Di Bandung, Ada Apa?

bdg1destinasiaNews – Nah Destiners, jikalau ke Bandung, mau apa sih? Ya, ini hanya sekelumit cerita dari para pelancong yang kebetulan sedang berada di Kota Ini.

 

“Memindahkan jam dan tempat tidur! Biasanya ketika long weekend, kami sering ke Bandung. Katakanlah itu seperti berwisata, dimana anak-anak dan istri berkeliaran untuk shopping, sementara saya lebih memilih tinggal di dalam kamar hotel sambil melihat acara tv kabel dan tidur seharian untuk balas dendam. Bisa kalian bayangkan rutinitas pekerjaan yang membosankan di setiap harinya? Jadi, saya datang dari Ibukota Negara ke Ibukota Provinsi, hanya untuk tidur.” – JM (39), Eksekutif di Perusahaan Multinasional, Jakarta.

 

“Dagang atuh, Kang.” – AD (45), Pelaku UMKM, “Prospektif sih, kalau kata saya mah, bukan berarti juga di tempat asal saya nggak laku (dagangannya, -red). Intinya, kalo dagang pas hari libur pasti laris. Siapa saja pasti beli, dengan harga yang pantas. Emang sih, suka ada yang ngeluh juga membandingkan jualan saya di tempat sini dan di tempat sana (tempat non wisata, -red), katanya lebih murah di tempat sana. Ya saya mesti gimana atuh? Banyak pajak (retribusi, -red) yang mesti saya tanggung. Mengertilah...”

 

“Kata orang, ada istilahnya bekerja sambil berlibur. Atau, berlibur sambil bekerja? Saran saya, yang pasti lupakan konsep itu. Ujung-ujungnya anda akan tetap bekerja. Disatu sisi anda dituntut untuk fokus mengurusi masalah pekerjaan di perusahaan anda bekerja, tapi di sisi lain anda senang dengan anugerah iming-iming uang perjalanan yang akan dipakai untuk membeli oleh-oleh disini. Iya nggak?” – DK (37), Middle Management Perusahaan Swasta, Cirebon.

 

“Saya ini ibu rumah tangga. Nggak boleh, sedikit bersenang-senang dengan anak-anak memakai kartu debit suami saya?” – AR (32), Sukabumi.

 

“Kenapa harus Bandung? Kami, pertama kali bertemu dan menikah disini, di Mesjid Tertua Kota Bandung. Setelah menikah dan menetap di Bandung, setiap Ashar kami selalu disini, entah apa itu yang sedang kami alami. Sekarang saya di Cimahi, memang masih Bandung Raya. Tapi karena kebiasaan dari dulu, juga permintaan dari almarhum suami 3 tahun yang lalu, Insya Allah dijalani.” – MK (27), Guru Honorer, Cimahi.

 

“Saya, food lovers. Salut deh, banyak kreasi makanan di Bandung. Membuat mata makin manja. But, are they love you? (food, -red)” – PT, (22), Mahasiswi PTS, Bandung.

(SF/dtn/foto google.co.id)

Add a comment

Satbrimob Polda Jabar, Ikuti Sosialisasi Program Sejuta Rumah Bersubsidi dari Perwiranusa

Brimob1

destinasiaNews – Para pengembang yang tergabung dalam Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara (Perwiranusa) DPW Jawa Barat, dalam upaya memenuhi kebutuhan hunian di Indonesia khususnya Jawa Barat, pihaknya menggelar sosialisasi kepemilikan rumah murah bersubsidi atau dikenal dengan “Program Sejuta Rumah” bagi anggota Polri dan PNS jajaran Satbrimob Polda Jabar, berlangsung di Aula Satbrimob Polda Jabar, Jalan Kol. Ahmad Syam, Cikeruh Jatinangor Kabupaten Sumedang,  Kamis, 16/8/2018.

