Santri Harus Bentengi Diri Dari Berita Hoax

IMG 20180414 WA0084
destinasiaNews – Dalam Rangka Memperingati Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW, Pada, Sabtu, 14 April 2018, Buana Indonesia Network bekerjasama dengan Pesantren Dzikir Al Fath, Yayasan Wiranatakusumah , Polres Sukabumi,  Himpunan Mahasiswa Persis Jawa Barat, Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi, DPD Persatuan Umat Islam ( PUI ) Kota Sukabumi menggelar diskusi Panel Berita Bohong Di Mata Islam. Gelaran ini sekaligus menutup rangkaian Prolog Session Pelatihan Jurnalistik dan Sosial Media Cyber Hijrah di Kota Sukabumi, Jawa Barat.
 
Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, KH Fajar Laksana mengatakan, pentingnya kalangan santri mendapat pelatihan ini bagian dari upaya membentengi para santri dari berbagai berita bohong yang masif beredar akhir–akhir ini.
 
“Kalau sudah tau bagaimana membedakan mana berita bohong dan benar, Insya Allah tidak akan dijadikan alat oleh para produsen berita bohong. Terlebih ini menjelang Pilkada dan Pemilu. Santri siap menjadi benteng bagi kaum muda Islam dan pemuda Indonesia umumnya dari serangan berita bohong, “ kata KH Fajar Laksana.
 
Sementara itu, Wakil ketua Yayasan Wiranatakusumah, Moelly Wiranatakusumah menyatakan, Yayasan Wiranatakusumah menaruh perhatian khusus untuk isu penting ini.
 
“Berita bohong atau kita kenal dengan Hoax itu seperti narkoba, merusak mental generasi penerus dan menggerogoti mental – mental generasi kita. Mereka yang memproduksi berita bohong juga layaknya monster yang sangat menakutkan bagi bangsa ini. Tidak terhitung konflik horizontal yang terjadi di bangsa ini disulut oleh berita bohong yang sengaja disebar melalui sosial media, “ kata Moelly.
 
Tak berbeda dengan Moelly, Ketua PW Hima Persis Jawa Barat, Alam Permana menengarai, berbagai motif muncul melatarbelakangi dibalik beredarnya berita hoax.
 
“ Ada yang iseng, ada yang bermotif ekonomi, popularitas hingga ekonomi. Melihat pola penyebarannya, kalangan muda kerapkali  dijadikan sasaran bagi penyebaran berita bohong ini. Mereka yang belum dapat mencernanya akan sangat mudah ditunggangi. Dari kacamata pengamatan kami selama ini, gambar meme dan teks mendominasi  konten hoax dikalangan muda. Memang , konten bergambar lebih mudah menarik perhatian para pengguna sosial media. Ini juga indikasi bahwa penyebar sengaja memproduksi hoax, “ ujar Alam.
 
Ditanyai dilokasi gelaran, Komisaris Buana Indonesia, Muhammad Irfan memaparkan, Buana Indonesia Network menjadikan 5 kota kabupaten ini menjadi starting poin gelaran ini dan nantinya Buana Indonesia Network akan menggelar sesi lanjutan di seluruh kota Kabupaten di Jawa Barat.
 
