Uu Ruzhanul Ulum “Balon Gubernur Jabar 2018” Bersilaturahmi di Masjid Kaum Purwakarta

UU di purwakarta 1

DestinasiaNews- Plt. Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum  kembali untuk kesekian kalinya menyapa warga kabupaten Purwakarta. Yang berbeda kali ini, Uu yang kini sebagai bupati Tasikmalaya itu berkhidmat di Masjid Kaum (18/9/2016). Kehadiran Uu yang kini sedang diperbincangkan dalam konteks sebagai “Balon Gubernur Jabar 2018", tak pelak suasananya kental dengan nuansa silaturahim antar tokoh agama, dan ribuan santri Purwakarta - “Kita butuh pemimpin Jabar berlatar-belakang pesantrenfull”, kata beberapa tokoh agama.

Lainnya yang khas dalam silaturahmi yang digelar di Mesjid Kaum Alun-alun Purwakarta, hadir bakal calon Bupati Purwakarta yang santer akan maju lewat jalur independen Zaenal Arifin, juga Mantan Calon Bupati 2013 Burhan Fuad.  Intinya, ratusan tokoh agama, alim-ulama dari sejumlah pesantren yang ada di Purwakarta, Karawang, Subang, Bekasi dan   Jakarta, berbaur dengan nuansa khas.

Menurut Kang Uu sapaan akrab Uu Ruzhanul Ulum: "Ini memenuhi undangan silaturahmi dari KH. Abdul Wahid, pimpinan pesantren Minathul Huda, bersilaturahmi dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat
,,di,sini”.

UU di purwakarta 2Lanjutannya menurut Kang Uu, disela-sela silaturahmi ini dianggapnya penting bagi kaum muslim: “Agar saya tidak dihinakan hidupnya, saya bersilaturahmi dengan siapa pun, apalagi ini undangan dari para inohong Purwakarta. Berat bagi saya kalau sampai tidak bisa menghadirinya,".

Tercuat pula dalam forum ini harapan Kang Uu, di antaranya untuk mempererat rasa saling mengenal antar para tokoh agama dan tokoh masyarakat: Purwakarta itu unik, warganya luar biasa, rugi kalau saya tidak bersilaturahmi dan mengenal lebih jauh warga Purwakarta," tambahnya.  Usai berkunjung ke Purwakarta, Kang Uu hari itu bersilaturahmi ke para sahabatnya di Kab. Cianjur. (SA/dtn)

Add a comment

Jamaluddin Junaedi, Aktivis Sosial dan Lingkungan dari Cianjur Curhat di Gerakan Hejo

Jamaludin cianjur

DesinasiaNews – Dalam satu hari itu (14/9/2016) di Sekertariat Gerakan Hejo di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung yang biasanya bersuasana damai, karena kehijauan alamnya ada nuansa baru. Sejak pagi  hingga siang hadir sekitar 30-an pembudidaya ikan dan petani asal Kabupatan Bandung meluahan “curhat” – dalam waktu cukup lama merasa dianaktirikan oleh pemerintah setempat:”Beruntung, kami sudah bermental mandiri sejak lama. Kala merasa dianaktirian kami sudah agak kebal. Namun ketika keluhan kami didengar oleh jajaran Gerakan Hejo, obsesi yang terpendam dulu, muncul kembali”, kata Tatang Supriyatna, Ketua Gerpari (Gerakan Pakan Mandiri).

Singkat kisah, luahan Tatang dan rekan-rekannya dari Kabupaten Bandung setelah didengar dan diidentifikasi permasalahannya oleh Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo dan tim, ini berada dalam penanganan. “Sejumlah solusi nyata berada dalam guliran”, ujar Agus Warsito, Sekjen Gerakan Hejo yang diamini rekannya Husen Lauk

Jamaluddin Junaedi 

Masih di hari yang sama di Sekertariat Gerakan Hejo di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung, sore hingga malam harinya kedatangan warga Cianjur Jamaluddin Junaedi dan rekannya. “Bertahun-tahun saya memperjuangkan banyak, utamanya menentang perusakan lingkungan di daerah saya. Para pembuat keputusan, saya gugah dan ingatakan, jangan lakukan ini”, begitu ujarnya sambil menyebut beberapa perbaikan lingkungan – “Di Citampele, Cikalong IPAL dan AMDAL sudah mulai ada perbaikan”.

