadikan seorang pemimpin yang SEMI MILITER.

Materi kursus yang diberikan yakni Pengenalan Susdansat, Sejarah Perjuangan Menwa, Permildas (Peraturan Militer Dasar), Cara Memberikan Instruksi (CMI), Kepemimpinan Lapangan, Psikologi Massa, Hubungan Staf dan Pimpinan, Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, Jam Komandan Pusdikajen, Jam Rektor UPI, Public Relationship, dan Materi Etiket.

Peserta Susdansat ini diikuti oleh Menwa dari berbagai penjuru Indonesia, yakni Jambi, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Tangerang Selatan, Jember, Cirebon dan Jawa Timur. Kegiatan ini diawali dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Susdansat Menwa Yon XI a

Koordinator Pelaksana di Pusdikajen Mayor CAJ Nanang yang juga anggota Menwa UPI pada tahun 1985 mengatakan bahwasanya Pusdiajen sangat mendukung kegiatan ini dan kegiatan ini sudah terlaksana dengan baik, padahal baru pertama kali diselenggarakan, juga menjadikan pembelajaran disetiap prosesnya.

“Pusdikajen sangat welcome terhadap Menwa karena sudah menjadi kewajiban TNI untuk membina Menwa, karena pada dasarnya zaman dahulu Menwa bisa ada dan besar karena sejarahnya, dan tetap adanya Menwa saat ini juga karena kesadaran adik-adik yang mempunya jiwa nasionalis dan patriotis yang tinggi demi menjaga pertahanan dan keutuhan NKRI”, kata Mayor CAJ Nanang.

Sementara itu, salah satu peserta dari Menwa Universitas Halu Uleo Sulawesi Tenggara, Wahyudin mengatakan “Harapan saya kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan untuk Menwa saja, tetapi mahasiswa lainnya, generasi pemuda yang millenium penerus dan pelurus bangsa. Dan kegiatan ini bisa dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya”. (HRS/Resta/dtn.)

Add a comment

Eka Santosa, Gerakan Hejo – Nyatakan Perang Bagi Perusak Lingkungan

IMG 20171009 095657
destinasiaNews - Terjadinya fenomena kerusakan hutan di Jawa Barat yang masif dewasa ini, disinyalir kuat merupakan “gunung es” dari kecerobohan intansi terkait, yang bekerjasama dengan kalangan tertentu. Kasat mata, marak terjadi penebangan kayu di hutan lindung – “Ini dilakukan oknum masyarakat maupun Perum Perhutani di berbagai daerah di Jawa Barat!”, papar Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo (7/10/2017) dihadapan para pewarta di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung.  
 
Eka yang tampak prihatin dan geram sekaitan terjadi bencana banjir dan longsor di Sidamulih Kabupaten Pangandaran (7/10/2017), mengungkapkan sisi lain. Menurutnya, saat ini pun sedang terjadi bentrokan antara oknum Perum Perhutani yang didukung oleh oknum tertentu dengan masyarakat di Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran:“ Warga di Kecamatan Sidamulih (7/10/2017) Kab. Pangandan kembali lapor ke Gerakan Hejo. Sejak awal mereka tak setuju hutan lindung di sana ditebang. Faktanya, justru terus dibalak.”
 
Lagi menurut Eka, seakan tak bosan berujar menyangkut frasa “Jabar Darurat Lingkungan” yang diluncurkan sejak 2016 bersama sesepuh Jawa Barat Solihin GP:”Pastilah, bencana alam hebat di daerah bawah di sekitar Pangandaran, Parigi, dan Cijulang terjadi. Ini kan hulu dari Kecamatan Cigugur dan Kecamatan Langkaplancar. Di sana itu cadangan air harus dijaga, hutannya. Masyarakat yang melapor ini, sadar soal ini”  
 
Lebih jauh menurut Eka, Bupati Pangandaran dan Gubernur Jabar, serta Kepala Dinas terkait harus bertanggung jawab atas bencana yang diakibatkan oleh rusaknya lingkungan di hulu sungai di sekitar Gunung Singkup. “Putusnya jembatan Putrapinggan pada musim hujan tahun lalu, itu buktinya. Belum lagi bencana di Sidamulih saat ini. Audit lingkungan lakukan, seret perusaknya ke meja hijau. Jangan pandang bulu lagi dan adu argumentasi!”
 
