'Duo Putri Cendana Terkait Donny Kesuma, Titip 'Anak Gajah' ke Warga Garut

berkaryagrut3destinasiaNews -- Sedikit kilas balik, usai Tommy Soeharto duduk sebagai Ketua Umum Partai Berkarya sejak Maret 2018 di Solo, Jawa Tengah, satu demi satu putra-putri Cendana merintis bermain politik praktis, utamanya menjelang Pemilu 17 April 2019.

 

Salah satu di antaranya mari kita ikuti agenda kunjungan 'Duo Putri Cendana' ke wilayah Priangan Timur Jawa Barat. Tepatnya kunjungan mengarah ke Kabupaten Tasikmalaya (1/2/2019), dan hari kedua ke Kabupaten Garut (2/2/2019).

 

'Duo Putri Cendana' itu tak lain, Mbak Tutut Soeharto yang dikenal sebagai Hj. Siti Hardijanti Rukmana, dan adiknya Mbak Mamiek yakni Siti Hutami Adiningsih. Bisa ditebak, missi kunjungan ini sebagai salah satu upaya mendongkrak elektabilitas Partai Berkarya, bertarung di Pemilu 2019.

 

Menurut para pengamat politik, imbas kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam bagi ribuan warga yang disapanya. Diketahui Jawa Barat adalah salah satu kantong terkuat pendukung keluarga Soeharto di tingkat nasional.

 

"Tak jauh beda keduanya, kayak ayahnya Pak Harto, Presiden RI ke-2. Dulu kan, kerap turun ke bawah seperti dua putrinya ini" kata Ny. Mimin (54) warga asal Banyuresmi di Kabupaten Garut.

 

Ny. Mimin yang masuk kategori generasi senior, Jumat malam itu (1/2/2019) berada di rumah tokoh Kota Garut, Dikdik Darmika. Ditemui dirinya, ikut menyaksikan aneka gelaran seni tradisional di kediaman Dikdik.

 

Ramaikan 'Redo'

berkaryagarut1Pada kunjungan hari ke-2, Sabtu pagi (2/2/2019) 'Duo Putri Cendana' ini kembali tampil penuh gairah.Di sini mereka berdua melakukan dialog interaktif, menyapa ribuan warga Kota Garut di SOR (sarana olah raga) Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul.

 

Mereka ini hadir ke gelaran 'Redo' (Rencangan Donny) yang acara utamanya melakukan Jalan Sehat. Inisiatornya, selebriti nasional asal Garut Donny Kesuma. Di sini, kembali sejumlah tetabuhaan musik tradisional Sunda bergema menyambutnya.

 

'Duo Putri Cendana' sempat menarik perhatian warga Garut. Ini terjadi tatkala Mbak Tutut sepanggung bersama Caleg Partai Berkarya di Dapil XI untuk DPR RI yakni Donny Kesuma. Tepatnya, sebelum ia membagikan sejumlah hadiah sepeda motor, kulkas, dan barang berharga lainnya:

 

"Saya dan keluarga, alhamdulillah selama ini jagjag waringkas (sehat wal afiat). Ini berkat doa bapak dan ibu," katanya yang dilafalkan dengan dialek khas campuran bahasa Jawa. Diketahui, ujaran jagjag waringkas bagi warga beretnis Sunda pun, kini relatif jarang diungkapkan karena tergerus dominasi Bahasa Indonesia.

 

"Abdi oge alhamdulillah jagjag pisan Mbak Tutut," spontan beberapa peserta 'Redo' menyambutnya dengan penuh nada bungah.

 

Hal lain yang menghangatkan suasana di SOR Ciateul, Mbak Tutut dengan pesonanya mencairkan suasana. Ia mengapresiasi warga Garut yang masih mengingat dengan baik, indahnya era kepemimpinan Presiden Soeharto dan istrinya Ibu Tien Soeharto.

 

"Terima kasih masih banyak warga Garut yang mengingat Pak Harto," ujar Mbak Tutut yang disambut riuh rendah kala itu.

 

Titip Pesan

berkaryagarut4Tak menyia-nyiakan kesempatan, Mbak Tutut menitip pesan - bila ingin meningkatkan taraf hidup: "Seperti, jaman dulu itu, dengan pertumbuhan ekonomi, pertanian, nelayan, dan keamanan terjamin. Maukah kita alami lagi jaman itu lebih baik lagi?" ujarnya yang tersirat berupaya menempatkan Donny Kesuma agar duduk di parlemen Senayan.

