Sidang PKPU Koperasi CSI di Pengadilan Niaga Jakpus- Permohonan Forkoma CSI Dikabulkan

DTN FORKOMA SIDANG KE 8 CopydestinasiaNews – Babak baru perjuangan ratusan anggota Forkoma (Forum Komunikasi Anggota) CSI (Cakrabuana Sukses Indonesia), dalam kaitan perkara yang dikenal dengan KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera atau lazim disebut Koperasi CSI, pada sidang putusan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (Jakpust) Senin, 17 April 2017, menghasilkan nuansa baru.

”Perkara Nomor: 35/Pdt-PKPU/2017/PN, NIAGA, hari ini dikabulkan hakim. Ini bikin Forkoma CSI lega. Mereka, kan yang menuntut pengembalian uang simpanannya. Sekaligus ini menolak upaya kepailitan, yang diajukan pengurus Koperasi CSI”, papar Iqbal Nugraha kuasa hukum Forkoma CSI seusai putusan yang diucapkan Hakim Ketua Jamaludin Samosir.

Sementara itu Rizky Ramdani yang kerap disapa Astro yang selama ini mengadvokasi Forkoma CSI, masih seusai putusan kali ini menyambut babak baru perjuangannya:”Ini baru langkah awal. Ke depan anggota Koperasi CSI hendaklah bekerja sama dengan pengadilan. Putusan ini akan semakin memudahkan dalam hal tuntutan pengembaliannya”.

Pada pihak lain Syam Yousef Djoyo Law Firm selaku kuasa hukum dari Pengurus Koperasi CSI, pada persidangan ini sebagai pihak termohon, tampaknya masih bersikukuh akan pola restrukturisasi dan rencana realisasi pengembalian simpanan anggota seperti gagasan sebelumnya:”Verifikasi dan validasi seperti yang sudah kami rintis akan terus kami lakukan”.

Hak Anggota

Kasus yang melilit Koperasi CSI sejak November 2016, dimata publik populer sebagai penghimpun dana layaknya sebuah bank,  atau kini sering disebut investasi bodong. Kantor pusatnya di kota Cirebon, Jawa Barat, dan 18 ribu-an anggotanya tersebar di Nusantara. Dugaannya, telah terakumulasi dana senilai Rp. 2,3 T. Sejumlah daya pikat bagi anggota Koperasi CSI ini, beroleh bunga rerata dari simpanannya 5% per bulan.

Puncak kemelut ini. dua pucuk pimpinan Koperasi CSI, M Yahya dan Iman Santoso, ditahan pihak berwajib pada 25 November 2016 atas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim. Keduanya sejak 11 April 2017 sampai dengan 10 April 2017 penahanannya dipindah ke Rumah Tahanan Negara di Cirebon.

Sesuai lansiran media massa, keduanya ditahan dengan dugaan pelanggaran prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Penyidikan Bareskrim pun mengarahkan atas sangkaan pelanggaran pasal 3 dan 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Berdasarkan keputusan sidang terakhir, Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang sejak permasalahan ini merebak ke permukaan, mengadvokasi melalui Forkoma CSI, menyambut baik pengabulan PKPU ini:”Sejak awal kami memang titik tumpu perjuangannya, ke hak-hak anggota. Sudah saatnya anggota koperasi ini untuk segera bersatu, sudahlah jangan bergerak sendiri-sendiri, lewat pengadilan kepastian hak anggota akan terpenuhi.” (HS/SA)

 

Baca juga:

Sidang PKPU Forkoma CSI di Pengadilan Niaga Jakpus: Ajak Anggota Bersatu

Kesaksian di Persidangan PKPU Pengadilan Niaga Jakpus: Investasi Koperasi CSI, Lanjutkan ?!

Forkoma CSI di Persidangan PKPU Pengadilan Niaga Jakpus: Gentong Dana, Masih Adakah?

