Jadilah Politisi Cerdas Dan Bijak..

IMG 20170914 133325
destinasiaNews.com – Bursa calon pemimpin dalam Pemilihan kepada daerah (pilkada) serentak akan kembali digelar pada 2018 di berbagai daerah di Indonesia. Khusus Kabupaten Bandung Barat (KBB).
 
Menyikapi kontestasi demokrasi lima tahunan tersebut, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) KBB,  organisasi sayap PDI Perjuangan menilai, kondisi demokrasi saat ini harus dikembalikan menjadi milik rakyat.
 
“Demokrasi bukan ajang pertikaian kelompok elite, tapi artikulasi kepentingan rakyat.” Demikian disampaikan Ketua DPC Repdem KBB Heri Setia Munandar yang biasa di sapa Ali dan dalam siaran pers yang diterima destinasiaNews.com , Rabu, 13/9/2017.
 
Ali selaku ketua Repdem KBB menyatakan sikap dan seruannya untuk menegaskan opini yg terbangun di internal PDIP KBB dalam rangka menyambut pesta demokrasi di Pilbup 2018, "Di internal partai khusunya para bakal calon jangan galau dan lebay...bagaimana nanti mengurus Rakyat KBB,  dengan adanya opini yg sama sama diusung dari internal partai sudah muncul sifat dan karakternya bagaikan benalu politik..langkah atas dorongan Banteng Muda Indonesia (BMI) KBB terhadap Balon itu adalah sebuah karya selaku kader berdasarkan situasi terkini bahwa rakyat Bandung Barat membutuhkan pemimpin yang kapabel, kredibel dan dapat di pertanggungjawabkan secara keilmuan yang meliputi bagaimana sistem tata kelola pemerintahan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat KBB," ujarnya.
 
Lanjut Ali,"Sebuah dorongan Balon bupati dan wakil bupati yang di usung BMI KBB seharusnya di sambut dengan bijak dan cerdas bahwa itulah salah satu suara sayap partai PDIP yg menjunjung tinggi nilai dan makna serta hakikat demokrasi, dinamisasi politik dalam berdemokrasi tentunya selaku kader PDIP di tuntut untuk hormat, tunduk dan patuh apa yg menjadi keputusan dan intruksi partai, pertanyaannya apakah salah selaku sayap partai mendorong Balon dari Induknya Partai"?..sungguh ironis tatkala usulan dari BMI KBB di anggap prematur..atau membuat galau dan lebay para Balon..jadilah politisi cerdas dan bijak..,"pungkasnya.
 
Masih kata Ali," REPDEM KBB siap menjaga nilai nilai demokrasi untuk mempersatukan rakyat dan selalu berjuang utk memerahkan KBB dgn satu semboyan"Menang dan Menang PDIP KBB dalam Pilkada KBB 2018,"(SA)
 
Add a comment

Kasus PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Bayu Risnandar Bersaksi – Boleh Dibangun, Asal …

IMG 20170913 WA0105
destinasiaNews– Seperti apa jalannya sidang di PTUN Bandung dalam perkara No 80/G/2017PTUN-BDG pada 13 September 2017 ? Adakah yang berbeda  pada hari itu? Pihak penggugat pada sidang ke - 8 yakni Hanson R Sanger yang menggugat Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi, juga ke Pemerintah Kab. Sukabumi selaku tergugat ll intervensi, menghadirkan Bayu Risnandar  (47) .
 
“Boleh saja Pemkab Sukabumi membangun PLPR (Pelabuhan Laut  Pengumpan Regional), asal tempatnya sejak awal jangan di Karang Pamulang. Ini pantai bersejarah milik rakyat. Tadi saya bersaksi di sidang ini,” tutur Bayu  yang juga mempertanyakan –“Katanya, sudah ada dana lebih dari Rp. 7 M untuk pembebasan lahan 6.600 M2. Uangnya diterima Soerono Haryanto melalui pelepasan hak no 01/BAPH-32.02/IX/2015 pada 23 September 2015. Karena tak jelas, ini sudah dilaporkan ke KPK.”
 IMG 20170913 WA0106
Persidangan yang berlangsung hampir satu jam, dipimpin hakim Rialam S,S.H.MH, dari pihak tergugat menghadirkan Ade Suryaman, SH, MM, Kabag Hukum dan HAM Sekda Kab. Sukabumi dan tergugat ll intervensi Kepala Dinas Perhubungan Kab. Sukabumi. “Minggu depan kami pun akan menghadirkan saksi”, papar Ade Suryaman yang dijawab hakim dengan mempersilahkannya.
 