 

Spontan, ajakan Mbak Tutut ini disambut tanda setuju dari ribuan peserta yang tiba di garis finish SOR Ciateul sekitar pukul 10.00 WIB, setelah menemph jalan sehat sepanjang 5 Km.

 

Ternyata pembaca budiman, masih ada satu lagi titip pesan Mbak Tutut yang disambut gempita peserta 'Redo'. Ini tak kalah hebohnya, tatkala Mbak Tutut menyebut tokoh Caleg Donny Kesuma dengan sapaan khas:

 

"Tolong ya, ini anak gajah supaya di ...(tanpa menyebut harus diapakan, dan tanpa menyebut lembaga partai apa pun)," ujarnya yang tentu memunculkan reaksi bernuansa lucu dan riuh.

 

Fenomena ini memunculkan hal yang humanis, pasalnya yang disebut 'anak gajah' itu tak lain Donny Kesuma yang berpostur langka - tinggi besar!

 

"Biar anak gajahnya kami pelihara, dikasih rumput gajah setiap hari !" seloroh banyak peserta 'Redo' yang sejak awal mengincar door prize sepeda motor, TV, dan kulkas.

 

'Fotografer' Donny Kesuma

berkaryagarut5Ada lagi yang cukup unik, semenjak pagi selama kegiatan 'Redo' berlangsung, Donny Kesuma selalu riang-gembira diajak selfie oleh para peserta di berbagai sudut. Yang tampak kocak, Donny terkadang merebut HP peserta 'Redo' yang mendekat ke wajahnya untuk ber-selfie-ria:

 

"Sudahlah, biar ibu-ibu saja yang saya foto dengan HP ini," katanya sambil bertingkah dirinyalah fotografernya. Barang tentu, spontan ibu-ibu dan kaum milenial yang ingin berfoto bersamanya, melakutan protes keras, tentu dengan penuh canda-tawa.

 

Pada kesempatan yang sama, Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya yang sempat didaulat memberi kata sambutan sebelum kegiatan 'Redo', mengungkapkan apresiasi atas besarnya animo warga Garut:

 

"Ini cara yang baik mengajak masyarakat dengan penuh kesederhanaan, meningkatkan taraf hidup kita. Olah raga jalan santai dan sehat, relatif murah namun efeknya sangat baik lahir bathin," papar Eka yang diamini Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Garut, H Endang Rushendar.

 

Katarak & Santunan

berkaryagarut2Siangnya usai menghadiri kegiatan 'Redo' yang menyedot ribuan pengunjung, 'Duo Putri Cendana' menutup kegiatan dengan melakukan bakti sosial, operasi katarak dan santunan bagi kalangan warga layak bantu.

 

"Hari ini ada 200-an peserta operasi katarak. Ini kami lakukan sejak lama sedikitnya di 15 provinsi di Indonesia. Sekalian kami santuni pula ke warga yang membutuhkan," itu cuplikan kata sambutan Mbak Tutut kala mewujudkan kerjasama antara Yayasan Dharmais, Perdami, dan Rumah Sakit Annisa Queen di Jalan Sudirman Kota Garut. (HS/dtn)

Add a comment

Putri Cendana Tutut & Mamiek Sapa Warga Tasikmalaya, Kumaha Wartosna?

berkarya 3destinasiaNews — Hadirnya duo putri Cendana, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut Soeharto yang didampingi adiknya, Sri Hutami Endang Adiningsih atau Mbak Mamiek, seakan tanpa diduga hadir menyapa warga Kabupaten Taaikmalaya (1/2/2019). Seperti kata banyak orang kala itu, layaknya mengobati kerinduan warga pada kiprah sosok Presiden RI ke - 2 Soeharto.

 

Agenda resminya dari duo putri Cendana dalam kunjungan ke Kabupaten Tasikmalaya tak lain bersilaturahmi, bersama masyarakat di Islamic Centre Singaparna.

 

Ada yang unik kala pembukaan acara silaturahmi, Tutut Soeharto menyapa warga Tasikmalaya memakai bahasa Sunda.

berkarya1

“Kumaha wartosna, Bapak, Ibu, sae? Abdi oge sae   - Apa kabar, Bapak, Ibu sehatkah? Saya pun sehat, paparnya yang disambut riuh tanda gembira dari ribuan warga.

