Sinyalir Solihin GP, Tumbuhnya Intoleransi di Jabar: “Pastilah Ada yang Penasaran …”

DTN SOLIHIN GP BOMA 1 CopydestinasiaNews – Melanjut dukungan BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar  yang datang ke Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan (17/1/2017), terkait dukungan pengembalian ketertiban dan keamanan di tatar Sunda, sehubungan maraknya isyu intoleransi antar umat dan dugaan pelecehan ideologi Pancasila – Ada perbincangan khusus di Alam Santosa Pasir Impun Kab. Bandung. Hari itu (18/1/2017) Solihin GP (91) di Pasir Impun memperbincangkan lebih mendalam, masih dalam topik yang sama dengan para Olot dari BOMA Jabar.      

Menurut Eka Santosa, Sekertaris Jenderal BOMA Jabar, dalam perbincangan ini Mang Ihin (sapaan akrab Solihin GP) mengupas secara historis bibit pemunculan intoleransi termasuk misinterpretasi ideologi Pancasila sejak era kemerdekaan RI hingga era 1960-an - “Khususnya, ketika marak pemberontakan DI/TII di Jabar. Juga mengingatkan untuk selalu waspada ke depannya”.

Usai perbincangan ini, Mang Ihin kepada para pewarta, terkait kupasannya kali ini:”Tahu sendirilah, pastilah ada yang masih penasaran. Mereka dengan berbagai cara, berusaha mengembalikan nilai-nilai yang dulu sudah dicobakannya dan gagal”. Kala Mang Ihin didesak – Analogi apa yang tepat untuk menggambarkan gejala ini? “Pengkhianatan terhadap bangsa, janganlah terulang lagi. Ini sangat menyakitkan kita”, ujarnya sembari menceritakan kembali sekilas rekan seperjuangannya pada era penumpasan DI/TII di Jabar – “Dua belas orang di daerah Garut dan Tasikmalaya, tewas diracun. Terpedaya penghianat bangsa yang dulu sama-sama memperjuangkan kemerdekaan RI”.

DTN SOLIHIN GP BOMA 2 CopyMasih menurut Eka, dalam perbincangan ini teruangkap pula keluhan dari para Olot tentang maraknya kasus intoleransi di berbagai daerah di Jawa Barat. “Secepatnya, semua ini akan dirumuskan lebih tajam dan detil”, uangkap Eka yang dalam waktu dekat akan menindaklanjutinya setelah bertemu Kapolda Jabar – “Akan pula BOMA Jabar dan Gerakan Hejo menemui Pangdam lll Siliwangi. Sudah tak bisa kita biarkan, sejumlah langkah taktis dan strategis harus sudah diwujudkan di lapangan. Setidaknya, meredam intoleransi serta memperkukuh ideologi Pancasila di merata tempat”. (HS/SA/dtn) 

Add a comment

Komandan Yonif 303/SSM, Mayor Inf. Benny Wahyudi - Menwa Sebagai Kekuatan Potensial Bagi Bangsa dan Negara

Diksarmil 303 a DestinasiaNews Pendidikan dan latihan mempunyai hakekat yang mendasar, yaitu sebagai media transformasi atau media pembuka wawasan. Demikian pula dilingkungan Resimen Mahasiswa (Menwa), kegiatan ini mendapat prioritas khusus kerena melalui media inilah potensi personil ditumbuh kengbangkan.

Hal tersebut di atas terungkap pada saat acara pembubukaan Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia (Diklatsarmil Menwa Mahawarman Yon XI/UPI) Angkatan XLV Tahun Anggaran 2016/2017, yang berlangsung di Lapangan Utama Batalyon Infanteri Raider 303/SSM (Yonif Raider 303) Cibuluh Kabupaten Garut, Senin, 16 /1/2017.

Sebanyak 36 orang siswa Diklatsarmil menwa Yon XI/UPI yang berasal dari Kampus UPI Bumi Siliwangi dan Kampus UPI Daerah diantaranya : Kampus UPI Cibiru, Kampus UPI Sumedang dan Kampus UPI Serang. Diklatsarmil menwa dilaksanakan mulai tanggal 16 sampai dengan 29 Januari 2017, bertempat di Markas Komando Yonif Raider 303/SSM dan sekitarnya.