Menurut pantauan destinasiaNesw.com, acara tersebut dihadiri jajaran Satbrimob Polda Jabar antara lain : Kombes Arif Budiman, S.I.K.,M.H., yang diwakili Wakasat AKBP Budi Satrijo, S.I.K, Mhum., Kasubag Renmin Kompol Wawan Gunawan, ratusan anggota dan PNS, jajaran Bank BRI serta para pengurus Perwiranusa DPW Jabar.

Ketua Umum Perwiranusa DPW Jabar, Ir. Yan Permana MM mengatakan, tujuan diadakannya sosialisasi ini, selain menjalankan program pemerintah yaitu “Program Se juta Rumah”, juga mengakomodir anggota Polri dan PNS jajaran Satbrimob Polda Jabar untuk memiliki rumah yang layak.

Brimob2

“Karena selama ini ada yang belum dapat perumahan, jadi dari asosiasi pengembang mendukung supaya mereka terakomodir dengan baik,” kata Yan sapaan akrab Yan Permana.

Perwiranusa DPW Jabar di tahun 2018, menargetkan pembangunan rumah sebanyak 50 ribu unit dan baru terbangun sekitar 10 ribu unit lebih, sehingga Yan pun mengharapkan target tersebut bisa tercapai. Pihaknya optimis bisa memenuhi target tersebut walaupun nilai dolar saat ini cukup tinggi dan berharap asosiasi, pengembangpun dapat terakomodir dengan baik.

Program sosialisasi kepemilikan rumah murah bersubsidi atau dikenal dengan “Program Sejuta Rumah” ini akan dilanjutkan ke kompi Satbrimob terdekat yang ada di Garut dan daerah lainnya.

“ Kami menyambut baik sosialisasi ini, dengan harapan para anggota Polri dan PNS di jajaran Satbrimob Polda Jabar, dapat segera memiliki rumah yang layak dan dapat membahagiakan keluarganya”, ujar Wakasat Brimob Polda Jabar AKBP Budi Satrijo, S.I.K. Mhum.

Brimob3

Seperti halnya dikatakan Kasubag Renmin Satbrimob Polda Jabar Kompol Wawan Gunawan, kerjasama antara Polri dan Perwiranusa DPW Jabar dan para pengembang, menggelar sosialisasi kepemilikan rumah murah bersubsidi, ternyata disambut antusias anggota Satbrimob maupun PNS.

Menurut Wawan, anggota Satbrimob dan PNS yang sudah daftar dan memenuhi persyaratan sebanyak 882 orang. “Sangat antusias, karena kami mengundang beberapa pengembang dan pihak pemberi fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank BRI Cabang Jatinangor Kabupaten Sumedang”, terangnya.

Lebih jauh Wawan mengatakan, dari 250 peserta yang hadir pada acara sosialisasi ini, 60 persen diantaranya mendaftarkan diri untuk bisa memiliki rumah murah bersubsidi dan tidak dipungut biaya apapun yang dibebankan, kecuali dalam bentuk cicilan. “Seluruhnya mulai dari akad kredit, tidak ada pemungutan biaya apapun”, tegasnya

Ditempat terpisah, masih disekitar Satbrimob, salah seorang pengembang yang juga pengurus Perwiranusa DPW Jabar asal Sumedang, Riki Fazri Sujana, SE, MM., memaparkan bahwa lokasi Sumedang menjadi titik lokasi pembangunan perumahan bagi anggota Satbrimob Polda Jabar.

Brimob5

Menurutnya, pembangunan perumahan ini telah sesuai dengan instruksi Kapolri, terkait dengan kesejahteraan anggota Satbrimob di seluruh Indonesia, khususnya Polri di wilayah Kabupaten Sumedang untuk memiliki rumah.

“Dari Perwiranusa DPW Jabar mengakomodir terkait instruksi tersebut karena memang rekapnya sudah keluar”, ungkapnya.

Dalam menentukan titik lokasi pembangunan perumahan, ada beberapa kriteria yang dijadikan pertimbangan pemilihan lokasi, salah satunya adalah “range” antaratempat kerjadengan lokasi rumah sekitar 10 kilo meter, kata Riki.  “Ya kebetulan dekat dengan Mako Satbrimob Mapolda Jabar”, ujar Riki menambahkan.

