Partai Berkarya Jabar Panen ‘MS’ dari Verifikasi Faktual KPU

IMG 20180104 WA0238
destinasiaNews – Guncangan paling besar ke partai baru besutan Tommy Soeharto menurut Edy Subagja, Ketua DPD Partai Berkarya Kab. Sumedang:”Utamanya, saat 14 Desember 2017 langsung merebak berita verifikasi ke partai ini katanya tak lolos, dari segi dokumen administrasi calon peserta Pemilu 2019. Berkat mediasi Bawaslu, akhirnya beberapa hari kemudian bisa melaju ke tahap verifikasi lanjutan.”
 
Guncangan lain masih menurut Edi yang ditemani rekannya Rudi Rahayu, Sekertaris DPD Kota Bandung kala ditemui sedang berbincang di kediaman Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jabar di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (4/1/2018):”Pada 1 Januari 2018 muncul lagi kabar partai ini terganjal. Tak lolos verifikasi faktual. Penyebabnya, Bendahara Umum DPP Partai tidak ada di tempat karena sakit” jelas Rudi.
 
Lalu, dua hari kemudiaan, muncul berita gembira:“Tanggal 3 Januari 2018, setelah KPU dan Bawaslu hadir di RS Abdi Waluyo Menteng Jakpus, meninjau ke lapangan. DPP Partai ini dinyatakan lolos verifikasi faktual. Tinggal yang di DPW dan DPD seluruh Indonesia, bagaimana?” tambah Rudi Rahayu yang punya sapaan khas “Rudi Rambo” sambil diiyakan rekannya Edi.
 
PanenMStelah Tiba  
 
Rupanya, arah nasib Partai Berkarya yang lahir “seumur jagung” sejak 15 Juli 2016, kali ini bolehlah diteropong, musababnya ada fenomena baru dari pantauan Eka Santosa dan jajarannya:”Sampai hari ini (5/1/2018) ada 19 dari 26 DPD Partai Berkarya di Jawa Barat yang telah memperoleh status ‘MS’ (memenuhi syarat), dari verifikasi factual KPU. Ini menggembirakan,” terang Eka sembari mengingatkan –“Sejatinya, masih banyak tantangan yang akan dihadapi di masa depan. Ini partai baru, wajarlah banyak penjegalan dalam perjalanannya. Namanya juga politik …”
 
Berdasarkan pantauan redaksi hingga Jumat sore 5 Januari 2018, ada 19 DPD Partai Berkarya yang lolos verifikasi faktual KPU, di antaranya: 1. Kota Bandung 2. Kabupaten Tasikmalaya 3. Kabupaten Pangandaran 4. Kabupaten Indramayu 5. Kota Cirebon 6. Kota Sukabumi 7. Kota Bogor 8 Kabupaten Purwakarta 9. Kabupaten Sumedang 10. Kota Depok 11. Kabupaten Karawang 12. Kabupaten Ciamis 13. Kabupaten Kuningan 14. Kabupaten Garut 15 Kota Sukabumi 16. Kabupaten Cirebon 17. Kabupaten Bogor 18. Kabupaten Bandung Barat, dan 19 Kabupaten Bandung.
 
“Delapan belas DPD yang lolos ini sudah melebihi target minimal dari 27 DPD, minus Kota Cimahi. Bolehlah ini disebut panen MS (memenuhi syarat) bagi Partai Berkarya Jabar hari ini,” terang Eka yang mengingatkan betapa sulit sebenarnya membangun DPD di Jabar –“Beberapa di antaranya, banyak yang tiba-tiba eksis hanya 2 minggu sebelum verifikasi adinistrasi. Utamanya di Priangan Timur.”
 
Kondisi DPW se-Nusantara?
 
Sedangkan untuk tingkat DPW se Indonesia, menurut kaabar TjeTjep Saefulloh, Sang Pemantau berita up date di Alam Santosa (Pasir Impun):”Ada 25 DPW dari 34 yang ada. Yang 25 ini telah memenuhi predikat ‘MS’ alias memenuhi syarat. Ya termasuk DPW Partai Berkarya Jabar.”
 
