Eka Santosa Ketua FPOR: Mantan Pengurus KONI Jabar Insyaf?

DTN KONI insyafdestinasiaNews – Mantan Ketua KONI Jabar 2002 – 2006 Eka Santosa yang sejak 2014 bergiat sebagai Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olahraga) Jawa Barat, tampaknya makin geram dengan manuver pengurus KONI Jabar di bawah kepemimpinan Ahmad Saefudin sejak 2014 lalu. “Tak habis pikir, kepengurusan ini sejak awal menutupi kesalahan dengan kekeliruan baru. Nasib keolahragaan di Jabar jadi tak menentu, terutama pembinaan atlit. Lihat saja halaman di sekertariat KONI Jabar, seperti show room mobil saja…”, katanya di Alam Santosa Pasir Impun Kabupaten Bandung (3/3/2017).

Paparan Eka di atas terkait pemberitaan di harian umum Pikiran Rakyat tertanggal 2 Maret 2017 berjudul Mantan Pengurus Akan Gugat KONI Jabar dan Pusat. Intinya 

mantan pengurus KONI Jabar yang tergabung dalam Forum Jabar Ngahiji (FJN), yang menemui jajaran pimpinan Komisi V DPRD Jabar (1/3/2017) - , akan menggugat KONI Jabar dan KONI Pusat. Ini terkait reshuffle (18/2/2017) yang sarat pelanggaran hukum. Dugaannya, melanggar Undang-undang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).

Sikap Gubernur Jabar? 

”Syukurlah di antara para pengurus ada yang sudah insyaf, ternyata?!”, begitu sindirnya setelah dirinya bersama Abubakar Supriyono Ketua  GPJK (Gerakan Peduli Jabar Kahiji) di kawasan Burangrang Bandung (26/2/2017), untuk kesekian kalinya mengkritisi kinerja KONI Jabar yang penuh dengan penyelewengan AD/ART KONI Jabar.

“Tinggal sikap Gubernur Jabar selaku kepala pemerintahan, menurut undang-undang Ia sebagai pembina olahraga. Berhak membekukan kepegurusan KONI Jabar. Sebagai penanggungjawab APBD harus hati-hati. Jangan sembarangan mengeluarkan APBD untuk dana hibah, misalnya. Ia punya kewenangan untuk menyetopnya, apalagi kalau institusi itu diduga banyak melakukan pelanggaran”, pungkas Eka sembari ikut membenahi bangunan serba bambu saung ranggon yang sedang digarapnya di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa. (HS/SA/dtn)

Add a comment

Duet Eka Santosa & Abubakar Supriyono, Tanyakan Keabsahan Pengurus KONI Jabar: Ada yang Sakit?

DTN FPOR 2017 CopydestinasiaNews – Kabar baru kembali menyeruak dari Little White Café di Jl. Burangrang kota Bandung. Hari Minggu sore 26 Februari 2017, duet Eka Santosa Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olahraga) dan Abubakar Supriyono Ketua  GPJK (Gerakan Peduli Jabar Kahiji) secara bergantian untuk kesekian kalinya angkat bicara soal dugaan penyelewengan di tubuh KONI Jabar. “Pegangan kami hanya ini”, tegas Abubakar yang kerap disapa Abu sambil menunjukkan buku Undang-Undang No 3 Tahun 2015 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), kepada para pewarta.

“Di Pasal 40 UU No 3/2015 tentang SKN, pengurus organisasi olahraga harus independen dan mandiri, bukan pejabat publik maupun struktural. Di kepengurusan sekarang terdapat 15 anggota TNI yang masih aktif, 2 orang kepala seksi di Dinas Olahraga dan Pemuda Jawa Barat, serta 3 orang anggota DPRD Jabar”, jelas Abu terkait “reshuffle” pengurus yang ketiga kalinya di Hotel Papandayan pada Sabtu, 18 Februari 2017 – “Kami bukan berhadapan dengan institusinya, melainkan dengan oknum yang melanggar hukum”.

Demi memperkuat perlawanan itu, Abu disaksikan Eka menunjukkan sejumlah berkas pelaporan ke instansi yang berwenang, diantaranya: Bareskrim Polri Direktorat Tindak pidana Korupsi (04/2/2016) yang diterima oleh IS INDARTO, SE., M.H, dan ke Pomdam lll Siliwangi dengan Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Nomor STTLP/01/ll/2017 tertanggal Bandung, 7 Februari 2017.   