Forkoma CSI di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat - Ajukan Perdamaian Perkara

Add a comment

Eka Santosa di Rakor F-DAS Citarum – Minta Presiden Tangani Langsung Sungai Terkotor Sedunia

A DAS 1 CopydestinasiaNews – Rapat Koordinasi (Rakor) Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum yang berlangsung di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung (14/4/2017), akhirnya mengerucut:”Sudahlah jangan banyak wacana. Menjadi sungai terkotor sedunia, ditangani berbagai lembaga pemerintah sejak 1994 sampai sekarang, sudah Rp. 30 T dana APBD dan APBN dan dari pinjaman luar negeri menggelontor.Nyatanya, seperti sekarang,” jelas Eka Santosa, Ketua F-DAS Citarum dihadapan puluhan hadirin pengurus 11 Koordinator Wilayah (Korwil) yang dilintasi Sungai Citarum di Jawa Barat. 

Guliran dana Rp. 30 T tadi sudah banyak dilansir oleh media massa sejak tahun 2015. “Anehnya BPK dan KPK, hingga saat ini belum punya progres yang jelas. Mereka hanya baru akan, dan akan melakukan penyidikan. Sementara kasat mata berbagai lembaga yang mengurus Citarum, terus kongkalikong di lapangan. Banjir, pembuangan B3 oleh pabrik dan rumah tangga juga rumah sakit, pengerukan yang parsial, terus saja berlangsung,” tambah Eka yang diamini hadirin.

Rekomendasi dan Tanam Bambu  

Terlontar oleh para peserta Rakor kali ini, dalam tempo satu bulan ini (hingga April 2017 – red.) konsep penanganan khusus Sungai Citarum harus sudah sampai di meja kerja Presiden. Bila diperlukan penyampaian rekomendasi ini, akan melibatkan warga dan pegiat lingkungan yang peduli pada Sungai Citarum.

“Bila perlu kita hadir di Bundaran HI Jakarta. Karena air Sungai Citarum, mengalir ke Waduk Jatiluhur, ini memasok air bersih ke Jakarta. Orang Jakarta harus sadar pemasok air bersih DKI dari Palyja itu berasal dari Sungai Citarum juga,” tandas Eka yang juga menyatakan - “Siap menjadi mitra pemerintah pusat, pun turut mengamankan kebijakan Sungai Citarum.”

A DAS 2 CopyPara peserta Rakor pun selain mendesak penanganan khusus oleh Presiden, mereka mengibaratkan dengan pembentukan lembaga adhoc:”Ya, seperti KPK berdiri walaupun ada kepolisian dan jaksa yang menangani korupsi. Karena suasananya emerjensi alias genting, Sungai Citarum pun harus ditangani Presiden langsung,” papar Astro yang punya nama lengkap Rizky Ramdani dari bagian Advokasi Hukum F DAS Citarum bersama Kustoyo H.S.

“Kami usulkan ke pemerintah sungai sepanjang 225 km ini, dari luas total bantaran sekitar 125 ribu ha, yang 100 ribu ha-nya, yang dihuni sekitar 15 juta jiwa di kiri kanan sungai sebaiknya ditanami pohon bambu”, lanjut Astro seusai ia dan tim-nya memaparkan ide ini di Rakor –“Dalam tempo 5 tahun tanaman ini akan menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp. 17 T dari bambu tanpa rekayasa. Yang butuh bambu sebagai bahan baku industri itu banyak sekali.”

Sementara itu Yunan Wirahadikusuma, yang kini ikut bergabung sebagai Ketua F DAS Citarum di Kabupaten Bandung Barat, menyatakan rasa syukur bisa terlibat dalam kegiatan ini:”Saatnya, sebagai rakyat harus berpartisipasi aktif, tak sekedar sebagai pengamat atau out sider saja. Terbukti, seberapa pun dana digelontorkan mengurus sungai ini, hasilnya tak berbekas,” begitu tuturnya yang tak lupa mengharapkan:”Keterlibatan Presiden seperti usulan peserta Rakor, sudah waktunya. Pemprov, Pemda, kementerian, dan lembaga terkait selama ini, terbukti gagal. Hasilnya, masih jadi sungai terkotor sedunia.” (HS/SA/dtn)

Add a comment

Sebanyak 25 Anggota Menwa Batalyon XI/UPI Ikuti Kursus Dinas Staff

 

KDS 2017

DestinasiaNews, Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon XI/Universitas Pendidikan Indonesia (Menwa Yon XI/UPI) menyelenggarakan Kursus Dinas Staff (KDS) angkatan 45 yang diikuti oleh 25 orang peserta, digelar pada hari Jumat-Minggu (7-9/4/2017) di Markas Komando (Mako) MenwaYon XI/UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 225 Bandung.