Komandan Menwa Batalyon XI/UPI Urai Ramadhani, mengatakan bahwa kegiatan Diklatsarmil ini mendapatkan prioritas khusus karena melalui media inilah potensi personil ditumbuh kembangkan. Kader-kader Resimen Mahasiswa disiapkan sebagai suatu kekuatan potensial bagi seluruh pihak. Terutama kemampuan khusus yang sesuai dengan fungsi dan tugas pokoknya di bidang bela negara.

Diksarmil 303 b

Pembukaan Diklatsarmil Menwa Mahawarman Yon XI/UPI ini, dimulai pukul 08:30 s/d 09:45 Wib dan dibuka oleh Komandan Yonif Raider 303/SSM, Mayor Inf. Benny Wahyudi, sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir pada acara tersebut diantaranya : Direktur Kemahasiswaan UPI, Dr. H. Mupid, M.A dan jajarannya; Pembina Menwa UPI, Dr. Cik Suabuana; Komandan Korps Menwa Yon XI/Upi, Dr. Enjang Mulyana, M.Si. beserta jajarannya; Komandan Menwa Yon XI/UPI, Urai Ramadhani; Pimpinan Ormas Patriot, H. Sofyan beserta jajarannya dan para tamu undangan lainnya

Komandan Yonif 303 Raider/SSM, Mayor Inf. Benny Wahyudi dalam amanatnya menyampaikan, bahwa dalam pelaksanaannya menwa tidak dapat terlepas dari keberadaannya sebagai mahasiswa yaitu kekuatan potensial dalam menunjang pembangunan nasional.   Untuk itulah perlu adanya suatu sistem pendidikan dan pembinaan yang terintegerasi, utuh dan dapat mengakomodir semua perangkat eksistensinya atau pola pembinaan yang utuh dan mendasar selama seseorang menjadi anggota menwa/masa studi, yang dilengkapi pula dengan kurikulum tentang materi kemampuan organisasi mahasiswa pada umumnya.

“Saya selaku pimpinan Yonif Raider 303 merasa bangga dengan keteguhan dan kemauan para siswa untuk dibina dan diasah fisik serta mental demi menjadi kader bela negara pada pendidikan ini. Saya berharap agar para siswa tetap semangat dan menerapkan jiwa juang yang tinggi demi menjadi individu yang lebih baik lagi”, kata Benny sapaan akrab Benny Wahyudi

Harapan saya, Diklatsarmil menwa ini menjadi kegiatan yang dapat melahirkan para pemuda, pemudi yang tangguh dan siap membela negara. “Selamat berjuang dan berlatih, siswa Diklatsarmil menwa Yon XI/UPI” !, ucap Benny diakhir kata penyampaian amanatnya.

Diksarmil 303 c

Pada saat irup membuka kegiatan Diklatsarmil menwa, para siswa Diklatsarmil menwa disambut dengan suara rentetan tembakan yang saling bersahutan dari seluruh penjuru lapangan upacara.

Lalu kemudian, usai upacara berlangsung pelatih dari Yonif Raider 303/SSM dan pelatih dari menwa Yon XI/UPI, mengarahkan para siswa Diklatsarmil menwa Yon XI/UPI angkatan XLV menuju lapangan lain yang tidak jauh dari lapangan upacara, untuk melaksanakan Pengenalan Medan Oprasi (PMO).

“Tahun ini menjadi gebrakan baru bagi menwa Yon XI/UPI, karena berhasil membawa pasukan dari Cibiru, Sumedang dan juga Serang. Semakin banyak kader-kader bela negara calon pelurus bangsa yang tersebar di tiap kampus daerah UPI.  Semoga kedepannya menwa Yon XI/UPI dapat terus membawa dampak positif bagi anggota aktif khususnya dan juga bagi lingkungan sekitar pada umumnya”., ujar H. Mupid, Direktur Kemahasiswaan UPI.