Ada tiga lokasi yang sudah ditentukan menjadi pilihan lokasi perumahan ini, antara lain Graha Mas Tanjungsari, Banyuresmi Leles Garut dan Cimanggung Sumedang, kata Riki

Sampai saat ini yang sudah mendaftar ada di tiga lokasi dan tergantung keperluan anggota seperti faktor kedekatan dengan keluarga, home base nya dan lain-lain, papar Riki

Brimob4

Menurut Riki, dari tiga lokasi yang dipilih terdapat 100 unit rumah di Banyuresmi Garut dengan tipe 36/60 (subsidi) dengan harga dipatok Rp. 130 juta dan tipe 42/66 (komersil) dengan harga Rp. 195Juta. Sedangkan di Tanjungsari dibangun sesuai permintaan yaitu 30 unit yang baru dibangun dengan tipe flet.

Dari tiga lokasi (Banyuresmi Garut, Tanjungsari dan Cimanggung Sumedang) untuk rencana pembangunan perumahan tersebut, luas tanah yang digunakan sebesar 40 hektar, pungkas Riki. (HRS/dtn).

Add a comment

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

FPOR 1Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung, Senin (06/08/2018). Konferensi pers dipimpin Eka Santosa dan dihadiri mantan para pengurus KONI Jabar dan para Ketua Cabor, di antaranya Achmad Riza Alhabsyi, Syarief Bastaman, Ali Racman, Nandang S, dan Deni (Wakil Sekum Silat).

 

 

Hal ini terkait dengan adanya ‘selentingan’ dan keresahan para pengurus cabang olahraga (cabor) atas wacana KONI Jabar berencana menyelenggarakan Musorprov sebelum pelantikan Gubernur Jabar terpilih pada 17 September 2018.

 

FPOR selama ini menilai kepengurusan KONI Jabar 2014-2018 cacat hukum, salah satunya status Ketua KONI Jabar yang berlatarbelakang militer aktif dengan pangkat Brigjen dan diduga akan menyalonkan kembali menjadi Ketua KONI Jabar.

 

“Dari informasi yang saya dapat, 12 September 2018 akan dilaksanakan Musorprov, ini dugaan rekayasa percepatan, resminya berakhir Oktober 2018. Lakukan saja sesudah Asian Games dan Porda Jabar XIII Bogor (Oktober 2018), atau di bawah kepengurusan transisi, atau diperpanjang sesuai ketentuan. Yang lebih esensial, sejak awal kepengurusan 2014 – 2018 cacat sejak lahir. Ketuanya kan TNI aktif, ini menyalahi undang-undang. Akan saya ingatkan ke Pj. Gubernur Jabar dan Gubernur Jabar Terpilih,” papar Eka Santosa selaku Koordinator FPOR.

 

Eka menambahkan, “KONI Jabar harusnya sadar bahwa apa yang selama ini dijalankan tidak sesuai undang-undang, jadi jangan memaksakan. Kembalikanlah KONI pada marwahnya sesuai undang-undang dan peraturan organisasi”.

 

FPOR 2Munculnya calon pengurus aktif berlatarbelakang militer menimbulkan berbagai macam spekulasi dan perdebatan. Eka menyebutkan hal tersebut bertentangan dengan UU RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, PP Nomor 16 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan keolahragaan, ST Panglima TNI No. ST/98/2013 tentang keterlibatan personel TNI dalam organisasi Keolahragaan Nasional dam Daerah, serta ST Kasad NO. ST/317/2013.

 

“Masih banyak putra-putri terbaik warga Jabar yang bersih dan berintegritas. Ini harus dibenahi dulu. Bukan tidak ada perjuangan saya dan kawan-kawan. Berkali-kali, mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, namun tidak digubris. Tetapi sudahlah, bila sekarang ada niatan yang tidak prosedural, kita ingatkan Kang Iwan Bule dan Gubernur Jabar Terpilih. Jangan sampai warga Jabar dan insan olahraga terperosok untuk kedua kalinya,” sambung Eka yang saat ini tergabung dalam Tim Optimasi Sinkronisasi (TOS) Gubernur Jabar Terpilih.

