Eka Santosa dari Mandat ke Pengesahan Ketua DPW  Partai Berkarya Jawa Barat – Taget, Lolos Verifikasi KPU

IMG 20170609 182712
destinasiaNews – Eka Santosa (58), yang selama ini dikenal sebagai aktivis lingkungan dan budaya, di antaranya selaku Ketua Umum, Gerakan Hejo; Sekjen (Duta Sawala), Baresan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jabar; dan Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, sejak 5 Juni 2017 beroleh mandat selaku Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Partai Berkarya. “Rupanya Ketua Umum ketika saya mampir ke kantor DPP di Jakarta sepulang urusan pribadi ke Rangkasbitung, langsung mempercepat dengan pengesahan sebagai Ketua DPW Jabar,” jelas Eka sambil menunjukkan Surat Mandat terdahulu Nomor 105-SM/DPP/BERKARYA/VI/2017, tertanggal 5 Juni 2017.
 
Eka yang ditemui di kediamannya di Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung (9/6/2017), selanjutnya menunjukkan surat terakhir yang ia peroleh ketika mampir ke Kantor DPP Partai Berkarya di Jakarta sehari sebelumnya. “Nah, ini surat Pengesahan Pengurus DPW Partai Berkarya Provinsi Jawa Barat periode 2017 -2022. Ini bukan lagi sekedar mandat sesuai surat pertama,” begitu ujarnya sambil menunjukkan surat dari DPP dengan Nomor SK 12-DPW/DPP/BERKARYA/VI/2017 yang juga ditandatangani Ketua Umum Neneng A. Tutty, SH dan Sekertaris Jenderal DR. H Badaruddin Andi Picunang.     
 
Secara umum tugas utamanya relatif sama dengan Surat Mandat terdahulu :”Target lolos proses verifikasi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Partai ini pun menyatakan siap mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2018.”
 
Menindaklanjuti SK terakhir ini, rupanya Eka langsung berencana keeseokan harinya melakukan konsolidasi partai dengan mengundang jajaran pimpinan DPD Partai Berkarya se Jawa Barat melakukan silaturahmi pada pukul 15.00 WIB, Sabtu, 10 Juni 2017 di Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung. “Anggaplah besok ini tatap muka pertama dengan rekan-rekan separtai.Ya, di bulan suci yang penuh berkah ini, akan diawali dengan silaturahmi demi menatap bersama ke depan”, begitu pungkasnya. (HS/SA/dtn).   
 
Add a comment

Yang Janggal pada Proses ‘Damai’ PKPU Pengdilan Niaga Jakpus  –  Nasib Anggota Koperasi CSI ?  

IMG 20170608 034140
destinasiaNews – Forum Komunikasi Anggota (Forkoma) CSI (Cakrabuana Sukses Indonesia), yang dipimpin Hari Suharso. Terkait proses PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang), dengan KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera yang lazim disebut Koperasi CSI selaku debitur, pada persidangan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Jl. Bungur Besar (7/6/2017) -  merasakan kejanggalan atas keputusan Majelis Hakim PKPU.  
 
Hari itu di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, menyusul pemungutan suara (voting) proposal perdamaian yang diajukan Koperasi CSI, yang diterima mayoritas kreditur. Tepatnya, ini didasarkan voting pada 26 Mei 2017 lalu -  sekitar 70% kreditur setuju atas proposal perdamaian, dan 30% kreditur menolaknya. .
 
Pada persidangan ini, kreditur yang hadir sebanyak 1.264, dengan total tagihan mencapai Rp 126 miliar. Dan, pihak debitur memaparkan aset kekayaannya berkisar Rp 288 miliar.
 
Yang janggal itu menurut Forkoma CSI, masih banyak kreditur berjumlah total 18 ribuan anggota Koperasi CSI belum terverifikasi. Padahal, dugaan kuat OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dana yang terakumulasi dari masyarakat senilai Rp. 2,3 T.
 
Iqbal Nugraha, Kuasa Hukum kreditur dari Forkoma CSI, merasakan ada yang janggal atas proses perdamaian ini. “Votingnya terkesan dipaksakan. Tidak ada penjelasan rinci usulan perdamaian,” paparnya sambil menambahkan –“Mayoritas kreditur yang hadir setujui atas usulan proposal. Tetapi, klien saya menolak dan berkeberatan.”
 
