Rupa-rupa ‘Nyaleg’ di Pileg 2019, Rupanya Huahahaha

bendera pemilu

OPINI

Oleh: Harri Safiari

destinasiaNews – Lolos menjadi calon legislatif atawa caleg, alias ‘nyaleg’ untuk Pemilu 2019, bolehlah disebut sebagai warga terpilih. Bayangkan, ini lolos seleksi dari 250-an juta populasi di negara kita. Ada baiknya kita beri tabik tinggi-tinggi buat mereka.

Idealisasinya, pada tahapan ini mereka itu sudah lolos dari lubang jarum. Menjadi orang terpilih, haruslah berperan sebagai manusia pengemban amanah.

Merunut pengumuman KPU terdaftar 7.968 caleg dari 20 partai politik (termasuk partai lokal di Aceh) pada Pileg 2019. Ada 4.774 caleg laki-laki, dan 3.194 perempuan. Proporsi ini telah memenuhi 30% kuota perempuan. Semua ini akan bertanding di 80 daerah pemilihan pada Pemilu 2019. Catatannya, ada 3 partai politik yang tidak dapat berkompetisi di semua dapil - Gerindra, Hanura, dan PKPI, lainnya bisa bermain di semua dapil.

Hal berbeda lainnya untuk sebutan pemilu 2019, ini dikatakan sebagai ‘general election’ paling komplikatif se-dunia. Lalu, muncullah Peraturan Nomor 20 Tahun 2018. Ini mengatur pencalonan anggota DPR, DPRD (Provinsi), dan DPRD (Kota/Kabupaten). Isinya, terlarang bagi mantan terpidana korupsi, bandar narkoba, dan predator seksual. Dari tiga larangan tadi, Anda masuk yang mana? Huahahah...

Yang Mendadak itu

Sesuai paparan di atas, tersempal sedikit kisah dari sang sobat penulis. Sebutlah al-kisahnya, ibarat mendadak ‘nyaleg’. Kisah ini terjadi menimpa sosok perempuan di Pileg 2019. Tepatnya, terpatuk pada diri seorang tetangga sang sobat. Domisiinya di wilayah yang secara sosio-demografik disebut antara pedesaan dan perkotaan. Terbayanglah, bagaimana serunya?

Identifikasi lanjutannya menurut sang sobat lagi, caleg ini berkompetisi di sebuah dapil untuk tingkat DPRD provinsi pendulang suara di tingkat nasional. Mujurnya, caleg ini kebagian nomor urut 3. Kisaran usianya, lulusan SMA dengan pengalaman bekerja 5 tahunan di sektor swasta. Status maritalnya, telah menikah dengan satu anak balita. Partai lama atau partai baru?

”Sudahlah, itu terlalu politis dan privat. Yang jelas caleg ini, namanya sudah muncul di stiker ukuran 5 X 10 cm, poster, dan medsos. Diperhatikan, penampilannya di stiker dengan wajah aslinya, terpaut cukup jauh,” begitu kata sang sobat ini tanpa penjelasan lebih lanjut – apa itu makna terpaut cukup jauh?

Tadinya, berharap ada pernyataan seperti lebih cantik, kurang cantik, atau kurang menarik dalam tampilan gambar stiker. Rupanya, sang sobat ini tak mau menjelaskan lebih jauh. “Lebih cantik di stiker, ya pastinya Bro?” kataku sedikit memprovokasi, berhasrat memancing,

“Waduh, tak usahlah diperdalam investigasi soal ini. Salah-salah aku disomasi. Masa sih, di stiker tidak lebih cantik dari aslinya?! Hanya, ini lucu saja, namanya juga mendadak nyaleg, kalee ...” pungkasnya seakan menutup sub topik ini.

“Jelasnya, ini mendadak nyaleg Bro. Sehari-hari bertetangga, dulu omongannya sering nyrocos. Buat apa ikut-ikutan aktif partai politik. Bukanah, ujung-ujungnya OTT oleh KPK? Eh, lucunya dia sekarang seperti jadi orang nomor satu di partainya,” urai sang sobat dengan penuh rasa heran seheran-herannya.