“Pada sidang ini, tampak hakim tadi sedikit bingung dengan keterangan saksi Bayu. Implikasinya terpikir, meminta PS (Peninjauan Setempat) ke Ibu Hakim agar jelas juga dengan kaitan sengketa lahan 600 M2 dari klien saya pada proyek PLPR. Tapi kan biayanya itu, waduh …,” papar Hanson sambil menambahkan – “Semoga dengan bukti yang saya sodorkan tadi, jelas kan dari tanah klien saya hanya 10 meter itu sudah laut. Intinya, kenapa bisa-bisanya Soerono Haryanto mengklaim punya lahan 6.600 M2 dan sudah terima uang dari Pemkab Sukabumi?”.
 
Terkait sidang PTUN hari itu Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo kembali menyatakan bahwa hakim di PTUN Bandung harus jeli dan bijak melihat kaitan persoalan ini, tak sekedar sengketa tanah. Dugaan persekongkolan proyek PLPR mulai dari perencanaan, legalitas, hingga pelaksanaannya di lapangan saat ini, sangat kental. Ini bukti, ada masalah berat di proyek ini, bagusnya dihentikan.” (HS/SA)    
 
Add a comment

Tatang Zaenudin & Eka Santosa Maju ke Pilgub Jabar 2018 – Adu Panco, Satukan Power !


IMG 20170911 WA0060
destinasiaNews Pernak-pernik yang akan meramaikan Pilgub Jabar 2018, rupanyan salah satunya sedang mekar di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung. Buktinya, sejak Minggu malam 10 September 2017 hingga esok harinya (11/9/2017) di Alam Santosa yang juga kediaman Ketua Umum Gerakan Hejo Eka Santosa (58), hadir Mayjen TNI (Purn.) Tatang Zaenudin (60).  Sekedar mengingatkan, sosok Kang Tatang (sapaan akrab Tatang Zaenudin), dalam tiga tahun terakhir publik nasional mengenalnya sebagai Deputi Operasional Badan SAR Nasional.
 
“Banyak kesamaan visi dan misi saya dengan Kang Eka, untuk maju ke Pilgub Jabar 2018. Soal lingkungan hidup yang amburadul dalam satu dekade terakhir, ini salah satu pertimbangan kami. Bila diizinkan, sepakat berdua segera membenahinya. Pahamlah saya soal karakter alam dan  46 juta jiwa penduduk Jabar,” papar Kang Tatang kala mengadakan konperensi pers di Alam Santosa (11/9/2017) –“Utamanya, untuk mengendalikan lingkungan hidupnya. Perlu orang yang paham, berani, bijak, dan mau turun ke lapangan demi rakyat!”
 
Menurut Kang Tatang pula pantauan siapa Kang Eka sudah lama dikenalnya sejak menjadi Ketua DPRD Jabar (1999 -2004) hingga saat di DPR RI (2204 – 2009), serta kiprah lainnya di kegiatan budaya dan social kemasyarakatan. “Kang Eka bukan orang asing bagi saya, kiprah dan pemikirannya yangikuti daN pahami. Contohnya, ini Kawasan Alam Santosa yang dulu kritis, kini menghijau dan bermanfaat bagi banyak orang, itu karya luar biasa bagi saya.”  
 
Kang Tatang kala ditanya para pewarta, sejauh mana perihal sinyal persetujuannya dari Prabowo Soebianto, Ketua Umum Partai Gerindra? “Saya jadi kader Gerindra sejak 2015. Bila kini ada sinyalemen, ada pihak lain yang disetujui Pak Prabowo. Itu sih, baru sebatas katanya dan katanya....”
 
Lanjutannya,  ujaran Kang Tatang kerap diselipi gesture tegas-tegas bercampur someah ala putra Cianjur  yang ramah dan supel, kembali ia tambahkan:”Apa perlu saya keluarkan KTA-nya? Tegasnya, saya ini sudah dapat mandat hitam di atas putih dari tangan Pak Prabowo langsung. Tidak melalui perantara, loh?!”
 
Eka Santosa yang kini menjabat sebagai Sekjen BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar dan Ketua DPW Partai Berkarya Jabar, mengamati munculnya pasangan yang katanya sudah “mendeklarasikan-diri” serta siap maju ke Pilgub Jabar 2018:”Saya dan Kang Tatang ini, tak gentar. Kata saya semua itu baru sebatas katanya dan katanya. Kami realistis saja, bukan katanya lagi,” ujarnya sambil menambahkan dirinya yang dalam dua tahun terakhir ini maju dengan dukungan tokoh Jabar Solihin GP– “Kehadiran Kang Tatang merupakan perwujudan komunikasi politik saya, dan sangat positip nilainya.”
 