“ Sebagai kapasitasnya, Buana Indonesia network yang memang sebuah media consulting akan tetap konsen di isu – isu media. Media dalam pengertian luas, bukan hanya dunia jurnalistik. Kami akan terus berupaya meng-influence para pengguna sosial media dan publik pemirsa media massa untuk tidak mudah djadikan komoditas bagi penyebaran berita bohong. Publik harus terus di edukasi soal media massa dan social media, hingga menjadi public yang dapat memfilter semua berita dan informasi yang beredar. Kami harapkan kedepan, seluruh kalangan , tidak hanya muda Islam dapat menjadi social media user yang cerdas dan tidak mudah dijadikan sasaran berita bohong, “ kata Irfan.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Prolog Session Pelatihan Jurnalistik dan Sosial Media Cyber Hijrah menyasar  pesantren, komunitas dan kalangan muda Islam di 5 kota Kabupaten di Jawa Barat. Kota Sukabumi dipilih menjadi kota pertama dari rangkaian roadshow ini. Setiap  Session Prolog ini akan ditutup dengan Tabligh dan diskusi panel. Setelah kota Sukabumi, Sesi ini akan menuju Cianjur, Garut, Taiskmalaya dan Pangandaran. Sesi prolog ini juga merupakan awal dari rangkaian pelatihan ini. Terakhir, masih digelar di 5 kota Kabupaten, cikal bakal komunitas Cyber Hijrah ini akan ditutup dengan Sesi ‘ Cyber Hijrah Ramadhan Roadshow’.[rls]
 
Add a comment

Partai Berkarya Bekasi Keukeuh Raih 4 Kursi  -  Jabar Targetkan 3 Juta Suara, Kata Eka Santosa

IMG 20180414 WA0081
DestinasiaNews -  Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, masih dalam rangka road show seusai Ketum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (HMP) atau Tommy Soeharto dikukuhkan pada Rapimnas III (11/3/2018) di Solo, Jawa Tengah, menghadiri  Pengukuhan Pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kelurahan se Kota Bekasi. Kegiatan yang disambut meriah oleh ratusan kader dan fungsionaris DPD Partai Berkarya ini, berlangsung di  gedung Balai Rakyat, Perumnas I , Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan  (14/4/2018).
 
“Minimal 4 kursi saja di DPRD Kota Bekasi. Partai Berkarya harus masuk ke legislatif agar bisa memperjuangkan dan mempengaruhi kebijakan di kota ini,”papar Ketua DPD Partai Berkarya Kota Bekasi, dr.H.Asep Zamzam Subagja dengan nada penuh optimis nan keukeuh.
 
Optimisme Asep Zamzam di atas diamini rekannya Sekretaris DPD Partai Berkarya Kota Bekasi, Misan Heryanto:”Hampir tiap hari, utamanya setelah partai ini lolos verifikasi faktual dari KPU, tak putus-putus berbagai kalangan masyarakat mengucapkan selamat. Selanjutnya mereka ingin bergabung ke partai ini. Nuansa ini, kami tangkap benar. Semoga kota Bekasi harus berubah.”
IMG 20180414 WA0079 
Sementara itu Eka yang merasa gembira atas sambutan warga kota Bekasi terhdap kehadiran Partai Berkarya, dalam sambutannya, kembali mengulang:”Sedikitnya 3 juta suara pada Pileg 2019 harus tercapai. Ini untuk menopang target nasional 18 juta suara setara 80 kursi DPR RI. Target Kota Bekasi 4 kursi, saya apresiasi. Ini otomatis menghantar 1 kursi untuk provinsi dan DPR RI. Insya Alloh melihat antusias pentingnya perubahan demokrasi dan politik, semua ini akan tercapai. Tentu dengan kerja keras, dan pendekatan yang simpatik dan merakyat” 
 
“Balak Genep” Bicara Sementara itu para politisi “balak genep” di kota Bandung yang dimotori Henda Surwenda, Marwan Effendi, dan Dikdik Darmika. Mereka ini hijrahan dari berbagai partai yang membawa lokomorivnya, lalu bergabung ke Partai Berkarya, kala dikontak per telepon: ”Yang dikemukakan Kang Eka soal target partai ini di kota Bekasi, itu realistis. Kami merasakan sendiri, ada angin perubahan dari partai ini untuk konstalasi politk nasional. Walaupun, kata orang partai ini masih seumur jagung, Kami yakini itu,” terang Henda yang hari itu (14/4/2018) bersama rekan-rekannya sedang melakukan kajian serius eksistensi partai ini di sekertariatnya di Jl. Soekarno Hatta No 54 Kota Bandung. (Harri Safiari)
 
Add a comment

Srett ! Ditkrimsus Polda Jabar & DLH Kab. Bandung Pasang Garis Polisi di Pabrik Kimia -  Anteng 6 Tahun Kotori Sungai Citarum !  