 

Intinya, hari itu duo putri Cendana merasa gembira, menjelang Pileg dan Pilpres 2019 berkesempatan memperkenalkan calon legislatif di berbagai tingkatan di yang bertarung di Dapil XI Jawa Barat.

 

“Saya senang sekali berada di tengah-tengah bapak-ibu, para ulama, kyai, tokoh masyarakat dan emak-emak Tasikmalaya,” sambut Tutut dengan nada bungah.

 

Sebaliknya, warga Tasikmalaya yang datang dari segenap pelosok menggunakan aneka kendaraan, tak putus-putusnya mengucapkan rasa syukur atas suksenya pertemuan yang berlangsung cukup meriah ini:

 

"Sejak pagi kami dari Cipatujah di daerah selatan Tasikmalaya. Kami rela patungan berombongan. Ada 25 orang dengan 4 kendaraan mini bus," seru Tantan (47) yang menghidupi keluarganya sebagai petani holtikultura.

berkarya2"Persis seperti ayahandanya dahulu. Tadi ada dialog bikin kami tambah jelas. Kita perlu perbaikan kebijakan ekonomi, pola pendidikan, juga tata-niaga, biar kita tambah sejahtera sejak jaman reformasi 1998," tambah Rohmin (47) warga asal Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya, memberi opini atas puasnya pertemuan ini.

 

Sementara itu Eka Santosa Ketua DPW Partai Berkarya Jabar, didampingi Iwan Setiawan Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Tasikmalaya, mengungkap rasa syukur atas terselenggaranya acara silaturahmi ini:

 

"Terbukti, kehadiran ribuan warga tadi menjadi fenomena nyata, perlu angin segar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kali ini. Utamanya, perlu segera perubahan mendasar di masa depan," papar Eka usai mengantar kepergian rombongan duo putri Cendana yang Jumat sore melanjutkan agenda kunjungan esok hari ke Kabupaten Garut, dari titik 'rumah pemenangan' caleg Partai Berkarya bernama Sarimaya untuk DPR RI. (HS/dtn).

Add a comment

Penutupan Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI TA 2018/2019, Berlangsung Di Pantai Sayang Heulang Garut

Diksar1

destinasiaNews - Pendidikan merupakan pilar utama dalam mengembangkan sumber daya manusia dan masyarakat suatu bangsa. Pendidikan sangat penting bagi kita, karena tidak hanya memberi kita pengetahuan akan tetapi mengajarkan kita ada sopan santun, dan hal-hal yang benar.  Pendidikan memupuk kita menjadi individu dewasa, individu yang mampu merencanakana masa depan dan mengambil keputusan yang tepat dalam hidup dan pendidikan yang baik akan membuat kita lebih manusiawi.  Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran (Diklatsarmil) Menwa ini, merupakan wadah untuk menanamkan rasa cinta tanah air, bela negara dan melatih dasar-dasar kemampuan olah raga keprajuritan.

Hal tersebut disampaikan Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 303 Raider Kostrad/Setia Sampai Mati (SSM), Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos, dalam pidato amanatnya saat upacara penutupan Diklatsarmil Menwa Mahawarman Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia (Menwa Mahawarman YON XI/UPI) angkatan XLVII Tahun Anggaran (TA) 2018/2019, berlangsung di Pantai Sayang Heulang Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Sabtu, 26 /1/2019.

Diksar2

Lebih jauh Komandan Yonif 303 Raider Kostrad/SSMLetkol Inf Taufik Ismail mengatakan bahwa Diklatsarmil yang telah dilaksanakan, merupakan dasar dari implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam sikap, keterampilan, kedisiplinan serta kepemimpinan penerus bangsa yang tentunya diharapkan dapat melanjutkan pembangunan pada masa yang akan datang.