Larut dalam perbincangan selanjutnya bersama sang sobat, makin ramai saja. Menurutnya, boleh jadi ‘perahu’ partai sang caleg wanita ini begitu kuat daya hipnotisnya?! Katakanlah, hanya sekejap, yang tadinya sang caleg wanita ini polos a politis, menjadi begitu militan, dengan konsekuensi ngawur katanya.

“Lucunya, sejak lolos dari bacaleg (Bakal Calon Legislatif) menjadi caleg. Orang ini mendadak ramah dan ‘baik hati’ ke seantero kampung atau kompleks rumahnya. Cerita bohongnya, bapak-bapak dan ibu-ibu yang sehat tetangganya, jadi sering disapa tatap muka. Kapan sakitya biar saya jadwalkan untuk dijenguk,” jelasnya sambil sedikit tertawa dengan menambahkan – “Jadi lebay deh, terbayang kalau jadi wakil rakyat lebaynya setingkat apa?”

Ke sang sobat yang hobinya bak pengamat politik tigkat tinggi, ditanya bagaimana caleg ini dalam menghadapi pragmatisme yang vulgar kini dengan tuntutan cost politics yang terbilang tinggi?

“Ini bikin dirinya seperti habis-habisan umbar janji. Soal membagikan aneka kebutuhan dasar mulai mie isntan, sampai pengganti ongkos transpor pada setiap riungan, sedikitnya tiga kali seminggu di banyak komunitas. Keluhan mulai muncul, kabarnya tanah warisan suaminya sampai-sampai mau dijual,” papar sang sobat dengan nada datar.

Andai tidak lolos ke parlemen, apa yang terjadi? “Waduh, ini sangat mudah ditebak, mampu bertahan saja itu sudah untung besar. Tak terbayang bagaimana nantinya,” jelas sang sobat menghkawatirkan bila mimpi buruk itu terjadi.

Berpartai itu

Sepengetahuan kita menjadi anggota partai itu dinegara kita adalah anugrah. Beruntung kita hidup di negara demokratis. Sayangnya, berpartai di kebanyakan orang masih dipahami secara elementer. Secuil kisah sang caleg di atas, merupakan representasi mayoritas anggota partai – ikut rame-rame tanpa tahu esensi berpartai secara benar, paling tidak yang sesuai idealisasi. Penyaluran sikap politik yang bermuara pada prinsip trias politica (legislatif, eksekutif, dan yudikatif). Sayangnya, hal ini baru dipahami sebatas kulitnya belaka.

Sampai disini, apa boleh buat, memang baru sebeginilah adanya. Faktor itu di antaranya bergantung pada seberapa kuat atau berkualitasnya sumber daya manusia (SDM), tingkat pendidikan politik, plus suasana politik dan kemapanan ekonomi, dari sebuah negara yang masih berkembang.

Secuil Kesimpulan

Berangkat dari secuil kasus ‘nyaleg’ di atas, predksi andaikan person yang ‘nyaleg’ ini berhasil meraih kursi legislatif. Dengan kualitas SDM seperti ini, bisa ditebak orientasi kekuasaannya kelak. Dipastikan tidakn jauh dari – bagaimana mengembalikan ongkos politik yang telah dikeluarkannya dengan segera. Lembaga anti rasuah KPK dan Tim Saber Pungli, pastilah menanti.

Sejatinya, tatkala yang ‘nyaleg’ ini kala berkampanye, anggaplah sebagai manuver kamuflase ‘yang diridoi negara’. Artinya, siapa pun yang terperdaya olehnya, selorohnya ‘bukan tanggung-jawab negara’. Maknanya lagi, rakyat kebanyakan harus cerdas, dan cermat memilih siapa wakil kita di parlemen kelak. Lucunya, mau cerdas dan cermat bagaimana, SDM faktanya – segituh-gituhnya?!