IMG 20180412 123825
destinasiaNews – Akhir Februari lalu (22/2/2018) Presiden Jokowi hadir di hulu Sungai Citarum, Situ Cisanti, Kertasari, Kab. Bandung Jawa Barat. Ramainya, ini hari pencanangan lebih tegas implementasi Citarum Harum. Program ini, faktanya, sejak Februari 2018 gaungnya, lebih terasa di lapangan, dibandingkan program sebelumnya yang hanya seremonial belaka.
 
Sedikitnya 7 ribu prajurit TNI dari Kodam III Siliwangi sejak Desember 2017 “dikomandoi” Pangdam Mayjen TNI Doni Monardo, kini sejak 22 Maret 2018 estafeta “komando” beralih ke Mayjen TNI Besar Harto Karyawan. Galibnya ini melanjut 7 tahun revitalisasi Sungai Citarum seperti kata Presiden Jokowi. Tak berapa lama, muncullah Perpres No 15 Tahun 2018 (14/3/2018). Ini melibatkan 18 kementerian, lembaga negara, TNI, dan Polri.
 
Muaranya mengerucut pada revitaliasai Sungai Citarum. Pangkalnya, dalam 10 tahun terakhir seperti kata World Bank, Sungai Citarum yang panjangnya kira-kira 300 km, pun hampir 27 juta penduduk lebih hidup di sekitar bantarannya, dalam 10 tahun terrakhir, sohor sebagai salah satu sungai terkotor di dunia!
 
Pabrik Kimia itu
 
Langkah kecil JPCH (Jurnalis Peduli Citarum Harum) pada Rabu, 11 April 2018 semoga memotivasi semua kalangan yang terlibat pada program revitalisasi ini. Runtutan,  adalah PT Hybrid Chemical yang memproduksi bahan kimia dan obat-obatan untuk tekstil dan kertas. Empat pabrik ini berada di satu alamat di Jl. Cikuya Tonggoh No 77 Desa Lagadar Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. Tiga pabrik lainnya: PT Sam En memproduksi tenun,  dan dua pabrik lainnya yang memproduksi rajut yakni PT Sinar Ezzer, dan PT Selatan Jaya.  .
 
Singkat kisah setelah adu argumentasi dan pembuktian dengan pengelola pabrik mengaku bernama Mursa dari PT Hybrid Chemical, pada Rabu tengah hari silakukan tindakan tegas. Srett … pabrik ini disegel dengan pemasangan garis polisi.  Dugaan kerasnya,  sudah 6 tahun membuang limbah B3. Penyegelnya, Ditkrimsus Polda Jabar ditemani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Bandung.
 
“Tahu sendiri, ini orang pabrik paling ngeyel. Sudah tahu salah. Masih berkilah tak sedikit pun buang limbah. Buktinya, tadi kita lihat sendiri limbah cair bahan tekstil B3, dibuang begitu saja ke kali Lagadar. Ini seperti OTT,” kata Kepala Unit 1 Kompol Gatot Satrio Utomo dari Polda Jabar.
 
“Semalam saya dan tim melihat dan mengambil sampel limbah bersama warga di sini. Padahal itu lokasinya di lembah penuh ular berbisa. Karena niat kita ini baik, alhamdulillah selamat,” lagi kata Gatot yang diiyakan rekannya Robby Dewantara, Kasi Penataan Hukum DLH Kab.Bandung.
 
