Gugatan Adi Mulyadi ke Partai Berkarya di PN Bandung – Mengarah ke Perdamaian ?

IMG 20171011 215446
destinasiaNews – Katakanlah ini sidang ke-2 di PN Bandung (10/10/2017) untuk gugatan Adi Mulyadi dalam perkara Nomor: 343/PDT.G/2017/PN.Bdg. Sidang ini berlangsung setelah yang pertama pada 12 September 2017 lalu. Adi yang pernah berkiprah sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, merasa dilengserkan setelah munculnya beberapa surat surat dari DPP Partai Berkarya.
 
Deretan surat dari DPP Partai Berkarya yang melengserkan Adi itu, antara lain: Penarikan SK DPW Jawa Barat (12/5/2017, No. 096/B/DPP/BERKARYA/V/2017), ini membekukan pengurus DPW Jabar yang diangkat melalui SK No: SK62-DPW/DPP/BERKARYA/IV/2017 per 12 April 2017; selanjutnya terbit lagi surat per 5 Juli 2017, No:146/B/DPP/BERKARYA/VII/2017. Yang terakhir ini tampaknya lebih keras lagi – Yang bersangkutan di antaranya tidak diperkenankan menggunakan nama Partai Berkarya, dalam konteks kegiatan keorganisian.
 
“Lucunya, dalam gugatan ini sempat-sempatnya Eka Santosa dilibatkan sebagai tergugat III. Padahal mandat Eka 5 Juni 2017, tiga hari kemudian diangkat jadi Ketua DPW Partai Berkaya Jabar, ini tak nyambung kemana-mana …,” papar duet Hari Saputra Yusuf S.Sos,SH yang biasa disapan HSY, dan rekannya Alfernando, SH dari HSY – Abdul Salam – Arnold V Purba Law Firm. Keduanya, hari itu hadir di PN Bandung sebagai kuasa hukum DPP Partai Berkarya.
 
“Partai pun belum jadi. Masih verifikasi oleh KPU. Semua pengurus masih dilakukan secara penunjukkan, DPP  yang berperan. Belum ada Munas, Muswil, dan sebaginya,” ujar HSY sambil menambahkan – “Kami jauh-jauh ke Bandung, semata menghormati jalannya hukum di negeri kita. Mudah-mudahan berdamailah. Adi itu kan sahabat  saya.”
 
Diketahui selain Eka Santosa yang digugat sebagai tergugat III yang dikuasakan kepada Rizki Ramdani alias “Astro”, juga kepada  Neneng A Tutty (Ketum Partai Berkarya), Badaruddin Andi Picunang (Sekjen Partai Berkarya), H. Hutomo Mandala Putra (Ketua Majelis Tinggi Partai Berkarya), Syamsul Zakaria (Ketua Mahkamah Partai Berkarya), KPU Jabar, dan Kesbangpol Jabar.
 
“Tetapi, sudahlah hari ini para pihak bertemu dalam suasana sangat kondusif. Arahan Hakim Toga Napitupulu tadi, lalu masuk ke forum mediasi dengan bimbingan Pak I Dewa Gede, semoga perkara ini cepat selesai,” kata HSY - “Di ruang mediasi ini, semua merasakan ada nuansa kuat menuju penyelesaian para pihak.”
 
Bikin Repot
 
Paling menonjol dalam perkara ini di luar unsur Partai Berkarya yang digugat ada dari “pihak luar”, yakni KPU Jabar dan Kesbangpol Jabar,”Duh saya banyak pekerjaan, ini bikin repot. Ini ada gugatan uang segala. Kenapa kami dari pemerintah dilibatkan, Apa hubungannya? Tak pernah kami campuri urusan parpol,” kata Agus Ridwan, Kasubag Hukum KPU Jabar sambil menambahkan –“Tadi kita diarahkan hingga tanggal 25 Oktober 2017 bertemu lagi. Berdamailah semua, setuju itu.”
 