Komandan Menwa Yon XI/UPI, Aris Rismansah menjelaskan bahwa “KDS merupakan salah satu pendidikan lanjutan yang ada di Menwa yang bersifat wajib bagi semua anggota untuk masuk ke dalam kestaffan”, ditegaskannya maksud dari kegiatan ini adalah sebagai pembekalan anggota remaja sebelum masuk kestaffan dan memberi pengetahuan yang mendalam terutama pada organisasi Menwa.

Kegiatan KDS dibuka pada hari Jumat (7/4/2017) pukul 06.00 WIB di halaman Mako Menwa Yon XI/UPI, sedangkan pematerian dilaksanakan di dalam ruang kelas Mako Menwa Yon XI/UPI. Pada hari pertama dan hari kedua diisi dengan pematerian, dilanjut dengan gladi posko pada malam hari sampai pagi hari ketiga.

Saya bangga bisa menjadi Kepala Sekolah di kegiatan KDS ini, karena dengan ini bisa bersilahturahmi dengan banyak senior, dan bisa berbagi ilmu dengan para siswa”, ujar Kepala Sekolah KDS 2017, Asri Octiaviani (Komandan Satuan Tugas).

KDS 2017b

Di hari pertama, para siswa menerima pematerian yang diawali dengan materi Dasar Organisasi dan Staff (DOS) oleh Cecep Rony Nursamsah, S.Pd. (Alumni Menwa Yon XI/UPI), materi Komadan Kompie (Dankie) oleh Nursanda Rizki Adhari (Komandan Menwa Yon XI/UPI, periode 2014/2015), materi Kepemimpinan oleh Urai Ramadhani (Komandan Menwa Yon XI/UPI Periode 2016/2017), materi Staff IV-Logistik oleh Sintia Rahayu E, S.Pd (Alumni Menwa Yon XI/UPI), materi Staff II-Operasi oleh Mesa Rahmi Stephani, M.Pd (Alumni Menwa Yon XI/UPI), materi Administrasi Umum oleh Amalia Agustin (Wakil Komandan Menwa Yon XI/UPI, Periode 2017/2018), materi Staff III-Administrasi dan Personil oleh Citra Ayu Niza (Alumni Menwa Yon XI/UPI), materi Prosedur Hubungan Komandan dan Staff (Proshubdan Staff) oleh Urai Ramadhani (Komandan Menwa Yon XI/UPI Periode 2016/2017).

Hari kedua diawali dengan materi staff V-Teritorial oleh Helmi Hasbi Ashiddiqi (Komandan Menwa Yon XI/UPI, periode 2013/2014), materi Intel dan Pengamanan (Intelpam) oleh Rianatara, S.Pd (Alumni Menwa Yon XI/UPI), materi Protokol oleh Hendrianto Meggy (Wakil Komandan Menwa Yon XI/UPI Periode 2016/2017), materi Pertolongan Pertama oleh Deni Romasyah (Palang Merah Indonesia), materi Kompi Markas (Kiema) oleh Evi Yuliany (Komandan Kiema Menwa Yon XI/UPI), materi Provos oleh Dandan Yusuf (Alumni Menwa Yon XI/UPI) dan dibantu oleh Hendrik Hapu Hinggiranja (Komandan Provos Menwa Yon XI/UPI), materi organisasi dan kepemimpinan disampaikan oleh Dr. Enjang Mulyana M.Si. dan masih banyak materi lain yang disampaikan oleh alumni serta senior Menwa Yon XI/UPI kepada para peserta KDS tahun ini. Puncak kegiatan ini, diadakan Gladi Posko yang yang merupakan miniatur sebuah organisasi menwa.

Pada akhir penutupan kegiatan KDS, dipilihlah 2 orang anggota yang mendapatkan penghargaan sebagai siswa/i KDS terbaik periode ini. Yaitu siswa Raden Ahmad Hilmi (Administrasi Pendidikan 2016), dan siswi Yeshie Agustin Fadhilah (Pend. Bahasa Korea 2016). (YXI, dtn).

