Tokoh & Warga Cimahi Selatan Banjiri Sosialisasi Program Citarum Harum Sektor 21

IMG 20190619 023413
destinasiaNews – Ada yang sedikit heboh dan meriah tentunya. Peristianya terjadi pada pada Selasa, 18 Juni 2019 di Kelurahan Melong Kecamatan  Cimahi Selatan. Hari itu menurut pantaun redaksi, hadir lebih dari seratus orang . Semua tertuju pada – bagaimana meningkatkan kesejahteraan melalui perbaikan eko sistem yang muaranya mendukung revitalisasi Sungai Citarum sesuai Perpres No 15 Tahun 2018 -  Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum !
 
Dalam kesempatan ini Deden Hidayat MH, Lurah Melong Kec. Cimahi Selatan, menyatakan: “Kami pun dari Kelurahan Melong, mendukung penuh dan mengapresiasi keberadaan Satgas Citarum Harum. Selama ini kita telah bersama-sama, mengatasi banjir , meski saat ini masih kita upayakan.”
 
Masih kata Deden, dirinya dan segenap warga Melong, merasa tercerahkan. Pasalnya, sungai dan kali di daerah Melong khususnya, sebelum Satgas Citarum Harum hadir setahun lebih yang lalu, masih sangat kotor – “Sekarang sudah mulai agak bersih. Yakin, seiring meningkatnya kesadaran pasti bisa bersih,” papar Deden yang diamini puluhan warga lainnya.
 
Progres nyata lainnya, kata Deden dengan ajah sumringah:” Program normalisasi sungai Cikendal dan Cibaligo. Insya Alloh  dalam waktu dekat, eksekutornya Satgas Citarum Harum akan mengeruk sedimentasi di sungai ini. Setidaknya, saat hujan datang, airnya mengalir dan langsung ke lepas ke wilayah Kab. Bandung sesuai sifat alamiahnya, dari dahulu juga ke sana.”
 
Hadapi Banjir …
 
Harapan lain, di antaranya semoga untuk warga Melong itu, pemerintah melakukan pembebasan lahan. Tujuannya, setidaknya bisa mengurangi debit air ketika hujan turun di RW 02. “Semoga saja, harapan kami ini terkabul,” kata Deden penuh harap sambil memohon – “Kalau bisa mah ada pembuatan kolam retensi. Ini untuk lahan parkir sementara air saat hujan. Minimal mengurangi dampak banjir di R 02.”
 
Sekedar info, Kelurahan Melong ini terdapat 36 RW, dan 191 RT. Disadari permasalahan sampah belum sepenuhnya dapat ditangani. Penyebabnya karena tempat sampah yang representatif belum ada. Yang baru dilakukan saat ini, terutama dari pemerintah daerah, hanya memberi tong sampah. “Khususnya diberikan ke 36 RW, dan 191 RT. Alhamdulilah sudah ada upaya perbaikan,” jelas Deden yang  sekarang sedang intensif mengupayakan pemisahan dan pengo;lahan sampah organik dan non organik.
 
Kata Saniyo
 
Pada kesempatan terpisah, Letnan dua Infanteri Saniyo dari Subsektor 21.Menurutnya, ia dan tim stiap saat kerap melakukan sosialisasi perbaikan kondisi lingkungan di pemukimanpadat wilayah Melong ini. “Tujuannya Cuma satu, agar masyarakat menjadi sadar dan bergerak mengatasi program krusial, yaitu sampah dan banjir. Butinya, warga antusias mendatangi sosialisai ini,” ujar Saniyo dengan wajah penuh percaya diri asanya bisa tercapai dalam waktu dekat.
 
Rupanya, harapan warga Melong ini ditangkap Saniyo dengan rencana lanjutan berupa memperluas tingkat partisipasi untuk perbaikan banyak hal – kualitas lingkungan hidup.
 