Pun demikian dari pihak Kantor Kesbangpol Jabar yang diwakili Yaya Sunarya, Kabid Politik Dalam Negeri:”Kami tak pernah ikut campur urusan parpol. Kali ini justru ditarik-tarik ke sini. Kami kan tak boleh berpendapat  apa pun soal ini. Ini peraturannya sesuai undang-undang. Koq, dibawa-bawa …,” jelasnya dengan nada setengah kesal –“Tetapi melalui mediasi tadi, asal serius semua berdamailah.”
 
Kuasa hukum Adi Mulyadi Gama Alamsyah, S.H seusai pertemuan di ruang mediasi PN Bandung, pun bersyukur:”Semoga saya dapat merubah mind set klien saya. Memang berdamai itu yang kita tuju, Suasana pun sangat mendukung di pertemuan ini.” (HS/SA/dtn)
 
Add a comment

Menwa YON XI/UPI, Kawal Acara Pembukaan Porseni dan Pordoska

 

Porseni LOGO MahawarmanDestinasiaNews - Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia (Menwa YON XI/UPI) turut mengikuti Pembukaan Kegiatan Pekan Olahraga Dosen dan Karyawan (PORDOSKA) dan Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) mMahasiswa, bertempat di Stadion UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Senin, 9/11/2017.

Acara pembukaan diikuti 1.613 atlit, 160 manajer, dan 300 pelatih gabungan dari 20 unit kerja di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang  akan mengikuti sejumlah pertandingan dalam kegiatan PORDOSKA dan sebanyak 1.452 orang mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan PORSENI, ujar Ketua Pelaksana Dies Natalis Ke-63 Suhendra, M.Ed., Ph.D., saat membacakan laporannya.

”Dua kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis UPI yang ke-63, yang dilaksanakan mulai tanggal 9 Oktober hingga 13 Oktober. Adapun kegiatan lainnya yaitu Lomba Kebersihan, Peresmian Pusat Studi Korea, Pengukuhan Guru Besar, Tasyakur, Upacara Dies Natalis Ke-63, dan Pentas Seni ”, kata Suhendra.

Porseni Upi2

Dalam kata sambutannya, Rektor UPI, Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si mengharapkan kegiatan ini dapat menyatukan persepsi dan langkah dalam mencapai visi, misi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul melalui kegiatan olahraga juga dapat meningkatkan kebersamaan dan silaturahmi antara civitas akademika dan tenaga pendidik serta seluruh mahasiswa UPI. Disamping itu, meningkatkan kebugaran para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dilingkungan UPI.

“Terimakasih sudah menjaga selama proses kegiatan pembukaan ini agar terlaksana dengan baik”, ujar Rektor UPI kepada salah satu anggota Menwa, Luqman Nurofiqih yang sedang melaksanakan pengamanan sebelum kegiatan dibuka.

Porseni Upi3

Sementara itu, Kepala Divisi Ormawa Dirmawa UPI, Dr. Joni Rahmat Pramudia mengatakan, Pordoska diikuti dosen dan tenaga kependidikan mempertandingkan delapan cabang olahraga. Sedangkan Porseni mahasiswa, diikuti delapan fakultas dan tiga kampus daerah, mempertandingkan cabang olahraga volley, basket, stand up komedi, lomba debat, MTQ dan kaligrafi Al Qur’an.

Selain mengawal kegiatan Pordoska, Menwa YON XI/UPI pun turut serta mengawal kegiatan lainnya, diantaranya peresmian Pusat Studi Korea, carnaval dan pentas seni, juga pembukaan yang diawali senam bersama. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan agenda universitas dalam rangka Dies Natalies UPI ke-63 yang puncak acaranya pada tanggal 20 Oktober 2017.

Porseni Upi5

Jadikan kegiatan ini sebagai ajang meningkatkan silaturahmi dan jiwa kompetitif masing-masing unit kerja yang ada di UPI. (HRS/Resta/dtn.)