Secara terpisah redaksi mengontak Ketua Umum Partai Berkarya, Neneng A Tutty, menurutnya:”Berkat dorongan dari seluruh kader partainya di Indonesia, arah menuju lolosnya verifikasi faktual, sudah mulai terlihat. Tentu disana-sini masih ada kekuranga. Karena kita kompak dan bersatu, mari kita perbaiki bersama,” ujarnya sambil mengatakan di sampingnya kala di telepon hadir Sekjen partainya Badarudin Andi Picunang –“Ya, terima kasih juga ini dari Pak Sekjen ada di DPP saat ini. Mari kita jaga kekompakan yang sudah baik ini. Jalannya masih panjang …”
 
Sukacita MS
 
Kembali ke Rekaman sukacita kader Partai Berkarya Jabar, masih dalam konteks verifikasi faktual. Di sini ada beberapa cuplikan. Ambil contoh laporan dari DPD Kabupaten Tasikmalaya. Menurut Ketua DPD Partai Berkarya Kab. Tasikmalaya, Deni Tudirahayu yang biasa disapa Ozenk: “Spontan, kader di saya menyambut proses verfak (verifikasi faktual) dengan sesuatu yang berbeda, unik, dan berkesan.”
 
Tiada lain yang dimaksud proses verfak di Kab. Tasikmalaya (4/1/2018), tatkala Ketua KPU setempat H Deden Nurul Hidayat, dan rombongan terdiri atas Ketua Panwaslu Kab. Tasikmalaya, Dodi Juanda, penataan di area sekertariat yang luasnya sekitar 1 hektare di Jl. Raya Pemda Desa Singasari Kecamatan Singaparna Kab, Tasikmalaya, diambut meriah bak tamu istimewa.
 
“Ini yang bikin orang berduyun-duyun datang di seberang Kantor Pemkab Tasikmalaya. Lebih dari 100 orang hadir di tempat kami. Ada kader partai, ada juga masyarakat umum. Karena tempat kami memang semarak hari itu, ada tenda segala,” tutur Ozenk yang sedari dulu memang sudah sohor dengan ke-eksentikannya sebagai seniman perkusi yang bertahun-tahun telah melanglang buana.
 
Sukacita alias panen ‘MS’ diperoleh kabar gembira dari Ketua DPD Kota Depok H Acep. Tak pelak pernak-pernik kepartaian, termasuk gelas cantik, dibagi-bagikan ke segenap pengunjung yang datang ke kantor partai. “Ini tanda kami memang suka cita dengan status MS itu. Semoga ini bisa tertular ke seluruh pelosok Nusantara, partai kami lolos verfak seutuhnya,” kata H Acep.
 
Sukacita lain datang dari Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Indramayu, Tati Suhartati:”Hari ini sudah diselesaikan lebih dulu verfak keanggotaan di DPC. Ada 129 orang dari 1290 KTA telah dapat MS, memenuhi kuota  per 10 % dari jumlah itu,” ujarnya sambil mengutarakan –“Kami untuk verfak DPD Partai Berkarya Kab. Indramayu, baru akan dilakukan 6 Januari 2018. Ya besok. Yakin kami dapat MS, karena semua sudah lengkap.”
 
Alhasil, perjuangan kader Partai Berkarya, ternyata harus diraih dengan penuh perjuangan.”Kami yang ada di Jawa Barat dengan infrastruktur relatif lengkap, mendorong semoga rekan-rekan di Indonesia Timur, dengan segala keterbatasannya mampu menuntaskan verfak kali ini, juga panen MS” kata Khanti Isyana Dewi, Sekertaris DPD Partai Berkarya Kota Bandung yang sehari-hari akrab disapa Nonoy.
 
Itu jawaban yang sekaligus doa memotivasi rekan separtainya di Indonesia Timur, kala ditanya kepada Nonoy saat ditemui sedang berada di Alam Santosa. (HS/dtn). 
 
