Deklarasi Gerpis - Warga Sunda Harus Hasilkan Karya Level Dunia    

IMG 20171228 WA0057
destinasiaNews -  Bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat  di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (27/12/2017), dilangsungkan Deklarasi Gerpis (Gerakan Pilihan Sunda).  Deklarasi ini bertemakan ‘Membela Indonesia Melindungi Nusantara’, dengan menyatakan tiga butir pernyataan, dalam kemasan Pajajaran Anyar.
 
“Ini pun sebagai reinkarnasi perhimpunan perjuangan di tahun 1955. Juga sekaligus sebagai persemaian bagi generasi baru, demi memunculkan kepemimpinan baru di negeri kita. Landasannya, atas misi luhur kebangsaan, menjaga persatuan NKRI, UUD 1945, Pancasila dan wawasan nusantara,” kata inisiator Gerpis, Andri Perkasa Kantaprawira sambil menambahkan – “Ini pun sebagai peringatan Konferensi Meja Bundar Ke-68.”
IMG 20171228 WA0060
Hadir dalam deklarasi ini sejumlah tokoh lintas partai, lintas organisasi, dan lintas generasi, dari berbagai elemen masyarakat di Jawa Barat, di antaranya Tjetje Hidajat Padmadinata, Mohammad Jumhur Hidayat, Iwan Sulandjana, Tatang Zaenudin, Mulyadi, Dindin Maolani, Prof. Karim Suryadi, KH. Ayi Hambali, serta berbagai elemen lintas sektoral lintas generasi. 
 
PanutanUrang  Sunda
 IMG 20171228 194042
Jumhur dalam paparannya  mengisahkan kiprah tokoh nasional Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja SH, LL.M, sebagai panutan kita. Utamanya kala mengingatkan soal UNCLOS (United Nations Convention On The Law Of The Sea) yang ditandatangani 117 negara, dan dua lembaga non negara pada 10 Desember 1982 di Montego Bay, Jamaika. Menurutnya, Mochtar telah semakin mempersatukan Indonesia melalui konsep Wawasan  Nusantara yang mendunia:”Ini kan dasarnya dari  Deklarasi Djuanda (13/12/1957 – red). Pak Djuanda itu juga orang Sunda, kan?”
 
Lainnya, Tjetje Hidajat Padmadinata hari itu mengupas tentang pentingnya orang Sunda merasa percaya diri. Dalam konteks situasi politik terkini, ia paparkan:”Janganlah terlalu percaya sama orang Jakarta,” ujarnya yang ditimpali hadirin dengan senyum dan tawa, malah.
 
Secara terpisah redaksi mengontak tokoh Jabar Eka Santosa, karena dalam pertemuan ini tidak tampak:”Sebenarnya, akan hadir hari itu namun mendadak ada tamu yang harus saya tangani. Tetapi saya kirim utusan dari Gerakan Hejo dan BOMA Jabar. Mereka ada yang hadiri di sana,” jawab Eka melalui telepon selaku Ketua Umum Gerakan Hejo dan Duta Sawala (Sekjen) BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar.
 IMG 20170830 235019
Eka ditanya perihal tiga butir Deklarasi Gerpis yang berintikan; Wangsit Prabu Siliwangi sebagai sumber inspirasi untuk memunculkan kebangkitan Indonesia; menempatkan Ki Sunda sebagai Garda Terdepan menjaga pilar pesatuan dan ukhuwah NKRI; serta, ajakan ke warga RI khususnya ‘urang Sunda’, mendukung cita-cita dan strategi Gerpis di setiap front perjuangan politik, ekonommi, budaya, dan kebangsaan yang berdasarkan UUD 1945, Pancasila dan Wawasan Nusantara:”Deklarasi ini, menurut saya tinggal di praktikkan saja dengan konsisten di lapangan. Saatnya, siapa pun warga negera RI untuk bangkit dan melahirkan karya besar. Kalau bisa seperti Pak Mochtar dan Ir. H Djuanda itu, karyanya masuk ke level dunia” (HS/dtn)
 
 
 
Add a comment

Ketua KPU Jabar - Penyandang Disabilitas, Harus Nyaman Gunakan Hak Pilih

IMG 20171121 WA0115
destinasiaNews – Aksesibilitas non-fisik, bagaimana pun caranya harus diperjuangkan terus, tujuannya para penyandang disabilitas dapat memanfatkan hak pilihnya dengan baik. Walaupun aksesibilitas fisik sudah diperbaiki, pemenuhan aksesibilitas non-fisik masih terkendala.
 