Add a comment

Menwa YON XI /UPI, Gelar Susdansat Resimen Mahasiswa Se-Indonesia

Susdansat Menwa Yon XI b

DestinasiaNews - Untuk pertama kalinya, program unggulan Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia (Menwa YON XI / UPI) periode 2017-2018 mengadakan Kursus Komandan Satuan (SUSDANSAT) Resimen Mahasiswa Se-Indonesia di Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen), Lembang, Jawa Barat, berlangsung selama 3 hari, Senin – Rabu, 25 - 27/9/2017.

Susdansat ini sendiri bisa dikatakan sebagai pelatihan kepemimpinan, karena setiap manusia pada dasarnya dilahirkan sebagai seorang pemimpin di muka bumi, manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif kompleks, disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Kepemimpinan seseorang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinannya dan tipe-tipe pemimpin, dari berbagai kecerdasan emosi, intelektual dan kecakapan mengelola pribadi maupun kelompok.

Susdansat Menwa YON XI c

Tema yang diangkat adalah Menjadikan Kader Pemimpin Bangsa yang TANGGUH (Tanggung Jawab, Unggul, Dan Teguh) Serta Memiliki Karakter yang Dinamis dan Berintegritas Tinggi. Sementara itu, tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana menjadikan seorang pemimpin yang SEMI MILITER.

Materi kursus yang diberikan yakni Pengenalan Susdansat, Sejarah Perjuangan Menwa, Permildas (Peraturan Militer Dasar), Cara Memberikan Instruksi (CMI), Kepemimpinan Lapangan, Psikologi Massa, Hubungan Staf dan Pimpinan, Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, Jam Komandan Pusdikajen, Jam Rektor UPI, Public Relationship, dan Materi Etiket.

Peserta Susdansat ini diikuti oleh Menwa dari berbagai penjuru Indonesia, yakni Jambi, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Tangerang Selatan, Jember, Cirebon dan Jawa Timur. Kegiatan ini diawali dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Susdansat Menwa Yon XI a

Koordinator Pelaksana di Pusdikajen Mayor CAJ Nanang yang juga anggota Menwa UPI pada tahun 1985 mengatakan bahwasanya Pusdiajen sangat mendukung kegiatan ini dan kegiatan ini sudah terlaksana dengan baik, padahal baru pertama kali diselenggarakan, juga menjadikan pembelajaran disetiap prosesnya.

“Pusdikajen sangat welcome terhadap Menwa karena sudah menjadi kewajiban TNI untuk membina Menwa, karena pada dasarnya zaman dahulu Menwa bisa ada dan besar karena sejarahnya, dan tetap adanya Menwa saat ini juga karena kesadaran adik-adik yang mempunya jiwa nasionalis dan patriotis yang tinggi demi menjaga pertahanan dan keutuhan NKRI”, kata Mayor CAJ Nanang.

Sementara itu, salah satu peserta dari Menwa Universitas Halu Uleo Sulawesi Tenggara, Wahyudin mengatakan “Harapan saya kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan untuk Menwa saja, tetapi mahasiswa lainnya, generasi pemuda yang millenium penerus dan pelurus bangsa. Dan kegiatan ini bisa dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya”. (HRS/Resta/dtn.)

Add a comment

Eka Santosa, Gerakan Hejo – Nyatakan Perang Bagi Perusak Lingkungan

IMG 20171009 095657
destinasiaNews - Terjadinya fenomena kerusakan hutan di Jawa Barat yang masif dewasa ini, disinyalir kuat merupakan “gunung es” dari kecerobohan intansi terkait, yang bekerjasama dengan kalangan tertentu. Kasat mata, marak terjadi penebangan kayu di hutan lindung – “Ini dilakukan oknum masyarakat maupun Perum Perhutani di berbagai daerah di Jawa Barat!”, papar Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo (7/10/2017) dihadapan para pewarta di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung.  
 