“Dengan telah berakhirnya Diklatsarmil ini, untuk itu mari kita bersama-sama membangun dan memajukan negeri ini dengan profesionalitas, cekatan, tangguh, tanggap serta dengan disiplin yang tinggi," ujar Komandan Yonif 303 Raider Kostrad/ SSM di akhir amanatnya dan sekaligus menutup rangkaian kegiatan Diklatsarmil Menwa.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (Dirmawa UPI), Dr. H. Mupid Hidayat, M.A., memberikan sambutan salam hangat kepada seluruh pihak dan berpesan,Kebenaran tidak pernah tertukar perjalanan kehidupan bangsa. Sejarah membuktikan, kegiatan ini merupakan panggilan yang tidak perlu diperdebatkan.“  MenurutGreefin ada 3 hal pegangan setiap bangsa, yang pertama kuasai Information, Communication and Technology (ICT), karena berada direvolusi industry 4.0, kedua memiliki berfikir kritis/high order thingking, dan yang ketiga tidak bisa negara, bangsa akan kokoh, manakala lupa akan hak dan kewajiban bela negara, yang telah dijelaskan dalam permenristekdikti no 55 tahun 2018, bahwa perguruan tinggi sebagai pengawal ideologi bangsa, maka seluruh organisasi kemawahasiswaan (Ormawa) di kampus harus menjadi pelopor dalam rangka cinta tanah air termasuk memiliki pemahaman wawasan kebangsaan, tegasnya.

Diksar3

Komandan Menwa Batalyon XI/UPI, Reza Adriantika Suntara mengatakan, Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI angkatan XLVII TA 2018/2019 ini, diikuti 32 orang siswa, terdiri dari UPI Kampus Bumi Siliwangi, UPI Kampus Cibiru, UPI Kampus Sumedang, UPI Kampus Tasikmalaya, dan UPI Kampus Serang dan telah berhasil melewati proses Diklatsarmil Menwa selama 14 hari (13-26/1/2019), dilaksanakan di Markas Komando Yonif 303 Raider Kostrad/ SSM, Desa Cibuluh, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Sebelumnya (10-13/1/2019) para siswa dipersiapkan secara fisik dan mentalnya di lingkungan UPI Kampus Bumi Siliwangi. Dengan pembekalan yang cukup dan keyakinan semangat yang tinggi, lalu seluruh siswa diberangkatkan untuk mengikuti Diklatsarmil Menwa di Markas Komando (Mako) Yonif Raider 303/SSM, Desa Cibuluh, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Minggu, 13/1/2019, kata Reza

Materi yang diajarkan kepada siswa Diklatsarmil menwa Yon XI/UPI antara lain 1). Materi Ceramah tentang : a. Empat Pilar Kebangsaan; b. Pengenalan TNI; c. Kepemimpinan Lapangan, 2). Giat Jasmil : Senam Pagi, Orientasi Medan/PMO, Renang Militer/TIS, Senam Tali, Long March 80 KM, Beladiri Diri Militer (BDM), 3). Giat NIS/TIS : Patroli Intai, Patroli Penyergapan, Patroli Penghadangan, Pengetahuan Senjata, Navigasi Kompas Siang, PBB Senjata, Bongkar Pasang Senjata, Sanjak, dan Caraka Malam, papar Reza

Diksar4

Mulai tanggal 13 Januari 2019, 32 siswa dididik dan dibina di Mako Yonif Raider 303/SSM, Desa Cibuluh, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, selama 4 hari (13-16/1/2019). Lalu kemudian melaksanakan Pertahanan Mars (Hanmars) menuju ke hutan Cikeris untuk menerapkan materi survival atau bertahan hdup di alam bebas, jelas Reza

Seiring berjalannya pendidikan, sampai tiba waktunya bagi para siswa untuk menjalankan Longmarch sejauh 80 kilometer, dimulai dari Hutan di Cikeris menuju pantai Sayang Heulang Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Dengan pembekalan ransel tempur, senjata yang disandang, serta tali togel yang melingkar ditubuh para siswa, selama 4 hari 3 malam, kegiatan longmach ini dilalui.  Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya siswa menyerukan yel-yel untuk membangkitkan semangat. Dalam perjalan longmrch para siswa saling membantu, saling merangkul, saling mendukung, saling memberikan motivasi dan menghilangkan egonya masing-masing, satu sama lain menjadi sumber kekuatan selama perjalanan jauh ini.

Diksar5

Akhirnya sampai di Pantai Sayang Heulang tempat berakhirnya longmarch.  Hingga titik darah penghabisan, mereka melanjutkan latihan untuk menyambut orang-orang yang belum pernah bertemu selama berminggu-minggu dalam pendidikan ini.  Mereka menyiapkan demonstrasi tebaiknya untuk mereka tunjukan pada orang-orang tercintanya, seperti demo senam senjata, bela diri militer, bongkar pasang senjata, dan patroli drill contact.

