Solihin GP Mengajak BOMA Jabar : “Munculkan Segera Calon Pemimpin yang Clean & Capable”

DPKLTS 1

DestinasiaNews – Pertemuan yang terbilang langka sempat terendus tak sengaja oleh awak media. Ini terendus dari kejadian pada hari Minggu (9/10/2016) di Sekretariat DPKLTS Jl. Riau No. 189 A Bandung. Saat itu sesepuh Jabar Solihin GP (91), Gubernur Jabar 1970 – 1974 kedatangan Ugis Suganda Amas (65). Tamunya ini mewakili tiga kasepuhan masyarakat adat Sirna Resmi, Cipta Mulya, dan Ciptagelar di Kabupaten Sukabumi.

Yang khas Ugis Suganda Amas yang akrab disapa Wa Ugis hari itu hadir mewakili salah satu person dari “baris olot” (tetua adat – red) BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar. Ia diantar Eka Santosa, Duta Sawala atau Sekertaris  Jenderal BOMA Jabar.

Dalam pertemuan ini, Wa Ugis kepada Solihin GP memperbincangkan banyak hal tentang nasib masyarakat adat di daerahnya dalam lingkup Sabaki – Sa Banten Kidul – area perbatasan provinsi Jabar dan provinsi Banten bagian timur. “Perjuangan kami atas hak ulayat di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS, luas 113.357 hektar – red) dari total klaim 40.000 hektar, masih belum selesai terutama sejak terbit SK Menhut No 175/Kpts II/2003”.

Menyikapi hal ini, Mang Ihin yang paham betul akan nilai kearifan lokal masyarakat adat atas keberadaan hutan titipan, tutupan, dan garapan di daerah perbatasan Jabar dan Banten, mengungkapan rasa prihatin yang mendalam:”Cing atuh pamingpin di Jabar bereskeun pasualan ieu gancang. Ulah nyangsarakeun rakyat leutik– Cobalah pemimpin di Jabar bereskan segera persoalan ini. Janganlah menyengsarakan rakyat kecil”.

Diketahui sejak terbitnya SK Menhut No 175/Kpts ll/2003 tentang Penunjukan Kawasan TNGHS dan Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Lindung, Hutan Produksi Tetap, dan Hutan Produksi Terbatas pada Kelompok Kawasan TNGHS di Provinsi Jabar dan Banten, muncul perbedaan perhitungan antara batas hutan yang bisa diolah dan dilindungi kedua belah pihak. Masyarakat adat di tiga kasepuhan, di atas, mengklaim total hutan adat di Gunung Halimun dan Salak sekitar 40.000 hektar – galibnya terdiri atas hutan titipan, tutupan, dan garapan.”Kami sudah eksis ratusan tahun sebelum RI diproklamirkan. Sejak era kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, tak pernah diusik. Pasalnya, sejak dulu kami pantang merusak hutan. Aneh, sejak 2003  utamanya, kami diusik, malah terusir”, tambah Wa Ugis dengan gesture memendam amarah mewakili ribuan kaumnya.

“Terus terang, kenapa kami bergabung ke BOMA Jabar dan kesekian kali hadir di DPKLTS? Tak lain karena hak ulayat kami itu turut diperjuangan. Kang Eka Santosa selaku langlayangan (layang-layang – red.) kami, ingin pula ada kepastiannya untuk memimpin di tanah Jabar”, jelas Wa Ugis yang merasa puas atas kelangsungan pertemuan ini.    

Clean & Capable

DPKLTS 2

Materi lain yang terungkap dalam pertemuan langka ini yang juga disaksikan Ketua Dewan Pakar DPKLTS  (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) Sobirin Supardiyono, dan Ketua DPKLTS Mubiar Purwasasmita, mengerucut pada pentingnya memunculan calon pemimpin Jabar yang clean dan capable. “Kata siapa susah mencari calon pemimpin di Jabar yang bersih dan cekatan. Masalahnya, justru yang kebalikannya yang sering muncul. Bila suasana ini dibiarkan, kondisi Jabar di masa depan akan berbahaya”,  tutur Mang Ihin yang terendus pada hari itu di pagi harinya, sempat menjodohkan Eka Santosa dengan seorang tokoh Jabar lain – menuju Pilgub Jabar 2018.

