Firman Turmantara, Ketum HLKI Terkait Kasus Koperasi CSI – Buka Blokir Rekening, Uang itu Milik Anggota!

DTN CSI HLKIMerebaknya kasus investasi KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera (Koperasi CSI) di Cirebon Jawa Barat, yang beroperasi sejak 2014-an. Akhir November 2016, memuncukanl semburat keresahan dari sekitar 16.000-an anggota atau nasabahnya. Selama 5 tahun berjalan, anggotanya merasa nyaman - menuai bunga simpanan rerata 5% per bulan. Puncaknya, dua pengurus inti M Yahya dan Iman Santosa (25/11/2016) ditahan Bareskrim Polri atas pengaduan OJK Cirebon. Lanjutannya, pembekuan rekening Koperasi CSI (29/11/2016) oleh Bank Mandiri atas permintaan Bareskrim Polri.

Di bawah ini cuplikan wawancara ekslusif dengan Ketua Umum HLKI (Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia) Jabar – DKI – Banten, Firman Turmantara. Ia meninjau persoalan ini dari segi hak konsumen. Wawancara ini seusai pertemuan khusus dengan Forkoma (Forum Komunikasi Anggota) CSI di kediaman Eka Santosa di Pasir Impun Kab. Bandung  (5/1/2017) selaku Ketua Umum DPP Gerakan Hejo. Titik tumpu Eka Santosa dalam guliran problema ini, semata memperjuangkan hak anggota koperasi.

Inilah cuplikannya ...

Makna pertemuan ini bagi Anda?   

Hari ini ada pengerucutan, demi penyamaan persepsi sebagai anggota Koperasi CSI atau saya melihatnya sebagai konsumen. Pun di dalamnya ada ‘direksi’ dan pengurus Koperasi CSI. Dua hal saya amati, dari bidang hukum perlindungan konsumen. Khusus untuk ‘direksi’dilihat sebagai pelaku usaha. Dalam persepsi saya konsumennya cukup banyak,  mencakup 15 ribu-an anggota, plus berapa mulut yang ada dibelakangnya?

Kepedulian pemerintah?

Soal ini harus menjadi kepedulian pemerintah, padahal sebelumnya tidak ada anggota yang melaporkan kerugiannnya ke HLKI. Terkait kerugian konsumen yang dilakukan direksi atau pengurus, justru ini yang menjadi persoalan pelik. Penyebabnya malah pihak ke 3, melaporkan ke Bareskrim - dalam hal ini pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Di sisi lai, faktanya, tidak ada anggota yang merasa dirugikan.  

Akal sehat kita, adakah?

Rasanya, di sini saya merasa ada yang tidak masuk akal. Malah, merasakan ada yang unik dari kasus ini. Selama memimpin HLKI yang berkomitmen pada hukum perlindungan konsumen  - lazimnya, yang bersengketa itu antara konsumen dengan pelaku usaha.  Secara teori maupun faktual, dalam kasus ini tidak ada konsumen yang dirugikan selama 5 tahun berdirinya badan hukum ini. Kembali, malah tidak ada keluhan dari konsumen ke HLKI. Keresahan konsumen itu muncul setelah ada pihak ke-3 lain (leasing,dll), tepatnya setelah rekening dibekukan.  

Evaluasi sejenak atas kasus ini?

Mohon evaluasi atas kasus ini, cabutlah laporan polisi. Bukankah OJK yang melaporkannya? Akibat kebijakan OJK ini, mereka luput terhadap adanya pihak ke-3 atas kepentingan ribuan konsumen.  Sementara di OJK sendiri ada divisi perlindungan konsumen. Dalam hal ini, saya justru akan mempertanyakan peran pengawasan di OJK. Siapa pengawas OJK itu? Akan kita lihat,  siapa yang mengangkatnya?  Presiden atau legestasif? Mengapa hal ini bisa terjadi?

Kontradiksi seperti apa?