“Kalaupun ada sprint (surat perintah), apakah lebih tinggi dari undang-undang? Saya melawan orang yang melanggar hukum, bukan institusi tertentu,” tukas Abubakar, saat ditemui di kawasan Burangrang, Minggu sore itu.

Menimpali ujaran Abubakar, Eka Santosa yang sejak awal telah mengkritisi kepengurusan KONI Jabar seakan kembali memutar rekaman yang sudah kerap dilansir mass media, di antaranya: 1. Adanya manipulasi, dan money politik secara sistematis dalam Agenda Rapat Anggota KONI Jawa Barat Tahun 2014 menjadi MUSORPROVLUB. Menurutnya, ini melanggar AD/ART KONI yang dilaksanakan pada 13 – 14 September 2014 sehingga hasil MUSORPROVLUB cacat hukum. 2. Ketua Umum KONI Jawa Barat terpilih (Kolonel TNI Aktif/pejabat struktural) hasil MUSORPROVLUB, diduga keras melanggar Undang-undang SKN No 3 tahun 2005 dan Undang-undang RI no 34 tentang Tentara Nasional Indonesia pasal 47. 3. Laporan Pertanggungjawaban kinerja dan khususnya keuangan KONI Provinsi Jawa Barat periode 2011 – 2014 sebesar Rp. 367 miliar yang tidak melalui proses audit internal dan diduga melanggar AD/ART KONI. 4. Perubahan RAPAT ANGGOTA KONI TAHUN 2014, menjadi MUSOPROVLUB diduga tidak adanya upaya untuk mempertanggungjawabkan keuangan sebesar Rp. 367 miliar, otomatis ini melanggar AD/ART KONI yang dapat berakibat terjadinya masalah pidana korupsi. 5. Penggunaan Dana Hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pengurus KONI Jawa Barat 2011 -2014, yang diduga bermasalah, ini tidak sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Lainnya, Eka mensitir kembali bukti tertulis laporan penerimaan dan pengeluaran keuangan, sesuai surat perjanjian kerja sama pengadaan jasa Gathering PON XIX pada 2014. Dugaan kuatnya, penyelenggaraan Gathering PON XIX di Hotel Trans Bandung 23 Agustus 2014 lalu. Dalam surat perjanjian itu, penyelenggara kegiatan adalah KONI Jabar. Penyelenggara seharusnya PB PON.

Faktanya, surat perjanjian bernomor 165 A Tahun 2014 itu ditandatangani oleh Yeyen Rusyana Diyan yang tertera sebagai Ketua III pada 12 Agustus 2014. Anehnya, KONI Jabar malah melakukan penunjukan langsung kepada PT Diplus Indonesia sebagai penyedia jasa. Padahal dengan nilai kontraknya Rp 4,07 miliar.

“Harusnya ini dilakukan melalui lelang”, ujarnya dengan gesture geram mendalam. “Sepertinya, ada yang sakit!”.Tatkala ditanyakakan kira-kira sakitnya, apa? “Saya tak tahu itu sakit apa. Yang jelas oang-orang yang mengurus olahraga tentunya orang yang sehat semuanya”.

Ingatkan Gubernur Jabar

Paling anyar Eka mengomentari terbitnya pemberitaan di harian Pikiran Rakyat, Selasa, 28 Februari 2017 yang mengakomodir kritiknya terhadap KONI Jabar seperti diungkapkan oleh Kadispora Jabar Yudha M Saputra, menyangkut rencana anggaran hibah 2017 untuk KONI Jabar:”Jangan lagi berargumen sana-sini. Sudah tahu ada pelanggaran, masih dipertimbangkan lagi?! Setop saja rencananya, jika tidak ingin memperoleh resiko hukum”.

Lebih jauh menurut Eka, permasalahan KONI Jabar yang sudah semakin menggunung:”Gubernur Jabar harus turun tangan dan bersikap tegas. Nasib masyarakat olahraga Jabar jangan dibiarkan, seperti sekarang ini”, tutupnya. (HS/SA/dtn).