Add a comment

Kelana “Kilas Balik” Abah Landoeng di Pulau Kalimantan: “Kini Banyak Kemajuan …”

DTN LANDUNG CopydestinasiaNews – Cukup singkat jawaban pria gaek berusia 91 tahun yang banyak dilansir kalangan media massa sebagai “pria terkuat di dunia”. Bayangkan saja, pensiunan guru SMP Negeri 2 dan 5 kota Bandung, pada era 1994 -1994 usai bersepeda berkeliling Nusantara – wuisss ..langsung ngibrit bersepeda-ria ke Tanah Suci Mekah, Arab Saudi, sekaligus naik haji di sana. Barulah, hampir 4 bulan kemudian pulangke tanah air.

Predikatnya, pria gaek ini selain sebagai Pak Haji sebagaimana biasanya, justru oleh pejabat di Mekah sana diberi gelar “Bicycle Haj” – “Malah mau diberi uang ribuan real oleh pejabat di sana sewaktu membersihkan patung sepeda di salah satu kota. Namun saya tolak, karena niatnya semata membersihkan sepeda,” papar Abah Landoeng dengan kalem kala ia ditemui (12/4/2017) di kantornya di DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) Jl. Riau kota Bandung. 

Tualang di Kalimantan Barat

Kembali ke jawaban singkat Abah Landoeng di permulaan tulisan ini, pertanyaan utuhnya: Kemana saja Abah Landoeng selama Sembilan hari (1 – 9 April 2017 – red.) tidak terlihat di kota Bandung? Jawaban Abah Landoeng:”Hanya, sebentar ke Kalimantan Barat diundang seseorang.”

Selisik punya selisik, Abah Landoeng memang ke Kalimantan Barat selama 9 hari itu – Yang dilakukannya apa saja? Tanpa dinyana, Abah Landoeng yang kondang kini sebagai pegiat lingkungan dan pegiat anti korupsi, serta dikenal pula sebagai penjelmaan  Oemar Bakri dari balada nasib guru yang malang. Terbukti, penyanyi kondang genre balad Iwan Fals adalah muridnya kala di SMPN 5 kota Bandung era 1970-an.

“Di Kalimantan itu Abah  diundang Yayan, yakni cucu dari salah satu penduduk di Entikong. Kakeknya teman seperjuangan Abah kala Abah bertugas menumpas PGRS Paraku pada tahun 1964”, itu penjelasan awal Abah Landoeng sambil menunjukkan sejumlah dokumentasi foto selama di Kalimantan. 

Apakah ini semacam kilas balik Abah Landoeng selama tahun 1964 di Kalimantan Utara? “Benar sekali, setelah dari Jakarta Abah ke Sanggau, Sintang, Putusibau, Senaning, Singkawang, dan kembali ke Pontianak. Semua dilakukan dengan jalan darat dan sebagian dengan perahu menyusuri sejumlah sungai di pedalaman sana”, demikian ujarnya dengan cukup rinci ia dedarkan tualangnya.

“Banyak juga yang Abah kerjakan selain bersosialisasi dengan anak-anak, juga mengobati warga seperti biasa melalui trauma healing. Hampir seperti Abah lakukan kala bencana tsunami Aceh tahun 2004, dan tsunami Pangandaran 2006 Jawa Barat, serta bencana lainnya,” urai Abah Landoeng dengan nada merendah seperti biasanya – “Nih, lihat ada yang kakinya bengkak selama ini selalu sakit, katanya setelah diobati Abah sudah berkurang sakitnya,” tuturnya lagi sambil memperlihatkan gambar di gawainya yang memuat foto penderita yang kakinya kini berkurang bengkaknya.

Saksikan Penyerahan Tas Sekolah

Salah satu yang paling berkesan selama di Kalimantan menurut Abah Landoeng, pada 7 April 2017 menyaksikan langsung, puluhan prajurit TNI dari Kodam Xll/Tanjungpura menyusun dan mengepak 650 paket perlengkapan sekolah, yang akan dikirim ke pedalaman di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang, Kalbar.

Menurutnya, permintaan tas sekolah ini muncul setelah ramai diperbincangkan dari akun gossip di Instagram @Lambe_turah. Akun ini memposting foto para siswa siswa yang membutuhkan perlengkapan sekolah.