Mohon diperbesar saja statemen saya, tulislah besar-besar – di sini ada kontradiksi BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen), seharusnya untuk melindungi konsumen dan masyarakat, namun disisi lain menzalimi konsumen.  Saya nyatakan, fungsi OJK itu apa? Yang terjadi, tokh kondisi mereka ini sedang harmonis - antara pelaku usaha dan konsumen. Justru, terganggu karena adanya tindakan OJK. Jadinya, OJK itu lebih mementingkan penegakan hukum dibanding azas manfaat dari hukum dan rasa keadilan.

Dalam hukum itu ada tiga hal - penertiban, manfaat, dan keadilan. Artinya, dua fungsi ini luput dari perhatian OJK. Ada ribuan konsumen menjadi korban. Saya nyatakan, di sini ada kesalahan pengamatan atas tindakan OJK.  Hal ini pun masih ‘debatable’ – sedikitnya ada hal OJK - menerapkan hukum dengan melangar hukum yang lain atau hak orang lain.

Jalan keluarnya?  

Saya akan memperjuangkan hak konsumen sampai kapan pun! Di persoalan ini, ada pelangaran. Saya akan urus sendiri, dan tidak akan intervensi terhadap penanganan masalah hukumya.  Saya akan konsentrasi ke hak konsumen dan kewajiban konsumen.  

Musyawarah, mungkinkah?

Sebagai Ketua Umum HLKI, saya akan memperjuangkan hak dan kewajiban konsumen yang sudah dilangar atas kebijakan ini. Bila ada upaya musyawarah, baguslah hal ini dilakukan. Nah, barangkali selama ini, memang belum ada persepsi yang sama – inilah yang luput dalam permaslahan ini, kepentingan konsumen dilupakan OJK.  Melalui pemaparan tadi, bisalah kita memberikan masukan kepada OJK maupun Bareskrim. Di samping itu, benahilah perizinan. Menurut saya, ini wilayah hukum adminitrasi. Kalau pun ada ranah pidana - belum ada pihak-pihak yang dirugikan, terutama konsumen.

Prospek pertemuan HLKI, Forkoma CSI, OJK-SWI, dan Bareskrim di Jakarta pada 9 Januari 2017?

Semoga kelak muncul saling memahami. Kedudukan konsumen itu paling strategis. Perekonomian tanpa ada konsumen, tidak ada artinya. Selanjutnya, nkebijakan OJK yang memunculkan kredit macet, apakah ini sudah terpantau atau telah dikaji sebelumnya oleh OJK? Fenomena kredit macet yang diderita hampir 80% konsumen dari sekitar 16 ribuan anggota atau konsumen, memunculkan efek bumerang dan bom waktu. OJK seakan melemparkan tindakan namun, berbalik kembali ke dirinya.

Dari segi kemanusiaan dan hati nurani sebelum yang terburuk menimpa kita - segera tolong dicabut pemblokiran rekening, kerena itu uang milik konsumen. (SA/RR)

Add a comment

Eka Santosa Mengapresiasi Langkah Ketua DPRD Jabar Terkait Kasus CSI

DTN DPRD JabardestinasiaNews – Sesi baru menjelang audiensi lanjutan yang diajukan anggota Forkoma CSI (Forum Komunikasi Anggota) KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah - Baitul Maal Wat Tamwil - Cakrabuana Sukses Indonesia Syariah Sejahtera), yang Rabu (28/12/2016) untuk kedua kalinya bertemu dengan Ineu Purwadewi Sundari, Ketua DPRD Jabar. Dalam pertemuan terakhir ini, Forkoma CSI mengajukan audiensi lanjutan pada 9 Januari 2017  di Jakarta – Pertemuan para pihak dengan OJK - Satgas Waspada Investasi, dan Bareskrim Mabes Polri.

