Empati Bupati Garut  ke Kaum Disabilitas: Bangun Rumah Sakit & Rumah Seni

IMG 20171209 071003
destinasiaNews - Bupati Garut, Rudi Gunawan, ketika menerima kunjungan pengurus Lembaga Pencinta Lingkungan Hidup Indonesia Metamorphosis (LPLHI Metaz), Gerakan Hejo, dan  Relawan Pendampingan Disabilitas,   di Pendopo Kabupaten Garut (1/12/2017), menyataka keberadaan lembaga pendampingan bagi kaum disabilitas, merupakan suatu keniscayaan.  
 
“Mereka harus didampingi oleh kalangan non disabilitas, agar kehidupannya lebih maju. Hal ini telah diamanatkan Undang-undang  RI No. 8 tahun 2016,  tentang Hak-hak disabilitas.”
 
Dalam kesempatan ini, Rudi mengingatkan sekaligus merasa prihatin, betapa sulit penyandang disabilitas  hidup di era globalisasi. “Terutama bila tidak timbul empati mendalam dari kaum non disabilitas.”  
 
Solusi langsung untuk mengatasi permasalahan ini, Rudi Gunawan pada tahun anggaran 2018  berencana membangun rumah sakit, dan rumah seni bagi kaum disabilitas.
 
Sekjen LPLHI Metaz’ Agus Wahyudin, yang telah dua tahun melakukan pendampingan terhadap kaum disabilitas, menjelaskan:” Mereka telah dibina di sektor usaha, pendidikan, seni, kebudayaan, agama, juga berwiraswasta.”
 
Sementara Tubagus Santika aktivis dari Gerakan Hejo DPD Kab. Garut, walaupun organisasinya fokus di bidang lingkungan:”Dalam menjalankan visi dan misinya menggarap juga unsur ekologi, edukasi, dan ekonomi. Semua ini demi peningkatan kesejahteraan warga.”
 
Lebih jauh menurut Agus, guna penguatan lembaganya dalam menggerakan programnya,  telah menggandeng lembaga lain seperti:Karang Taruna, Yayasan Pinus, Yayasan CBB, Radio Komunitas RMC,  Koperasi Sauyunan, dan Gerakan Hejo.
 
Uniknya, menurut Agus dalam penutupan paparannya yang didampingi rekannya Tugabus Santika, LPLHI Metaz punya moto khas yang memotivasi kegiatannya, yaitu:“Kita Mengajak Bukan Mengejek, Kita Mencari Solusi Bukan Mencari Sensasi dan A2KA (aku ada, kamu ada), tandasnya. (Rls/HS)  
 
 
Add a comment

Eka Santosa & Tommy Soeharto di Cendana – Serius Bahas Ekonomi Kerakyatan pun Tatang Zaenudin …

IMG 20171207 203456
destinasiaNews - Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkaya Jawa Barat untuk kesekian kalinya, kali ini menindaklanjuti perbincangan sebelumnya, masih dengan Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Hutomo Manda Putra (HMP) di kediamannya Jl. Cendana, Menteng, Jakarta Pusat (7/12/2017).
 
“Hampir dua jam kami berbincang selepas pukul 12.30 WIB. Banyak hal kami bahas. Utamanya, sejumlah program kepartaian yang bertumpu pada pengembangan ekonomi kerakyatan.”
 
Maksud bahasan ekonomi kerakyatan, tak lain menurut Eka:“Upaya mengembalikan kejayaan ekonomi bangsa melalui target baru swa sembada pangan. Ini contoh kecilnya,” paparnya melalui sambungan telepon seusai pertemuan khusus atas sepengetahuan Ketum Partai Berkarya, Neneng A Tutty.  
IMG 20171207 203439
Agenda lainnya yang dibahas antara Eka dengan HMP yang juga dikenal sebagai Tommy Soeharto, membahas rencana kedatangannya ke Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun,   Cimenyan Kabupaten Bandung. Diketahui di Alam Santosa, Eka sejak tahun era 2000-an, berhasil menghutankan kembali dibantu masyarakat adat se Jawa Barat, dan penduduk di sekitar Pasir Impun.
 
