Imunisasi Rubella, Selamatkan Generasi Bangsa

Imunisasi Rubella1

DestinasiaNews - Anak-anak merupakan aset terbaik dalam keluarga maupun sebagai penerus bangsa. Sehingga, kondisi kesehatan anak-anak haruslah menjadi prioritas utama. Dewasa ini, pemerintah sedang menggalakan sosialisasi dan pencegahan virus Rubella. Penyakit yang disebut juga Campak Jerman ini cukup menjadi perhatian,  karena dampaknya yang cukup besar bagi penderitanya, bahkan dapat menyebabkan kematian. Tim dari Pelayanan Kesehatan Kabupaten Bandung sedang gencar melakukan pencegahan penyakit ini melalui kegiatan imunisasi ke Pos Yandu dan juga Sekolah.

Imunisasi Rubella2

Senin (21/08), mahasiswa KKN SISDAMAS UIN SGD Bandung sangat beruntung karena dapat mendampingi kegiatan Imunisasi Virus Rubella di SDN Mandalasari 2 dan SDN Cikancung 3. Menurut keterangan dari Tim Pelayan Kesehatan, imunisasi Rubella ini diperuntukkan bagi anak usia 8 bulan sampai 15 tahun. Para mahasiswa berkontribusi untuk membantu kelancaran kegiatan imunisasi, seperti absen, mengondisikan anak-anak dan juga mendampingi saat imunisasi. Anak-anak terlihat tambah antusias karena ditemani para mahasiswa. Walaupun tidak jarang ada yang takut dan menangis untuk di imunisasi.

Setelah mendapatkan beberapa keterangan dari guru-guru, ada juga beberapa orang tua yang malah tidak mengizinkan anak-anak untuk imunisasi dikarenakan kasihan melihat anaknya ketakutan untuk disuntik. Namun setelah mendapatkan pengertian, akhirnya para orang tua tersebut mengizinkan anaknya untuk imunisasi.

“Yah akhirnya kami kasih tahu, bahwa imunisasi ini sangat penting. Kalo memang takut dan nangis yah biarin aja, toh cuma sebentar,” kata salah seorang guru. Para mahasiswa pun berharap, bahwa anak-anak  Indonesia khsususnya di Desa Mandalasari ini menjadi anak-anak yang sehat dan jauh dari penyakit. Agar tongkat estafet pembangunan negeri ini bisa diteruskan oleh generasi yang sehat, cerdas dan kuat. (AR/Rezkha/dtn).-

Add a comment

Susi Pudjiastuti, Menteri KKP di Unpad – Histeria Massa & Mafia Tenggelamkan …

susi 9
 
destinasiNews  -  Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pada Jumat (18/8/2017) hadir di dua acara di Bandung. Paginya, ia berada di acara Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) Institut Teknologi Bandung di gedung Sasaa Budaya Ganesha (Sabuga). Siangnya, menyampaikan kuliah umum di   Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad) di gedung Rektorat kampus Jatinangor, Sumedang. Tema kuliah umum yang ia sampaikan - “Perikanan untuk Kemandirian Bangsa dan Peningkatan Daya Saing Ekonomi".
 
“Kehadiran Ibu Susi yang kesekian kali di kampus ini, anggaplah kado untuk Unpad yang sedang merayakan dies natalis ke-60 pada tahun ini,” papar Tri Hanggono Achmad, Rektor Unpad beberapa saat sebelum mempersilahkan Susi Pudjiastusi menyampaikan pengalamannya “menenggelamkan kapal asing pencuri ikan” di gedung Rektorat.
 
susi 3
 
Sementara itu Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo dan Sekjen BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar diundang secara khusus pada acara ini, bersama puluhan jajarannya dari dua organisasinya, usai kuliah umum:”Antusiasme tinggi dari civitas akademika Unpad atas kuliah ini, adalah tanda kinerjanya menginspirasi dan memotivasi kita. Indonesia, jadi poros maritim dunia sedang dirintis menteri yang satu ini. Penenggelaman kapal ikan illegal negara asing, salah satu aikon tindaknnya.”
 