Eka yang tampak prihatin dan geram sekaitan terjadi bencana banjir dan longsor di Sidamulih Kabupaten Pangandaran (7/10/2017), mengungkapkan sisi lain. Menurutnya, saat ini pun sedang terjadi bentrokan antara oknum Perum Perhutani yang didukung oleh oknum tertentu dengan masyarakat di Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran:“ Warga di Kecamatan Sidamulih (7/10/2017) Kab. Pangandan kembali lapor ke Gerakan Hejo. Sejak awal mereka tak setuju hutan lindung di sana ditebang. Faktanya, justru terus dibalak.”
 
Lagi menurut Eka, seakan tak bosan berujar menyangkut frasa “Jabar Darurat Lingkungan” yang diluncurkan sejak 2016 bersama sesepuh Jawa Barat Solihin GP:”Pastilah, bencana alam hebat di daerah bawah di sekitar Pangandaran, Parigi, dan Cijulang terjadi. Ini kan hulu dari Kecamatan Cigugur dan Kecamatan Langkaplancar. Di sana itu cadangan air harus dijaga, hutannya. Masyarakat yang melapor ini, sadar soal ini”  
 
Lebih jauh menurut Eka, Bupati Pangandaran dan Gubernur Jabar, serta Kepala Dinas terkait harus bertanggung jawab atas bencana yang diakibatkan oleh rusaknya lingkungan di hulu sungai di sekitar Gunung Singkup. “Putusnya jembatan Putrapinggan pada musim hujan tahun lalu, itu buktinya. Belum lagi bencana di Sidamulih saat ini. Audit lingkungan lakukan, seret perusaknya ke meja hijau. Jangan pandang bulu lagi dan adu argumentasi!”
 
Modus Baru  
 
Lagi, menurut Eka hari itu di Alam Santosa berdasarkan laporan aktivis lingkungan Gerakan Hejo, Dase dan Anton yang juga tergabung dalam Gempar (Gerakan Masyarakat Parahiyangan), kerjasama perusakan lingkungan ini memiliki modus baru:”Oknum Perum Perhutani, aparat keamanan, memakai ajengan(ulama) tertentu melegitimasi pembalakan hutan di kawasan Gunung Singkup blok Harumandala. Tepatnya,  di perbatasan Langkaplancar dan Cigugur. Ini berdampak ke tiga Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, dan Ciamis”
 
Mengutip laporan lanjutan dari Dase dan Anton, Eka kembali menuturkan:”Bencana hari ini, merupakan pembuktian setelah pada 27 September 2017 kelompok Gempar dari  warga di 15 Desa di Langkaplancar, melakukan resolusi penghentian penggundulan hutan di Gunung Singkup.”   
 
Rupanya, bencana ini yang sudah ia wanti-wantikan ke berbagai kalangan di Pangandaran dan pimpinan pemerintahan di Jawa Barat, hari itu juga dengan nada keras menyatakan:”Perang terbuka bagi perusak lingkungan. Lakukan tindakan hukum, pidanakan mereka, tanpa pandang bulu. Hukum itu panglimanya, jangan tajam ke bawah, ke atas justru harus lebih tajam!,” pungkasnya yang dalam waktu dekat akan turun ke lapangan bersama jajaran Gerakan Hejo. (HS/SA/dtn).
IMG 20170914 WA0008
 
 
Add a comment

Pedagang Pasar Ikan Ciroyom Bandung Merapat ke HNSI Jabar – Apa Katanya?

IMG 20171005 WA0053
destinasiaNews – Adalah tiga “perintis” untuk pengurus DPC HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kota Bandung. Mereka untuk kesekian-kalinya (4/10/2017) kembali menyambangi Sekretariat DPD HNSI Jabar di Jl. Gatot Subroto No. 197 A Bandung. “Kami ingin ada perubahan, demi peningkatan kesejahteraan. Salah satunya ingin ada koperasi yang benar-benar berfungsi untuk 180-an pedagang di Pasar Ikan Ciroyom,” papar Theo Iskandarsyah yang dicanangkan akan menjabat sebagai Sekertaris bila DPC HNSI Kota Bandung terbentuk.
 