Tatkala ditelisik lebih jauh ke Mang Ihin – Siapakah calon pasangan Eka Santosa untuk Pilgub Jabar 2018? “Nah, soal siapa orangnya buat Pak Eka, nanti sajalah ya dijelaskan. Anda tadi terlambat sih datangnya…”, kata Mang Ihin yang merasa senang didatangi Wa Ugis danrengrengannya.  

“Paling senang justru dari diskusi hari ini, selain membahas kriteria pemimpin Jabar di masa depan, kami diskusikan dan tentukan langkah-langkah strategis dari situasi awut-awutan  di Jabar. Paling dasar, situasi bencana banjir bandang Garut, jadi kekhawatiran kami. Soal ini sebenarnya sudah kami wanti-wanti ke pemimpin daeerah setempat”, jelas Mang Ihin yang dalam sebulan sebelumnya kembali Ia luncurkan program Rakgantang (Gerakan Gantung Tatangkalan) jilid baru di Ciporeat Kabupaten Bandung.

Menurut Sobirin dan Mubiar selaku pegiat inti di lingkungan DPKLTS, inti sari pertemuan ini yang diawali perbincangan Mang Ihin dan Wa Ugis tentang perjuangan hak ulayat masyarakat adat: ”Sudah kami temukanchemistry pasangan Kang Eka kelak. Nah, soal siapa pasangannya? Untuk saat ini belumlah bisa kami kemukakan. Tadi Wa Ugis, salah satu pemantiknya. Insya Alloh pasangan ini clean and capable”,  tutup keduanya dengan senyum. (HS/SA/dtn) 

Add a comment

Tahlil dan Doa Memperingati Gugurnya Pahlawan Revolusi di Monumen Lubang Buaya, Jakarta Timur

Doa HapsakDestinasiaNews - Tahlil dan Doa Bersama   dilaksanakan dalam rangka mengenang gugurnya para pahlawan revolusi, wajar dan harus kita lakukan sebagai bentuk menghormati jasa jasa para pahlawan revolusi yang telah mempertaruhkan jiwa raga dan kita memperingatinya sebagai wujud kerja nyata demi kemajuan bangsa dan pengamalan Pancasila. Demikian yang disampaikan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana usai melaksanakan Tahlilan dan do’a bersama di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat petang (30/9/16).


Kegiatan Tahlil dan Doa bersama ini dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono ,hadir juga  perwakilan Gubernur DKI Jakarta dan beberapa Rektor dari Perguruan Tinggi, Majelis Taklim, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat serta para purnawirawan dan veteran di peringatan gugurnya 7pahlawan revolusi ini.

Kepala Staf  TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono menyatakan tidak boleh ada pemutarbalikan fakta atas sejarah pembunuhan enam jenderal dan seorang perwira TNI AD pada 1 Oktober 1965, dini hari usai para jenderal itu dibawa dari kediaman mereka pada 30 September 1965.


Dia mengatakan, penyiksaan tujuh pahlawan revolusi merupakan fakta sejarah sebagaimana gambaran diorama yang dipajang di Museum Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.


"Jangan ada lagi pembelokan sejarah. Jangan ada lagi pemutabalikkan fakta. Tidak boleh. Kita tidak boleh mengandai-andai. Itulah kejadian nyatanya seperti itu," ujar Jenderal TNI Mulyono di depan Museum Pengkhianatan PKI, Lubang Buaya,Jumat sore.


Semuanya diperuntukkan untuk menegaskan kembali tentang komitmen anak bangsa saat ini, agar sepakat dan tidak akan pernah berkeinginan, apalagi mengulangi sejarah kelam bangsa kita, tentunya dengan tetap setia terhadap Pancasila,”ujar Pangdam Jaya.