Modus Baru  
 
Lagi, menurut Eka hari itu di Alam Santosa berdasarkan laporan aktivis lingkungan Gerakan Hejo, Dase dan Anton yang juga tergabung dalam Gempar (Gerakan Masyarakat Parahiyangan), kerjasama perusakan lingkungan ini memiliki modus baru:”Oknum Perum Perhutani, aparat keamanan, memakai ajengan(ulama) tertentu melegitimasi pembalakan hutan di kawasan Gunung Singkup blok Harumandala. Tepatnya,  di perbatasan Langkaplancar dan Cigugur. Ini berdampak ke tiga Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, dan Ciamis”
 
Mengutip laporan lanjutan dari Dase dan Anton, Eka kembali menuturkan:”Bencana hari ini, merupakan pembuktian setelah pada 27 September 2017 kelompok Gempar dari  warga di 15 Desa di Langkaplancar, melakukan resolusi penghentian penggundulan hutan di Gunung Singkup.”   
 
Rupanya, bencana ini yang sudah ia wanti-wantikan ke berbagai kalangan di Pangandaran dan pimpinan pemerintahan di Jawa Barat, hari itu juga dengan nada keras menyatakan:”Perang terbuka bagi perusak lingkungan. Lakukan tindakan hukum, pidanakan mereka, tanpa pandang bulu. Hukum itu panglimanya, jangan tajam ke bawah, ke atas justru harus lebih tajam!,” pungkasnya yang dalam waktu dekat akan turun ke lapangan bersama jajaran Gerakan Hejo. (HS/SA/dtn).
IMG 20170914 WA0008
 
 
Add a comment

Pedagang Pasar Ikan Ciroyom Bandung Merapat ke HNSI Jabar – Apa Katanya?

IMG 20171005 WA0053
destinasiaNews – Adalah tiga “perintis” untuk pengurus DPC HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kota Bandung. Mereka untuk kesekian-kalinya (4/10/2017) kembali menyambangi Sekretariat DPD HNSI Jabar di Jl. Gatot Subroto No. 197 A Bandung. “Kami ingin ada perubahan, demi peningkatan kesejahteraan. Salah satunya ingin ada koperasi yang benar-benar berfungsi untuk 180-an pedagang di Pasar Ikan Ciroyom,” papar Theo Iskandarsyah yang dicanangkan akan menjabat sebagai Sekertaris bila DPC HNSI Kota Bandung terbentuk.
 
Yang menerima Theo hari itu Kang Tisna dari bagian Litbang & IT di DPD HNSI Jabar. “Rintisan maksud Pak Theo dan rekan, segera ditindak-lanjuti,” papar Kang Tisna sambil memproses dua nama lainnya – “Sesuai pengajuan ini ada nama Pak Iwan Setiawan dan Pak Ahmad Hasanudin. Ini dicanangkan sebagai ketua dan bendahara.”
 
Menindaklanjuti partisipasi serius dari Theo dan rekannya, masih di hari yang sama, pada malam harinya tim media dari DPD HNSI Jabar mengunjungi Pasar Ikan Ciroyom. Ditemui di lokasi hadir kala itu Ahmad Hasanudin yang biasa disapa Udin Lauk serta Theo.
 
“Kebetulan Pak Iwan berhalangan hadir malam ini,” kata keduanya yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang ikan hampir dalam satu dekade ini.
 
Juntai, Koperasi itu  
 
Hasil kunjungan ke “TKP” mengindikasikan, keberadaan koperasi dirasakan perlu beroperasi secara benar:”Sejak dulu, ada empat koperasi. Tahu sendirilah, semua juntai,” papar Udin Lauk dengan nada getir yang diamini rekannya sambil tersenyum kecut.
 IMG 20171005 WA0066
Menurut riwayatnya, kerjasama antara Pasar Ciroyom dengan PT APJ (Anugrah Parahyangan Jaya) dengan konsesi 20 tahun:”Sekarang tinggal 8 tahun lagi,” ujar Theo yang diiyakan Udin Lauk –“Dulu koperasi KSU itu ada Mitra Niaga, Losari, Kusuma, dan Bina Sejahtera. Nah, sekarang hanya ada KSU Sauyunan. Yang terakhir ini, dikelola seadanya saja. Asal hiduplah …”
 
Lebih jauh, menurut keduanya tanpa koperasi yang benar, banyak hal yang seharusnya ditanggulangi dalam permodalan, peningkatan usaha –“Mandek jadinya, kekuatan pedagang dimata pengepul yang rata-rata datang dari Losari Cirebon, Indramayu, Pantura, Tegal, juga Pangandaran, sangatlah kecil. Harga ikan dipermainkan, kami bingung. Harga jual pun jadi tinggi tak menentu. Ini bikin repot, kasihan pelanggan kami.”
 