“Yang membanggakan Abah, kiriman Pak Presiden Jokowi untuk anak-anak SD di pelosok Kalimantan, begitu sigap dikirim para prajurit Tanjungpura. Dan sampai di tujuan, diterima anak-anak SD. Buktinya, banyak kita saksikan di media massa,” jelas Abah Landoeng dengan wajah gembira.

Nah, pembaca budiman menghilangnya Abah Landoeng selama 9 hari ke Kalimantan, yang katanya kini sudah jauh lebih maju dibanding ketika ia berada di sana era 1964, terjawab sudah.

”Hanya sedikit yang Abah lakukan, kalau bisa mah jangan banyak orang tahulah. Saya ini hanya, seorang kakek renta”, pungkasnya yang sejak awal pada tahun 2000-an mendukung berdirinya lembaga KPK – Komite Pemberantasan Korupsi!

Diketahui, Abah Landoeng dalam kegiatan sehari-harinya, kini selain sebagai pejuang lingkungan di DPKLTS bersama sesepuh Jabar Solihin GP (92), juga bersama Gerakan Hejo yang dipimpin tokoh Jabar Eka Santosa. Di dua LSM ini, ia bergiat juga sebagai pendidik dan pencegah terjadinya korupsi di berbagai level.”Abah suka sedih kalau yang terlibat korupsi itu orang yang dikenal secara pribadi. Apalagi kalau ada pejabat yang ternyata, dulu ia murid Abah ….” (HS/SA/dtn).

Add a comment

Kesaksian di Persidangan PKPU Pengadilan Niaga Jakpus: Investasi Koperasi CSI, Lanjutkan ?!

DTN CSI 6 CopydestinasiaNews – Sepenggal pengakuan dari saksi anggota KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera yang biasa di sebut Koperasi CSI, pada gelar perkara Senin, 10 April 2017 di  Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, melalui perkara Nomor: 35/Pdt-PKPU/2017/PN, NIAGA, mengejutkan hadirin.

“Sejak Desember (2016 – red), Januari, Februari, Maret 2017, tidak ada bagi hasil (5% per bulan – red.)”, kata saksi Deni Budiman yang dihadirkan tergugat PKPU dari Koperasi CSI yang diwakili oleh Syam Yousef Djoyo Law Firm yang beralamat di Jl. Muara Al Fatah 410 Kec. Garut Kota, Kab. Garut. 

Dalam persidangan ini saksi Deni yang sejak Februari 2014 sebagai salah satu penyimpan dari sekitar 18.000 anggota, dengan simpanan pribadi Rp.100 juta dari dugaan akumulasi total sekitar Rp. 2,3 T di Koperasi CSI. Dalam kesaksiannya, ia yang kini menjadi anggota yang mengikuti kebijakan tim restrukturisasi di Koperasi CSI yang sejak November 2016 rekeningnya dibekukan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), kala ditanya secara bergantian oleh Iqbal Nugraha, S.H, advokat dari penggugat Forkoma (Forum Komunikasi Anggota) CSI, dan Hakim Ketua Jamaludin Samosir, menyatakan:”Tidak merasa dirugikan …”.

Paparan lain dari saksi Deni, dalam hal restrukturisasi Koperasi CSI pada 4 Maret 2017 telah dilakukan RAT (Rapat Anggota Tahunan). “Apakah dibagikan deviden (SHU – red.) pada saat RAT tersebut?”, tanya Hakim Ketua.

Jawaban Deni untuk pertanyaan Hakim Ketua di atas, menyiratkan pembagian deviden itu sejak 2014 tidak pernah ada. “Hanya ada bagi hasil per bulan 5% sebesar Rp. 5 juta saja,” ujarnya yang mungkin menyiratkan tanda tanya di mata Hakim Ketua.

Imbuhan pernyataan lainnya dari saksi Deni, kala ditanya mengapa “deviden” atau bagi hasil ini sejak November 2016 tidak dibagikan:”Ini terhenti karena belum ada vonis bagi pimpinan kami karena persoalan aturan perbankan syariah….”.

Restrukturisasi Koperasi CSI

Sebelum Deni bersaksi, Syam Yousef Djoyo Law Firm menghadirkan “duo saksi” Handiyana Gani dan Ahmad Husen Arif. Pengakuan keduanya, dari sekitar 18 ribu anggota Koperasi CSI, sejak Desember 2018 diupayakan untuk di verivikasi dan validasi. Responnya, upaya ini yang didahului sosialisasi - sekitar 12 ribu lebih anggota setuju dilanjutkan, sedangkan sisanya menginginkan tidak dilanjutkan.