 

Syarif Bastaman dari salah satu perwakilan pengurus cabor menambahkan, “Yang tidak kami setujui hampir seluruh pengurus cabor (cabang olah raga), dalam kaitan niatan Musorprov KONI Jabar (12 September 2018) digerilya untuk dimintai persetujuannya. Ini tidak benar”.

 

FPOR yang diwakili Eka berharap Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Barat turut mengawasi pemilihan Ketua KONI mendatang. Dan KONI Jabar diminta untuk menjalankan Musyawarah Besar KONI dan memilih pengurus sesuai ketentuan yang ada, yakni sesuai undang-undang olahraga dan AD/ART KONI.

 

Eka juga menegaskan, apabila masih tetap terjadi pelanggaran, maka pihaknya tidak segan akan menggugat KONI Jabar, apalagi 21 dari 27 KONI daerah pun sudah menyatakan hal senada dengan dirinya. Namun demikian, Eka mewakili FPOR mengimbau kepada para pengurus cabang olahraga agar tidak terbawa pusing dengan masalah ini dan tetap fokus untuk mengukir prestasi di ajang Asian Games pada Agustus dan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar pada Oktober mendatang.

 

“Cabor harus tetap fokus dulu untuk kesuksesan Asian Games dan Porda Jabar. Kita tidak ingin mengganggu dan sangat mendukung untuk para atlet mengukir prestasi di dua ajang tersebut. Kalaupun pengurus KONI yang sekarang akan diperpanjang silakan hingga Oktober nanti, tapi setelah itu kita akan kembalikan kepada konstitusi,” tegas Eka.

 

Menyangkut tentang peta dukungan demi mengakhiri polemik ini, Achmad Riza Alhabssyi dan Syarif Bastaman menjelaskan, apa yang dikemukakan Eka Santosa telah didukung dan memadai, sedikitnya ada 38 cabor dari 55, serta 21 dari 27 KONIDA, juga lima badan fungsional dari tujuh yang ada.*** (IG)

Add a comment

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

GAAR New1

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen (PK) GAAR (4/8/2018) di Cafe Dakken Jalan Martadinata (Riau) Kota Bandung, masih ‘keukeuh’ menolak putusan pailit.

 

“Pembacaan putusan yang akan  digelar Senin (6/8/2018), masih menimbulkan kekhawatiran kami. Padahal, kenyataannya sebagian besar kreditor (termasuk, Bank Bukopin) menyatakan dukungan untuk perdamaian. Namun, palu hakim tentu tak bisa ditebak?!”, ujar Yan Permana dihadapan awak media saat membuka acara pertemuan PK-GAAR.

 

Kekhawatiran Yan ini terjadi sekaitan gugatan pailit atas GAAR yang kini tengah bergulir di PN Niaga Jakarta Pusat. Hadir dalam pertemuan ini di antaranya Nugroho Tjondrojono, Dirut PTKagum Lokasi Emas (KLE) selaku Developer GAAR; Agung Subagiono, Pengacara PK-GAAR; dan anggota PK-GAAR seperti Susi K, Yanti, Herlina, Johana, dan Hadian GS.

 

Menurut Yan, yang juga sebagai Ketua Umum Perwiranusa DPW Jawa Barat, dirinya telah memohon kepada Presiden Joko Widodo, DPR RI, Gubernur Jabar, Walikota Bandung, serta pihak terkait lainnya.

 

“Mohon ikutlah terlibat dalam upaya menghentikan proses pailt yang kini tengah dihadapi developer GAAR (KLE). Tolaklah pailit itu, berharap mata batin serta hati nurani Pak hakim atas tuntutan pembeli GAAR yang sudah mencapai 1756 unit dari 2.200 unit yang ditawarkan, dikabulkan.”

