Kasus Edi Sanusi, Pengacara Dr Fahmi Raghib, SH MH. Angkat Bicara – Mafia Hukum Bekerja …

DTN Tanah CopydestinasiaNews – Pengacara Dr. Fahmi Raghib, SH MH di sebuah Rumah Makan di Jl. Soekarno Hatta Bandung (3/4/2017) dihadapan sejumlah jurnalis menengarai ada upaya rekayasa hukum dalam kasus pemalsuan data akta notaris. Lebih lanjut menurut Fahmi, kliennya justru dituding terlibat telah memerintahkan orang memberikan kesaksian palsu dalam sebuah akta notaris

”Klien saya tidak pernah melakukan itu. Saya pastikan ini ada upaya rekayasa hukum. Pasti itu mafia hukum ” ujar Fahmi.

Fahmi membeberkan kasus ini sebenarnya berawal dari kasus tanah di desa Jelekong dan desa Manggahang Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Pihaknya menengarai ini merupakan cara baru sang mafia tanah untuk menguasai lahan itu dengan cara meng-kriminalkan kliennya

”luasnya 63 hektar. Nilainya lebih kurang 1,2 Trilyun. Saat ini klien saya masih menjadi saksi, ” tambah Fahmi.

Kasus ini sempat mencuat di permukaan, dan menarik banyak kalangan termasuk pihak media massa. Menurut Fakmi, kasus ini berawal dari guliran yang belum juga usai sejak mencuat pada tahun 2014 silam. Kala itu banyak mass media mensinyalir – dugaan keterlibatan mafia hukum.

“Kasus inilah yang kemudian berhilir pada kasus pemalsuan data kali ini. Edi adalah ahli waris sah pemilik tanah.  Anehnya, kini sebagian lahannya justru dibangun perumahan Graha Bumi Siliwangi”, pungkas Fahmi sembari mengingatkan mafia hukum disinyalir kuat telah berkiprah di kasus ini. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Eka Santosa Apresiasi Barka, Dukung Ridwan Kamil ke Pilgub Jabar 2018

DTN BARKA RK 1 EKA 2destinasiaNews  – Terkait deklarasi Barka (Baraya Ridwan Kamil) mendukung Walikota Bandung maju ke Pilgub Jabar 2018, yang berlangsung di Hotel Horison (1/4/2017) Jl. Pelajar Pejuang, Bandung, Eka Santosa angkat bicara – mengapresiasi. “Ini langkah yang baik. Sesuai salah satu arahan ketika saya dan Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) waktu dipertemukan di kediaman Mang Ihin (sapaan akrab Solihin GP) pada 18 Maret 2017 lalu.”

 “Waktu itu Mang Ihin tersirat menyarankan melakukan Gerakan Rakyat Semesta. Tak lain, ini jalur independen itu”, lanjut Eka yang bersama Solihin GP selama ini bergiat di lingkup budaya dan lingkungan hidup bernama Gerakan Hejo.

Eka Santosa (58) sebagai salah satu tokoh Jabar yang lama malang-melintang di dunia politik di antaranya sebagai Ketua DPRD Jabar (1999 – 2004), Ketua Komis ll DPR RI (2004 – 2009), Ketua DPW Partai NasDem (2013 – 2015), dan kini bergiat sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo, serta Sekjen BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar. Menyoal target 2,1 juta KTP oleh Barka, dalam 3 bulan ke depan:”Optimis bisa tercapai, dengan catatan mesin relawannya bekerja dengan baik.”

Perihal kemungkinan dirinya mendampingi Emil pada Pilgub Jabar 2018, juga kerap digadang-gadang dipasangkan oleh Solihin GP sebagai Jabar 2:”Ini soal lain. Masih banyak kemungkinan,”ujar Eka yang santer akhir-akhir ini beredar kabar – hendak balik kandang ke PDIP.

“Soal balik kandang ini pun, entah dari mana kabarnya. Saya juga heran dengan fenomena ini,” pungkasnya diringi senyum khasnya. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Eka Santosa di Perpisahan Yuddy Chrisnandi, Muncul Isu: Mau Balik Kandang?