Rencana pertemuan Forkoma CSI di Jakarta yang difasilitasi Muhammad Lutfi Kepala OJK Cabang Cirebon, juga menyertakan Firman Tumantara Ketua HLKI (Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia), di antaranya, mempertanyakan: Penahanan Bareskrim Polri sejak 25 November 2016 atas nama dua pengurus Muhammad Yahya dan Iman Santoso, serta nasib pembekuan rekening koperasi CSI sejak 29 November 2016. 

Kemelut rekening Koperasi CSI yang berlanjut hingga pembekuannya yang diduga senilai Rp. 2,3 T, milik sedikitnya 15.964 anggota, sejak November 2016,  semakin mencuat di ranah mass media. Penahanan kedua pengurus koperasi CSI ini didasarkanatas laporan OJK dan satgas Waspada Investasi ke Bareskrim atas dugaan tindak pidana penghimpunan dana berdasarkan prinsip syariah tanpa izin usaha sebagaimana dimaksud pasal 59 UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Lanjutannya, penyidikan Bareskrim mengenakan sangkaan tindak pidana pencucian uang sesuai pasal 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Prihatin

Menanggapi persoalan ini, Ineu Purwadewi yang telah dua kali (21 & 28/12/2016) menerima keluhan  dari para anggota Forkoma CSI, seperti dilansir oleh banyak mass media, sangat prihatin di tengah upaya serius mencari solusi atas permasalahan kompleks ini.

“Ibu Ineu sangat sangat serius menangani ini. Terbukti, sejak pertemuan pertama, hingga saat ini beliau terus mendiskusikannya. Termasuk menghubungi pihak terkait dan Polda Jabar”, ujar Daud Ahmad, Sekertaris DPRD Provinsi Jawa Barat ketika dikonfirmasi (4/1/2017) progres rencana pertemuan 9 Januari 2017 di Jakarta – “Sayangnya kepastian jadi tidaknya pertemuan 9 Januari, masih belum ada kepastian. Bila ada perkembangan, akan kami beritahu”.

Tatkala diklarifikasi, adakah upaya keras dari Ketua DPRD Jabar dalam permasalahan ini upaya keras untuk meng-SP3-kan, terkait tuntutan yang kini mengemuka dari Ketua Forkoma CSI? “Setahu saya peran Ibu dalam hal ini aktif menjembatani para pihak yang terlibat. Bagi Ibu tentu yang diharapkan terjadi win win solution. Saya kira ini harapan kita semua”, jelas Daud yang turut mengagendakan permaslahan ini dibahas oleh para pihak di DPRD Jabar hingga ke tingkat pusat.

Anggota Koperasi

Sementara itu  Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang kantor sekertariatnya digunakan tempat singgah anggota Forkoma CSI selama di Bandung, diklarifikasi perihal rencana pertemuan Forkoma CSI di Jakarta:”Berharap pertemuan nanti di Jakarta ada jalan keluar yang pasti. Fokus saya sejak awal persoalan ini, semata memperjuangkan hak anggota koperasi yang sah. Saya mengapresasi upaya Ketua DPRD Jabar yang cepat tanggap ditengah kesibukannya”. (SA/dtn)

Add a comment

Menwa Batalyon XI/ UPI, Mengikuti Penataran Pelatih di Markas Kostrad Yonif 303 Raider

 ToT Yon XI 303 Kostrad1

DestinasiaNews - Hanya tinggal menghitung hari menuju kaderisasi anggota baru Menwa Baralyon XI Universitas Pendidikan Indonesia (YON XI/UPI). Tidak hanya siswa bakal calon anggota menwa YON XI/UPI yang mempersiapkan fisik, mental dan lainnya, namun bagi anggota aktif Menwa YON XI/UPI, harus mempersiapkannya juga, sebagai bentuk persiapan sebelum DIKLATSARMIL 2017.