“Saya optimis, apa yang dicita-citakan warga di Melong dan Cimahi Selatan umumnya yang bertahun-tahun terpapar polusi air, tanah, dan udara karena tidak teraturnya infrastruktur di sini, bisa teratasi, “pungkas Saniyo yang bertekad membantu meningkatkan taraf hidup warga. (HS/dtn)  
 
Add a comment

KPPU Deteksi Pelanggaran Pemenangan Tender Proyek di Tanah Pasundan

IMG 20190618 211851
destinasiaNews – Anggota komisioner KPPU Kodrat Wibowo kala ditemui di kantor KPPU Kanwil III Jabar, DKI Jakarta, dan Banten di Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Selasa (18/6/2019) mengatakan: ”Secara formal sudah masuk laporan perihal indikasi adanya persaingan tidak sehat tender proyek. Lokasinya, ya di wilayah Jawa Barat ini di Tanah Pasundan."
 
Pernyataan Kodrat ini dikemukakan usai ia memimpin sidang selaku Ketua Majelis, yang didampingi dua Anggota Majelis, Ukay Karyadi dan M Afif Hasbullah.  Hari itu KPPU menggelar Sidang pemeriksaan lanjutan dengan agenda Pemeriksaan Ahli dan Terlapor, pada perkara No. 15 / KPPU-L/ 2018 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 17 ayat (1) dan ayat (2) huruf (b) dan atau Pasal 19 huruf (a) dan (b) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999. Dugaannya, pelanggaran terkait Pelayanan Jasa Bongkar Muat Petikemas di Terminal Serbaguna/Konvensional/Umum (multipurpose) Pelabuhan L.Say Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dilakukan PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero).
 
Pada sidang pertama setelah kantor KPPU Kanwil III Jabar, di Kota Bandung diresmikan pada bulan Mei 2019 lalu oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, hadir Saksi Ahi Yusmar Anggadinata (Praktisi), dan Anita Afriana, termasuk Terlapor yakni PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero).
 
Dalam pembahasannya, timbulnya  kewajiban stack 100%, diduga menimbulkan kegiatan ekstra dan penambahan biaya yang harus ditanggung konsumen. Ini terjadi  khususnya bagi perusahaan yang menggunakan sistem less container load atau bongkar muat tanpa kontainer.
 
‎Yusmar dalam keterangannya bahwa antara pengambilan keputusan oleh pengelola pelabuhan demand terjadi leg hingga berakibat pada kualitas pelayanan. Pada pihak lain pengelola pelabuhan memiliki standar kualitas pelayanan tersendiri yang harus dipenuhi.
 
“Intinya, dalam praktik industri logistik (maritim), pemilik kargo dan pengelola pelabuhan harus benar-benar bijak. Saya sarankan port community yang merupakan suatu keharusan, harus terbentuk dengan baik. Apakah ini sudah terjadi di Maumere?” tanya Yusmar kepada para pihak yang berperkara sambil menambahkan -"Harus pula kita mempunyai emphaty, demi pengembangan usaha khususnya di Indonesia timur."
 
Pada pihak lain Ketua KPU Kanwil III Jabar, DKI Jakarta dan Banten Aru Armando menanggapi penjelasan Kodrat Wibowo terkait adanya laporan kasus tender di Jabar, yang jumlahnya baru dibawah lima.  
 
"Kami menerima laporan itu, ada beberapa jumlahnya, masih sedikit. Datangnya dari sektor tender dan logistik. Semua dalam pengawasan kami." Jelas Aru sambil menambahkan –“ Majelis akan memutuskan, apakah akan disidangkan atau tidak?”
 
Pada akhir reportase ini, beberapa pewarta sempat mengklarifikasi kepada Kodrat Wibowo, mengapa sidang pertama di kantor KPPU Kanwil III Jabar, DKI Jakarta, dan Banten ini obyek perkaranya perihal kepelabuhanan yang  relatif jauh dari lokasi Jawa Barat (di Maumere, NTT)?
 