Add a comment

Orasi Ilmiah Gubes ITB Irda Fidrianny & Mubiar Purwasasmita – Terobosan SDA Indonesia, Apa Kabar?

GURU BESAR 1 CopydestinasiaNews – Katakanlah ini “duo guru besar ITB”, sepertinya mereka ini kompak mengingatkan kita – betapa sumber daya alam (SDA) kita sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan kita. Tinggal sumber daya manusia (SDM) kita, berhasratkah mengolahnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih?

“Inilah ikhsitar pemaparan dari keduanya yang ilmunya memang mumpuni dan aplikatif”, seru Effendy (48) dosen Perguruan Tinggi Negeri. Effendy adalah salah satu dari ratusan akademisi, para tokoh, dan praktisi lingkungan yang menyimak cermat sejak awal hingga penutupan orasi ilmiah di Balai Pertemuan Ilmiah (BPI) ITB Jl. Surapati No. 1 Bandung (24/2/2017).

”Tanaman berinteraksi kuat dengan lingkungan hidup di sekitarnya, demi mendapatkan pasokan makanannya. Bagian lingkungan yang berinteraksi kuat itu secara sistemik diakuisisi menjadi bagian dirinya yang disebut bioreaktor tanaman. Tak lain sebagai bagian dari tanaman untuk menyiapkan pasokan nutrisi yang diperlukannya”, papar Prof. Mubiar Purwasasmita (66), asal Sumedang Jawa Barat yang menjadi staf pengajar Fak. Teknik Industri ITB sejak 1978.

Mubiar yang dikenal di antaranya sejak 2001 sebagai aktivis lingkungan serta Ketua DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) yang dibiduki bersama dengan sesepuh Jawa Barat Solihin GP (91) mantan Gubernur Jabar (1970 – 1974), dan Eka Santosa mantan Ketua DPRD Jabar (1999 – 2004), secara meyakinkan – Bertani berbasis konsepsi bioreaktor tanaman kembangkan dan terapkan sebagai bagian action research di Indonesia, awali-lah dengan program tani hemat air.

Tak tanggung-tanggung Mubiar menguji teorinya di lapangan selama bertahun-tahun. Ia wujudkan dalam program CSR-CD PT Medco Energy yang diketahui kental diawaki pebisnis nasional Arifin Panigoro (72).

Implementasinya, yang terungkap dari orasi ilmiah Mubiar berjudul Transport Phenomena: Dari Model Reaktor Gas Cair Hingga Bioreaktor Tanaman,  di seluruh Indonesia kini ada 16.440 hektar sawah dan 42.279 petani terlatih telah menerapkan teknologi ini yang diinisiasi sebagai SRI Organik Indonesia. “Metoda tani organik system of rice intensification (SRI), semula di Madagaskar lalu dikembangkan di dalam negeri dengan konsepsi bioreaktor tanaman”, papar peraih Diplome de Doctorate du Genie Chimique dari Institut Nationale Polytechnique de ENSIC/INPL Nancy, Prancis (21/01/1985).

Inilah- itulah …

Salah satu hasilnya, pada kurun waktu 2001 -2016 upaya swadaya masyarakat yang dikawal beberapa LSM dan para tokoh masyarakat, mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi di lapangan. Contohnya – produktivitas dari 2 – 4 ton/hektar menjadi 9 – 12 ton/hektar secara terus menerus selama 26 musim. Ini hanya memakai bahan setempat, tanpa pupuk dan bahan kimia apa pun!

“Harapannya, bisa berproduksi 15 ton/hektar”, terang Mubiar sambil menunjukkan pameran produknya yang diapresiasi para hadirin di salah satu satu sudut gedung  BPI ITB – “Metoda ini bisa diterapkan untuk tanaman selain padi seperti sayuran, singkong, tanaman keras buah-buahan, karet, dan kelapa awit. Nanti, bisa menaikkan produksi hingga 3 – 4 kali”. 