Adapun pendidikan pelatih tersebut digelar di Yonif 303 Raider Kabupaten Garut, dilaksanakan tanggal 23-25 Desember 2016, diikuti 30 peserta Menwa YON XI/Upi

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih fisik, mental dan meningkatkan jiwa korsa anggota Menwa YON XI/UPI, sebelum menyambut adik-adik baru. Semangat dan antusiame anggota dalam mengikuti kegiatan ini menjadi pendorong dan pemicu semangat para pelatih Kostrad Yonif 303 Raider dalam mentransferkan ilmunya kepada anggota Menwa YON XI/UPI, kata Amalia, Minpers Menwa YON XI/UPI

Selama dua hari berturut-turut Menwa YON XI/UPI digembleng, diasah, dididik, dan dilatih berbagai macam ilmu kemiliteran. Mulai dari penegenalan materi Patroli Pengintaian, Patroli Penyergapan, Patroli Penghadangan, Mountenering, Menembak, dan juga Navigasi Darat. Materi teori dan praktek dilaksanakan secara bergantian, tegas Amalia menambahklan.

ToT Yon XI 303 Kostrad2

Pada hari pertama, anggota Menwa YON XI/UPI mengikuti kegiatan pematerian di dalam kelas. Kegiatannya adalah penyampain beberapa materi yang akan disajikan oleh Gumil dari Kostrad Yonif 303 Raider. Saat kegiatan berlangsung semua peserta aktif bertanya dan memberikan konstribusi untuk bertukar pikiran bersama saling berbagi ilmu. “Guru atau pun pelatih sama saja, yang terpenting adalah ilmu yang diberikan.” Ujar Hendriano Meggy, Wakil Komandan Menwa YON/XI UPI, saat dihubungi melalui telepon selularnya.

“Kegiatan ini sangat menyenangkan. Belajar sambil bermain,” Ungkap Reza salah satu peserta pendidikan pelatih dan juga sebagai Danton Menwa YON XI/UPI. Memang betul menyenangkan karena kebanyakan dari materi teori diperaktekan langsung. Salah satu contoh, meteri patroli pengintaian dilaksanakan di lapangan dan diperaktekan secara langsung. Peserta dibekali senjata laras panjang jenis SS1, untuk melakukan pengintaian terhadap sasaran atau musuh di tempat kejadian. Pada kehidupan nyata materi ini dapat diaplikasikan dalam pengamatan kegiatan mahasiswa di kampus meskipun tanpa menggunakan senjata.

Hari kedua, peserta diajarkan bagaimana merncang kegiatan salah satu contohnya adalah monutenering.  Mountenering terdiri dari berbagai macam bentuk diantaranya snappling dan rappeling. Kegiatan vertikal ini dilaksanakan secara bergiliran oleh peserta. “Sungguh menantang adrenalin saat harus turun setinggi 20 meter menggunakan tali karmantel. Tapi, ini sangatlah menyenangkan dan membuat ketagihan.” ujar Nada salah satu anggota Teritorial, papar Reza

ToT Yon XI 303 Kostrad

Penataran pelatih ini tidak luput dari dukungan para ikatan alumni Menwa YON XI/UPI. “Berlatihlah dengan sungguh-sungguh, petik ilmu sebanyak-banyaknya. Jadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk memupuk jiwa disiplin dan bertanggungjawab. Sedikit orang yang memiliki kesempatan berlatih bersama TNI. Gunakan waktu yang ada semaksimal mungkin,” kata Urai Ramadhani, Komandan Menwa YON XI/UPI.

Pada sore harinya, anggota Menwa YON XI/UPI dilatih untuk menembak. Meskipun, beberapa anggota sudah sering melaksanakan kegiatan menembak, namun antusias anggota tidaklah surut. Semuanya sangat bersemangat untuk menembak. Sayangnya, saat menembak cuaca kurang mendukung. Peserta Penataran Pelatih basah kuyup terkena hujan. Meskipun hujan mengguyur, kegiatan menembak ini tetap dilaksanakan, ujar Urai

Hasil dari Penataran Pelatih ini memberikan pengalaman, motivasi, semangat, dan pengetahuan baru bagi anggota Menwa Yon XI dalam mempersiapkan dirinya menjadi seorang pelatih. Harapannya kegiatan ini menjadi dasar dari kesuksesan kegiatan DIKLATSARMIL Menwa YON XI/UPI, pungkas Urai, (Amalia/dtn).

