Crown Group Pasarkan Hunian Vertikal ke Indonesia

Crown Group1

destinasiaNews – Sebuah perusahaan terkemuka dari Australia, yang memiliki se-gudang pengalaman dan penghargaan yaitu Crown Group Holdings (Crown Group), merupakan perusahaan yang fokus dalam pengembangan properti, investasi properti, dan hotel, yang ber-home based di Sydney. Perusahaan ini didirikan pada 1996 oleh arsitek asal Indonesia, Iwan Sunito bersama Paul Sathio.

Crown Group telah sukses dalam megembangkan mega proyek properti prestisius pada sejumlah lokasi strategis di Sydney, seperti Bondi, Parramatta, Ashfield, Epping, Homebush, Newington, Pennant Hills dan Rhodes dan yang terakhir Skye by Crown Group di North Synney.

Saat ini Crown Group sedang menawarkan portopolio dengan total nilai pengembangan ataugross development value (GDV) lebih dari USD 3 miliar atau sekitar Rp. 43,2 triliun, yaitu pengembangan tiga proyek raksasa di Australia antara lain Infinity by Crown Group di kawasan Green Square, Arc by Crown Group di jantung kota Sydney, serta Waterfall by Crown Groupdi Waterloo. Pada November 2018 Crown Group akan meluncurkan proyek terbarunya di Waterloo.

Hal tersebut dikupas tuntas dan lugas oleh duo petinggi Crown Group Indonesia yaitu, GM Strategic & Corporate Communication Crown Group Indonesia, Bagus Sukmana dan Head of Major Project Sales Crown Group Indonesia, Herman Suwito, pada saat Media Luncheon di The Luxton Hotel Jalan Ir. H.Juanda Kota Bandung, Selasa, 10/7/2018, dihadiri para pelaku bisnis properti dan tamu undangan lainnya.

Menurut Bagus panggilan akrab Bagus Sukmana, bahwa big boss Crown Group (Iwan Sunito), adalah pria kelahiran Surabaya (1966) yang besar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah dan melanjutkan studinya di Australia. Tak heran jika Iwan Sunito itu berbisnis disektor properti kerena sangat melekat dengan latar belakang disiplin ilmunya yaitu sebagai penyandang gelar Bachelor of Architecture (Hons) dan Master of Construction dari University of New South Wales (UNSW) Australia.

“Di Australia, Crown Group tumbuh menjadi salah satu perusahaan pengembang properti terkemuka, dan buah karyanya diwujudkan dengan meraih University of New South Wales (UNSW) Eric Daniels award for excellence in residential design (1993),” papar Bagus.

Rencana pembangunan yang berlokasi di 48 O'Dea Avenue Waterloo tersebut terdiri dari 384 unit apartemen mewah di lima menara hunian, dari 4 hingga 19 lantai serta gabungan restoran, kafe, dan pertokoan, dirancang oleh kolaborasi arsitek kondang asal Jepang yang mendunia, Kengo Kuma dengan firma arsitektur Australia, Koichi Takada Architects, kata Bagus

Rancangannya membentuk sebagian dari pembangunan lima menara hunian di Waterloo yang mencakup tiga menara, dirancang secara eksklusif oleh Koichi Takada Architects dan sebuah manara dirancang oleh arsitek asal Sydney, Silvester Fuller. Menara hunian setinggi 19 lantai ini akan menampilkan kolam renang tanpa batas, terletak di roof top menara, pusat kebugaran dan ruang komunitas dengan eksterior hijau penuh tanaman yang dirancang untuk menghadirkan hutan rimbun vertikal, ujar Bagus 

Lebih lanjut Bagus, mengungkapkan peluang pasar properti di Indonesia cukup besar, kendati ekonomi secara umum sedang menurun, namun properti jalan terus. Dari total 384 unit apartemen yang dibangun di Australia itu, sebanyak 50 unit dialokasikan untuk dipasarkan di Indonesia dan sebanyak 20 unit sudah diminati. Jumlah itu bisa bertambah lagi," jelasnya

“Konsumen asing yang meminati apartemen yang sedang dibangun oleh Crown Group di Australia itu paling besar berasal dari China dan Indonesia. Hal itu dikarenakan Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito berasal dari Indonesia, mungkin karena ada ikatan emosional dengan owner-nya, makanya banyak konsumen asingnya dari Indonesia," ungkapnya.