Pangdam Jaya juga menambahkan, kegiatan ini sangat positif dan harus terus dilakukan, agar nilai-nilai luhur dari Pancasila dapat tertanam dengan baik sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki persamaan persepsi, visi dan misi dalam setiap pembangunan di Negeri ini pada hari-hari berikutnya. Jika hal-hal baik yang telah dicontohkan oleh para pahlawan revolusi tersebut dapat kita estafetkan, niscaya bangsa Indinesia akan mampu seribu langkah lebih maju dibandingkan bangsa lain, terutama apabila seluruh komponen bangsa menyadari dan mau berupaya keras untuk tidak mengulangi peristiwa kelam.

 

“Marilah, kita isi setiap ruang kemerdekaan yang ada, dengan berbagai prestasi dan kerja nyata untuk kemajuan bangsa Indonesia sebagai wujud pengamalan Pancasila”,ujarnya.


Menurutnya, sebagai generasi penerus bangsa, masyarakat harus bisa memahami perisitiwa G30S/PKI. Pasalnya, sebagai fakta sejarah, peristiwa tersebut tidak terbantahkan. “Meski ini menjadi sejarah kelam, namun ini tak bisa terbantahkan,”ucapnya.


Selain kegiatan ibadah, penampilan kelompok marawis dari Kodam Jaya juga tampak mengisi acara, semakin menambah haru suasana dan menghanyutkan.
Dalam acara doa dan renungan bersama itu, beberapa pejabat juga ikut hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian hingga keluarga tujuh pahlawan revolusi melakukan doa bersama untuk para pahlawan. Kegiatan Tahlil dan Doa Bersama ini dipimpin Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono .

 

Tampak larut dalam kegiatan diantaranya, ibu MT Haryono dan para keluarga dari Alm Anumerta A.H Nasution, Alm Anumerta Achmad Yani, Alm Anumerta Suprapto, Alm Anumerta D.I Panjaitan, Alm. Anumerta Sutoyo, Alm. Anumerta Katamso, Alm. Anumerta Tendean dan keluarga Alm. Anumerta Karel Sasuit Tubun serta para saksi ataupun pelaku sejarah. (BS/dtn)

Add a comment

Pesan Universal dari Ajang FIKSI – PKLK Lapangan Merdeka Bandung – Menembus Batas Dunia ...

FIKSI 1

DestinasiaNews – Frasa khas untuk fenomena ini – Jangan dibuang, sayang? Itu, mungkin yang paling tepat. Gerangannya, di tengah hiruk-pikuk ajang sejenis yang memamerkan aneka karya khusus dari para PKLK – Pendidikan Khusus Layanan Khusus, yang ini punya pesan universal “Kami juga bisa berkarya, untuk tingkat manca negara, malah. Walaupun kami ini serba terbatas”, itu kira-kira dari deretan para penjaga stand FIKSI (Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2016). Yang hebat, peserta ajang ini para PKLK itu.

FIKSI 2

Dr. Praptono, Med, Kasubdit Program dan Evaluasi Dit. Pembinaan PKLK Kemendikbud, tatkala hadir di hari pertama ajang ini  (21 – 25/9/2016), mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap aneka karya para siswa. Terlebih ketika salah satu peserta yang menyandang tunadaksa, berhasil menjadi pengusaha keset yang diekspor ke negara-negara Eropa dan Asia. “Ternyata, ada ada halangan sedikit pun untuk berkarya dan diakui dunia”.

Menurut  Muftiah Yulismi, Panitia Lokal Fiksi 2016, ajang ini merupakan sesuatu yang luar biasa:”Para peserta dan orang tuanya pun terlibat banyak dalam kegiatan ini. Namun tujuannya, untuk menumbuhkan kemandirian kelak. Soal kemandirian ini, bagusnya telah berkembang beberapa diantaranya”.