Paparan ini dikemukakan Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat saat menyampaikan materi saat sosialisasi pilgub,  bagi keluarga besar Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) Jawa Barat di Hotel Alam Permai Jl. Setiabudi Bandung (23/12/2017). 
 
Menurut Yayat,  bila berkaca pada pilgub 2013, usahanya masih belum maksimal. “Untuk  2018 diharapkan dapat memenuhi aksesibilitas bagi semua pihak. Termasuk aksesibilitas non-fisik, seperti akses informasi pemilu, dan mendorong budaya masyarakat yang lebih terbuka, bila memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas."
 
Optimisme ini,  masih menurut Yayat direalisasikan melalui pembuatan brosur dan alat bantu templet - mencoblos di bilik suara.lainnya,  selalu berkomitmen memberi informasi seluas-luasnya, melalui cara yang mudah.
 
 “Tantangan ini harus dilakukan bersama-sama antara penyelengara pemilu dengan masyarakat, termasuk dengan penyandang disabilitas tuna netra,” imbuhnya seraya menegaskan perlunya meningkatkan kesadaran penyelenggara pemilu, mulai dari tingkat provinsi hingga KPPS, serta meningkatkan sensitivitas penyeleggara pemilu, dengan menyediakan TPS yang ramah bagi penyandang disabilitas. 
 
Diakui Yayat,  penyelenggara pemilu masih terkendala data penyandang disabilitas yang kurang akurat. “Namun, kami berupaya memetakan TPS seperti untuk tuna netra, tuna daksa, dan tuna rungu. Intinya, !kan dibuat TPS yang tidak menyulitkan penyandang disablitas."
 
Sebelumnya, Komisioner Jawa Barat Divisi SDM dan Humas menegaskan bahwa KPU Jabar menyediakan templet, buku saku, serta leaflet berhuruf braille. “Kami juga akan mendorong setiap TPS ramah terhadap penyandang disabilitas,” ungkapnya. 
 
Hadir dalam acara ini Ketua DPD Pertuni Jawa Barat serta pengurus Pertuni Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Panitia pun membagikan hadiah berupa kaos kepada peserta yang menjawab kuis seputar pemilu. (HS)
Add a comment

Enjang Mulyana Terpilih Kembali, Ketua IKA Menwa Mahawarman Yon XI UPI 2017 -2021: Siap Emban Amanah ...

Munas IKA Yon XI 2017

destinasiaNews- Gelaran Musyawarah dan Temu Kangen Ikatan Keluarga Alumni Menwa Mahawarwan Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), di Mako Menwa Yon XI Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung (26/12/2017), berlangsung mulus dan sukses. “Ini harapan kita, prosesnya lancar jaya. Azasnya, musyawarah mufakat. Kang Enjang terpilih kembali secara aklamasi setelah empat tahun sebelumnya memimpin dengan baik,” papar Kang Huzaenal salah satu senior angkatan 1968 – “Periode kepemimpinan mendatang, justru akan kita back up, demi penyempurnaan.”

Bagi Enjang Mulyana, alumni Resimen Mahawarwan YON XI UPI angkatan 11/1981 (masuk), yang menamatkan program S-1 dari Jurusan PLS UPI, S-2 UGM dan S-3 UPI, dan kini berkarir sebagai Camat di Kecamatan Batu Nunggal Kota Bandung : ”Berterima kasih atas dukungan rekan-rekan. Satu saja keinginan saya. Bantulah di kepengurusan yang baru ini. Tujuannya, agar kita dapat membantu adik-adik Menwa aktif, lebih maksimal. Insya Alloh saya siap mengemban amanah ini,” ujarnya sebelum menerima ucapan selamat dari peserta Musyawarah & Temu Kangen yang dihadiri sekitar 50-an anggota dari pelosok Nusantara.