Crown GroupHal senada disampaikan, Head of Major Project Sales Indonesia Crown Group, Herman Suwito mengatakan ada beberapa keuntungan yang didapatkan konsumen yang membeli apartemen tersebut, diantaranya uang muka hanya 10% dan sisanya baru dibayar setelah bangunannya selesai, tahun 2020 mendatang.

Status kepemilikan unit apartemen itu seumur hidup, bisa diwariskan, harga jual unit apartemen untuk warga lokal Australia dan konsumen asing tidak dibedakan, jelas Herman sapaan akrab Herman Suwito.

"Harga jualnya sama semua. Untuk tipe terendah, tipe studio dengan ukuran 40 m2 dipatok sebesar Rp. 6,5 miliar. Keuntungan lainnya, akses dari apartemen ke bandara dan central station hanya lima menit," ujar Herman menambahkan

Ekspansi ke Indonesia

Kembali ke Bagus, dalam waktu dekat Crown Group akan membangun hunian vertikal di Indonesia. "Untuk pertama kalinya kami melakukan investasi keluar negeri dan itu ke Indonesia," ujar Bagus

“Proyek ekspansi ini dilakukan sebagai langkah untuk melebarkan gurita bisnis dari Crown Group, kami bekerjasama dengan PT Jaya Ancol Tbk untuk membuat “The First Luxury Waterfront Concept Living in Ancol”. Dengan luas tanah 4,7 hektar, dana investasi yang kami gelontorkan senilai Rp 7 triliun. Proyek prestisius ini terdiri atas lima tower unit apartemen mewah dengan fasilitas yacht club, water front promenade, serta fasilitas komersial eksklusif, ," tuturnya.

Rencananya pada akhir 2019, unit apartemen sudah mulai dipasarkan, mulai low rise hingga bertahap setiap bulannya unit high rise sebanyak 2.000-3.000 unit, ujar Bagus

Proses pemasaran yang terbilang cukup lama, kata Bagus. Namun itu kebiasaan Crown Group yang tak mau membuat gedung asal jadi. Pihaknya ingin menyelesaikan segala perizinan (izin prinsip) dan hingga akhirnya dilakukan pemasaran tak ada kendala yang mengganjal, jelasnya

"Kultur kami itu menyelesaikan seluruh perizinan, baru kami lakukan pemasaran. Jadi saat semuanya sudah selesai, kami akan tenang melakukan pemasarannya," katanya.

Target pasar apartemen ini akan menyasar segmen middle dan upper class dengan karakteristik kaum milenial yang mendominasi komposisi demografi Indonesia, pungkasnya (HRS/dtn).

 

Add a comment

Grand Asia Afrika Residence Segera Diserahterimakan 100 Persen

GAA1

 

destinasiaNews – CEO Kagum Group Henry Husada yang saat itu didampingi putri keduanya Resti Stephanie Husada, akan fokus dan menjamin “Tower C” Grand Asia Afrika Residence yang terletak di titik nol jantung kota Bandung, tepatnya simpang lima Jalan Asia Afrika, Sunda, A. Yani, Gatsu dan Karapitan, akan segera di serahterimakan kepada konsumen per 1 Maret 2018. Hal tersebut terungkap saat Grand Launching Grand Asia Afrika di Jalan Sunda No. 8 Bandung, Senin (8/1/2018).  

Henry Husada memahami bahwa pemerintah di era Presiden Ir. Joko Widodo sedang menggulirkan program Satu Juta Rumah, namun dirinya masih fokus pada hunian bangunan vertikal menengah atas yang aksesnya tidak jauh dari pusat bisnis, seperti Grand Asia Afrika Residence, papar Henry Husada.

“Bukannya tidak mau membangun hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), namun belum saatnya saja”, kata Henry Husada.

Grand Asia Afrika Residence dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi terdidiri dari 4 blok (A, B, C dan D). Sejak awal dipasarkan tahun 2012, saat ini sudah terjual sebanyak 1.754 unit dari total 2.280 unit dan 40 unit diantaranya adalah ruko, dari berbagai tipe luas kamar antara lain tipe luas kamar 36 meter persegi, 40 meter persegi, 50 meter persegi dan 74 meter persegi. Dan unit yang masih tersedia sebanyak 494 unit kamar dan 14 unit ruko.

