Priana Wirasaputra, Kadis KUMKM Kota Bandung - Siapkan Satgas Basmi Rentenir !

IMG 20170829 WA0053
destinasiaNews – Birokrat“bolongkotan” 32 tahun berkarir sebagai PNS di pemerintahan kota Bandung, jabatan kini sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro  Kecil dan Menengah (KUMKM)Kota Bandung, santer ia digadang-gadang meramaikan bursa Pilkada 2018 – merebut Walikota Bandung!
 
Ditemui di Trans Studio Mall Bandung (28/8/2017) Priana Wirasaputra, kala itu mendampingi isteri Walikota Bandung Ridwan Kamil, Atalia Praratya membuka ajang ekonomi kerakyatan B Craft 2017.
 
Kira-kira isu apa nih Kang Pri (sapaan akrab Priana Wirasaputra) dalam kinerja Anda kali ini yang akan diluncurkan? “Waduh, ditodong demikian harus serius nih menjawabnya. Saya hadir di sini, semata memberi dorongan untuk para pegiat koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di kota Bandung,” demikian ujarnya dengan ramah kepada para awak media yang tiba-tiba merubungnya.
 
Terbaru, menurut Pri yang menurutnya di kota Bandunga ada sekitar 300 ribuan KUMKM, namun yang terdaftar resmi hanya sekitar 6.000-an:”Satgas pembasmi rentenir, dalam waktu dekat akan diluncurkan.”
 
Menurut Pri pula, Satgas ini bukan semata datang atau ditanganani oleh kantor dinasnya:”Sebagai koordinator ya, namun dinas terkait lain pun ikut serta seperti dari unsur kepolisian, kejaksaan, TNI, dan dinas terkait lainnya,” demikian paparnya singkat – “Persoalan rentenir ini bukan semata secara fisik, melainkan dimulai dengan pembinaan, pelatihan, lalu penindakan. Tujuannya, para pengusaha kecil tak terjebak pada pusaran lintah darat. Makanya, pihak bank dan sumber finansial lain pun akan terlibat. Tunggu saja ya, kehadirannya.”
 
Lebih jauh menurut Pri, persoalan terjeratnya para pengusaha kecil ini karena soko guru ekonomi kita, yakni koperasi masih belum beranjak dari persoalan klasik – salah urus dan ketidakmampuan melawan geliat ekonomi yang tak pilih-pilih mana yang harus dilindungi dan semacamnya. “Inginnya koperasi jadi soko guru ekonomi kita…”
 
Menyoal koperasi yang idealnya sebagai wadah ekonomi kerakyatan menurut Pri di kota Bandung kini ada sekitar 2.665. Dari jumlah ini hanya, 1.500-an yang aktif. “Sementara koperasi yang melakukan RAT dan cukup sehat ada sekitar 500-an jumlahnya.”
 
Belum lagi ratio antara jumlah penduduk kota Bandung dari sekitar 2,7 juta jiwa, disinyalir menurut Pri baru terlibat sekitar 500 ribuan-an orang saja. “Tentu, ini masih kurang, untuk penduduk kota Bandung yang punya PKL sekitar 22 ribuaan.”
 
Berpacu dengan Waktu
 
Bagi Pri permaslahan ekonomi kerakyatan mulai dari koperasi, keberadaan PKL, keberadaan UMKM, dan jumlah donatur dari lembaga penyelenggara CSR (corporate social responsibility), haruslah disinergikan:”Ini tugas saya dan jajaran di lembaga yang saya pimpin. Memberdayakan ekonomi warga di level menengah ke bawah utamanya. Masalahnya, di lapangan begitu dinamisnya kegiatan ekonomi ini. Insya Alloh, setiap saat kami mencari solusi atas kemandekan ini.”
 
Nah, soal rentenir yang sudah menjadi rahasia umum, apa kiat membasminya? “Sinergi antar dinas terkait dan lembaga yang ada. Akar maraknya rentenir di kota Bandung, kita perangi melalui Satgas lebih komprehensif dan proporsional. Semua ini akan dilakukan, segera,” demikian pungkasnya kepada para pewarta sambil mewanti-wanti dengan gesture serius – “Hey, rentenir sudahilah praktik busuk Anda dalam tempo secepat-cepatnya, sebelum kami bertindak…” (HS/SA/dtn)
Add a comment

B Craft 2017 “Little Bandung Nusantara” Resmi Dibuka Atalia Praratya

IMG 20170829 WA0026
destinasiaNews– Ibaratnya, anggaplah ini sebuah perhelatan yang terbilang megah,  dalam skala cukup besar. Bayangkan, puluhan pengusaha kondang di bidang handycraft yang sudah malang-melntang di pelosok Nusantara, berkumpul di Trans Studio Mall (TSM) Bandung.
 