Histeria massa …
 
Menarik diamati, usai Susi Pudjiastuti “menghipnotis” ribuan hadirin dengan isi ceramahnya yang terkadang menyengat di gedung Rektorat Unpad, ini yang diiringi jawab dari mahasiswa, langkahnya sempat tertahan beberapa menit. Susi yang menurut banyak kalangan terbilang “nyentrik”, didaulat ratusan “fans-nya” seperti dikatakan Dekan FPIK Unpad, Iskandar menambah pidatonya.
 
Tanpa diduga, Susi yang “tersandera” demi memuaskan kontak komunikasinya dengan para “fans”, muncul berdiri melaluisunroof mobilnya. “Ibu – ibu jangan cepat-cepat ke Jakarta …,” teriak puluhan mahasiswa dibarengi histeria sambil sebisa-mungkin mengabadikan momen langka ini melalui gawai masing-masing.
 
“Aku punya video menarik ibu Susi di atas mobil tadi. Nih, langsung diupload ..” ungkap seorang mahasiswa yang buru-buru lari ke satu pojokan – “Share ah …segera.”
 
susi 10
 
Terungkap, jadwal Susi hari itu langsung berangkat ke Jakarta setelah berceramah di kampus Unpad:”Sorenya, harus bertemu dengan Duta Besar Negara Inggris. Tadinya, bila tak ada acara di Jakarta, ia akan mampir ke Alam Santos di Pasir Impun,” papar Eka Santosa, tokoh Jabar  yang bersahabat dengan Susi sejak era 1980-an di Pangandaran.
 
Apresiasi Susi Pudjiastuti
 
Susi yang selama kurang lebih 45 menit berceramah, tak sungkan-sungkan ia ungkapkan otokritik terhadap negara Indonesia yang katanya sebagai negara “agraris”. Padahal, negeri ini terdiri atas 70% lautan, dan sisanya 30% daratan - terdiri atas ribuan pulau:”Bujuk rayu dari oknum kapal asing untuk curi ikan lagi, sampai detik ini masih saya alami.Tak saya layani semua itu…”
 
“Jangan mau Bu Susi… tenggelamkan saja!”, spontan kerumunan mahasiswa mereaksi dari salah satu sudut di gedung Rektorat dengan penuh antusias. Lainnya, malah menimpal:”Tenggelamkan, mafia kelautan!”
 
Dalam kesempatan lain Susi Pudjiastuti sempat pula memuji langkah Unpad yang mendirikan FPIK di Kabupaten Pangandaran sejak 2016:”Ini langkah bagus, memberdayakan generasi muda di negara ‘agraris’. Setidaknya, bisa dikembangkan secara akademik budi daya ikan di darat, sungai, pesisir dan laut.”
 
“Kini masih, satu dari tiga anak Indonesia, kuntet. Konsumsi ikan per kapita per tahun bangsa kita masih di seputar 36 – 43 Kg pr orang. Idealnya, 50 Kg per orang,” terang Susi Pudjiastuti dalam penggalan kuliah umun itu – “Bersyukur, Unpad kini sudah ada di Pangandaran, semoga di Jabar dan Indonesia nanti tak ada yang kuntet lagi, sehat berkat senang makan ikan.”
 
Wapres dari Jabar?  
 
Hal menarik lain, masih ketika Susi disela-sela “tersandera” di halaman gedung Rektorat, ada kalangan media yang menyeruak, bertanya:”Katanya, Anda akan turun di Pigub Jabar 2018, bagaimana Bu? “Wah, itu masih banyak yang jauh lebih lagi dari warga Jabar,” jawab Susi sambil menambahkan “Itu tuh ada Pak Eka…,” sambil menunjuk ke posisi Eka Santosa yang tak jauh darinya.
 
Tokoh Eka Santosa yang disela-sela kuliah umumnya tadi oleh Susi sempat disebut:”Pak Eka Santosa itu senior saya …”
 
Kala dikonfirmasi perihal “lontaran calon gubernur Jabar” oleh Susi tadi, Eka Santosa, menjawab beberapa saat kemudian di lokasi halam gedung Rektorat:”Ya, itu kan aspirasi warga. Yang kami dorong tadi dengan Pak Rektor Unpad, Ibu Susi justru sedang didorong menjadi RI 2, Wapres. Saatnya, warga Jabar harus manggung lagi di level nasional.” (HS/SA/dtn)
 
 
   
Add a comment

KFJS ‘Ferry Mursyidan Baldan’ – Negeri Sehat Jiwa Raga yang Merah Putih !