Esok harinya (26/1/2019) usai acara penutupan, peragaan demontrasi para siswa satu persatu mulai ditampilkan, seperti senam senjata, bela diri militer, bongkar pasang senjata, dan patroli drill contact.  Penampilan mereka disambut riuh tepuk tangan para hadirin tamu undangan, bahkan tak sedikit dari mereka yang mengabadikan momen tersebut dengan telepon selulernya.

Selain itu, dipenghujung acara penutupan Diklatsarmil menwa, ada pemberian bantuan sosial, secara simbolis diserahkan oleh Ketua Ikatan Alumni Menwa Yon XI/UPI, Dr. Enjang Mulyana, M.Si., dan diterima oleh Camat Pameungpeuk yang diwakili oleh Sekretaris Camat Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Lalu kemudian dilanjutkan dengan acara pembaretan oleh orang tua masing-masing siswa.  Suasana ini sangat spesial, tak hanya tawa, kadang kala ada isak tangis terharu. Ini merupakan proses pendewasaan diri. Bagaimana belajar memegang rasa rindu ditengah tengah kegiatan yang padat dan jauh dari keluarga dan temannya.

Diksar7

Usai acara penutupan Reza mengatakan, “Saya selaku Komandan Menwa Batalyon XI/UPI, mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Komandan Batalyon Infanteri 303 Raider Kostrad/SSM, Letkol Inf Taufik Ismail S.Sos, serta jajarannya atas kerjasama selama ini hingga kegiatan Diklatsarmil berjalan dengan lancar dan sukses, semoga kerjasama ini tetap terjalin kedepannya dan tidak hanya sebatas dalam Diklatsarmil saja.  Tak lupa, saya sampaikan terima kasih kepada para Alumni Menwa Yon XI/UPI atas segala dukungannya baik moril maupun materil yang tak henti-hentinya membimbing para juniornya. Serta kepada para pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan Diklatsarmi ini, saya ucapkan terima kasih”

“Bagi para siswa yang telah mengikuti Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI angkatan XLVII TA 2018/2019, Selamat bergabung menjadi anggota Menwa Yon XI/UPI, semoga tetap menjalin kebersamaan sebagai wujud kekuatan, ketahanan berorganisasi,” kata Reza.

“Ada yang istimewa bagi saya, pada acara penutupan Diklatsarmil menwa tahun ini (2019), pasalnya dihadiri angkatan pertama (tahun 1960-an) Menwa Yon XI/UPI, yaitu Ibu Lilis, terima kasih Bu Lilis ! telah menyempatkan hadir di acara penutupan Diklatsarmil Menwa Yon XI/UPI ,” papar Reza dengan gestur bungah (bahagia,red).

Diksar6

Menurut pantauan destinasiaNews.com, acara penutupan dihadiri oleh: Komandan Batalyon Infanteri 303 Raider Kostrad/ SSM, Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos.; Direktur Direktorat Kemahasiswaan, Dr. H. Mupid Hidayat, M.A; Pembina Menwa Yon XI/UPI, Dr. H. Umarjani; Ketua IKA Alumni Menwa YON XI/UPI, Dr. Enjang Mulyana, M.Si.; Para Alumni Yon XI/UPI; Aparat setempat : Danramil 1119; Kapolsek; Babinsa; Camat Pameungpeuk, Kepala Desa Mancagahar, Kepala Desa Pameungpeuk, Kepala Desa Sirna Bakti, Ketua RW 02, Ketua RT 07, Ketua MUI Kec. Pameungpeuk; jajaran Komando Latihan dari Yonif 303 Raider Kostrad/SSM, Kapten Zaenal Arifin, Sersan Mayor Yudha K, Sersan Satu Edy Santoso, Prajurit Satu Agus Kurniawan, Prajurit Satu M. Prawira; Dan Satuan Menwa Se-Indonesia; Danyon VI; Komandan Patriot Bela Negara Kabupaten Garut; Komandan Menwa YON XI/UPI; Tokoh masyarakat : H. Asep Anb; Raden Dedi Soniagara; jajaran Komando Latihan Yon XI/UPI; Orang tua siswa Diklatsarmil Menwa Yon XI/ UPI angkatan XLVII  serta para undangan lainnya. (Eka,PenYon XI/HRS/dtn).

