Hari Suharso, Forkoma CSI: Surat Kuasa Belum Maksimal Dijalankan...

DTN CSI HARI SUHARSOdestinasiaNews – Berita teranyar menyangkut Hari Suharso, Ketua Forum Anggota KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera atau kerap disebut Forkoma CSI (Forum Komunikasi Anggota – Cakrabuana Sukses Indonesia), kala ditemui (29/1/2017) di pengungsiannya di Pasir Impun Kabupaten Bandung, melontarkan opini tentang koperasinya yang kini dililit masalah hukum. Diketahui koperasi yang akta notarisnya berdasarkan Keputusan Menkop dan UKM Nomor 1162/BH/M.KUKM.2/V/2014, punya anggota 16 ribu dengan dugaan akumulasi dana sekitar Rp. 2,3 T, kini mandek karena rekeningnya dibekukan Bareskrim Mabes Polri (29/11/2016).  

”Kami tidak tidur, sedari awal bekerja demi anggota! Bila pemberitaan kiprah kami sejak pertemuan di Bareskrim Polri (9/1/2017 – red.) tampak surut, itu diakui. Padahal, di lapangan selalu menjalin kontak ke segala arah.  Simpanan itu harus kembali, kan hak anggota?!”, paparnya dengan rona wajah penuh ketegasan. Hari menjawab demikian, tatkala ditanya – Kiprah Forkoma CSI sejak pertemuan di Bareskrim Polri pada 9 Januari 2017 lalu,  apa kabar?

Teranyar dari kasus Koperasi CSI yang merebak sejak November 2016, berujung dua pimpinannya M. Yahya dan Iman Santoso ditahan Bareskrim Polri Jakarta sejak 25 November 2016. “Tuntutan pengembalian uang dari 16 ribu anggota, nyaris jalan di tempat. Malah muncul beberapa kepanitiaan pengembalian dana, namun rumusannya serba kusut. Nasib anggota makin terpuruk”, kata Hari sembari menunjukkan secarik surat kuasa dari dua pimpinan Koperasi CSI tertanggal 14 Januari 2017. “Ini salah satu kekuatan Forkoma CSI secara legal. Diakui ini belum kami mainkan secara maksimal …”.

Isi Surat Kuasa

Telaah lebih jauh surat kuasa ini, berisikan - kuasa bagi Forkoma CSI melakukan upaya komunikasi dan penyelesaian perkara terhadap penanganan hukum baik litigasi dan non litigasi kepada pihak-pihak yang berkaitan, dan berwenang atas dugaan melakukan tindak pidana penghimpunan dana dalam bentuk simpanan atau investasi berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha dan tindak pidana pencucian uang.

“Sekarang banyak pihak mengaku dan merasa paling berwenang untuk pengembalian uang 16 ribu anggota. Padahal, power koperasi itu di anggota, ini surat kuasanya …”, ujar Hari yang malam itu (29/1/2017) berpamitan pulang ke Cirebon – “Tak dipungkiri, kini banyak yang merapat ke keluarga Pak Yahya. Mengumbar pencairan pengembalian uang, tapi prosedurnya buram. Forkoma CSI punya pendekatan berbeda, azas-nya ke kekuatan anggota, bukan sekedar ngotot-ngototan”. Manakala Hari didesak rumusan nyata apa yang akan dijalankan Forkoma CSI? “Sejak surat kuasa ini di tangan, banyak opsi telah dijalankan. Hasilnya, silahkan pantau kami …”.   

Bodong?

Sejatinya, dua pucuk pimpinan CSI itu, ditahan atas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim, dugaannya tindak pidana penghimpunan dana berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Penyidikan Bareskrim pun mengarah atas sangkaan pelanggaran pasal 3 dan 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Lanjutan dari penahanan di Bareskrim Polri itu sejak 29 November 2016, rekening milik KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera dibekukan Bank Mandiri. Dugaannya, dana masyarakat sekitar Rp. 2,3 T dibekukan. “Di luar urusan hukum yang sedang berjalan. Nasib uang anggota harus diprioritaskan. Makanya, saya antar mereka ke Bareskrim Polri di Jakarta, dicari solusinya”, ini selalu dikatakan Ineu Purwadewi Sundari, Ketua DPRD Jabar, selaras kasus “investasi bodong” seperti banyak dilansir media massa.     