Sebelum tahun 2000-an, Kawasan di sekitar Alam Santosa, dikenal sebagai daerah kritis, sumber banjir dan longsor di Bandung Timur. Yang terjadi sekarang lahan seluas 4,5 hektar setelah ditangani lebih dari satu setengah dekade, menjadi lahan konservasi. Ribuan tanaman langka termasuk anggrek tradisional, serta aneka ikan endemik (lokal) yang hampir punah di Jawa Barat di budi-dayakan. Lainnya di luar dugaan, di Alam Santosa, muncul kembali mata air baru. Mata air ini menjadi sumber air bersih bagi ratusan kepala keluarga di sekitar Alam Santosa.
 
“Mas Tommy sangat tertarik datang ke Alam Santosa, Pasir Impun. Apalagi akan bertemu para pelaku ekonomi kerakyatan,” tambah Eka.
 
Ekonomi Kerakyatan itu
 
“Penjadwalan Mas Tommy ke Pasir Impun, bila tidak akhir Desember, mungkin awal Januari 2018,” jelas Eka sambil menerangkan kemungkinan akan membuat helipad di Alam Santosa – “Tentu, harus pula mengatur undangan bagi perwakilan pelaku ekonomi kerakyatan se Jawa Barat.”    
 
Hal lain yang sempat disinggung dalam petemuan ini:“Mas Tommy ternyata sudah banyak tahu tentang kiprah Gerakan Hejo dan keberadaan Alam Santosa sebagai pusat latihan dan pendidikan lingkungan hidup. Beliau memantaunya melalui media informasi,” terang Eka yang “meracik” khusus program kerja Partai Berkarya di Jawa Barat.
 
Sekedar info “racikan Pasir Impun” itu berupa dialektika, inti sari konsep Tri Sakti dari Proklamator Kemerdekaan RI Soekarno, dengan Trilogi Pembangunan dari Presiden RI ke-2 Soeharto.
 
“Dalam Tri Sakti kerap dikemukakan pentingnya berdikari. Berdaulat di bidang politik, ekonomi, serta berkepribadian dalam bidang budaya. Begitu pun dalam konsep Trilogi Pembangunan. Ditekankan pentingnya stabilitas yang dinamis, pertumbuhan ekonomi, serta pemerataan pembangunan. Inti dua konsep ini, titik tumpunya pada pengembangan ekonomi kerakyatan yang nyata, itu saja dulu. Ekletis saja pendekatannya,” papar Eka yang untuk kesekian kalinya menjelaskan – “Itu tadi yang kami bahas serius dengan Mas Tommy. Beliau bersetuju, dan telah lama menindaklanjutinya. Nanti, di Alam Santosa, Pasir Impun pembuktiannya.”
 
Kala disinggung bukankah Gerakan Hejo selama ini tidak berafiliasi dengan partai mana pun? “Benar, Gerakan Hejo (GH) itu non partisan. Semata untuk perjuangan lingkungan hidup. Salah satu pendirinya sesepuh Jabar Mang Ihin atau Solihin GP, malah,” jelas Eka sambil menerangkan lebih jauh – “Harus diingat, GH itu lahir (2015 – red)  sebelum Partai Berkarya. Malah, di kepengurusan GH, personalnya dari partai yang berbeda. Ini uniknya, independensi GH jadi anutan beraktivitas di bidang lingkungan tanpa sekat-sekat kepartaian.”
 
Kuda Hitam, Paket Tatang Zaenudin
 
Sedikit bocoran dari pertemuan Eka dengan HMP, menurut Eka:”Selepas pertemuan ini akan langsung menemui Kang Tatang Zaenudin di Cijantung. HMP tadi mengundang juga Kang Tatang ke Cendana”.
 IMG 20171207 203422
Sekedar informasi, yang dimaksud undangan HMP ke Kang Tatang itu tak lain Mayjen (purn) Tatang Zaenudin, terakhir ia menjabat sebagai Deputy Operasi Basarnas. Selama ini paket Tatang Zaenudin dan Eka Santosa kerap disebut kuda hitam di Pilgub Jabar 2018. Kang Tatang ini maju ke Jabar 1 dengan “restu” dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo.
 