YuddydestinasiaNews – Acara perpisahan Yuddy Chrisnandi mantan Menteri PAN RB yang ditugasi Presiden Jokowi sebagai sebagai Duta Besar RI Berkuasa Penuh di Ukraina, di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung (26/3/2017) memunculkan banyak isu tentang “tuan rumah” Eka Santosa.

Sebelumnya dalam acara ini tuan rumah secara resmi tercantum sesepuh Jabar Solihin GP (92) yang juga kakek dari Yuddy Chrisnandi. Hari itu Solihin GP tiba-tiba berhalangan hadir, tersebab saran dokter pribadinya ia disarankan beristirahat. “Bukan jatuh sakit, hanya perlu istirahat. Mohon maaf, hari ini tidak bisa bersama kita”, kata Satria Kamal “Mamay” mewakili ayahnya.

Acara perpisahan sendiri berlangsung mulus sejak pukul 10.00 pagi, berakhir siang harinya dengan buah, memunculkan isu. Salah satunya, dorongan deras dari banyak kalangan pada Eka Santosa yang sudah direstui Solihin GP, mendampingi Ridwan Kamil Walikota Bandung maju ke Pilgub Jabar 2018. “Tadinya, mau tanya dulu ke kakek saya Pak Solihin. Dikira bersaing dengan Ridwan Kamil. Ternyata Kang Eka mendampingi Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil). Menjadi Jabar 2. Oh, kalau itu baguslah, saya setuju” papar Yuddy yang dalam wawancara dengan sejumlah jurnalis ia sangat rinci memaparkan kondisi dan situasi negara yang akan ditujunya sebagai duta besar – “Budaya Sunda akan saya dikumandangkan lebih gencar di Eropa sana. Siapa pun yang datang ke sana akan dilayani. Saya kan pelayan …”.        

Isu itu …

Isu yang muncul selain dari Yuddy Chrisnandi sendiri yang merasa tak dibuang di penugasannya di Kiev, Ukraina:”Justru ini peluang baik, menerjuni praktik politik di dunia internasional. Sekarang kan sudah canggih, melalui alat komunikasi kita bisa berhubungan kapan saja,” katanya yang mengatakan pula –“Masa pilpres 2019 nanti sebelas bulan lagi, akan ikut meramaikannya. Berangkatnya dari nilai dan budaya Sunda yang saatnya harus kita angkat di level nasional.”

Hadir di acara ini para tokoh Sunda di bidang budaya, akademis dan sosial – kemasyarakatan, juga tokoh lingkungan, mereka itu di antaranya Memet Hamdan yang kebetulan menjadi pemandu acara ini. Lainnya ada Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si; Abah Landoeng (91), Sobirin Supardiono Dewan Pakar DPKLTS, Ari Mulia Subagdja, para Ketua Adat dari BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, para pegiat lingkungan dari Gerakan Hejo, Mugi Sujana dari Ormas BBC, Tjetjep Saefulloh dari FKP3NSI, dan banyak lainnya.

Sementara isu di seputar Eka Santosa yang menarik perhatian dari para jurnalis - benarkah ia akan balik kandang ke PDIP? “Perihal ini tentu  sedang saya pikirkan serius. Tunggulah ada masanya nanti. Anda ini pertanyaannya menohok sekaligus menjadi pertimbangan serius bagi saya”, jawabnya yang diketahui telah berkiprah di PDIP hingga menjadi Ketua DPRD Jabar (1999 -2004), DPR RI (2004 -2009).

Aktivitas politik Eka Santosa selanjutnya seusai “parkir” dari PDIP, pernah menjabat sebagai Ketua DPW NasDem Jabar (2013 -2015). Kini Ia bergiat di bidang lingkungan hidup dan budaya, sebagai Ketua Umum Gerakan Hejo, dan Ketua Forum DAS Citarum, juga sebagai Sekjen BOMA Jabar.