Diksarmil 303 d

“Saya sangat terkesan melihat adik-adik kita bakal calon menwa Yon XI/UPI yang begitu gigih, bersemangat menjalankan instruksi pelatih, udara dingin pegunungan Cikurai, hujan yang membasahi markas Komando Yonif Raider 303, yang punya motto “Setia Sampai Mati” itu, rentetan suara tembakan yang keluar dari moncong senapan SS1 yang melatih kesigapan para siswa, tidak mengurangi semangat mereka, begitu juga para pelatih dari Yon XI/UPI yang mendampingi pelatih militer dari Yonif Raider 303, yang tidak kalah bersemangatnya memberikan motivasi dan instruksi kepada kader-kader menwa Yon XI/UPI”, papar Mupid, saat ditemui usai upacara pembukaan.

“Teringat masa lalu (36 tahun yang lalu), dimana saat itu saya sedang mengikuti Diklatsarmil menwa, pengalaman yang sulit dilupakan adalah saat long murch dari Bandung menuju Ciuyah Banten, banyak suka dan dukanya, sakit kaki karena lecet, pasir sebutir dalam sepatu, rasanya segede telor asin, namun karena semangat dan motivasi para pelatih akhirnya Baret Ungu pun diraihnya di pantai Ciuyah Banten”, kenang Mupid yang diamini Cik Suabuana, Pembina menwa Yon XI/UPI, yang sama-sama berbagi pengalaman masa lalu nya.

“Selamat berlatih kader-kader menwa Yon XI/UPI, semoga menjadi tunas-tunas bangsa yang tangguh, cerdas, berbudiluhur, dapat berbakti kepada orang tua, bangsa dan negara, serta dapat mengamalkannya sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing”, pungkas Mupid.

Materi yang diajarkan kepada siswa Diklatsarmil menwa Yon XI/UPI antara lain a). Materi Ceramah tentang : 1. Pengembangan Diri disampaikan oleh Dr. Enjang Mulayana, M.Si, disampaikan oleh Dankorps Menwa Yon XI/UPI; 2. Pengenalan TNI dengan pemateri Kapten Inf. Zaenal Arifin dari Yonif Raider 303/SSM; 3. Jalan Setapak Menuju Manusia Pancasila dengan pemateri  Kolonel Czi Drs. Burlian Sjafei dari Sesko AD;  4. Proxy Ware disampaikan oleh Mayor Inf. Benny Wahyudi, Danyon Yonif Raider 303/SSM;  5. Empat Pilar Kebangsaan disampaikan oleh Letkol. Lettu inf. Mamiek  Pranoto K. dari Yonif Raider 303;  6.  Kepemimpinan Lapangan oleh Letkol. Arm. Setyo Hani Susanto, S.IP. M.Si dari Dandim 0611/Garut;  7.  Pengetahuan Hukum Sipil dan HAM oleh Mayor CHK Rendra Apri Sadewa, SH. dari Pusdikum TNI AD.  b). Giat Jasmil : Senam Pagi, Orientasi Medan/PMO, Renang Militer/TIS, Senam Tali, Long March 100 KM, Beladiri Diri Militer (BDM), c). Giat NIS/TIS : Patroli Intai, Patroli Penyergapan, Patroli Penghadangan, Pengetahuan Senjata, Navigasi Kompas Malam/Siang, PBB Senjata, Sanjak, Menembak 50 M dan Caraka Malam. (‘Azmi/HRS/dtn).

 

 

 

Add a comment

BOMA Jabar Anugrahi Anton Charlyan Gelar Adat – “Merinding saya …”

DTN ANTON BOMA 1 CopydestinasiaNews – Sesuatu yang tidak biasa terjadi di Aula Mapolda Jabar  pada hari Selasa (17/1/2017) itu. “Merinding saya menerima penobatan ini. Tadi para Olot di luar dugaan saya dengan sukarela dan mantap, siap mempertahankan Pancasila dan NKRI. Ini menambah keyakinan saya, yang sebelumnya pun tak ada rasa takut - berkiprah menegakkan ketertiban dan hukum”, papar Irjen Pol Anton Charlyan Kapolda Jabar. Kala itu Anton secara khusus menerima gelar adat dari BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jawa-Barat.

