Kelana “Kilas Balik” Abah Landoeng di Pulau Kalimantan: “Kini Banyak Kemajuan …”

DTN LANDUNG CopydestinasiaNews – Cukup singkat jawaban pria gaek berusia 91 tahun yang banyak dilansir kalangan media massa sebagai “pria terkuat di dunia”. Bayangkan saja, pensiunan guru SMP Negeri 2 dan 5 kota Bandung, pada era 1994 -1994 usai bersepeda berkeliling Nusantara – wuisss ..langsung ngibrit bersepeda-ria ke Tanah Suci Mekah, Arab Saudi, sekaligus naik haji di sana. Barulah, hampir 4 bulan kemudian pulangke tanah air.

Predikatnya, pria gaek ini selain sebagai Pak Haji sebagaimana biasanya, justru oleh pejabat di Mekah sana diberi gelar “Bicycle Haj” – “Malah mau diberi uang ribuan real oleh pejabat di sana sewaktu membersihkan patung sepeda di salah satu kota. Namun saya tolak, karena niatnya semata membersihkan sepeda,” papar Abah Landoeng dengan kalem kala ia ditemui (12/4/2017) di kantornya di DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) Jl. Riau kota Bandung. 

Tualang di Kalimantan Barat

Kembali ke jawaban singkat Abah Landoeng di permulaan tulisan ini, pertanyaan utuhnya: Kemana saja Abah Landoeng selama Sembilan hari (1 – 9 April 2017 – red.) tidak terlihat di kota Bandung? Jawaban Abah Landoeng:”Hanya, sebentar ke Kalimantan Barat diundang seseorang.”

Selisik punya selisik, Abah Landoeng memang ke Kalimantan Barat selama 9 hari itu – Yang dilakukannya apa saja? Tanpa dinyana, Abah Landoeng yang kondang kini sebagai pegiat lingkungan dan pegiat anti korupsi, serta dikenal pula sebagai penjelmaan  Oemar Bakri dari balada nasib guru yang malang. Terbukti, penyanyi kondang genre balad Iwan Fals adalah muridnya kala di SMPN 5 kota Bandung era 1970-an.

“Di Kalimantan itu Abah  diundang Yayan, yakni cucu dari salah satu penduduk di Entikong. Kakeknya teman seperjuangan Abah kala Abah bertugas menumpas PGRS Paraku pada tahun 1964”, itu penjelasan awal Abah Landoeng sambil menunjukkan sejumlah dokumentasi foto selama di Kalimantan. 

Apakah ini semacam kilas balik Abah Landoeng selama tahun 1964 di Kalimantan Utara? “Benar sekali, setelah dari Jakarta Abah ke Sanggau, Sintang, Putusibau, Senaning, Singkawang, dan kembali ke Pontianak. Semua dilakukan dengan jalan darat dan sebagian dengan perahu menyusuri sejumlah sungai di pedalaman sana”, demikian ujarnya dengan cukup rinci ia dedarkan tualangnya.

“Banyak juga yang Abah kerjakan selain bersosialisasi dengan anak-anak, juga mengobati warga seperti biasa melalui trauma healing. Hampir seperti Abah lakukan kala bencana tsunami Aceh tahun 2004, dan tsunami Pangandaran 2006 Jawa Barat, serta bencana lainnya,” urai Abah Landoeng dengan nada merendah seperti biasanya – “Nih, lihat ada yang kakinya bengkak selama ini selalu sakit, katanya setelah diobati Abah sudah berkurang sakitnya,” tuturnya lagi sambil memperlihatkan gambar di gawainya yang memuat foto penderita yang kakinya kini berkurang bengkaknya.

Saksikan Penyerahan Tas Sekolah

Salah satu yang paling berkesan selama di Kalimantan menurut Abah Landoeng, pada 7 April 2017 menyaksikan langsung, puluhan prajurit TNI dari Kodam Xll/Tanjungpura menyusun dan mengepak 650 paket perlengkapan sekolah, yang akan dikirim ke pedalaman di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang, Kalbar.

Menurutnya, permintaan tas sekolah ini muncul setelah ramai diperbincangkan dari akun gossip di Instagram @Lambe_turah. Akun ini memposting foto para siswa siswa yang membutuhkan perlengkapan sekolah.