“Selama 08 (sebutan khusus untuk Prabowo) belum mencabut dukungan saya ke Jabar Satu. Saya tidak akan menghentikan (sosialisasi – red) ini. Beliau belum memerintahkan saya, menyetopnya,” demikian pegangan Kang Tatang yang hingga awal Desember 2017 ini, Prabowo subianto masih belum mengumumkan siapa yang maju di Partai Gerindra untuk Jabar Satu.
 
Nah, demikianlah sekilas kiprah Eka Santosa hari ini (7/12/2017), ia berangkat ke Jakarta menemui HMP di Cendana, sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Jabar. Di luar itu ada agenda lain, ternyata?!
 
“Ini kan serba upaya, semata untuk rakyat Jabar. Dalam era demokrasi, sejauh dalam konteks normatif, mengapa tidak?” ujarnya yang sore itu ditemani rekannya Deni “Ozenk” Tudirahayu, dalam perjalanan menuju “sobatnya” Kang Tatang di bilangan daerah Cijantung, Jakarta Timur. (HS/SA)     
 
Add a comment

Triawan Munaf, Kepala Bekraf – Kepala Daerah yang Tidak Kreatif, Jangan Dipilih

IMG 20171206 062458
destinasiaNews – Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tak biasanya menyatakan, dirinya mensinyalir masih banyak kepala daerah di Indonesia yang belum bisa mengikuti visi dan misi lembaganya.”Lembaga ini dua setengah tahun dibentuk demi membantu Presiden dalam mengembangkan ekonomi kreatif, khususnya untuk 16 subsektor.”
 
Triawan mengungkapkan hal itu tatkala digelar konperensi pers (konpers)  Bekraf Festival 2017 di salah satu café di daerah Dago Kota Bandung (5/12/2017). Ini berkaitan  akan digelar Bekraf Festival 2017  selama 4 hari (7 – 10/12/2017)  di Gudang Persediaan PT KAI Jalan Sukabumi Kota Bandung.
 
Adapun yang dimaksud 16 subsektor yang sekitar 33% dalam dua tahun setengah telah mewarnai produk ekonomi kreatif di Jawa Barat, terdiri atas aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televise dan radio.
 
“Waduh, saya tak berani menyebut siapa saja kepala daerah itu. Makanya, kalau ada pilkada dan semacamnya, jangan dipilih calon pemimpin seperti iitu,” terang Triawan kala ditelisik para pewarta – siapa saja calon pemimpin atau pemimpin yang tidak sejalan dengan visi dan misi Bekraf? (HS)  
 
Add a comment

Partai Berkarya Jabar Hadiri Medal Munggaran Pilgub Jabar 2018  

IMG 20171206 001920
destinasiaNews – Suasana gedung Sabuga (Sasana Budaya Ganesha)  di Jl, Taman Sari 73 Bandung pada Selasa malam, 5 Desember 2017 terasa semarak. Terlihat empat ribu kursi terisi penuh oleh para PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) utusan dari 27 kota/kabupaten se Jawa Barat. “Ini perhelatan yang luar biasa ramainya bagi kami. Ini awal baik memulai pesta demokrasi milik rakyat,” kata Taufik salah satu anggota PPK dari Kabupaten Kuningan. IMG 20171206 002258   
Taufik malam itu hadir dalam acara bertajuk Medal Munggaran Pilgub Jabar 2018. Inti acara ini Peresmian Pelaksanaan Tahapan Pilgub dan Pilwagub Jabar 2018. Tampak hadir di antaranya para Ketua KPU se Indonesia, perwakilan KPU Daerah di Jawa Barat, Gubernur Jabar, Sekda Jabar, termasuk anggota KPPS, serta KPPK se jawa Barat.
 
