Pesan Universal dari Ajang FIKSI – PKLK Lapangan Merdeka Bandung – Menembus Batas Dunia ...

FIKSI 1

DestinasiaNews – Frasa khas untuk fenomena ini – Jangan dibuang, sayang? Itu, mungkin yang paling tepat. Gerangannya, di tengah hiruk-pikuk ajang sejenis yang memamerkan aneka karya khusus dari para PKLK – Pendidikan Khusus Layanan Khusus, yang ini punya pesan universal “Kami juga bisa berkarya, untuk tingkat manca negara, malah. Walaupun kami ini serba terbatas”, itu kira-kira dari deretan para penjaga stand FIKSI (Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2016). Yang hebat, peserta ajang ini para PKLK itu.

FIKSI 2

Dr. Praptono, Med, Kasubdit Program dan Evaluasi Dit. Pembinaan PKLK Kemendikbud, tatkala hadir di hari pertama ajang ini  (21 – 25/9/2016), mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap aneka karya para siswa. Terlebih ketika salah satu peserta yang menyandang tunadaksa, berhasil menjadi pengusaha keset yang diekspor ke negara-negara Eropa dan Asia. “Ternyata, ada ada halangan sedikit pun untuk berkarya dan diakui dunia”.

Menurut  Muftiah Yulismi, Panitia Lokal Fiksi 2016, ajang ini merupakan sesuatu yang luar biasa:”Para peserta dan orang tuanya pun terlibat banyak dalam kegiatan ini. Namun tujuannya, untuk menumbuhkan kemandirian kelak. Soal kemandirian ini, bagusnya telah berkembang beberapa diantaranya”.

FIKSI 3

Sementara itu bagi Elmina (25) mahasiswa UPI yang datang bersama beberapa rekannya, kepada destinasiaNews berkali-kali mengucapkan rasa syukur atas kemeriahan pameran ini. Menurutnya karya dari para siswa yang tergabung pada PKLK dari 34 provinsi bisa hadir di Bandung:”Sungguh mengagumkan, apalagi karya-karyanya penuh nuansa kemanusiaan, sarat pesan universal. Ini yang kami suka dari generasi muda yang memiliki keterbatasan, tetapi karyanya hebat”, begitu ujarnya sambil menaikkan jempol tinggi-tinggi. (SA/dtn)

FIKSI 4

Add a comment

Tax Amnesty Pajak Jawa Barat Mencapai 4 Triliun

TA6

DestinasiaNews – Jawa Barat melebihi target, dari Rp1 triliun, kini mencapai Rp. 4 triliun pada penerapan tax amnesty atau amnesty pajak pada periode September 2016.

Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Pajak Jabar 1, Yoyok Satiotomo, saat menerima CEO Kagum Group Henry Husada dan kedua putrinya, Rena Luciani Husada dan Resti Stephanie Husada, saat menyampaikan program amnesty Pajak di kantor Kanwil DJP Jabar 1 Jl. Asia Afrika Bandung, Rabu (28/9/2016).

Periode September 2016 ini target sudah jauh terlampaui, sehingga kesadaran masyarakat dinilainya sudah meningkat, kata Yoyok di hadapan awak media Bandung.

TA1

“Saya ucapkan terima kasih kepada pak Henry sebagai pengusaha, tentunya akan menjadi contoh bagi para pengusaha lainnya untuk menggunakan kesempatan Tax Amnesty tersebut,”ungkap Yoyok.

Selain itu Yoyok juga menambahkan pihaknya berupaya agar kesadaran dari para pengusaha muda juga meningkat, bahkan direncanakan para pengusaha muda akan menjadi duta pajak kedepan.

Sementara itu Henry mengatakan, selama dua hari ini, dirinya sudah menyampaikan tax amnesty, baik untuk badan maupun perusahaan.

“Saya pikir hal ini akan menjadi langkah awal bagi para pengusaha untuk menyampaikan laporan keuangannya dan memanfaatkan kesempatan tax amnesty ini sesegera mungkin,” tegas Henry.

TA5

Henry mengakui jika tax amnesty yang diterapkan di Indonesia ini merupakan langkah maju dan menjadi tax amnesty terbaik di seluruh dunia.

Menurut Henry, dirinya sengaja membawa kedua putrinya yang masih belajar menjadi pengusaha untuk tunduk pada aturan yang berlaku dan taat membayar pajak.