“Yang membanggakan Abah, kiriman Pak Presiden Jokowi untuk anak-anak SD di pelosok Kalimantan, begitu sigap dikirim para prajurit Tanjungpura. Dan sampai di tujuan, diterima anak-anak SD. Buktinya, banyak kita saksikan di media massa,” jelas Abah Landoeng dengan wajah gembira.

Nah, pembaca budiman menghilangnya Abah Landoeng selama 9 hari ke Kalimantan, yang katanya kini sudah jauh lebih maju dibanding ketika ia berada di sana era 1964, terjawab sudah.

”Hanya sedikit yang Abah lakukan, kalau bisa mah jangan banyak orang tahulah. Saya ini hanya, seorang kakek renta”, pungkasnya yang sejak awal pada tahun 2000-an mendukung berdirinya lembaga KPK – Komite Pemberantasan Korupsi!

Diketahui, Abah Landoeng dalam kegiatan sehari-harinya, kini selain sebagai pejuang lingkungan di DPKLTS bersama sesepuh Jabar Solihin GP (92), juga bersama Gerakan Hejo yang dipimpin tokoh Jabar Eka Santosa. Di dua LSM ini, ia bergiat juga sebagai pendidik dan pencegah terjadinya korupsi di berbagai level.”Abah suka sedih kalau yang terlibat korupsi itu orang yang dikenal secara pribadi. Apalagi kalau ada pejabat yang ternyata, dulu ia murid Abah ….” (HS/SA/dtn).

Add a comment

Kesaksian di Persidangan PKPU Pengadilan Niaga Jakpus: Investasi Koperasi CSI, Lanjutkan ?!

DTN CSI 6 CopydestinasiaNews – Sepenggal pengakuan dari saksi anggota KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera yang biasa di sebut Koperasi CSI, pada gelar perkara Senin, 10 April 2017 di  Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, melalui perkara Nomor: 35/Pdt-PKPU/2017/PN, NIAGA, mengejutkan hadirin.

“Sejak Desember (2016 – red), Januari, Februari, Maret 2017, tidak ada bagi hasil (5% per bulan – red.)”, kata saksi Deni Budiman yang dihadirkan tergugat PKPU dari Koperasi CSI yang diwakili oleh Syam Yousef Djoyo Law Firm yang beralamat di Jl. Muara Al Fatah 410 Kec. Garut Kota, Kab. Garut. 

Dalam persidangan ini saksi Deni yang sejak Februari 2014 sebagai salah satu penyimpan dari sekitar 18.000 anggota, dengan simpanan pribadi Rp.100 juta dari dugaan akumulasi total sekitar Rp. 2,3 T di Koperasi CSI. Dalam kesaksiannya, ia yang kini menjadi anggota yang mengikuti kebijakan tim restrukturisasi di Koperasi CSI yang sejak November 2016 rekeningnya dibekukan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), kala ditanya secara bergantian oleh Iqbal Nugraha, S.H, advokat dari penggugat Forkoma (Forum Komunikasi Anggota) CSI, dan Hakim Ketua Jamaludin Samosir, menyatakan:”Tidak merasa dirugikan …”.

Paparan lain dari saksi Deni, dalam hal restrukturisasi Koperasi CSI pada 4 Maret 2017 telah dilakukan RAT (Rapat Anggota Tahunan). “Apakah dibagikan deviden (SHU – red.) pada saat RAT tersebut?”, tanya Hakim Ketua.

Jawaban Deni untuk pertanyaan Hakim Ketua di atas, menyiratkan pembagian deviden itu sejak 2014 tidak pernah ada. “Hanya ada bagi hasil per bulan 5% sebesar Rp. 5 juta saja,” ujarnya yang mungkin menyiratkan tanda tanya di mata Hakim Ketua.

Imbuhan pernyataan lainnya dari saksi Deni, kala ditanya mengapa “deviden” atau bagi hasil ini sejak November 2016 tidak dibagikan:”Ini terhenti karena belum ada vonis bagi pimpinan kami karena persoalan aturan perbankan syariah….”.