Para ketua adat sendiri, usai Yuddy Chrisnandi meninggalkan Alam Santosa tampaknya merasa lega:”Bila Kang Eka akhirnya dijodohkan oleh Pak Solihin GP jatuh ke Ridwan Kamil, ya sudah itu kita ikhtiarkan. Ini gabungan yang pas menurut kami”, papar Abah Uluk Tetua Kampung Adat Dukuh dari Garut Selatan yang diamini oleh Wa Ugis Suganda dari Kampung Adat Ciptagelar Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya Yuddy Chrisnandi beberapa menit menjelang acara dimulai di Bale Gede Alam Santosa, menerima “curhat” dari para penyuluh pertanian yang tergabung pada forum komunikasi THL TBPP (Tenaga Harian Lepas Bantu Tenaga Penyuluh Pertanian) Nasional maupun Jawa Barat.”Saya sarankan bapak-bapak ini membuat surat lagi, nanti saya diskusikan dengan Pak JK. Aplagi kalau memang tadi katanya sudah menyurati Menpan RB saat ini dan Mentan”, paparnya.

Alhasil, acara perpisahan ini dimata para jurnalis kental dengan nuansa kebangkitan masyarakat Sunda dalam konteks buihan politik nasional. “Itu tadi Kang Yudi banyak mengupas pentingnya warga Sunda tetap bersatu dan berbicara di tingkat nasional:”Jabar ini selalu diperhitungkan di tingkat nasional, dari segi politik dan nilai strategis lain karena dekatnya dengan ibukota. Wajarlah, posisi Wapres ditempati warga Sunda, misalnya”, ujar Tjetjep Sefulloh yang mencermati acara ini sejak awal –“Banyak hal bisa dipetik dari acara ini. Buat Kang Yuddy selamat bekerja di Ukraina. Semoga tambah matang sekembalinya”, tandasnya. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Survey Jabar Indo Barometer – Masalah yang Harus Digarap Cagub 2018

DTN INDOBAROMETER 1destinasiaNews – Sosok Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil cenderung moncer. Ini tergambar dari hasil survei di wilayah Jawa Barat meliputi 27 Kota dan Kabupaten oleh Indo Barometer. Survei yang dilakukan sejak 27 Februari – 7 Maret 2017 dengan  responden sebanyak 800 orang. “Margin of error sebesar kurang lebih 3.46%, pada tingkat kepercayaan 95%. Tujuannya melihat permaslahan di Jabar serta peluang calon gubernur 2018,” papar M. Qodari Direktur Eksekutif Indo Barometer  di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann Bandung (23/3/2017)

Ada lima permaslahan di tingkat provinsi yang ditangkap menurut publik, melalui pertanyaan, masing-masing itu: sulitnya lapangan pekerjaan (18.5%); mahalnya harga kebutuhan pokok (12.9%); sulitnya kondisi ekonomi rakyat (11.6%); kondisi jalan buruk serta belum diaspal (10.4%); dan sering terjadi bencana alam (6.5%).

Tangkapan survei ini, menyasar tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Ahmad Heryawan sebagai gubernur berada di seputar 52.8%. Sementara itu tingkat kepuasan terhadap Deddy Mizwar sebagai wakil gubernur, bertengger di level 42.5%.

Survei ini pun memampangkan calon gubernur untuk 14 nama, pilihannya: Ridwan Kamil (22%); Deddy Mizwar (14.1%); Dede Yusuf (11.8%); DediMulyadi (7.3%); Rieke Diah Pitaloka (2.4%); Desy Ratnasari (1.8%); Uu Ruzhanul Ulum (1.5%); Susi Pudjiastuti (1.5%); Bima Arya Sugiarto (1.4%); Tubagus Hasanduddin (0.6%); Puti Guntur Soekarno (0.3%); Netty Prasetiyani Heryawan (0.3%); Nurul Qomaril Arifin (Nurul Arifin) (0.1%); Maman Imanul Haq (0.1%); Tidak akan memilih (0.5%); Rahasia (1.0%); Belum memutuskan (30.3%); Tidak Tahu/Tidak Menjawab (3.3%).

Yang menarik lainnya, Indo Barometer menanyakan responden, dalam hal alasan memilih memilih calon gubernur: Dekat dengan rakyat (13.7%); kinerjanya bagus (10.8%); pintar atau intelektual (9.0%); orangnya tegas (8.8%); dan berwibawa (7.9%).

Berbicara soal partai politik pilihan tertinggi jika hari ini dilakukan: PDIP 18.3% suara. Lalu disusul Golkar 14,2%, Gerindra 7.2%, dan PKS 4.9%, serta seterusnya.