Sementara itu Hari Suharso menyoal atas putusan ini:”Heran, mana ada masyarakat, rela dana investasinya dipotong 50%. Dicicil selama 5 tahun. Lalu, pembayaran per tahun hanya 20%. Pelaksanaannya, diangsur setahun kemudian”, keluhnya sambil geleng-geleng kepala – “Kata saya, ini sih sudah di luar batas normal. Anehnya, 70% kreditur yang hadir menyetujuinya. Kalau uangnya ada, buat apa ditutup-tutupi. Bayar tunai saja ke anggota?!”
 
Lainnya, Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo di kediamannya di Pasir Impun Kabupaten Bandung, yang selama ini turut memperjuangkan hak 18 ribuan anggota Koperasi CSI melalui Forkoma CSI, menyatakan keterkejutan:”Padahal ada simpangsiur antara jumlah anggota dan aset kekayaan Koperasi CSI. Ini jadi tugas lanjutan kita, kembali menempuh jalur hukum lebih intensif.” (SA) 
Add a comment

Survei ‘Indo Barometer’ Pilgub Jabar 2018 - Ridwan Kamil, Menclok Terpopuler

INDOBAROMETER

Destinasianews - Geliat dan denyut Pilgub Jabar 2018 yang beraroma khas “serba strategis nasional”, menurut lembaga survei Indo Barometer menguak “Permasalahan Jawa Barat dan Peluang Calon Gubernur 2018 Pasca Pilkada DKI Jakarta”. Teranyar (6/6/2017) dirilis di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, Bandung.

 

Hasilnya, popularitas Ridwan Kamil masih menclok teratas – ini bila pemilihan gubernur Jabar digelar hari ini.

 

Salah satu ringkasannya, dari 16 pilihan calon gubernur Ridwan beroleh 28,6 persen; Deddy Mizwar 18,8 persen; Dedi Mulyadi 11,5 persen; dan Dede Yusuf 6,3 persen; dan seterusnya. Sedangkan di survey ini yang menyasar pertanyaan ke 800 responden di 27 kota/kabupaten pada kurun 17 – 23 Mei 2017, yang menyatakan rahasia/belum memutuskan/tidak menjawab ada 27,8 persen.

 

Menurut M. Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer, bila dibandingkan dengan survei pada Februari 2017 lalu, suara Ridwan Kamil naik 6,6 persen; Deddy Mizwar naik 4,7 persen; Dedi Mulyadi naik 4,2 persen. “Sementara yang cukup unik, Dede Yusuf malah turun 5,5 persen,” bebernya. 

 

Untuk pilihan calon gubernur beberan 6 nama; Ridwan Kamil 31,4 persen; Deddy Mizwar 20,5 persen; Dedi Mulyadi 12,6 persen; Dede Yusuf 6,9 persen; Rieke Diah Pitaloka 2 persen; dan Agung Suryamal Sutisno 0,5 persen. “Sampai tahap ini yang menyatakan rahasia atau belum memutuskan atau tidak menjawab ada 26 persen,” ungkap M. Qodari

 

Sedangkan  untuk 5 calon dengan tingkat pengenalan tertinggi, Deddy Mizwar 99 persen; Abdullah Gymnastiar (Aa  Gym) 94,9 persen; Desy Ratnasari 94,9 persen; Dede Yusuf 92,4 persen; dan Ridwan Kamil 88,8 persen. Kata Indo Barometer – Tingkat pengenalan para calon relatif stabil, kecuali Ridwan Kamil naik signifikan dari 65,5 persen ke 88 persen.

 

Menariknya, Aa Gym cukup menarik perhatian, karena ia masuk ke dalam 5 calon dengan tingkat kesukaan tertinggi. Sebesar 80,2 persen responden menyatakan suka terhadap Aa Gym.

 

"Adapun calon dengan tingkat kesukaan tertinggi, diduduki teratas Ridwan Kamil 88,7 persen, Deddy Mizwar 83 persen, Dedi Mulyadi 80,9 persen, Dede Yusuf 80,2 persen, dan Aa Gym juga masuk," papar M. Qodari menyangkut apa dan siapa di seputar Pilgub Jabar 2018.

 

Menariknya, para penanggap atau penimbang lain selain M Qodari, hadir dipaparan survey ini, ada di antaranya H. Muhamad Arwani Thomafi, Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PPP; Dr. Idrus Marham, Sekjen DPP Partai Golkar; KH. Maman Imanulhaq, Anggota DPR RI fraksi PKB; Dr.(HC) Tjetje Hidayat Padmadinata, Pengamat Politik; dan Dr. Ferry Juliantono, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

 

Forum ini dimata para jurnalis dan pengamat politik di Jabar, dikatakan cukup menarik. Apalagi ketika secara ceplas ceplos seperti biasanya, Tjetje Hidayat Padmadinata berujar:”Saya tak begitu percaya dengan hasil survey ini. Terpenting bagi politisi, insting, jam terbang, kekuatan mental, dan jujur, serta ulet. Sukanya, saya justru sama yang berontak-berontak …,” sembari diiringi derai tawa puluhan hadirin.

