TRC Perlindungan Anak Korwil Jabar Kunjungi Cianjur – Apresiasi Kapolres & Pemda Tangani Masalah Anak

DTN TRC CIANJUR 1 CopyDestinasiaNews– Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Anak (PA) Korwil Jabar dalam kunjungannya, pada Selasa 31 Januari 2017 di Kabupaten Cianjur mengapresiasi tindakan cepat Kapolres & Pemda Cianjur – khususnya, dalam hal penanganan permasalahan anak.”Selain kecepatan, penanganan masalah anak harus lebih seksama. Ini berbeda dengan penanganan orang dewasa, tentunya”, papar Diah Puspitasari, Ketua Korwil Jabar TRC Perlindungan Anak.

Diah di Kapolres Cianjur hari itu didampingi Wanti Astuti selaku Dewan Pembina TRC, serta Bimasena dari TRC Korda Cianjur. Dalam pertemuan yang bersifat anjang-sana, katanya ini melanjut kunjungan sebelumnya pada 18 Januari 2017 TRC PA ke Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charlyan.

Dalam pertemuan lanjutan di Cianjur, Kapolres Cianjur AKBP Arief Budiman, didampingi Kasat Reskrim AKP Benny Cahyadi, SH, memberikan sambutan hangat ke rombongan TRC PA Korwil Jabar dan Korda Cianjur.

DTN TRC CIANJUR 2 Copy“Diakui penanganan kekerasan terhadap anak dan perempuan di daerah Cianjur, harus ditangani khusus dan intensif. Sarana dan prasarananya pun kami lengkapi secara bertahap”, papar Arief Budiman sambil menunjukkan sejumlah fasilitas dasar ruang ramah anak di Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).

“Kami pun tindaklanjuti bekerjasama dengan Pemda Cianjur melalui P2TP2A, melibatkan pihak RSUD Sayang Cianjur”, tambah Benny Cahyadi yang menekankan bahwa pencegahan untuk terjadinya tindak pidana di lingkungan anak-anak dan wanita adalah hal penting. “Terima kasih Unit PPA kami dikunjungi mitra TRC PA Korwil Jabar dan Korda Cianjur”.

DTN TRC CIANJUR 3 CopyMasih pada hari yang sama TRC PA Korwil Jabar dan rombongan melanjut kunjungan ke RSUD Sayang Cianjur. Di sini rombongan diterima oleh Direktur Pelayanan dr. Dindin, serta berakhir kunjungannya di Kantor Wakil Bupati Cianjur yang diterima langsung oleh Herman Suherman.

“Bersyukur tadi fasilitas di RSUD Cianjur  sudah cukup baik untuk menangani korban kekerasan terhadap anak dan perempuan di daerah ini. Saya apresiasi upaya ini.  Yakin, ini bisa menjadi percontohan di Jawa Barat”, pungkas Diah yang sesampainya di Bandung akan menggalakkan anjang-sana sejenis ke kota maupun kabupaten lain di Jawa Barat. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Solihin GP Terkait OTT Pungli DPMPTSP – “Masih Ada di Bandung ?”

DTN OTT 1 CopydestinasiaNews – Merebaknya kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang dilakukan Tim Saber Pungli di Kantor Dinas Penananman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung pada Jumat (27/01/2017), mengagetkan tokoh Jabar Solihin GP (91). Mang Ihin demikian nama akrabnya yang pernah menjadi Gubernur Jabar era 1970 – 1974, serta Sekertaris Pengendalian dan Operasi Pembangunan (Sekdalopbang) pada era Orde Baru, ditemui di rumahnya di Cisitu Indah Bandung (29/1/2017).

”Masih ada di Bandung seperti ini? Prihatin sekali. Jadi ingat jaman di Sekdalopbang. Hukum berat semua penyeleweng Bimas waktu itu. Koruptor sekarang, itu tak sayang sama rakyat. Pemimpin yangclean and capable itu makin jauh saja…”.

Mang Ihin dalam perbincangan santai di rumahnya itu, kala itu ditemani Eka Santosa Ketua Umum DPP Gerakan Hejo, dan salah satu putra lelakinya “Mamay” Satria Kamal, serta Shahadat Akbar dari Gerakan Hejo. “Siapa dan berapa jumlah uang yang mereka ambil, dari biaya apa?”, tanya Mang Ihin kepada ketiga lawan bicaranya.

Serta merta masing-masing lawan bicara Mang Ihin menjelaskan seperti yang sudah tersebar di berbagai mass media.”Waduh, hampir satu milyar rupiah untuk setiap minggu, dana liar perijinan terkumpul. Makin sakitlah, rakyat …”, mengomentari paparan kronologi kejadian hingga jumlah tangkapan OTT kala itu.