Menariknya, sesi konperensi pers bersama di Kawasan Alam Santosa, pagi itu diakhiri dengan “adu panco”.”Ini kami bukan untuk adu jagoan. Semata untuk menyalukan power,” tutur Eka yang diiyakan Kang Tatang dengan dengan menyatakan – “Nah, ini soal bukti keakraban kami, bukan hari ini saja ternyata sudah sejak lama, malah.”
 
Galibnya, pertemuan dua sosok ini semoga mampu mendinamisasi publik Jabar dalam menyemarakkan demokrasi di Jabar dan Nasional.”Ini yang kita tuju, bukan sebaliknya mengkotak-kotakkan warga Jabar. Tumbuhkanlah, bunga-bunga baru demi menyuburkan alam demokrasi kita,” pungkus jurnalis Ellyda yang diamini rekannya Bagoes Rintohadi. (HS/SA) 
Add a comment

Ini Dia Pemenang Quiz Medsos PLPR Palabuhanratu yang “Kontroversial” itu

 
IMG 20170909 WA0108destinasiaNews – Ajang baru bagi “Forum Peduli Karang Pamulang Palabuhanratu” (FPKPP), ini semacam komunitas penentang secara kritis proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) sejak 2015. Sejak awal proyek diluncurkan Pemkab Sukabumi melalui Dinas Perhubungan, dengan anggaran Rp 296 M, banyak memunculkan kontroversi. “Utamanya dari segi lingkungan, kenapa di pantai Karang Pamulang yang sudah lama jadi kecintaan warga? Buktinya, kini sedang di PTUN-kan di Bandung, dalam sengketa lahan. Unjuk rasa beberapa kali tak mempan. Nah, kali ini pakai quiz di medsos,” papar Bayu Risnandar yang termasuk inisiator kegiatan ini di Hotel Bunga Ayu (9/9/2017) Palabuhanratu.
 
Bayu menjelaskan soal quiz di atas seusai aktivis Wirda dari “My Palabuhanratu” memberikan aneka hadiah pagi pemenangnya. “Pesertanya ada ratusan, cukup sulit juga mempertimpangkan pemenangnya,” jelas Wirda sembari sekilas menjelaskan aturannya  - “Dari foto yang kami tayangkan tentang keelokan Karang Pamulang masa lalu, dikomentari netizen. Siapa yang punya like terbanyak, itu pemenangnya.”      
 
Lanjutnya, Bayu dan Wirda memberikan hadiah untuk 1. Asti Afriani (komentar terbaik), 2. Perli Rizal (komentar terbaik), 3. Zhella, dan 4 Fajar. Untuk Asti diganjar menginap satu malam di salah satu hotel ternama di Palabuhanratu, pemenang ke-2 dihadiahi makan gratis Dapur Muara Kenari yang sohor di daerah setempat. “Duh, nggak nyangka saya jadi pemenang. Kebetulan malam ini isteri saya ulang tahun. Duh senangnya …”
 
Bagi pemenang pertama yakni Asti, menurutnya mengikuti quiz ini bukan semata untuk hadiah:”Sejak awal menyayangkan, mengapa pelabuhan yang mengorbankan pantai paling nyaman dan aman bagi warga di sini, dikorbankan. Padahal pantai di Palabuhanratu, masih banyak yang lebih layak untuk pelabuhan. Anggaplah, ini bentuk perlawanan kami atas rencana pembangunan yang serampangan.”
 
Sementara bagi Fajar (21) lulusan SMK Mutiara Palabuhanratu tahun 2015 yang sejak kelas 4 SD bermain di pantai Karang Pamulang, area ini sangat disayangkan bila dijadikan pelabuhan yang menghilangkan kesempatan dirinya berlatih selancar di sini:”Saya tidak mengerti mengapa pemerintah berbuat seperti ini. Titik pantai lainnya kan banyak?!”
 