 

Menariknya, M Qodari justru mengapresiasi ujaran tajam lainnya dari Tjetje:”Justru itulah Kang Tjetje kami hadirkan di sini. Ini, bisa menambah wawasan kita” (HS/SA/dtn)

Add a comment

Buyung Lalana “Kang Buana” – Eka Santosa di Pilgub Jabar 2018: Maju Lagi?

BUYUNG 2destinasiaNews – Ibarat lamo tak basuo, mantan Komandan Korps Marinir (30/3/2015 – 15/6/2016), yang kini berkiprah sebagai Staf Khusus Menteri Perhubungan, yakni Buyung Lalana  yang akrab disapa Kang Buana. Pria kelahiran Bandung 59 tahun lalu, lulusan  Akademi Angkatan Laut 1983, pernah menghiasi mass media pada Februari 2017 lalu.

Sekedar info, Kang Buana pernah disandingkan oleh sesepuh Jabar Mang Ihin atau Solihin GP (92), berpasangan dengan tokoh Jabar Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo – dalam kaitan pasangan cagub dan cawagub Jabar 2018 – 2023.

“Tampaknya Kang Buana ini cocok dipasangkan sama Eka. Biarlah Eka selaku tukang beberes-nya. Soal kecocockan mereka berdua, hanya waktulah yang berbicara,” komentar Solihin GP kala dimintai komentarnya pada bulan Februari 2017.

Saat itu Solihin GP di kediamannya, secara simbolis kepada pasangan ini menyerahkan sapu lidi sambil berujar:“Bereskan Jabar sama ini. Tuh korupsi dan kerusakan lingkungan di Jabar, sapu bersih sama ini. Sesudahnya kalian adu panco, unjuk kekuatan, biar semua pada  tahu power kalian….”  

DTN BUYUNG 3 CopyTentu saja gesture simbolisasi ala Mang Ihin ini, ketika itu tak pelak mengundang derai tawa dari para hadirin. Siapa yang tak kenal dengan Mang Ihin, mantan Gubernur Jabar (1970 – 1974) dan  mantan Sesdalopbang (Sekertaris Pengendalian Logistik dan Pembangunan) pada era Orde Baru, beliau selain sohor dengan sikap tegasnya, pun punya sense of humor yang tinggi.  

Eh, Ketemu Lagi …

Seakan di luar dugaan pada Minggu, 28 Mei 2017 di sebuah rumah di kompleks perumahan area Buah Batu, Kota Bandung, Kang Buana menerima kehadiran rekan-rekannya. Belakangan lokasi ini menjadi “Posko Pemenangan” maju ke Pilgub Jabar 2018 – “Eh, ketemu lagi…”, demikian ujarnya kala perjumpaan kali ini di Buah Batu.

“Diakui popularitas, dan elektabilitas saya masih perlu diupayakan lebih intensif. Bersama rekan, kami menggodok strategi memenangkannya”, aku pegiat lingkungan dan budaya yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PB POSSI (Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia), dan pembina olah raga off road di Jabar.

Disinggung tentang “perjodohan pasangannya” oleh Mang Ihin dengan Eka Santosa beberapa waktu lalu, ia jelaskan setiap saat masih melakukan kontak ke berbagai kalangan.”Dalam waktu dekat akan berkunjung lagi ke Pak Solihin, juga ke Kang Eka. Sapu lidinya selalu saya bawa kemana pun…,” begitu ujarnya sambil menjelaskan rincian program Jabar ke depan –“Tiga program utama itu tata wayah (waktu), tatalampah (gerak), dan tata wilayah.”     

Perihal kapan ia akan menjelaskan ke warga Jabar perihal, pasangan, jenis kendaraan apakah melalui partai atau independen? “Mungkin, sekitar bulan Agustus ini akan diputuskan,” begitu kilahnya yang juga menerangkan kesiapannya bila menghadapi berbagai cobaan – “Tentu siaplah dengan segala cobaan itu, bahkan dengan badai sekali pun.”

Eka Santosa  & Ade Supandi

Dikonfirmasi perihal pertemuan kembali dengan Kang Buana yang “majut jalan kembali”, Eka Santosa beberapa saat kemudian ditemui di kediamannya di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung:”Ya, bagus Kang Buana kini makin mantap. Baru saja kami kontak-kontakan melalui telepon, termasuk saya beritahu ke KSAL, Kang Ade Supandi selaku koleganya.”