Add a comment

Lagi, Forkoma CSI Bertemu Ketua DPRD Jabar & Kepala OJK Cirebon – Temu di Bareskrin & SP3

DTN CSI DPR 1 CopyDestinasiaNews – Untuk kesekian kali pegiat Forkoma CSI (Forum Komunikasi Anggota) KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah - Baitul Maal Wat Tamwil - Cakrabuana Sukses Indonesia Syariah Sejahtera). Rabu (28/12/2016) bertemu untuk kedua kalinya dengan Ineu Purwadewi Sundari, Ketua DPRD Jabar, dan Kepala OJK Cabang Cirebon, Muhammad Lutfi, serta yang juga dihadiri Ketua HLKI, Firman Tumantara.

Ineu dalam pertemuan ini menindaklanjuti tuntutan Forkoma CSI, tersebab pembekuan rekening koperasi CSI per 29 November 2016 oleh Bank Mandiri atas permintaan Bareskrim Polri menimbulkan ketidakjelasan bagi sekitar 15.964 anggotanya.

Dalam kesempatan ini Kepala OJK Cabang Cirebon selain siap memfasilitasi anggota Forkoma CSI untuk berkomunikasi dengan Bareskrim Polri, tak lupa Ia nyatakan pemblokiran rekening ini bertujuan agar uang tersebut  tidak dibawa kabur pengurus.   

Sementara menurut Hari Harsono, Ketua Forkoma CSI, pihak DPRD Jabar dan OJK Cabang Cirebon intinya siap memfasilitasi pertemuan dengan Bareskrim Polri. “Sekalian akan kami ungkapkan nanti usulan SP3”, ujarnya.

DTN CSI DPRD 2 Copy”Bila diperlukan sesuai aturan yang berlaku, Kami siap menjamin pembebasan pimpinan kami, biar rekening beku itu bisa cair”. Yang dimaksud pimpinan mereka itu, tak lain  Muhammad Yahya dan Iman Santoso yang ditahan Bareskrim Polri sejak 25 November 2016. “Pembebasan Ini untuk meredam gejolak sosial yang dialami ribuan anggota”, tambah Hari Harsono dengan penuh harap.

Koperasi & SP 3

Terungkap dalam pertemuan ini yang juga dihadiri Ketua Umum HLKI (Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia), Firman Turmantara, Riri Angelita yang mengadvokasi Forkoma CSI kembali mempertanyakan kewenangan OJK dalam kaitan laporan ke Bareskrim Polri. “Koperasi CSI itu berbadan hukum. Harusnya yang melakukan pengawasan Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah”, ujarnya sambil menunjukkan lembaran legalitas dari koperasi CSI yang tertera Keputusan Menkop dan  Usaha Kecil dan Menengah Nomor 1152/BH/M.KUKM.2/V/2014.

Dikonfirmasi perihal pertemuan terakhir Forkoma CSI di DPRD Jabar (28/12/2016) dan terakhir pertemuannya dengan Redaksi Galamedia di Bandung (29/12/2016) Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang lokasinya di Pasir Impun Kabupaten Bandung digunakan sebagai tempat singgah anggota Forkoma CSI selama di Bandung:“Adanya tuntutan deras meng-SP3-kan permasalahan ini, silahkan saja. Namanya juga aspirasi warga. Saya kira melaluui komunikasi antar para pihak, harapannya ada solusi dari kebuntuan ini. Fokus saya hanya satu, hak anggota koperasi, itu dijamin undang-undang”. (SA/dtn)

Add a comment

Eka Santosa, Gerakan Hejo, Kasus Kerang Hijau Suranenggala Kapetakan Cirebon – Aparat Jangan Saling Tuding!