Siapa dan Mengapa  

DTN OTT 3 CopyMenurut Kapolrestabes Bandung, Jawa Barat, Kombes Pol Hendro Pandowo yang didampingi personel Tim Saber Pungli, kala menggelar press release barang bukti hasil OTT di Aula Mapolrestabes Bandung (28/1/2017) -  Uang p 364.900.000,- ,$34.000,-, £ 120, buku tabungan atas nama DRW dengan saldo akhir Rp. 500,105.069.00, 1 unit mobil merek Toyota Kijang Innova D 1060 DI .

Lainnya, ada 11 orang yang diamankan,  6 di antaranya dijadikan tersangka. Inisialnya AS (Kabid), WK, MPH,  NS dan DD, juga Kepala Dinas DPMPTSP yakni DRW . Lima lainnya, masih berstatus saksi. 

“Makin sedih lagi setelah saya tahu siapa Kepala Dinas DPMPTSP. Itu kan putranya mantan Walikota Bandung Ateng Wahyudi”, seru Mang Ihin menyesalkan para pemimpin di Jabar yang tak sayang ke rakyatnya –“Juga, jelas mereka rata-rata tak sadar lingkungan. Buktinya sagala ruksak lingkungan di Jabar. Tingali bae (lihatlah) hutan, gunung, sungai, danau, semua ruksak. Tak ada yang bisa kita banggakan”.

Menariknya, usai perbincangan mendadak dengan Mang Ihin setelah sebelumnya membahas topik berbeda bersama praktisi lingkungan DPKLTS (Dewan Pemerhati dan Lingkungan Tatar Sunda) Supardiono Sobirin, Eka Santosa memberikan apresiasi tinggi atas atensi Mang Ihin untuk peristiwa ter-update: “Itulah tajamnya Mang Ihin. Tak putus-putusnya untuk personal seusianya, peduli terhadap nasib rakyatnya. Ini patut kita contoh”.

Lebih jauh menurut Eka Santosa, terjadinya OTT yang Ia sebut sebagai penggeladahan di dinas yang mengurus puluhan perijinan, mengingatkan atas nasib dirinya beberapa hari lalu mengurus pengajuan HO atas kantornya di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung.”Permohonan HO kantor Diskimrum Jabar dan BPMPT (Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu) Jabar, yang dilakukan murni dari bawah selama berbulan-bulan, mentok hingga kini. Jadi curiga saya?!”.

Hanya Spanduk Marak

Melengkapi reportase ini, redaksi satu hari setelah kejadian (28/1/2017) sempat mengamati situasi kantor yang mendadak jadi pusat perhatian warga. ”Wah, Anda ketinggalan, waktu kejadian Jumat hingga Sabtu pagi, di sini penuh sama polisi. Sekarang malah ramai, oleh spanduk anti pungli. Aneh, buat apa banyak pasang spanduk? Padahal pungli jalan terus di dalamnya”, kata Firman (43) juru parkir di sepanjang Jl. Cianjur, kota Bandung.

DTN OTT 2 CopyMenurut Ade (41) yang berprofesi sebagai penjual makanan, juga sebagai rekan Firman, ramalan bakal terjadinya penggeledahan ini sudah dirasakan sebelumnya:”Beberapa minggu sebelumnya, banyak orang tak dikenal yang nongkrong-nongkrong. Mereka berbaur seperti pemohon ijin. Terkadang bersatu dengan biro jasa, ya calo. Mereka ini aneh kerjanya, tahu-tahu waktu penggeledahan mereka pada muncul”.    

Menutup reportase ini, secanggih apa pun kata Mang Ihin dalam mengatasi pungli sebagai penyakit bangsa ini:”Urang kudu jujur ka diri sorangan jeung ka warga– Kita harus jujur kepada diri sendiri dan juga ke warga sekitar. Sistem on line, kalau manusia-nya brengsek, tak menjamin pungli dan korupsi hilang. Buktinya di Bandung dan Jabar masih ada?!”. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Hari Suharso, Forkoma CSI: Surat Kuasa Belum Maksimal Dijalankan...

DTN CSI HARI SUHARSOdestinasiaNews – Berita teranyar menyangkut Hari Suharso, Ketua Forum Anggota KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera atau kerap disebut Forkoma CSI (Forum Komunikasi Anggota – Cakrabuana Sukses Indonesia), kala ditemui (29/1/2017) di pengungsiannya di Pasir Impun Kabupaten Bandung, melontarkan opini tentang koperasinya yang kini dililit masalah hukum. Diketahui koperasi yang akta notarisnya berdasarkan Keputusan Menkop dan UKM Nomor 1162/BH/M.KUKM.2/V/2014, punya anggota 16 ribu dengan dugaan akumulasi dana sekitar Rp. 2,3 T, kini mandek karena rekeningnya dibekukan Bareskrim Mabes Polri (29/11/2016).  