 

Akar Permasalahan …

 

GAAR Meeting Konsumen B

Agung Subagiono dalam kesempatan ini kembali mengurai duduk perkara ini. Semula, dua orang pemilik GAAR yaitu Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati, merasa kecewa. Keduanya, complain ke pihak developer KLE, karena unit milik mereka belum diserahterimakan sebagaimana yang yang dijanjikan.  “Nah itu sebenarnya akar permasalahannya”, kata Agung.

 

Seturut Agung, selanjutnya Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati dihubungi Zaenudin, SH (11/2017). “Nama yang terakhir ini mengaku sebagai pengacara bagi keduanya.  Katanya bersedia membantu Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati dapat segera menempati unit yang sudah dibelinya,” papar Agung sembari menambahkan - “Layaknya klien dan pengacara, merekapun sepakat membuat surat kuasa hukum”.

Hal seperti ini, menurut Agung tidak logis, “Biasanya yang mencari lawyer itu klien, tetapi ini sebaliknya, koq lawyer yang mencari klien.  Makanya, saya menduga sejak awal, ini ada unsur rekayasa hukum”, tegas Agung.

Lebih jauh Agung mengungkapkan, setelah Zaenudin, SH ditunjuk sebagai kuasa hukum, lalu melakukan serangkaian tindakan hukum berupa somasi ke KLE.

 

“Jawaban pihak KLE, menawarkan kepada Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati untuk pindah unit yang telah siap huni, namun surat jawaban atau tanggapan dari KLE tidak disampaikan ke kliennya,” terang Agung.

 

Masih seturut Agung, justru Zaenudin, SH, melayangkan kembali surat somasi ke dua ke KLE, kemudian dijawab KLE dengan nomor surat : 056/II/18/JCI-MMF/TS, tanggal 14 Februari 2018. Isinya antara lain, menawarkan kepada Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati untuk pindah unit yang telah siap huni, dan atau pembatalan unit disertai refund.


Babak berikutnya, kata Agung ada yang aneh - surat tanggapan kedua atau jawaban kedua KLE tersebut tidak pernah disampaikan kepada kliennya dan sejak ditandatanganinya surat kuasa hukum antara pengacara Zaenudin, SH dan kliennya. “Mereka tidak pernah berkomunikasi,” jelas Agung.

 

Perlu diketahui, para pemilik GAAR Bandung, baru mengetahui perkara ini setelah masuk di Pengadilan Niaga pada bulan Mei 2018.  Agung dan rekan sontak harus mencari tahu dan mengumpulkan para penghuni GAAR, termasuk para pihak yang terkait perkara ini. Ini dilakukan agar diperoleh informasi yang jelas.

 

“Kami juga mencoba menghubungi Zaenudin, SH, namun hingga saat ini nomor telepon yang bersangkutan tidak bisa dihubungi dan keberadaannnya tidak diketahui,” papar Agung


Nyatakan Damai

 

Masih di kesempatan ini, hal senada disampaikan, Nugroho Tjondrojono, selaku Developer GAAR:  “Sebetulnya Donny Prattiwa dan Ariyanti Primawati menyatakan telah berdamai dengan PT KLE yaitu pembatalan unit serta menerima haknya kembali (refund), juga telah membuat dan melayangkan surat ke Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Tanggal 11 Mei 2018, terkait pencabutan perkara nomor : 36/PDT.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga.Jkt.Jkt.Pst. yang disertai bukti-bukti pendukung.”

 

Nugroho dalam penjelasan lanjutannya, menyatakan perkara gugatan pailit itu telah diputus dalam PKPUS dan pada tanggal 1 Agustus 2018. Pun telah dilakukan voting yang menghasilkan : a. Kreditur separatis Bank Bukopin menyetujui proposal perdamaian yang diajukan oleh debitur PT KLE; b. Kreditur separatis Bank ICBC menolak perdamaian yang diajukan oleh debitur PT KLE ; c. Kreditur konkuren sebanyak 99% menyetujui proposal perdamaian yang diajukan oleh debitur PT KLE.