Restrukturisasi Koperasi CSI

Sebelum Deni bersaksi, Syam Yousef Djoyo Law Firm menghadirkan “duo saksi” Handiyana Gani dan Ahmad Husen Arif. Pengakuan keduanya, dari sekitar 18 ribu anggota Koperasi CSI, sejak Desember 2018 diupayakan untuk di verivikasi dan validasi. Responnya, upaya ini yang didahului sosialisasi - sekitar 12 ribu lebih anggota setuju dilanjutkan, sedangkan sisanya menginginkan tidak dilanjutkan.

“Duo saksi” ini pun secara tersirat menjelaskan bahwa proses verifikasi dan validasi dilakukan tersebab, dua pimpinan Koperasi CSI ini dilakukan usai ditahan oleh Bareskrim Polri sejak 26 November 2016 atas laporan OJK.

Dalam konteks lain, Hakim Ketua sempat bertanya kepada saksi Deni soal apa fungsi RAT Koperasi CSI pada 4 Maret 2017 lalu, dan mengapa deviden tidak dibagikan? Jawabannya - ”Kami masih menunggu vonis …”. Sang Hakim Ketua mendengar hal ini, cukup menimpalnya dengan sesungging senyum di hadapan hadirin.

Sejurus kemudian kembali Sang Hakim Ketua, menutup persidangan kali ini yang lamanya sekitar 90 menit dengan berucap:”Besok Selasa (11 April 2017 – red.) sidang dilanjutkan untuk kesimpulan dari masing-masing pihak.”

Eka Santosa Bicara

Kemelut yang menimpa Koperasi CSI sejak November 2016, dimata publik sohor sebagai kasus penghimpunan dana atau investasi bodong. Hingga kini telah menimbulkan banyak korban. Tepatnya sejak dua pucuk pimpinan CSI, M Yahya dan Iman Santoso, ditahan pada 25 November 2016 atas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim. Terakhir, keduanya ditahan sejak 11 April 2017 sampai dengan 10 April 2017 di Rumah Tahanan Negara di Cirebon. Keduanya ditahan karena dugaan pelanggaran prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Penyidikan Bareskrim pun mengarahkan atas sangkaan pelanggaran pasal 3 dan 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Terkait hasil persidangan terakhir ini, Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang sejak permasalahan ini muncul ke permukaan turut membantu mengadvokasi anggota Koperasi CSI, tepatnya melalui Forkoma CSI, masih tetap berharap:”Hak anggota koperasi yang sah, harus diprioritaskan. Makanya, kami tetap mendorong untuk menuntaskannya melalui jalur hukum. Korbannya, sudah banyak. Ini yang merisaukan kita semua. Semoga melalui upaya PKPU ini, ada solusi yang win win solution” (HS/SA/dtn)

Add a comment

Tumpahan Oli Sungai Cibingbin, ini Kata Eka Santosa

BARKA 2destinasiaNews - Bencana ekologi teranyar yang terjadi akhir Maret 2017 di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, tepatnya di Sungai Cibingbin Kab, Bandung Barat. Oli tumpah sekitar 10.000 liter dari pabrik tekstil PT Central Georgette Nusantara Printing (CGNP). Faktanya, sungai ini bermuara ke Waduk Saguling, dampaknya beraneka ragam.  Anehnya, bencana terakhir ini, tak mengejutkan Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum Eka Santosa! 

 “Mau terkejut bagaimana? Bencana seperti ini, hampir tiap hari selama sepuluh tahun terakhir terjadi. Citarum, Cibingbin, dan sungai lainnya sudah lama jadi septik tank terbesar di dunia!” papar Eka yang baru saja pulang dari Kota Bogor menjadi salah satu pembicara (4/4) Rakor Pengembangan Kelembagaan Forum DAS Lngkup BPDASHL Citarum-Ciliwung Tahun 2017.

 Menurut Eka pula bencana yang terjadi Desa Laksana Mekar, Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat, sangatlah memalukan sebagai sub DAS Citarum. “Seketika, lansiran media pada 5 April 2017 langsung diketahui dunia. Rekan saya di Perancis, Eropa langsung mempertanyakan musabab peristiwa ini”.