Lainnya, menurut  Jamaluddin yang ditemani rekannya Evul dan Liu, kerusakan lingkungan massif  masih terjadi di pantai Selatan Cianjur, ini diakibatkan oleh penambangan pasir besi yang dilakukan selama bertahun-tahun. “Penguasa dan pengusaha setali tiga uang menggerogoti warisan alam dan efeknya merusak unsur  sosial-budaya kita. Sangat memperihatinkan …”, jelasnya yang diamini kedua rekannya.

Satu hal yang mengesalan Jamaluddin lainnya, dalam dua tahun terakhir, marak industrialisasi di sepanjang jalan Cianjur – Bandung. “Sejumlah pabrik besar, mengambil-alih tata guna lahan sawah di sana. Bolehlah, silahan dicek dan tanyalah apa dampaknya bagi penduduk setempat. Kami bukan anti pembangunan atau industrialisasi, tetapi an bisa memakai tanah atau lahan yang tak begitu produtif. Yang terjadi, penguasa di daerah kami seperti calo saja cara kerjanya. Harus ada perubahan dan manusiawi, tak merusak lingkungan lagian”.

Respon Eka Santosa atas generalisasi keluhan Jamaluddin dan rekannya:”Untuk tahap pertama, menandakan ada masalah akut di Cianjur. Kita sudah sering mendengar dan melihatnya selama ini. Sekarang ada yang datang ke sini, semakin membuktikan ada yang tak beres di sana. Ini mengingatkan pada keluhan yang sama dari Pak Solihin GP sesepuh kita – ada yang tak beres dalam kepemimpinan di Jabar!”.

Simpulnya, Agus Warsito, Sekjen Gerakan Hejo menanggapi keluhan ini akan melakuan kajian menyeluruh dan serius. “Simpatisan Gerakan Hejo  di daerah Cianjur akan dihubungi secepatnya demi mengkaji permasalahan ini”.

Bagi Jamaluddin sendiri kehadirannya ke sekertariat Gerakan Hejo di Pasir Impun Kabupaten Bandung , semata terpanggil karena kiprah Gerakan Hejo sudah diketahui terbukti nyata untu beberapa daerah. “Penghijauan adalah solusi yang masuk akal, ketimbang yang dilakukan banyak birokrat dan pemegang kekuasaan yang salah kaprah, buktinya di daerah saya ini”, pungkasnya yang akan mengkaji masalah ini lebih mendalam. (HS/SA/dtn).      

           

Add a comment

Gerakan Hejo & Penabulu Alliance Dampingi Kepala Desa di Kab. Garut – Terapkan SIAP Desa, dan Kembangan Potensi Desa

PENABULU 1

DestinasiaNews – Gerakan Hejo sebagai organisasi kemasyaraatan peduli lingkungan yang berdiri sejak 2015, atas inisiasi sesepuh Jabar Solihin GP (91), dan kini dipimpin oleh Eka Santosa, salah satu tujuannya - mengembalikan tata nilai warga Jabar – menghutankan kembali sumber air di tatar Sunda. Di aula BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa) Jl. Otista No 175 Tarogong Garut, pada Sabtu, 17 September 2016 mengadakan diskusi bersama bertemakan – Meningkatan Peran dan Kapasitas Pemerintahan Desa.“Kami sambut baik prakarsa Kang Eka Santosa (Ketua Gerakan Hejo – red) untuk mendampingi desa di bidang lingkungan hidup dan tata kelola keuangan melalui Penabulu Alliance”, sambut Teddi Iskandar, Kepala BPMD Kab. Garut mewakili pemerintah setempat.

 Sementara Aji Sekarmaji, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut yang juga mengikuti pemaparan serta berdialog dengan sejumlah kepala desa, membuka kesemputan kepada Gerakan Hejo untuk ikut memberdayakan bank sampah, misalnya:”Sampah plastik dan semacamnya di berbagai pelosok Garut, sudah menjadi persoalan krusial. Bersyukur bila Gerakan Hejo bersedia membantu mencari solusinya. Bukankah SDM-nya tersedia?”.