“Ini gelaran ke duanya, saya berikan apresiasi tinggi atas gelaran B Craft 2017 kali ini. Hari ini saya buka hingga 3 September 2017 …”, itu sepenggal paparan Atalia Praratya, Istri Walikota Bandung kala membuka secara resmi ajang temu karya dan eksebisi ekonomi kreatif dari pelosok Nusantara (28/8/2017).
 IMG 20170829 WA0024
Menurut Atalia dalam keterangan lanjutannya, B Craft 2017 ini yang bekerjasama dengan ASEPHI (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia), Pertamina, dan Tunas Toyota, ini kedua-kalinya terselengara di Bandung:”Ini seperti Little Bandung ala Nusantara. Semua produk berkelas dari para perajin kita se Nusantara ada di sini. Tentu harga dan kualitasnya, sangatlah terjamin, pasalnya semua berstandar ekspor …”
IMG 20170829 WA0027 
Sementara itu Priana Wirasaputra, Kadis Koperasi UKM Kota Bandung yang turut mendampingi Atalia, kepada redaksi menyatakan rasa gembira karena kotanya untuk kedua kali dipilih melaksanakan ajang “Ina Craft Mini” –“Ada beberapa peserta di ajang ini ada binaan atau yang sering berhubungan dengan kantor dinas kami. Kesempatan ini sangat menjanjikan bagi para pengusaha kecil dan menengah.”
 
Pantaun redaksi di ajang ini pengunjung seakan dimanjakan. Ada aneka pilihan  busana batik, aksesoris maupun suvenir hadir di Atrium hingga koridor Mall. Harga yang dipatok dan kualitas yang tersaji dari setiap item yang dijajakan, sungguh menggoda pengunjung. “Ragam batik ini saya pilih saja, karena ini langka”, kata Deviani (27) gadis semampai karyawan sebuah BUMN di kota Bandung sambil menunjukkan tas belanjaannya yang separuh penuh – “Maaf, ya aku mau ke booth batik satunya lagi …”
 
Beberapa nama yang muncul dari stand di ajang ini, ada diantaranya Antonio, Khayana, Desi Munaf, Nona Rara, Myn Limited, Polatiq, Herco Craft, Erfa Handmade, Little Rose, Batik Rona, Unique dan lainnya.
 
“Aku dapat dompet kulit buaya dari Papua,” papar Derwin (36) karyawan Bank Swasta yang sempat berkeliling di Atrium Trans Studio Mall Bandung yang luas –“Dompet ini khas, pasti dipesan juga sama rekan di kantor, ” tambahnya seakan bepromosi.
 
Lainnya, di luar pameran Handicraft dan fashion, diselenggarakan event seru setiap hari. Gelaran itu berupa fashion show, live music, ballet , paduan suara, dan lainnya. “Ini ajang yang cocok buat kita sekeluarga hadir di TSM Bandung, dalam suasana berbeda”, tutur Sendhi, selaku salah satu anggota Panitia B Craft 2017. (HS/SA)
 
Add a comment

Wanita Ini Buka Kartu Priana Pada Wartawan

Priana dan istri 696x451
destinasianews - Adalah Priana Wirasaputra Salah seorang pejabat Pemkot Bandung, Priana siap memberanikan diri bertarung di Pilwalkot 2018. Dorongan kuat terhadap kang Pri datang dari keluarga dan Sahabat – sahabatnya.
 
Kang Pri sempat juga mengakui, sokongan keluarga, sahabat kolega adalah hal yang tidak bisa dikesampingkan.
 
Dorongann yang utama bagi Kang Pri datang dari istrinya,  Senny Priana. Wanita yang jadi pendamping hidupnya itu memiliki arti khusus
 
” Tentunya  selalu memberikan suport dan doa bagi suami yang akan mengabdi di Kota Bandung nanti 2018. Semoga Alloh memberikan kemudahan dan kelancaran karena tujuannya “Kang Pri” itu baik untuk Kota Bandung. Saya berharap kalau beliau siap maju agar berpolitik santun dan bermasyarakat,” kata Senny.
 