”Kami tidak tidur, sedari awal bekerja demi anggota! Bila pemberitaan kiprah kami sejak pertemuan di Bareskrim Polri (9/1/2017 – red.) tampak surut, itu diakui. Padahal, di lapangan selalu menjalin kontak ke segala arah.  Simpanan itu harus kembali, kan hak anggota?!”, paparnya dengan rona wajah penuh ketegasan. Hari menjawab demikian, tatkala ditanya – Kiprah Forkoma CSI sejak pertemuan di Bareskrim Polri pada 9 Januari 2017 lalu,  apa kabar?

Teranyar dari kasus Koperasi CSI yang merebak sejak November 2016, berujung dua pimpinannya M. Yahya dan Iman Santoso ditahan Bareskrim Polri Jakarta sejak 25 November 2016. “Tuntutan pengembalian uang dari 16 ribu anggota, nyaris jalan di tempat. Malah muncul beberapa kepanitiaan pengembalian dana, namun rumusannya serba kusut. Nasib anggota makin terpuruk”, kata Hari sembari menunjukkan secarik surat kuasa dari dua pimpinan Koperasi CSI tertanggal 14 Januari 2017. “Ini salah satu kekuatan Forkoma CSI secara legal. Diakui ini belum kami mainkan secara maksimal …”.

Isi Surat Kuasa

Telaah lebih jauh surat kuasa ini, berisikan - kuasa bagi Forkoma CSI melakukan upaya komunikasi dan penyelesaian perkara terhadap penanganan hukum baik litigasi dan non litigasi kepada pihak-pihak yang berkaitan, dan berwenang atas dugaan melakukan tindak pidana penghimpunan dana dalam bentuk simpanan atau investasi berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha dan tindak pidana pencucian uang.

“Sekarang banyak pihak mengaku dan merasa paling berwenang untuk pengembalian uang 16 ribu anggota. Padahal, power koperasi itu di anggota, ini surat kuasanya …”, ujar Hari yang malam itu (29/1/2017) berpamitan pulang ke Cirebon – “Tak dipungkiri, kini banyak yang merapat ke keluarga Pak Yahya. Mengumbar pencairan pengembalian uang, tapi prosedurnya buram. Forkoma CSI punya pendekatan berbeda, azas-nya ke kekuatan anggota, bukan sekedar ngotot-ngototan”. Manakala Hari didesak rumusan nyata apa yang akan dijalankan Forkoma CSI? “Sejak surat kuasa ini di tangan, banyak opsi telah dijalankan. Hasilnya, silahkan pantau kami …”.   

Bodong?

Sejatinya, dua pucuk pimpinan CSI itu, ditahan atas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim, dugaannya tindak pidana penghimpunan dana berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Penyidikan Bareskrim pun mengarah atas sangkaan pelanggaran pasal 3 dan 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Lanjutan dari penahanan di Bareskrim Polri itu sejak 29 November 2016, rekening milik KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera dibekukan Bank Mandiri. Dugaannya, dana masyarakat sekitar Rp. 2,3 T dibekukan. “Di luar urusan hukum yang sedang berjalan. Nasib uang anggota harus diprioritaskan. Makanya, saya antar mereka ke Bareskrim Polri di Jakarta, dicari solusinya”, ini selalu dikatakan Ineu Purwadewi Sundari, Ketua DPRD Jabar, selaras kasus “investasi bodong” seperti banyak dilansir media massa.     

Secara terpisah (30/1/2017) Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang lokasinya di Pasir Impun dijadikan sebagai pengungsian sementara bagi anggota Forkoma CSI, telah mempertemukan mereka dengan: Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari; Ketua HLKI Banten, DKI, dan Jabar Firman Turmantara; Senator DPR RI Erni Sumarni, dan Kepala Kantor Regional 2 OJK Jabar Sarwono; serta para pihak terkait lainnya:”Prihatin, mencermati mandeknya atas solusi kasus ini. Keinginan saya sederhana saja, kembalikan kekuatan koperasi ini ke tangan anggota. Forkoma CSI saya dukung, karena selaras dengan amanah Pasal 33 UUD 1945”. (SA/RR/dtn) 