IMG 20170817 215326
destinasiaNews – Ini sepenggal kisah dari keluarga besar alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang punya nama khusus KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS) Jakarta. Kisahnya, mereka menggelar peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Lokasi tepatnya di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis pagi (17/8/17).
 
Para anggota KFJS ini tampak gagah dan sumringah, berbusana seragam nuansa Merah Putih – bertuliskan "Indonesia" di dada.  “Kami ini komunitas yang cinta tanah air, terdiri dari para alumni HMI. Kali ini kami menggelar upacara peringatan 17 Agustus,” papar salah satu peserta dengan gesture riang- gembira.
 
Uniknya, dalam upacara ini, selaku Inspektur Upacara adalah Ferry Mursyidan Baldan, dan Komandan Upacara Kasmawati Kasim M. Pembaca teks Proklamasi, Pancasila, dan Pembukaan UUD 1945 masing-masing dibawakan dengan lancar oleh Ferry Mursyidan Baldan, Lucy Firman, dan Farida Islahiyah Tisi. Sedangkan dirigent lagu Indonesia Raya dipercayakan kepada Dr Ir Lely Wahyuniar, dan pembaca doa oleh Dr Surya Darma.
 
Hebatnya, upacara ini pun diramaikan oleh para mantan aktivis HMI mulai dari berbagai era tahun70-an, 80-an dan 90-an. Hadir di antaranya Afni Ahmad, Darul Siska, Heppy Bone Zulkarnaen, Ade Adam Noch, Uncu Natsir; Syamsuddin CH Haesyi, Sophian Mile, Manimbang Kahariyadi, Ambia Bustam, dan tokoh-tokoh HMI lainnya. “Ini seperti kita dulu-dulu,” celetuk para tokoh ini, seakan mengingat masa lalunya.
 
Ferry Mursyidan Baldan selaku inspektur upacara, mengamanatkan:”Pagi ini di tengah rimba dan  suara satwa penghuninya, di tengah keheningan di antara hiruk pikuk ibu kota negara, kita semua yang hadir di sini melakukan upacara kecil, tapi bersemangat besar. Semua ini untuk Indonesia, yang memperingati HUT Republik Indonesia ke-72”.
 
Selanjutnya Ferry dalam amanatnya mengapresiasi jasa para pahlawan yang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. "Negeri ini diproklamirkan, serta direbut dengan air mata, darah dan cucuran keringat para syuhada bangsa. Selanjutnya, diperjuangkan demi menggapai tujuan nasional - jika diringkas menjadi Memuliakan Kehidupan Bangsa dan Negara, pun menghargai, mengakui, dan menghormati keberbedaan itu."
 
Masih dalam amanatnya, Ia menambahkan, negeri ini tidak boleh memberi tempat bagi siapapun untuk mengekang manusia Indonesia menggapai kemuliaan hidup. “Negara harus menjadi fasilitator yang memajukan kemanusiaan warga negara.”
 
Dalam paparan terakhir di upacara yang menurut para pesertanya memunculkan aura kecintaan mendalam terhadap NKRI, Ferry Mursyidan menutup amanatnya dengan penuh makna:”Inilah energi besar kami. Ini akan menjadi penghalang bagi siapapun yang berusaha merubah arah tujuan berdiri dan merdekanya bangsa Indonesia. Kita mau Indonesia yang merah putih, bukan Indonesia yang hitam putih." (HS/SA/dtn)
 
Add a comment

Berlanjut, PLPR Pelabuhanratu – “Diluruskan” di PTUN Bandung?

 IMG 20170816 WA0136
destinasiaNews– Gerak maju pembangunan PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) di Karang Pamulang Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Galibnya, pembangunannya pernah digarap pada November 2015. Konon, proyek ini bersumber dari APBN sebesar Rp. 296. Pembebasan lahannya seluas 6.600 M2, ternyata  berbuntut di PTUN Bandung sejak Juli 2017.   
 