 Lebih jauh menurut Eka, baru saja bersama timnya di Forum DAS Citarum selama di Bogor, melontarkan gagasan menanam pohon bambu di bantaran kiri-kanan sepanjang 280Km Sungai Citarum seluas sekitar 100 ribu ha. Gagasan intinya, pohon bambu yang multi fungsi sebagai penghasil oksigen dan penumbuh mata air, pun materialnya dalam 5 tahun menghasilkan nilai ekonomis sekitar Rp. 18 T per tahun. “Bayangkan, melalui pemberdayaan warga setempat, banyak hal bisa diraih,” ujarnya yang dalam waktu dekat akan memaparkan rinciannya.

Lainnya yang sudah cukup lama dipikirkan Eka bersama timnya, nasib Sungai Citarum ini harus total dirubah. Kepercayaan pada berbagai institusi dan satuan kerja versi pemerintah, tak lagi dipercayainya.

”Segera dibentuk semacam otorita Sungai Citarum. Saatnya Presiden Jokowi turun tangan langsung. Bisa melalui Perpres atau Kepres,” paparnya dengan berapi-api - ”Selama ini warga di sekitar Citarum selalu disalahkan, padahal pimpinan pemerintah setempat tak punya political will jelas. Masih ingat kasus pengerukan dengan dana Rp. 1,3 T beberapa tahun lalu, mana hasilnya?”

Makna yang boleh dikata sebagai ‘hikmah’ dari kasus tumpahan oli di Sungai Cibingbin, bagi Eka tampaknya makin memacu untuk merubah drastis nasib Sungai Citarum. Kini sungai yang menjadi tumpuan hidup sekitar 15 juta warga Jawa Barat:“Saatnya, dirubah. Bukan dengan program asal-asalan seperti Citarum Bestari yang dicanangkan Gubernur Jabar pada 2013. Targetnya 2018 airnya bisa diminum langsung. Itu mustahil, bila tanpa berdiri otorita dari Presiden!” (HS/SA/dtn)

Add a comment

Forkoma CSI di Persidangan PKPU Pengadilan Niaga Jakpus: Gentong Dana, Masih Adakah?

DTN FORKOMA SIDANG 5 CopydestinasiaNews – Guliran perkara KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera yang biasa di sebut Koperasi CSI, pada gelar perkara Kamis, 6 April 2017 di  Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, melalui perkara Nomor: 35/Pdt-PKPU/2017/PN, NIAGA, masih berkutat di seputar pembuktian. Hari itu  Forkoma CSI yang lahir sejak November 2016, dalam sidang ajuan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) ke-5 kalinya, seusai sidang, menyatakan:

”Sekali lagi, ini upaya perdamaian untuk melakukan pembayaran ke anggota. Esensinya berbeda dengan upaya kepailitan, yang diajukan anggota Koperasi CSI lainnya. Ini harus dipahami semua pihak terutama anggota yang saat ini, tak tahu dimana uangnya setelah rekening dugaan senilai Rp. 2,3 T diblokir OJK," papar Astro Rizky Ramdani yang selama ini mengadvokasi Forkoma CSI dari Gerakan Hejo.

Jalannya persidangan hari itu yang berlangsung sekitar 15 menit, dipimpin Hakim Ketua Jamaludin Samosir, mengeluarkan keputusan: "Nanti hari Senin (10/4/2017 -Red) sidang dilanjutkan. Sampai malam pun kita bersidang bisa saja." tutupnya sambil mengetuk palu tanda sidang berakhir.

 "Semoga sidang Senin mendatang, ada kejelasan posisi uang kami itu. Ini penting bagi kami. Tak mau diadu-domba sama pengurus Koperasi CSI dan lainnya. Penting, kapan uang  kembali?” seru pengunjung sidang asal Bekasi yang menaruh uangnya di Koperasi CSI – “Ratusan juta uang saya sejak dibekukan OJK tak tahu dimana adanya. Harapan, katanya ada di gentong. Tapi entah kemana tuh gentongnya?”

Putusan Adil

Secara terpisah Eka Santosa, Ketua Gerakan Hejo di Pasir Impun Bandung yang sejak awal mengadvokasi Forkoma CSI untuk menyelesaikan kasus ini melalui jalur hukum, berharap:"Hakim memutus perkara secara adil. Saya lihat sejak awal, kepentingan dana anggota koperasi yang sah harus diprioritaskan”.