Secara terpisah (30/1/2017) Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang lokasinya di Pasir Impun dijadikan sebagai pengungsian sementara bagi anggota Forkoma CSI, telah mempertemukan mereka dengan: Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari; Ketua HLKI Banten, DKI, dan Jabar Firman Turmantara; Senator DPR RI Erni Sumarni, dan Kepala Kantor Regional 2 OJK Jabar Sarwono; serta para pihak terkait lainnya:”Prihatin, mencermati mandeknya atas solusi kasus ini. Keinginan saya sederhana saja, kembalikan kekuatan koperasi ini ke tangan anggota. Forkoma CSI saya dukung, karena selaras dengan amanah Pasal 33 UUD 1945”. (SA/RR/dtn) 

Add a comment

Eka Santosa: Begini, Susahnya Mengurus Perijinan ke Diskimrum & BMPT Jabar

PERIJINAN 1 CopydestinasiaNews– “Sejak awal selaku warga, mengikuti prosedur normal. Ajukan ijin HO untuk kantor Alam Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung. Sadar ini masuk KBU, semua prasyarat dipenuhi, eh malah dipersulit. Lebih menyakitkan, berkas data malah hilang …”, ungap Eka Santosa, Ketua DPRD Jabar 1999 -2004 dan DPR RI Ketua Komisi lll 2004 – 2009. Paparan Eka yang cukup panjang tentang kisahnya, berbulan-bulan berhubungan dengan kantor Diskimrum (Dinas Permukiman dan Perumahan) Jabar, serta dengan BPMPT (Badan Penanaman Modal dan Perijinan terpadu) Jabar:”Mereka tak kooperatif, tampaknya. Saya saja dibeginikan, tak terbayang jika warga biasa …”.  

Jelasnya, yang dimaksud berkas hilang itu, menurut Dadan Supardan, orang kepercayaan Eka yang ditugasi mengurus Rekomendasi Pemanfaatan Ruang KBU:”Ini suratnya No. 503/294/PelPer, perihal pengembalian berkas tertanggal 23 Januari 2017. Berkas ini muncul lagi di BMPT, setelah hilang beberapa minggu di kantor Diskimrum Jabar”.

Yang disesalkan Eka, kala mengurus perijinan ini dari tingkat  bawah, sangat kental ada semacam lempar tanggung-jawab di antara dua lembaga perijinan ini. ”Puncaknya, salah satu staf pelaksana bernama Ayu di Diskrimun Jabar, mengatakan, berkas itu tak tahu kemana? Sejujurnya, tak ada niat meminta diistimewakan, inginnya seperti warga biasa. Eh, malah dipersulit dan dikaburkan. Bila persyaratan saya kurang lengkap, beritahu dan bimbinglah saya”.

Telusur

Menelusuri kasus ini redaksi mengunjungi Diskimrum Jabar (23/1/2017) dan bertemu dengan staf pelaksana beridentitas Ayu. “Saya hargai Pak Eka memang berusaha mengikuti prosedur seperti warga biasa. Namun ada kekurangan dalam hal lampiran site plan yang belum dipenuhinya. Perihal berkas itu, semuanya sudah saya serahkan ke BPMPT. Kebetulan, soal KBU ini sedang transisi untuk ditangani oleh Bina Marga yang kantornya ada di Jl. Asia Afrika Bandung. Yang diperlukan Pak Eka adalah semacam rekomendasi …”.

PERIJINAN 2 CopyPenelusuran selanjutnya redaksi ke BPMPT di Jl, Sumatera No 50 Bandung (24/1/2017), diterima salah satu staf beridentitas Yan Yan di bagian Pengolahan Data. Sayang, ketika redaksi meminta kejelasan mandeknya persoalan ini, pimpinan kantor ini sedang tidak ada di tempat. “Silahkan nanti saja oleh utusan yang mengurus permohonan perijinan dari Pak Eka, ambil lagi berkas yang sudah diajukan”, ujar Yan Yan.

Tatkala Yan Yan ditanya, adakah semacam bimbingan untuk mengurus perijinan yang ditolaknya, sehingga tidak  membingungkan bagi pemohon? “Silahkan dilihat, di sana ada semacam formulir isian”.

Bagi Dadan yang lebih dari 2 bulan mengurus permohonan ini ke Diskimrum dan BPMPT, manakala menerima berkas yang dianggapnya telah “hilang” di antara kedua kantor ini:”Nah kan, baru setelah ada komplen dari Pak Eka Santosa ke Diskimrum, aneh sehari kemudian muncul lagi data ini?!