Gulirannya, sejak pembangunannya mereklamasi sebagian pantai di Karang Pamulang Palabuhanratu, memunculkan sejumlah kontroversi. Penentangan kuat datang dari pecinta lingkungan hidup. “Tempat latihan selancar di Karang Pamulang, sejak direklamasi jadi hilang. Ini kontroversial, kalau di luar negeri justru mereka buat ombak buatan. Di sini, dihilangkan,” papar Mardi (32) warga Sekeloa Barat Bandung yang menggemari olahraga selancar. Mardi kerap mengisi liburannya bersama keluarga dalam dua tahun terakhir, bermain di pantai Karang Pamulang. “Duh, sekarang mah suka sedih kalow ke Palabuhanratu…”
IMG 20170816 WA0090
Lainnya, Erri Megantara Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Unpad sejak Januari 2016, seusai hadir dalam rapat kontroversi PLPR di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Alam di BPPT Jakarta:”Proyek ini serampangan, konsepnya belum jelas seperti apa?”  
 
Fase terakhir pada 16 Agustus 2017 di PTUN Bandung, pembebasan lahan PLPR ini menjadi obyek perkara:”Hari ini replik atas eksepsi tergugat (Kep. Kantor Pertanahan Kab. Sukabumi). Di antaranya, terbitnya sertifikat hak milik No 73/ Desa Palabuhanratu, Kec. Palabuhanratu, pada 8 Oktober 1968 atas nama Soerono Haryanto, luas tanah kurang lebih 6.600 M2, dan berita acara pelepasan hak itu, tidak sah”, papar Hanson R Sanger kuasa hukum Romel T.B dalam perkara No 80/G/2017/PTUN.BDG.
IMG 20170816 171802
Kepala Bagian hukum Pemkab Sukabumi, Ade Suryana, dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Rialam S, SH. MH,seusai dipertemukan dengan Hanson R Sanger, serta tergugat Yayat Hidayat, Kasubsi Perkara BPN Kab. Sukabumi:”Minggu depan baru bisa ada jawaban apakah ikut sebagai para pihak atau tidak dalam perkara ini”, ujarnya sambil menambahkan – “Proses di lapangan itu teknis sifatnya,” kala ditanya berdasarkan laporan para pecinta lingkungan, ada pembangunan kembali di lapangan.
 
Firdaus & NJOP ?
 
Yang menarik dalam persidangan kali ini, hadir Firdaus. Ia mengaku selaku kuasa hukum dari pemilik lahan Soerono Haryanto. Diketahui, Soerono (68), pada persidangan minggu lalu (9/8/2017), ia tidak hadir. Dalam perkara ini Soerono diduga telah menerima transaksi dari Pemkab Sukabumi cq Dishubkominfo untuk tanah seluas kurang lebih 6.600 M2 sebesar Rp 7 M lebih. “Saya ingin masuk sebagai pihak, tujuannya ingin meluruskan permasalahan. Kita ingin memberi jawaban atas kasus ini.”
 
Firdaus kala ditelisik apa yang akan diluruskan dari permasalahan ini? “Nantikan jawabannya, setelah pesan-pesan berikut ini …”, katanya sedikit berseloroh sambil meninggalkan gedung PTUN Bandung, yang akan menyidangkan kasus ini kembali minggu depan (23/8/2017).    
 
Diduga, persidangan ini akan berjalan panjang. Boleh diamati, salah satunya perihal nilai transaksi tanah pembebasan untuk PLPR ini. Di mata Hanson, katanya ini sebagai masalah “kecil”. Intinya, menyoal nilai bukti NJOP tanah Soerono Haryanto per meter Rp. 335.000 (tiga ratus tiga puluh lima ribu rupiah), tetapi dibayar dan dibeli Pemkab Sukabumi cq Kadishubkominfo per meter di atas Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah).
 
”Pembelian ini pun tidak melalui tim appraisal. Lagi pula NJOP di tanah yang sama per meter Rp. 103.000 (seratus tiga ribu rupiah)”, tutupnya sambil menunjukkan gestur tanda tak mengerti.
 