FIKSI 3

Sementara itu bagi Elmina (25) mahasiswa UPI yang datang bersama beberapa rekannya, kepada destinasiaNews berkali-kali mengucapkan rasa syukur atas kemeriahan pameran ini. Menurutnya karya dari para siswa yang tergabung pada PKLK dari 34 provinsi bisa hadir di Bandung:”Sungguh mengagumkan, apalagi karya-karyanya penuh nuansa kemanusiaan, sarat pesan universal. Ini yang kami suka dari generasi muda yang memiliki keterbatasan, tetapi karyanya hebat”, begitu ujarnya sambil menaikkan jempol tinggi-tinggi. (SA/dtn)

FIKSI 4

Add a comment

Tax Amnesty Pajak Jawa Barat Mencapai 4 Triliun

TA6

DestinasiaNews – Jawa Barat melebihi target, dari Rp1 triliun, kini mencapai Rp. 4 triliun pada penerapan tax amnesty atau amnesty pajak pada periode September 2016.

Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Pajak Jabar 1, Yoyok Satiotomo, saat menerima CEO Kagum Group Henry Husada dan kedua putrinya, Rena Luciani Husada dan Resti Stephanie Husada, saat menyampaikan program amnesty Pajak di kantor Kanwil DJP Jabar 1 Jl. Asia Afrika Bandung, Rabu (28/9/2016).

Periode September 2016 ini target sudah jauh terlampaui, sehingga kesadaran masyarakat dinilainya sudah meningkat, kata Yoyok di hadapan awak media Bandung.

TA1

“Saya ucapkan terima kasih kepada pak Henry sebagai pengusaha, tentunya akan menjadi contoh bagi para pengusaha lainnya untuk menggunakan kesempatan Tax Amnesty tersebut,”ungkap Yoyok.

Selain itu Yoyok juga menambahkan pihaknya berupaya agar kesadaran dari para pengusaha muda juga meningkat, bahkan direncanakan para pengusaha muda akan menjadi duta pajak kedepan.

Sementara itu Henry mengatakan, selama dua hari ini, dirinya sudah menyampaikan tax amnesty, baik untuk badan maupun perusahaan.

“Saya pikir hal ini akan menjadi langkah awal bagi para pengusaha untuk menyampaikan laporan keuangannya dan memanfaatkan kesempatan tax amnesty ini sesegera mungkin,” tegas Henry.

TA5

Henry mengakui jika tax amnesty yang diterapkan di Indonesia ini merupakan langkah maju dan menjadi tax amnesty terbaik di seluruh dunia.

Menurut Henry, dirinya sengaja membawa kedua putrinya yang masih belajar menjadi pengusaha untuk tunduk pada aturan yang berlaku dan taat membayar pajak.

“Saya juga mengajak kawula muda, generasi muda serta para pengusaha muda di Bandung dan Jabar untuk segera menggunakan kesempatan tax amnesty sebagai upaya tunduk taat terhadap aturan yang berlaku, ” kata Rena.

Rena berharap bagi para pelaku bisnis lainnya yang sudah mengantongi keuntungan tidak melupakan membayar pajak, tegasnya. (HRS/dtn)

Add a comment

Panglima TNI Gatot Nurmantyo : Media Massa Bukanlah Instrumen Yang Asing

Medmas1
DestinasiaNews
-   Dalam era globalisasi saat ini, media massa bukanlah suatu instrumen yang asing di tengah masyarakat.  Setiap detik, setiap jam, setiap hari, miliaran umat manusia tidak bisa lepas dari interaksi dengan media massa.  Kekuatan itulah yang menjadikan media massa sebagai saluran yang dimanfaatkan untuk mengendalikan arah dan memberikan dorongan terhadap perubahan sosial, budaya, perilaku, bahkan perubahan ideologi suatu bangsa.


Demikian Keynote Speech Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan Wakapuspen TNI Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid K., S.E., M.M., pada acara Event Eksibisi Indonesia Internasional Book Fair (IIBF) 2016 “Relevansi Penerbit, Buku dan Literasi Masyarakat Sebagai Bagian Penting Strategi Proxy War Media”, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan,  Rabu (28/9/2016).

medmas4


Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di era demokrasi saat ini, Indonesia tidak ada lagi media massa yang berbasis dan berorientasi pemerintah (government oriented), yang mau dan mampu menyebar-luaskan semua informasi yang berasal dari pemerintah ataupun negara.  “Pemerintah tidak memiliki media massa yang dijadikan corong sebagaimana di masa lalu, sehingga praktis tak ada media yang menjembatani informasi dari pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.