Add a comment

Harley-Davidson® motorcycle Model Year 2019 FXDR 114, Launching di Bandung

IMG 20190125 184539
destinasiaNews – “Ini pertama di Indonesia moge legendaris Harley-Davidson® motorcycle Model Year 2019 launching di Bandung,” itu kata pembuka  dari presenter kondang Joe P Project. Ia dalam konpers pada Jumat, 25 Januari 2019 di Siliwangi Harley – Davidson of Bandung Jl. Wastukencana # 105 Bandung, turut menjadi pengarah acara. Selanjutnya Joe yang dikenal kocak dengan humor segarnya dalam membawakan sebuah acara yang biasanya kaku, sekejap bisa menjadi cair dan menarik.
 
Sore itu Akbar Nusantara, Dealer Principal Siliwangi Harley Davidson of Bandung mengupas maksud konpers ini. Menurutnya helatan penting itu esoknya, Sabtu 26 Januari 2019 mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai – “Tempatnya di sini,” kata Akbar dengan menunjukkan model moge Harley-Davidson tahun 2019 yang kondang dikenal sebagai FXDR 114.
 
“Ini terobosan terbaru Harley-Davidson dengan model rangka Softail dirancang dengan tampilan sangat menarik, performa dan karakteristik tak terbatas. Kehadiran model FXDR ini, suatu kebanggaan bagi kami sebagai dealer resmi di kota Bandung. Pertama kalinya launching di Indonesia,” jelasnya yang diiyakan sederet rekan kerjanya.
 
Masih kata Akbar yang sesekali ditimpali rekannya Rr Ditha Ayu Hapsari selaku Marketing Manager di perusahaan ini, khusus dalam konteks thema tahunannya menyelipkan unsur Live Free[er]. Ini tagline campaign Harley-Davidson" pada tahun 2019. Ini elaborasi bahwa kita kini bisa berkendara Iebih bebas di semua tipe. Tujuannya, bagi pengendara wujudkanlah sosok individualitas kita kala menjelah dunia, memakai motor-motor Harley-Davidson!
 
“Intinya, esok itu (26/1/2019) disini bakal ada paduan antara dunia petualangan dengan Moge Harley-Davidson utamanya yang diluncurkan besok itu,  juga ada kejutan dengan dunia fashion dari kalangan pesohor di negeri ini. Siapa mereka itu, akan kita lihat besok,” papar Joe yang memantik sejumlah tanya – “Penasaran semua, kan?’ lanjutnya.
 
Yang Diundang itu
 
Masih dalam konpers ini yang banyak mengundang tanya dan antusiame, ada bocoran di antaranya para penggemar motor besar. Barang tentu penggemar motor Harley-Davidson di kota Bandung & Jawa Barat yang tergabung dalam beberapa klub seperti HOG Siliwangi Bandung Chapter, Harley Club Bandung, Harley Davidson Club Indonesia Bandung, Bikers Brotherhood 1% MC, Bikers Brotherhood Motorcycle Club, Road Glide Owners Group, Motor Besar Club, MEDDOCS, HIPPOCRATES, Lodaya Brotherhood, dan lainnya.
 
“Yang unik, Type Street & Sportster berharga sekitar Rp. 300 sampai Rp. 400 jutaan, Type Softail Rp.500 sampai Rp. 600 jutaan, serta type Touring seharga Rp. 900-an juta keatas, justru akan kita bedah besok itu dengan memadukan para seniman dan tamu khusus lainnya,” tambah Akbar yang hari itu tampak bungah sekaligus menarik untuk diikuti janji-janji kejuatan esoknya.
 
Menutup hasil konpers ini,  masih ada yang menarik kata Dhita Ayu. Harga yang ditawarkan untuk semua produk Harley-Davidson kini semakin murah, bisa hingga 30% turunnya:
 
”Pasalnya,  Import duty jadi 0% karena perakitan dilakukan di Thailand. Namun kualitas motor produksi Thailand dan Amerika sama. Malah cenderung Thailand lebih baik dari wiring harness.” [HS/SA]
 
Add a comment

Aksi Kamisan Bandung ke- 263 di Halaman Gedung Sate – Jangan Berangus Buku !

Aksi Kamisan

 

destinasiaNews – Ditengah rintik-rintik hujan gelaran rutin sepanjang tahun yang berlabel Aksi Kamisan ke-263 pada Kamis sore (24/1/2019) di halaman ‘depan’ (luar) Gedung Sate di Jalan Diponegoro Kota Bandung, bersuasana khas. Puluhan aktivis kemanusiaan melakukan gelaran membaca aneka buku.