“Saya juga mengajak kawula muda, generasi muda serta para pengusaha muda di Bandung dan Jabar untuk segera menggunakan kesempatan tax amnesty sebagai upaya tunduk taat terhadap aturan yang berlaku, ” kata Rena.

Rena berharap bagi para pelaku bisnis lainnya yang sudah mengantongi keuntungan tidak melupakan membayar pajak, tegasnya. (HRS/dtn)

Add a comment

Panglima TNI Gatot Nurmantyo : Media Massa Bukanlah Instrumen Yang Asing

Medmas1
DestinasiaNews
-   Dalam era globalisasi saat ini, media massa bukanlah suatu instrumen yang asing di tengah masyarakat.  Setiap detik, setiap jam, setiap hari, miliaran umat manusia tidak bisa lepas dari interaksi dengan media massa.  Kekuatan itulah yang menjadikan media massa sebagai saluran yang dimanfaatkan untuk mengendalikan arah dan memberikan dorongan terhadap perubahan sosial, budaya, perilaku, bahkan perubahan ideologi suatu bangsa.


Demikian Keynote Speech Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan Wakapuspen TNI Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid K., S.E., M.M., pada acara Event Eksibisi Indonesia Internasional Book Fair (IIBF) 2016 “Relevansi Penerbit, Buku dan Literasi Masyarakat Sebagai Bagian Penting Strategi Proxy War Media”, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan,  Rabu (28/9/2016).

medmas4


Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di era demokrasi saat ini, Indonesia tidak ada lagi media massa yang berbasis dan berorientasi pemerintah (government oriented), yang mau dan mampu menyebar-luaskan semua informasi yang berasal dari pemerintah ataupun negara.  “Pemerintah tidak memiliki media massa yang dijadikan corong sebagaimana di masa lalu, sehingga praktis tak ada media yang menjembatani informasi dari pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.


Panglima TNI menegaskan bahwa, media massa memiliki kemampuan luar biasa dalam mempengaruhi dan membentuk opini publik, yang bisa saja digunakan sebagai wahana proxy war di Indonesia.  Semua ini harus kita cermati, kita antisipasi agar masyarakat Indonesia tidak terjebak dalam arena ini.  “Komitmen media massa nasional, termasuk para penulis buku menjadi salah satu solusi guna mendidik dan mencerdaskan segenap anak bangsa,” ucapnya.

medmas2


Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengingatkan bahwa, proxy war sudah terjadi dan menjadi ancaman nyata yang menyusup ke sendi-sendi kehidupan berbangsa, bernegara dan berkeluarga.  “Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menguasai media massa di Indonesia, juga penerbitan buku atau penerbitan lainnya, termasuk juga membuat generasi bangsa kita menjadi malas membaca dan menulis karena asyik dengan teknologi gadget,” jelasnya.  


Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu, telah menandatangani Pakta Pertahanan Proxy War Media dengan 11 organisasi dan salah satu media massa, penandatanganan  itu adalah dalam rangka memerangi ancaman proxy war media.  “Kesebelas organisasi yang ikut menandatangani Pakta Pertahanan Proxy War Media, antara lain: Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Persatuan Guru Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia, Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia,” ungkapnya.


“Media massa, penulis dan penerbit buku maupun penerbitan lainnya memiliki peran strategis dalam pertahanan suatu Negara,” pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Usai menyampaikan Keynote Speech, Wakapuspen TNI meresmikan peluncuran Perpustakaan Nasional Digital Puspen TNI yang didampingi, antara lain oleh Ketua APPTI Dr. Ricardi Adnan, MSi, Ketua IKAPI Ir. Hj. Rosidayati Rozalima, M.M., Sekjen PGRI Dr. Unfah Rosyidi, M.Pd,  Ketua PBNU Marsudi Suhut, Ketua Komisi CSR Nasional La Tofi, dan CEO BMW Media Group Arvin Miracelova. (IM/HRS/dtn)

Add a comment

Menwa Yon XI UPI Terjunkan Regu Cepat Tanggap Bencana Garut

 