 

Mohon Tegakkan Keadilan

 

Kembali ke Agung, atas dasar agenda voting tersebut, maka pada tanggal 6 Agustus 2018, akan diputuskan oleh majelis hakim bahwa PT KLE akan dilakukan Homologasi atau bahkan dinyatakan pailit. Ditengah kegalauan atas nasib 1756 konsumen termasuk dirinya:  “Jika putusan pailit yang dijatuhkan hakim. Otomatis tanah dan bangunan GAAR akan jatuh ke tangan curator yang kemudian akan masuk dalam proses lelang.”

 

Tersisa, sejumlah tanya dari pihak konsumen yang tergabung pada Paguyuban Konsumen GAAR: “Nasib hak kepemilikan 1.756 konsumen yang telah membeli unit di GAAR, bagaimana?

 

Rupanya, pertanyaan ini dijawab sendiri oleh Agung: “Entahlah ?!” sambil menambahkan – “Yang pasti bercermin pada berbagai kasus yang pernah muncul.  Jika putusan sampai pada kata ‘pailit’, yang paling banyak menelan pil pahit adalah para pembeli unit. Dan itu bukan lagi rahasia umum.”

 

Pada akhir penuturannya, para pemilik unit di GAAR masih ‘keukeuh’ memohon dukungan menolak pailit, ke para pihak terkait untuk turut memikirkan nasibnya - tidak menentu, tanpa kepastian hukum.

 

“Esensi hukum adalah keadilan. Tugas penegak hukum adalah menegakkan keadilan. Oleh karena itu, Berikanlah keadilan yang sesungguhnya,” harapnya mewakili rekan senasib di PK – GAAR. (HS/HRS/dtn)

 

Baca Juga : http://destinasianews.com/index.php/framing-destinasia/1660-para-pemilik-grand-asia-afrika-residence-tolak-pailit

 

Add a comment

Gabungan Mahasiswa Gelar KKN Tematik ‘Get Citarum Harum’ dan Gebyar Edukasi 3R

KKN Citarum 2Destinasianews – Sebanyak 2.800-an mahasiswa melakukan upacara mengawali Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik “Get Citarum Harum” dan Gebyar Edukasi 3R (Reduce, Reuse, and Recycle). Berlangsung di Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung (31/7/2018). Suasananya pun terasa begitu gebyar. Mereka akan melaksanakan program pengabdian untuk masyarakat ini selama 40 hari ke depan.

 

Seluruh mahasiswa ini berasal dari UPI, Unpad, ITB. Telkom University, serta dari luar Jawa Barat seperti DKI Jakarta, UGM (Jateng), dan Unair (Jatim). Pembukaan tersebut dihadiri para pejabat terkait dari tingkat nasional, hingga regional. Misinya bertekad membersihkan Sungai Citarum yang dikenal selama ini sebagai salah satu sungai terkotor di dunia.

 

Menurut Kol. Czi Aby Ismawan, Komandan Sektor 8 Satgas Citarum Harum, peserta KKN ini akan ditempatkan di bagian hulu, tengah, serta hilir Sungai Citarum.

 

Sementara itu, Kol. Inf. Sulistiono, Komandan Sektor 10 Satgas Citarum Harum yang hadir berbaur dengan para mahasiswa di acara ini menuturkan, “Kami sangat terbantu oleh kehadiran mahasiswa KKN Tematik ini. Perubahan secara mental masyarakat tentang sampah, limbah pabrik serta lingkungan, itu yang kita butuhkan. Ini perlu untuk warga itu sendiri, sekarang atau masa depan”.

 

KKN Citarum 4Rektor UPI Prof. DR. H RD Asep Kadarohman selaku “duet” tuan rumah bersama Komandan Sektor 8 Satgas Citarum Harum, mengingatkan mahasiswa peserta KKN membantu seoptimal mungkin pulihnya Sungai Citarum sebagai sumber daya kehidupan. Dan berharap para mahasiswa bersama warga setempat, hendaknya saling berbagi belajar kehidupan. Ini demi perubahan tata lingkungan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan mendatang.