Menurut Arifin Panigoro yang hadir secara khusus bersama Solihin GP dan Eka Santosa, selaku Ketua Umum Gerakan Hejo:”Teori Pak Mubiar yang dilakukan secara tekun dan saintifik, benar adanya. Bisa diaplikasikan, sudah saya terapkan di Merauke Papua, dan Sumatera Selatan. Negara butuh terobosan agrikultur seperti ini”

GURU BESAR 2 Copy“Sayang, terkadang pemerintah dan pemerintah yang mana ya? Tak begitu serius menerapkan SRI!” jelas Arifin Panigoro kala ditanya, apakah temuan Mubiar ini telah diapresiasi pemerintah? “Wah, ada macam-macam kendala di pemerintahan, salah satunya soal pupuk buatan, ini kan menyangkut industri pupuk?! Di sini banyak yang bermain …”, ujarnya tanpa menjelaskan jawaban lebih rinci.

Lebih khusus ditanyakan, penerapan SRI di Jawa Barat, bagaimana? “Wah, ini apalagi, serba inilah… serba itulah… tuh Mang Ihin tahu persis kendalanya…”, papar Arifin Panigoro sambil menunjuk seniornya Solihin GP dan sesama rekannya Eka Santosa. Keduanya, hanya bisa mesem-mesem penuh arti, menanggapi dialog ini.

 Obat Bahan Alam

Sebelum Mubiar memaparkan orasi ilmiahnya, ada guru besar  ITB lainnya, Prof. Irda Fidrianny (54), dari Sekolah Farmasi ITB dari kelompok keilmuan Biologi Farmasi, dengan bidang keahlian Fitokimia atau Standarisasi Bahan Alam. Kebanggaannya, Ia merupakan anak pertama dari Wali Kota Pekanbaru (1981 – 1986), Ibrahim Arsyad. Pun, satu-satunya perempuan Riau bergelar professor di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. 

Irda yang bersuamikan Syamsul Bahri, SH dengan berputrakan Luthan Riandy/Nurani Fitri Kireina, dan Ivan Hadyan, hari itu memaparkan orasi ilmiahnya berjudul: Peran Standarisasi dalam Konsisitensi Mutu, Keamanan dan Efek Obat Bahan Alam. 

Rujukannya dalam bidang farmasi 90 – 96% bahan alam yang digunakan berasal dari tumbuhan. Obat bahan alam Indonesia adalah obat bahan alam yang diproduksi di Indonesia. Keputusan BPOM – Badan pengawas Obat dan Makanan, ada 3 kelompok: jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka.

“Diketahui khasiat jamu berdasarkan penggunaan empiris di masyarakat. Klaim OHT berdasarkan hasil pre uji klinis, sedangkan fitofarmaka berdasarkan hasil uji klinis.”Idealnya, baik OHT maupun fitofarmaka menggunakan bahan baku yang berstandar”, papar Irda yang menjelaskan secara rinci hasil kajiannya tentang sumber bahan baku obat bahan alam sejatinya terklasifikasi dua yakni tumbuhan liar dan tumbuhan budidaya.

Ringkasnya, Irda yang bertahun-tahun menggeluti aneka bahan baku obat bahan alam, memandang perlu:”Standarisasi itu demi menjamin konsistensi mutu, keamanan dan efek obat bahan alam tersebut”.

Lebih jauh menurutnya, standarisasi ini tidak hanya terhadap bahan baku, melainkan terhadap proses. “Melalui bahan baku yang terstandar, proses yang terstandar, akan pula diperoleh produk yang terstandar”.

Secara gamblang, Irda paparkan bagaimana melakukan treatment standar untuk tumbuhan sumber bahan baku obat, mulai tumbuhan liar seperti tempuyung (Sonchus arvensis L) dan ki rinyuh (Eupatorium inulifolium Kunth). Dan untuk tumbuhan budidaya, Ia contohkan pada buah naga (Hylocereus sp) dan pisang (Musa sp).

Antioksidan & Radikal Bebas

Populernya, dewasa ini dalam khazanah dunia obat sering muncul istilah antioksidan dan radikal bebas. Antioksidan sederhananya suatu senyawa atau sekelompok senyawa sampel yang dapat mencegah terbentuknya radikal bebas (antioksidan primer).

Sebagian penutupnya oleh Irda dipaparkan bahwa bahan baku obat bahan alam akan berpengaruh terhadap mutu, efek dan keamanannya. Karenanya, sangat diperlukan proses standarisasi  demi menjamin konsistensi mutu, keamanan, dan efek obat bahan alam.