1 Yon xi Bansos Grt

DestinasiaNews – Sejak Jum’at (23/9/2016) mal;am atau tiga hari setelah kejadian,  15 personil dari ‘Regu Cepat Tanggap BencanaMenwa Batalyon XI UPI tiba di Posko Penanggulangan Bencana Banjir Garut bersama Kostrad Yonif 303. Berbekal bantuan sembako, pakaian yang melekat di tubuh, plus niat menolong sesame, anggota Menwa Yon XI  UPI langsung terjun ke lokasi bencana banjir bandang . Tepatnya, mereka bertugas di kawasan Cimacan, Cikisik, Haur Panggung, dan lokasi lainnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Diketahui, penyebab banjir bandang ini karena luapan sungai Cimanuk setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Barat sejak Selasa (20/9/2016) malam. Dalam pertemuannya dengan Komandan Batalyon 303, Letkol Inf Fransisco S.E. di posko penanggulangan bencana, “Saya sangat mengapresiasi segala macam bentuk bantuan yang diberikan oleh adik-adik Resimen Mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia. Kalian merupakan bibit-bibit unggulan dari kalangan mahasiswa. Zaman sekarang ini lumayan sulit menemukan mahasiswa yang mau bersusah payah terjun langsung ke TKP, tapi setelah melihat adik-adik Menwa Batalyon XI, saya yakin bahwa masih banyak orang yang peduli dan mau membantu.”

Ya, sudah hampir seperti prajurit mahasiswa lah…” guyon Letkol Fransisco.

Komandan Menwa Yon XI UPI, Urai Ramadhani, pun mengapresiasi atas dedikasi rekan-reannya. “Melalui kegiatan ini kita dapat mengambil pelajaran yang luar biasa. Melihat secara langsung kondisi di lokasi. Pun bisa merasakan, beban mental para korban bencana. Tentu, jiwa sosial kita, naluriah akan terbentuk. Harapan kita, semakin banyak yang tergerak untuk menolong sesama”.

Di luar bantuan tenaga, regu ini pun mengirimkan bantuan perlengkapan yang saat ini dibutuhkan para korban. Ada di antaranya,  pakaian layak pakai dari hasil pengumpulan donasi mahasiswa dan Dosen UPI.

“Jangan pernah menganggap kita ini super hero, padahal masih banyak orang yang lebih mengorbankan segalanya daripada kita. Kini, kita hanya membantu sedikit saja. Semoga yang sedikit ini dapat meringankan beban para korban,” pesan Wakil Komandan Menwa Yon XI UPI, Hendriano Meggy. Ia katakan ini  usai kegiatan diakhiri pada hari Minggu (25/9/2016).

Temuan Korban

2 Yon xi MENWA dgn komandan 303

Regu Cepat Tanggap Menwa Yon XI, dalam pratiknya  bersama anggota Kostrad Yonif 303 berhasil menemukan beberapa mayat yang terkubur di bawah puing-puing bangunan. Tercatat selama kegiatan ini terdapat 33 korban jiwa , serta sedikitnya 6.000 lebih harus mengungsi ke beberapa titik di Kabupaten Garut.

Menurut salah satu anggota Regu Cepat Tanggap Bencana ini dari Menwa Yon XI: “Misi kemanusiaan ini, pergerakannya terbilang cepat selama  3 hari 2 malam. Disadari ini belum cukup. Apa boleh buat, masih ada tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa di kampus. Saat ini hanya ini yang bisa kami lakukan”, ujar Hndrik Hapu Hinggiranja ketika hendak meninggalkan lokasi. (‘Azmi/dtn

Add a comment

Kagum Group Salurkan Bantuan Bencana Garut

0 Bansos Grt

DestinasiaNews - Melalui program Kagum Social Responsibility (KSR), Kagum Group menunjukan kepeduliannya, berbagi kasih dengan sesama dengan mengirim langsung bantuan bagi para korban banjir bandang di Kabupaten Garut Jawa Barat.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Kagum Group Regional Bandung Peduli Garut, Selasa, (27/9/2016), di Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan Garut.

Turut hadir dalam kegiatan ini, CEO Kagum Group, Henri Husada, DevelompentProject Director Kagum Hotel,Rena Luciani Husada (28), Creative Director Kagum Fashion, Resti Stephanie Husada (26) serta jajaran manajemen Kagum Group.

“Bantuan yang kami berikan kepada korban banjir di Garut merupakan sumbangan kami dan sahabat-sahabat Kagum,” kata CEO Kagum Group Henri Husada di awal paparannya, “Kita dengan sahabat Kagum memiliki slogan ‘Kami Mengasihi Engkau’, engkau disini adalah saudara-saudara kami di Garut yang terkena musibah banjir,” ujarnya.