Panglima TNI menegaskan bahwa, media massa memiliki kemampuan luar biasa dalam mempengaruhi dan membentuk opini publik, yang bisa saja digunakan sebagai wahana proxy war di Indonesia.  Semua ini harus kita cermati, kita antisipasi agar masyarakat Indonesia tidak terjebak dalam arena ini.  “Komitmen media massa nasional, termasuk para penulis buku menjadi salah satu solusi guna mendidik dan mencerdaskan segenap anak bangsa,” ucapnya.

medmas2


Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengingatkan bahwa, proxy war sudah terjadi dan menjadi ancaman nyata yang menyusup ke sendi-sendi kehidupan berbangsa, bernegara dan berkeluarga.  “Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menguasai media massa di Indonesia, juga penerbitan buku atau penerbitan lainnya, termasuk juga membuat generasi bangsa kita menjadi malas membaca dan menulis karena asyik dengan teknologi gadget,” jelasnya.  


Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu, telah menandatangani Pakta Pertahanan Proxy War Media dengan 11 organisasi dan salah satu media massa, penandatanganan  itu adalah dalam rangka memerangi ancaman proxy war media.  “Kesebelas organisasi yang ikut menandatangani Pakta Pertahanan Proxy War Media, antara lain: Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Persatuan Guru Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia, Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia,” ungkapnya.


“Media massa, penulis dan penerbit buku maupun penerbitan lainnya memiliki peran strategis dalam pertahanan suatu Negara,” pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Usai menyampaikan Keynote Speech, Wakapuspen TNI meresmikan peluncuran Perpustakaan Nasional Digital Puspen TNI yang didampingi, antara lain oleh Ketua APPTI Dr. Ricardi Adnan, MSi, Ketua IKAPI Ir. Hj. Rosidayati Rozalima, M.M., Sekjen PGRI Dr. Unfah Rosyidi, M.Pd,  Ketua PBNU Marsudi Suhut, Ketua Komisi CSR Nasional La Tofi, dan CEO BMW Media Group Arvin Miracelova. (IM/HRS/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Grand Opening Vesper Sky Bar & Lounge De Paviljoen

Grand Opening Vesper Sky Bar & Lounge De Paviljoen

destinasiaNews - De Paviljoen Bandung by HIM akhirya menambah satu lagi fasilitas baru yang akan menjadi salah satu fasilitas unggulan...

Cabut Permen 39 LHK Biar Hutan Jawa Barat Lestari, Kata Eka Santosa

Cabut Permen 39 LHK Biar Hutan Jawa Barat Lestari, Kata Eka Santosa

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo, Jumat sore (20/10/2017) di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa Pasir...

Matrix Indonesia menggelar Hairdresser Idol Bandung 2017

Matrix Indonesia menggelar Hairdresser Idol Bandung 2017

  destinasiaNews - Bandung, 19 Oktober 2017 Industri tata rambut di Indonesia menyimpan potensi besar yang terus berkembang pesat dan...

Toko Baru ACE Kembali Buka Di Kota Bandung

Toko Baru ACE Kembali Buka Di Kota Bandung

destinasiaNews.com - Perusahaan ritel yang bergerak dalam bidang perlengkapan rumah dan produk gaya hidup ACE secara resmi membuka toko terbarunya,...

Nonton Bareng Merah Putih Memanggil Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air

Nonton Bareng Merah Putih Memanggil  Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air

destinasiaNews.com - Agenda kegiatan nonton bareng (Nobar) film "Merah Putih Memanggil" kali ini adalah jajaran Kodim Cimahi, jajaran Koramil Wilayah...

Pengunjung

01648161
Hari ini
Kemarin
1211
1318