Bagi Asep Sukendar, peserta yang datang dari Magelang Jawa Tengah dan kini berkarir di Lembaga Pendidikan SMA Taruna Nusantara, terpilihnya kembali Enjang Mulyana merupakan sebuah keniscayaan : ”Pantauan saya walau dari jauh, kinerja organisasi ini sangat baik. Terpenting, jiwa korsa para alumni dan yang masih aktif, terus terpelihara. Ini memudahkan kami melakukan silaturahmi, walaupu bagi yang berada di pelosok negeri.”

Program Terdekat

Munas Y XI 2017c

Tantangan rutin bagi organisasi ini menurut Enjang, selain membina dan mengembangkan silaturahi antar anggotanya : ”Pun, sebagai penasihat atau pemberi solusi, utamanya pada program rutin Menwa organik, seperti pendidikan dan latihan dasar (diklatsar). Biasanya, satuan anggarannya cukup besar. Ini selalu kami carikan solusinya, di luar bantuan dari institusi UPI.”

Khusus untuk TA. 2017/2018 menurut Enjang ada 60 siswa baru yang akan mengikuti diklatsarmil menwa.”Yang menggembirakan tahun ini termasuk calon Menwa di kampus Cibiru, Sumedang, Serang, Purwakarta, dan Tasikmalaya. Animo mahasiswa untuk mengikuti diklatsarmil menwa rupanya semakin meningkat.”

Menurut peserta yang hadir, di antaranya Koesnendar, Dede S. Bahyan, Sukowo, Yoyo SN, dan Harisman, terpilihnya Enjang Mulyana, memunculkan angin segar, organisasi ini optimis akan berkembang lebih baik : ”Yang belum tercapai pada periode sebelumnya, tinggal kita genjot lagi.” Ujar Harisman yang hari itu tampak sibuk mengatur rekan-rekannya yang rata-rata sudah “meninggalkan dunia hitam” alias berambut uban.

Peran Alumni

Munas IKA Yon XI 2017 b

Di mata Komandan Batalyon XI Menwa UPI, Aris Rismansyah kehadiran para seniornya yakni alumni yang selama ini hanya ada di group-group WA misalnya, merupakan berkah tersendiri.”Kami menjadi kenal lebih dekat dengan para alumni yang besar perannya bagi organisasi ini. Terpilihnya Pak Enjang pun menggembirakan kami”

Di samping bermusyawarah pada hari itu para alumni Menwa ini, masih sempat menggelar acara silaturahmi dengan bernyanyi dan berjoget bersama:”Ini yang kami suka, membina kebersamaan,” seru Ahmad Taufik lulusan jurusan PLS – FIP IKIP Bandung tahun 1985, dan angkatan 11 Diklatsar Menwa Yon XI UPI yang kini berwrisasta di Baleendah Kab. Bandung.

Diketahui Resimen Mahasiswa Mahawarman YON XI ini sejak berdiri tahun 1967, telah memiliki ribuan alumni yang tersebar di pelosok Nusantara. Sebagian besar alumninya berkair di berbagai bidang mulai dari lembaga kependidikan, militer, maupun swasta.