Yang menerima Theo hari itu Kang Tisna dari bagian Litbang & IT di DPD HNSI Jabar. “Rintisan maksud Pak Theo dan rekan, segera ditindak-lanjuti,” papar Kang Tisna sambil memproses dua nama lainnya – “Sesuai pengajuan ini ada nama Pak Iwan Setiawan dan Pak Ahmad Hasanudin. Ini dicanangkan sebagai ketua dan bendahara.”
 
Menindaklanjuti partisipasi serius dari Theo dan rekannya, masih di hari yang sama, pada malam harinya tim media dari DPD HNSI Jabar mengunjungi Pasar Ikan Ciroyom. Ditemui di lokasi hadir kala itu Ahmad Hasanudin yang biasa disapa Udin Lauk serta Theo.
 
“Kebetulan Pak Iwan berhalangan hadir malam ini,” kata keduanya yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang ikan hampir dalam satu dekade ini.
 
Juntai, Koperasi itu  
 
Hasil kunjungan ke “TKP” mengindikasikan, keberadaan koperasi dirasakan perlu beroperasi secara benar:”Sejak dulu, ada empat koperasi. Tahu sendirilah, semua juntai,” papar Udin Lauk dengan nada getir yang diamini rekannya sambil tersenyum kecut.
 IMG 20171005 WA0066
Menurut riwayatnya, kerjasama antara Pasar Ciroyom dengan PT APJ (Anugrah Parahyangan Jaya) dengan konsesi 20 tahun:”Sekarang tinggal 8 tahun lagi,” ujar Theo yang diiyakan Udin Lauk –“Dulu koperasi KSU itu ada Mitra Niaga, Losari, Kusuma, dan Bina Sejahtera. Nah, sekarang hanya ada KSU Sauyunan. Yang terakhir ini, dikelola seadanya saja. Asal hiduplah …”
 
Lebih jauh, menurut keduanya tanpa koperasi yang benar, banyak hal yang seharusnya ditanggulangi dalam permodalan, peningkatan usaha –“Mandek jadinya, kekuatan pedagang dimata pengepul yang rata-rata datang dari Losari Cirebon, Indramayu, Pantura, Tegal, juga Pangandaran, sangatlah kecil. Harga ikan dipermainkan, kami bingung. Harga jual pun jadi tinggi tak menentu. Ini bikin repot, kasihan pelanggan kami.”
 
Cold Storage, Bablas Angine …
 
Nilai strategis lain apabila para pedagang ikan jenis konsumsi maupun ikan hias di Pasar Ikan Ciroyom bergabung dengan HNSI Jabar, bila ada koperasi yang berbadan hukum – nasibnya bisa berubah. “Kami pun butuh cold storage. Pernah ada selentingan akan ada bantuan dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Karena tak ada lembaga resmi penerimanya,bablas angine,” terang Udin Lauk mengipas-ngipas badannya bak mencari angin, padahal udara malam itu terasa dingin?!
 
“Kalau punya cold storage. Waktu ikan melimpah, bisa disimpan. Pun, konsumen diuntungkan karena tersedia ikan setiap saat. Tak terganggu-lah oleh musim,” tambah Theo yang menyebutkan sekitar 30 hingga 50 ton didatangkan setiap hari ikan ke pasarnya, termasuk dari Waduk Cirata dan Saguling yang 30% nya mengisi kebutuhan ikan air tawar –“Omzet harian bisa milyaran rupiah. Bila ada koperasi, akan banyak keuntungan. Kami sadari, kita perlu berorganisasi …”
 
Tatkala ditanya adakah pembinaan dari dinas koperasi dan dinas perikanan kota Bandung, misalnya ?”Wah, boro-boro. Justru, SDM (Sumber Daya Manusia) kami perlu pembinaan. Dinas Perikanan hanya sekali dua kali memberi bantuan kotak fiber wadah ikan. Setelah itu bablas angine…”, jelas keduanya dengan wajah datar.
 