PERIJINAN 3 CopyMenyoal kasus ini, menurut Eka:”Apa pun yang terjadi, sebagai pelayan masyarakat janganlah menganggap ringan esensi data yang diajukan warganya. Bila pun warga tak lengkap mengajukannya, berilah penerangan secara maksimal. Jangan-jangan, timbul anggapan – mentang-mentang tak diurus biro jasa, pengajuan warga diabaikan begitu saja. Mudah-mudahan sangkaan saya keliru”, pungkas Eka yang legawa menerima pengembalian berkas permohonan dari BPMPT.

“Saya tak kapok akan mengajukan lagi dari bawah. Bila pun masih ada kekurangan, bimbinglah selaku warga biasa. Hikmahnya, dari kasus ini semoga bermanfaat bagi kita”. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Pelantikan Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat, Kiprah Wanita Dalam Politik

DTN GARNITA 1 CopydestinasiaNews - Perhelatan Pelantikan Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem seJawa Barat masa bakti 2017 – 2022, dihadiri sekitar 600 pengurus dari berbagai kabupaten dan kota se Jawa Barat yang di laksanakan di The  Papandayan hotel jalan Gatot Subroto Bandung, Sabtu (21/1/2017).

 

Turut hadir dalam pelantikan tersebut ketua umum Partai NasDem, Surya Paloh, Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustofa, ketua Umum Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem, Irma Suryani Chaniago, dan para anggota Fraksi Partai Nasdem Jawa Barat.

 

Pelantikan dan pengukuhan Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat  dilakukan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garnita Malahayati Nasdem, Irma Suryani Chaniago sebagai ketua umum sekaligus melantik, membacakan sumpah dan memberikan pataka kepada pengurus Garnita Malahayati Nasdem se Jawa Barat.

 

Yeni Nuraeni ketua Garnita Malahayati Jawa barat   menyampaikan terimakasihnya kepada Tia Fitriani (anggota DPRD Jawa Barat) dalam dukungannya dan perannya dalam pembentukan Garnita Malahayati Jawa barat selama 3 bulan ini, kerja perjuangan yang luar biasa, “Sudah waktunya perempuan harus mengambil peran dalam berpolitik yang ada di Jawa barat” Ujarnya.

DTN GARNITA 3 CopySurya Paloh dalam pidatonya di perhelatan pelantikan mengatakan, “Hari ini kita masih di berikan semangat dan spirit, Malahayati menginspirasi kita semua, sosok laksamana wanita pertama, itulah semangat dan sepiritnya, perempuan yang berani dan angkat senjata dalam perjuangan, saya yakin dan percaya penemuan gagasan besar dan idiologi Pancasila itu tidak lepas dari ispirasi kaum wanita, nafas pergerakan, inspirasi, dialektika dan romantika itu tetap terjaga khususnya pada kaum pria karena adanya kaum wanita di muka Bumi ini, pikiran filosofis ini yang digunakan dalam menginspirasi Partai Nasdem dalam Gerakan Restorasi Indonesia”.

DTN GARNITA 2 Copy“Kami bersyukur upaya selama 3 bulan tidak sia – sia, ini kerja luar biasa dalam pembentukan kepengurusan se Jawa Barat, karena hari ini kami dilantik untuk mengemban amanah perjuangan, Garnita Malahayati memberikan ruang dan tempat bagi kaum perempuan untuk berkarya tanpa melupakan fitrahnya dan kodratnya. Salah satu kiprahnya yakni dalam dunia politik, harus diakui sekarang itu masih minim keterlibatan perempuan dalam politik,” ungkap.Tia..Fitriani yang juga saat ini di lantik  sebagai Dewan Pembina Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat.(SA/dtn)

Add a comment

TRC PA Komnas Anak ke Kapolda Jabar, Bina Kemitraan dengan Unit PPA – Perkuat Efek Jera …

DTN PERLIDUNGAN ANAK 1 CopyDestinasiaNews – Bertempat di Mapolda Jabar Jl. Soekarno Hatta Bandung, Koordinator Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Komnas Anak beserta jajarannya menemui Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan, Rabu (18/1/2017).”Kami hadir di sini untuk membangun peluang kemitraan, khususnya dengan unit PPA – Perempuan dan Perlindungan Anak”, jelas Naumi selaku Koordinator Nasional TRC PA.