 

Gelar khusus untuk Anton Charlyan lengkapnya bernama Satria Lanang Pasundan. “Maknanya sangat dalam. Yakin Abah Anton (sebutan dari para Olot) mampu mengembannya”, kata Olot Jajang Sanaga dari Kampung Adat Sanaga asal Salawu Kabupaten Tasikmalaya.

DTN ANTON BOMA 2 CopyEka Santosa, Sekertaris Jenderal BOMA Jabar diiringi puluhan Olot atau Tetua Adat dalam penobatan ini, sebelumnya di hari yang sama di Pasir Impun Kabupaten Bandung, telah melakukan Sawala Luhung (musyawarah besar):”Ini diberikan para Olot berbarengan dengan makin maraknya gejala intoleransi serta pelecehan terhadap simbol-simbol negara. Semoga ini bisa menjadi penguat bagi Abah Anton untuk membereskannya”. .

 

Hadir dalam acara penobatan ini selain para aktivis pecinta lingkungan Gerakan Hejo, juga Martabe yakni komunitas warga Sumatera Utara di Bandung, dan perwakilan komunitas warga pulau Nias di Bandung. “Kami turut mendukung prakarsa para Olot melalui BOMA Jabar. Semua ini demi keutuhan NKRI yang sudah menjadi harga mati bagi kami”, papar tokoh pulau Nias yang akrab disapa bapak Zega. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Eka Santosa BOMA Jabar - Sikapi Kapolda Jabar Terkait Kasus FPI Habib Rizieq

DTN BOMA 1destinasiaNews – Sekertaris Jenderal Baresan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jawa Barat Eka Santosa, akhirnya angkat bicara. Ini terkait sikap Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charlian sehubungan kasus Rizieq Shihab. Dukungan tegas BOMA Jabar diluncurkan kepada Kapolda atas kasus Rizieq Shihab sekaitan dugaan penghinaan terhadap Pancasila.

Diketahui sebelumnya Imam besar FPI, Rizieq Shihab, memenuhi panggilan Polda Jabar (12/1/2017). Kasus ini mencuat pada November 2016 silam, kala itu Sukmawati Soekarnoputri membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri. Dugaan itu sekaitan beredarnya video Habib Rizieq  saat ceramah di Lapang Gasibu Kota Bandung. Kasus ini kemudian dilimpahkan dari Bareskrim Mabes Polri ke Polda Jawa Barat sesuai dengan lokasi kejadian.

Saat pemeriksaan pada 12 Januari 2017 itu, Rizieq dikawal ribuan laskar FPI dan dihadang sekelompok ormas GMBI yang notabene binaan Kapolda Jabar Anton Charlian. Disesalkan banyak kalangan, sempat terjadi gesekan antara kedua kubu, kondisi Bandung pun menjadi panas.

Eka Santosa kali ini tidak biasanya angkat bicara walaupun tidak dalam konteks perselisihan antara GMBI dengan FPI. Ia mendukung langkah Kapolda memeriksa Rizieq, dalam dugaan penghinaan simbol negara. "Upaya kapolda bagus-bagus saja. Kalau pun Ia menjadi pembina salah satu ormas, itu sah-sah saja," ujar Eka Santosa kepada pers menyikapi peristiwa bentrok massa GMBI dengan FPI, di Bandung, dan kota lainnya, Sabtu (14/01/2017).