Sementara itu Popo Sumpena, alumni Resimen Mahawarwan Yon XI UPI yang kini berdomisili di Kota Serang  Provinsi Banten, kebetulan tidak sempat hadir.  Ke meja panitia ia sempat mengabarkan : ”Mendengar terpilih kembali Kang Enjang, saya dukung sepenuhnya.”  Yang penting kita selalu bersilaturahmi. (HS/HRS/dtn)

Add a comment

Bawaslu Nyatakan Partai Berkarya Lolos Verifikasi Faktual – Kader Tetaplah Fokus, Kata Eka Santosa

IMG 20171223 234940
destinasiaNews – Dengan mengucap syukur para kader Partai Berkarya se Indonesia pada Jumat siang 23 Desember 2017, meluapkan kegembiraan di berbagai lini masa. Pantauan redaksi  di salah satu group WA, terungkap:“Kami jadi makin fokus merawat dan mengembangkan Partai Berkarya. Ambillah hikmahnya dari peringatan Komisi Pemilihan Uumum (KPU). Diakui, kita sempat tersendat minggu lalu (15/12/2017). Sekarang, justru makin cinta dan habis-habisan membina partai ini. Seharusnya, begitu kan Bro?,” itu cuplikannya, kata Roni Supriatna, Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Pangandaran.
 
Munculnya berita di berbagai lini massa pada Sabtu, 23 Desember 2017,  Partai Berkarya melaju ke tahap verifikasi faktual usai pemenuhan syarat, perbaikan verifikasi administrasi, hal ini direspon positip oleh kadernya. Secara khusus, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, Eka Santosa:”Ini tahap pendewasan bagi kami. Melalui kesempatan ini, tetaplah fokus menghadapi tahapan selanjutnya. Masih panjang jalan kita …”
 
Senada dengan Eka Santosa, dihubungi secara terpisah beberapa jam usai pengumuman Bawaslu RI:”Tetaplah kita sebagai kader, bekerja lebih serius membangun partai ini. Hindarkanlah berpolemik yang secara internal hanya akan mmbuang enerji”, papar Robin Goeltom Sekertaris DPW Partai Berkarya Jawa Barat.
 
Mediasi Bawaslu
 
Diketahui partai yang menempatkan Tommy Soeharto sebagai Ketua Dewan Pembina ini diumumkan tak lolos verifikasi administrasi oleh KPU (15/12/2017). Seminggu kemudian mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hasilnya, permohonan Partai Berkarya dikabulkan, usai m melewati proses mediasi.
 
Dalam pemberitaan, anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar telah melakukan mediasi untuk Partai Berkarya dan KPU pada Jumat (22/12/2017). Mediasi yang dilakukan Bawaslu untuk gugatan Partai Berkarya, menurutnya mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. 
 
Menurut Fritz seperti yang banyak dilansir media massa, Partai Berkarya diberi waktu 2 x 24 jam untuk memperbaiki beberapa kekurangan, berupa kesalahan sinkronisasi data di pusat dan daerah terkait, dengan persyaratan administrasi.
 
 
Minggu Lalu itu …
 
Seperti pengumuman pada Jumat lalu (15/12/2017), KPU menyatakan 12 partai politik lolos tahap verifikasi administrasi. Mereka berhak mengikuti seleksi administrasi. Tercantum, dua parpol dinyatakan tidak lolos ke tahap verifikasi administrasi, Partai Berkarya dan Partai Garuda.
 
Adapun 12 partai yang dinyatakan lolos ke tahap verifikasi faktual, sebelumnya: Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Partai Golkar) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem (NasDem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (HS/dtn)
 
Add a comment

Gerakan Hejo Rintis Koperasi Jasa – Berdayakan Ekonomi Rakyat

 IMG 20171223 WA0106
destinasiaNews-  Babak baru untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan bagi ratusan ribu anggota dan simpatisan Gerakkan Hejo yang berbasis di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, rupanya mulai bergulir. Sabtu, 23 Desember 2017 di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung, digelar diskusi terbatas rintisan mendirikan koperasi. Hadir selaku  tuan rumah  di antaranya Ketua Umum Gerakan Hejo (GH), Eka Santosa; Sekjen GH, Agus Warsito; Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga GH, Yan Rizal Usman; Moh. Husen, Ketua Bidang Akuakultur GH, serta puluhan pengurus DPD GH dari Kabupaten Tasikmalaya,  Kab/Kota Garut, Kab. Cianjur, Kab. Sukabumi, Kab. Bandung,  Kota Cimahi, dan daerah lainnya.
 