Tiga rencana ke depan yang dirasakan penting menurut Irda, di antaranya -Peningkatan kapasistas laboratorium standarisasi, demi pengkatan kerjasama dengan industry obat. Melakukan penelitian lanjutan tentang anti oksidan yang berkenaan perbedaan varietas, kultivar, marga, bagian tumbuhan, dan pebedaan tempat tumbuh. “Terakhir, lakukanlah penelitian tentang antioksidan yang berkaitan dengan perbedaan metode ekstrasi, perbedaan pelarut ekstrasi, dan perbedaan proses produksi produk”.

Paparan dari duo guru besar ITB, dimata Agus Warsito yang sehari-hari bergiat di Gerakan Hejo selaku Sekertaris Jenderal:”Ada korelasi nyata, kekayaan alam Indonesia makin disadari punya manfaat tak terkira. Dua guru besar ini, mengupas potensi SDA dan SDM, yang selama ini tidur. Maka, perlu kita bangunkan, biar meningkatkan nilai tambah”, paparnya sembari bertanya – “Trobosan lain dari para peneliti kita yang bisa diaplikasikan, demi ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan, hallo apa kabar?”.(HS/IS/dtn)

Add a comment

Tingkatkan Jiwa Nasionalisme, Menwa Batalyon XI/UPI Laksanakan Apel Satuan

Apel Angt 11

DestinasiaNews - Apel Satuan merupakan kegiatan rutin bulanan Menwa Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai pelopor Resimen Pendidikan, yang dilaksanakan setiap tanggal 17. Mengapa tanggal 17 Apel ini tidak semata-mata diselenggarakan begitu saja, namun ada peristiwa bersejarah yang melatarbelakanginya yaitu Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945.  Maka dari itu, diputuskanlah bagi seluruh anggota organik Menwa Batalyon XI/UPI wajib mengikuti Apel Satuan setiap tanggal 17 guna meningkatkan jiwa nasionalisme dengan mengingat hari bersejarah tersebut.

Apel Satuan ini dilaksanakan pada hari Sabtu pagi, 18 Februari 2017 di halaman upacara gedung Isola kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Kota Bandung, diikuti seluruh anggota organik menwa Batalyon XI/UPI kampus Bumi Siliwangi, menwa Batalyon XI/UPI Kompi Kampus Cibiru,  menwa Batalyon XI/UPI Kompi Kampus Sumedang dan menwa Batalyon XI/UPI Kompi Kampus Serang.

Dalam Apel Satuan terdapat beberapa penghargaan yang diberikan oleh Menwa Batalyon XI/UPI kepada anggota organik yang berprestasi. Bulan Februari ini, penghargaan diberikan kepada Muhamad Rajib (Pendidikan Teknik Elektro, 2016) sebagai Siswa Terbaik dalam Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran Angkatan XLV, Disa Fitri Nur Falah (PGPAUD Kampus Cibiru, 2016) sebagai Siswi Terbaik dalam Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran Angkatan XLV, Resta Ayu Chairunisa (Teknologi Pendidikan, 2015) sebagai Komandan Latihan Pra Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran T.A. 2016-2017, Evi Yuliany (Manajemen Industri Katering, 2013) sebagai Komandan Latihan Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran T.A. 2016-2017, Amalia Agustin (Pendidikan Bahasa Inggris, 2014) sebagai Kepala Staf Operasi Latihan Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran T.A. 2016-2017, serta yang terakhir Nada Aprilian Nur Jannah (Pendidikan IPS, 2015) sebagai Anggota Muda Ter-Rajin.

Komandan Menwa Batalyon XI/UPI, Urai Ramadhani (PJKR, 2013) mengatakan, “Selamat dan sukses saya ucapkan kepada anggota yang mendapatkan penghargaan pada bulan Februari ini. Apa yang mereka dapatkan tidak secara cuma-cuma diberikan begitu saja oleh Batalyon, namun ada usaha dan kerja keras yang mereka tunjukkan sehingga mereka lebih unggul daripada anggota yang lain,”

“Bagi anggota organik lainnya, jangan berkecil hati karena belum mendapatkan penghargaan seperti rekan-rekan kalian saat ini. Tapi sebenarnya, penghargaan itu tidak hanya diperoleh ketika Apel Satuan ini saja, melainkan penghargaan yang sesungguhnya adalah ketika kalian mampu mengabdi kepada almamater tercinta, Universitas Pendidikan Indonesia, mengabdi kepada Menwa Batalyon XI/UPI, mengabdi kepada bangsa dan negara. Ketika itulah kalian memperoleh penghargaan yang sesungguhnya dalam kehidupan kalian,” lanjut Urai.