Eka Santosa dalam kesempatan ini, mendukung aparat mana pun yang sedang menegakkan konstitusi. Bentuk apa pun yang berindikasi dan bernuansa mengganggu simbol negara, yang dilanjut dengan provokasi bernada SARA, papar Eka harus ditumpas. Polisi maupun aparat keamanan diminta Eka Santosa janganlah ragu untuk bertindak – “Jangan biarkan mereka mengambil-alih peran pemerintah. Bila perlu kalangan Olot (tetua adat- red) yang punya massa sekitar 8 juta jiwa di Jabar siap berkiprah. Selama ini memang mereka tampak diam, karena alasan tak ingin mencampuri urusan yang belum perlu disentuhnya”, tegas Eka yang juga sebagai Ketua Umum DPP Gerakan Hejo, sembari menjelaskan –“Sangat menyayangkan pimpinan daerah di banyak kasus intoleransi di Jabar, terkesan mendiamkan. Idealnya, persoalan ini bukan hanya urusan polisi semata. Saatnya pula berbagai komponen memberikan evaluasi ke beberapa pimpinan di Jabar terkait persoalan ini”  

Anton Charlian ke Pasir Impun  

Lebih lanjut bentuk dukungan BOMA Jabar terhadap Kapolda Jabar, menurut Eka Santosa, aparat dan pemerintahan harus bersikap tegas. Tidak boleh memberikan ruang gerak sedikit pun untuk hal yang bersifat isu SARA. “Ini berbahaya, bila kerukunan budaya terganggu. Masyarakat adat yang sudah eksis ratusan tahun sebelum RI ini ada, sejak awal menghargai keberagaman, salah satu ujarannyaciri sabumi cara sadesa – mengetengahkan toleransi antar umat secara utuh”.

DTN BOMA 2BOMA Jabar bersama elemen massa lainnya di Jawa Barat sekali lagi mendukung langkah Kapolda Jabar. "Silahkan bersikap tegas tanpa harus ragu, Kami siap membantu menghalau pihak-pihak yang memprovokasi, atau mempermainkan symbol dan ideologi negara," tandas Eka Santosa sembari menjelaskan makna filosofis  sikap masyarakat adat ke pihak pemerintah yang kelenturannya sudah teruji sepanjang jaman  - “Pandangan warga adat itu ke pemerintah itu amat lentur, layaknya selaku panyaur, pangajak, danpanyarek. Ini selaras dengan prinsip Tritangtu di bumi dalam sistem pemerintahan di tatar Sunda, yakni Rama (Tuhan), Prabu (manusia), dan Resi (alam)”.

Menutup penyikapan ini, Eka Santosa di akhir pertemuan membocorkan kontak terakhirnya bersama Kapolda Jabar (14/1/2017):”Mewujudkan sikap saya dan BOMA Jabar beserta beberapa elemen massa di Jawa Barat, pada Selasa pagi, 17 Januari 2017 di Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung. Kang Anton Charlian direncanakan hadir di Pasir Impun”.

Secara terpisah Wa Ugis Suganda (65), salah satu Olot dari perwakilan Sabaki (Sa Banten Kidul) tepatnya di Cipta Gelar Kabupaten Sukabumi, sebagai salah satu Kasepuhan Adat  dari 20 Masyarakat Adat yang tergabung dalam BOMA Jabar, ketika dihubungi terkait rencana pertemuan di Pasir Impun (17/1/2017):”Wa Ugis dan rengrengan, akan hadir. Tujuannya, semata agar Jabar tetap kondusif, kalau kata Wa mah biar reugreug –lah tatar Sunda”.  (HS/IS/SA)

Add a comment

Temu Solusi Kasus Koperasi CSI di Bareskrim Polri – Masih, “Salah Kamar” …

DTN CSI BARESKRIM CopydestinasiaNews– Hasil pertemuan terakhir (9/1/2017) di Kantor Bareskrim Mabes Polri Gedung KKP Lantai 3 Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Jakarta Pusat, antar para pihak anggota Forkoma CSI (Forum Komunikasi Anggota) KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah - Baitul Maal Wat Tamwil - Cakrabuana Sukses Indonesia Syariah Sejahtera), Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI), Kepala Kantor Regional 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Sarwono, dan    Kepala Kantor OJK Cirebon Muhammad Lutfi, tampaknya masih belum berkententuan.