“Ya, memang ini sidang pertama yang perkaranya di Maumere, NTT sana, namun harus diingat bahwa saksi ahlinya datang dari Unpad dan ITB. Semoga sidang pertama ini, dapat menginspirasi setidaknya untuk pencegahan terjadinya persaingan usaha yang tidak fair di Kanwil III Jabar. Kami pun dalam hal kehadirannya di Tanah Pasundan ini, selalu mengutamakan advokasi daripada sekedar tindakan sanksi, misalnya." (HS/dtn)
 
Add a comment

Satgas Citarum Harum Sektor 21-O7, Bersihkan Bantaran Sungai Cisangkuy Kab.Bandung

IMG 20190618 004207
destinasiaNews - Kembali, Saudara dan Boeng Pedjoang Lingkungan, kami laporkan dari Satgas Citarum Harum,  Dansubsektor 07 Cisangkuy, Serma R Juang. Intinya pada Senin, 17 Juni 2019 sejak pagi hingga sore, bersama 14 personil TNI dibantu 12 personil dari Pelopor Kebersihan, masing-masing Yana, Bandi, Ami Ted, Enang, Iwan, Yayat, Aa Herman, Ayi Dedi, Cencen S, Andriana, Asep toni P, dan Soni Romason, melakukan peningkatan ekosistem di wilayah setempat. 
 
Intinya, peningkatan ekosistem selain kegiatan pemotongan rumput di bantaran sungai Cisangkuy di Kampung Pameutingan Desa Malakasari Kec.Baleendah, juga di  Desa langensari Kec. Pameungpeuk Kab. Bandung.
 
Menariknya, selesai pembabatan rumput, rombongan dari pabrik ke pabrik melakukan kegiatan sosialiasasi pentingnya fungsi IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah) terjaga di setiap pabrik. (HS/SA)
 
Add a comment

‘Nyoba Suara’ Vol. 6 di Kopi Kelenteng , Sajikan ‘Menu’ Astagina, BagasZaki & RockLigion …

IMG 20190617 194653
destinasiaNews - Kopi Kelenteng ini salah satu nama yang sohor sejak 2016-an di kota Bandung. Ia dikenal sebagai kedai kopi yang bernuansa khas ‘Bandung sebagai Kota Kreatif & Seni’. Nah, yang khas itu salah satu di antaranya, pada Sabtu malam 15 Juni 2019, Kopi Kelenteng yang terletak di jantung kota ‘China Town’. Ya, memang Kopi Kelenteng ini posisinya, rada-rada terselip namun strategis di antara puluhan bangunan kelas heritage di Jl. Kelenteng No 26 Bandung. Sabtu malam itu, sepertinya ia memanggil kita untuk hadir menikmati sajian menu khas – ajang ‘Nyoba Suara’ Vol 6.
 
“Bintangnya, Astagina (Bandung), BagasZaki (Bandung) berkolaborasi dengan Rockligion, biasa itu mah terdiri dari Rudy Zulkarnaen (Simak Dialog, 4 Peniti, Kris Takarbessy (Cozy Street Corner), dan Teguh (Zoom). Hadir ya, sekitar pukul 20.00 WIB Sabtu malam (15/6/2019),” papar pemilik Kopi Kelenteng Sylvie Purnamasidhi yang bersuamikan gitaris Kris Takarbessy. Sekedar info, dialog hangat ini terjadi dua malam sebelumnya (13/6/2019).
IMG 20190617 WA0055Tiba pada malam yang ditunggu – apa sih ‘Nyoba Suara’ vol 6 itu? Saat teng, bel berbunyi dari ajang yang ditunggu, meluncurlah menu khusus itu dari talentAstagina. Ia langsung memukau puluhan penikmat kopi dan penikmat seni pada malam yang sejuk di pentas semi indoor.
 