SIAP Desa  

PENABULU 2

Inti forum ini pemaparan dari Penabulu Alliance hari itu membedah salah satunya aplikasi SIAP Desa, yakni pengelolaan dan penyusunan pelaporan Pendapatan Asli Desa (PAD), Dana Perimbangan, Alokasi Dana Desa (ADD), juga mencakup sumber penerimaan baru bagi desa, Dana Desa bersumber APBN sesuai UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Aplikasi yang kami tawaran sepenuhnya diserahkan kepada kepentingan kepala desa. Kami adalah relawan, dan tak pernah memaksanan penggunaan aplikasi ini. Yang  jelas hal ini sudah diterapkan secara luas di berbagai provinsi di Indonesia. Karenanya, mari kita kaji bersama dalam forum ini”, jelas Sardi, salah satu pemapar dari jajaran Penabulu Alliance.

Bagi Retno Suratno, Ketua Gerakan Hejo Kabupaten Garut, kegiatan ini merupakan lanjutan dari beberapa aktivitas menghijauan Jabar .”Kehadiran Penabulu Alliance untuk pendampingan para kepala desa, sepintas tak berkaitan dengan penghijauan. Namun demikian, melalui desa yang kuat dalam artian bagus tata kelola keuangannya, otomatis program penghijauan pun akan sinergi di dalamnya”.

PENABULU 3

Beberapa kepala desa yang ikut dalam forum ini rata-rata berkomentar positif:” Ada kelebihan tersendiri dalam penjelasan aplikasi ini. Kang Eka Santosa memberi keterbukaan dan kebebasan untuk menggunakan aplikasi SIAP Desa. Uniknya, prakarsa desa untuk berinovasi dalam pengembangan potensi desa diwadahi Gerakan Hejo”. (HS/SA/dtn)     

Add a comment

Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Tasikmalaya, Pertajam ke Gedung Sate – Didoakan Ribuan Alumni Hamidu

UU tasik 1

DestinasiaNews – Gebrakan nyata Uu Ruzhanul Ulum Bupati Tasikmalaya yang juga Plt. Ketua DPW PPP Jabar untuk melempangkan jalannya menuju kursi gubernur Jawa Barat (2018 – 2023), tampaknya semakin mulus. Ia beserta rombongannya pada Kamis (15/9/2016), ketika hadir di bumi pesantren Ciamis, memperoleh angin segar. Kehadirannya seakan menjadi langkah kanan, tersebab calon gubernur Jabar ini bersamaan dengan dihelatnya reuni Hamidu (Himpunan Alumni Miftahul Huda Dua). Tak pelak Ia menjadi pusat perhatian di haribaan ribuan alumni,,santri dan  kiai. 

UU tasik 2Tatkala tiba di Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 di Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis, yang dipimpinan KH Agus Malik Nawawie, Uu Ruzhanul Ulum yang akrab disapa Kang Uu disambut antusias. Usai yang dinanti tiba, dilanjut bersilaturahmi dengan sesepuh, Uu ambil suara di depan para alumni dan kiai  - mengutarakan maksudnya mencalonkan diri menjadi gubernur Jawa Barat 2018. “Ini dia harapan kita”, terdengar ujaran spontan dari deretan hadirin yang berada di sebuah tenda yang dipasang rapi pada hari itu.

Amanat Kiai

 
Uniknya, temu alumni Hamida 2 ini yang dihadiri ribuan santri dan kiai dari berbagai daerah di Jawa Barat, juga disaksikan mereka yang datang dari luar pulau Jawa seperti Sumatera,         Kalimantan,            NTT,    NTB    dan     Papua.

"Niat berkiprah di gedung sate tidak akan terwujud jika tidak mendapat dukungan dari para kiai, santri, dan alumni Hamidu. Saya akan menjalankan amanat itu jika berhasil ke gedung sate," papar Uu dengan kontrol suara dan penampilan yang tampak penuh percaya diri.