Yayat Hidayat, Ketua KPU Jabar menyatakan ajang Pilkada Serentak Jabar, harus mampu merubah paradigma dari perang politik yang cenderung menjadi ajang adu kekuatan figur yang saling menjatuhkan,  menjadi ajang politik yang menarik dan bersahabat.
 
Sementara itu Ketua KPU RI, Arif Boediman menyampaikan, kesiapan KPU daerah dalam pelaksanaan ajang politik ini. Menurutnya, harus diikuti dengan anggaran yang sudah disiapkan dari pusat. “Distribusi anggaran itu harus segera mengalir ke penyelenggara daerah. Harus tepat waktu dan tepat sasaran. Agar optimalisasi penggunaannya tidak menyimpang dari target yang telah ditetapkan”.
 
Kata Partai Berkarya Jabar
 
Ika Kartika, Wakil Ketua DPW Partai Berkarya Jabar , yang hadir pada malam dengan berbusana tradisional menyatakan:”Walaupun kami partai baru, menyambut dengan suka cita perhelatan ini. Semoga pesta demokrasi ini berlangsung aman dan sukses.”
 
Sementara itu  rekan separtai Ika yakni Aef Alamsyah, Bendahara DPW, hampir senada mengucapkan suka cita atas terselengaranya perhelatan ini. Ia mengapresiasi inisiatif KPU Jabar mensosialisasikan hajat besar ini.
 
”Terpenting 32,8 juta pemilih mengetahui dengan aktif semua tahapan pesta demokrasi ini”, begitu ujarnya yang diamini rekannya Rakhmat Toto, Wakil Sekertaris DPW, dan Edi Subagja, Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Sumedang. (HS)    
 
Add a comment

Pangdam III Siliwangi, Mayjen Doni Monardo: Serius, Pulihkan Sungai Citarum

IMG 20171204 110641
destinasiaNews – Pemandangan berbeda di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Ini terjadi pada MInggu 3 Desember 2017. Ratusan prajurit TNI dari Kodam lll Siliwangi, sudah berhari-hari berkemah membenahi hulu sungai Citarum yang panjangnya sekitar 269 Km dari Kabupaten Bandung, mengular bermuara di Muara Gembong Kabupaten Karawang . Strateginya, area di sekitar hulu sungai di area situ Cisanti dibenahi dulu luar-dalam. Berlanjut, pembuatan clusteringsetiap 20 Km yang ditangani para perwira TNI yang bekerjasama dengan tokoh setempat. Targetnya, 6 bulan ke depan sungai Citarum airnya lebih bersih !
 
“Ruhnya kita kembalikan secara terpadu dengan satu komando. Ini yang selama ini tidak ada dalam semua program pembenahan sungai Citarum. Pak Gubernur itu komandonya ,” kata Pangdam III Siliwangi, Mayjen Doni Monardo di hadapan ratusan prajuritnya yang dihadiri perwakilan institusi, serta warga yang peduli pada pulihnya sungai Citarum.
 
“Kami malu, sungai Citarum masuk pada sepuluh sungai terkotor dunia,” kata Dedi Supardi (35) warga Kecamatan Kertasari yang sengaja ingin membuktikan – “Apa sih keinginan Pak Panglima sama Pak Bupati Bandung Dadang Nasser, serius nggak? Kalau seperti yang sudah-sudah, biasanya hilang tuh ditelan jaman?!
 
Keseriusan Doni patut diacungi jempol, ini diungkapkan Dadang (37) rekan Dedi Supardi yang mencrong sejak pagi di dekat panggung yang membentangkan layar bertuliskan Sabilulungan Melindungi Citarum. “Hebat, ini Pak Panglima bawa Si Kabayan Nyintreuk segala. Memang banyak pemimpin kita yang harusdisintreuk, mereka selama ini abai terhadap lingkungan. Rakyat mahbagimana pemimpinnya?”
 IMG 20171204 WA0013
Tak lain Si Kabayan Nyintreuk yang dulu diperankan budayawan Tisna Sanjaya terakhir di Kompas TV, hari itu diboyong langsung oleh Doni ke Desa Tarumajaya.”Saya tersanjung, dan ada idea yang sama soal keprihatinan mendalam untuk nasib sungai Citarum. Ini kan, sejauh mana level peradaban kita dalam menyikapi alam sekitar. Saya bersedia bekerjasama menggugah warga merevitalisasi sungai kesayangan kita,” papar Tisna Sanjaya yang hari itu sudah mempersiapkan kanvas besar untuk melakukan performance art di situ Cisanti –“Sayang tak bisa saya lakukan, lain kali saja. Hari ini padat sekali acaranya di lapang Kecamatan Kertasari.”
 