Astagina diiringi gitaris Dzulfikar Al-Anbiya (Dzul), tampak norolang seakan menghujam, ia gulirkan satu demi satu alunan folk bernuansa kelindan kontemporer- tradisional, nih deretan tembangnya: ‘Merpati Putih’, ‘Cublak-cublak Suweng’, ‘Mande-mande’, ‘Juwita Malam’, ‘Biru’, dan ‘Seraya’.
IMG 20190617 194713“Asa jadi tambah enakkeun eta lagu baheula dibawakan sama ‘Cici’ Astagina,” demikian terdengar komentar spontan dari penonton di kursi sebelah sambil mereka menyantap aneka hidangan utama Kopi Kelenteng. Kata orang sih yang sudah disebut taraf ‘maniac’ Kopi Kelenteng – dalam hal hidangannya, nggak ada yangngalahin itu menu Nasi Goreng Cikur, Es Kopi Susu Kelenteng, dan Kopi O (tanpa gula, euy). Hidangan terakhir ini, kondang di antara para ‘maniac’ – sesudah mencicip Kopi O, sering terdengar ucapan spesial:”Pahit jendraaal…” dengan roman muka khas garang-garang senang.
 
Seteleah Astagina
 
Usai Astagina yang personnya bernama ‘aseli’ Srikandi Herbatari alias Cici, tampillah beberapa tembang dari BagasZaki – Rockligion. Di Rockligion (Rudy, Kris, dan Teguh) yang dimotori gitaris  Kris Takarbessy. Selanjutnya, hari makin malam dilanjut babak Jamming Session yang makin marak.
 
Tegasnya saat babak Jamming Session ini muncul tak terduga, kejutan buat pengunjung Kopi Kelenteng yang setia, antara lain: Ijay, Galih Sedayu, Ivan Godik, Jon Katella, dan jurnalis Banu yang tak menyangka katanya:
 
“Diminta, tidak diminta kalau dibolehkan mau mengisi hari-hari mendatang di Kopi Kelenteng, khususnya di menu ‘Nyoba Suara’ volume selanjutnyah …’
 
Aselina, Penutup  
 
Babak terakhir reportase ini, ternyata benar strategi pengelola Kopi Kelenteng pasangan Sylvie dan Kris, memang punya taste (khusus), tentang bagaimana mengelola tamu café-nya. Pasangan ini konsisten, menempatkan Kopi Kelenteng sebagai salah satu simpul seni dan entitas budaya kreatif di Kota Bandung.
 IMG 20190617 WA0057
Tak usah banyak cingconglah, ini Kopi Kelenteng kalau ada daftar wajib bagi pemburu café kopi yang eksotis plus kontemporer di Bandung, ya di sinilah tempatnya ! Jam kerja yang konsisten sejak pagi hari (sarapan pagi Pukul 07.00 hingga Pukul 23.00 WIB), dan yang utama ia sering diulas di berbagai trip advisor – ini merupakan modal besar untuk pengembangan bisnisnya.
 
“Ya, atuh ditunggu ya paling tidak untuk ‘Nyoba Suara’ vol 7 yang digelar bulan depan. Tiap malam juga ada yang siap meladeni kalau ingin sekedar melepas suara, ” begitu ucap salam perpisahan Sylvie yang kerap tampak sigap melayani sesiapa yang berkunjung ke Kopi Kelenteng.  See U. (Harri Safiari/dtn)     
IMG 20190617 154715 
Add a comment

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 18, Garap Bantaran Cisangkuy Pangalengan: Momentum, Jangan Terputus …

IMG 20190617 041320
destinasiaNews– Gestur wajah ceria puluhan penduduk yang berdomisi di sekitar bantaran sungai Cisangkuy Pangalengan sempat memendar, tepatnya  hal ini dialami warga Kampung Rancamanyar RT 04/RW 12 Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Hari MInggu, 16 Juni 2019 puluhan warga Desa Margamukti, terjun bersama Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 18 yang dipimpin pada ‘front terdepan’ oleh Serma Ajang. Kegiatan utamanya, membersihakn lingkungan, membereskan tumpukan sampah dan rerumputan liar.
 