Menariknya menurut Eka Santosa kabar Kang Buana yang “majut jalankembali” saat itu juga diteruskan ke Kang Ade di Jakarta. “Saya sambut gembira kembalinya Kang Buana. Semoga saja lancer adanya,” pungkasnya menirukan komentar Kang Ade. (HS/SA/dtn)

                                                

Add a comment

Sowan ke Mang Ubed, Eka Santosa Makin Mantap Maju ke Pilgub Jabar 2018

KH UbeddeatinasiaNews – Ketua Umum Gerakan Hejo, Eka Santosa ditemui  (27/5/2017) di kediamannya di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa Pasir Impun, Kabupaten Bandung Jawa Barat, kembali mengungkap penajaman program dalam kaitan niatan maju ke Pilgub Jabar 2018:”Utamanya dukungan dari Mang Ihin (Solihin GP), sejak 2 tahun lalu. Tugasnya, jadi tukang beberes di bidang lingkungan hidup dan penataan birokrasi …,”ungkapnya sepulang menghadiri pemakaman ayah mertuanya H Endang Gani (83) di Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Disamping mengkaji dukungan dari sesepuh Jabar Mang Ihin, Eka dalam kesempatan itu kembali mensitir  dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Yang menkung itu, katanya datang dari Komunitas Masyarakat Pulau Nias di Jawa Barat, Komunitas Masyarakat asal Sumut di Jabar, serta dari ribuan Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) se Jawa Barat, juga beberapa elemen masyarakat lainnya.

“Sebelum ke Singaparna Tasikmalaya kemarin, ada dukungan khusus dari Kang Mugi Sujana, Ketua Umum Ormas BBC (19/5/2017 di Hotel Horison Bandung – red), dan paling baru (26/5/2017) dari Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Barat, K.H. Ubaidillah Ruhiyat, yang biasa saya sapa Mang Ubed,” sembari menunjukkan foto pertemuannya beberapa menit lalu bersama tokoh pemuda Budi Dalton, El Presidente Brother Hood –“Nah, selain dari Kang Budi, dan seniman Doel Sumbang rata-rata mereka mendujung saya baik sebagai gubernur maupun  wakilnya.”

Boleh dikata, Eka malam itu di kediamannya, yang ditemui sedang berdiskusi dengan tim-nya, kala ditanya lebih lanjut - kemungkinan berpasangan dengan calon lain, serta kemungkinan menggunakan “kendaraan partai” atau malah melalui jalur independen?

“Hal utama ini, saya kaji secara cermat. Ini sarat unsur politik, punya dinamisasi khusus. Terpenting, maju ke Pilgub Jabar 2018, ini kan semata sebagai alat saja. Tujuannya, bagaimana memperbaiki kondisi lingkungan dan kepemimpinan di Jabar, menjadikan warga lebih sejahtera. Itu tujuan utamanya. Bukan demi kekuasaan.”  

Terakhir kata Eka, hal yang paling membesarkan dirinya, kala sowan (26/5/2017) ke Bani Gofur yakni Keluarga Besar Pondok Pesantren Cipasung, Kab. Tasikmlaya, ia diterima oleh Mang Ubed dan K.H Oko. Secara bersamaan pula, di sana ia memperoleh dorongan kuat dari keluarga besar Ade Irwan. Yang terakhir ini dikenal luas sebagai Ade Batara. Ia adalah bagian dari keluarga besar Irawan Sarpingi perintis armada 4848.

“Semakin mantaplah ketetapan hati, mengemban amanah maju ke Pilgub Jabar 2018. Mohon dicatat ya, ini tidak semata untuk kekuasaan. Bila pun jadi gubernur , mungkin nanti paling sedikit berkantor di Gedung Sate. Inginnya, berbaur bersama rakyat di lapangan”, begitu pungkasnya sambil menunjukkan aneka program yang katanya makin dipertajam usai sowan ke tokoh besar yang ia sebut dengan sapaan akrab khusus Mang Ubed itu.  (HS/SA/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin & Eka Santosa, Kuda hitam Pilgub Jabar – Blusukan …

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin & Eka Santosa, Kuda hitam Pilgub Jabar – Blusukan …

destinasianews  - Jreng-jreng, mungkin demikian laporan ini dibuka. Pasalnya, tanpa ba bi bu, dua tokoh pasangan Pilgub Jabar 2018 yang...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Pengunjung

01698279
Hari ini
Kemarin
1068
1582