Kerang 4 CopyDestinasiaNews -  Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo yang selama ini bergandengan-tangan dengan sesepuh Jabar Solihin GP, disela-sela menerima aneka kunjungan dari berbagai daerah di Jabar bahkan pelosok Nusantara di kantornya - Sekertariat Gerakan Hejo di Pasir Impun Kabupaten Bandung -  dilapori terjadinya dua korban tewas (11/12/2016) nelayan Desa Suranenggala Kapetakan Kabupaten Cirebon, tampak kecewa. Terlebih penyebabnya, dugaan   mengkonsumsi kerang “beracun”, dampak limbah B-3 industri. “Dua belas nelayan lainnya sempat dirawat di rumah sakit, juga ya?” tanggap Eka sambil menyesalkan – “Oktober 2016 saya bertemu langsung dengan pihak KKP membahas kondisi pesisir di pantai selatan dan utara Jabar. Termasuk kondisi lingkungan di Cirebon.

Yang dimaksud pihak KKP, tak lain  Dirjen PRL (Pengelolaan Ruang Laut) -KKP RI, Brahmantya Satyamurti Poerwadi. Lebih jauh pembahasan dengan Dirjen PRL-KKP RI kala itu, meliputi rencana pagelaran budaya pesisir. “Praktiknya, menggabungkan kiprah musisi Iwan Fals dan Doel Sumbang. Pencemaran berat di pantai Cirebon termasuk yang intensif dibahas. Tak heran sekarang timbul bencana, dari dulu ini sudah zona merah, termasuk pantai di Indramayu dan Karawang”.

Kerang 2 CopyMencermati silang pendapat musabab kasus limbah B3 di Desa Suranenggala Kabupaten Cirebon:”Saling lempar tanggung-jawab dari pejabat setempat di Kabupaten Cirebon, lalu dilempar ke Provinsi Jabar, sangatlah mengecewakan”, urai Eka menanggapi pemberitaan penanganan kasus lingkungan (16/12/2016) - Kepala Sub Bidang Pengendalian dan Pengawasan Pencemaran BLHD (Badan Lingkungan Hidup Daerah) Kabupaten Cirebon Iman Hidayat: kasus ini bukan wilayah kewenangannya. Alasannya, wilayah perairan pesisir utara Cirebon merupakan ranah BLHD Provinsi Jawa Barat.

“Korban sudah terlanjur jatuh, masih pula ribut soal kewenangan. Ini bikin sesak dada saya. Padahal limbah di sana sudah kasat mata dari sejumlah industri di sekitarnya. Tindakan hukum, beku di sini dan harus ditindaklanjuti”, ujar Eka disela-sela menerima tamu di Pasir Impun.

Kerang Mati  

Kerang 1 CopyPantauan redaksi tentang kasus ini, analisa sementara (24/12/2016) menurut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat, kerang beracun ini akibat memakan plankton yang terkontaminasi B3 buangan pabrik. Laporan HNSI Kab. Cirebon, pabrik terdekat dengan pantai di kawasan pantura adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara. Diketahui limbah proses produksinya langsung dibuang ke sungai yang mengalir ke muara pantai utara.

Terpantau dalam diskusi antara HNSI Kab Cirebon dengan DPD HNSI Jawa Barat di Dago Pakar Bandung (24/12/2016), terungkap temuan tempat budidaya ikan termasuk kerang hijau ini sangat memprihatinkan. Di lapangan, selain kotor, air yang menggenangi tempat budidaya kerang itu, tampak kumuh dan berbau menyengat.

Kondisi di lokasi budidaya kerang di Gebang, Suranenggala, Cirebon Utara, pun di pelabuhan ikan Bondet, kini mendangkal. Kondisi air setempat sangat keruh, kotor, juga berbau tidak sedap. Nelayan dan warga di sekitar muara sungai, mengklaim limbah itu buangan pabrik.

"Sedikitnya 90 persen kerang hijau yang dibudidaya di kawasan pantai utara mati. Jelasnya, di Gebang akibat limbah yang dibuang dua pabrik PLTU yang berkekuatan masing-masing 5000 MW," ungkap H. Suherman, SH, MBA, Ketua DPC HNSI Kab. Cirebon.