Kondisi pemilih serta calon yang dipilih yang sama-sama rawan secara politik maupun pragmatisme yang salah kaprah, amatlah memungkinkan tujuan memunculkan wakil rakyat yang benar sebenar-benarnya, meleset 99%.

Ironi, calon yang berkualitas namun tidak memiliki kekuatan ekonomi memadai sebagai daya pikat kaena tuntutan pragmatsme itu, justru tersisih sejak awal mendaftar sebagai caleg! Artinya, baru mendaftar, sudah gugur!

Kekhawatiran kita, parlemen kelak diisi oleh orang-orang yang keropos berintegritas. Mereka kerap berkedok penuh kepura-puraan, sejatinya adalah manusia licik dan busuk berbalur kosmetik harum mewangi nan baik hati. Faktanya, demikianlah adanya !

Faktor ‘internal’ lain yang patut diperhitungkan dalam dunia ‘caleg-menyaleg’, hadirnya fenomena ‘usaha baru’. Ini diisi oleh semacam ‘tim sukses’ atawa petualang ‘pedagang caleg’. Kehadirannya, ada di desa dan kota. Kepiawaiannya dalam ‘memperdagangkan caleg’, sungguh mengagumkan. Kasak-kusuk dan jual-beli suara dengan lembaga terkait, serta tokoh ternama setempat kerap dijadikan pembenaran. Klaimnya, dapat memenangkan suara dengan pengaruhnya. Mereka kerap sesumbar, bak bisa menghentikan petir di langit. Praktiknya, tak sedikit para caleg terpedaya oleh klaim perolehan suara.

Tak percaya dengan sinyalemen ini di lapangan? Silahkan buktikan sendiri. Mereka ini berkeliaran mencari mangsa, hingga detik-detik Pemilu 2019.      

Alhasil, rupa-rupa di seputar ‘menyaleg’ di Pileg 2019, terserah akan disikapi dengan serius, atau bagaimana? Sekedar mengingatkan, jalannya nasib negara kita untuk 5 tahun mendatang sejak 2019, salah satunya ditentukan oleh sukses tidaknya pesta demokrasi berbiaya total Rp 24,9 triliun.

Melihat kembali pada secuil kasus seperti kata sang sobat di atas, ada baiknya tak usah berkernyit dahi, marilah kita berhuahahaha...saja. (Harri Safiari adalah wartawan senior, Kota Bandung. Red)  

Add a comment

Pakar Budi Daya Ikan Lepas Pantai Negeri Vietnam Sambangi Aquatec Padalarang – Dapatkan Solusi Serangan Taifun

Jaring Apung

destinasiaNews - PT. Gani Arta Dwitunggal produsen AgroPro (pertanian) dan Aquatec (perikanan) di Jalan Raya Batujajar KM 2.8 Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jabar, pada Jumat, 23 November 2018 disambangi pakar budi daya perikanan lepas pantai dari negeri Vietnam.

“Banyak hal kami bahas. Utamanya, soal bagaimana mengatasi taifun yang tiap tahun melanda budi daya perikanan lepas pantai (offshore) mereka. Kebetulan produk kami Aquatec, sudah cukup lama punya teknologi mengatasi hal ini,” papar Andi J Sunadim, S.Mn, General Manager PT. Gani Arta Dwitunggal.  

Para tamu PT. Gani Arta Dwitunggal terdiri atas  Mr. Nguyen Ba Thong, Science Technology Coordinator VSA (Vietnam Seaculture Association), dan Ms. Le Hong Lien, Administrator VSA. Rombongan tamu ini, menurut Andi merupakan pakar perikanan yang cukup berpengaruh dalam pembuatan kebijakan di negaranya, terutama budi daya ikan lepas pantai.