Berdasarkan hasil survei ini menempatkan, calon gubernur dengan peluang menang terbesar adalah Ridwan Kamil karena dengan tingkat pengenalan 65% sudah menjadi calon gubernur dengan elektibilitas tertinggi. Penyebabnya Ridwan Kamil merupakan calon gubernur dengan tingkat kesukaan tertinggi. Peluangnya makin besar mengingat kepuasan kepada Wakil Gubernur incumbent Deddy Mizwar hanya 42%. “Biasanya jika kepuasan di bawah 50% maka kecenderungannya akan kalah”, kata Qodari sambil menjelaskan bahwa Pilkada Jabar masih relatif lama untuk ke Juni 2018 - “Namun hal ini menarik untuk diamati.”

Belum Turun … 

Moncernya Ridwan Kamil dari hampir segala lini dari survei ini, menurut sebagian besar puluhan awak media yang hadir di Hotel Bidakara Grand Savoy Homan:”Menariknya ia walaupun belum turun ke luar wilayah Bandung, Namanya sudah kondang di Jabar. Berbeda dengan yang sudah digarap oleh Dedi Mulyadi dan calon gubernur lainnya”.

Pantauan redaksi tentang kondisi Ridwan Kamil, usai ia dideklarasikan Partai NasDem sebagai pemilik 5 kursi di DPRD Jabar pada 19 Maret 2017 di Tegalega Bandung sempat galau – tersebab banyaknya simpatisan yang hengkang dengan tiba-tiba dengan  berbagai alasan. Salah satu gugatannya – mengapa bersedia naik sisingaan terlalu dini dari Alun-alun Bandung  ke Tegalega?

Tjetje Hidayat Patmadinata politisi senior yang juga hadir di pemaparan survei terbut, sempat melontarkan semacam gugatan atas fenomena deklarasi ini:”Mengapa aktivitas politik di Jawa Barat selalunya seperti ingin disetir oleh Jakarta. Fenomena ini harus kita akhiri”.

Jagoan Jabar?

DTN INDOBAROMETER 2Lainnya, tatkala Ketua DPD PDIP Andreas Hugo Pareira yang juga hadir di kesempatan ini, dikonfirmasi sebagai pemilik 20 kursi di DPRD Jabar, kapankah mengeluarkan jagoannya, akankah Ridwan Kamil dilirik? “Soal ini, mungkin saja. Namun tunggulah, nanti akan ada kejutan …”, ujarnya sambil tersenyum.

Secara terpisah Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang sehari sebelumnya dipertemukan dengan Ridwan Kamil oleh sesepuh Jabar Solihin GP di kediamannya di Cisitu Indah (18/3/2017), sebelum dideklarasikan NasDem di Kota Bandung:”Saya apresiasi survei ini. Banyak hal menarik dimata publik dan saya, kesulitan lapangan kerja, kondisi ekonomi menurun, juga infrastruktur yang buruk. Ini tugas kita memecahkannya”

Berdasarkan hal ini Eka menambahkan, dalam 10 tahun terakhir kondisi lingkungan Jabar jelas sudah terpuruk, plus penjahat lingkungannya merajalela. Eka pun sempat mengingatkan pada pesan Solihin GP yang bergiat di Gerakan Hejo:”Jabar itu sudah darurat lingkungan, makanya segera kita dibenahi”. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Forkoma CSI di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat - Ajukan Perdamaian Perkara

DTN FORKOMA DI PENGADILAN 1 CopydestinasiaNews – Fase baru perjuangan Forum Anggota KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera atawa lazim disebut Forkoma CSI (Forum Komunikasi Anggota – Cakrabuana Sukses Indonesia), paling akhir muncul di pengadilan niaga  Jakarta Pusat (20/3/2017). Forkoma CSI melalui Kantor Hukum Iqbal Nugraha, SH & Rekan di persidangan ini, atas nama klien anggota Forkoma CSI beridentitas Suhaelih dan Toyib B. Sumardi, mengajukan PKPU (Penundaan Kewajiban Permohonan Utang).