Dari pihak pembina koperasi, hadir hari itu Roni Indrawan, Kepala Bidang Penyuluhan, Kemenkop & UKM; Muhamad Arifin SH. M.Kn, Notaris; Ribkah DJ mewakili Lembaga Pelatihan Kerja; Sansan Hasanudin, INKOP JOKN; dan Agung Fajar, Sekjen Asosiasi Manjer Koperasi Indonesia (AMKI). Para pembina koperasi yang khusus didatangkan dari Jakarta, hari itu menjelaskan prinsip dasar koperasi di Indonesia, serta tantangannya kini maupun mendatang.
 
“Sudah hampir dua tahun ini GH berdiri di beberapa daerah di Jabar.Tiga pilar program kerja GH dalam bidang ekologi, edukasi, dan ekonomi, simultan kita garap. Khusus untuk bidang ekonomi, kita kembangkan sarananya melalui koperasi. Bentuknya koperasi jasa. Ini, amanat undang-undang,” kata Eka yang hari itu merasa dicerahkan dengan konsep dasar perkoperasian di ‘zaman now’.
 
Sementara Roni, Sansan, serta Ribkah dalam paparannya, melihat potensi ratusan ribu anggota GH yang berkiprah di bidang lingkungan, pertanian, serta aneka ekonomi kerakyatan, melihat semua ini sebagai peluang baik. “Kekuatan koperasi itu setara dengan Perseroan Terbatas (PT) dan badan usaha lainnya yang berbadan hukum. Koperasi itu basisnya demokrasi dan gotong royong. Kegiatannya, sangat berbasis kerakyatan. Dengan catatan, dikelola secara professional,”ujar Roni yang pengakuannya selama 25 tahun membina koperasi di seluruh Indonesia –“Melihat potensi Gerakan Hejo saya kagum, sudah lama amati kiprahnya. Banyak hal yang bisa dijadikan basis kegiatan koperasi di gerakan ini. Yakin, dalam waktu dekat koperasi GH bisa berdiri dengan baik.”
 
Aplikasi Kiperasi  
 
Bagi Sansan yang bergiat sebagai konsultan koperasi dengan penerapan aplikasi berbasis android, potensi keekonomian GH:”Selain ratusan ribu anggotan dan simpatisannya, kegiatan ekonomi di pedesaan melalui pertanian dan UKM, ini potensi kuat membesarkan kooperasi zaman now di GH.”
 
Sayangnya hari itu Ketua Bidang UKM GH, Mohamad Gunawan yang akrab disapa Igun, berhalangan hdir karena kesehatannya terganggu. Secara terpisah Igun kala dikontak, menyatakan dukungan atas rencana mendirikan koperasi di GH:”Saya  sudah sering dikontak oleh anggota GH di daerah. Secara prinsip, malah mereka secara infrasturuktur pun sudah siap. Tinggal klik saja…”
 
Bagi Eka sendiri kehadiran tamunya hari itu dari Jakarta menganggapnya sebagai angin segar bagi anggota GH. “Wujud ekonomi kerakyatan yang kita tuju, kemandirian dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar kita, bisa diraih melalui koperasi . Perihal nama, jenis maupun bentuknya, kita bahas saat ini juga.” (HS/SA/dtn)       
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

destinasiaNews -Elemen warga yang tergabung pada “Musisi Bandung”, berencana membikin dompet khusus terkait bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada...

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung,...

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit  - Ini Pertimbangannya …

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen...

Semarak Clients Gathering Jakarta Bersama ibis Bandung Trans Studio

Semarak Clients Gathering Jakarta Bersama ibis Bandung Trans Studio

destinasiaNews– Dalam upaya memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para kliennya, ibis Bandung Trans Studio, menggelar acara Clients Gathering...

Pengunjung

02335711
Hari ini
Kemarin
216
3196