Sementara itu menurut Pimpinan Tim JPCH,  Setio, SH, MH., masih di lingkungan pabrik PT Hybrid Chemical
 
Menurut Tio (panggilan akrab Ketua JPCH) Pabrik Hybrid Chemical yang diduga menghasilkan puluhan ton limbah perharinya ini tidak memiliki instalasi pengolahan limbah atau ipal, diduga keras membuang limbah langsung ke Sungai Lagadar - anak Sungai Citarum.
 
“Sudah 6 tahun beroperasi mereka sama sekali tidak punya IPAL, saat disidak bilangnya baru akan mengajukan. Ini mengangkangi aturan, sangat layak untuk ditindak keras”, tandas Tio dengan raut wajah kesal.
 
Mau Investor Hengkang?
 
Ditelisik lebih jauh, status kepemilikan pabrik ini dimiliki warga negara Korea Selatan. “Mereka di sini ngontrak. Kalau terkena masalah seperti ini, biasanya pulang ke negaranya. Bagusnya, cabut saja izinnya. Sudah lama jadi biang pencemar sungai,” kata salah seorang warga Cikuya yang sudah hapal pola modus kejahatan lingkungan ini.
 
Masih kata Warga Cikuya berinisial MN (46), kini dalam status menganggur sebelumnya 3 bulan lalu bekerja di kota Bandung:”Biasanya pemilik ini mengadu ke duta besar mereka di Jakarta. Lalu, ujung-ujungnya kementerian perindustrian atau instansi terkait, ditegur menteri. Pilihannya, investor hengkang, atau bagaimana? Pola ini sering terjadi di kawasan industri di Jabar. Sudahlah, kalau investor dari negara ini polanya seperti itu.”
 
Secara terpisah, Sri Royani atau sering disapa Riri Angelita, aktivis lingkungan dari Gerakan Hejo yang membidangi persoalan hukum lingkungan, mengetahui kasus ini:”Yang lebih penting harus dipantau, banyak pabrik yang disidak dan diberi garis polisi oleh Polda Jabar, hingga kini rata-rata tak berlanjut ke persidangan. Ini yang harus kita awasi dan kawal.”
 
Sementara itu Dadan Ramdan, Direktur Eksekutif Walhi Jabar yang dihubungi secara terpisah, menyambut baik kiprah Ditkrimsus Polda Jabar dan DLH Kab. Bandung:”Saya tumpukan kepercayaan suksesnya program Citarum Harum yang dibantu rekan-rekan JPCH, kawal terus penindakannya. Yang dulu-dulu, biasanya tak berakhir dengan tindakan tegas. Sekarang saja ada ribuan pabrik buang B3 ke Sungai Citarum, penindakan hukumnya, bagaimana? Belum lagi limbah domestik, itu tantangan kita besama. Lanjutkan saja pemantauannya…”
 
Kesekian kali ?  
 
Puncaknya, drama pemasangan garis polisi yang diprotes mulai gaya sedikit keras hingga menghiba dari Mursalm hingga siang itu memunculkan aroma berbeda. Pasalnya, warga Cikuya di sekitar pabrik PT Hybrid Chemical memberikan pengakuan:”Empat bulan lalu, kejadian pemasangan garis polisi ini terjadi di pabrik ini oleh Polres Cimahi. Nyatanya, beberapa hari setelahnya berjalan lagi sampai hari ini ditutup.”
 
Mumpung masih di sekitar lokasi pabrik, langsung pernyataan warga Cikuya ini dikonfirmasi kepada Mursal dan Kristin yang sejak awal melakukan “drama” penyangkalan membuang limbah ke Sungai Citarum. Mursal dan Kistin, akhirnya mengakui kesalahannya, setelah disudutkan dengan bukti kuat dari Gatot dan Robby:”Benar Pak empat bulan lalu pabrik ini disegel Polres Cimahi.”
 