Cold Storage, Bablas Angine …
 
Nilai strategis lain apabila para pedagang ikan jenis konsumsi maupun ikan hias di Pasar Ikan Ciroyom bergabung dengan HNSI Jabar, bila ada koperasi yang berbadan hukum – nasibnya bisa berubah. “Kami pun butuh cold storage. Pernah ada selentingan akan ada bantuan dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Karena tak ada lembaga resmi penerimanya,bablas angine,” terang Udin Lauk mengipas-ngipas badannya bak mencari angin, padahal udara malam itu terasa dingin?!
 
“Kalau punya cold storage. Waktu ikan melimpah, bisa disimpan. Pun, konsumen diuntungkan karena tersedia ikan setiap saat. Tak terganggu-lah oleh musim,” tambah Theo yang menyebutkan sekitar 30 hingga 50 ton didatangkan setiap hari ikan ke pasarnya, termasuk dari Waduk Cirata dan Saguling yang 30% nya mengisi kebutuhan ikan air tawar –“Omzet harian bisa milyaran rupiah. Bila ada koperasi, akan banyak keuntungan. Kami sadari, kita perlu berorganisasi …”
 
Tatkala ditanya adakah pembinaan dari dinas koperasi dan dinas perikanan kota Bandung, misalnya ?”Wah, boro-boro. Justru, SDM (Sumber Daya Manusia) kami perlu pembinaan. Dinas Perikanan hanya sekali dua kali memberi bantuan kotak fiber wadah ikan. Setelah itu bablas angine…”, jelas keduanya dengan wajah datar.
 
“Pihak bank pun, rasanya sungkan datang ke tempat kami. Paling hubungannya perorangan. Beberapa bank pernah datang, setelah itu tak muncul. Ya, bablaslagi angine,” seru Udin Lauk sambil menyeruput kopi susu di malam yang dingin menusuk tulang di pojok sebuah warung di pasar ini yang tampak becek –“Beginilah kondisi pasar ini dari tahun ke tahun. Katanya, ini salah satu pasar utama di Bandung. Butuh peningkatan biar lebih pantas …”
 
Disinggung rencana HNSI Jabar dengan Pemkab Bandung, dan KKP yang akan merealisasikan pasar ikan higienis berkelas “dunia” di daerah Cingcin dekat Tol Soroja, yang pembangunannya dimulai pada 2018:”Waduh, itu yang kami inginkan biar kita bisa berkompetisi dengan baik. Saatnya, kita harus menata pasar ikan lebih professional. Jangan hanya waktu orasi mau Pilkada, Pigub, atau Pilpres saja,” papar keduanya dengan penuh semangat.
 
Kata Nandang Permana
 IMG 20171005 174319
Sesaat reportase ini ditulis, H Nandang  A Permana, Ketua DPD HNSI Jabar sempat dikontak per telepon. Kebetulan, hari itu ia sedang di Jakarta, dalam kaitan menghadiri Rapim DPD dan DPP HNSI:”Saya dan jajaran, menyambut baik aspirasi para pedagang ikan di Ciroyom juga pelaku bisnis ikan di Jabar. Secepatnya, apa yang dibahas dalam yapertemuan dan hasil kunjungan ini akan ditindak-lanjuti.”
 
Diketahui dari 27 kota dan kabupaten di Jabar yang saat ini terdaftar, ada sekitar 160 ribu nelayan tangkap dan budi daya aktif. Realitasnya, belum semua terakomodir aspirasinya.
 