GAA2

Salah satu dari tim manajemen konstruksi (MK) Grand Asia Afrika Residence, Chandra mengatakan,  bahwa progress fisik saat ini sudah mencapai 92,5 persen, tentu saja pengawasan berkala sangat diperhatikan untuk menjaga standar kualitas mutu pekerjaan, ujar Chandra.  

Menurut Direktur Kagum Land Nugroho Tjondrojono, pihaknya telah berkomitmen dengan para kontraktor Grand Asia Afrika Residence untuk menyelesaikan sesuai rencana, tepat waktu dan siap dihuni konsumen mulai 1 Maret 2018.

“Grand Asia Afrika Residence didukung penuh oleh bank pemerintah dan swasta terkemuka di Indonesia,” tegas Nugroho

Hal senada dikatakan perwakilan para Kontraktor Henhen Bestari, mendukung sepenuhnya dan menjamin selesai 100 persen sesuai rencana serta dapat diserahterimakan kepada konsumen tepat waktu. (HRS/dtn)

Add a comment

Crown Group Bangun Apartemen di Indonesia Akhir 2017

CROWN 1 CopyDestinasianews -  Crown Group, Perusahaan pemenang penghargaan yang berbasis di Sydney hari ini memberikan informasi terkini perihal mengapa investasi properti di Sydney masih menjadi pilihan terbaik bagi investor luar negeri khusus nya Asia.

Pasar Apartemen Australia Masih Jadi Primadona bagi Investor Asia Diperkirakan kenaikan Harga properti untuk Sydney dan Melbourne akan kembali menyentuh dua digit di tahun 2017

Perusahaan properti terkemuka Australia yang didirikan Arsitek asal Indonesia Iwan Sunito diperkirakan di akhir tahun 2017 akan mulai membangun apartemen di Indonesia.

Hal ini diungkapkan GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holdings Group Bagus Sukmana di acara Media Update Luncheon Crown Group, Selasa, (21/2/2017), di The Luxton Hotel jalan Ir.H.Djuanda (Dago) Bandung, turut hadir, Marketing Communication Crown Group Indonesia Fauzia Emeraldityas, dan Financial Department Crown Group Indonesia Dyah Lestari.

“Crown Group di akhir tahun 2017 diperkirakan akan masuk ke Indonesia untuk membangun apartemen,” kata GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holdings Group Bagus Sukmana, “Kota-kota yang dilirik Crown Group diantaranya, Jakarta, Surabaya, dan Bandung, namun yang pasti kota pertama yang dilirik Crown Group untuk pasar properti khususnya apartemen adalah Jakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut Bagus mengungkapkan, walaupun dahulu Singapura merupakan idola investasi properti, namun di tahun 2017 Singapura kurang ideal untuk investasi properti, “Memang di Singapura banyak perusahaan, namun dengan kejadian Brexit sangat mempengaruhi Singapura,” ujarnya, “Singapura tingkat hutang sangat tinggi, sehingga banyak peluang gagal bayar,” ungkap Bagus.

Mengenai pasar apartemen di Australia, mengutip pernyataan Global Head Sales & Marketing Crown Group Julian Sedgwick, Bagus mengatakan, pasar apartemen Australia masih menjadi primadona dibandingkan rumah tapak bagi para investor luar negeri khususnya Asia, “Bahkan diperkirakan kenaikan harga properti untuk Sydney dan melbourne akan kembali menyentuh dua digit di tahun 2017,” kata Bagus.

“Investasi properti di Sydney masih menjadi pilihan terbaik investor Asia, karena pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia sedang mengalami peningkatan,” ungkap Bagus, “Pertumbuhan perumahan komersial yang cepat dan kondisi politik Sydney yang stabil, menjadikan Sydney tujuan favorit para investor khususnya investor Asia menanamkan uang mereka,” ujarnya.

Bagus mengatakan, sebagian besar investor membeli apartemen untuk investasi, dan ada pula untuk tinggal, “Diantaranya banyak pelajar Indonesia yang berada di Australia,” ujarnya.

“Seperti dikatakan Julian Sedgwick, jika anda ingin membuat investasi di pasar property di Sydney, keuntungan yang diberikan oleh apartemen sangat jelas,” kata Bagus, “Bila anda benar-benar ingin memaksimalkan, pastikan untuk melihat kualitas atas kemewahan yang ditawarkan pengembang,” pungkas Bagus.