Senny juga menuturkan, dikalangan birokrasi sendiri, suaminya itu memang cukup dikenal terlebih Kang Pri mengabdi sebagai abdi negara hampir 32 tahun.
 
“Orang -orang seputar pemerintahan tahu Kang Pri bisa dikatakan ramah, humoris dan santun serta mudah bergaul, itu tipe suami saya, yakin kalau parpol mengusungnya nanti, masyarakat pasti akan mengenal beliau dan pasti beliau bisa  jadi pemimpin yang amanah. Kalau tujuannya baik, pasti Allah memberi yang terbaik, ” lanjutnya.
 
Masih kata Senny, sebagai seorang istri, semangat itu penting apalagi suami ingin berjuang bagi semua orang.
 
“Tetap bagi istri menerapkan semangat  selalu berdoa agar minta petunjuk dari yang maha kuasa. Mohon doanya buat masyarakat agar “Kang Pri’ jadi pemimpin yang amanah dan layak. Semua resiko memang sudah di perhitungkan mau pahit atau manis, ikhlas saja kalau memang jabatan yang harus dilepas dan semua keluarga juga mendukung sepenuhnya. Kalau pun cita-cita ‘Kang Pri’ tercapai jadi wali Kota nanti Alhamdulillah, mungkin Alloh sudah memberikan jalan yang baik saya dan keluarga, ” harapnya.(dtn/SA)
Add a comment

Kontroversi PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung – Pura-pura Tak Tahu …

IMG 20170823 WA0112
destinasiaNews – Ternyata, masih alot bagai keong, bisa dikatakan demikian soal ini.  Dari ruang sidang di PTUN Bandung (23/8/2017) Ketua Majelis Rialam S, SH. MH, dalam duplik dari tergugat yakni Kepala Kantor Pertanahan Kab. Sukabumi, masih mendengar paparan tentang sahnya kepemilikan obyek sengketa – kira-kira 6.600 M2 Tanah yang berita acara pelepasan hak-nya per 23 September 2015 dari Soerono Haryanto (No. 01/BAPH-32/IX/2015), kepada Pemkab Sukamuni cq Dishub Perhubungan, dianggap sah. Tentu, dengan segala argumen yang menyertainya.
 
Versi Penggugat dalam hal di atas, lain lagi:”Mustahil, transaksi jual beli pembebasan lahan dari Soerono Haryanto ke Pemkab Sukabumi, dugaan keras tidak clear & clean. Termasuk proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) telah melanggar hukum,” kata Hanson R Sanger sambil menambahkan – “Ada uang sekitar Rp 7 M telah mengalir dari Pemkab Sukabumi untuk Soerono Haryanto. Sekarang perkaranya bergulir di PTUN Bandung.”
IMG 20170823 WA0110
Ada yang berbeda pada sidang hari ini, majelis hakim menerima kuasa tergugat (ll), Kepala Dinas Perhubungan Kab. Sukabumi sebagai para pihak dalam perkara ini, termasuk menerima ajuan Firdaus sebagai kuasa hukum Soerono Haryanto sebagai para phak di pekara ini. “Soal diterima atau tidaknya, nanti kami pertimbangkan ya?”, demikian ucap Rialam kepada Firdaus  sambil menyatakan sidang akan dilanjutkan pada minggu depan (30/8/2017).
 
Seperti Apa di Lapangan?
 
Pembangunan PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) di pantai Karang Pamulang Palabuhanratu Kab. Sukabumi, senilai Rp 296 M bersumber dari ABN, sejak bergulir di lapangan pada November 2015 antara “mangkrak dan tidak”. Sejak itu, timbul kesan di masyarakat sebagai proyek jailangkung alias misteri  – tersebab, sosialisai yang berproblema. Pun, aneka penentangannya termasuk yang pro dari warga setempat, tak urung disinyalir telah membelah kerukunan.
 
“Menyayangkan, Pemkab Sukabumi sepertinya sangat tertutup soal PLPR sejak awal,” kata Ferdian (36) warga Dago Timur yang hampir seminggu sekali pergi - pulang antara Palabuhanratu dan Bandung. Menurutnya yang berbisnis di antara dua lokasi ini:”Menyesalkan pantai Karang Pamulang jadi acak-acakan, setelah direklamasi. Padahal ini aikon wisata Palabuhanratu.”
 