“Ini PR (pekerjaan rumah) besar kami dalam kepengurusan di organisasi profesi ini yang sempat vakum beberapa tahun. Semoga, masukan dari pelaku bisnis ikan ini, dapat memperkaya kami untuk pembuatan keputusan di lapangan,” pungkas Nandang. (HS/SA/dtn)
 
Add a comment

Perkenalkan, Deni “Ozenk” Tudirahayu – Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Tasikmalaya  

IMG 20171004 164144
destinasiaNews – Sepakat, pembaca harus bilang wow terlebih dahulu. Gerangannya, person seniman bernama panggung Ozenk (43). Selama ini ia kita kenal, kerap terkait dengan Ozenk Percussion Management sejak 1994. Tegasnya, kiprahnya kental identik dengan dunia panggung hiburan di Tanah Air. Boleh ditengok sejenak, pada riwayat kelompok Band Krakatau (al Dwiki Dharmawan & Iie Tri Utami), nama panggung Ozenk selaku perkusionis, sebenarnya bernama Deni Tudirahayu!
 
“Dari dulu kawan-kawan suka memanggil Ozenk. Ya tak mengapa bagi saya mah, senang-senang sajalah …” ujarnya dengan nada riang dan ringan ketika ditemui di Bandung (2/10/2017), sehari sebelum “penugasan” partai Berkarya di Kabupaten Tasikmlaya. Pasalnya, menurut dirinya amatlah sering orang bertanya:”Apa hubungan nama Ozenk dengan Deni Tudirahayu? Kata saya, hubungannya baik-baik saja. Tokh, orangnya itu-itu juga?!”
 
Bila pembaca ingin lebih jelas, siapa Kang Ozenk itu sebenarnya? Dalam salah satu laman milik Joggie Natadisastra yang dibangun era 2000-an, ada tercuplik - Deni Tudiraghayu is a superb musician, composer, performer and visual artist from Bandung, West Java - INDONESIA. He has performed with well know Indonesian contemporary fusion band with Krakatau  Band like the mix between traditional percussion and modern percussion.
 
“Ya, itu sebagian tentang saya ketika aktif di dunia seni musik,” kata lulusan STSI Denpasar Bali (1995), yang program D-3 nya diselesaikan di STSI Bandung (1994).
 
Malang Melintang Musik & Politik
 
Kisah berlanjut, usai menyandang gelar Sarjana Seni, Kang Ozenk atau Deni Ozenk, itu sapaan akrab terhadapnya, pada era akhir 2000-an usai “gocek sana-sini” di beberapa stasion TV nasional dalam program musik, dan pentas besar lainnya, bergabunglah dengan Krakatau Band yang sempat mewakili Indonesia dalam missi kesenian ke mancanegara.
IMG 20171005 060743
“Sempat tiga tahun menjadi tenaga pengajar di Negeri Kangguru Australia (2001 – 2003, Sidney University, ANU Canberra, dan Armadale University- Gold Coast) Namun, kerinduan ke tanah Parahyangan sering muncul. Akhirnya, kembali lagi ke Indonesia,” paparnya yang sempat mencoba peruntungan di bidang politik ditatar Sunda.
 
“Di Pileg 2014 lalu melalui partai NasDem ikut nyaleg di kota Banjar, Jawa Barat. Itu pengalaman berharga, namun dewi fortuna belum berpihak. Sekarang, malah ditugaskan memimpin partai Berkarya di Kabupaten Tasikmalaya,” paparnya yang memang siap dengan tantangan baru, sambil memperlihatkan surat bernomor SK32/DPP/Berkarya/X/2017 tentang Pengesahan Pengurus DPD di Kab. Tasikmalaya (2017 – 2022). SK ini ditetapkan di Jakarta (03/10/2017), yang ditandatangani Ketua Umum Neneng A Tutty dan Sekjen Badaruddin Andi Picunang.
 
Menurut Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, Eka Santosa ketika dikonfirmasi tentang penempatan Kang Deni Ozenk yang diketahui banyak kalangan sebelumnya ia berkiprah di DPW Jabar? ”Benar, penggantian ini sebagai dinamika partai biasa. Posisi Saudara R. Saptaji, digantikan Kang Ozenk. Yang diganti, jadi Ketua Dewan Penasehat.”
  