Apel Anggt 11 b

Tak hanya itu saja, setelah mengabdi selama satu periode akan ada yang namanya perputaran masa jabatan. Sudah saatnya Remaja (tingkat pertama dalam Menwa) Angkatan XLIV menjadi Muda (tingkat kedua dalam Menwa), dan Muda Angkatan XLIII menjadi Madya (tingkat ketiga dalam Menwa). Maka pada Apel Satuan kali ini, dilaksanakanlah Penyematan Tanda Muda dan Tanda Madya yang diwakilkan oleh Katon Kharisma (Teknik Mesin, 2015) dan Aris Rismansah (PKn, 2014).

“Kenaikan tingkat dalam Menwa Batalyon XI tidak kami lewati begitu saja. Namun ada beberapa rangkaian tes yang kami ikuti. Tes ini diselenggarakan untuk menguji seberapa jauh pemahaman kami mengenai ilmu-ilmu yang kami dapatkan sejak Remaja hingga saat ini. Semoga dengan tersematnya tanda Muda di dada kami, menjadi pengingat bahwa kami sudah tidak lagi menjadi adik bungsu, tapi kini kami memiliki tanggungjawab untuk membina adik-adik yang baru bergabung dalam keluarga besar Menwa Batalyon XI/UPI.Ini… BUKAN MAIN” papar salah satu anggota Muda, Katon Kharisma.

Tentu saja dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan harus ada maksud dan tujuannya. Seperti kegiatan Apel Satuan ini. Selain untuk meningkatkan jiwa nasionalisme para anggota dengan mengingat peristiwa Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17, Apel ini berguna untuk mengecek kekuatan anggota serta memberikan penghargaan kepada anggota organik yang berprestasi tiap bulannya. (‘Azmi/dtn).

Add a comment

Forkoma CSI, Surat Kuasa & Niat Baik: Tak Sinkron !

FORKOMA CSI 1 CopydestinasiaNews – Bewara paling anyar dari Hari Suharso, Ketua Forum Anggota KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera atau kerap disebut Forkoma CSI (Forum Komunikasi Anggota – Cakrabuana Sukses Indonesia). Hari kala ditemui (17/2/2017) di Cirebon, menyoal progres koperasinya yang kini makin jauh dililit permasalahan hukum. “Ada yang tak sinkron antara yang diamanatkan Pak Yahya yang disaksikan Pak Iman Santoso menyangkut Surat Kuasa 14 Januari 2017 di Jakarta, setelah keduanya ditahan di Bareskrim Polri sejak 25 November 2016”.

Isi surat kuasa ini, memberi kuasa bagi Forkoma CSI melakukan upaya komunikasi dan penyelesaian perkara terhadap penanganan hukum baik litigasi dan non litigasi kepada pihak-pihak yang berkaitan, dan berwenang atas dugaan melakukan tindak pidana penghimpunan dana, dalam bentuk simpanan atau investasi berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha, dan tindak pidana pencucian uang.

“Seperti itulah isi surat kuasa itu. Belum maksimal, memang. Penyebabnya, ada segelintir pihak yang punya ego pribadi, dan pemahaman hukumnya kurang. Ini ganjalannya, kami tak diam…”, tambah Hari sambil menunjukkan surat kuasa itu yang ditandatangani di atas meterai sejak penahanannya di Bareskrim Polri sejak 9 Januari 2017.

“Kini muncul pihak yang mengupayakan pengembalian bagi sekitar 16.000 anggota Koperasi CSI. Bila niatnya murni, konsekuen, prosedurnya benar, serta disetui anggota, saya tidak apriori silahkan saja. Ini kewajiban koperasi, power koperasi itu ada di anggota. Kami tepis pula, Forkoma CSI itu illegal”.