Sementara peserta lainnya, membuat aksi menulis dengan batang kapur warna warni di aspal area halaman depan Gedung Sate.

“Mengapa kita harus takut dengan buku? Justru yang harus kita takutkan, kita semakin tumpul dan bebal karena tak mampu memahami pesan dari narasi yang ada di buku itu?” demikian celoteh dari seorang peserta Aksi Kamisan hari itu dengan suara cukup lantang.

Lainnya, ada yang peserta yang mengaku bernama Upil, ia menjelaskan: ”Semoga, kita makin bijak, tidak semata karena atas nama keamanan dan ketertiban umum, sejumlah buku diberangus tanpa alasan jelas.”

Kata Deni Rahman

Aksi yang oleh banyak orang kala itu ditafsir serba muram, dibumbui aksi alegoris - beberapa peserta membaca penuh penghayatan aneka buku, plus masing-masing tingkahnya. Lalu, semua pembaca buku ditutup matanya oleh seseorang dengan sebebat kain hitam:

“Nah, beginilah jadinya apa itu clearing house (lembaga pelarangan?) di negara kita sejak jaman 1960-an hingga sekarang masih bekerja? Melarang orang membaca buku, karena isinya tak sejalan dengan penguasa?” seru seorang peserta yang matanya terbebat kain hitam, sementara lembaran halaman buku masih ditangannya – tak bisa dibaca.

Belakangan Koordinator Aksi yang bernama Deni Rachman, sambil memberikan lembaran berisi keprihatinan atas maraknya aksi pemberangusan buku akhir-akhir ini, oleh kalangan tertentu:

“Semoga siapa pun melihat aksi kami, tergugah menghentikan aksi pemberangusan buku. Sudah bukan jamannya lagi, membungkam buah pikiran manusia, tanpa alasan jelas. Kecuali demi melanggengkan kekuasan?!”  

Sementara Dudi (45) seorang pejalan kaki yang hadir di Jalan Diponegoro pada Kamis sore, melihat aksi ini, memberikan dukungan:”Sangat lucu, masih ada pelarangan buku. Sementara, kecenderungan  sumber informasi secara digital, kini membanjiri siapa saja didunia ini.” (HS/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Subsektor 04-21 Lakukan Komsos Untuk Merubah Pola Hidup Warga

Subsektor 04-21 Lakukan Komsos Untuk Merubah Pola Hidup Warga

destinasiaNews - Untuk merubah pola hidup warga di sekitar bantaran sungai, prajurit satgas Citarum Harum selalu melakukan komsos kepada warga...

Satgas Citarum Subsektor 01-21 Selalu Himbau Warga Menjaga Kebersihan Lingkungan

Satgas Citarum Subsektor 01-21 Selalu Himbau Warga Menjaga Kebersihan Lingkungan

destinasiaNews - Satgas Citarum Harum Subsektor 01-21 Rancaekek dalam melaksanakan tugasnya, selain membersihkan aliran dan bantaran sungai dari sampah juga...

Kolonel Inf Yusef Sudrajat Bantu Tengahi Warga Dan Pabrik

Kolonel Inf Yusef Sudrajat Bantu Tengahi Warga Dan Pabrik

destinasiaNews - Permasalahan yang muncul dalam lingkungan masyarakat yang terdapat pabrik biasanya berupa limbah pabrik yang menimbulkan bau yang mengganggu...

Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

  OPINI Oleh : Harri Safiari   destinasiaNews – Setoeroet artikelen jang dimoeat Kompas.com (22/4/2019) berdjoedoel: Imbauan Imam Prasodjo Terkait Tudingan...

Degap-degoep Oesai Pemilu 2019 – Bereboet Siapa Mahoe Djadi ‘Presiden’ RI

Degap-degoep Oesai Pemilu 2019 – Bereboet Siapa Mahoe Djadi ‘Presiden’ RI

destinasiaNews – Seoesai pesta democratie paling roemit sedoenia (17/4/2019), kapoetosan formaal menoeroet KPU baroe pada tarich 22 Mei 2019. Ternjata satelahnja,...

Pengunjung

03213944
Hari ini
Kemarin
2331
3958