Ketuka Mursal ditanya, mengapa bisa beriperasi lagi sedangkan persyaratan utama IPAL hingga hari ini tidak ada di pabrik ini?:”Waduh, Pak saya kan tidak tahu soal itu”, katanya dengan wajah pasrah dengan menambahkan –“Koq sampai kesitu sih, bagaimana ini anak isteri saya dan 25 karyawan lainnya. Kami tak bisa bekerja lagi, bagaimana nasib mereka?”
 
Menyangkut pengakuan Mursal dan Kristin tentang empat bulan lalu telah ada penindakan sejenis, Gatot dengan tenang berujar:”Mursal utamanya akan kami panggil ke Polda Jabar.”
 
Klarifikasi terakhir demi membulatkan reportase ini, esoknya (12/4/2018) redaksi mengontak Komandan Sektor 21 Citarum Harum, Kolonel Yusep Sudrajat .Ketika dikonfirmasi penindakan yang di antaranya diinisiasi oleh tim-nya, lalu dibeberkan di balik fakta tentang “mandeknya” penindakan sebelumnya oleh pihak berwenang lainnya, singkat saja ia mengomentari:”Sedih,” katanya dengan memunculkan emoticon  yang menggambarkannya.
 
Terpulang, pada hasil penempatan garis polisi di PT Hybrid Chemical yang cukup fenomenal, bila dibandingkan dengan dugaan ribuan pabrik sejenis yang membuang limbah dengan efek jangka panjang “Minimata baru” di negeri kita, mari kita uji sejauh mana – kekuatan Perpres No 15 Tahun 2018.
 
“Juklak dan juknis Perpres yang dkeluarkan Presiden Jokowi baru-baru ini, harus segera dipegang dan dilaksanakan para penegak hukum di Sungai Citarum. Prajurit SIliwangi dan pegiat lingkungan yang sudah merelakan hidup-mati untuk Citarum, perlu diperkuat  dengan segera. Tiada lain …biar Citaum tidak kotor lagi,”pungkas Sri Royani yang akan turut mengawal penidakan hukum atas kasus ini. (Harri Safiari) 
 
Add a comment

Prakarsa Karang Taruna Karya RW 06 Kel. Sukamiskin Arcamanik, Hijaukan Area Sport Jabar di Bandung Diapresiasi Gerakan Hejo

IMG 20180409 WA0171
deatinasiaNews -- Perwakilan Karang Taruna RW 06 Kel. Sukamiskin, Arcamanik kota Bandung dipimpin Irwan Permana selaku Penasihat, Senin malam, 9 April 2018 menyambangi kediaman Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo.
 
Kehadiran Irwan Permana diantar oleh tokoh pemuda dari LSM CADAS (Ciri Aspirasi dari Abdi Sanagara). Tokoh pemuda itu di antaranya Nuhadi dan Wawan Setiawan. "Kedatangan kami untuk meminta dukungan atas gerakan yang kami lakukan, berupa penghijauan di area Sport Jabar Arcamanik," kata Irwan yang ternyata pada malam itu sangat positif responnya. 
 
Bagi Eka Santosa yang selama ini tinggal di kawasan Arcamanik, keprihatinan atas tata guna lahan di daerahnya, sudah lama menjadi perhatiannya. Bersyukur menurutnya, warga setempat ingin menghijaukannya.
IMG 20180409 WA0193 
"Prakarsa semacam ini yang kami inginkan. Sebelumnya, Gerakan Hejo pernah mengkritisi kawasan di sekitar Sport Jabar Arcamanik. Tepatnya, lapangan Golf Pacuan Kuda, kami protes keras lantaran penebangan ratusan pohon keras yang berusia lebih dari 20 tahun. Kami selalu memonitor ini," jelas Eka Santosa di markas Gerakan Hejo di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun, Cimenyan Kab. Bandung. 
 
Lebih lanjut masih menurut Eka Santosa, kehadiran para pegiat organisasi setingkat Karang Taruna ini:"Dalam praktiknya ternyata di lapangan sudah berjalan.  Mereka sudah menanam sejumlah pohon buah-buahan secara swadaya, sejak awal Maret 2018. Ini patut ditiru pegiat lingkungan lainnya."
 