Pantauan redaksi di lapangan atas progres PLPR sejak minggu lalu muncul lagi alat berat. Termasuk, papan nama proyek ini yang seharusnya terbuka di mata umum, hanya terpasang di dalam area proyek, tanpa menyebutkan nilai proyek. Warga Palabuhanratu, sering menyebutnya – PTT, Proyek Tanpa Transparansi.
 
IMG 20170823 165614
 
“Malah, ada edaran warga buat tandatangan persetujuan kelanjutan proyek ini. Aku mah belontandatangan, da gimana atuh ini proyeknya juga nggak jelas,” terang Dudung warga Gunung Butak Palabuhanratu per telepon.
 
Rupanya, kehadiran Firdaus di PTUN pada minggu lalu (16/8/2017) yang katanya akan “meluruskan” hal yang “bengkok”  di proyek PLPR, masih terbilang alot.
 
Referensi lainnya, redaksi pada kuliah umum Menteri KKP Susi Pudjiastuti di kampus Unpad (18/8/2017) kepada Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Bramantiya Setyamurti Poewardi yang ikut bersama Menteri KKP kala itu, mengkonfirmasi perihal kebenaran reklamasi pantai Karang Pamulang Palabuhanratu:’Ya, ini sudah kami tahu soal reklamasi itu. Ini dalam kajian kami. Kalau sekarang masuk ke PTUN, ini kabar baru. Nanti dipantau…”
 
Begitu pun kepada Rektor Uunpad, Tri Hanggono Achmad ketika diberitahu tentang kontroversi reklamasi pantai Karang Pamulang, tampak agak terkejut:”Soal ini akan kami telusuri kebenarannya. Tim dari Unpad memang ada yang ikut serta dalam kajian geo park Ciletuh. Nantilah akan kami dalami kontroversi ini.”
 
Penutupnya kali ini, Eka Santosa Ketua Umum Gerakan Hejo yang sedari awal mengkritisi proyek kontroversi ini, kala diminta pendapatnya:”Semoga itu Pemkab Sukabumi segera sadar, ada yang keliru dalam proyek ini. Hanya tunggu waktu saja,” pungkasnya tanpa menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud keliru itu –“Ah, Anda itu pura-pura tak tahu saja …” (HS/SA/dtn)         
 
 
Add a comment

Kaukus Muda Unisba untuk Kota Bandung Dukung Kang Deny Menuju Bandung Satu

IMG 20170822 150058
destinasiaNews - Penataan ruang bagaimana membuat ruang terbatas menjadi ruang yang hidup dan menyejahterakan masyarakat itulah konsep dasar kang Deni dengan komitmennya yang digadang gadang ikut serta dalam bursa calon walikota Bandung 2018 – 2023 yang makin ramai saja. Rencana “lengsernya” Kang Emil pada September 2018, dan kini digadang-gadang sedang menuju ke Pilgub Jabar 2018, memunculkan salah seorang lulusan UNISBA ini meramaikannya.
 
Adalah Ir. Deny Zaelani,  di Dacosta Café & Lounge  Jl. Sawunggaling No.13 Bandung (22/8/2017), Kaukus Muda Unisba untuk Kota Bandung deklarasikan mendukung  Bakal Calon Walikota Bandung 2018-2023 Kang Deni sapaan akrab Deny Zaelani adalah lulusan pendidikan Teknik Planolgi Universitas Islam di Kota Bandung.
 
Menurut Irzal Yanuardi dari Kaukus Muda UNISBA yakni aktivis sosial-kemasyarakatan lulusan UNISBA, latar belakang keilmuan dan pengalaman Kang Deny:”Rasanya,  ini yang dibutuhkan demi meneruskan penataan Kota Bandung. Kebetulan ia dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, pastilah hafal benar denyut kota ini. Dan, tahu bagaimana membangun ke depannya.”
 
Terungkap secara tersirat maupun tersurat dalam kesempatan ini irzal  selaku sesama Alumni Unisba dengan kang Deny secara gamblang, mengemukakan program kota dan kepenghuniannya yang lebih produktif dimasa kepemimpinannya kelak:”Masih banyak potensi dari kota Bandung yang kini sudah memasuki era metropolitan, belum digarap secara maksimal. Sebagai hunian yang sehat, nyaman, dan produktif, ini hanya salah satu contohnya. Dalam waktu dekat, konsep ini akan kang Deni  luncurkan,” tambah irzal yang hari itu dalam pertemuan ini banyak mengundang antusiasme berbagai kalangan. (red/sa)
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, terkait rencana kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ke...

Pengunjung

01696229
Hari ini
Kemarin
600
1682