Terkait munculnya niatan silaturahmi dari salah satu anggota bernama Carita, seusai sidang kali ini - berbincang hangat dengan beberapa anggota Forkoma CSI di luar gedung Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Eka Santosa kembali angkat bicara:"Sangat senang mendengar niatan ini. Dari siapa pun niatan baik itu muncul, tempat saya di Bandung, sangat terbuka untuk merembukkannya.” (HS/SA).

Add a comment

Kasus Edi Sanusi, Pengacara Dr Fahmi Raghib, SH MH. Angkat Bicara – Mafia Hukum Bekerja …

DTN Tanah CopydestinasiaNews – Pengacara Dr. Fahmi Raghib, SH MH di sebuah Rumah Makan di Jl. Soekarno Hatta Bandung (3/4/2017) dihadapan sejumlah jurnalis menengarai ada upaya rekayasa hukum dalam kasus pemalsuan data akta notaris. Lebih lanjut menurut Fahmi, kliennya justru dituding terlibat telah memerintahkan orang memberikan kesaksian palsu dalam sebuah akta notaris

”Klien saya tidak pernah melakukan itu. Saya pastikan ini ada upaya rekayasa hukum. Pasti itu mafia hukum ” ujar Fahmi.

Fahmi membeberkan kasus ini sebenarnya berawal dari kasus tanah di desa Jelekong dan desa Manggahang Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Pihaknya menengarai ini merupakan cara baru sang mafia tanah untuk menguasai lahan itu dengan cara meng-kriminalkan kliennya

”luasnya 63 hektar. Nilainya lebih kurang 1,2 Trilyun. Saat ini klien saya masih menjadi saksi, ” tambah Fahmi.

Kasus ini sempat mencuat di permukaan, dan menarik banyak kalangan termasuk pihak media massa. Menurut Fakmi, kasus ini berawal dari guliran yang belum juga usai sejak mencuat pada tahun 2014 silam. Kala itu banyak mass media mensinyalir – dugaan keterlibatan mafia hukum.

“Kasus inilah yang kemudian berhilir pada kasus pemalsuan data kali ini. Edi adalah ahli waris sah pemilik tanah.  Anehnya, kini sebagian lahannya justru dibangun perumahan Graha Bumi Siliwangi”, pungkas Fahmi sembari mengingatkan mafia hukum disinyalir kuat telah berkiprah di kasus ini. (HS/SA/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

50 Pasang Penyanyi Jalanan Nikah Masal di KODIKLAT TNI AD

50 Pasang Penyanyi Jalanan Nikah Masal di KODIKLAT TNI AD

destinasiaNews, Acara pernikahan  masal sebanyak 50 pasangan pengantin yang tergabung dalam Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bandung melakukan akad nikah...

M Ridwan & H Muhammad Harris,Pastikan Maju di Jalur Independen ke Pilbup Bogor 2018

M Ridwan & H Muhammad Harris,Pastikan Maju di Jalur Independen ke Pilbup Bogor 2018

  destinasiaNews - Tokoh Pemuda Bogor, M Ridwan kala diajukan pertanyaan mendasar -Sudah mantapkah Anda maju melalui jalur independen di...

Eka Santosa, Politisi Senior - Malu Kalau Pengurus Partai “Oon”

Eka Santosa, Politisi Senior - Malu Kalau Pengurus Partai “Oon”

    destinasiaNews- Senior Eka Santosa yang sejak Juni 2017 didaulat sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Jabar, saat Halal Bil Halal &...

Di Menit Terakhir Yossy Irianto Coba Kesempatan Perahu Demokrat Untuk Maju Pilwalkot Bandung

Di Menit Terakhir Yossy Irianto Coba Kesempatan Perahu Demokrat Untuk Maju Pilwalkot Bandung

Destinasianews – Yossy Irianto Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bandung datang di menit terakhir untuk menyerahkan berkas pendaftaran penjaringan bakal calon...

Ruli Hidayat Daftar Jadi Walikota Bandung

Ruli Hidayat Daftar Jadi Walikota Bandung

Destinasianews.com – Ruli Hidayat, Cicit dari pahlawan nasional, H.O.S Tjokroaminoto resmi mengembalikan berkas persyaratan sebagai kandidat bakal calon Walikota Bandung...

Pengunjung

01520159
Hari ini
Kemarin
984
1626