Add a comment

CalonGubernur, Serius Maju? Pahami Dulu Aturannya, Baru Daftar ke KPU

IMG 20180105 102125
destinasiaNews – Sedikitnya ada lima hal penting kala pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Rentang waktunya,  pada 8-10 Januari 2018. Setiap hari pelayanannya dibuka antara pukul 08.00 s/16.00 WIB. Hanya, pada hari terakhir dibuka hingga pukul 00.00 WIB. 
 
Ujaran penting di atas, itulah sebagian kecil, yang disampaikan Komisioner KPU Jabar, Endun Abdul Haq. Ia mengupasnya pada acara Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018 bagi Media Masa. Tema-nya,  "Menyongsong Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Pendaftaran Bakal Pasangan Calon" di Newton Hotel, Jl. LLRE Martadinata Bandung (4/1/2017).
 
Seperti apa kata Endun, kelima hal penting itu: Pertama, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur wajib hadir saat pencalonan. Kedua, ketua dan sekretaris partai tingkat DPW sebagai pengusung wajib hadir saat pendaftaran calon. Begitupun koalisi partai, semua pengusungnya wajib hadir.
Ketiga, kelengkapan formulir pendaftaran yamg harus dibawa, yaitu Model B-KWK formulir pendaftaran atau formulir pengusungan pencalonan; B1-KWK, formulir surat keputusan partai pengusungan pasangan calon; B2-KWK, surat pernyataan kesepakatan berkoalisi; B3-KWK, Surat pernyataan kesepakatan berpasangan gubernur dan wakil gubernur; serta B4-KWK, pernyataan kesesuaian naskah visi, misi, program pasangan calon sesuai dengan RPJP Provinsi.
Keempat, SK kepengurusan yang sah parpol pengusung dan pendukung. Dan, kelima, surat keterangan pasangan calon: bebas dari pailit, NPWP, bebas tunggakan pajak, SKCK (polda), dan pas foto.
 
Sosialisasi itu dihadiri wartawan media massa cetak,  media online,  serta pemateri lain, antara lain Nina Yuningsih, Komisioner KPU Jabar Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat. "Tahapan ini patut diketahui dengan baik, terutama oleh pihak yang ingin mencalonkan diri," tutup Nina pada akhir sesi sosialisasi.
 
Setidaknya, siapa pun kini dapat mencermatinya bagi sesiapa yang berhasrat mendaftarian diri sebagai gubernur atau wakil gubernur yang pendaftarannya tinggal beberapa hari lagi. Sekali lagi, serius mau daftar ? Kalau ya, silahkan ... (HS/SA/dtn)
Add a comment

DPD Partai Berkarya Kota Bandung Terima Status MS - Lolos Verifikasi Faktual

IMG 20180104 172523
destinasianews - "Tinggal kami monitor, mulai besok untuk verifikasi faktual 126 anggota Partai Berkarya di 20 dari 25 kecamatan," kata Rifqi Alimunarok, S.Ag. M.Si, Ketua KPU Kota Bandung. 
 
Sebelumnya Rifqi setelah melakukan verifikasi faktual ke DPD Partai Berkarya di Jl. BKR No. 147 Bandung, menyatakan status MS (memenuhi syarat):" Dari tiga kriteria utama berupa keberadaan jender (pengurus perempuan), keberadaan pengurus keseluruhan, dan keberadaan kantor atau sekertariat, semua memenuhi syarat."
 
Bagi Ir. Taufiek Ramadhi, Ketua DPD Partai Berkarya Kota Bandung,  perolehan status MS dari KPU hari Kamis (4/12/2017), tampak melegakannya. "Diakui jalannya masih panjang, harapannya partai kami akan lolos juga nantinya," ujarnya yang kala itu didampingi pengurus partainya antara lain Khanti Isyana Dewi (Bendaraha),  Agus Gun Gun Gunawan (Wakil Ketua), serta Pandi selaku Dewan Pakar di kepengurusan partainya.
 