Bagi Agus Warsito, Sekjen Gerakan Hejo, kehadiran aktivis di tingkat Karang Taruna sangat baik bagi penataan kota Bandung. Diketahui RTH (ruang terbuka hijau) di Bandung, masih kurang dari 10 persen luas kota ini. "Faktanya, jauh dari batas  ideal 30 %. Makanya banjir bandang Cicaheum terjadi di luar dugaan. Ini karena KBU sudah rusak parah."
 
Bagi Nurhadi dan Wawan Setiawan, keluarnya surat dukungan dukungan dari Gerakan Hejo ke Karang Taruna pada malam itu, merupakan sebuah amanah. "Kami pegang rekomendasi ini, demi menghijaukan secara teprogram, minimal di wilayah Bandung Timur. 
Sebelum ke Gerakan Hejo para aktivis lingkungan dari Karang Taruna ini telah memperoleh dukungan sejenis dari berbagai organisasi peduli lingkungan lainnya. Tercatat, di antaranya dukungan dari Walhi Jabar, dan DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) yang di pucuknya dinaungi oleh sesepuh Jawa Barat, Solihin GP. (HS)
Add a comment

Cihuy! Aldisha Bintang Wirawan 'BeWe' Atlet Drum Band - Raih Cum Laude FSRD ITB

wis18 edit

 

destinasianews – Pria jangkung berperforma generasi milenia beridentias Aldisha Bintang Wirawan alias 'BeWe', kelahiran Bandung, 13 Maret 1995, adalah salah satu wisudawan program studi Desain Interior (DI) Fakultas Seni Rupa dan Desin (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia terselip di antara ratusan peserta wisuda gelombang dua tahun 2018.

 

“Hubungan antara Konfigurasi EIemen-elemen Ruang Rumah Tinggal dengan Interaksi Sosial Anggota Keluarga”.

 

Itu secuplik judul skripsi yang ditulis BeWe, hingga meraih cumlaude. Status yang membanggakan ini sempat berkibar, kala wisuda ke dua di ITB, Sabtu (7/4/2018). Tepatnya, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung.

 

Diketahui, BeWe terdaftar sebagai mahasiswa FSRD prodi Desain pada tahun 2013. Ia menyelesaikan tugas akhir tepat waktu selama 4 tahun. Pencapaian BeWe ini menjadi kebanggaan keluarganya. Kedua orang tuanya Drs. Harisman dan Suci Ambarwati, S. Sos, MAP, merasa bangga putra bungsu dari dua bersaudara, mampu mengukir prestasi. "Dari 567 mahasiswa yang diwisuda kala itu, putra saya salah satu peraihnya," kata Harisman yang selama ini dikenal sebagai kontraktor merangkap citizen jurnalis yang aktif di Bandung.

 

"Puji syukur kepada Allah SWT atas nikmat sehat selama ini, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir, sesuai harapan. Juga terima kasih tak terhingga kepada kedua orangtua, kerabat serta teman-teman," ucapnya di sela-sela acara wisuda yang meriah, dengan menambahkan:

 

"Ucapan terima kasih khusus dan mendalam saya kepada pembimbing skripsi Bapak Dr. G. Prasetyo Adhitama, S.Sn.,M.Sn., Beliau itu sabar betul membimbing saya."

 

'Nganggur’... Dulu Ah!

IMG 20180411 WA0081 

Menarik, di tengah rasa suka cita atas kelulusanya, BeWe masih tetap bersahaja:” Besok saya akan menikmati dulu masa-masa nganggur. Makanya, nganggur dulu ah," dengan wajah sumringah.