Koperasi itu …

Kilas baliknya koperasi yang akta notarisnya berdasarkan Keputusan Menkop dan UKM Nomor 1162/BH/M.KUKM.2/V/2014, punya anggota sekitar 16 ribu dengan dugaan akumulasi dana sekitar Rp. 2,3 T, kini mandek, tersebab rekeningnya dibekukan Bareskrim Mabes Polri sejak 29 November 2016. Kasus ini dalam lansiran media massa popular dengan sebutan – investasi bodong koperasi CSI.

Diketahui dua pucuk pimpinan CSI itu, ditahan atas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim, dugaannya tindak pidana penghimpunan dana berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Penyidikan Bareskrim pun mengarah atas sangkaan pelanggaran pasal 3 dan 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dampak dari penahanan di Bareskrim Polri itu sejak 29 November 2016, rekening milik KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera dibekukan Bank Mandiri. Dugaannya, dana masyarakat sekitar Rp. 2,3 T milik 16.000 anggotanya yang tersebar di Nusantara dibekukan hingga kini. Keberadaan anggota koperasi yang punya kekuatan hukum, banyak diabaikan, penyebabnya karena ada yang mengatasnamakan 12 anggota direksi dari PT CSI. “Manuver dari yang pihak mengatasnamakan direksi PT CSI acap membingungkan anggota koperasi. Yang mengatasnamakan direksi itu lupa, keberadaan anggota koperasi punya kekuatan hukum”, timpal Hari dalam perbincangan ini. 

FORKOMA CSI 2 CopyEka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang tempatnya di Pasir Impun kerap dijadikan sebagai basis bagi anggota Forkoma CSI selama di Bandung, telah mempertemukan mereka dengan: Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari; Ketua HLKI Banten, DKI, dan Jabar Firman Turmantara; Senator DPR RI Erni Sumarni, dan Kepala Kantor Regional 2 OJK Jabar Sarwono; serta para pihak terkait lainnya:”Saya ingatkan lagi amanah Pasal 33 UUD 1945. Kekuatan anggota koperasi itu memang sudah lama termaktub. Kita nantikan upaya Forkoma CSI yang selama ini telah berupaya keras memperjuangkannya”.

Sementara itu Riri Angelita dari Gerakan Hejo, yang selama ini mengadvokasi Forkoma CSI bersama Rizky Ramdani yang akrab disapa Astro, mengomentari kondisi terakhir yang tidak menentu atas rencana pengembalian “investasi yang mandek” ini: ”Sebenarnya, tinggal niat baik dari pucuk pimpinan koperasi ini dibantu jajaran pengurusnya -masih adakah niat baik itu? Terlepas dari permasalahan hukum, idealnya prioritas itu harus ditumpukan pada kepentingan anggota, bukan yang lainnya. (SA/RR/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

Pemimpin Dari Birokrat Untuk Bandung Barat Masih Ideal

DestinasiaNews.com, Bandung Barat – Pertarungan politik merebut kursi Bandung Barat satu semakin menggeliat, Kali ini organisasi  DPC Taruna Merah Putih...

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

Manusia Pohon Aiptu Nunuh & Kapolsek Ibun Asep Dedi – Kembali, Tanam 2.500 Pohon

destinasiaNews – Menyongsong pengingatan hari pohon se dunia, kembali “Manusia Pohon” Aiptu Nunuh  dan kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menghijaukan...

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

Gerakan Hejo Garut & ‘Barudak’ XTC,  Plus Angin Metal Head, Tanam 1000 Pohon -  Biar, Air Terkendali …

destinasiaNews – Katakanlah ini ‘goup’ atau resminya DPD Gerakan Hejo Kabupaten Garut, seakan-akan ‘gak ada abiznya’ – Terus menghijaukan tatar...

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

Demiz Ditanya Wakilnya, Kala Berkunjung ke Partai Berkarya Jabar: Akan Diselesaikan Secara Adat

destinasiaNews – Ujung dari acara kunjungan Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jabar ke Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Pasir Impun...

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

Obsatar Sinaga: Dedy Mizwar Kunjungi Partai Berkarya Jabar, Ada Apa?

destinasiaNews – Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, terkait rencana kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ke...

Pengunjung

01694503
Hari ini
Kemarin
556
2180