“Yang terpenting, ke depan warga Desa Margamukti, tanpa komando dengan kesadaran sendiri akan menjaga apa yang hari ini telah digarap. Kalau perlu seperti kata mereka tadi, malah akan meningkatkan kualitas lingkungan di sini,” jelas Serma Ajang menirukan janji dari warga yang dibimbingnya.    
 
Sementara itu masih di tempat yang sama, tak sedikit apresiasi spontan dari puluhan warga memuji langkah Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 18. Tak sedikit arga yang berharap, momentum munculnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar yang diinisiasi program revitalisasi sungai Citarum dari terbitnya Pepres No 15 Tahun 2018, jangan sampai hilang.
 
“Momentum ini jangan terputus di tengah jalan, kata Asep dan Cucu selaku perwakilan warga Desa Margamukti.
 
Menutup progres garapan kerjanya pada hari Minggu itu, Serma Ajang dan anggota timnya menyadari langkah kecil ini perlu ditindaklanjuti.”Ini kami sadari, langkah kecil ini semoga terus dipelihara demi suksesnya revitalisasi sungai Citarum seperti yang sudah sama-sama kita gulirkan sejak akhir 2017 lalu,” pungkas Serma Ajang yang selalu tampak sumringah berbaur bersama warga Desa Margamukti. [HS/SA]
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

DanSubSektor 5 – 21 Cikapundung, Dayeuhkolot Garap IPAL & Bantaran Sungai: Citarum Harum, Go Go Go

DanSubSektor 5 – 21 Cikapundung, Dayeuhkolot Garap IPAL & Bantaran Sungai: Citarum Harum, Go Go Go

destinasiaNews – Awal musim kemarau pada kwartal pertama 2019 merupakan ‘masa kerja khusus’ bagi ‘satuan’ DanSubSektor 5 – 21 Satgas...

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 8 , Garap Bantaran Sungai Ciranjeng Kab. Bandung

Satgas Citarum Harum Sektor 21 – 8 , Garap Bantaran Sungai Ciranjeng Kab. Bandung

destinasiaNews – Again and again, Pada Senin, 15 Juli 2019, ‘pasukan khusus’ yang tergabung pada Satgas Citarum Harum Sektor 21...

DanSektor 21 & 5 Terima KKN Tematik Citarum Harum dari Mahasiswa UPI Kampus Cibiru: Fokus, Tingkatkan Ekosistem

DanSektor 21 & 5 Terima KKN Tematik Citarum Harum dari Mahasiswa UPI Kampus Cibiru: Fokus, Tingkatkan Ekosistem

destinasiaNews -  DanSektor 21 & 5 masing-masing Kol. Inf. Yusep Sudrajat dan rekan sejawatnya Kol. Inf. Sumarno secara resmi membuka...

Kinerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 - 10 Margaasih, Kab. Bandung: Tingkatkan Kualitas Ekosistem Warga

Kinerja Satgas Citarum Harum Sektor 21 - 10 Margaasih, Kab. Bandung: Tingkatkan Kualitas Ekosistem Warga

destinasiaNews – Ini untuk kesekian kalinya ‘satuan khusus’ yang bernama Satgas Citarum Harum Sektor 21 -10 Margaasih Kabupaten Bandung, tepatnya...

Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

Meriah, 11th Anniversary of ULD Pusat & DKI Jakarta, Lucy Sujadi : Selaraskan Hidup, Menarilah Bersama …

destinasiaNews – Rangkaian dari gabungan acara bernuansa halal bihalal & gathering bertajuk 11th Anniversary of ULD (Universal Line Dance – d’ULD), ini...

Pengunjung

03674769
Hari ini
Kemarin
1779
6213