Tidak hanya itu, belasan ribu nelayan yang mengandalkan kerang hijau juga hampir kehilangan pekerjaan, karena produksi kerang hijau menurun drastis. Kini setelah ekpose kejadian keracunan kerang hijau merebak, masyarakat tidak mau mengonsumsinya.

Suherman menguraikan, selain limbah PLTU yang bermuara ke laut utara itu juga bercampur buangan pabrik Indofood, pabrik gula, pabrik Indocement, limbah pertanian, dan domestik. "Jaraknya sekitar 5 mil dari pantai, airnya sudah terkontaminasi limbah. Kami ajak pemerhati lingkungan, pemerintah bersama HNSI, lakukanlah pengecekan dan penelitian di lapangan," ujar Suherman yang tampak geram.

Lebih jauh pengurus HNSI Kabupaten Cirebon, dalam rilisnya temuan buangan limbah pabrik berindikasikan racun yang tidak hanya berdampak pada kerang hijau, pun pada udang, kepiting, rajungan, dan jenis ikan lainnya.

"Situasi ini benar-benar menyusahkan nelayan tangkap dan budidaya laut. Produksi kerang hijau pun menurun 80 persen," papar Suherman sembari mengungkapkan – “Beruntung, sekarang sudah ada larangan pemerintah daerah untuk tidak mengonsumsi kerang hijau.”

Uji Laboratorium

Kerang 3 CopyDi Bandung (24/12/2016) laporan ini bagi Ketua DPD HNSI Jawa Barat berinisiatif membawa kasus ini lebih lanjut. "Jika terbukti racun itu berasal dari limbah pabrik A, B, atau C, kami akan bawa masalah ini ke ranah hukum. Massa pun siap dikerahkan, jika perlu,” ujar H. Nandang A Permana yang dalam waktu dekat akan mengambil sampel air untuk uji laboratorium. 

Kembali ke Pasir Impun Kabupaten Bandung, memungkas repotase ini Eka mewanti-wanti:”Ke depan persoalan yang sudah lama didiamkan oleh penegak lingkungan di daerah setempat, segera diungkap, temukan solusinya di lapangan. Gerakan Hejo, siap membantu menjernihkan persoalan  ini dengan pendekatan budaya dan lingkungan”. (HS/SA/dtn)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

Aktivis HAM Bandung di Taman Cikapayang, Pasang Aksi – “Dari Gulita Terbitlah Pelita …”

destinasiaNews – Ibaratnya, jalan terang itu masih sebatas angan-angan. Padahal, reformasi di negeri ini telah muncul sejak 1998. Sempat kala...

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

Eka Santosa Beri Materi Kebangsaan ke Generasi Muda – Berguru, ke Rambo & Super Hero?!

destinasiaNews – Suasana Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, hutan buatan seluas 4,5 ha, yang kini melebat kembali sejak ditanami...

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

Kasus Pembebasan Lahan PLPR Palabuhanratu di PTUN Bandung, Hadirkan Saksi dari Tergugat

  destinasiaNews -  Lanjutan sidang “pembebasan lahan” PLPR Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi di PTUN Bandung Jl. Diponegoro Bandung, nama resmi perkara...

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

Rahasia Kulit Cerah Bercahaya Dengan Wardah White Secret Pure Treatment Essence

DestinasiaNews – Hi Destiners, ada rahasia baru dari Wardah untuk kulitmu! Kali ini, Wardah meluncurkan inovasi terbarunya yaitu Wardah White...

Bandung Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

Bandung  Photo Studio Digital & Lab - Ifan Chandra "Sekali Berarti"

destinasiaNews - Wow, urusan foto diri yang keren berharga terjangkau, di Bandung rasanya hanya satu. Ini dia  bidang usahanya, namanya...

Pengunjung

01610517
Hari ini
Kemarin
261
1494