Add a comment

Eka Santosa: Begini, Susahnya Mengurus Perijinan ke Diskimrum & BMPT Jabar

PERIJINAN 1 CopydestinasiaNews– “Sejak awal selaku warga, mengikuti prosedur normal. Ajukan ijin HO untuk kantor Alam Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung. Sadar ini masuk KBU, semua prasyarat dipenuhi, eh malah dipersulit. Lebih menyakitkan, berkas data malah hilang …”, ungap Eka Santosa, Ketua DPRD Jabar 1999 -2004 dan DPR RI Ketua Komisi lll 2004 – 2009. Paparan Eka yang cukup panjang tentang kisahnya, berbulan-bulan berhubungan dengan kantor Diskimrum (Dinas Permukiman dan Perumahan) Jabar, serta dengan BPMPT (Badan Penanaman Modal dan Perijinan terpadu) Jabar:”Mereka tak kooperatif, tampaknya. Saya saja dibeginikan, tak terbayang jika warga biasa …”.  

Jelasnya, yang dimaksud berkas hilang itu, menurut Dadan Supardan, orang kepercayaan Eka yang ditugasi mengurus Rekomendasi Pemanfaatan Ruang KBU:”Ini suratnya No. 503/294/PelPer, perihal pengembalian berkas tertanggal 23 Januari 2017. Berkas ini muncul lagi di BMPT, setelah hilang beberapa minggu di kantor Diskimrum Jabar”.

Yang disesalkan Eka, kala mengurus perijinan ini dari tingkat  bawah, sangat kental ada semacam lempar tanggung-jawab di antara dua lembaga perijinan ini. ”Puncaknya, salah satu staf pelaksana bernama Ayu di Diskrimun Jabar, mengatakan, berkas itu tak tahu kemana? Sejujurnya, tak ada niat meminta diistimewakan, inginnya seperti warga biasa. Eh, malah dipersulit dan dikaburkan. Bila persyaratan saya kurang lengkap, beritahu dan bimbinglah saya”.

Telusur

Menelusuri kasus ini redaksi mengunjungi Diskimrum Jabar (23/1/2017) dan bertemu dengan staf pelaksana beridentitas Ayu. “Saya hargai Pak Eka memang berusaha mengikuti prosedur seperti warga biasa. Namun ada kekurangan dalam hal lampiran site plan yang belum dipenuhinya. Perihal berkas itu, semuanya sudah saya serahkan ke BPMPT. Kebetulan, soal KBU ini sedang transisi untuk ditangani oleh Bina Marga yang kantornya ada di Jl. Asia Afrika Bandung. Yang diperlukan Pak Eka adalah semacam rekomendasi …”.

PERIJINAN 2 CopyPenelusuran selanjutnya redaksi ke BPMPT di Jl, Sumatera No 50 Bandung (24/1/2017), diterima salah satu staf beridentitas Yan Yan di bagian Pengolahan Data. Sayang, ketika redaksi meminta kejelasan mandeknya persoalan ini, pimpinan kantor ini sedang tidak ada di tempat. “Silahkan nanti saja oleh utusan yang mengurus permohonan perijinan dari Pak Eka, ambil lagi berkas yang sudah diajukan”, ujar Yan Yan.

Tatkala Yan Yan ditanya, adakah semacam bimbingan untuk mengurus perijinan yang ditolaknya, sehingga tidak  membingungkan bagi pemohon? “Silahkan dilihat, di sana ada semacam formulir isian”.

Bagi Dadan yang lebih dari 2 bulan mengurus permohonan ini ke Diskimrum dan BPMPT, manakala menerima berkas yang dianggapnya telah “hilang” di antara kedua kantor ini:”Nah kan, baru setelah ada komplen dari Pak Eka Santosa ke Diskimrum, aneh sehari kemudian muncul lagi data ini?!

PERIJINAN 3 CopyMenyoal kasus ini, menurut Eka:”Apa pun yang terjadi, sebagai pelayan masyarakat janganlah menganggap ringan esensi data yang diajukan warganya. Bila pun warga tak lengkap mengajukannya, berilah penerangan secara maksimal. Jangan-jangan, timbul anggapan – mentang-mentang tak diurus biro jasa, pengajuan warga diabaikan begitu saja. Mudah-mudahan sangkaan saya keliru”, pungkas Eka yang legawa menerima pengembalian berkas permohonan dari BPMPT.