“Duo saksi” ini pun secara tersirat menjelaskan bahwa proses verifikasi dan validasi dilakukan tersebab, dua pimpinan Koperasi CSI ini dilakukan usai ditahan oleh Bareskrim Polri sejak 26 November 2016 atas laporan OJK.

Dalam konteks lain, Hakim Ketua sempat bertanya kepada saksi Deni soal apa fungsi RAT Koperasi CSI pada 4 Maret 2017 lalu, dan mengapa deviden tidak dibagikan? Jawabannya - ”Kami masih menunggu vonis …”. Sang Hakim Ketua mendengar hal ini, cukup menimpalnya dengan sesungging senyum di hadapan hadirin.

Sejurus kemudian kembali Sang Hakim Ketua, menutup persidangan kali ini yang lamanya sekitar 90 menit dengan berucap:”Besok Selasa (11 April 2017 – red.) sidang dilanjutkan untuk kesimpulan dari masing-masing pihak.”

Eka Santosa Bicara

Kemelut yang menimpa Koperasi CSI sejak November 2016, dimata publik sohor sebagai kasus penghimpunan dana atau investasi bodong. Hingga kini telah menimbulkan banyak korban. Tepatnya sejak dua pucuk pimpinan CSI, M Yahya dan Iman Santoso, ditahan pada 25 November 2016 atas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim. Terakhir, keduanya ditahan sejak 11 April 2017 sampai dengan 10 April 2017 di Rumah Tahanan Negara di Cirebon. Keduanya ditahan karena dugaan pelanggaran prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Penyidikan Bareskrim pun mengarahkan atas sangkaan pelanggaran pasal 3 dan 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Terkait hasil persidangan terakhir ini, Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang sejak permasalahan ini muncul ke permukaan turut membantu mengadvokasi anggota Koperasi CSI, tepatnya melalui Forkoma CSI, masih tetap berharap:”Hak anggota koperasi yang sah, harus diprioritaskan. Makanya, kami tetap mendorong untuk menuntaskannya melalui jalur hukum. Korbannya, sudah banyak. Ini yang merisaukan kita semua. Semoga melalui upaya PKPU ini, ada solusi yang win win solution” (HS/SA/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Kontroversi PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung – Pura-pura Tak Tahu …

Kontroversi PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung – Pura-pura Tak Tahu …

destinasiaNews – Ternyata, masih alot bagai keong, bisa dikatakan demikian soal ini.  Dari ruang sidang di PTUN Bandung (23/8/2017) Ketua Majelis...

Kaukus Muda Unisba untuk Kota Bandung Dukung Kang Deny Menuju Bandung Satu

Kaukus Muda Unisba untuk Kota Bandung Dukung Kang Deny Menuju Bandung Satu

destinasiaNews - Penataan ruang bagaimana membuat ruang terbatas menjadi ruang yang hidup dan menyejahterakan masyarakat itulah konsep dasar kang Deni...

Imunisasi Rubella, Selamatkan Generasi Bangsa

Imunisasi Rubella, Selamatkan Generasi Bangsa

DestinasiaNews - Anak-anak merupakan aset terbaik dalam keluarga maupun sebagai penerus bangsa. Sehingga, kondisi kesehatan anak-anak haruslah menjadi prioritas utama....

Pemandian Cipanas Nagrak, Lembang Nan Virgin!

Pemandian Cipanas Nagrak, Lembang Nan Virgin!

Destinasianews – Destiners, apa yang baru di sekitaran daerah Lembang? Ada pemandian air panas alami disana. Tepatnya berada di perbatasan...

Susi Pudjiastuti, Menteri KKP di Unpad – Histeria Massa & Mafia Tenggelamkan …

Susi Pudjiastuti, Menteri KKP di Unpad – Histeria Massa & Mafia Tenggelamkan …

  destinasiNews  -  Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pada Jumat (18/8/2017) hadir di dua acara di Bandung. Paginya, ia...

Pengunjung

01564205
Hari ini
Kemarin
823
1328