Program “Deni Ozenk”    
IMG 20171005 055636
“Paling dekat, konsolidasi kepengurusan DPD dan DPC. Lalu, fokus persiapan verifikasi faktual KPU. Dan pengembangan ekonomi kerakyatan di Tasikmalaya,” urai Ozenk yang beristrikan Bunga dengan dua putra masing-masing M Dashell Cheekala Denga (5), dan Langit Sadajiwa Bagja Denga (2) – “Pengalaman beberapa tahun aktif di Bandung bersama Kang Eka Santosa di Gerakan Hejo dan BOMA Jabar di bidang lingkungan dan budaya, sangat membantu kepemimpinan saya sekarang.”
 
Menurutnya karakter Kabupaten Tasikmalaya yang luasnya sekitar  2.708,81 km2  atau 270.881 ha, secara administratif terdiri dari 39 Kecamatan, 351 desa, dengan jumlah penduduk 1.736 .000 jiwa (2015):”Berbeda perlakuannya bila dibandingkan denga daerah lainnya. Saya cermati, untuk trend 5 tahun ke depan dalam hal ekonomi, pertanian, dan industri, termasuk peta sisial -politiknya, punya cirri khas,” papar putra dari pasangan U Dana Sumitra Natadisastra dan Tuti Suryati yang sejak lama tinggal di Jl. Sukaraja No. 150 Mangunreja, Singaparna, Kab. Tasikmalaya.
 
Dalam uraian berikutnya  hal-hal positif dari kepemimpinan sebelumnya:”Akan  saya teruskan bersama jajaran.” Yang dimaksud jajaran utama itu ada diantaranya Ida Royani (Wakil Ketua); Iman Darajat (Sekertaris); dan Ir. Yadi Suryadi (Bendahara): “Termasuk rencana kehadiran HMP (Hutomo Mandala Putra) selaku Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya ke Tasikmalaya dalam waktu dekat,akan terus dipantau dan ditindaklanjuti.”
 
Yang dimaksud dengan rencana kehadiran HMP itu, sekaitan kehadiran Ketum Partai Berkarya dan Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat yang pada akhir September lalu telah berkunjung ke Pondok Pesantren Cipasung dan Suralaya di Kabupaten Tasikmalaya.
 
Lainnya yang terdekat:”Hari ini saya kedatangan banyak tamu, salah satunya Iwan Saputra, Ketua FKPPI Kab. Tasikmalaya. Muncul kesepakatan akan dilakukan penghijauan daerah kritis di beberapa kecamatan,” tutupnya yang juga akan melibatkan Badan Pengurus DAS (Daerah Aliran Sungai) di Tasikmalaya, serta di tingkat provinsi Jabar – “Cukup ya, perkenalan sejenak tentang saya. Nanti kita kupas lain topic, ya? (HS/SA/dtn)  
 
Add a comment

Nandang H Permana, HNSI Jabar – Berharap Pasar Ikan Higienis Segera Terwujud

IMG 20171002 WA0030
destinasiaNews – Semenjak kepindahan alamat sekertariat DPD HNSI Jabar di kota Bandung pada Agustus 2017 dari sekitar Dago Pakar ke Jl. Gatot Subroto No 197 A, Nandang H Permana, Ketua DPD HNSI Jabar kembali angkat bicara soal programnya. “Banyak hal sedang kami garap, intinya seputar peningkatan kesejahteraan nelayan. Beberapa sudah dan sedang menuju aplikasi di lapangan,” kata Nandang H Permana, Ketua DPD HNSI Jabar di kantornya yang baru (1/10/2017).
 
Mengurai program kerja HNSI Jabar pada tahun 2017 ke depan, menyangkut peningkatan kesejahteraan dari 160 ribuan nelayan di Jawa Barat, Nandang selain telah melakukan konsolidasi dari 16 kota/kabupaten yang punya budi daya ikan, serta 11 kota/kabupaten yang berbasis nelayan tangkap di daerah pesisir:”Paling dekat pada awal 2018 ini, semoga terwujud fish market hygienic (pasar ikan higienis) di Kabupaten Bandung”.
 