 

Tentu, lontaran BeWe itu hanyalah bak guyonan 'abad' ini. Sejatinya, atlet Porda Cabor Drum Band Kota Bandung yang lulus Cum Laude di FSRD ITB, katanya sudah dibidik oleh berbagai perusahaan besar untuk berkiprah sesuai disiplin ilmunya.

 

"Mau pikir-pikir dulu bekerja di mana ya? Kayaknya, mau nganggur dulu seminggu dua minggu," paparnya dengan sedikit malu-malu, masih dengan nada bercanda tentunya.

 

Kurikulum itu

 wis18a

 

BeWe yang ber-zodiak pisces ini rupanya selamq ini di luar masa studinya yang ketat, masih bisa menyalurkan hobinya bermain piano klasik, tenis lapangan. Lainnya, ia pun aktif di unit kegiatan mahasiswa (UKM) ITB, Marching Band Waditra Ganesha (Waditra).

 

Khusus di Waditra ini sempat menjadikan dirinya salah satu atlet Kota Bandung Cabor Drum Band. Pada Pekan Olah Raga Daerah (Porda) 2014 di Bekasi, saat itu Cabor Drum Band ini menjadi Juara Umum.

 

Lainnya yang patut diketahui, dari BeWe yang sangat merasakan pahit getirnya sebagai mahasiswa ITB, terlebih 70 persen dari kuliah yang digelutinya, dihabiskam waktunya berpraktik di lapangan. Menurutnya, kemampuan fisik dan otak harus tetap prima."Bersyukur, aku bisa melalui ujian berat ini."

 

Menurutnya, penilaian tentang kurikulum FSRD Prodi Desain Interior ITB, sangatlah sesuai untuk menggali potensi anak-anak Indonesia. Keyakinannya, kemampuan anak bangsa untuk menerapkan ilmu di bangku kuliah di dunia kerja, sudah terbukti.

 

"Kita sebenarnya bisa setara dengan lulusan perguruan tinggi lainnya di dunia. Ini banyak dibuktikan oleh kawan-kawan yang kini berkiprah di dunia internasional.Siapa tahu aku pun bisa bergabung dengan mereka?"

 

Harapannya, sejumput prestasi ini dapat menginspirasi pemuda lainnya di negeri ini. Bolehlah pemuda lain berkaca keberhasilan BeWe. Sebenarnya, di tengah ia lulus dengan status cum laude, sejatinya kegiatan intra dan ekstra kampus ia selaraskan dengan tempo perkuliahan yang ketat. "Ini bukan rahasia, dorongan orang tua dan kawan, serta handai taulan itu penting."

 

Tak salah khusus buat BeWe yang berprestasi gemilang, tularkanlah keberhasilan ini demi tujuan yang lebih jauh - masa depan Indonesia ada di genggaman generasi Anda ! Cihuy abiz, BeWe! (DTN/HS/IG/IA/RD/SF)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

Mie & Nasi Goreng Legendaris Bu Sani - Landoeng

destinasiaNews – Ada kisah unik, dari kuliner legenda di Kota Bandung. Ini sudah ada lho, semenjak era Kemerdekaan RI pada tahun 1945...

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

Puluhan Artis Bandung Save Lombok – From Bandung With Love

destinasiaNews -Elemen warga yang tergabung pada “Musisi Bandung”, berencana membikin dompet khusus terkait bencana gempa bumi yang melanda Lombok pada...

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Tegaskan KONI Jabar untuk Kembali pada Konstitusi

Destinasianews – Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat gelar konferensi pers di Kawasan Ekowisata Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung,...

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit - Ini Pertimbangannya …

Lagi, Pemilik Grand Asia Afrika Residence ‘Keukeuh’ Menolak Pailit  - Ini Pertimbangannya …

destinasiaNews – Kabar teranyar dari kesepakatan di antara konsumen Grand Asia Afrika Residence(GAAR) Bandung yang tergabung dalam wadah Paguyuban Konsumen...

Pengunjung

02340020
Hari ini
Kemarin
814
3711