Henri berharap dengan adanya kegiatan Kagum Group Peduli Garut, rekan-rekan pengusaha lain akan ikut serta dan termotivasi untuk meringankan beban masyarakat Garut yang terkena musibah banjir.

3

“Kagum Group menyumbangkan bantuan sesuai dengan permohonan para pengungsi banjir,” kata Henri, “Karena saya dan Kagum Group terus memonitor perkembangan di Garut, dan apa-apa saja yang para pengungsi banjir butuhkan dan perlukan,” tegasnya.

“Jangan sampai barang yang diperlukan tidak ada tetapi barang yang tidak diperlukan kita kirimkan,” kata Henri, “Untuk itu Kagum Group mengirimkan bantuan diantaranya, selimut, obat-obatan, popok bayi, alas tidur, dan pakaian,” pungkasnya.

Project Development Director Kagum Hotel, Rena Luciani Husada mengatakan, pihaknya memberi bantuan seperti cangkul, sekop, garpu, semen, pipa paralon, beras, dan bantuan lainnya selain pakaian, “Semoga bantuan yang kami berikan bermanfaat bagi korban banjir,” kata Rena.

Creative Director Kagum Fashion Resti Stephanie Husada mengatakan pihaknya memberi bantuan berupa pakaian balita dan dewasa, obat-obatan, makanan dan minuman, “Semoga bantuan yang kami berikan segera tersalurkan,” ujar Resti.

2

Kagum Group Regional Bandung berangkat dari Bandung menuju Garut, Selasa pagi, (27/9/2016), rombongan terdiri dari dua buah truk box, satu mobil bak terbuka, delapan mobil pribadi, dan dua mobil polisi.

Rombongan Kagum Group setibanya di kantor Bupati Garut diterima oleh Staf Ahli Bupati Garut Suherman yang tergabung dalam Tim Kepanitiaan Penerima Bantuan Banjir Garut.

“Kepada Kagum Group yang telah memberikan bantuan bagi para korban banjir di Garut, kami atas nama pemerintah Garut dan warga masyarakat menghaturkan banyak terima kasih, atas antusias dan simpati Kagum Group,” kata Staf Ahli Bupati Garut Suherman.

“Kami akan sampaikan bantuan Kagum Group ke posko utama, nantinya posko utama yang akan mendistribusikan kepada para korban banjir,” kata Suherman.

“Saat ini kami telah menyalurkan bantuan ke wilayah Pendeuy dan Kecamatan Cibalong,” ujarnya, “Kami juga mengambil bantuan untuk dikirimkan dari Posko Korem, karena Posko Kantor Bupati Garut hanya tempat transit saja,” kata Suherman.

4

Lebih lanjut Suherman mengatakan, melihat kondisi di Garut, korban banjir di Rusunawa membutuhkan bantuan fisik, “Salah satunya tempat tidur, alas tidur, dan kompor,” ujarnya, “Mereka juga mengeluh ingin segera memiliki tempat tinggal yang representatif,” ujarnya.

Mengenai batas waktu penerimaan bantuan untuk korban banjir, Suherman mengatakan, telah diputuskan untuk penanganan darurat diperpanjang untuk satu minggu ke depan terhitung mulai 27 September 2016.

Berikut data bantuan dari Kagum Group dalam kegiatan Kagum Group Regional Bandung Peduli Garut:

Pakaian 103 dus (celana, baju, pakaian dalam, pakaian bayi), selimut 12 buah, Alat Sholat 12 buah (sajadah, sarung), Air mineral 30 dus, Karpet busa 20 buah, Pembalut 4 dus, Popok bayi 5 dus, Susu 2 dus (susu bubuk, susu kental manis), Detergent 6 dus, Makanan ringan 6 dus (cemilan, biskuit), Obat-obatan 1 dus (obat luar, obat dalam), Beras 6 karung, Mie Instan 40 dus, Buku tulis dan ATK 2 dus (kertas, alat tulis, buku), Alat kebersihan 2 dus (pasta gigi, sikat gigi, sabun), Sendal dan sepatu 1 dus, Tikar 2 dus, Linen 6 dus (bed cover, handuk, bantal), Alat kerja 30 buah (sekop, cangkul, garpu). (HRS/dtn).

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, terkait rencana kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ke...

Pengunjung

01692612
Hari ini
Kemarin
845
1496