Menurut Andi, kehadiran tamunya ini hari itu sempat dibawa berkeliling ke pabriknya. Selama kunjungan itu, mereka tampak semakin mengagumi keunggulan teknologi budidaya ikan di lepas pantai dari demo varian KJA merek Aquatec, yang sudah dipakai di beberapa negara. Berkali-kali mereka katakan KJA bundar offshore submersible itu, bisa digunakan sebagai solusi dari serangan taifun di negaranya.

“Yang banyak dibahas itu utamanya KJA (keramba jaring apung) bundar offshore, dan KJA bundar submersible. Produk terakhir ini, bisa ditenggelamkan tatkala ada taifun. Lalu, diapungkan kembali dengan cepat dan mudah,” terang Andi.

Merasa Yakin

Satu hal tindak lanjut dari kunjungan ini, pihak tamunya akan lebih intensif memperkenalkan produk Aquatec di negaranya.

“Saya berhubungan dengan mereka, ketika sama-sama menghadiri  Offshore Mariculture Conference Asia 2018 di Singapura. Waktu itu, sekilas mereka telah melihat cara kerja KJA submersible. Sekarang di Padalarang, semakin yakin, produk kita punya banyak keunggulan, tentu dengan harga sangat bersaing,” jelas Andi yang dalam waktu dekat akan mengekspor kembali KJA Submesible ke berbagai negara.

Secara terpisah redaksi mengontak pegiat MAI (Masyarakat Aquakultur Indonesia) perwakilan Jawa Barat, Ir. Mohamad Husen yang biasa disapa Husen Lauk. Menurutnya, produk KJA yang dihasilkan PT. Gani Arta Dwitunggal, memang sudah lama go international.

“Di Hainan, China, malah sudah teruji. Jadi penyelamat budi daya perikanan lepas pantai. Utamanya KJA bundar lepas pantai submersible. Ini genuine karya anak bangsa. Sayang, di dalam negeri, masih dilihat sebelah mata,” papar Husen Lauk sambil memungkas – “Ironi, sepertinya kita masih berorientasi produk luar negeri minded, bingung saya.” (HS/dtn)  

Add a comment

Candra Malik Gelar Siraman Rohani, di Warunk Hawu, Alam Santosa

Candra PI

 

destinasiaNews - Anggaplah ini sebagai gerakan diam-diam namun telak. Adalah Warunk Hawu sebuah cafe 'tradisional kontemporer' di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa. Tepatnya di Pasir Impun, Cimenyan Kabupaten Bandung, ini dikenal juga sebagai kediaman tokoh Jabar Eka Santosa. 

 

Gerangannya pada Rabu malam (21/11/2018) akan menggelar obrolan santai bersama tokoh sufi, sastrawan, wartawan, pelantun lagu rohani, artis film, dan penulis sejumlah kolom di berbagai media tanah air - Candra Malik.

 

Barang tentu, peserta obrolan ini kalangan 'sejenis', boleh ditebak ada dari beberapa komunitas seni dan budaya, termasuk para politisi pun akan hadir. 

 

"Tadi siang sudah hadir di Alam Santosa, langsung dari Banyumas (Jateng). Tadi rehat sejenak di Warunk Hawu, sekarang sedang istirahat buat tampil nanti malam bersama kita," papar Bendra Angrenaswara, koordinator obrolan santai bertajuk Merawat Cinta Merawat Indonesia. 

 

Menurut Bendra, ancar-ancar  yang dikemukakan nanti malam oleh Candra Malik, seputar  persoalan non partisan, dan pesan perdamaian:"Ibaratnya, kita merasa perlu mendinginkan suasana sebelum Pemilu 2019 yang katanya itu tahun panas. Nah, semoga dari Pasir Impun yang kental dengan nuansa damai dari alam penuh kehijauan, pesan ini tersampaikan ke pelosok Nusantara," lagi kata Bendra yang selama ini tergabung pada kelompok band religi Minladunka + sebagai gitaris.