Kata Panwaslu
 
Belakangan sesaat usai rombongan KPU Kota Bandung meninggalkan DPD Partai Berkarya Kota Bandung, hadir di tempat yang sama rombongan Panwaslu Kota Bandung."Turut bergembira representasi partai Berkarya di Kota Bandung, memperoleh status MS dari KPU. Selanjutnya, mari kita bekerja sesuai fungsi masing-masing, menyemarakkan sistem demokrasi kita."
 
Sementara itu kehadiran dua rombongan, masing-masing KPU dan Panwaslu Kota Bandung, di mata para kader Partai Berkarya Kota Bandung, menumbuhkan rasa percaya lebih besar.
 
"Diakui, verifikasi bagi partai kami sebagai peserta Pemilu 2019, sempat berguncang kala terjadi di tingkat DPP. Namun, berkat kegigihan semua kader, akhirnya lolos juga," papar Rudi Rahayu yang biasa disapa "Rudi Rambo", selaku Sekertaris Partai Berkarya Kota Bandung. (HS/SA)
 
Add a comment

Ketua KPU Jabar Optimis - Pilgub 2018 Lebih Berprestasi

IMG 20180102 211050
destinasiaNews  – Pelaksanaan Pilgub Jabar Tahun 2018, harapannya lebih berprestasi. Asalkan, dalam setiap tahapan semua aspek, yang menunjangnya terlaksana dengan baik. Itu antara lain dikemukakan Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat. 
 
Yayat memaparkan saat digelar Rapat Koordinasi Persiapan Tahapan Coklit (Pencocokan dan Penelitian) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018. Tempatnya, di Aula Setia Permana Jalan Garut No. 11 Bandung (2/1/2017).
 
Lagi kata Yayat, prestasi ini harus diraih dengan tiga syarat. Pertama, siapa yang terdaftar dan didaftar di DPT.  Penjelasannya, ada tiga karakteristik pemilih, yaitu  tipe apatis atau masa bodoh. Kelompok ini cenderung berperspektif negatif pada penyelenggaraan pemilu. Kondisi itu didasarkan pada tingkat pendidikan, ekonomi, dan geografis yang jauh dari ibu kota atau keramaian kota. Masyarakat yang apatis ini, tidak jarang  ada di kaum terpelajar. Mereka paham politik,  tetapi presepsinya tidak begitu baik pada sistem pemilu. Ada pula tipe masyarakat pasif, yaitu masyarakat pemilih yang mengerti tantang pemilu, namun respon terhadap pemilu amatlah lemah. Biasanya, mereka cenderung tidak berpartisipasi. Rata-rata keputusannya,  tidak datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). Selanjutnya, ada jenis  masyarakat  yang aktif. Mereka ini masuk pada kelompok yang mengerti, dan ikut berpartisipasi pada pemilu sebagai masyarakat terdidik. Mereka mengikuti terus perkembangan politik pemilu. Boleh dikata mereka ini termasuk pada kelompok "up date pemilu".
 
Kedua, performa penyelenggara atau petugas pemutakhiran DPT. Kinerja penyelenggara tingkat bawah dalam pencocokan dan penelitian harus meng-cover dinamika masyarakat atau memprediksi siklus sosial kependudukan, seperti kematian, perpindahan, atau pendataan pemilih pemula, serta menyortir data.
 
“Kenyataanya masih banyak penyelenggara yang tidak profesional. Dan kesalahannya, dilakukan secara kolektif. Misalnya kesalahan di tingkat PPDP yang tidak dikontrol PPS,” kata Yayat seraya menambahkan - "Penyelenggara pun harus memahami Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih)."
 
Ketiga, presepsi terhadap pemilu,  apakah hak atau kewajiban? Yayat menggambarkan, pemilihan di luar negeri sudah disifatkan sebagai hak yang wajib dilaksanakan. Bahkan jika tidak berkontribusi akan didenda. Di Indonesia pemilihan dikatakan sebagai hak. Tetapi, hak yang menjadi problem bagi pemilih dengan presepsi yang keliru. Jika diwajibkan, partisipasi dijamin meningkat. 
 