 

UU tasik 5

UU tasik 3

Dalam acara Reuni Hamidu ke-30 tahun itu pun, Uu berkisah tentang peran pesantren yang strategis di jaman kini dan mendatang. Sampirannya, Ia uraikan aneka kisah memukau mulai era penjajahan. Disepakati, pesantren punya andil besar dalam merebut kemerdekaan. Usai diraihnya kemerdekaan itu pun masih kuat perannya,,mendidik akhlak        bangsa.   

 

Yang cukup mendasar dari nukilan pidato Uu di depan ribuan alumni Hamidu, betapa penting konsistensi pemerintah untuk mau peduli terhadap pendidikan pesantren. Utamanya, tidak akan berkedip sekejap pun andai terpilih menjadi gubernur Jabar. Justru, di era modernisasi dan globalisasi, peran pesantren harus diperkuat penguasa: “Tidak terkecuali oleh seorang gubernur, waiiblah hukumnya”. 

 

UU tasik 4

 

Dalam janji berupa mewujudkan amanat itu, Uu berkeyakinan - memperdulikan pendidikan pesantren, tidak kalah pentingnya dibanding meningkatkan pendidikan umum di Jawa Barat. Pada akhir pidatonya, Uu kembali meminta doa kepada ribuan alumni Hamida. Bak gayung bersambut, spontan tanpa komando ribuan alumni Hamidu 2, membacakan doa khusus - surat alfatihah secara berjamaah. “Makin yakinlah kami akan niatan baik dan maslahat Kang uu”, tutur seorang alumni Hamidu usai acara ini dengan gesture penuh keyakinan diri yang tajam. (SA/dtn)

Add a comment

Bambang Irawan “GEMPUR” Soroti Rencana Pembangunan Pasar Lembang & Rendahnya Kinerja SKPD Kab. Bandung Barat

BI

DestinasiaNews – Bertempat di Sekertariat bersama Gempur (Gerakan Moral Peduli Rakyat) Jl. Neglasari Desa Tagogapu Padalarang Kabupaten Bandung, Bambang Irawan, Ketua GEMPA (gerakan Muda Pembaharu bangsa) Bandung Barat, menyatakan kekecewaannya atas kinerja SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Kabupaten Bandung Barat (KBB). “Paling menonjol dan kasat mata kami pertanyakan dedikasi, loyalitas, dan moralitas terhadap bupatinya. Ada apa semua ini?”, demikian Ia memulai dalam wawancara usai menyampaikan surat pemberitahuan aksi ke Kapolresta Cimahi.(13/09/2016)

 

Menurut Bambang yang didampingi rekannya Asep Suhaya, Ketua GRIB KBB, pada 20 September 2016 akan melakukan aksi moral di KBB dengan membawa peserta kurang lebih 100 orang. “Tuntutan kami meninjau kembali rencana pembangunan pasar Lembang, termasuk menindak dan meninjau kembali seluruh jabatan kepala dinas, badan, kantor kabid dan kasi SKPD KBB”.

 

Intinya, Bambang dalam amatannya mulai dari permasalahan banyaknya penerbitan IMB di Kawasan Bandung Utara yang sarat dengan kongkalikong:”Disinyalir kuat tumbuhnya bangunan baru dalam beberapa tahun, mencedrai RTRW Provinsi Jabar 2009 – 2029. Masyarakat hanya menjadi penonton dan korban dari kejahatan lingkungan yang berkolaborasi dengan pemilik modal besar. Marginalisasi terjadi dimana-mana. Ini menyakitan”.

 

Tiga dinas terkait yang paling menonjol dalam hal amburadulnya kinerja SKPD, menurut Bambang di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, dan BPMPPT (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu). “Paling mudah kita ketahui, progres rencana pembangunan pasar Lembang yang terbakar 14 Mei 2015 mana wujudnya sampai sekarang?”.

 

Terpulang pada rencana aksi di atas menurut Bambang dan Asep Suhaya:”Kami ingin memberikan masukan juga, bukan sekedar berteriak di jalanan. Adapun kali ini kami lakukan untuk mengajak pihak terkait agar ebih serius membangun daerah ini”. (SA/dtn) 

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, terkait rencana kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ke...

Pengunjung

01692617
Hari ini
Kemarin
850
1496