Secara terpisah Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo, atas sepengetahuan tokoh Jabar Solihin GP, sejak awal telah mengawal dan mencermati kasus ini. “Nah, ini babak baru yang harus kita cermati. Dugaan, proyek ini kental dengan pat-gulipat para pembuat keputusan di daerah setempat. Fungsi dan penempatan, serta pembebasan lahan PLPR penuh misteri”, ujarnya yang kala ditemui di Pasir Impun (16/8/2017) sedang mempersiapkan peringatan 17 Agustus, esok hari bersama masyarakat adat Jawa Barat..  (HS/SA/dtn)
Add a comment

Priana Wirasaputra, Serahkan Formulir Isian Pilwalkot Bandung 2018 :”Rumah Sehat”  

IMG 20170808 205259
destinasiaNews-Tahapan dari bakal Calon Walikota/Wakil Walikota Pilkada Kota Bandung 2018, yang dibuka DPD Partai NasDem Kota Bandung, Selasa sore itu (8/8/2017) dilakukan Priana Wirasaputra (57). Kang Pri sapaan akrab, dikenal selaku birokrat kawakan dari pemerintah kota Bandung selama 32 tahun, mengembalikan formulir di Sekretariat DPD Partai NasDem Kota Bandung Jl. Raya A.H. Nasution (Sindanglaya) No. 27/319 Bandung. “Ini hari ke empat setelah kami daftarkan pada penjaringan calon walikota/wakil walikota Bandung yang diselenggarakan Partai NasDem. Tentu, ini dilakukan diluar jam kerja Kang Pri”, papar Budi Arisandhi, pengantar dari tim pemenangannya.
 
Menurut  Uung Tanuwijya Ketua Bappilu Partai NasDem Kota Bandung yang sore itu menerima secara resmi di Sekretariat partai ini:”Kang Pri termasuk peserta yang responsif. Ia relatif cepat mengembalikan formulir”.
 
Sementara itu Herry Mos Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung yang hadir belakangan mengapresiasi keseriusan Priana meramaikan bursa Balon (bakal calon) Walikota/Wakil Walikota Bandung 2018:”Intinya, semua peserta yang daftar ke partai kami punya kans yang sama. Bedanya, tinggal sejauh mana ia bisa berkomunikasi dengan masyarakat. Pun, mampu mensiasati waktu, dan punya strategi khusus, tentunya. Ujung-ujungnya sejah-mana ia bisa memikat calon pemilihnya secara elegan.”
 
Menurut Uung pula pada penjaringan ini dari internal partainya terdaftar di antaranya Ricky Subagja dan Rizky Mediantoro. “Besok akan ada 6 lainnya. Setelah pendaftaran ditutup pada 10 Agustus 2017, pada 12 Agustus semua Balon akan dihadirkan pada acara halal bil halal partai.”  
 
Kang Pri sendiri ketika dipancing motivasi ikut Pilwalkot Bandung 2018 melalui partai NasDem:”Komunikasi dengan partai ini sudah cukup lama.Suatu kehormatan, diundang oleh partai. Partai ini tanpa mahar. Tidak harus menjadi anggota partai. Bila terwujud pun upaya ini, hasilnya tentu bukan melulu untuk partai ini, melainkan untuk warga Kota Bandung. Ini, salah satu pertimbangannya.”
 
Kembali Kang Pri yang kondang selaku “pegiat dan penyuka seni pop Sunda”, kala diminta bocorannya soal visi misinya:”Intinya, menjadikan Kota Bandung seluas kira-kira 16.700 Ha sebagai rumah yang sehat dalam artian luas bagi 2,4 warganya. Kumaha damang (apa kabar)?  Itu kan kata-kata pertama bagi warga Bandung yang sering terlontar, kala bersosilisasi” begitu ujarnya sambil menambahkan – “Betapa penting, kita menjadi orang yang sehat, kan? Begitu juga dalam doa kita selaku umat beragama, kerap memohon kesehatan…”
 
Didesak lebih jauh lagi soal motivasi ini:”Nantilah, saya beberkan detilnya hasil kajian bersama para ahli, soal bagaimana menjadikan kota Bandung ini menjadi lebih layak huni dan inovatif, kreatif, dan produktif. Ya, Bandung, harus menjadi rumah yang sehat bagi warganya.” (HS/SA/dtn)  
 
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, terkait rencana kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ke...

Pengunjung

01696233
Hari ini
Kemarin
604
1682