Pertemuan ini terkait pembekuan rekening Koperasi CSI (29/11/2016) diduga bernilai sekitar Rp 2,3 T. Sebelumnya (25/11/2016) terjadi penahanan oleh Bareskrim Polri bagi pengurus dan pengawas Koperasi CSI atas nama  M Yahya dan Iman Santoso. “OJK dan Satgas Waspada Investasi (SWI) masih ngotot di segi penegakan hukum semata. Mereka lupa akan rasa keadilan dan nuansa kesejahteraan,” papar “Astro” Rizky Ramdani yang diamini Riri Angelita, keduanya terjun mengadvokasi kasus ini dari Gerakan Hejo.

Ineu Purwadewi Sundari, Ketua DPRD Jabar yang sejak tanggal 20 dan 28 Desember 2017 memfasilitasi Forkoma CSI dan HLKI, hingga pertemuan ini terwujud, sesudahnya menyatakan:”Dari segi aspiratif dan normatif sudah dibawa hingga ke forum ini. Banyak hal yang dibahas. Pun dicari solusinya atas nasib ribuan anggota koperasi atau konsumen menurut versi HLKI. Ini, dilakukan di samping ranah hukum yang sedang terjadi,” ujarnya yang juga menyertakan Ketua Komisi l H. Syahrir, dan Anggota Komisi 3 Imas Masitoh dari jajaran lembaganya.

Salah Kamar

Penjelasan lain dari tim advokasi lain Gerakan Hejo, Riri Angelita:”OJK dan SWI masih berkutat pada praktik hukum yang salah kamar. Harusnya koperasi atau Kemenkop yang benahi ini. Badan hukum CSI itu koperasi seperti amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 1”, begitu ujarnya dengan penuh sesal – “Bila ada dugaan praktik seperti bank, binalah mereka. Janganlah dibinasakan semena-mena. Gegara pembekuan rekening, ribuan anggota terpuruk. Laporan ke polisi dari anggota koperasi atas kerugiannya, kan tidak ada sampai saat ini?!”

Dikonfirmasi perihal kemajuan atas penyelesaian masalah ini, yang bersifat win win solution seperti yang kerap diungkapkan Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo - memperjuangkan hak dasar sebagai anggota koperasi:”Terpenting para pihak bertemu dahulu. Ini luar ranah hukum yang sedang berjalan. Nasib puluhan ribu keluarga besar koperasi, satu atau dua bulan ke depan, tak terbayang jadinya …”.

Sekedar info, hadir dalam pertemuan ini dari pihak SWI Tongam Lumban Tobing selaku Ketua Satgas, dan Kombes Pol Muhammad Fadil Imran selaku Wadir Tipideksus Bareskrim Mabes Polri. “Satu hal kami sesalkan di pertemuan ini, ujug-ujug ada yang mewakili MUI Cirebon. Padahal, di agenda resminya tidak ada,” lagi ucap “Astro” dengan nada sesal mendalam.

Bagi Firman Turmantara, Ketua HLKI Jabar-DKI-Banten, masih seusai pertemuan yang ditunggu-tunggu hasilnya oleh puluhan ribu anggota Koperasi CSI yang menurutnya sebagai pihak konsumen yang harus dibela hak-haknya:”Kewenangan OJK dan SWI yang bersikukuh semata pada penegakan hukum, dengan melupakan rasa keadilan dan pembinaan, juga kesejahteraan. Ini bahan pertanyaan mendalam dan serius bagi saya dan tim. Dalam pertemuan tadi, ada juga nilai positipnya. Ini kabar baik bagi konsumen, harus ditindaklanjuti tentunya”.

Sementara Agung Hermawan, Sekertaris Koperasi CSI yang masih merasa kecewa karena dalam forum ini, tak diberi kesempatan mengungkapkan uneg-unegnya:”Dalam hal tertentu, pertemuan ini tidak berarti. Sesumbar OJK pernah datang untuk membina. Nyatanya, sebaliknya. Mereka sekedar datang, lalu sepihak melalui press rilis mengumumkan melalui mass media telah membina kami. Ini tak adil,” sembari menjelaskan perihal peran pengacara di internalnya yang tak begitu jelas kiprahnya, membela koleganya M Yahya dan Iman Santoso. (SA/IS/dtn)             

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01610475
Hari ini
Kemarin
219
1494