“Tugas besar KPU itu mengubah presepsi pemilih, yakni merekonstruksi cara berfikir terhadap hak melaksanakan pemilihan. Bila perlu dilakukan dekonstruksi, sehingga presepsi tidak memilih sebagai dosa terhadap masyarakat," lanjut Yayat.
 
Upaya maksimal KPU Jabar saat ini, demi memaksimalkan partisipasi masyarakat tentang hak itu secara masif:"Bila pemilih tidak datang ke TPS,  dirinya disadarkan merasa telah mendzolimi masyarakat," tutupnya. (Rls/dtn)
Add a comment

Eka Santosa Gerakan Hejo Canangkan Tahun Berkarya untuk Swa Sembada Pangan – Tanam Padi Organik MSP

IMG 20180101 151953
destinasiaNews - Beberapa jam setelah Kawasan Eka Wisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kec. Cimenyan Kab. Bandung, meninggalkan tahun 2017, Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo langsung berulah. Ulahnya, di hari pertama tahun 2018, ia mencanangkan Tahun Berkarya untuk Swa Sembada Pangan !
 
"Hari ini di Alam Santosa menebar benih padi jenis MSP 1 dan MSP 9. Penasaran, Alam Santosa biar sebagian lahannya ditanami padi yg terbukti 100 hari, menghasilkan 10 ton per hektar," paparnya dengan menambahkan -"Bicara ini harus sesuai fakta. Hasilnya, nanti disebar ke kelompok tani se Jabar. Ketergantungan petani pada pemerintah harus dikurangi, biar mandiri."
 
Dasar pemikiran Eka, sederhana saja:"Terlalu lama petani dinina-bobokan. Akhirnya, jatuh ke lingkaran kemiskinan struktural. Makanya, harus drastis dirubah. Tak ada waktu lagi ..." 
IMG 20180101 152022
Dasar lain Eka, ia pernah secara pribadi mengalaminya. Ketika berkiprah di parlemen (1999 - 2013), sempat berkunjung dan berdialog, dengan petani termasuk dengan para pembuat kebijakan pertanian dan pangan di Vietnam, Jepang, dan Korea Selatan:"Simpel saja, lahan mereka jauh lebih sempit. Aneh, tingkat produktivitas pengolahan pangannya jauh di atas kita, dan kualitasnya bagus. Harga jual pun tinggi. Malah bisa ekspor segala ke negara kita."
 
Memendam kepenasaran yang cukup lama membebaninya, ia bersama jajaran pengurus Gerakan Hejo dan para Olot (tetua adat) di BOMA (Baresan Olot Msayarakat Adat) Jabar, terus memutar otak – bagaimana menghasilkan padi unggulan yang ramah lingkungan, dan berharga jual tinggi.
 
"Pemerintah, harus diingatkan. Jangan dibiarkan sendiri mempermainkan kebijakannya. Di lapangan, belum tentu mereka itu benar semua."
 
MSP  1 dan MSP 9
 
Langkah nyata Eka dan jajaran pengurus Gerakan Hejo, pada bulan-bulan penghujung 2017 telah mengontak kelompok tani di berbagai daerah. Akhirnya, ditemukan salah satunya. Petani ini seperi tokoh petani mandiri Surono Danu yang bertahun-tahun menghasilkan varietas unggul padi, bersedia menurunkan segala pengalamannya untuk petani lain.
 
"Perkenalkan ini Mang Ade asal Desa Situ Jaya Kec. Karang Pamitran Kab. Garut," ujarnya di petak sawah Kawasan Alam Santosa, yang rencananya akan dijadikan sebagai 'demplot' penanaman padi MSP 1 dan MSP 9.
 IMG 20180101 151941
Teknisnya, Mang Ade ini menurut Eka, melalui pengalamannya menanam padi organik di tempat asalnya sejak 2013 bersama sekitar 60 rekannya yang tergabung di Kelompok Tani Karya Sari. Dari sekitar 60 hektar lahan yang digarap kelompok taninya, Mang Ade rata-rata menghasilkan 8,5 ton gabah kering per hektar, dengan harga jual padi sekitar Rp. 4.900 /kg. “Sayang pemerintah setempat tak begitu hirau akan gerakannya,” keluh Eka sambil turut memacul calon petak ‘demplot’ padi organik.
 