 

Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi: Prof. H. Mohamad Nasir Ph.D.,Ak, dalam kesempatan terpisah menyatakan targetnya dalam 1 atau 2 tahun dari target 7 tahun sesuai Perpres No. 15 Tahun 2018.

 

”Kita akan lihat adanya perubahan yang signifikan. Idealnya, dalam 7 tahun ke depan, menjadi sungai terbersih di Indonesia. Betapa perlunya koordinasi antar perguruan tinggi dan dan kementerian terkait,” ujarnya.

 

M Nasir juga menambahkan, ”Banyak riset unggulan dari perguruan tinggi tentang penjernihan air, pengolahan limbah, misalnya. Ini perlu dana yang cukup untuk diterapkan di lapangan, sebaiknya sinkronkanlah ini. Melalui KKN tematik ini kita gelar, kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat”.

 

Pangdam lll/Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan dalam sesi menanam pohon menyebutkan, “Semoga tujuh tahun ke depan, pohon flamboyan ini tumbuh subur. Nantinya, kawasan Citarum bisa menjadi obyek wisata yang mendunia, seperti mekarnya bunga Sakura di Jepang. Semoga tumbuh subur”.

 

KKN citarum 1Petinggi lainnya Deputi IV Menko Maritim, Safri Burhanudin yang merasa kecewa, karena tidak berfungsi secara optimal IPAL Komunal yang dikelola PT MCAB di Cisirung, Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, kepada redaksi menyatakan apresiasi atas kegiatan KKN Tematik ini.

 

Menurutnya waktu tiga bulan sejak Mei 2018 yang dikumpulkan oleh para Dan Sektor tentang pabrik pencemar lingkungan, dan Agustus 2018 adalah periode penting untuk penegakan hukum di lapangan.

 

“Khusus kasus PT. MCAB yang baru-baru ini saya kunjungi, ini kan lahannya milik Pusair (Puslitbang Sumber Daya Air, Kemen PU), sekarang sedang dilakukan pengurusan serah terima dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Semoga saja persoalan ini segera seselai,” tutup Safri.

 

Acara pun ditutup setelah dilakukan dialog jarak jauh dengan para mahasiswa KKN di beberapa sektor Satgas Citarum Harum, dilakukan gelaran seni dan budaya, demo olah raga dayung, dilanjut simbolisasi penanaman pohon keras di bantaran Sungai Citarum.*** (IG/HS)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Meriahnya Perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Bandung, Potong Rambut & Tata Rias Gratis dari Para Profesional

Meriahnya Perayaan Hari Ibu di Lapas Perempuan Bandung, Potong Rambut & Tata Rias Gratis dari Para Profesional

DestinasiaNews – Perayaan Hari Ibu yang jatuh setiap 10 Desember. Khusus pada tahun 2018, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II...

Bertemu Koruptor di Pusaran ‘Kanker Stadium 4” – (Parodi, Huahaha ...)

Bertemu Koruptor di Pusaran ‘Kanker Stadium 4” – (Parodi, Huahaha ...)

OPINI Oleh : Harri Safiari destinasiaNews – Absurditas pribadi, sejahat-jahatnya seorang koruptor layaklah ditemui apalagi selama ia masih dipenjara. Ini pegangan...

Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

OPINI Oleh: Harri Safiari destinasiaNews – Lolos menjadi calon legislatif atawa caleg, alias ‘nyaleg’ untuk Pemilu 2019, bolehlah disebut sebagai...

Rayakan Malam Pergantian Tahun Ala The Greatest Showman di The Papandayan

Rayakan Malam Pergantian Tahun Ala The Greatest Showman di The Papandayan

 destinasiaNews - Menyambut pergantian tahun baru 2019, The Papandayan menghadirkan pesta malam pergantian tahun bertajuk The Greatest Showman inspired Circus...

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

Eka Santosa, Tempatkan JIM 2018 Pangandaran, Paduan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Destinasi Wisata

Varian multi facet sosok tokoh Jabar Eka Santosa (59), mantan Ketua KONI Jabar (2002 – 2006) yang juga Ketua Forum...

Pengunjung

02867541
Hari ini
Kemarin
1606
2820