Ajang pembagian hadiah quiz ala aktivis anti proyek PLPR Karang Pamulang Palabuhanratu hari itu dihadiri juga pengacara Hanson R Sanger yang kini sedang beracara di PTUN Bandung, menggugat sengketa lahan seluas 600 M2 yang diklaim milik Romel dari luas keseluruhan 6.600 M2. “Tentu ini tak ada hubungan erat dengan yang saya perkarakan. Bila banyak masyarakat yang mempermasalahkan PLPR, semoga bisa menjelaskan kelak bagaimana proses pembebasan lahannya mengandung banyak masalah hukum, ternyata. Sekarang dalam pantaun ombusdsman juga.”
 
Kejutan Iman & Yadi
 
Peserta lain yang menjadi kejutan dalam ‘gempungan’, hadir sosok pecinta lingkungan yang selama ini “silently”, namanya Abah Yadi “Saung Ijuk”:”Sangat prihatin dari dulu, bila terjadi pengerukan karang laut secara massif di teluk Palabuhanratu. Ini akan merusak biota laut. Sekarang tak terasa dampaknya, nanti anak cucu kita akan kena dampaknya.”
 
Kejutan lain secara terpisah datang dari Iman Adinugraha yang menurut peserta yang hadir di Hotel Bunga Ayu hari itu sebagai tokoh setempat. Adi yang pernah menjadi anggota DPRD dari Fraksi PAN era 2009 – 2014 mengatakan sejak 2013, kala PLPR baru menjadi wacana:”Sudah kami tolak secara tegas. Malahan pernah membicarakan dengan bupati kala itu. Eh, diam-diam mereka gulirkan juga,” ujarnya sambil menyatakan – “Bila tidak ada yang menentangnya sejak dulu, ya kami sudah lama mengingatkan. Pantai yang lain kan masih banyak, janganlah di Karang Pamulang yang sudah jadi aikon warga.”
 
Walhasil, ajang penentangan warga Palabuhanratu terhadap proyek PLPR yang diduga sarat kongkalikong antara birokrat dan pengusaha, rupanya semakin menggelinding:”Ini seperti bola salju, walaupun medannya agak berubah. Yang jelas pesertanya kini makin banyak. Kami tak anti pembangunan, melainkan harus benar bila ingin membangun di Palabuhanratu,” tutup Bayu sambil menutup pertemuan ini dengan takzim. (HS)  
 
 
 
         
 
Add a comment

Sidang PTUN Bandung, PLPR Palabuhanratu –  Alat Bukti & Tawaran Mediasi

 
IMG 20170907 WA0030destinasiaNews – Jalannya sidang PTUN Bandung dalam perkara No 80/G/2017PTUN-BDG pada 6 September 2017. Ini sidang ke-7 kalinya, masih berkutat di pembahasan alat bukti. Penggugat Romel TB yang dikuasakan pada Hanson R Sanger, S.H melawan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi selaku tergugat, dan Pemerintah Kab. Sukabumi selaku tergugat ll intervensi.
 
Ketua Majelis Hakim Rialam S.SH,MH dengan anggota Danan Priambada, S.H dalam sidang kali ini usai memeriksa tambahan alat bukti yang disodorkan para pihak.
 
”Saya tawarkan, bisa saja ada mediasi diluar sidang,” ujar Rialam dengan penjelasan umum – hasilnya, harus diketahui oleh majelis.
 
Menurut Rialam pula mediasi ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan kelak, dalam penentuan siapa yang menang atau kalah dalam perkara ini.
 
Lainnya, Hanson dalam persidangan ini untuk sidang berikutnya (13/9/2017) pukul 10.00 akan menghadirkan saksi. Disebut oleh Hanson saksi itu selain mantan Kadishub Kab. Sukabumi yang masih dipertanyakan Ketua  Majelis – “Bukankah itu yang kini sudah masuk pada para pihak tergugat?”
 
Namun, ajuan dua saksi lainnya, sepertinya diterima para pihak:”Mereka itu mantan Camat Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, dan mantan Lurah Kelurahan Palabuhanratu,” kata Hanson.
 
Usai jalannya sidang yang berlangsung sekitar 25 menit, Hanson sempat diklarifikasi perihal mediasi atas gugatannya atas tanah milik Romel seluas 600 M2 yang kini masuk pada “jual beli” tanah seluas 6.600 M2 oleh Pemkab Sukabumi cq Dinas Perhubungan setempat.
 
Menariknya, sepintas dalam ‘transaksi” lahan di pantai Karang Pamulang Palabuhanratu itu menurut versi Pemkab Sukabumi dinyatakan telah sah. Inilah salah satu obyek sengketa itu, menurut tergugat, telah sesuai Keputusan TUN Berita Acara Pelepasan Hak (23 September 2015) oleh Kep. Kantor Pertanahan Sukabumi No. 01/BAPH-32.02/IX/2015 dari Soerono Haryanto. Transaksinya untuk  lahan  ini senilai Rp. 7 M lebih.
 