 Mang  Ade   Tak Di Gubris !
 
Sementara itu menurut Dadan Supardan, GM Alam Santosa, seluruh pengalaman Mang Ade selama menanam padi organik di areanya akan dipantau. “Sehari-hari dari pihak Alam Santosa dan Gerakan Hejo, juga BOMA Jabar yang bertanggung jawab pada ‘demplot’: “Ada Mang Dadang, beliau sehari-hari mengontrol pertumbuhan padi. Yang diawasi mulai kondisi atau unsur tanah (pupuk organik), pasokan air, hama, hingga cuaca pun akan diperhatikan.” 
 
"Pola seperti ini yang saya idamkan. Kalau ke Dinas Pertanian di daerah saya, biasanya tak digubris. Mereka sudah baku dengan pembibitan dan pupuk terpusat, padahal banyak bolongnya," jelas Mang Ade (55) yang terus terang meragukan peran penyuluh pertanian selama ini.
IMG 20180101 151923
"Kalau bisa, penyuluh pertanian itu bubarkan saja. Di lapangan tak banyak gunanya," jelas Ade di sela-sela menjemur benih hingga memilih petak yang paling cocok, untuk pembenihan padi organik MSP 1 dan MSP 9.
 
Pamungkas, reportase ini sejenak bisa menyimpulkan, bahwa kemandirian petani padi khususnya di Indonesia dalam konteks ketahanan pangan dan program swa sembada pangan, harus segera ditumbuhkan:”Tak ada alternatif lain, petani kita harus mandiri. Kapan pun itu terjadi. Lebih cepat, ya lebih baik,” tutup Eka sambil menjelaskan mengapa ia menyimpan leuit (lumbung) di Alam Santosa – “Leuit itu simbol ketahanan pangan dari masyarakat adat. Makanya, belajarlah dari kearifan lokal mereka. Bukan, sebaliknya.” (HS/SA/dtn)
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Maman Cawabup KBB no 1, Bersilaturahmi Dengan Para Ustadz

Maman Cawabup KBB no 1, Bersilaturahmi Dengan Para Ustadz

destinasiaNews - Dalam mempererat silaturahmi dengan kalangan ustadz dan ulama, calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) nomor 1 yang...

Ihwal Blekok Bandung (2): Kang Emil Belum Menengok

Ihwal Blekok Bandung (2): Kang Emil Belum Menengok

DestinasiaNews - Nah, perkiraan pertanyaan “iseng” lainnya masih ala Diego ke Ujang Safaat, Ketua RW setempat Ujang Safaat yang sehari-hari...

Ihwal Blekok Bandung (1): Kang Emil Belum Menengok

Ihwal Blekok Bandung (1): Kang Emil Belum Menengok

destinasiaNews – Terinsipirasi serial film travelling yang mendunia bertajuk Don’t Tell My Mother (Ulah bebeja ka Indung kuring). Film ini...

RTH Kota Bandung Intentensif Dibahas Eka Santosa & Oded di Pasir Impun - Benahi, Tata Ruang !

RTH Kota Bandung Intentensif Dibahas Eka Santosa & Oded di Pasir Impun - Benahi, Tata Ruang !

destinasiaNews -  Oded M Danial, Wakil Walikota Bandung disela-sela cuti sehubungan pencalonan Pilwalkot  pada Pilwalkot 2018 - 2023 yang berpasangan...

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

destinasiaNews - Sudah dua pekan berlalu Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) paket Paslon EMAS (Elin - Maman) blusukan,...

Pengunjung

01844848
Hari ini
Kemarin
116
1453