CROWN 2 CopyBerikut beberapa alasan mengapa banyak orang memilih apartemen di Sydney dibandingkan dengan rumah tapak:

- Bukan lagi rahasia nilai perumahan dan apartemen di Sydney telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, namun apartemen cenderung berada di sisi yang lebih terjangkau, yang memberikan investor properti titik masuk yang lebih rendah ke pasar. Membeli apartemen baru memberikan anda keuntungan dalam hal ini tanpa mengorbankan gaya hidup modern dan berkualitas tinggi.

- Nilai indeks bulanan yang dikeluarkan oleh CoreLogic RP Data menyatakan, dari 31 Juli 2016 menunjukkan nilai rata-rata untuk rumah di Sydney hampir 33% lebih tinggi dari apartemen. Anda akan menemukan apartemen bahkan produk berkualitas seperti Waterfall by Crown Group menawarkan investor lebih banyak keuntungan untuk mereka.

- Tradeoff untuk apartemen sering kali dikatakan capital gain tidak akan setinggi jika anda membeli rumah, namun menurut CoreLogic RP Data, hal ini belum tentu demikian, setidaknya di Sydney. Hingga 31 Juli 2016 harga unit naik sebesar 9,41%, dimana pertumbuhannya lebih baik dari pada rumah tapak.

- Salah satu kunci metrik yang dilihat investor adalah hasil sewa, berapa banyak keuntungan properti akan dihasilkan dari minggu ke minggu. Ketika nilai bangunan naik dan biaya sewa mingguan biasanya tidak bisa mengikuti bahkan cenderung menyusut. Namun penelitian CoreLogic RP Data (April 2016), menunjukkan biaya sewa unit apartemen rata-rata di Sydney adalah sebesar 4%, sedangkan untuk rumah tapak hanya 31%.

Ini menunjukkan ketika anda berfokus pada hasil arus kas positif, apartemen adalah produk yang tepat. Informasi lebih lanjut dari Residex menunjukkan hasil modal untuk unit di Waterloo berada di kisaran 5%, sementara rumah tapak menarik hasil sekitar 4% di area perkotaan. (SA/Rls)

Add a comment


emgz2

Artikel lain...

Bandung Music Council KasihTabik ke Orkestra Bandung Philharmonic – Gelar Repertoir ‘Legenda

Bandung Music Council KasihTabik ke Orkestra Bandung Philharmonic – Gelar Repertoir ‘Legenda

destinasiaNews  – Terkait rencana gebyar gelaran musik klasik musim ke-4 dari Bandung Philharmonic pada Minggu, 23 September 2018, Erlan Effendy Ketua...

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Siap Tingkatkan Minat Baca (2)

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Siap Tingkatkan Minat Baca  (2)

destinasiaNews – Secara administratif letak lapak buku bekas ‘ Destik, menurut Andri selaku Koordinator pelapak buku bekas di sini, masuk...

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Era Digital Datang, Surutlah Minat Baca ! (1)

Lapak Buku Bekas ‘Destik’ – Era Digital Datang, Surutlah Minat Baca ! (1)

destinasiaNews – Pertengahan September 2018 kala itu masih di musim kemarau. Kebetulan penulis sedang mengurus sebuah keperluan di pusat Kota...

Rayakan Ultah Kota Bandung ke 208 Tran Studio Gelar Konser Ari Lasso

Rayakan  Ultah Kota Bandung ke 208 Tran Studio Gelar Konser Ari Lasso

destinasiaNews - Kawasan Terpadu  TSB (Trans Studio Bandung) dalam menyambut ulang tahun Kota Bandung ke -208,  menawarkan aneka promo dan...

Ridwan Kamil & Uu Bubarkan TOS Jabar Juara, Erry Riyana Hardjapamekas - Libatkan Warga untuk Pengawasan

Ridwan Kamil & Uu Bubarkan TOS Jabar Juara, Erry Riyana Hardjapamekas - Libatkan Warga untuk Pengawasan

destinasiaNews - Tim Optimasi dan Sinkronisasi (TOS) Jabar Juara, yang dibentuk sejak 26 Juli 2018 sebagai akselerasi percepatan kerja Gubernur dan...

Pengunjung

02528597
Hari ini
Kemarin
4153
7781