“Seperti terdahulu, kami usahakan untuk memenangkan perkara ini,” kata Ade Suryaman, SH, MM Kabag Hukum dan HAM Sekda Kab. Sukabumi.
 
Dikawal Aparat?
 
Ade seperti biasa tampak kalem dan murah senyum kala ditanya, perkara ini sudah menjadi perhatian warga Kab. Sukabumi, serta instansi terkait di provinsi dan pusat, kini setelah dinyatakan “mangkrak” sejak 2015, minggu-minggu ini di lapangan ada proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) yang kontroversial, para pekerja bekerja sore hingga malam hari seperti tidak ingin diketahui umum, dan malahan dikawal aparat Koramil, bagaimana ini?
 
“Oh, itu hanya teknis …,” jawab Ade sambil berjalan di lorong gedung PTUN Bandung.    
 
Menurut Dadan Ramdan, Direktur Eksekutif Walhi Jabar yang hari itu hadir di PTUN, memantau jalannya persidangan ini, serta persidangan kasus lingkungan hidup lainnya:”Majelis harus jeli dan bijak memutuskan kasus ini. Ada baiknya, segera lakukan PS (Peninjauan Setempat). Salah timbang, warga rugi selamanya.”
 
Masih menurut Dadan yang juga mengkritisi aspek penentuan Geo Park Ciletuh di Kab. Sukabumi yang menurutnya, masih banyak menyisakan permasalahan lingkungan hidup, namun tak banyak diekpose kalangan media utama: “Biar jelas, ini bukan sekedar sengketa tanah 600 M. Bila warga dikalahkan, PLPR yang rancu mereklamasi pantai milik rakyat (public space), diduga keras ini sarat pat-gulipat oknum pejabat dengan pengusaha,” sambil menambahkan dengan gesture geram -. “Kami tak anti pembangunan, namun kepentingan rakyat, harus jadi pertimbangan utama, bukan sebaliknya! Di Palabuhanratu masih ada pantai lain yang cocok untuk PLPR. Curiga saya, kenapa ngotot di pantai Karang Pamulang?!”  
 
Quiz Keprihatinan PLPR
 
Pantauan redaksi atas jalannya sidang di PTUN, rupanya berimbas pada berubahnya gaya protes atas pembangunan PLPR. Sebelum dan selama reklamasi pantai, berbagai elemen warga, selalu turun ke lapangan,  maupun ke pusat-pusat kebijakan setempat. Kini muncul quiz melalui media sosial, yang melibatkan warga secara massif.
 
”Ramai sekarang, makin banyak orang Palabuhanratu yang peduli. Mereka jadi menegrti, dan tak setuju PLPR diteruskan. Sadar warga, akan arti pentingnya memelihara kelestarian pantai Karang Pamulang”, papar Bayu Risnandar, aktivis anti PLPR yang sejak awal mengkritisi perencanaan, hingga kini.
 
“Untuk 6.600 M2 yang kini sebagian besar pantainya direklamasi, sudah keluar uang diduga Rp. 7 M lebih, lalu ditambah Rp. 15 M untuk pembangunannya. Mereka sekarang bikin pemecah ombak malam-malam, anehnya dikawal seperti tentara, kenapa ya?” tambah Bayu yanguntuk proyek PLPR sebsar Rp 296 M dari APBN.
 
Bayu pun tak menutup rasa herannya, atas maneuver Pemkab Sukabumi:“Bukan, malah mengkaji mengapa semakin kuat penentangan warga, ini mah malah sepertingahajakeun. Duh…?!
 
Sementara para pegiat lingkungan di kota Bandung lainnya seperti Dendy, Mahasiswa Unpad semester 4 asal kota Sukabumi yang mengenal karakter bersahabat pantai Karang Pamulang, menyikapi jalannya sidang di PTUN Bandung:”Semoga majelis hakim bisa menguak lebih jauh, di belakang kasus ini ada perusakan lingkungan yang dahsyat bila perusak lingkungan dimenangkan,” paparnya melalui telepon, sambil menambahkan:”Saya dukung Pak Hansen siapa pun itu tak saya kenal. Upayanya yang gigih membongkar kebenaran di kasus sengketa lahan ini, patut diapresiasi.” (HS/SA) 
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01606073
Hari ini
Kemarin
2114
1289