Bagi Naumi kehadirannya di Polda Jawa Barat dirasakan sebagai sesuatu yang strategis dan penting:”Momen ini merupakan pelopor pembuatan MoU untuk kemitraan bersama TRC PA Komnas Anak. Ini akan berlanjut di provinsi lainnya. Idealnya, akan memutus mata rantai kejahatan pada anak”.  

Anton Charliyan usai rapat terbuka bersama jajarannya yang berlangsung dengan suasana penuh keakraban, mengungkapkan rasa optimis:”Harapannya, frekuensi kejahatan anak di Jabar bisa kita turunkan, dan untuk penanganan kasus pun dapat dilakukan dengan lebih baik”.

DTN PERLIDUNGAN ANAK 2 CopyBagi Diah Puspitasari Momon, yang pada tahun 2016 lalu aktif di TRC PA Korda Kab. Garut dan kini pada 2017 beranjak ke Korwil Jabar, sepengetahuannya pada 2016 di daerah asalnya terdapat 80 kasus:”Setahu saya Kab. Garut ini yang ke-2 di Jabar, sedangkan yang terbanyak ya di Sukabumi”.

Dalam kesempatan ini Diah memperkenalkan pengurus TRC PA untuk Korda Kab Garut yang diwakili oleh Andreas, Tasikmalaya oleh Hamida, Bogor Raya oleh Donny. dan Kabupaten Bandung oleh Yustan. “Saya belum bisa melengkapi pengurus untuk daerah lainnya, maklumlah ternyata tak mudah juga mengajak untuk aktif di lembaga ini”, tambah Diah yang menginginkan – “Pemerintah pusat menjadikan kejahatan terhadap anak menjadi kejahatan luar biasa. Sebaiknya, disamakan dengan kejahatan teroris, narkoba, dan korupsi. Perkuatlah efek jera itu”. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Manusia Tertinggi ada di Kabupaten Bandung Barat

ORANG TERTINGGI 1 CopydestinasiaNews - Legislator DPRD KBB dari partai NasDem H.Didin Rachmat pada saat blusukan di wilayah kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat secara tidak disengaja bertemu dengan salah seorang manusia tertinggi di Indonesia atau bahkan mungkin di Dunia, dengan tinggi badan 219 cm cukup berpotensi untuk masuk ke rekor MURI.

 

Data yg ada manusia tertinggi di Indonesia sebelumnya atas nama Suparwono asal Tulang Bawang Lampung sempat masuk rekor Muri th 2009 akan tetapi sudah meninggal Dunia pada kamis 23 Pebruari 2012 lalu.

 

Namun kali ini orang tertinggi tersebut bernama Adi Jumiadi kelahiran  25 November 1984 asli kelahiran kampung Sumur bor rt 03/04 desa Cilame Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung barat dari seorang ibu bernama Nining dan ayah bernama Sobari.

 

Kondisi Adi Jumiadi saat ini cukup memprihatinkan, keadaan kesehatannya menghawatirkan karena untuk berdiri saja harus dibantu, kaki perut dan badannya bengkak dengan cairan (Oedeema) badannya lemah nampak kurang asupan nutrisi serta napasnya nampak sesak. 

ORANG TERTINGGI 2 CopyMenurut keterangan orang tuanya hal tersebut karena kondisi ekonomi keluarga yg tidak mampu, adapun perhatian dari pemerintahan setempat sangat minim, walaupun sudah punya BPJS Kesehatan tapi untuk transfortasi sangat kesulitan karena tinggi badan yang diatas normal "kalau naik ojeg gak bisa karena kakinya ngangsar" kata Bu Nani.

 

Sebagai wakil rakyat H.Didin memberikan bantuan secara pribadi baik uang pengobatan maupun pakaian baru dan berjanji akan terus memperhatikan Adi kedepannya, mengenai pakaian menurut pak Sobari tidak pernah ada yang cukup walaupun banyak yang ngasih, begitu juga dengan alas kaki, oleh karena itu H. Didin sengaja mengukurnya dulu baru kemudian dibuatkan ke penjahit khusus.

 

Lebih lanjut H. Didin berharap pemerintah daerah khususnya dinas terkait untuk lebih memperhatikan keadaan warga yang satu ini karena mungkin termasuk mempunyai kebutuhan tertentu, juga berharap ada pihak yang mempasilitasi bisa mendaptarkannya ke MURI, namun yang terpenting perhatian terhadap kesehatannya pemerintah harus serius turut serta. (SA/DD)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01606062
Hari ini
Kemarin
2103
1289