“Pihak bank pun, rasanya sungkan datang ke tempat kami. Paling hubungannya perorangan. Beberapa bank pernah datang, setelah itu tak muncul. Ya, bablaslagi angine,” seru Udin Lauk sambil menyeruput kopi susu di malam yang dingin menusuk tulang di pojok sebuah warung di pasar ini yang tampak becek –“Beginilah kondisi pasar ini dari tahun ke tahun. Katanya, ini salah satu pasar utama di Bandung. Butuh peningkatan biar lebih pantas …”
 
Disinggung rencana HNSI Jabar dengan Pemkab Bandung, dan KKP yang akan merealisasikan pasar ikan higienis berkelas “dunia” di daerah Cingcin dekat Tol Soroja, yang pembangunannya dimulai pada 2018:”Waduh, itu yang kami inginkan biar kita bisa berkompetisi dengan baik. Saatnya, kita harus menata pasar ikan lebih professional. Jangan hanya waktu orasi mau Pilkada, Pigub, atau Pilpres saja,” papar keduanya dengan penuh semangat.
 
Kata Nandang Permana
 IMG 20171005 174319
Sesaat reportase ini ditulis, H Nandang  A Permana, Ketua DPD HNSI Jabar sempat dikontak per telepon. Kebetulan, hari itu ia sedang di Jakarta, dalam kaitan menghadiri Rapim DPD dan DPP HNSI:”Saya dan jajaran, menyambut baik aspirasi para pedagang ikan di Ciroyom juga pelaku bisnis ikan di Jabar. Secepatnya, apa yang dibahas dalam yapertemuan dan hasil kunjungan ini akan ditindak-lanjuti.”
 
Diketahui dari 27 kota dan kabupaten di Jabar yang saat ini terdaftar, ada sekitar 160 ribu nelayan tangkap dan budi daya aktif. Realitasnya, belum semua terakomodir aspirasinya.
 
“Ini PR (pekerjaan rumah) besar kami dalam kepengurusan di organisasi profesi ini yang sempat vakum beberapa tahun. Semoga, masukan dari pelaku bisnis ikan ini, dapat memperkaya kami untuk pembuatan keputusan di lapangan,” pungkas Nandang. (HS/SA/dtn)
 
Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

Maman Cawabup KBB no 1 Bertemu Jamaah Pengajian, Ini Keluhan jamaah Kepada Paslon EMAS

destinasiaNews - Sudah dua pekan berlalu Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) paket Paslon EMAS (Elin - Maman) blusukan,...

Maman Cawabup KBB no 1 Tatap Muka Bersama Warga Desa Kertajaya

Maman Cawabup KBB no 1 Tatap Muka Bersama Warga Desa Kertajaya

destinasiaNews - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Maman S Sunjaya yang saat ini sebagai Bakal Calon Wakil...

The Boxes Tempat “Hang Out”di Bandung ala Agnez Mo...

The Boxes Tempat “Hang Out”di Bandung ala Agnez Mo...

  destinasiaNerws – Kota Bandung yang akrab dengan julukan Paris van Java atau kota Paris yang ada di Pulau Jawa...

Maman Cawabup nomor 1 Blusukan Sapa Warga Dan Pengurus PDIP

Maman Cawabup nomor 1  Blusukan Sapa Warga Dan Pengurus PDIP

destinasiaNews - Calon wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) nomor urut 1 Maman S Sunjaya  mengajak warga KBB khususnya Cimerang ...

Di Balik Nobar Undian Nomor Urut Partai Jelang Pemilu 2019 - Berkarya Beroleh Angka 7 James Bond !

Di Balik Nobar Undian Nomor Urut Partai Jelang Pemilu 2019 - Berkarya Beroleh Angka 7 James Bond !

destinasiaNews – Nonton bareng alias nobar yang berlangsung Minggu (18/2/2018) malam di  Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir...

Pengunjung

01842835
Hari ini
Kemarin
658
1317