“Perkara yang didaftarkan sejak 16 Maret 2017 ditujukan agar menunda pemeriksaan perkara no 16/Pdt.Sus-PAILIT/2011/PN. Niaga. Jkt.Pst” papar Hari Suharso Ketua Forkoma CSI yang diamini beberapa rekannya – “Kami duga ada rekayasa dari jajaran direksi PT CSI. Seolah-olah mempailitkan dana perusahaan dan koperasi CSI sekitar Rp. 2,3 T. Bila goal, perjuangan pengembalian dana buat anggota bisa sirna dong? Ini bencana, makanya kami stop.”

Pada persidangan pertama ini  yang menghadirkan Bob Hasan & Partner di dalamnya ada jajaran Direksi PT CSI Uci Sanusi, dihadapan hakim ketua Jamaludin Samosir yang didampingi hakim anggota masing-masing Partahi  Tulus Hutapea dan Titik Tejaningsih. Sempat ada silang pendapat yang menarik hadirin yang memenuhi ruang sidang Bagir Manan. Kala itu hakim memulai persidangan, Iqbal Nugraha, SH & Rekan mengajukan permohonan PKPU yang sempat pula memunculkan silang pendapat “keabsahan”  - maju tidaknya persidangan ini.

“Adakah ada yang akan Anda kemukakan?”, tanya hakim Jamaludin. Sejurus kemudian Iqbal mengemukakan penundaan pemeriksaan perkara nomor 16/Pdt.Sus-PAILIT/2017/PN.Niaga. Jkt.Pst, di antaranya mengacu pada Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004: ”Berdasarkan aturan, Terhadap permohonan ini harus dan wajib diputuskan terlebih dahulu”, kata Iqbal.

Usai majelis hakim ketua mencecar ke penggugat yang pimpinannya masih dalam tahanan Bareskrim Polri , menyangkut  duduk perkara yang menarik perhatian puluhan hadirin dari para pihak, sempat terlontar  “Enak saja dipailitkan, Nanti majelis akan mempertimbangkan perkara ini pada sidang selanjutnya. Sidang akan dilanjutkan tanggal 29 Maret 2017”

Mereaksi lontaran hakim ketua ini, sempat ada hadirin nyeletuk:”Segera kembalikan uang kami. Tidak mau dicicil juga bunganya, kerugian kami, karena dibebukan sepihak harus disertakan”.

Sayangnya, beberapa saat usai persidangan yang hanya  berlangsung sekitar 10 menit pada siang hari itu, rombongan penggugat langsung meninggalkan gedung Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Akibatnya, redaksi tidak mengetahui pendpatnya tentang persidangan ini penggugat.

Empat Persidangan

Diketahui  koperasi yang punya akta notaries berdasarkan Keputusan Menkop dan UKM Nomor 1162/BH/M.KUKM.2/V/2014, dengan anggota sekitar 16 ribu dan dugaan akumulasi dana sekitar Rp. 2,3 T, kini mandek. Penyebabnya, rekening itu dibekukan Bareskrim Mabes Polri sejak 29 November 2016. Kasus ini di lansiran media massa, popular dikenal sebagai investasi bodong Koperasi CSI.

Dua pucuk pimpinan CSI, ditahan sejak 25 November 2017 atas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim, dugaannya tindak pidana penghimpunan dana berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Penyidikan Bareskrim pun mengarahkan atas sangkaan pelanggaran pasal 3 dan 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dalam perkembangannya kasus ini sedang berlangsung berbagai persidangan lainnya diantaranya menyangkut Kepailitan, PKPU, Wanprestasi, serta Perbankan Syariah dan TPPU, di Jakarta dan Cirebon. “Intinya, semua pihak menuntut pengembalian dana ke pengurus atau direksi PT CSI”, pungkas Hari Suharso yang selama ini diadvokasi oleh Gerakan Hejo dari segi hak-haknya sebagai anggota koperasi,  yang dipimpin oleh tokoh Jabar Eka Santosa.

“Semoga perjuangan Forkoma CSI yang sedari awal berazaskan hak anggota koperasi yang syah, kabarnya telah memakan korban  beberapa jiwa, termasuk jatuh sakit karena stroke  -  berhasil mengembalikan dana simpanannya berikut haknya secara utuh”, pungkas Eka yang dihubungi secara terpisah. (HS/SA/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01607272
Hari ini
Kemarin
1143
2170