“Saya tak kapok akan mengajukan lagi dari bawah. Bila pun masih ada kekurangan, bimbinglah selaku warga biasa. Hikmahnya, dari kasus ini semoga bermanfaat bagi kita”. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Pelantikan Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat, Kiprah Wanita Dalam Politik

DTN GARNITA 1 CopydestinasiaNews - Perhelatan Pelantikan Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem seJawa Barat masa bakti 2017 – 2022, dihadiri sekitar 600 pengurus dari berbagai kabupaten dan kota se Jawa Barat yang di laksanakan di The  Papandayan hotel jalan Gatot Subroto Bandung, Sabtu (21/1/2017).

 

Turut hadir dalam pelantikan tersebut ketua umum Partai NasDem, Surya Paloh, Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustofa, ketua Umum Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem, Irma Suryani Chaniago, dan para anggota Fraksi Partai Nasdem Jawa Barat.

 

Pelantikan dan pengukuhan Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat  dilakukan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garnita Malahayati Nasdem, Irma Suryani Chaniago sebagai ketua umum sekaligus melantik, membacakan sumpah dan memberikan pataka kepada pengurus Garnita Malahayati Nasdem se Jawa Barat.

 

Yeni Nuraeni ketua Garnita Malahayati Jawa barat   menyampaikan terimakasihnya kepada Tia Fitriani (anggota DPRD Jawa Barat) dalam dukungannya dan perannya dalam pembentukan Garnita Malahayati Jawa barat selama 3 bulan ini, kerja perjuangan yang luar biasa, “Sudah waktunya perempuan harus mengambil peran dalam berpolitik yang ada di Jawa barat” Ujarnya.

DTN GARNITA 3 CopySurya Paloh dalam pidatonya di perhelatan pelantikan mengatakan, “Hari ini kita masih di berikan semangat dan spirit, Malahayati menginspirasi kita semua, sosok laksamana wanita pertama, itulah semangat dan sepiritnya, perempuan yang berani dan angkat senjata dalam perjuangan, saya yakin dan percaya penemuan gagasan besar dan idiologi Pancasila itu tidak lepas dari ispirasi kaum wanita, nafas pergerakan, inspirasi, dialektika dan romantika itu tetap terjaga khususnya pada kaum pria karena adanya kaum wanita di muka Bumi ini, pikiran filosofis ini yang digunakan dalam menginspirasi Partai Nasdem dalam Gerakan Restorasi Indonesia”.

DTN GARNITA 2 Copy“Kami bersyukur upaya selama 3 bulan tidak sia – sia, ini kerja luar biasa dalam pembentukan kepengurusan se Jawa Barat, karena hari ini kami dilantik untuk mengemban amanah perjuangan, Garnita Malahayati memberikan ruang dan tempat bagi kaum perempuan untuk berkarya tanpa melupakan fitrahnya dan kodratnya. Salah satu kiprahnya yakni dalam dunia politik, harus diakui sekarang itu masih minim keterlibatan perempuan dalam politik,” ungkap.Tia..Fitriani yang juga saat ini di lantik  sebagai Dewan Pembina Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat.(SA/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Kontroversi PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung – Pura-pura Tak Tahu …

Kontroversi PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung – Pura-pura Tak Tahu …

destinasiaNews – Ternyata, masih alot bagai keong, bisa dikatakan demikian soal ini.  Dari ruang sidang di PTUN Bandung (23/8/2017) Ketua Majelis...

Kaukus Muda Unisba untuk Kota Bandung Dukung Kang Deny Menuju Bandung Satu

Kaukus Muda Unisba untuk Kota Bandung Dukung Kang Deny Menuju Bandung Satu

destinasiaNews - Penataan ruang bagaimana membuat ruang terbatas menjadi ruang yang hidup dan menyejahterakan masyarakat itulah konsep dasar kang Deni...

Imunisasi Rubella, Selamatkan Generasi Bangsa

Imunisasi Rubella, Selamatkan Generasi Bangsa

DestinasiaNews - Anak-anak merupakan aset terbaik dalam keluarga maupun sebagai penerus bangsa. Sehingga, kondisi kesehatan anak-anak haruslah menjadi prioritas utama....

Pemandian Cipanas Nagrak, Lembang Nan Virgin!

Pemandian Cipanas Nagrak, Lembang Nan Virgin!

Destinasianews – Destiners, apa yang baru di sekitaran daerah Lembang? Ada pemandian air panas alami disana. Tepatnya berada di perbatasan...

Susi Pudjiastuti, Menteri KKP di Unpad – Histeria Massa & Mafia Tenggelamkan …

Susi Pudjiastuti, Menteri KKP di Unpad – Histeria Massa & Mafia Tenggelamkan …

  destinasiNews  -  Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pada Jumat (18/8/2017) hadir di dua acara di Bandung. Paginya, ia...

Pengunjung

01564269
Hari ini
Kemarin
887
1328