 

Secara terpisah Eka Santosa yang hari ini (21/11/2018) sebagai tuan rumah, namun kebetulan sedang berada di Tasikmalaya, mengabarkan melalui telepon, berharap kehadiran Candra Malik ke Bandung mampu memberikan angin segar berupa siraman rohani yang khas, dalam konteks pergulatan membangun Indonesia yang modern dan berjati-diri kebangsaan secara utuh. 

 

"Saya termasuk pengagumnya, karyanya banyak mengispirasi bangsa. Pencerahan seperti inilah yang kita butuhkan saat ini. Mengolah mental bangsa secara jernih," ungkap Eka yang selama di Tasikmalaya ditemani pegiat seni dan budaya Deni 'Ozenk' Tudirahayu. (HS/dtn)

Add a comment

Memperingati Hari Pahlawan, Presiden Jokowi Naik Sepeda Ontel Mengenakan Seragam Pejuang “Tempo Doeloe”

Jokowi Gowes

destinasiaNews– Setelah selesai menghadiri upacara memperingati Hari Pahlawan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Cikutra Kota Bandung, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi), turut serta meriahkan acara Gowes Bandung Lautan Sepeda besama Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Acara ini dilaksanakan oleh Kodam III/Siliwangi, diikuti 27 ribu peserta dari berbagai komunitas sepeda di Kota Bandung, berlangsung di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro, Sabtu pagi, 10/11/2018.

Uniknya, Presiden Jokowi pada acara Gowes Bandung Lautan Sepeda ini, ia tampil beda, yakni mengenakan seragam Pejuang Tempo Doeloe lengkap dengan asesorisnya dan memilih menaiki sepeda Ontel. Dengan penampil ala pejuang tersebut, Presiden Jokowi berhasil menghipnotis suasana di zaman “now” dibawa ke era 10 November 1945.

Selain itu, Presiden Jokowi melepas puluhan ribu peserta gowes yang akan menempuh jarak sejauh 15 kilometer dengan route : start dari Gedung Sate Jalan Diponegoro- Jalan Ir. H. Juanda- Jalan Merdeka- Jalan Lembong- Jalan.Tamblonh- Jalan Asia Afrika- Jalan Sudirman- Jalan Elang Raya- Jalan Rahawali- Jalan Nurtanio- Jalan Abdurahman Saleh- Jalan Pajajaran- Jalan Pasir Kaliki- Jalan Pasteur- Jalan Cihamplas Bawah- Jalan Wastukencana- Jalan RE. Martadinata- Jalan. Ir. H. Juanda- Jalan Diponegoro dan finish, kembali ke depan Gedung Sate Jalan Diponogoro.

Selanjutnya untuk route Presiden Jokowi menempuh jarak sejauh 5 kilometer, start dari depan Gedung Sate Jalan Diponegoro - Jalan Ir. H. Juanda,- Jalan Merdeka- Jalan Aceh- Jalan Banda, lalu finis di Gedung Sate, melalui pintu samping. Sejumlah pejabat turut mendaping gowes bersama Presiden Jokowi antara lain : Menkopolhukam, Menhan, Mensos, Panglima TNI, Kapolri, Kasad, Kasal, Kasau, Pangdam III/Siliwangi dan Kapolda Jabar.

Terlihat disepanjang route gowes yang dilalui Presiden Jokowi, masyarakat Kota Bandung menyambutnya dengan antusias, Presiden Jokowi membelasnya dengan senyum yang khas dan melambaikan tangan. (HRS/dtn).

Add a comment

Presiden Jokowi Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif Di Bandung, Tunggangi Motor Street Tracker

Jokowi1

destinasiaNews Pada hari kedua kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandung, menghadiri acara Deklarasi Jawa Barat Kondusif, yang diikuti beragam komunitas antara lain, komunitas umat beragama, komunitas sepeda motor, komunitas musik, komunitas seni dan budaya serta komunitas lainnya, digelar di Jalan Braga Kota Bandung, Minggu, 11/11/2018.