Aspirasi Warga
 
Yang khas pantauan redaksi  puluhan rekan Asep (37) yang dibawa oleh Kepala Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari, Efi Nur Taufik sengaja datang ke “Perhelatan Awal Pembenahan Sungai Citarum” ini. Menurutnya, Asep dan ratusan bahkan ribuan rekannya yang bekerja secara turun-temurun menggarap pertanian sayur-mayur di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum:”Silahkan saja sungai Citarum dibenahi. Asal, sumber penghidupan kami ada penggantinya? Makanya kami datang ke sini sekarang. “
 
Uniknya, usai warga Sarongge Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur bergiliran memaparkan testimoni, berupa upaya mereka yang berhasil meninggalkan pola cocok tanam sayur-mayur di kemiringan lereng sekitar TNGP (Taman Nasional Gunung Pangrango). “Kalau kata orang Sarongge bisa hal yang sama dilakukan di sini ya bagus saja. Kami bersedia dapat bimbingan. Tapi itu tadi harus ada penggantinya buat isi perut anak dan istri kami,” seru Asep yang diamini rekan-rekannya .
 
Tak urung rekan Asep yang mengaku bernama Ujang,  spontan ia berkomentar tatkala ditanya bersediakah mengikuti perubahan mata pencaharian seperti yang dilakukan para petani kelompok Sarongge tadi? “Mau sajah atuh pak. Tapi jangan galak-galak atawa cepat-cepat. Bisa kan, pelan-pelan itu kambing, kelinci dibudidayakan di daerah kami. Tapi harus adil ya?”
 
Tanya, dari Forum DAS Citarum
 IMG 20171204 111701
Secara terpisah, seremoni di Lapang Kertasari (3/12/2017) yang melibatkan berbagai kalangan untuk membenahi sungai Citarum dikonfirmasi kepada Ketua Forum DAS Citarum, Eka Santosa, yang hari itu di Kertasari tidak tampak dalam deretan undangan.
 
”Secara prinsip, kami sangat mendukung revitalisasi terpadu untuk sungai Citarum. Ini sejalan dengan keinginan kami beberapa bulan lalu, malah sudah kami usulkan harus ada Perpres dari Presiden langsung untuk menanganinya. Terakhir katanya telah ditangani oleh  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Itu pun bagus saja,” jawab Eka Santosa yang juga sebagai Ketua Gerakan Hejo.
 
Kala ditanya tentang penanganan limbah industri yang selama bertahun-tahun tak ada kemajuan secara signifikan di lapangan, terutama dari segi penegakan hukum.”Nah, soal ini kami yang sudah menyatakan perang terhadap penjahat lingkungan. Pihak Polda dan Kejaksaan, segeralah bertindak tegas. Jangan seperti yang sudah-sudah, rata-rata penindakannya hilang ditengah jalan,” tutup Eka Santosa yang secara khusus memberi kata salut atas upaya serius Pangdam lll Silwangi kali ini. (HS/SA) 
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

destinasiaNews -Elemen warga yang tergabung pada “Musisi Bandung”, berencana membikin dompet khusus terkait bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada...

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung,...

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit  - Ini Pertimbangannya …

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen...

Semarak Clients Gathering Jakarta Bersama ibis Bandung Trans Studio

Semarak Clients Gathering Jakarta Bersama ibis Bandung Trans Studio

destinasiaNews– Dalam upaya memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para kliennya, ibis Bandung Trans Studio, menggelar acara Clients Gathering...

Pengunjung

02335662
Hari ini
Kemarin
167
3196