Tak tanggung-tanggung sejak Agustus 2017 lalu telah disepakati untuk lokasi pasar ikan higienis ini;”Sementara ini di daerah Cingcin dekat Tol Soroja. Bupati Bandung Dadang M Naser, telah merespon. Pun dari pihak kementerian KKP menyetujuinya, termasuk pendanaannya,” terangnya sambil menunjukkan sejumlah berkas persetujuan awal proyek ini – “Lahannya, tersedia sedikitnya satu setengah hektar. Kemungkinan bisa lebih. Bupati Bandung antusias menjadikan warga di sekitar Tol Soroja ini, tak menjadi penonton pesatnya pembangunan di daerahnya. Prinsip itu, kami sepakati”
 
Seperti Tsukuji, Tokyo
 
Perihal pasar ikan higienis itu, Nandang dan Sekertaris HNSI Jabar,Chevy Epi Sutisna, serta Sutisna dari bagian IT di organisasi ini, memaparkan standarnya:”Seperti pasar ikan higienis Tsukuji di Tokyo itu yang berdiri sejak 1935. Sayang, Agustus 2017 lalu pasar ini sempat terbakar hebat. Paling tidak nanti, menjadi pasar ikan yang punya dimensi lain,” paparnya sembari menjelaskan beberapa terobosan – “Ada fungsi edukasi, entertainment, menjadi daerah tujuan wisata tingkat nasional. Kalau bisa, ya tingkat  Asia Tenggara, atau dunia malah. Pasti bisa, kita …”
 
Alasan menggebu mewujudkan pasar ikan higienis di Kabupaten Bandung, menurutnya:”Masuk akal, kita kan negara maritim apalagi ingin menjadi poros maritim dunia. Infrastruktur semakin baik, masyarakat kelas menengah tumbuh cukup pesat. Pasarnya, cukup menjanjikan. Hanya soal disiplin dan kemauan saja yang harus kita genjot”.
 
Menutup perjumpaan kali ini, Nandang bak mewanti-wanti kita:”Nawa Cita Pak Jokowi dan JK itu berpaling ke laut. Tol laut sedang digarap. Nah, pasar untuk nelayan demi meningkatkan harga jualnya, serta untuk mendorong gemar makan ikan. Ya, ikannya harus tersedia sesuai standar dunia. Yakin, ini bisa kita wujudkan,” pungkasnya yang kesehariannya punya gaya kepemimpinan khas – gandrung blak-blakan dan bersemangat  baja, dan tak berjarak dengan siapa pun. (HS/SA/dtn)   
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mari Nikmati, Suara Lembut Afgan - Manjakan Afganisme di Trans Studio Bandung

Mari Nikmati, Suara Lembut Afgan -  Manjakan Afganisme di Trans Studio Bandung

destinasiaNews - Wow deh, pastinya telinga kita sudah sangat familiar kala mendengar penyanyi muda berbakat dari Indonesia. Siapa lagi, kalau...

SBMPTN 2018 Akan Segera Digelar, Panlok 34 Bandung Siapkan 46.935 Kursi Peserta

SBMPTN 2018 Akan Segera Digelar, Panlok 34 Bandung Siapkan 46.935 Kursi Peserta

  destinasiaNews - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 akan segera digelar, Panitia Lokal (Panlok) 34 Bandung menyediakan...

Kogartap II/Bandung & The Lodge Maribaya Resmikan “Longsoran” Blok Gunung Masigit Desa Cibodas - Pulihkan Jalur Vital Pariwisata

Kogartap II/Bandung & The Lodge Maribaya Resmikan “Longsoran” Blok Gunung Masigit Desa Cibodas - Pulihkan Jalur Vital Pariwisata

destinasiaNews – “Bersyukur pada Kamis ini (19/4/2018) longsoran, tepatnya di blok Gunung Masigit, setelah lima bulan lalu kita garap bersama...

Atlet Disabilitas Gugat NPC Indonesia ke PN Bandung – Tak Sudi Bonus Prestasi Dipotong 25%

Atlet Disabilitas Gugat NPC Indonesia ke PN Bandung – Tak Sudi Bonus Prestasi Dipotong 25%

destinasiaNews – Babak baru perjuangan para atlet disabilitas yang tergabung pada National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Jawa Barat. Kali ini,...

Sikapi Revolusi Industri 4.0, PMII Harus Cermat & Bijak Hadapi Era Digitalisasi, Kata Abdurahman Wahid

Sikapi Revolusi Industri 4.0, PMII Harus Cermat & Bijak Hadapi Era Digitalisasi, Kata Abdurahman Wahid

destinasiaNews - Sehubungan hari lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-58, yang perayaannya berlangsung di Gedung Sabuga Bandung, (17/4/2018) Abdurahman...

Pengunjung

01973764
Hari ini
Kemarin
1754
1997