Presiden Jokowi, dari Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera menuju Jalan Braga menunggangi motor model street tracker milikinya, turut mendapingi Presiden Jokowi yaitu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua Umum Golkar, serta pendamping lainnya.

Masyarakat Kota Bandung terlihat antusias menyambut kehadiran Presiden Jokowi, bahkan saat konvoy rombongan motor Presiden Jokowi melintasi Jalan Merdeka, diantara kerumunan masyarakat ada yang berteriak, “Pak Jokowi Minta Sepeda”.

Jokowi2

Setelah itu, Presiden Jokowi, dengan berjalan kaki meninjau sejumlah stand komunitas kreatif Jawa Barat, yang berderet di sepanjang Jalan Braga menuju venue Deklarasi Jabar Kondusif. Di stand motor gede (Moge), Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sempat menjajal menaiki salah satu Moge.

Ketua Penyelenggara Festival Jabar Kondusif, Budi Dalton, mengatakan dalam deklarasi tersebut bahwa komunitas kreatif Jabar akan tetap mendorong dan menjaga suasana yang nyaman dan aman di provinsi ini.

Presiden Jokowi mengapresiasi dan menyambut baik pernyataan deklarasi Jabar Kondusif tersebut. Semua warga negara Indonesia menginginkan agar tanah air Indonesia yang memiliki suku, agama, bahasa daerah yang berbeda-beda, namun tetap dalam kondisi tenang, rukun dan bersatu, kata Presiden.

Jokowi3

"Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan dan kerukunan," tegas Presiden di hadapan para awak media dan ribuan pengunjung Deklarsi Jabar Kondusif.

Lebih jauh, Presiden mengatakan bahwa Provinsi Jawa Barat akan menjadi pelopor bagi ketenangan dan kondusivitas Indonesia, pungkasnya. (HRS/dtn).

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Subsektor 04-21 Lakukan Komsos Untuk Merubah Pola Hidup Warga

Subsektor 04-21 Lakukan Komsos Untuk Merubah Pola Hidup Warga

destinasiaNews - Untuk merubah pola hidup warga di sekitar bantaran sungai, prajurit satgas Citarum Harum selalu melakukan komsos kepada warga...

Satgas Citarum Subsektor 01-21 Selalu Himbau Warga Menjaga Kebersihan Lingkungan

Satgas Citarum Subsektor 01-21 Selalu Himbau Warga Menjaga Kebersihan Lingkungan

destinasiaNews - Satgas Citarum Harum Subsektor 01-21 Rancaekek dalam melaksanakan tugasnya, selain membersihkan aliran dan bantaran sungai dari sampah juga...

Kolonel Inf Yusef Sudrajat Bantu Tengahi Warga Dan Pabrik

Kolonel Inf Yusef Sudrajat Bantu Tengahi Warga Dan Pabrik

destinasiaNews - Permasalahan yang muncul dalam lingkungan masyarakat yang terdapat pabrik biasanya berupa limbah pabrik yang menimbulkan bau yang mengganggu...

Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

Imam Prasojo Bitjaraken Toedingan Katjoerangan en Polemiek Quick Count Pemilu 2019

  OPINI Oleh : Harri Safiari   destinasiaNews – Setoeroet artikelen jang dimoeat Kompas.com (22/4/2019) berdjoedoel: Imbauan Imam Prasodjo Terkait Tudingan...

Degap-degoep Oesai Pemilu 2019 – Bereboet Siapa Mahoe Djadi ‘Presiden’ RI

Degap-degoep Oesai Pemilu 2019 – Bereboet Siapa Mahoe Djadi ‘Presiden’ RI

destinasiaNews – Seoesai pesta democratie paling roemit sedoenia (17/4/2019), kapoetosan formaal menoeroet KPU baroe pada tarich 22 Mei 2019. Ternjata satelahnja,...

Pengunjung

03213838
Hari ini
Kemarin
2225
3958